"KELUAAAAARRRRRR! "

"JIMIN BERISIK! KAU CARI MASALAH HAH?!" tiba-tiba Yoongi datang dan membentak Jimin.

Jimin ciut seketika.

"kau ini kenapa?! Bukankah kau sudah sering melihat mereka begitu?! Kalau ada yang dengar bagaimana?!" lanjut Yoongi, lalu meninggalkan 5 orang yang menunuduk takut.

Hoseok yang tadi mengikuti Yoongi menatap 3 orang didalam kamarnya khawatir.

"maaf ya," katanya singkat lalu pergi menyusul Yoongi.

Taehyung dan Jungkook keluar kamar. Meninggalkan Jimin yang membanting tas ranselnya kesal.

"sial..." desisnya.

.

.

.

Patience and Insecure Times

Pair: Hopega, Minyoon, Vkook, Namjin

BTS members

Infires by Hopega flooded moments

Chapter 2

.

.

.

"hyung ini sudah malam, mau kemana?" Hoseok yang berhasil menyusul Yoongi menarik lengan Yoongi yang akan membuka pintu dorm.

Yoongi melirik Hoseok sengit. 'Kenapa sih pemuda Gwangju ini, selalu saja ada disampingku' batin Yoongi. Bahkan selalu ada saat Yoongi butuh pelampiasan kekesalannya. "aku mau keluar sebentar, cari kopi" jawab Yoongi dengan nada malas khasnya.

Hoseok melepas lengan Yoongi lalu mengacak rambut kasar Yoongi. Lalu merangkul bahu Yoongi dan menariknya masuk dorm. Yoongi mendelik, tidak suka diperlakukan seperti itu apalagi oleh Hoseok.

Karena Yoongi merasa nyaman. Dan tidak mau keluar dari zona nyaman itu.

Lagi.

"kau ini mudah sekali ngambek sih hyung, pantas kau dipanggil kakek oleh Namjoon" kata Hoseok sembari mengusak rambut Yoongi lagi. Tidak sopan sih sebenarnya.

Yoongi yang tadi berniat keluar dorm kini menurut saja pada Hoseok yang membawanya ke kamarnya sendiri. Tidak ada Seokjin, dia pergi dengan Namjoon.

Hoseok mendudukkan Yoongi di ranjangnya sendiri, kemudian berlari kecil keluar. Yoongi semakin cemberut. Beberapa detik kemudian Hoseok kembali membawa dua paper cup.

"sudahlah hyung, kau ini mudah sekali badmood. jangan cemberut begitu, nanti wajahmu cepat menua. Ini kopimu"

Yoongi menghela nafas pelan. "aku juga tidak tahu kenapa aku seperti ini Hoseok-ah"

Hoseok yang biasanya hyperactive dan tidak tahu malu saat di depan kamera sangat berbeda saat bersama dengan member Bangtan, apalagi ketika hanya bersama Yoongi. Selain menjadi moodmaker, dan sumber optimistis, Hoseok juga seperti seorang ibu yang selalu mendengarkan keluh kesah para member dan sangat take care kepada semua member.

Hoseok duduk disamping Yoongi dan menyesap kopi dinginnya lamat-lamat. Hoseok yakin pasti Yoongi hanya akan berhenti berbicara lalu menyuruhnya keluar, karena biasanya begitu, lagipula Yoongi memang orang yang Introvert.

"Hoseok-ah, bisakah kau-" perkataan Yoongi terputus, menggantung.

Hoseok sama sekali tidak menduga akan terjadi hal seperti ini karena tiba-tiba Yoongi memeluk Hoseok erat, Hoseok yakin jika Seokjin kembali ke dorm dia akan menjadi sasaran amukannya karena kopi mereka tumpah di kasur dan lantai kamar Seokjin-Yoongi. Siapa peduli hal itu sekarang, kalau sekarang ada seorang Min Yoongi yang sedang menangis di dada Hoseok. Seumur hidup Hoseok, baru kali ini dia mendengar suara serak Yoongi merintih dalam tangisan pilu.

Dan malam itu menjadi malam yang panjang bagi Yoongi, apalagi Hoseok dengan perasaan yang campur aduk.

.

.

.

Taehyung menghampiri Jimin yang terlentang di ranjang dengan lengan yang menutupi matanya. Setelah kejadian tadi malam, Jimin sama sekali tidak mengajak Taehyung berbicara. Intinya, Jimin marah pada Taehyung.

"Jimin-ah, ayo sarapan" ucap Taehyung menggoyangkan bahu Jimin pelan, yang dijawab gumaman singkat dari Jimin.

"Jimin-ah kau masih marah ya? Maafkan aku" lanjut Taehyung dengan suara lemah. Bagaimanapun, mereka sangat dekat dan telah bersama-sama sebagai sepasang sahabat dalam waktu yang cukup lama. Jadi Taehyung merasa tidak nyaman ketika Jimin menghindarinya.

Karena tidak ada jawaban dari Jimin, Taehyung mengeluarkan rayuan mautnya, Siapa tahu berhasil.

"hari ini ajaklah Jungkook bermain, aku tidak mengganggu" dengan terpaksa Taehyung mengeluarkan boomerangnya. Biasanya Jimin akan langsung memeluk Taehyung setelah memberinya 'penawaran' itu.

Jungkook sering sebal jika Taehyung menjadikannya sebagai 'barang tebusan' permintaan maafnya pada Jimin. Jungkook akan memanggil Taehyung sebagai 'pacar durhaka' selama berhari-hari. Tidak mungkin Jungkook marah pada Taehyung, Karena marah pada Taehyung adalah pilihan terakhir untuk menyakiti diri sendiri. Ehem.

"sudahlah Tae, maafkan aku juga karena tadi malam aku agak emosional" tanpa diduga, Jimin bangkit dan menepuk bahu sahabatnya itu.

Taehyung lega bukan kepalang, selain dimaafkan oleh Jimin, Jungkook-nya juga aman dibawah kendalinya. Matanya berbinar lalu memeluk Jimin erat.

"Jimin-ah saranghae!" pekiknya berlebihan.

.

.

.

Seokjin dan Namjoon tidak pulang malam itu, jadi Hoseok dan Yoongi bisa membereskan kekacauan di kamar Yoongi sebelum Seokjin pulang dan mengomeli mereka.

Setahu Yoongi sih Seokjin marah pada Namjoon karena obsesi Namjoon yang berlebihan dengan 'red convershigh-white tee-skinny jeans-girl' yang semakin membesar.

Omelan Seokjin yang paling diingat Yoongi adalah, 'aku akan operasi transgender, operasi silikon, sekalian operasi otak Namjoon!' demi apa, itu horor untuk telinga Yoongi.

Karena biasanya kata-kata Seokjin itu selalu ditepatinya. Such as a real boy.

Dan pagi ini, ketika –akhirnya mereka selesai beres-beres kamar. Sebenarnya Yoongi hanya menonton dan memerintah sih. Namjin akhirnya pulang.

Tanpa Seokjin yang transgender atau punya dada montok dan Namjoon yang otaknya baik-baik saja. Syukurlah.

"Yoongi-ya~" panggil Seokjin ala ibu-ibu yang memanggil balitanya.

Yoongi yang sedang asik bersandar pada Jimin dan memainkan ponselnya hanya menyahut dengan gumaman.

"aku bawa cheesecake, mau tidak?" Seokjin mengangkat paperbag dengan logo toko kue favorit Yoongi. Oh, lihatlah mata Yoongi yang bagaikan melihat tumpukan dollar, Yoongi langsung beranjak dan merebut paper bag Seokjin.

Seokjin tersenyum lebar, "aku tidak jadi transgender Yoon" katanya, duduk disebelah kanan Yoongi.

"kau mau Jim?" tawar Yoongi pada Jimin yang dari tadi hanya diam. Jimin tersenyum lebar lalu membuka mulutnya lebar, kebiasaan Jimin –minta disuapi.

Seokjin melirik mereka datar, membatin kelakuan mereka setelah putus. Mereka itu kadang suka sekali bertengkar, tetapi kadang masih seperti orang pacaran. Aneh.

Yoongi beralih menatap Seokjin, "kenapa?" tanyanya.

Ekspresi wajah Seokjin langsung berubah, "Namjoon bilang sesuatu padaku!" seru Seokjin dengan wajah super bahagia, kalau di manga pasti ada ilustrasi bunga-bunga mawar dengan latar pink cerah. Yoongi sampai silau dengan pancaran mata Seokjin yang terlalu berbinar-binar.

"bilang apa?" nada Yoongi datar, sambil menyuapi Jimin lagi.

"rahasia!" pekik Seokjin berlebihan. Yoongi memajukan bibirnya kesal. Jimin gemas melihatnya. 'kenapa cerita kalau rahasia' batin Yoongi jengkel.

Jimin masih diam memperhatikan Yoongi sambil mengunyah cheesecake, sebenarnya Jimin tidak terlalu suka sih, Yoongi juga sudah tau itu. tapi kalau disuapi mantan yang masih sangat dicintainya, Mana mungkin menolak, kan?

.

.

.

Akhir-akhir ini Hoseok sedang berjuang keras untuk membentuk abs-nya Untuk persiapan menepati janjinya jika channel Vapp Bangtan mencapai 2 Juta followers. Untuk itu dia meminta Jimin untuk membantunya menyelesaikan misinya itu.

Sudah sekitar satu bulan Hoseok berusaha membentuk abs-nya dengan training dari Jimin. Tetapi sayangnya, sampai hari ini dia belum bisa membentuk abs-nya padahal dia semakin kurus karena terlalu rajin berolahraga. Wajahnya makin tirus dan menjadikannya tampak lebih panjang. Walau tetap tampan sih.

Hoseok sedang melakukan sit-up dengan dibantu Taehyung yang memegangi kakinya dan menghitung jumlah sit-up yang dilakukan Hoseok dengan Jungkook yang menjadi cheerleader disamping Hoseok.

"Fighting Hosiki! Fighting Hobi hyung! Fighting J-hobi!" bagai mantra, Jungkook terus mengulangi kalimatnya dengan semangat.

"aiissshh, diamlah Jungkook-ah, aku lupa sampai hitungan berapa nih!" gerutu Taehyung karena suara Jungkook yang menggangu hitungannya. Apa-apaan pula bangtan-bomb yang diayun-ayunkan Jungkook.

Jungkook cemberut, "iya iya hyung" kemudian Jungkook diam bersila,

"aaaahhh, Taehyung-ah! Sudah berapa kali sih?" Hoseok mulai kelelahan.

"aku lupa hyung, ulangi dari satu saja" jawab Taehyung datar,

"sudahlah! Aku lelah sekali" Hoseok terlentang dengan nafas putus-putus. Taehyung melepaskan kaki Hoseok.

"kau terlalu bekerja keras hyung, tetapi sampai sekarang lemak punggungmu bahkan masih terlihat" Taehyung memandang hyung-nya kasihan.

"iya hyung, harusnya kau tidak membuat janji yang aneh-aneh, ARMY pasti sangat menunggu-nunggu hal ini. Untung sewaktu ISAC aku memang sudah punya abs" timpal Jungkook yang mendapat pukulan yang cukup kuat dipunggungnya, dari Taehyung tentu saja.

"aduh! Taetae Hyung jahat sekali sih" Jungkook melengkungkan bibirnya keatas –aegyo.

"kau pikir menunjukkan perutmu tidak berdampak? Fans mengira kau seme, idiot!" sanggah Taehyung kesal.

Bersamaan dengan itu, pintu kamar dibuka. Kepala berwarna oranye muncul dibalik pintu.

"Jimin-ah, bagaimana ini? Aku menyerah" keluh Hoseok pada Jimin.

Jimin menghampiri mereka bertiga dan duduk bersandar pada Jungkook yang langsung dihindari olehnya. Alhasil Jimin terjengkang kesamping.

Jimin melirik Jungkook kesal, "aku tidak tahu hyung, tapi kurasa kau sudah mencapai batasmu" kata Jimin.

"aaah, Army pasti kecewa" Hoseok menutupi mukanya dengan telapak tangan.

Cklek!

Pintu dibuka lagi. Yoongi masuk ke kamar noisy triplets.

"Hoseok-ah, temani aku. Kau tidak sibuk kan?" tembak Yoongi langsung.

Hoseok yang merasa diajak bicara memiringkan kepala menatap Yoongi, "mau kemana hyung?" tanya Hoseok sambil bangkit berdiri.

"ganti warna rambut, aku mulai benci mint" jawabnya singkat.

Singkat, tetapi Jimin merasa hatinya tertohok.

Karena dulu, Jimin yang menyarankan Yoongi untuk mewarnai rambutnya dengan warna itu. Walaupun saat itu mereka sudah putus, waktu itu Yoongi belum bisa menghilangkan perasaannya pada Jimin. Jadi Yoongi menerima saja saran dari Jimin.

Lagipula Jimin tidak tahu kalau Hoseok pernah meminta Yoongi mewarnai rambutnya dengan warna kesukaan Hoseok itu.

Dan Jimin sangat menyukainya, Mint Yoongi. Karena entah mengapa dia merasa rambut mereka akan terlihat serasi, oranye dan hijau. Tetapi apa Yoongi bilang tadi? Mulai benci mint? Jimin entah kenapa merasa sangat sakit hati. Salahkan saja perasaannya yang sensitif.

"memangnya hyung mau ganti apa?" tanya Hoseok sembari mengambil jaket dari lemari pakaiannya.

"makanya aku mengajakmu, Hosik-ah Kajja" tanpa menoleh kearah tiga spesies yang memandangnya, Yoongi keluar dari kamar itu. Hoseok menyemprotkan parfum, memakai snapback lalu mengikuti Yoongi keluar kamar setelah 'say bye' singkat pada maknae line.

.

.

.

Hoseok memandang Yoongi berlebihan, lupa berkedip. Kenapa?

"aku tahu aku tampan" Yoongi menoyor dahi Hoseok gemas. Hoseok nyengir lebar lalu mencubit pipi Yoongi.

"hyung-ku memang yang terbaik! Jjang!" Hoseok tulus memuji Yoongi sambil mengacungkan empat jempolnya.

"hentikan, jempol kakimu tidak terlihat Hosik-ah" Yoongi menendang kaki Hoseok yang diangkat ke mukanya.

Saat ini mereka sedang di studio BigHit sepulang dari salon tadi. Yoongi mengganti warna rambut mint-nya menjadi light grey atas usul Hoseok karena sebelumnya dia menolak usul Hoseok mengganti dengan warna hitam, dan Hoseok sendiri memotong rambutnya yang sudah mulai menutupi matanya.

"hyung" panggil Hoseok.

Yoongi yang sedang sibuk dengan komputernya menoleh sebentar. "ada apa?"

"tidak, kau terlihat sangat sangat lebih tampan" Hoseok nyengir creepy. Yoongi mencibir, rasa aneh yang semakin sering dirasakannya merekah di dadanya.

'bodoh' umpat Yoongi dalam hati.

.

.

.

Jung Hoseok, nama yang semakin terasa asing untuk Yoongi.

Dulunya, dia tidak terlalu dekat dengannya. Apalagi sebelum debut, sebelum member Bangtan yang sekarang resmi masuk. Yoongi hanya peduli dan menekuni rapp-nya, mengomposisi lagu, dan hanya peduli dengan rapper yang lain yang dirasanya bisa mengimprove skillnya. Tidak terlalu mengenal Hoseok, karena baginya yang penting hanyalah musik, musik, dan musik. Apalagi Hoseok adalah dancer, dan Yoongi tidak terlalu suka kegiatan yang memproduksi banyak keringat itu. Dulu.

Sekarang Hoseok juga rapper line dan juga penulis lirik rapp, tidak ada alasan untuk tidak dekat dengannya. Meski sekarang ini kedekatan mereka sedikit 'tidak biasa'.

Sering kali Hoseok dan Yoongi bersama-sama, apalagi setelah Yoongi putus dengan Jimin dan Hoseok juga putus dengan mantannya, mereka saling membutuhkan. Bukan hanya sebagai pelampiasan. Yoongi sekarang lebih suka diajari dance oleh Hoseok, karena biasanya Jungkook mengajari Taehyung, Hoseok mengajari Yoongi kadang bersama dengan Seokjin dan Jimin yang mengajari Namjoon. Dan yang beberapa hari ini baru disadari Yoongi adalah sesuatu yang nyata dan jelas dirasanya.

Yoongi menyukai Hoseok.

.

.

.

Di salah satu dance room BigHit siang itu,

"OTTOKEEEEE!" teriakan Hoseok yang cempreng menggelegar. Seperti biasa, Hoseok akan bertingkah seperti balita jika sedang bingung atau gelisah.

"aish! Jangan menendangku hyung!" Jimin yang terkena imbas aksi Hoseok 'mari menendang' jengkel. Apalagi mereka sedang lelah sehabis latihan.

"Jimin-ah, aku harus melakukan apa agar abs-ku terbentuk?" Hoseok duduk dan memandang Jimin melas. Dia benar-benar memikirkan janji –konyolnya.

"tidak tahu hyung" jawab Jimin cuek, kembali menenggak air mineralnya. Jimin memeriksa ponselnya.

"lihat hyung! Kau bisa memakai ini" tiba-tiba Taehyung berlari menghampiri Hoseok dan menyodorkan ponselnya pada Hoseok. Ponsel Taehyung menampilkan page sebuah OnlineShop.

"wah, bukankah aku berarti mengingkari janji Taehyung-ah?" Hoseok menatap Taehyung –masih dengan muka melas.

"aissh, kau tahu? Followers sudah 2 juta dan perutmu masih onepack. Di twitter banyak komentar yang menagih janjimu, 2 hari lagi kita akan live broadcast untuk merayakannya" jelas Taehyung.

Hoseok menimbang usul Taehyung, benar juga kata Taehyung. Hoseok bangkit dari duduknya.

"akan kutanyakan pada Yoongi hyung dulu" kata Hoseok lalu berlalu ke sudut ruangan dimana Yoongi sedang berselonjor. Jimin mengikuti pergerakan Hoseok dengan ekor matanya.

.

.

Akhirnya Hoseok mengikuti saran Taehyung untuk memakai kaos yang bergambar sixpack,tentu saja dengan persetujuan Yoongi dulu.

Yoongi sebenarnya acuh tak acuh tentang itu, tetapi kalau Hoseok yang meminta pendapatnya, tentu saja Yoongi harus memberikan pendapatnya.

Hoseok tidak tahu saja, kalau sebenarnya Yoongi yang mencarikan barang aneh itu dan mengatakannya pada alien yang jadi tetangganya dari Daegu itu.

Hoseok uring-uringan dari pagi, lagi-lagi karena janji abs-nya itu. Yoongi jadi ikut jengkel dengan kelakuan Hoseok.

"bagaimana kalau pengirimannya terlambat? Delivernya kecelakaan? Atau atau bannya kempes? Atau malah kaosnya dipakai anaknya? Atau bisa juga dirampok mafia? Atau ataau..."

"ya!" potong Yoongi yang tepat didepan Hoseok, mereka sedang makan siang dan Yoongi merasa terganggu, sebenarnya lebih ke rasa geli sih melihat muka absurd Hoseok.

"aduh, hyung..." "iya iya! Nanti juga sampai"potong Yoongi lagi sebelum mukanya jadi ember kegelisahan abstrak Hoseok. "sekarang makan dulu" sambungnya sambil menelan nasi.

"suapiiii" Hoseok menghentakkan kakinya dan memasang aegyo-nya.

Yoongi berusaha tetap tenang dan mempertahankan wajah datar –selalu. Dan selalu gagal, karena setiap tingkah Hoseok pasti membuatnya tersenyum. Entah senyum geli, senang maupun -errr jijik. Well, yang penting Yoongi tersenyum tanpa sarat kesedihan, kan?

"kau ini" kata Yoongi sambil menyuapi potongan daging pada mulut Hoseok, yang disambut dengan mata berbinar dan kunyahan yang berlebihan.

'yaampun, imut sekali' batin Yoongi dalam hati, gemas. Tidak yakin kalau dia adalah seorang 'Top'.

Hoseok membuka mulutnya lagi –selebar yang dia bisa.

"ini yang terakhir, makan sendiri"

Hoseok kembali mengunyah dengan berlebihan, matanya melebar dengan tampang sok imut.

"entah kenapa bento ini rasanya seribu kali lipat lebih enak, hyung" kata Hoseok sambil nyengir.

Yoongi mencibir dan menahan senyumnya, agak senang dengan gombalan Hoseok.

"cobalah" Hoseok menyodorkan sumpitnya yang mengapit chicken crispy pada Yoongi.

"murahan!" bentak Yoongi kala dia sudah membuka mulutnya dan Hoseok –dengan muka trollnya- kembali mengunyah chicken crispy yang tadi disodorkan padanya.

Hoseok tertawa riang melihat Yoongi yang marah. Yoongi kesal.

Handphone Yoongi bergetar, Hoseok masih dalam sisa-sisa tawanya.

"Hoseok-ah! Gawat, deliver kaosmu tertembak mafia!" kata Yoongi panik.

Hoseok ikutan panik, mukanya mengkerut.

"yang benar hyung?!" muka ketakutan Hoseok adalah kelemahan Yoongi, kelemahan Yoongi dalam menahan tawa.

Yoongi tertawa geli, Hoseok bingung.

"impas, Jung Hoseok" Yoongi membentuk love sign dengan kedua lengannya diatas kepala.

Wajah Hoseok memerah kesal, lalu menggelitiki Yoongi sehingga dressing room menjadi ramai dan heboh karena teriakan dan tawa mereka.

Hei, tidakkah ada yang menyadari kalau sepasang mata sipit mengawasi mereka dari tadi?

TBC/END?

.

.

.

.

.

.

Hai~ masih ada yang mau baca cerita ini?

Apdetnya molor banget, hahaha. Kalau ada respons lagi pasti aku lanjut next week kok. Kemaren" lagi sibuk banget eheheh. Lagian aku juga udah ngepost 2 cerita baru *modus promot.

Maaf kalau kurang greget/? Aku mau banyakin moments dulu, kalau soal Namjin chapter depan ada. Karena aku gamungkin ga masukin Namjin ke ff/?

Oiya, ini main pairnya both yaaa, jadi Jimin sama Hoseok itu kandidat sama kuat/? Soal Yoongi jadiannya sama siapa ntar liat dulu momentsnya banyakan mana *eheheh

Maaf gabisa bales review satu-satu, tadi udah ngetik dua kali dan kehapus dua kali juga /nyender bahu Hoseok.

Aku lagi seneng banget pas hopega di Dubai, mereka kaya idol yang ke-gap ngedate kyaaaa. Uda pada liat fotonya kan? *udaaaah

AKU JUGA MINYOON HARDSHIPPER KOK /capslock keseret Jungkook/

Kalau mau ngasi saran ato ide cerita tulis aja di review atau PM aku, mau nge Army bereng, nge ELF bareng, nge Fujo bareng juga aku seneng kok, aku ga eek sembarangan kok *eheheh

Sekian ngocehnya *udah panjang kali.

BigThanks to: Riska971 / SuMaMon / / scsehun21 / csupernova / seihiroohan / nnavishiper / .hp03 / NidaMin / yoonminlovers / taehyungkece / xoxoxox0 / Amelia307 / vidyaap / ryeota Hasu /mphiihopeworld

Pokoknya makasih banget udah mau baca, fav, follow apalagi review... appreciate that! *dubsmash-an sama kookminhope.

See you…salam kolor Jungkook~