Title: Vongola Residence

Summary: Sebuah perumahan elite yang dihuni oleh orang-orang yang jauh dari normal. Para penghuni yang tinggal disini akan merasakan kenistaan perumahan laknat ini. Jadi, ini perumahan atau penampungan orang sakit jiwa?

Genre: Humor / Friendship

Rating: T...?

Warning: Gaje, OOC, garing, maksa, gak ada yang beres.

Disclaimer: KHR bukan milik saya. Kalo iya, Hibari udah jadi main character. (~‾ ▽‾)~ ~(‾▽ ‾~)


Chapter 2 updated! Kok cepet banget? Soalnya saya senang ada yang review, favorite, sama follow cerita laknat ini. Arigato, minna-san! Makasih karena sudah berkenan membaca fic gaje ini. m(_ _)m


"Ngomong-ngomong, Twitter itu apa sih?" tanya Yamamoto kepada Mukuro dalam perjalanan menuju taman. Tidak, mereka cuma mau main, bukan ngambil kitab suci.

"Kufufu, masa kamu gak tau?"

"Karena gak tau, makanya dia nanya! Dasar nanas idiot!" semprot Gokudera.

"Oya, berisik kau, gurita." Kata Mukuro.

"Jadi, Twitter itu apa, Mukuro?" Tsuna yang kira-kira selevel dengan Yamamoto jadi penasaran.

"Kufufu, karena Tsunayoshi-kun yang nanya, aku jawab. Yang aku tahu, Twitter itu adalah website buat update status. Kufufufu.."

"Ahahaha.. Itu doang?" tanya Yamamoto.

"Kufufu.. mungkin iya.. mungkin juga nggak.." jawab Mukuro bertele-tele.

"Yang bener, Mukuro." Pinta Tsuna.

"Kufufu, karena Tsunayoshi-kun yang minta, aku kasih tau yang bener. Di Twitter kita bisa saling follow, jadi kita bisa lihat update-an orang yang kita follow."

"Ahahaha.. Kayaknya menarik, kita juga main Twitter yuk!" Yamamoto yang menganggap semua hal menarik, mengajak teman-temannya main Twitter.

"Kufufu, kalo aku sih udah punya account. Nanti follow aku ya."

"Oke, ntar malem aku bikin account." Kata Tsuna.

"Ahahaha, aku juga."

"Kalo jyuudaime main Twitter, aku juga ikut!"


—Sesampainya mereka di taman—

"Gyahahahaha! Ngapain kamu disini, Ahodera? Mau jadi pelayan Lambo-san, ya?" seorang bocah berambut kribo dengan kostum sapi tertawa lantang.

"Kono ahoushi..!" untuk kesekian kalinya hari itu, Gokudera kalap.

"Maa, maa, Gokudera." Yamamoto menahan agar Gokudera tidak mencekik si bocah sapi.

"Kok kalian siang banget datengnya?" tanya seorang bocah yang hobi menguyah. Dia termasuk anak yang jenius, sampai-sampai rambutnya putih semua.

"Kita baru selesai bikin PR, Byakuran." Tsuna menjawab pertanyaan bocah ubanan itu. Biasanya hari Minggu gini mereka emang udah main di taman dari pagi, tapi karena PR yang di luar batas kemampuan anak TK biasa, mereka jadi telat main ke taman.

"Kalian rajin sekali.." puji Byakuran sambil mengunyah marshmallow.

"Memangnya kamu belum bikin?" tanya Tsuna.

"Aku selalu bikin PR 5 menit sebelum bell masuk." Jawab Byakuran.

"Gyahahaha~ Lambo-san gak pernah bikin PR!" Lambo tertawa lantang.

Tsuna dan Gokudera sweatdrop.

Yamamoto ikutan ketawa.

Mukuro ber-kufufu ria.

Byakuran masih ngunyah marshmallow.

"Jadi kita mau main apaan nih?" tanya Tsuna.

"Kufufufu, main jelangkung."

"HIIIEEE..!"

"Idemu menarik, Mukuro-chan. Aku ikut." Byakuran menyertakan diri.

"Ahaha, sepertinya menarik. Aku juga ikut." Yamamoto bergabung.

"Gyahahahaha~ Lambo-san akan main dengan kalian~"

"EXTREME..! AKU IKUT..!" teriak Ryohei yang muncul entah dari mana dengan semangat '45.

"HIIEEEE..!"

"Gak usah kepo, shibafu atama!" semprot Gokudera.

"APA KAU BILANG, TAKO-HEAD?" teriak bocah berumur 6 tahun yang suka memakai plester cabut komedo di hidungnya.

"Maa, maa.. Ayo kita main.." Yamamoto mencoba melerai mereka, kemudian ia melihat 2 orang yang dikenalnya berjalan melewati taman. Bukan Yamamoto namanya kalo gak kelewat ramah. Dipanggillah kedua bocah itu, "Hibariii..! Dino-san..!"

"Hn?" Seorang bocah kecil berambut hitam menoleh, menatap kerumunan di taman dengan mata sipitnya.

Bocah yang satunya lebih tinggi, berambut pirang, dan bermata cokelat. Usianya 8 tahun, dan sepertinya dia sangat suka sama Hibari. "Yo, Yamamoto!" Dino melambai pada Yamamoto.

Tsuna dan Yamamoto berlari kecil menghampiri Dino, "kita baru mau main. Kalian mau ikutan?" Yamamoto yang kepo mengajak Dino dan Hibari untuk bergabung.

"Main apa?" tanya Dino.

"Kata Mukuro sih, main jelangkung." Yamamoto menjawab dengan polos. Sepertinya dia sama sekali tidak tahu apa itu jelangkung.

"Jelangkung? Nama macam apa itu, herbivore?" tanya Hibari yang akhirnya bicara.

"Ahaha.. Gak tau, tapi sepertinya menarik." Kata Yamamoto. "Ayo ikutan, Hibari."

"Hn, kebetulan aku lagi bosan. Baiklah aku ikut." Hibari menyertakan diri, "awas kalo membosankan. Kamikorosu!"

"HIIIIEEEE..!"

"Oya oya, tumben Hibari Kyouya ikutan main. Sejak kapan kamu jadi kepo begini?" ujar Mukuro saat Dino dan Hibari tiba di kerumunan mereka.

"Berisik, kepala nanas." Tukas Hibari galak.

"Oya, dasar kepala tempurung." Balas Mukuro.

"Jalur balap kutu!" Balas Hibari lagi.

"Tsundere!" Mukuro gak mau kalah.

"Kamikorosu!"

"O-oi, matte! Kyouya!" Dino menghentikan Hibari yang sudah mengeluarkan tonfa. "Mukuro, jangan ngatain Hibari kepala tempurung! Justru kepalanya yang bulat ini manis sekali, tau!"

"Kufufu, dasar pedofil."

"Pedo—!" Dino shock dikatain pedofil sama bocah mesum yang terobsesi sama Tsuna.

"Kita jadi main gak sih?" tanya Byakuran.

"HARUS JADI TO THE EXTREME..!" teriak Ryohei. Maaf ya, dia emang gak bisa biasa.

"Kufufu, ya udah ayo kita mulai."


Tak lama kemudian persiapan main jelangkung pun selesai. Ada sedikit kendala saat mau membuat boneka jelangkung, dikarenakan Hibari yang menolak melepas tonfa-nya, dan Byakuran yang gak rela marshmallow-nya ditancepin di tonfa. Tapi akhirnya dengan bujukan dari Dino, Hibari mau meminjamkan tonfa-nya, dan Byakuran merelakan beberapa marshmallow-nya untuk dijadikan kepala dan tangan boneka jelangkung.

"YOSH! AYO KITA MULAI! KYOKUGEEENN..!" teriak Ryohei.

"Kufufu.. Aku baca mantra-nya, ya.." kata Mukuro.

Yang lain mengangguk. Mereka membentuk lingkaran mengelilingi boneka jelangkung yang ditancapkan di tanah.

"Jelangkung, cah kangkung, datanglah kemari.. Disini ada party.." Mukuro memulai.

Tsuna gemetaran.

Gokudera excited.

"Datang jalan kaki... Pulang naik taxi…"

Yamamoto cengengesan.

Lambo nahan pipis.

"Jelangkung, cah kangkung, datanglah kemari.."

—Setelah mengulang-ulang mantra yang sama sebanyak 13 kali—

Tiba-tiba awan gelap menutup matahari. Angin berhembus kencang.

Tempat sampah melayang dan menghantam kepala Lambo, "gupyaah!"

Sampah-sampah dari tempat sampah itu berceceran, dan tanpa sengaja masuk ke mulut Ryohei yang sedang berteriak "EXTREME..!"

Kemudian… tidak terjadi apa-apa!

Krik. Krik. Krik.

Itu jangkrik dari mana sih?

Baik, kita lupakan saja soal jangkrik. Tiba-tiba muncul suatu sosok dari boneka jelangkung itu.

Sosoknya besar.. Rambutnya panjang, tapi gak bisa mengalahkan keindahan rambut panjang Squalo. Rambut panjang sosok misterius ini sepertinya tidak pernah dikeramas, apalagi disisir. Seluruh tubuhnya berwarna kehijau-hijauan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Entah apakah itu aura atau lumut, saya juga gak tau.

"Gupyaah..!" Lambo ngompol.

"HIIIEEE..!" Tsuna menjerit.

Gokudera menyaksikan fenomena tersebut dengan mata berbinar-binar.

Yamamoto masih cengengesan.

Byakuran masih mengunyah marshmallow.

Mukuro ber-kufufu ria.

Dino mangap.

Hibari sepertinya tidak peduli.

Ryohei berteriak, "EXTREME..!"

"Kukira siapa yang memanggilku. Ternyata cuma bocah-bocah ingusan." Sosok itu berkata. Ternyata dia bisa bicara! "Baiklah, aku Ghost. Karena kalian terlah berhasil memanggilku, aku akan menjawab 3 pertanyaan kalian."

"B-benarkah?" kata Tsuna.

"Ya, benar. Sekarang tinggal 2 lagi." Jawab Ghost.

"H-HIIEE…?" ternyata pertanyaan Tsuna barusan dihitung.

"Hmph, herbivore bodoh." Kata Hibari.

"Ghost-san! Aku punya pertanyaan." Yamamoto mengacungkan tangan.

"Sebutkan pertanyaanmu, manusia."

"Apa suatu hari aku bisa menjadikan Gokudera sebagai pengantinku?"

Pertanyaan yang dilontarkan Yamamoto dengan cengiran khas-nya itu sukses membuat teman-temannya jawdrop.

"Hmm.. Aku bukan peramal, tapi asal kamu terus berusaha, kamu pasti bisa!" jawab Ghost.

"Ahahaha.. Baiklah, aku akan berusaha!"

"Ya-yakyuu baka! Memangnya siapa yang sudi jadi pengantinmu?" bocah berambut gurita ini salting.

"Ahahaha.. Maa, maa," si yakyuu-baka cuma ketawa.

"Gupyaah! Ahodera akan melahirkan takoyaki!" Lambo cari mati.

"M-ma-mana mungkin, bodoh?" Gokudera makin kalap.

"G-ganbatte, Gokudera-kun.." Tsuna sebagai teman yang baik mendukung Gokudera.

"J-jyuudaimeeee..!" Gokudera hampir nangis.

"Oya oya, aku juga mau tanya." Mukuro mengacungkan tangan. Bukan, dia bukan mau nanya kenapa Ghost telanjang. Seharusnya dia gak sebodoh itu.

"Sebutkan pertanyaanmu, manusia nanas."

"Kufufu.. Kenapa bagian 'bawah'mu itu polos?"

Krik. Krik. Krik.

Ghost facepalm.

"Benar juga. Kamu disunat berapa kali, Ghost-san?" tanya Byakuran ketika menyadari bahwa ada yang janggal dengan bentuk Ghost.

"Gupyaah!" Lambo juga menyadari kejanggalan tersebut.

"EXTREME..!"

"Kufufu, kau berjanji untuk menjawab 3 pertanyaan. Ayo jawab." Mukuro mendesak Ghost.

"I-itu urusan pribadi..!" Ghost berusaha mengelak.

"Tapi kan kau sudah janji, Ghost-san." Byakuran kepo.

"Kh—.. Ini adalah penyebab kematianku..!" akhirnya Ghost memutuskan untuk menjawab pertanyaan laknat tersebut. "S-saat aku mau disunat, dokternya meleng! J-j-jadinya 'junior'ku kepotong habis! Lalu aku mati..!"

"HIIIEEE..!"

"Gupyaah!"

"EXTREMEEE..!"

"Hn, herbivore."

"S-sudah aku jawab! Sekarang aku mau pergi!" dengan itu, Ghost pun menghilang. Wajar saja. Bayangkan betapa beratnya menceritakan sebab kematiannya sendiri. Apalagi dia mati konyol.

"Gupyaah! Lambo-san gak mau disunat!"

"KASIHAN TO THE EXTREME..!"

"Kamu harus tanggung jawab, haneuma! Bersihin tonfa-ku!" Hibari menyuruh Dino membersihkan tonfa-nya yang sekarang kotor dan lengket karena tanah dan marshmallow.

-To Be Continued-


Chapter 2 cukup sekian. Tidak baik jika terlalu banyak kelaknatan terkandung dalam 1 chapter.

Iya, definisi Twitter disini adalah definisi menurut bocah salah gaul a.k.a Rokudo Mukuro. Maaf kalo gaje, garing, dan OOC. Tapi tombol review harus dipencet..! (╯°□°)╯*maksa*