Rei : Rei balik lagi yo.

Miku : Hay semua..

Rei : Padahal fic ini gaje, tapi banyak yang review.. *terharu*

Miku : Sudahlah.. *nepuk-nepuk punggung Rei*

Rei : Ah sudahlah.. Balas review dulu..

akanemori : Matikan capslocknya dulu -_- ya begitulah.. Sudah lanjut..

Cyber Keju-ma : Saya kepengen buat Cyber-kun jadi pengendali tanah soalnya... hi-mit-su, silahkan fav dan alert :D

Yami Nova : hahaha, kepengen buat Nova-san pakai kapak.. XD, sudah lanjut..

Icchi-chan : Mau masuk? Tehehe~ Lihat saja nanti.. XD Sudah lanjut..

Tsukiyomi Ayaka : Lihat saja siapa yang akan Aya-chan bunuh.. Sudah lanjut..

Shiroi Karen : 'sesuatu' itu adalah... seperti grape, rae- SALAH! Seperti 'tangan melayang lalu wajah biru-biru' XD.. Sudah lanjut.. ^^

Renata29 : Ngakak ya? Padahal tidak ada yang lucu loh. XD Len-kun adalah cewek sejati! #dilindes

Hikari Kengo : Iya, para author jadi pemeran utama.. Lihat saja nanti~~. Iya juga, Koro-san seperti OOC.. Oke, tenang saja. Para chara Vocaloid pasti tak ketinggalan.. Sudah lanjut..

Nakane Chiru : Benarkah? Terima kasih Chiru-san. Sudah lanjut..

ShenaYamika : Iya, saya juga tidak tahu kalau sifat Koro-kun itu OOC. Karen-chan itu gila? XD #dihajar Karen.. Sudah lanjut..

Rei : Itulah sesi balas reviewnya..

Miku : ayo mulai..

Disclaimer : Vocaloid bukan punya Rei. Vocaloid punya Yamaha Corporation, Crypton Future Media, AH Software, Internet Co., Ltd, Zola Project, Zero-G. Utauloid milik para creator masing-masing. Author yang ada di Fandom Vocaloid, Rei pinjam ya..

Warning : Typo di mana-mana, abal, gaje, ancur, jelek, OOC, miss typo, author di sini pasti OOC, OOT, Rei masuk ke cerita, EYD tidak benar, dll.

Genre : Adventure, Fantasy, Humor, Parody, Friendship, Supernatural, dll

Rated : T

Pairing : Gak ada.

Author :

- Kurotori Rei : lightning and death sychte.

- Cyber Keju-ma : Earth and dual shot gun.

- Akanemori : water and arch.

- Kuroshi Chalice : plant and magic staff.

- Shiroi Karen : wind and dual fan.

- Mitoshi Koro : fire and katana.

- Yami Nova : ice and Ax.

- Tsukiyomi Ayaka : metal and hammer.

- ? : mirror element and sword.

- ? : music element and violin.

Vocaloid/Utauloid chara :

- Hatsune Miku : magic.

- Kagamine Rin : Road Roller (?!)

- Kagamine Len : Road Roller (?!)

.

.

.


Don't Like? Dont Read!

Happy Reading minna~

.

.


"Semuanya sudah siap?" tanya Miku kepada semua orang yang ada di sana.

"Sudah." jawab semuanya.

"Ayo kita berangkat!" pekik Miku.

.

.

.

.


Di perjalanan...

"Masih jauh tidak?" tanya Akanemori kepada Miku.

"Iya, sekitar 100.000 km lagi." ucap Miku dengan innocent facenya.

.

.

Krikk Krikk Krikk

.

.

"UAPAAA?!" teriak semuanya (—min Len, Rin, dan Miku).

"Kenapa kau tidak bilang kalau mau berjalan sampai sejauh ini?!" ucap Rei sambil mencengkram krah baju Miku dengan berjinjit (Rei : Yah iyalah, wong lebih pendek)

"Habisnya kalau dibilangin duluan pada tidak mau ikut." ucap Miku cemberut. "Dan tolong lepaskan cengkeramanmu itu."

"Huh, baiklah." ucap Rei lalu melepaskan cengkeramannya.

.

.

.

.


Rei PoV

Saat ini kami sedang berjalan-jalan di sekitar hutan. Terlalu banyak pohon disini.

"Jika ingin pergi ke kerajaan kegelapa, harus melewati hutan ini. Nama hutan ini adalah The Death Forest." ucap Miku.

Nama hutan yang aneh. Di dalam kegelapan hutan ini, sebenarnya aku sedikit takut. Tapi aku hanya berpura-pura tidak takut karena tidak ingin dilihat mereka.

KRESEK KRESEK

"Suara apa itu?" ucap Karen sambil melihat ke kiri dan ke kanan.

"Entahlah." ucap Koro yang mulai waspada.

Suara itu seperti berasal dari semak-semak. Kelihatan seperti dua orang yang sedang kejar-kejaran di dalam semak itu— atau cuma perasaanku saja?

KRESEK KRESEK

"Suara itu makin keras, waspadalah." ucapku kepada semua orang di sana.

Lalu ada seorang gadis yang melompat ke arahku dan menerjangku. Siapa gadis ini yang berani menerjang anak kecil seenaknya?

"Tolong aku, laki-laki gaje mengejarku." ucap gadis itu kepadaku.

"Hah?" aku terkaget. Gadis ini tiba-tiba minta tolong?

"Icchi-chan, mau ke mana kau?" ucap seorang laki-laki dari kejauhan.

"Kyaa, cepat sembunyikan aku." ucap gadis itu yang dipanggil dengan nama Icchi.

"Dia temanmu kan?" tanyaku.

"I—Iya sih." jawab Icchi.

"Kalau begitu ngapain takut?" ucapku sambil memegang tangan Icchi yang tampak gemetaran.

.

.

.


Normal PoV

"Kau siapa?" tanya Cyber kepada laki-laki asing itu.

"Er, namaku Hikari Kengo. Salam kenal." ucap Kengo.

"Begitu, kau mau apakan gadis ini?" tanya Rin kepada Kengo.

"Eh, aku hanya mau menolongnya kok saat dia diserang monster chimera di sini." ucap Kengo.

Semuanya sweatdrop. Termasuk Icchi.

"Jadi aku salah sangka dong?" ucap Icchi malu.

'Salah sangkanya keterlaluan.' pikir mereka semua (—min Icchi dan Kengo)

"Kalian punya senjata dan element?" tanya Miku kepada mereka berdua.

"Punya kok." ucap Icchi dan Kengo berbarengan.

"Senjataku violin dan elemenku musik." ucap Icchi girang (Rei : Kayak tante-tante girang XD/ Icchi : Enak saja!)

"Senjataku pedang dan elemenku cermin." ucap Kengo.

"Lho? Memang ada ya elemen cermin dan musik?" tanya Chalice kepada Miku.

"Ada kok, tapi elemen itu tidak utama." ucap Miku. Chalice hanya mengangguk.

"Kami ingin bergabung ke kelompok kalian. Boleh kan?" tanya Icchi malu-malu.

"Tentu saja boleh." ucap Nova dan Ayaka berbarengan.

"Makin banyak makin bagus." ucap Rin dan Len berbarengan. (Rei : Kembar sih..)

"Yeah, kelompok kita tambah dua orang." ucap Karen.

.

.

.

.

.


Di suatu tempat...

"Keh, kelompok mereka bertambah ya?" ucap seseorang gadis berambut cream kepada pengawalnya.

"I—Iya, Ohime-sama." ucap pengawal itu.

"Hm, culik salah satu dari mereka dan bawa dia ke sini." ucap gadis itu.

"Baik, Ohime-sama." ucap pengawal itu lalu beranjak pergi.

.

.

.

.

.

.

"Hutan ini cukup menyeramkan." ucap Akanemori lalu memeluk Miku.

"Kenapa kau memelukku?! Kau yuri ya?" ucap Miku yang mulai menjauh dari Akanemori.

"Tidak kok. Aku hanya seorang fujoshi." ucap Akanemori.'

'Kok dia malah membuka aibnya sih?' batin Koro.

'Hadeh, dia malah ngaku kalau dia itu fujoshi.' batin Rei.

'Yeah, ada teman yang fujoshi lagi.' batin Karen dan Chalice.

'Aka-chan memang sedikit aneh.' batin Cyber.

'Perempuan itu fujoshi?!' batin Rin.

"Hei, kau malah membuka aibmu." ucap Miku sweatdropped.

"Tidak apa-apa." ucap Akanemori. Yang lain pun sweatdropped.

'Nih anak kelewat polos atau baka?' batin semuanya (—min Akanemori)

.

.

.

.

"Lama sekali nih keluar hutannya." ucap Chalice.

"Jangan mengeluh Chalice-san." ucap Rin.

"Hm, apa itu?" tanya Rei sambil melihat berpuluh-puluh chimera berdatangan.

"I—Itu chimera utusan kerajaan kegelapan!" teriak Miku.

"Semuanya! Berhati-hatilah." ucap Len yang memasang pose siaga.

"Hai!" koor mereka semua.

"Hei Hatsune Miku, kita bertemu lagi." ucap gadis berambut magenta diikat bor.

"Cih, Teto, apa yang tuanmu perintahkan untukmu." decih Miku saat melihat rivalnya dalam mode chimera datang kepadanya.

"Hm, menyuruhku untuk menculik salah satu temanmu." ucap Teto.

"Cih, semoga saja misimu itu gagal, bullsh*t!" teriak Miku kepada Teto.

"Yah, lihat saja nantinya." ucap Teto.

Semuanya sedang bertarung. Bertarung melawan berpuluh-puluh chimera yang tak ada habisnya.

Rei yang sedang menebas chimera itu dengan sychtenya.

Cyber yang sedang menembak chimera itu dengan dual shot gunnya.

Akanemori yang sedang membidik chimera itu dengan panahnya.

Chalice yang sedang mengeluarkan elemen tanamannya.

Karen yang sedang mengibaskan kipasnya itu supaya elemen anginnya muncul.

Koro yang sedang menebas chimera itu dengan katananya. Sepertinya hanya Koro yang mahir dalam menggunakan senjatanya itu.

Nova yang sedang mengucapkan mantra untuk memunculkan elemen esnya.

Ayaka yang sedang memukul chimera itu.

Icchi yang sedang memainkan violinnnya dengan mengeluarkan musik yang mematikan itu.

Kengo yang sedang menebas chimera itu.

Miku yang sepertinya sedang beradu sihir dengan Teto.

Rin dan Len yang sedag melindas chimera-chimera itu dengan Road Rollernya.

.

.

.


Miku Vs. Teto

Terlihat Miku sedang beradu sihir dengan Teto.

"Kau belum kapok juga ya, Teto?" ucap Miku sambil menghindari seragan Teto.

"Tentu saja, niat balas dendamku padamu takkan pernah berhenti!" ucap Teto sambil tetap meluncurkan serangannya.

"Kau hanya bisa bermimpi untuk mengalahkanku!" ucap Miku.

"Begitu kah? Dark Skill : Fire of The Death!" ucap Teto yang mengucap mantra elemen kegelapannya. Tiba-tiba, muncullah api yang berwarna hitam. Kayak ameterasu gitu. XD (Reader : OOT! Nyasar ke Fandom lain!)

"Cih!" decih Miku kesal saat api berwarna hitam itu menyerangnya.

"Hilangkan api hitam itu!" ucap Miku. Lalu, api hitam itu pun menghilang.

"Hebat. Kau bisa menghilangkan api hitamku yang sangat berbahaya bagi orang yang terkena itu. Jujur saja, kekuatan sihirmu itu hebat." ucap Teto sambil menepuk tangannya.

"*sigh* Diam kau pacar Ted!" ucap Miku yang membuat Teto langsung kaget bercampur malu.

"A—Apa? Bagaimana kau mengetahui kalau aku suka sama Ted-kun?!" ucap Teto dengan wajah yang memerah.

"Aku bisa mendapatkan informasi seseorang. Dan kau benar menyukai Ted kan?" ucap Miku dengan tampang meremehkan Teto.

"Uh, memang iya. Dan kau menyukai Kaito." ucap Teto yang membuat Miku kaget juga.

"Hah?! Kau tahu darimana?" ucap Miku dengan wajah memerah.

"Tidak. Asal tebak saja." ucap Teto sambil menjulurkan lidahnya ke arah Miku.

.

.

.

.

.

.


"Uh, chimera ini tak ada habisnya!" keluh Rei sambil terus menerus menyerang chimera itu.

"Yang sabar ya Rei-chan, aku juga kewalahan kok." ucap Cyber.

"Bagaimana keadaan Miku ya?" ucap Akanemori.

"Moga-moga ia selamat. Doakan saja." ucap Karen yang masih terus menyerangnya.

"Music Skill : Death Tune!" ucap Icchi lalu memainkan violinnya. Tiba-tiba terdengarlah nada-nada yang sangat tidak enak didengar.

"Minna, tutup telinga kalian." ucap Icchi. Semuanya pun menutup telinga mereka.

"Wah hebat. Dalam satu serangan chimeranya langsung mati tak bersisa." ucap Chalice terkagum-kagum.

"Icchi gitu loh." ucap Icchi membanggakan diri. Semuanya pun langsung muntah di tempat.

"Hey, apa kalian baik-baik saja?" ucap Rin yang mendatangi mereka.

"Kami baik-baik saja kok." ucap Koro.

"Baguslah, kami sangat khawatir." ucap Len.

"Eh lihat. Itu Miku." ucap Rei yang melihat Miku melambai-lambaikan tangan ke arah mereka.

"Minna, semuanya selamat?" tanya Miku kepada mereka.

"Semuanya selamat. Tak ada yang mengalami luka-luka." ucap Kengo. Miku hanya menghembuskan nafas lega.

"Syukurlah. Teto sudah pergi." ucap Miku.

"Benarkah? Tapi kok aku merasakan udara yang mencekam di sini?" tanya Rei.

"Mungkin itu cuma perasaanmu saja kali." ucap Karen.

"Iya, mungkin cuma perasaan." ucap Akanemori.

Tiba-tiba, ada yang menangkap Rei dari belakang. Oh, ternyata itu adalah Teto. Ternyata Teto hanya bersembunyi tadi dan pura-pura mengalah kepada Miku. Teto memag chimere yang cerdik.

"Uh! Tolong!" teriak Rei yang ditangkap oleh Teto.

"REI-CHAN!" teriak Cyber.

"Rei-chan!" teriak Chalice.

"Rei-san!" teriak Rin dan Len bersamaan.

"REI!" teriak Miku.

"Cyber-kun! Cha-chan! Rin-chan! Len-kun! Miku-san! Tolong." ucap Rei terengah-engah karena dicekik oleh Teto.

"Hey chimera busuk! Kembalikan Rei!" ucap Miku kepada Teto.

"Tidak! Ini adalah perintah Ohime-sama!" ucap Teto yag tetap bersikeras.

"Dasar! Kau memang licik!" teriak Miku kepada Teto.

"U—Uh." desah Rei yang mulai kehabisan nafas.

"Aku pergi dulu. Sayonara~~" ucap Teto lalu meninggalkan tempat itu.

"Hiks, Rei-chan." tangis Cyber.

"Rei-chan! Coba saja aku bisa melindungimu." ucap Chalice.

"Dasar Teto sialan. Nanti kubunuh dia saat dia berhadapan denganku!" umpat Miku kesal.

"Chalice-san, Cyber-san, sudahlah. Kita kan bisa menolongnya." hibur Karen kepada mereka berdua.

"Tapi bagaimana kalau Rei-chan diapa-apakan?!" ucap Cyber yang masih menangis.

"Iya, benar itu. Aku tak mau sampai dia terluka." ucap Chalice.

"Kita doakan saja moga-moga dia tidak terluka." ucap Icchi yang tiba-tiba datang.

"Iya deh." ucap Chalice dan Cyber.

"Jadi, berhentilah menangis. Oke?" ucap Kengo.

"Ya!" ucap Chalice dan Cyber yang mulai semangat.

"Ayo, lanjutkan perjalanan kita. Kita juga akan menyelamatkan Rei." ucap Miku.

"Iya, tapi aku sudah capek nih." ucap Akanemori.

"Sama." ucap Koro singkat, padat, jelas.

"Kalau begitu, naik Road Roller punyaku saja." ucap Rin.

"Eh, apa tidak berbahaya?" ucap Chalice yang sepertinya kurang yakin.

"Tenang saja. Tidak akan terjadi apa-apa. Nee-chan biasa mengendarai dengan normal kok." ucap Len membela Rin.

'Sepertinya definisi tidak apa-apa itu jauh berbeda dengan yang aslinya deh.' batin mereka semua. (—min Rin dan Len).

"Semuanya sudah duduk?" tanya Rin.

"Sudah.." koor semuanya.

"Oke, sedia.." ucap Rin yang mulai menyalakan mesin Road Rollernya.

'Perasaanku benar-benar gak enak deh. Masa iya sih Rin yang umurnya 14 tahunan bisa mengendarai kendaraan? Aku saja yang umur 15 kaga bisa!" batin Chalice.

"Bersiap.." ucap Rin yang mulai ingin menginjak pedal Road Rollernya.

'Aduduh, ada sabuk pengaman gak sih? Perasaanku makin memburuk.' batin Karen.

"JALAN!" teriak Rin yang langsung menginjak gas Road Roller itu dengan kencang. Kecepatannya menyampai 200 km/jam.

Semua yang di dalam Road Roller hanya berteriak—

"UAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

.

.

.

.

To Be Continued...


.

.

.

Rei : Bagaimana kelanjutannya? Bagimana chapter duanya Serukah? Jelekkah? Maklum Rei masih amatiran.

Rin : Jangan merendahkan dirimu, Rei-san. *hibur Rei*

Rei : Terima kasih Rin.

Rin : Sama-sama.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kritik dan saran diterima dengan senang hati~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jangan nge-flame ya~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Mind To Review my story?

.