"JALAN SUNYI"

Cast:

Kim Jong Woon (Yesung)

Kim Ryeo Wook (Ryeowook)

Mysterious Cast

Rate:

T (Normal)

Chapter:

1 (One)

Genre:

Mysterious Genre

Warning:

OOC – Typo – Genderswitch – etc

DON'T LIKE? DON'T READING!

HAPPY READING ~ ^^

.

.

.

"CHAPTER 1"

Ryeowook mengamati foto-foto contoh dekorasi gedung. Ada banyak album foto contoh dekorasi, lengkap dengan desain kartu undangan, cendera mata, bunga pengantin dan lain-lain. Namun, hingga album terakhir belum juga di temukannya pilihan.

"Tidak ada yang sesuai dengan keinginanku." katanya kemudian.

"Memangnya apa yang kau inginkan?" tanya Yesung sabar.

Ryeowook memejamkan mata sesaat kemudian. "Aku ingin…suasana musim gugur." gumamnya bagai melamun. "Ada ranting-ranting kering, helai daun menguning berjatuhan…"

"Musim gugur?" Yesung ragu-ragu. "Tidakkah itu akan berkesan muram?"

Mata Ryeowook terbuka. "Harus di siasati sedemikian rupa sehingga tidak tampak muram, melainkan menjadi suasana yang romantis."

Yesung menatap sang penata dekor. "Bisa Anda lakukan itu?"

"Saya sedang berusaha menangkap imaji itu." kata si penata dekor hati-hati. "Musim gugur yang romantis? Mengapa tidak? Kesan muram ranting kering akan saya redam dengan taburan kelopak bunga warna merah jambu. Pada beberapa sudut akan di tempatkan beberapa burung dara. Akan kita siasati dengan teknik tertentu sehingga burung dara itu tidak bisa terbang jauh. Pelaminan di hias tirai atau selendang putih transparan, di lengkapi dengan kupu-kupu hias dan lilin-lilin putih beraroma rempah. Nyala lilin akan menimbulkan suasana eksotis. Bagaimana?"

"Bagus sekali!" seru Ryeowook begitu antusias. "Lebih dari yang kubayangkan. Kau setuju, Yesung?"

"Mengapa tidak? Idemu sangat unik dan kita bertemu dengan ahli yang tepat, yang bisa merepresentasikan imajinasimu dengan lebih baik."

Penata dekor itu tersenyum lega. "Gamsahamnida. Sudah merupakan tugas kami untuk mewujudkan impian klien sebatas kemampuan kami."

"Jadi, kau yakin untuk memilih dekor musim gugur itu?" Yesung memastikan. Ryeowook mengangguk pasti sebagai jawaban.

"Kalau begitu, akan kami buat draft rancangan detail serta perhitungan anggarannya." sambung penata dekor tersebut.

"Baik, kami tunggu." Sesaat kemudian Yesung dan Ryeowook mohon pamit.

.

.

.

"Mau pergi kemana kita sekarang?" tanya Ryeowook ketika Yesung membuka pintu mobil untuknya.

"Makan. Ini sudah menjelang sore. Sesungguhnya kita harus merasa lapar, tapi nyatanya kita tidak merasakan apapun bahkan lupa bahwa kita belum makan siang."

Ryeowook tertawa. "Rupanya kita terlalu antusias menyelesaikan semua ini, sehingga terlupa rasa lapar itu."

"Terutama karena kau terhanyut pada imajinasi musim gugurmu itu."

"Kau tahu, foto pengantin kita nanti pasti unik. Ada ranting, burung dan kupu-kupu. Apalagi kalau foto itu berwarna hitam putih atau kecoklatan seperti foto kuno, pasti sangat cantik dan menarik. Aku mau foto seperti itu."

"Catat saja, lusa kita konsultasikan dengan fotografer. Tempo hari dia tanya apakah kita akan melakukan sesi foto pre wedding atau tidak."

"Pre wedding?"

Yesung mengangguk. "Kalau ya, kita bisa melakukannya sekitar satu bulan sebelum hari H. Atau lebih dini bila hasil foto akan di pergunakan untuk desain undangan atau tambahan dekor untuk ruang resepsi."

"Aku justru ingin memasangnya di kamar pengantin kita nanti." Ryeowook mendadak menemukan ide baru. "Kita pilih session out door saja, lokasinya rumah tua atau bangunan kuno. Kita bergaya natural tanpa perlu mengenakan pakaian formal."

"Boleh saja. Kalau perlu, kita ikut hunting mencari lokasi sehingga benar-benar mendapatkan lokasi yang sesuai dengan keinginan kita."

Ryeowook mengangguk puas. "Aku setuju."

.

.

.

Di restoran, Yesung dan Ryeowook menyantap menu pilihannya hingga tandas. Nasi putih hangat, kimchi dan bulgogi.

"Kau tidak pernah bilang ada restoran dengan menu seenak ini." kata Yesung bernada protes.

"Sebenarnya kalau di katakan enak sekali juga tidak." kilah Ryeowook membela diri. "Barangkali karena kau terlalu lapar sehingga apa yang kau santap terasa sangat enak. Biasanya aku kemari bersama teman-temanku. Sudah dua minggu ini aku tidak bertemu mereka, selalu sibuk bersamamu."

"Tenang saja, mereka pasti maklum."

Ryeowook terdiam, terlihat tampak berpikir. "Kita mempersiapkan banyak hal, segala pernak-pernik ini itu dari A ke Z, tapi ada satu hal penting yang justru kita abaikan."

"Apa itu?" Yesung tampak terkejut.

"Mental. Aku mendadak berpikir, tepatnya membayangkan, apa yang akan terjadi sesudah hari itu."

Yesung tersenyum. "Hari bahagia tentunya. Aku suamimu dan kau istriku. Kita hidup bersama dan saling memiliki secara utuh. Kita bisa saling memeluk sepanjang hari."

Pipi Ryeowook merona dadu. "Apakah itu berarti kita harus selalu pergi berdua kemanapun?"

"Paling tidak, begitulah."

"Lalu bagaimana dengan teman-temanku? Selama ini aku mengalami banyak hal yang menyenangkan bersama mereka. Cerita ini itu, shopping, cari restoran baru…"

"Tentu kau tetap akan bisa menikmati hal-hal itu bersama mereka." tukas Yesung. "Pernikahan bukan berarti membuat hidup kita terisolasi dari orang lain. Kahlil Gibran mengatakan, 'Bernyanyi dan menarilah bersama dalam segala sukacita. Biarkanlah masing-masing menghayati ketunggalannya'. Jadi, sekalipun kita hidup bersama, kita harus tetap memiliki waktu untuk diri sendiri."

Yesung kembali melanjutkan perkataannya. "Kita tetap akan melakukan kegiatan favorit sesuai pilihan masing-masing. Aku akan tetap berlatih berenang dan bernyanyi sementara kau melukis dan hang out dengan teman-temanmu tanpa harus kudampingi. Hanya saja, waktu dan porsinya yang perlu di sesuaikan. Misalnya clubbing, jangan sampai lewat tengah malam, tidak terlalu sering dan akhir pekan khusus untuk kita berdua."

"Tiga kali seminggu?"

"Bagaimana kalau satu kali?" Yesung menawar.

Ryeowook menggeleng. "Kita ambil tengahnya saja, dua."

"Deal!" Yesung setuju. "Awal yang baik. Kita telah belajar untuk menyelesaikan masalah dengan kompromi. Untuk selanjutnya, kompromi semacam ini harus banyak kita lakukan, plus kejujuran dan toleransi."

Ryeowook menghela napas. Kekhawatiran mendadak menguasainya. Baru di sadarinya bahwa apa yang di katakannya barusan benar adanya. Bahwa ia telah mempersiapkan segala pernak-pernik ini itu, tapi semuanya fisik belaka. Sementara apa yang ada di dalam dirinya justru terlupakan.

"Apakah aku siap?" bisiknya kemudian seperti bermimpi.

"Maksudnya?" Yesung meneliti gadisnya. Mendadak di sadarinya bahwa Ryeowook tampak gelisah.

"Menjadi seorang istri..." sambung Ryeowook bergumam.

"Tentu saja siap, mengapa tidak?"

Ryeowook menghela napas, berkata hati-hati. "Aku mendadak khawatir, apakah aku akan mampu melakukan itu. Hidupku pasti akan sangat berubah. Aku bukan lagi seorang yang bebas, dalam arti bukan lagi seorang yang berdiri sendiri, melainkan seorang istri yang mendampingimu. Karenanya apa yang ada padaku harus kubagi denganmu, kebahagiaan atau kesedihan. Dan segala yang kulakukan harus pula memperhitungkan keberadaanmu, bukan lagi oleh egoku semata."

"Kau merasa kesulitan melakukan itu?" tatap Yesung tepat di manik mata.

"Aku..." Ryeowook ragu-ragu.

Yesung meraih jemari gadisnya, lembut di genggamnya menyalurkan ketenangan. "Benar bahwa hidup kita akan mengalami perubahan besar, tapi bukankah kau tidak sendirian menghadapinya? Aku akan selalu bersamamu menghadapi semua ini. Kita akan saling belajar menjalani perubahan itu dan karena kita adalah dua pribadi yang berbeda, maka yang kita perlukan adalah toleransi."

"Dalam proses belajar ini akan banyak kealpaan. Ada banyak kebiasaan dalam diri kita yang mungkin kita lakukan begitu saja, yang mungkin tidak sesuai dengan pasangan kita. Disinilah toleransi di perlukan, kita harus selalu sadar bahwa ada faktor alpa sehingga kita perlu saling mengingatkan, bukannya terbawa alpa dan emosi."

"Kau tahu, aku punya banyak kebiasaan buruk." sela Ryeowook mulai tenang. "Tidak bisa bangun pagi, ceroboh..."

"Takut gelap, malas sikat gigi." sambung Yesung tanpa dosa.

"Ssst! Sudah, nanti orang lain tahu." Ryeowook mencubit lengan Yesung.

"Biar saja." Yesung tertawa. "Biar dunia tahu betapa baik hatinya aku sudi mencintai seorang gadis cantik yang malas sikat gigi."

Ryeowook memanyunkan bibirnya dan menyimpan tawa.

.

.

.

"Mungkin kau mengalami depresi." kata Yesung dalam perjalanan pulang. "Kesibukan mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan kita, setidaknya pasti memunculkan banyak tekanan dalam dirimu."

"Mungkin." Ryeowook angkat bahu. "Entahlah."

"Barangkali ada baiknya kau beristirahat. Lupakan dulu semua persiapan ini, biar kuambil alih saja. Atau bisa juga kita hentikan sementara, waktunya juga masih relatif panjang, kan?" Yesung mengajukan alternatif.

"Andwae, persiapan sudah hampir tuntas!" tolak Ryeowook. "Tanggung kalau kita tunda di saat seperti ini. Aku akan baik-baik saja, barangkali aku hanya sekedar kelelahan atau stres sedikit."

"Ryeowook-ah, stres yang berkelanjutan bisa jadi berbahaya."

"Dan kau keberatan punya calon istri yang agak sinting?"

"Sangat keberatan."

"Baiklah, aku akan spa seharian penuh. Di pijat, mandi bunga, makan enak. Kalau perlu plus melamun, sesudah itu di jamin aku tidak akan stres lagi. Bagaimana?"

"Kau yakin cukup dengan itu?"

"Ya." Ryeowook menjawab dengan pasti.

Yesung tersenyum. "Oke, lakukanlah."

.

.

.

Musik mengalun merdu. Entah apa lagunya, barangkali judul tidak terlalu penting. Yang jelas, denting piano berpadu gitar dan alunan alat musik lain berpadu serasi, menciptakan keindahan yang membelai hati, mengalirkan rasa damai yang nyaman. Ryeowook menghirup napas. Wangi bunga memenuhi rongga paru-parunya, mengalirkan kesegaran pada seluruh ruang tubuh. Begitu segar oksigen wangi itu membuat tubuhnya ringan bagai melayang.

Di lengkapi dengan pijatan di seluruh bagian tubuh, meliputi bahu, leher, punggung, kaki dan lengan. Mengendurkan segala otot yang meregang, melenturkan segala persendian. Maka yang muncul kemudian adalah rasa nyaman luar biasa. Dan kemudian berendam di dalam air hangat bertabur bunga adalah penuntasan yang sempurna.

Ryeowook menikmati setiap tahap ritual spa dengan sepenuh hati. Dia berharap proses itu akan membantunya melarutkan segala beban hati dan kepenatan tubuh. Berharap bahwa ia akan mendapatkan energi baru untuk melanjutkan persiapannya menuju hari H sebagai pengantin.

"Lihat, aku telah bugar kembali!" seru Ryeowook antusias ketika Lee Hyuk Jae alias Eunhyuk, sahabatnya, menjemput di ambang pintu. "Sekarang, ayo kita makan enak! Lupakan diet, abaikan berat badan!"

"Tapi kurasa ini tidak cukup untukmu." Eunhyuk menatapnya lamat.

"Maksudmu?"

"Program spa ini hanya efektif menyegarkan tubuhmu. Kalau saat ini kau merasa beban hatimu menghilang, itu lebih karena efek kebugaran tubuhmu yang bersifat sementara, paling hanya dalam hitungan hari."

"Dan sesudah itu aku akan gelisah lagi?"

Eunhyuk mengangguk. "Begitulah."

"Mengapa berpikir seperti itu?" tanya Ryeowook mendesak. "Apa analisismu?"

"Kuduga kau mengalami semacam sindrom." ucap Eunhyuk hati-hati. "Barangkali mirip sindrom baby blues yang di alami oleh perempuan pasca melahirkan. Padamu adalah sindrom pranikah. Kau gelisah berpikir tentang pernikahanmu, memunculkan berbagai pikiran negatif dan akhirnya membuatmu merasa tidak siap."

"Persis seperti itu." Ryeowook mengiyakan. "Aku jadi waswas dan ketakutan akan apa yang terjadi nanti. Aku mendadak khawatir bahwa hidupku akan terkekang, kehilangan teman dan meragukan kemampuanku untuk menjadi istri yang baik bagi Yesung."

"Ketakutan yang tidak semestinya."

"Itulah, mengapa jadi begini?"

Eunhyuk menghela napas. "Kasus semacam ini sepantasnya hanya terjadi pada pasangan yang di jodohkan sehingga mereka belum sempat mengenali karakter masing-masing. Atau strata sosial berbeda yang membuat gaya hidup mereka tidak seimbang."

Ryeowook tercenung. Sesungguhnya memang tidak layak kalau dia mengalami sindrom ini. Yesung adalah pilihannya sendiri dan mereka sudah 5 tahun menjalin hubungan. Dan rentang waktu itu membuktikan bahwa Yesung adalah pilihan terbaik untuknya. Jadi, mengapa harus muncul segala kegelisahan ini?

"Aku..." kalimat Ryeowook tersendat, tertekan rasa putus asa.

"Itulah sindrom, datang seperti virus tanpa tercegah." Eunhyuk mencoba menenangkan sahabatnya. "Tapi jangan khawatir. Ayo, kita cari bersama solusinya."

"Apa yang harus kulakukan?" Ryeowook pasrah.

Eunhyuk berpikir sesaat. "Rasanya kau hanya perlu refreshing beberapa hari." katanya kemudian memberikan alternatif. "Liburkan dirimu dari rutinitas, kosongkan pikiran dan lupakan segala urusan ini itu."

"Caranya?" tanya Ryeowook.

"Pergilah ke suatu tempat yang belum pernah kau kunjungi dan lakukan apapun yang kau suka. Paling tidak satu minggu dan lakukan dengan maksimal, dalam arti bebaskan hatimu dari segala beban. Bila mungkin, lupakan kami semua untuk sementara, putuskan kontak, termasuk dengan Yesung."

"Kau yakin akan berhasil?"

"Abaikan kemungkinan hasilnya, itu termasuk beban yang bisa mengganggu. Yang penting, bebaskan hati dan jalani hari seperti air mengalir. Let it flows-lah..."

"Masalahnya, aku akan pergi kemana?"

"Pilih sesuka hati. Pulau Nami, Itaewon, Hongdae atau...terserah."

Ryeowook menggeleng. "Aku tidak mau tinggal di hotel sendirian dan tempat wisata itu terlalu ramai, akan ada banyak orang disana."

"Jadi, tempat macam apa yang kau inginkan?"

Ryeowook mengerjapkan mata penuh lamunan. "Suatu tempat yang sunyi, ada banyak pohon hijau, serupa desa atau hutan. Aku akan melukis di antara keteduhan pohon-pohon itu."

"Ah! Aku tahu tempat itu!" seru Eunhyuk tiba-tiba seperti menemukan sesuatu. "Itu desa tanteku."

"Dimana?" tanya Ryeowook begitu antusias.

"Hoengseong, Provinsi Gangwon. Sebuah kampung kecil dengan hutan karet, ladang cokelat dan sungai di lembah. Tempat yang sangat inspiratif untukmu."

Mata Ryeowook membesar, menyiratkan imajinasi yang berkelana. "Kalau begitu, segera antar aku kesana."

"Ani!" Eunhyuk menolak. "Sudah kukatakan, proses ini akan memberikan hal baru untukmu, karenanya jangan melibatkan lingkungan lama dalam proses ini. Petualangan sudah akan di mulai sejak menit pertama keberangkatanmu."

"Tapi tantemu tidak mengenaliku."

"Sudah. Aku sering bercerita tentang teman-temanku pada beliau. Jadi, kau tak perlu khawatir. Nanti kukirim kabar padanya."

"Lalu, bagaimana caranya aku pergi kesana?"

"Gampang! Pakai pesawat sampai di ibukota provinsi, sambung dengan kereta api dan turun di stasiun. Dari situ, ada banyak kereta kuda yang bisa mengantarmu sampai di rumah beliau. Asyik, kan?"

Skema perjalanan yang sangat menjanjikan. Menampakkan petualangan baru yang unik. Tak bisa tidak, Ryeowook merasa harus berangkat. Bisa jadi ini akan menjadi petualangan menarik di hari-hari akhirnya sebagai lajang. Sebelum dia berubah status menjadi Nyonya Kim Jong Woon.

.

.

.

TO BE CONTINUE~

Yosh! Chapter 1 is update! ^o^ Lumayan panjang juga yah ceritanya XD Adakah para readers yang menyangka kalau LEE HYUK JAE yang jadi mysterious cast di FF ini? Kalo ada berarti tebakan kalian salah! XD Tadinya sih kepengen pake LEE SUNG MIN yang jadi temennya Ryeowook umma cuman karena MinWook udah mainstream banget jadi Dee ganti ke Eunhyuk aja XD

Ada yang nanya konflik ceritanya antara YeWook aja bukan? Jawabannya tidak! Akan ada orang ketiga yang Dee masukkan ke chapter 2 nanti XD Siapa hayooo? Choi Siwon? Bukan! XD Ceritanya disini YeWook udah pacaran 5 tahun dan Siwon udah gak gangguin Ryeowook umma lagi XD Yesung appa udah tobat, jadi orang sukses dan gak main judi lagi tapi main di ranjang sama Ryeowook umma *plak* XD

Ada yang bilang bahasa yang Dee pake terlalu kaku dan tidak cocok untuk perbicangan sepasang kekasih yah? Khusus di FF ini dan "Kekasih Gelap", Dee memang berubah menjadi less OOC XD Jadi, emang sengaja pake bahasa yang rada berat dan tanpa embel-embel "oppa", "chagiya" dan lain sebagainya XD Intinya Dee cuman pengen bikin cerita yang lain dari FF Dee sebelumnya XD Semoga chapter yang ini bahasanya udah gak kaku lagi ^o^

Akhirnya ada juga yang bisa nebak ciri khas Dee kalo nulis FF *lirik Guest 3* XD Alasan kenapa Dee suka memunculkan 'mysterious things' di setiap FF yang Dee tulis karena Dee pengen imajinasi para readers itu ikut terhanyut dalam cerita yang Dee buat dan mereka bisa kepo dan penasaran dengan jalan ceritanya, bukan karena pengen banyakin review atau apalah itu XD

Kenapa Dee ganti pen name? Karena lagi pengen aja *di tendang readers* XD Tapi kalo udah biasa manggil Dee dengan sebutan Freaky juga gak apa-apa sih, itu artinya kalian sudah akrab dengan author yang anehnya minta ampun ini XD Yang sudah menebak siapa si mysterious cast itu, Dee cuman bisa bilang semoga tebakan kalian bener XD Banyak yang nebak genre FF ini angst yah? Hmmm…jawabannya antara ya, tidak atau bisa jadi XD

Dee wanna say…

BIG THANKS TO:

R'Rin4869, Baby Kim, Yurako Koizumi, qithienfivedhie, Guest 1, FishyPinky, adelina . manru, ChoiMerry-Chan, meidi96, FikaClouds, Greycells Lya, hanazawa kay, EternalClouds2421, Veeclouds, Guest 2, Yulia CloudSomnia, hyukxian, ervinay3697, Najika bunny, cartwightelfsuju . shawolshinee, lailatul . magfiroh . 16, Guest 3, dyahYWS, Kirefa

Ah, Dee mau nanya dulu ke YWS terutama Ryeosomnia nih XD Ada yang udah baca artikel yang bilang Ryeowook umma bakal menumbuhkan(?) abs-nya yang sempet hilang di HSM akhir agustus nanti? XD AKHIR AGUSTUS LHO, ADA YANG MAU ULANG TAHUN YAH? SIAPA HAYOOO? *caps keinjek lalat*(?) XD Oke, lagi-lagi author note-nya Dee kepanjangan pake banget XD Yasudah, bagi yang penasaran sama chapter 2 dan si mysterious cast itu, jangan lupa untuk…

REVIEW JUSEYO~ ^^

- DOUBLE KIMS -