Yo! Akhirnya bisa update juga n.. WHAT THE HELL! Cuma dapet 2 review? *pundung*

Padahal pengennya minimal dapat 3 review.

Apa karena pair yang dipake bukan Amuto, makanya reviewnya dikit ya. Haaahhh.. whateverlah. Yang penting dapet review. Semangat! XD *stress sendiri*

Happy reading and here we go! XD

.


Disclaimer:

Kapan ya aku punya pacar setampan Ikuto, selembut Tsukasa, sekalem Shito, sekeren Chika dan secool Souseiseki *?* ? *dirajam Peach-pit karena nyolong karakter cowok gantengnya*

Warning:

Gaje inside, lebay bertebaran, misstypo berpesta pora, dwwl (dan warning-warning lainnya)

.


Trouble Halloween

By: Yui Hoshina

Chapter 2 or The last chapter: Fight Zombie with Rozen Maiden and Zombie-Loan

.


"HAH! PEMBURU ZOMBIE?" teriak para Guardian dan yang lainnya shock.

"Hei, Shito! Kenapa kau membongkar identitas kita sih!" protes Chika.

"Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya," ucap Shito cuek.

"Kau.."

"Tunggu! Jangan-jangan, ruangan ini juga dihancurkan oleh Zombie itu, ya?" tanya Tadase.

"Iya. Sebenarnya kami juga sedang mencari zombie itu. Tapi, sayang sekali, sepertinya kemampuan Michiru sedang terhalang sesuatu sehingga kami kesulitan mencarinya," kata Shito.

"Terhalang sesuatu? Memangnya kalian mencari zombie itu dimana?" tanya Rikka.

"Sebenarnya kami ingin ke Planetarium tapi anehnya, kami tidak bisa menuju kesana. Padahal aku sangat merasakan keberadaan zombie itu ada disana," kata Michiru.

"Planetarium? Rasanya.. aku tau sebabnya," kata Amu.

"Benarkah? Kalau begitu, apa sebabnya?" tanya Michiru penasaran.

"Ng.. Sebenarnya, ada mitos tentang tempat itu. Hanya orang-orang yang hatinya sedang tersesat saja bisa mendatangi tempat seperti itu. Begitu katanya," kata Amu sedikit sweetdrop mengingat hal itu.

"Hah? Mitos apa itu? Aneh sekali," kata Chika.

"Baiklah, sebelum itu, bisakah kalian memperkenalkan diri kalian?" pinta Tadase.

"Baiklah, namaku Shito Tachibana, dan ini Michiru Kita, dan yang berambut putih itu Chika Akatsuki. Kami dari Z-loan yang mempunyai pekerjaan khusus untuk memusnahkan para zombie," kata Shito memperkenalkan. "Bagaimana dengan kalian? Kami belum tau identitas kalian."

"Ah, iya. Namaku Tadase Hotori," ucap Tadase memperkenalkan.

"Aku Nagihiko Fujisaki."

"Rima Mashiro."

"Namaku Yaya Yuiki, kalian bisa panggil aku Yaya," kata Yaya bersemangat.

"Kairi Sanjo."

"A-aku Rikka Hiiragi," ucap Rikka gugup.

"Hikaru Ichinomiya."

"Aku Kukai Souma."

"Utau Hoshina."

"Aku Ikuto Tsukiyomi."

"Dan terakhir, aku, Amu Hinamori," ucap Amu mengakhiri perkenalan singkat itu.

"Salam kenal. Tapi maaf, kami harus melanjutkan pekerjaan kami," pamit Michiru.

"Bagaimana kalau kami bantu," usul Kukai.

"Memangnya kau bisa bantu apa?" tanya Chika meremehkan.

"Kau memang menyebalkan, kami bisa membawa kalian ke Planetarium itu," kata Kukai.

"Kalau begitu, bisa antarkan kami ke tempat itu. Jika mengulur-ngulur waktu, bisa berbahaya," kata Shito.

"Baik. Kami akan membantu mencari zombie itu," kata Amu.

"Tunggu!" tiba-tiba saja, 6 sosok boneka menghampiri mereka.

"KYAAAAA~! ADA BONEKA! IMUTNYA~!" teriak Yaya histeris.

"Hei, bisakah kalian membuatnya diam. Berisik sekali," keluh Shinku.

"Wah~ bonekanya bisa bicara!" ucap Michiru terkejut.

"Memangnya kenapa kalau kami bisa bicara?" tanya Suigintou ketus.

Amu memperhatikan para Rozen Maiden itu dengan tatapan takjub, matanya kini mengarah pada saudara kembar Suiseiseki dan Souseiseki.

"Hei, mereka berdua mirip sekali dengan Miki dan Suu, ya?" kata Amu pada para Guardian dan lainnya sambil menunjuk Saudara kembar Rozen Maiden, Suiseiseki dan Souseiseki.

"Ano.. ada apa ya, desu~?" tanya Suiseiseki yang merasa diperhatikan oleh Amu.

"Lihat! Bahkan gaya bicara dia juga sama dengan Suu!" kata Amu.

"Benar-benar mirip," komentar Rima.

"Suu~, dia mirip sekali denganmu!" komentar Ran.

"I-iya," ucap Suu malu.

"Ngomong-ngomong, kalian siapa?" tanya Utau.

"Kami para boneka Rozen Maiden. Namaku Shinku," kata Shinku memperkenalkan diri.

"Aku Suiseiseki, desu~," ucap Suiseiseki.

"Aku Souseiseki, saudara kembar dari Suiseiseki."

"Aku Kanaria, kashira~."

"Aku Hina Ichigo, na no~!" ucap Hina Ichigo bersemangat.

"Suigintou," ucap Suigintou singkat.

"Baiklah, kami.."

"Kami sudah tau. Jangan mengulang perkenalan lagi. Sebaiknya kita harus mencari zombie sialan itu karena dia sudah merusak gaun milik Hina Ichigo," kata Shinku marah.

"Baiklah, ayo kita pergi ke Planetarium!" seru Yaya.

"Eh? Kau bilang ke planetarium?" tanya Souseiseki tiba-tiba.

"Memangnya kenapa?" tanya Yaya.

"Kami baru saja dari sana. Dan zombie itu sudah pergi dari tempat itu," kata Suigintou.

"APA? SUDAH PERGI?" teriak Chika.

"Berisik sekali. Apa kau bisa diam?" keluh Shinku mendeathglare Chika.

"Michiru, apa benar zombie itu sudah pergi?" tanya Shito.

"Tidak. Aku masih merasakan zombie itu masih ada disana. Ekh! Tu-tunggu! Sepertinya aku merasakan ada beberapa zombie berdatangan ke tempat itu," seru Michiru yang tiba-tiba saja merasakan sesuatu.

"Gawat! Sepertinya mereka bertambah banyak saja," kata Shito.

"Tunggu apalagi. Ayo kita pergi!" seru Shinku.

"Baik!"


~0o0~


"Groaaaa.. groaaaaa.." suara mengerikan di planetarium bergema.

"Mustahil! Kenapa jadi banyak begini?" kata Michiru shock melihat sekumpulan zombie yang mengerikan.

"Sepertinya kita perlu kerja extra keras," kata Shito.

"Ini semakin menarik saja," kata Chika bersemangat.

"Huwaaaaaa~! Zombienya menakutkan!" rengek Yaya.

"Tenang saja. Ada aku disini." Kata Kairi.

"Hei, sebaiknya kalian pergi dari sini! Disini berbahaya. Kalian hanya akan mengganggu pekerjaan kami." Kata Chika sambil mengeluarkan katananya.

"Kami tidak akan pergi, kami akan membantu kalian. Jangan remehkan kami!" kata Amu.

"Memangnya kalian punya kekuatan?" tanya Shito yang mulai mengeluarkan revolvernya.

"Tenang saja. Kami punya 'senjata rahasia'." Kata Kukai percaya diri.

"Kami juga akan ikut bertempur!" kata Shinku.

"Baiklah, ayo teman-teman! Waktunya kita jadi karakter!" seru Amu.

"Yaaaaaaaa!" seru mereka serempak. Para Rozen Maiden dan Z-loan hanya bisa cengok.

"Ran! Atashi no kokoro.. unlock! Chara Nari - Amulet Heart!" seru Amu dan seiring dia pun berubah jadi Amulet Heart.

"Kiseki! Boku no kokoro.. unlock! Chara Nari - Platinum Royale!" Tadase berubah seperti pangeran putih.

"Yaya no kokoro.. unlock! Chara Nari - Dear Baby!" Yaya berubah dengan pakaian seperti bayi.

"Boku no kokoro.. unlock! Chara Nari - Samurai Soul!" Kairi berubah seperti samurai.

"Kusu-Kusu! Watashi no kokoro.. unlock! Chara Nari – Clown Drop!"

"Hotaru! Watashi no kokoro.. unlock! Chara Nari – Pure Felling!"

"Temari! Watashi no kokoro.. unlock! Chara Nari – Maihime Yamato!" Nagihiko berubah seperti seorang putri.

"Boku no kokoro.. unlock! Chara Nari – Sky Jack!" seru Kukai.

"Iru! Atashi no kokoro.. unlock! Chara Nari – Lunatic Charm!" seru Utau.

"Yoru! Boku no kokoro.. unlock! Chara Nari – Black Lynx!"

"Wah~ mereka berubah! Pakaian mereka keren!" ucap Michiru kagum.

"Baiklah, Shi-ro-chan, apa pendapatmu tentang kami?" sindir Kukai pada Chika dengan memanggilnya Shiro-chan.

"Diam kau! Tunjukkan dulu kekuatamu itu!" tantang Chika walaupun dalam hati ia juga kagum dengan kostum mereka.

"Baiklah. Ayo teman-teman, kita tunjukkan kekuatan kita!" seru Kukai.

"Baik!"

Amu memulai aksinya pertama kali. "Heart Rod! Spiral Heart Special!" seru Amu.

"Nightmare Lorelai!" Utau pun mengeluarkan jurusnya.

"Rima, ayo!" seru Nagihiko.

"Baik!" sahut Rima.

"Queen Waltz!" seru Rima dan Nagihiko bersamaan.

Mereka terus menyerang dengan kekuatan mereka masing-masing hingga para Z-loan dan para Rozen Maiden dibuat kagum dengan kekuatan para karakter Shugo Chara ini.

"Kuakui, kekuatan mereka sangat hebat. Ayo Shito, kita juga ikut membasmi para zombie itu." Seru Chika.

"Baik. Jaga dirimu baik-baik, Michiru!" kata Shito seraya pergi bersama Chika.

"Iya."

"Hei, ayo kita juga ikut bertempur!" kata Shinku.

"Baiklah!"

Para Rozen maiden itupun ikut membantu.

"Hollie~!" seru Shinku.

"Pizzicato~!" seru Kanaria.

"Sui Dream!" Suiseiseki juga tak kalah mengeluarkan kekuatannya.

"Rempika!" Souseiseki juga ikutan.

"Berrybell!" Hina Ichigo juga tidak mau kalah.

"Meimei!" seru Suigintou.

Pertarungan dengan zombie itu tidak berlangsung sama dan pada akhirnya, tinggal satu zombie lagi yang belum kalah. Sepertinya zombie itu yang terkuat dari zombie-zombie lainnya.

"Baiklah kalau begitu. Miki! Chara Nari – Amulet Spade!" Amu kembali berubah karakter dengan Miki.

"Aku juga ikut! Eru! Chara Nari – Seraphic Charm!" seru Utau.

"Aku juga tidak mau kalah! Rizumu! Chara Nari – Beat Jumper!" seru Nagihiko.

"Mereka seperti berlomba jadi karakter. Mentang-mentang punya shugo chara lebih dari satu." Ucap Kukai sweetdrop. Yang lainpun mengangguk setuju.

"Hee? Kalian bisa berubah lagi?" tanya Chika takjub.

"Tentu saja!" kata Nagihiko.

Nagihiko, Utau, dan Amu pun menggabungkan kekuatan mereka.

"Prism Music~!" seru Amu.

"White Wing!" Utau tidak mau kalah.

"Blaze Shot!" seru Nagihiko.

"GROAAAAAAAAAA...!" Zombie itupun ambruk karena diserang terus menerus.

"HOREEE~! BERHASIL!" seru mereka kompak.

"Tapi.. bagaimana dengan pakaian Hina Ichigo yang robek?" tanya Shinku prihatin. Amu memperhatikan gaun milik Hina Ichigo.

"Hmm.. Suu, apa pakaian itu bisa diperbaiki?" tanya Amu.

"Tentu saja, Amu-chan." Kata Suu.

"Baiklah. Ayo, sekali lagi. Chara Nari – Amulet Clover!" Amu berubah lagi dan membuat para Z-loan maupun Rozen maiden cengok.

"Orang ini berubah terus dari tadi." Pikir Z-loan dan Rozen Maiden sweetdrop.

"Baiklah, bersiaplah Hina Ichigo. Remake Honey!" seru Amu.

Dalam sekejap, pakaian Hina Ichigo kembali seperti semula.

"Wah~ hebat!" seru para Rozen Maiden kagum.

"Dengan begini, kita bisa melihat pesta Halloween itu, desu~" kata Suiseiseki semangat.

"AH! Aku baru ingat! Ayo kita pergi, acaranya seharusnya sudah dimulai dari tadi." Seru Amu sedikit shock.

"Benar juga." Ucap Nagihiko.

"Hei, mumpung kalian ada disini. Bagaimana kalau kalian juga ikut." tawar Ikuto.

"Eh? Memangnya kami boleh ikut?" tanya Michiru.

"Tentu saja boleh. Kalian juga boleh ikut." Kata Nagihiko pada para Rozen Maiden.

"Benarkah?" tanya Suigintou memastikan.

"Iya!"
"Horeee~! Kita bisa ikut pesta!" sorak Hina Ichigo senang.

"Baiklah, ayo kita per-!"

"Groaaaaaa.. groaaaaaaaaaa.." zombie yang diserang tadi kembali bangkit, membuat acara Halloween mereka kembali terulur.

"Hoooh~ ternyata zombie itu hebat juga. Waktunya kita bantai habis pengganggu itu!" kata Chika dingin sambil menyiapkan katananya.

"Itu sudah pasti!" kata Shito sambil menyiapkan revolvernya.

"Aku juga akan ikut. Utau, bantu aku!"

"Baiklah."

"Daiya! Chara Nari – Amulet Diamond!" seru Amu.

"Wah~ kali ini kostumnya terlihat bersinar. Keren, desu~!" ucap Suiseiseki terpesona.

"Ayo, Utau! Shower Shooting Star!"

"Angel Cradle!"

Chika dan Shito pun ikut membantu.

"GROAAAAAAAAAAAA!" dan akhirnya, zombie itu musnah tanpa sisa.

"Akhirnya selesai juga. WAKTUNYA PESTA HALLOWEEN!" Seru Kukai.

"Yaaaaaaa!"


~Halloween-Party~


"Kyaaaaaaa~! Pangeran keren banget! Kostumnya seperti pangeran putih saja!" sorak sorai fans girl Tadase menggema.

"Rima-chan cantik!" seru fans boy Rima.

"Kostum para Guardian semuanya keren-keren dan terlihat bersinar!" komentar para siswa yang datang.

"Yaya-senpai, kawaii~!"

"Huwaaaa~ Tadase-sama keren banget! Tapi, dimana Amu Hinamori?" tanya Saaya pada mantan salah satu anggota guardian yaitu Nagihiko.

"Amu-chan ada dibelakang panggung. Dia sedang menyiapkan kejutan buat pesta nanti." Kata Nagihiko tersenyum misterius dan mengedipkan sebelah matanya..

"Hohoho~ aku tidak akan kalah. Pasti kostumku lebih bersinar dari Amu." Kata Saaya narsis. Nagihiko hanya bisa sweetdrop.

"Baiklah para teman-teman sekalian, acara yang kita tunggu-tunggu sudah tiba. Baiklah, untuk memulai acara, kami persembahkan seseorang untuk memainkan salah satu musik. Baiklah, kami persilahkan." Ucap Tadase sebagai MC.

Ikuto keluar dengan kostum Black Lynx-nya.

"Kyaaaaaaaaaaa~! Siapa dia? Keren banget! Dewasa lagi! Sexy~ (?)!" sorak sorai penonton cewek berkoar di segala penjuru gedung. Bahkan Saaya Yamabuki sekalipun terpesona.

Ikuto mulai memainkan biolanya dengan sangat indah, dan mampu membuat menghipnotis semua orang dengan permainan biolanya.

"Wah~ permainan biolanya hebat sekali, kashira~" ucap Kanaria terpesona. Para Rozen Maiden itu sekarang ada di balik panggung dan mempunyai tempat khusus untuk menonton.

"Benar sekali." Ucap Shinku.

Permainan biola Ikuto berlangsung lama dan akhirnya, lagu yang dimainkan sudah selesai.

Tadase maju dan kembali melanjutkan acaranya.

"Baiklah, acara berikutnya adalah kita kedatangan tamu penyanyi terkenal yang akan mengisi acara ini yaitu UTAU HOSHINA!" seru Tadase.

"APA! Utau hoshina? Benarkah? Penyanyi terkenal itu?" para tamu undangan seperti tidak percaya dengan pendengaran mereka.

"Para Guardian memang hebat mendatangkan penyanyi terkenal."

"Baiklah, tidak hanya itu. Utau Hoshina akan bernyanyi bersama Amu hinamori!" kata Tadase.

"APA? Hinamori-san bernyanyi dengan Utau Hoshina? Itu tidak mungkin!" ucap Saaya tidak percaya.

"Wah~ Hinamori akan bernyanyi bersama Utau Hoshina? Hebat~!" seru para siswa kagum.

"Baiklah, kita sambut saja. Utau Hoshina dan Amu Hinamori!"

"KYAAAAAAAAAA~!" teriakan histeris langsung membahana.

Amu dan Utau keluar bersamaan dan semakin keras pula teriakan mereka. Bagaimana tidak, kini Amu keluar dengan kostum Amulet Diamond, sedangkan Utau dengan kostum Seraphic Charm.

"Kyaaaa~ kostum Hinamori dan Utau keren sekali! Sangat bersinar!" seru para siswa histeris.

'Ugh.. lagi-lagi aku kalah oleh Amu. Kostumnya sangat keren sekali!" gumam Saaya kesal plus kagum.

"Baiklah, teman-teman, kami akan mempersembahkan lagu untuk kalian. Ayo Utau!" kata Amu.

"Iya!" kata Utau bersemangat.

Musik pun mengalun dengan semangat. Amu dan Utau mulai bernyanyi dengan semangat dengan iringan musik yang dimainkan oleh Nagihiko.

~#~

Yes! Yes! Let's go! Yeah! Yeah!

Shugo! Shugo! Dayo, yes!

Ude wo futte, HOP! STEP! JUMP!

Massugu aruiteku.

Shugo Sugiru Yo, yes!

Yume mita koto zenbu.

Honto ni Kannate yuku kara.

Kyou wa donna Kyara ni naru.

Taisetsu na no wa sunao na kimochi.

Dokomade icchau? Tokotou icchae!

Haato wa itsudemo, Anrokku dekiru.

Don don kawaru, doki doki Shiteru

Minna to, watashi no, kokoro shinjite aruite iku ..

Massugu ni..

Yeah! Yeah!

(Shugo! Shugo! By Shugo Chara Egg!)

~0~

Lagupun berakhir dengan tepuk tangan serta riuhan para tamu yang sangat menikmati acara halloween tersebut.

"Ugh! Kuakui, Hinamori-san memang hebat!" keluh Saaya iri.

"Terima kasih!" ucap Utau dan Amu bersamaan.

"Kyaaaaaa~! Hinamori memang hebat! Utau Hoshina juga keren!" sorak para tamu yang kagum.

"Baiklah, silahkan menikmati pestanya!" seru Tadase.

"Yaaaaaaaaaaa!"

"Terima kasih sudah mengundang kami. Padahal kami hanya tamu tidak diundang." Kata Shito sopan.

"Maaf, kami sudah membuat kalian repot." Ucap Michiru meminta maaf.

"Tidak masalah. Kami sama sekali tidak repot kok." Ucap Tadase.

"Kami juga terima kasih. Berkat kalian, kami bisa ikut pesta Halloween." Ucap Shinku.

"Sama-sama." Ucap Tadase.

"Hei, teman kalian yang lain dimana?" tanya Nagihiko yang hanya melihat Shito, Michiru, dan Shinku.

"Akatsuki-san sedang lomba makan ramen dengan Souma-san." Ucap Shito singkat.

"Yang lainnya sedang menikmati makanan yang disuguhkan oleh teman kalian yang berisik dan bergaya seperti bayi." Ucap Shinku datar.

"Maksudnya Kukai dan Yaya, ya." Batin Nagihiko sweetdrop.

"Hei, Tadase!" panggil Ikuto. Tadasepun menghampiri Ikuto.

"Ada apa, Ikuto nii-san?" tanya Tadase.

"Aku punya permintaan. Begini.. Psst.. Psst.." Ikuto membisikkan sesuatu pada Tadase.

"EEEEEEEEEEEEH!" Tadase terkejut dengan rencana Ikuto yang (menurutnya) gila.

"Sudah jangan banyak protes. Pergi sana!" perintah Ikuto.

"Ba-baik!" ucap Tadase pasrah.


~Happy-halloween~


Amu tengah menikmati masa reunian dengan teman-temannya, teman-temannya terus saja memuji kostum Amulet Diamond-nya. Saaya juga ada di situ.

"Kostummu keren juga. Beli dimana?" tanya Saaya to the point dan penasaran.

"Eh! I-itu.." Amu terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Saaya. Mana mungkin ia katakan ia bisa berubah karakter dengan shugo charanya. "Itu.. rahasia," ucap Amu terpaksa.

"Dasar!" umpat Saaya kesal. Lalu, is tersenyum licik, "Lalu.. aku penasaran sekali sejak kita lulus SD. Apa kau sudah punya pacar, Hinamori-san?" tanya Saaya tanpa basa basi dan sedikit meremehkan.

"Heeeeee! I-itu.." Amu gugup. Ia malu mengatakan kalau ia sudah berpacaran dengan Ikuto.

"Hohoho.. sudah ku duga Hinamori-san. Kau pasti belum punya pacar. Tidak seperti aku yang sudah punya pacar, ohohoho.." Ucap Saaya sombong.

"Wah~ hebat! Yamabuki memang dewasa." Kata orang-orang sekitar kagum.

"Bukan begitu. Aku juga sudah punya pacar tapi..." Amu menggantungkan kata-katanya. "Tapi dia menyebalkan dan suka sekali menggodaku." Tambah Amu dalam hati.

"Apa! Kau sudah punya pacar? Mana mung-.." kata-kata Saaya terputus begitu ada pengumuman dari seseorang.

"Ehm! Maaf!" suara Tadase menggema di ruangan. Semua langsung menoleh ke Tadase diatas panggung.

"Untuk Amu Hinamori, silahkan naik ke atas panggung. Ada acara spesial yang harus kau pandu." Ucap Tadase agak kikuk.

"HEEEE! Acara apa? Aku tidak pernah mendengar aku akan memandu acara." Kata Amu terkejut.

"Maju saja!" ucap Tadase pelan bersamaan dengan naiknya Ikuto ke panggung.

"Ng.. baik." Ucap Amu pasrah.

Saat Amu naik, Tadase pergi dan meninggalkan Ikuto dan Amu berdua di atas panggung.

"Aku tahu, ini pasti rencanamu kan, Ikuto." Tebak Amu curiga. "Apa rencanamu yang sebenarnya?"

Semua mata memandang ke arah Amu dan Ikuto sehingga membuat Amu agak kikuk dipandang semua orang. Bahkan para Z-loan dan Rozen Maiden juga tidak ikut ketinggalan menatap pasangan yang sedang berdiri di atas panggung.

"Kau benar. Nah, Amu. Maukah kau berdansa denganku?" pinta Ikuto dengan gaya sang pangeran yang mengajak dansa seorang putri.

"HEEEEEEEEEEEEEEEEE!" Amu dan semua orang kecuali Ikuto berteriak kaget plus blushing.

"Bagaimana?" tanya Ikuto dengan wajah yang tersenyum lembut. Bahkan diantara para tamu, khususnya perempuan sudah pingsan dengan wajah nosebleed dan lainnya blushing berat.

"Tunggu! Kenapa kau mengajak Hinamori-san berdansa? Memangnya kau punya hubungan apa dengan Hinamori-san?" siapa lagi kalau bukan Saaya Yamabuki yang tidak rela Amu berdansa dengan pria tampan.

"Hmm.. kau mau tahu alasannya?" tanya Ikuto sedikit menggoda membuat Saaya meleleh dengan senyuman Ikuto.

"Iya!" ucap Saaya terpesona.

"Itu karena..." Ikuto meraih wajah Amu dan mendekatkan wajahnya ke Amu dan..

CUP!

Ikuto sukses mencium bibir Amu membuat semua orang yang melihatnya cengok beberapa menit.

"HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE! Teriak semua orang blushing.

Shito yang biasanya tanpa ekspresi sekarang sedikit blushing, wajah Chika juga merah padam. Tanpa sadar, mereka berdua langsung menatap Michiru.

Michiru merinding dan merasakan seseorang sedang menatapnya dan menoleh kearah Shito dan Chika. "A-ada apa?" tanya Michiru takut-takut.

"Bukan apa-apa." Ucap mereka bersamaan sambil memalingkan muka.

"Ikuto nii-san agresif sekali." Ucap Tadase sweetdrop.

Ikuto melepaskan ciumannya sambil memeluk Amu dengan erat dan berkata.

"Karena dia adalah pacarku." Ucap Ikuto tersenyum. Sedangkan Amu meleleh dengan tindakan tiba-tiba Ikuto.

"HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!" teriak semua orang (minus guardian dan orang-orang yang sudah mengetahui hubungan Amu dan Ikuto).

"Tidak mungkin! Aku tidak percaya! Kenapa Hinamori-san selalu saja beruntung, bahkan mendapatkan pria yang dewasa dan sangat tampan." Rutuk Saaya iri.

"Hinamori memang hebat!" ucap mereka kagum.

"Sungguh pesta halloween yang tidak biasa." Komentar Shito.

"Benar sekali!" ucap para Rozen Maiden kompak.

.

.

The End

Yui: "Fyuuuh~ selesai juga. Mana endingnya gaje lagi. Gomen, Cuma kepikiran sampai sini."

Chika: "Waktunya bales review, author gila!"

Yui: "Sialan lo, Chika-Chika bang-bang. Lembutan dikit napa."

Chika: "Sialan lo! Nama gue lo plesetin jurusnya Togemon dari Digimon." *marah2*

Yui: "Berisik! Bales aja nih review."

Chika: "Oke, oke. Review pertama dari Amu 'Narusegawa' Hinamori. Hah! Elo Cuma tau Shugo Chara doang? Elo aja nih yang bales. Gue kagak tau soal Shugo Chara. Alam gue ada di Zombie-Loan."

Yui: "Ugh.. iya, iya. Chara Nari jadi Amulet Fortune? Siapa yang bilang Chara Nari sih? Kan itu sebagai contoh untuk kostum mereka, bukan untuk berubah. Kalau itu sih, gue juga tau. Yak! Ini dah di apdet!"

Chika: "Gantian. Elo sekarang yang baca review keduanya."

Yui: "Cerewet lu! Review terakhir dari Mashiro Maika. Heeeeee,, yang bener kombinasinya cocok? Syukur deh. Yupz! Ini dah di apdet! Halloween emang sudah lewat, karena waktu yang nggak sempet. N.. ehehehe.. gomen kalo telat banget. Tagihan fic yang lainnya masih banyak. X9"

Chika: "Terima kritik, saran, flame, atau pujian (nada terpaksa) asal dengan alasan yang jelas dan masuk akal. Please review!"

Yui: "Yak! Yak! REVIEW PLEASE! XD"

.

Cute Smile

Yui Hoshina ^^v