Ichisan Present...
Shall we have secret
KyuMin yaoi Fanfiction Warn! Typo!
Chapter 2
.
.
.
Tok
Tok
Tok
"Hey! Kenapa kau mengetuknya dengan keras!" ucap Sungmin memarahi Dasom yang dengan seenak jidat nya mengetuk pintu pak guru dengan keras.
"Menunggu mu mengetuk pintu lama sekali.. Sudah cepat sana masuk!" ucap Dasom dan mendorong Sungmin agar cepat masuk ke ruangan Pak guru.
"Masuk lah!" seru seseorang dari dalam ruangan itu, Pak guru ternyata sudah memberikan ijin untuk masuk. Sungmin pun membuka pintu ruangan dengan hati-hati, dan berjalan masuk menuju meja Cho saem. Pintu nya sengaja tidak di tutup rapat karena Dossom memaksa Sungmin untuk membuka nya sedikit agar ia bisa mendengarkan dan melihat misi nya di laksanakan Sungmin atau tidak.
Setelah masuk, Sungmin meneguk saliva nya dengan susah payah.. Melihat guru nya dari jarak satu meter saja sudah membuat nya merinding. Disini ia bisa lihat ekspresi guru nya yang sedang serius memeriksa kertas soal. Tanpa ekspresi, itu yang Sungmin gambarkan saat ini.
"Pe-permisi saem.." ucap Sungmin terbata menyapa guru nya. Dan saat itu juga Cho saem langsung mengalihkan pandangan nya pada Sungmin yang memanggilnya tadi.
Deg!
"Ya ampun, tatapan apa itu? Aish.. Bulu kuduk ku berdiri semua!" racau Sungmin dalam hati setelah melihat tatapan guru nya saat itu. Karena Sungmin gugup di tatap seperti itu, ia pun langsung mengalihkan pembicaraan dengan menyapa nya kembali.
"Annyeong haseyo seonsaengnim, aku Lee Sungmin murid kelas 2-2" sapa Sungmin menghilangkan kegugupan nya, bagaimana pun juga misi ini harus cepat selesai.. Karena ia akan segera terbebas setelah ini dan akan meminta hutang nya pada Dasom.
"Ada perlu apa kau ke ruangan ku?" tanya langsung Cho saem, yang sebenarnya nama asli nya Cho Kyuhyun, tapi para murid sering memanggilnya Cho saem.
Karena Sungmin hanya diam saja, Ia tak ingin membuang-buang waktu nya dan fokus kembali pada kertas-kertas soal tadi tanpa bertanya lagi pada Sungmin. "Dia memang benar-benar guru es, itu lebih cocok dengan nama nya" gumam Sungmin dalam hati tentu nya. Tidak, saat ini ia sedang melakukan misi. Bukan saat nya untuk mengomentari sifat seseorang. Ya, dia harus memberanikan dirinya, ini demi uang jajan nya selama seminggu.
"Cho seonsaengnim"
"Hm?"
"Aku suka seonsaengnim.."
"Eoh?"
.
.
Kaget, tentu saja.. Siapa pun yang mendengarkan penuturan sakral seorang murid pada guru nya seperti itu pasti akan bereaksi sama. Dan ini lah yang terjadi pada Kyuhyun, seseorang yang menjabat sebagai seorang guru dari murid yang sedang menuturkan kata-kata aneh saat ini benar-benar tak percaya apa yang baru saja di katakan murid nya. "Apa kau bilang? Suka?" tanya Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan yang sulit di artikan. Tapi yang Sungmin lihat guru nya itu sedang melotot dan tak lama lagi dia pasti akan kena semprot. Ia sendiri tak sadar dengan apa yang dia ucapkan tadi. Kenapa begitu lancar nya dia menyatakan Cinta ya? Apa karna dia terlalu semangat dengan bayaran nya? Tunggu..itu tadi kan bukan pernyataan Cinta, tapi dia mengatakan suka, bukan Cinta. Berarti dia masih selamat, Sungmin pun mengusap dada nya lega.
"Jelaskan padaku Lee Sungmin!" teriak Kyuhyun kesal yang dari tadi melihat Sungmin diam dan malah mengusap dada. Sungmin pun kaget dan langsung menatap Kyuhyun yang saat itu tengah menatap nya juga dengan penuh tanya.
"A-anu saem, aaa.. Ia aku suka sama saem! hehe" ucap Sungmin terbata di sertai cengiran absurd nya.
Dan di luar sana.
"Hey Dasom, bagaimana? Apa Sungmin sudah mengatakan nya?" tanya Hyorin penasaran, karena disini Dasom lah yang menguasai pintu ruangan yang terbuka sedikit itu. Dan Dasom pun hanya tersenyum, ia puas.. Yah puas karena Sungmin melakukan nya dengan benar. "Bagus Hyorin, Sungmin melakukannya dengan baik" jawab Dasom yang masih betah mengintip di balik pintu. "Baguslah, sekarang ayo kita pergi.. Aku lapar.." ajak Hyorin menarik Dasom agar segera pergi dari sana. "Baiklah, tapi kau jangan minta traktir ya.. Karena sebentar lagi si bodoh Lee Sungmin akan memeras ku. Ck!" decak Dasom mengingat uang nya yang akan hilang sebentar lagi. Dan mereka pun pergi dari sana tanpa mengetahui apa yang selanjut nya terjadi di dalam ruangan itu.
"Apa maksudmu kau menyukai ku?" alis nya bertaut tanda dia bingung dengan apa yang dikatakan Sungmin. Ia butuh penjelasan yang detail. "M-maksudku saem.. Aku suka dengan gaya saem mengajar, dan kau juga banyak di gemari Siswi-siswi..hehe" jelas Sungmin mengganti rencana A ke B. Ia tahu kalau Dasom dan Hyorin sudah pergi, dia tidak bodoh, karena dia mengatakan suka bukan Cinta, intinya dia masih bisa mengalihkan pembicaraan yang tidak masuk akal menjadi masuk akal. Hebat kau Sungmin, rencana gagal tapi kau masih bisa mendapat uang dari Dasom. Sungmin bersorak sorai dalam hati nya, dia memang cerdas. Namun kebahagiaan nya terhenti ketika melihat tatapan menusuk dari guru nya. Tatapan itu, bukan itu bukan tatapan seperti sebelumnya.. Ini lebih menyeramkan dari sebelum nya, Sungmin mulai menciut, bulu kuduk nya benar-benar beridiri sekarang.
"Begitu rupa nya..jadi kau kesini hanya untuk mengatakan itu eoh?" ucap Kyuhyun dengan pandangan yang sulit di artikan, melipat kedua tangan nya di dada, dan satu sisi bibir nya terangkat, entah apa itu arti nya. "I-itu s saem, aku hanya ingin seperti saem, di gemari banyak wanita" ucap Sungmin gugup, ia mencoba menjawab tenang walaupun dia gemetar. Masih dengan ekspresi nya yang sama Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin, karna kaget, Sungmin mundur menghindari Kyuhyun yang seperti nya sedang marah besar. Kyuhyun terus berjalan maju walaupun Sungmin mundur, Sungmin tidak bisa bicara, karena ketakutan mengalahkan segala nya, tatapan guru nya seperti sedang ingin membunuh nya.
Bruk
Sungmin pun menabarak dinding karena ia terus mundur dan mundur. Dan Kyuhyun sudah ada di depan mata nya sekarang, jarak nya sangat dekat. Kyuhyun menundukan kepala nya dan menahan kedua tangan nya di dinding. Yah kalian bisa menggambarkan nya sendiri bagaimana posisi itu. "Apa? Kau sadar Lee Sungmin kau sedang bicara dengan siapa saat ini? Hm?" ucap Kyuhyun mendekatkan wajah nya ke depan wajah Sungmin, itu sangat dekat. Sungmin kaget bukan main, hey! Posisi macam apa ini? Ia ingin lari tidak bisa karena tangan guru nya berada di sekitar tubuh nya. Di tambah wajah guru nya yang sangat dekat dengan wajah nya membuat nya tidak bisa berkutik.
Sungmin Pov
Deg!
Jantung bodoh, kenapa sempat-sempatnya nya kau berdetak! Sial.. Kenapa dia menatap ku seperti itu? Kalau dia ingin menghukum ku kenapa tidak melakukan nya sekarang, kenapa harus dengan posisi seperti ini? Dan kenapa juga mulut ku tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun!
"S-saem maafkan aku bukan maksud ku seperti itu.. Aku.. Aku hanya.." mencari kata yang tepat untuk di jadikan jawaban saat ini. Ayolah, aku harus segera menyelesaikan ini. "Aku hanya ingin seperti saem.. I itu saja"
Jawab ku dengan cepat agar dia segera menjauh dari depan wajah ku. "Oh.. Jadi kau tidak ingin belajar dan malah ingin seperti ku yang terkenal diantara wanita begitu?" ucap nya yang masih berada di posisi sama, kenapa dia tidak mau menjauh sih. Dan sial, dia memutar balikan keadaan. Aku tidak bisa menjawab kalau begitu, lalu aku harus menjawab apa agar terbebas dari sini.
Lama aku terdiam untuk mencari jawaban, tidak sadar kalau si guru dingin itu sudah tidak berada di depan wajah ku dan sekitar tubuh ku. Hey, dimana dia? Ku telusuri pandangan ku dan aku menemukan sosok nya yang sedang duduk di meja tempat kerja nya. Apa yang dia lakukan? Dia seperti sedang menulis sesuatu..
"Karena kau sudah melakukan banyak kesalahan, jadi aku menulis nama mu di buku catatan guru" apa? Dia menulis apa? Sial.. Dia menulis nama ku di catatan guru? Itu arti nya aku akan dapat masalah dalam nilai dan sebagai nya. "T-tapi saem apa saja salah ku? Aku hanya mengatakan kalau aku mengagumi mu, apa itu kesalahan saem?" bela ku, apa-apaan ini. Dia bilang banyak kesalahan? Yang benar saja. "Bukan hanya itu, pertama kau sudah masuk ke ruangan ku tanpa ada panggilan dari ku, apa kau tidak tahu peraturan dari ku? Kedua kau sudah mengatakan hal yang aneh padaku, ketiga kau mengatakan kalau kau tidak ingin belajar dan malah ingin menggoda para wanita di sekolah dan masih ada yang lain nya." Hey apa-apaan itu! Aku tidak mengatakan nya.. "Tunggu saem, aku tidak mengatakan kalau aku tidak ingin belajar? Dan aku tidak tahu soal peraturan itu saem.." tanya ku, aku benar-benar tak terima. "Kau dari tadi hanya diam, berarti jawaban nya iya kalau kau tidak ingin belajar. Aku tidak suka dengan siswa yang bertele-tele! "
Simple sekali jawaban nya, dia juga mengambil kesimpulan sendiri apa itu bukan kesalahan? Aish. Aku benci guru dingin ini. Bagaimana aku melawan nya? Apa aku harus memohon?
"Saem..ku mohon saem maafkan aku, aku benar-benar ingin belajar dan aku tidak ingin menggoda para wanita..tolong jangan menulis nama ku saem.."
Pov End
Sungmin memohon pada Kyuhyun dengan menekuk lutut nya agar Kyuhyun memaafkan nya dan menghapus nama nya di buku catatan guru. Tidak ada cara lain selain itu, daripada nilai nya terancam.. Kyuhyun tidak menggubris nya dan melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda tadi. Tapi Sungmin tidak mau menyerah, ia terus memohon pada Kyuhyun agar mengampuni nya. "Sebaiknya cepat keluar, sebentar lagi bel bunyi" ucap Kyuhyun menyuruh Sungmin agar cepat masuk kelas nya. "Tidak saem! Aku tidak mau keluar sebelum saem menghapus nama ku.." ucap Sungmin kekeuh dengan permohonan nya. Sungmin memang keras kepala.
"Baiklah.. Aku akan menghapus nama mu, tapi ada syarat nya.." habis sudah kesabaran Kyuhyun, karena ini mengganggu aktifitas nya yang sedang bekerja. Sungmin senang mendengar nya, sebelum sebuah syarat keluar dari mulut Kyuhyun.
"Syarat apa saem? Aku akan melakukan nya asal nama ku aman saem"
"Nama mu aman..asal nanti sore kau datang ke Apartemen ku, akan ku beri tahu syarat nya disana.."
"Apa? "
.
.
.
Tbc
Thanks untuk readers yang minta chapter ini lanjut. Dan terima Kasih atas saran dan kritik nya, itu sangat membangun..
Dan untuk typo yang banyak bertebaran, semoga di chapter ini tidak ada yang salah lagi. Kalaupun ada, tolong beritahu saya ya ^^ karena kritik dan saran kalian sangat membantu sekali. Wait next chapter.. ^^
Dan jangan lupa tinggalkan jejak ya.. #bow
