Moka : Halo semuanya ! Maaf ya lama nggak update, soalnya ortu gue lagi marah gue sampai berhari - hari dan hukumannya gue nggak boleh nyentuh komputer gue...
Rinto : Kasihan deh elu... Makanya jadi orang tuh jangan bawel ! ^o^
Moka : Elu nih nanti gue gantikan aj elu dengan mikuo aj yah ? ==
Rinto : Kok jadi Mikuo ? O.O
Mikuo : Iya, kok gue ? o.O
Moka : Soalnya Mikuo itu kan cakep, ramah, bijaksana, sopan santun. Beda ama elu Rinto ! Nanti gue ganti aj elu sama Mikuo, biar nanti pairnya Gumiya X Lenka X Mikuo
Rinto : HAH ! o.O
Mikuo : Wahhh ! ^0^ senangnya gue
Gumiya : Lumayan juga..
Rinto : A-apa !
Lenka : I-itu kan t-terserahnya Author *malu-malu kucing + blushing*
Rinto : Lenka elu harusnya dukung gue bukan dukung si nenek lampir itu !
Moka : HAH ! Awas lo Rinto nanti di chapter selanjutnya gue jelek-jelekin elo. Awas !
Lenka : R-rinto kamu harusnya baik-baik sama Author.. Nanti kalau kamu diganti sama Mikuo kan kasihan aku...
Rinto : Ahhh ! *blushing ngeliat Lenka* (/O/O/)
Gumiya : Ada kejadian yang tak terduga *memandang kedua pasangan*
Rin : Ayo ! Lenka-chan *datang di samping kanan Gumiya*
Len : Fight ! Lenka-chan *di sebelah kiri Gumiya*
Gumiya : Elu berdua kapan datangnya ! *kaget* O.O
Len & Rin : Barusan..
Mikuo : jangan tinggalin aku ! *ngikut Gumiya, Len, Rin*
Moka : Sudahlah kalian semua ! Kasihan para Readers nunggu tuh, Rinto !
Rinto : Apa ?!
Moka : Disclaimer !
Rinto : Enggak..
Moka : Nanti benar - benar gue gantikan elo yah..
Lenka : R-Rinto... *mau nangis*
Rinto : *blushing* B-baiklah kalo begitu *nutup muka pake tangan*
Mikuo : Elo kenapa Rinto ? o.o?
Rinto : Wahhh ! *lari*
Mikuo : Lah... malah lari lagi dianya
Moka : Ya udah, Mikuo ! Disclaimer.
Mikuo : Kok gue, sih. Aku kan hanyalah makhluk yang menyukai negi dan tak bersalah
Moka : Cuma Disclaimer aja bah.. Nanti gue masukkan elo ke story gue.
Mikuo : Benarkah ? *mata berbinar-binar*
Moka : Iya
Mikuo : Baiklah dengan senang hati.. Mikuo yang paling baik sedunia dan tidak sombong ini akan membacakan disclaimernya..
Semua - Mikuo & Rinto : Lebayyy... *sweatdrop*
Mikuo :
Disclaimer :
Vocaloid bukan milik Moka Aoi melainkan milik Crypton Media Future and Yamaha.
Jika Vocaloid itu milik Moka Aoi udah pada Kiamat kali tuh..
Don't Like, Don't Read
Warning :
GAJE, OOC, Mr. and Ms. TYPO bertebaran, KEPO, OOT, DLL.
Normal P.O.V
Pada suatu pagi hari, tepatnya jam 05.25. Di rumah yang lumayan cukup besar terdapat gadis blonde dan bermata azure yang sedang tidur di kamarnya.
/Kringg/ / Kringg/
Alarm gadis itu berbunyi dan menunjukkan jam 05.30, dengan malasnya gadis itu mematikan alarmnya. Tetapi bukan alarm yg mati, malahan gadis itu yg jatuh dengan tidak elitnya.
Baiklah apa ada yg tahu siapa gadis ini ?
Jawabannya adalah
...
...
...
...
...
...
Ya betul gadis itu adalah sang heroine kita yang tak lain adalah Kagami Lenka. Selamat anda mendapatkan Rp 1 Juta !
(Lenka : Kok jadi acara show sih ? Cepat balikin ak seperti semula ! Author : Suka2 gue dong, gue yg bikin cerita lo-nya yg sewot ! ) Baiklah lupakan saja percakapan aneh tadi Readers -_-".
Oke, balik ke cerita.
Setelah Lenka jatuh dengan tidak elitnya dari ranjangnya telepon Lenka berbunyi
'Watashi no koi wo'
'Higeki no Jurietto ni shinaide'
'Koko kara tsuredashite'
'Sonna kibun y-'(Author : Kok ringtonenya sama macam ak ya ? Romeo and Cinderella. Elu fotokopy gue ya ?! *ngambek* Lenka : Enak aja elu Author, elu sendiri yg nulis kok gue yg disalahin *ikut ngambek* Author : Oh iya ya ! Lenka : *facepalm*)
Dengan sigap Lenka mengangkat hp-nya
"Halo ?"
"Lenka-chan, udah bangun belum ?" Lenka hanya bisa facepalm gara2 temannya yg loli satu ini (Rin : Aku bukan loli *nangis* Author : sabar aja Rin, itu adalah takdir)
"Kalau gue belum bangun gimana coba gue ngangkat nih hp, Loli ! " Lenka menjawab Rin dengan nada yg kesal, kayaknya nih anak mau ngebunuh orang nih. Soalnya udah ada dark aura-nya yang berkeluaraan dari tubuhnya
"Eh... ?! Aku kesini mau ngomong sama Lenka bukan sama yg Dark Lenka ..." Kok Rin yg nambek sih ?! Sudah menganggu orang malah dia-nya yg ngambek.
"Baiklah, Rin-chan." Lenka tersenyum manis dengan terpaksa, walaupun Rin tak bisa melihatnya ia bisa merasakan kehangatan Lenka dari senyumannya itu.
"Gitu dong, Lenka-chan ! Rin seneng banget Lenka-chan jadi sahabatnya Rin." Lenka hanya sweatdrop dengan kelebayannya si Rin
" Iya iya, jadi mau ngomong apaan sih, Rin ?" Lenka mengganti topik pembicaraan mereka.
"Oh iya ! Aku lupa. " Jawab Rin dengan sepelenya, sedangkan Lenka cuma bisa facepalm dibuatnya...
"Besok aja, ya Lenka-chan. Nanti waktu istirahat kita ketemuan di taman ya ?" Lenka hanya bisa terdiam sebentar dan menjawab
"Iya, iya. Sampai Jumpa."
"Tunggu, jangan di mat-" Lenka memutuskan panggilan dari Rin dan langsung pergi ke aktivitasnya yang di ganggu oleh Rin, yaitu t-i-d-u-r.
Lenka mencoba untuk tidur tetapi matanya tidak merasakan ngantuk sama sekali. Ia melihat ke jam wekernya
06.15
Ternyata cuma ngomong sama Rin sampai segitunya waktu berjalan...
Setelah melihat jam wekernya, Lenka pun memutuskan untuk mandi di kamar mandi.
Kita tinggalkan saja heroine kita yang satu ini. Mari kita lihat keadaan Gumiya...
15 menit yang lalu...
Di sebuah rumah yang sederhana tinggalah seorang putri- ( Author : Hey ! Salah Skrip...)
Oke kita ulangi lagi
Di sebuah rumah yang sederhana bertingkat dua tinggalah seorang pemuda berambut hijau yang tengah tertidur pulas di atas futonnya.
/Kringg Kringgg/
Jam weker wortel pemuda itupun berbunyi dan menunjukkan jam 06.00
Terlihat bahwa pemuda itu terbangun dan sedang mencari kacamatanya. Setelah memakai kacamatanya ia mematikan jam wekernya.
Ternyata pemuda yang satu ini terlihat rajin sekali, setelah bangun ia mengemaskan futonnya, lalu ia pergi ke dapur untuk memasak sesuatu. Setelah memasak ternyata masakannya adalah omelet
Ia menaruh sarapannya di atas meja makan dan Ia langsung pergi ke kamar mandi...
Setelah selesai mandi ia langsung memakai seragam seifukunya yang bernama Gumiya Megpoid dan langsung pergi lagi ke ruang makan. Pemuda itu nampak dengan lahapnya memakan sarapannya. Setelah makan ia langsung mencuci piring, setelah itu dia melihat di dalam tasnya takut ada barang yang tertinggal.
Ia melihat jam yang menunjukkan 06.30, masih ada waktu satu jam sebelum sekolah di mulai.
Jadi tanpa membuang waktu ia langsung pergi ke Rumah keluarga Kagamine (Author : Loh... bukannya mau ke sekolah ya ?! Readers : Mau menjemput temannya kali Author bego ! Author : Oh... eh ?! Siapa yang bego ! Readers : Elu ! Author : eh... *nangis*)
Sudahlah lewatkan lah percakapan yang tidak di anggap penting ini..
Kita lihat dulu lagi pemeran utama yang mirip shota ini.. ( Rinto : HOII ! Gue bukan SHOTA ! *ngambek lv. 1* Author : Emang gue ada bilang itu elo.. Rinto : Enggak sih... tapi kan pemeran utama yang satu lagi kan gue. Jadi gue ada hak dong kalo gue marah. *ngambek lv. 5* Author : Jika elo ngambek lagi, gue bener - bener gantikan elo sama Mikuo nanti. Soalnya dia kan baik hati.. Rinto : Grrrrrr... Baik dech... Author : Hahahahaha... makanya jangan ngambek Rinto, dan nanti kalo elu ngambek lagi bener - bener gue gantiin elo )
Kenapa yach... dari tadi mulu malah ada yang ganggu mulu... =.=
Ya udah daripada lama - lama di sini kita lihat keadaan Rinto yuk !
50 menit yang lalu...
Di suatu komplek tepatnya komplek *ra**e f*re**r (yang bisa nebak nama komplek ini boleh minta requested story one-shot dari Author) terdapat sebuah mansion yang diduduki oleh seorang bangsawan, sang bangsawan yang menduduki mansion inilah keluarga Rinto Kagamine.
Walaupun keluarga Kagamine biasanya dikatakan keluarga yang kaya, hemat, sopan, hormat, dll. Tapi anak - anak penghuni mansion ini tidak. Anak - anak penghuni mansion ini adalah Rin Kagamine dan Rinto Kagamine.
Rin Kagamine dikenal sebagai gadis yang ceria, imut, lolita, dan selalu hormat kepada orang yang lebih tua darinya. Banyak orang yang memujinya dan juga ada orang yang takut padanya. Kenapa mereka takut ? Walaupun si loli ini "no. 2 gadis yang ingin dijadikan pacar di" sekolah SMAnya, tapi kalau kalian semua udah pada tau sifat aslinya pasti kalian semua menyesal kenal sama dia (Rin : Ihhh... _ Jahattt ! o) Kenapa saya bilang begitu, karena waktu dia kelas 3 SD dia udah jadi ketua gangster "BL*CK DEV1L" Gang yang paling ditakuti oleh semua orang. Si rin tetep jadi ketua gangster itu sampai ia kelas 3 SMP. Mau tau kenapa Rin keluar ? Atau mau tau banget ?
Rin keluar dari geng karena hatinya telah dicuri oleh lelaki bernama Kagasumi Len, pria yang bisa (selalu) melelehkan hati wanita hanya dengan senyuman lembutnya ini terkenal sebagai "Top 10 Hottest Boys" dan "Top 4 SHOTA Boys". Walaupun pria ini lemah lembut dan baik hati, jangan pernah sekali-kali mengatakan kata shota/beautiful boys di depan Len. Jika kalian berani bilang yang kayak gitu di depan Len, ya sudah palingan kalian langsung masuk rumah sakit.
Oh, iya aku hampir lupa. Julukan Rin waktu dia masih di gang BL*Ck DEV1L adalah Aku no Musume (Daughter of Evil)
Selanjutnya Rinto Kagamine, Rinto Kagamine dikenal sebagai lelaki yang tampan, pintar, dan sedikit devil. Kenapa dibilang devil ? Karena si Rinto ini kerjaannya selalu menjahili orang. Kagamine Rinto ini bersahabat dengan Gumiya Megpoid, mereka biasanya bersama-sama dari kelas 2 SD sampai kelas 1 SMA. Rinto dan Gumiya memasuki SMA bernama Vocaloid High School. Dan dia selalu mendapatkan perasaan aneh ketika dia melihat gadis berambut blonde yang diikat ponytail ini, dia udah nanya sama adiknya dan kata adiknya itu dia menyukai gadis itu. Oh iya, dan jangan lupa Rinto juga dikategorikan sebagai "Top 10 Hottest Boys"
Setelah perkenalan, ayo kita lihat keadaannya mansion ini
Di dalam mansion ini terdapat tiga ruang tamu, satu ruang makan yang lebar, tiga ruang kamar tidur, dapur yang lebar, ruang game, satu kolam renang, dll. (Author malas nyebutinnya kalian bayangin aja sendiri)
Di suatu kamar yang pintunya berwarna orange muda dengan tulisan bernama "Kagamine Rin" ini terlihat berantakan sekali kamarnya. terdapat beberapa buku berserakan di lantai, ada poster laki - laki berambut blonde yang diikat ponytail dengan mata azurenya, dibawah poster itu terdapat tulisan "I LOVE Kagamine Len Forever". Tempat tidur juga berantakan dan tempat tidur ini terdapat Rin yang sedang asyik-asyiknya nelpon dengan seseorang. Ayo tebak siapa yang rin telpon ?
Kalian udah tau kan siapa yang Rin telpon jadi kita skip aja
~SKIP~
06.30
sekarang Rin tengah beradu mulut dengan kakaknya. Kok bisa ? kita lihat yuk apa yang terjadi 15 menit yang lalu
Flashback :
Setelah Rin selesai menelpon dengan Lenka tiba-tiba pintu kamar Rin dibuka (dibaca : dibanting) oleh seorang lelaki yang lebih tinggi oleh Rin
"Loh Rinto ? Kalau mau buka pintu nggak perlu dibanting juga kali." Benar yang membanting pintu tersebut adalah Rinto Kagamine
Si Rin menatap Rinto dengan biasa-biasanya saja, sedangkan si Rinto hanya menatap kembali Rin dengan tatapan glare nya yang dapat membunuh orang
"Oi Rinnot ! Elo bisa gak kalau mau menelpon orang dengan suara yang pelan ! Gue nggak bisa tidur nyenyak dibuatin elu. Lihat kantung mata gue !" Rinto meneriaki Rin
"Kalau elo mau tidur dengan nyenyak, kenapa nggak makai headset/headphone nya elo !" Balasnya Rin
"Elo aja coba !"
Dan ini - ini sampai jam menunjukkan 06.30
Flashback : END
dan akhirnya pertarungan antara Orange Girl vs Orange Boy, yang memenangkannya adalah The Carrots Boy (Readers : Kok bisa !)
Ya, iyalah kenapa pemenangnya The Carrots Boys atau bisa dibilang Gumiya Megpoid...
Soalnya waktu Rin dengan Rinto bertengkar hanya karena masalah yang sepele ini .. ( Rin & Rinto : ITU BUKAN SEPELE...)
Sang pahlawan wortel datang pada tepat waktu. Kenapa tepat waktu ? Soalnya waktu dia di depan gerbang mansion keluarganya Kagamine, terdengar suara pertengkaran kedua orange's lover. Jadi dia langsung masuk, karena di dalam mansion itu hanya mereka berdua yang ada. Jadi tidak ada yang bisa meleraikan mereka berdua
Tanpa memperdulikan apapun, si Gumiya dengan lincahnya melompati pintu gerbang Kagamine untuk memasuki halamannya, setelah memasuki halamannnya Gumiya langsung mencari cara bagaimana masuk ke dalam mansion itu. Dan dia menemui caranya yaitu jendela kamarnya Rin sedan terbuka, tanpa basa basi lagi si Gumiya langsung melompat untuk masuk ke jendela kamar Rin yang berada di tingkat dua. Dan hasilnya ia langsung mengotori tempat tidur si Rin dengan sepatunya
Sontak pertarungan antara Orange Girl vs Orange Boy terhentikan. Namun kasihan Gumiya, setelah Rin tahu bahwa Gumiya mengotori tempat tidurnya, Rin langsung menendang Rinto sama Gumiya keluar dari kamarnya
Normal P.O.V
Setelah Rinto dan Gumiya keluar di kamar Rin, sekarang Gumiya tengah menunggu Rinto di ruang tamu. Ia melirik jam dinding di rumah Rinto, jam menunjukkan jam 06.47
Baru Gumiya mau mengeluarkan buku sudah ada kekacauan di dapur. Dengan berat hati Gumiya melihat keadaan dapur..
Terdapat Rinto yang tengah memarahi Rin sambil membuatkan obento untuk mereka berdua, dan Rin yang tengah ngambek karena di marahin terus sama si Rinto.
Di dapur kita bisa melihat keadaan yg sangat kacau sekali... pokoknya Author nggak bisa ngejelasin nih..
Setelah selesai memarahi Rin, Rinto melihat ada Gumiya berdiri di depan pintu " Loh, Gumiya kapan lo kesini ?" Rinto bertanya dengan tampang innocent nya (Author nosebleed dibuat Rinto)
Sedangkan Gumiya hanya sweatdrop dan langsung kembali lagi ke ruang tamu, si Rinto hanya bingung.
Di Ruang Tamu
Di sini terdapat 6 buah sofa panjang, 4 sofa pendek, karpet dari Afrika, lampu mewah, jam dinding besar, meja panjang 3, vas bunga 2, dll. (Auhtor : Banyak banget barangnya, susah kalo gue jelasin.)
Kini Gumiya tengah duduk di salah satu sofa pendek sambil membaca buku
Rinto dan Rin telah masuk ke ruang tamu dan melihat Gumiya membaca buku, rencananya sih dia berdua pengen ngejutin Gumiya. Tapi Dewi Fortuna tidak berpaling ke sisinya.
"Aku tahu kalian berdua di sana, Ayo kita pergi !" Gumiya menutup bukunya dan menghadap ke Duo Orange. Yah mereka berdua sih ngangguk - ngangguk aja.
Dan sekarang mereka telah pergi dari kawasan Kagamine.
~Sekarang kita lihat Lenka
Kini Lenka tengah duduk di bangkunya, dia duduk di kelas X B
Di sampingnya terdapat Len Kagasumi, dia tengah berbincang berdua sampai pintu kelas X B dibuka oleh Rin dengan lembutnya
"Rin-chan !" Len memanggil Rin
Rin mendongak melihat Len Kagasumi, orang yang telah merebut hatinya
"Len ! Lenka-chan !"
"Rin-chan !" Lenka menjawab
Kini yang ada dipikiran Lenka hanya satu yaitu ucapan Len : 'Istirahat kedua, aku tunggu kau di taman ! Itu janji ya, Lenka.'
"-a, -ka, LENKAAA !" Teriakan Rin membuat Lenka tersadar dari lamunannya
"Ah ! I-iya Rin-chan. Ada apa ?" Lenka tersenyum kepada Rin
" Enggak, cuman nanya. Masih inget nggak, istirahat kedua !"
" Iya, iya. Aku ke toilet sebentar ya ..." Lenka langsung pergi meninggalkan kelas, sedangkan Len hanya memandang Lenka dengan tatapan sendu
~Di sisi Lenka
'Waduh... Gimana ini ?! Rin kan suka sama Len.. dan juga mereka berdua kenapa sih harus pake di taman, dan juga waktu istirahat kedua..' Pikir Lenka
Lenka terus berlari sampai dia menabrak orang
"Ittai... Maaf ya .." Lenka membungkukkan badannya
"Wah.. wah.. tak ku sangka aku bisa bertemu dengan nenek sihir di sini... " Suara itu jangan - jangan
Lenka mendongakkan kepalanya dan melihat Rinto, orang yang paling menyebalkan di seluruh dunia..
Aghhh ... Kenapa aku harus ketemu sama dia di saat yang tidak tepat..
" Kau kenapa, nenek sihir ? Tumben ledekanku nggak elu balas. " Rinto mendekatkan wajahnya dengan Lenka dan menempelkan tangannya ke dahi Lenka
" Hmmm... tidak panas" Lenka langsung blushin, nggak nggak nyangka bahwa Rinto tiba tiba perhatian sama dia
'M-maaf, aku ada urusan ! " Lenka langsung berlari meninggalkan Rinto yang bingung melihatnya
" *sigh* Perempuan itu sepertinnya lupa dengan janji kita berdua.. " Rinto tersenyum sambil bergumam kecil dan melihat sebuah gelang yang berada di sakunya. Tapi tanpa Rinto sadari ada yang melihat kejadian mereka berdua dan mendengar perkataan Rinto
~Di sisi Gumiya
Gumiya kini sedang membaca buku di perpustakaan, di perpustakaan ini hanya beberapa orang yang berada di perpustakaan. Tiba-tiba pintu perpustakaan dibuka dengan Lenka yang membuat semua orang melihatnya
Lenka kini malu karena di lihat oleh semua orang kecuali Gumiya yang tidak terlalu peduli...
Lenka datang menuju tempat pustakawati dan bertanya " Kapan giliranku berjaga, Defoko-san ?"
Perempuan berambut ungu yang memakai topi hitam itu hanya menjawab "Giliranmu besok, kamis, sabtu. Dan juga Lenka bisakah kamu megembalikan buku ini ke tempatnya masing - masing." Defoko menunjuk ke rak buku di dekat Gumiya
"Baik, Defoko-san. " Lenka langsung mebgambil buku-buku yang berada di dekat Defoko dan berjalan ke arah Gumiya. Tetapi karena senangnya, ia tidak melihat jalan dan menabrak Gumiya yang ingin meminjam sekaligus mengembalikan buku.
"Aghhh../ Kyaaaa... !" Teriakan mereka membuat semua orang yang berada di perpustakaan menghentikan aktivitasnya
Sekarang Lenka tengah berada di atas Gumiya, Lenka membuka matanya dan melihat Gumiya diatasnya.
Ring, gadis berambut biru panjang yang merupakan anggota klub koran melihat kejadian itu dan langsung memfoto mereka berdua dengan kamera yang semua orang tidak tahu dapat dari mana..
"YAY ! Aku dapat bahan baru unutk ditempelkan di mading... Makasih ya Lenka-chan, Gumiya-kun !" Ring langsung pergi dari perpustakaan
Gumiya langsung bangun dan melihat bahwa kacamatanya hilang. "Di mana kacamataku !" Gumiya mengeluarkan dark auranya. Lenka yang dulu pernah satu SMP dengan Gumiya, Rinto, Len, Rin tahu bahwa jangan sampai kacamata Gumiya pecah ataupun hilang. Jika kau melakukan hal itu, maka rumah sakit menunggu mu.
Lenka mencari kacamata Gumiya dan langsung memakaikannya ke Gumiya. Gumiya yang telah sadar bahwa kacamatanya telah ada hanya melihat Lenka dan tersenyum " Arigato, Kagami-san"
"Panggil saja aku Lenka, Megpoid-kun" Lenka tengah blushing berat karena Gumiya, orang yang ia sukai sejak dulu tersenyum kepadanya dan mengetahui keberadaannya.
"Baiklah jika begitu kau juga memanggilku dengan Gumiya saja, Lenka-san"
DEG DEG
Sekarang Lenka sepertinya telah berada di surga...
" Hey ! Kalian berdua jangan bermesraan di perpustakaan !" Lenka langsung bangun dari alam mimpinya dan melihat Defoko berdiri di depan mereka
"D-defoko-san.. "Lenka gugup karena sepertinya Defoko kelihatan marah
" Kalian berdua, pergi saja dari perpustakaan jika ingin bermesraan ! Dan Lenka, kau dilarang ke perpustakaan selama 3 hari." Jleb Bagi Lenka tanpa perpustakaan, berarti sama juga artinya tanpa Gumiya
"Dan, kau juga Gumiya ! Cepat bersihkan tempat ini dan lansung pergi ! " Defoko lansung kembali ke tempatnya
Lenka hanya menundukkan kepalanya sedangkan Gumiya mengemaskan buku-buku yang jatuh..
"Gomenne, Gumiya-kun ." Lenka membantu Gumiya membereskan buku - buku
"Daijoubu dayo, Aku juga tadi tidak melihat Lenka-san. " Gumiya lagi - lagi tersenyum ke Lenka
Tetapi tanpa mereka sadari ada 2 orang yang melihat mereka dengan tatapan cemburu
/Ding/ /Dong/ /Ding/ /Dong/
"Ah... Tidak. Sudah masuk !"
"Ayo, cepat. Kita selesaikan terlebih dahulu !" Lenka menganggukkan kepalanya
Lenka megetuk pintu kelas X B
"Masuk."
Lenka pun masuk setelah mendengar suara Kiyoteru-sensei. Dilihatnya bahwa Kiyoteru-sensei tengah mengajarkan anak - anak pelajaran matematika
"Kamu, kemana saja Kagami-san." Kiyoture-sensei bertanya
"Maaf, sensei. Tadi saya ada urusan di perpustakaan." Lenka menundukkan kepalanya
"Baiklah, lain kali jangan sampai terlambat, ya. Kau kan juara 1 di kelas X, jadi jangan sampai peringkat mu turun."
"Baik, sensei." Lenka pun langsung duduk di bangkunya yang berada paling belakan di samping Len.
~Dan pelajaran pun dimulai ~
Moka : Wah... Akhirnya selesai juga
Mikuo : Giliran gue, kapan. T_T
Moka : Tenang aja Mikuo, lu nanti dapat giliran di chapter selanjutnya
Mikuo : Benarkah *puppy eye*
Moka : Benar..
Mikuo : Baiklah, karena Mikuo yang paling baik dan tidak sombong lagi berbahagia. Bisakah kalian memberikan kami review.
