Dare You Baby

MainCast : Suho, Lay, and Other Member EXO

Ratting : T-M

Gendre : Romance

Lenght : Chapter

Disclaimer : EXO Belong to SMent, Fans, Theis Parent, God, also Their Self.

Warning : Yaoi mean to BxB, M-preg, NC, Typo/Miss, tak sesuai EYD, butuh bimbingan dalam membacanya #plaak

Lets Begin...


"Hai Hyung..."

suaranya serak khas orang bangun tidur, namja itu mencoba agar mata sipitnya terbuka, terlebih dengan cahaya lampu dalam kamar yang cukup silau sehingga namja yang sedang duduk dalam selimut itu terbiasa dengan ruangan yang tiba-tiba terang setelah Suho memasuki kamar 'mereka'.

Dikatakan seperti itu karena sudah menjadi kebiasaan setiap sosok yang sedang mengembangkan senyum itu datang mengunjungi Suho di Korea.

"Hyung~.. Apa kau hanya mau berdiri disitu seperti tiang lampu ~?"

"a-ah? Eh?"

"tuh kan..! Hyung selalu seperti itu jika aku datang berkunjung, apa aku seperti hantu~?"

namja yang tadinya berniat tidur kembali setelah menyambut kekasihnya itu mengurungkan niat setelah melihat reaksi Suho yang seperti orang bodoh.

Disibaknya dengan jengkel selimut itu dan duduk di tepi ranjang. Matanya menyipit dan bibir cherrynya mengerucut sebal.

Terlebih Suho tak beranjak dari pijakannya.


Suho POV

syuting hari ini sangat melelahkan, terlebih aku harus pulang menjelang subuh seperti ini. Hah~ bibi Ahn mungkin sedang sakit, semoga Ia cepat sembuh.

"gara-gara si cadel, aku tak sempat makan malam, semoga ada makanan instan didapur, ramyeon pun tak masalah"

walaupun sangat mengantuk, tapi tidur dengan perut lapar itu tidak enak.

Ehh...?

"makanan? Siapa yang-?"

oh my... Yixing? Apa betul dia?

Langkah kupercepat kekamar, aku harus memastikan sendiri.

Tuhan... Semoga ini bukan karena aku mabuk. Apa aku mabuk?

Cklek..

Deg...

Well, semoga aku tidak benar-benar mabuk, astaga benarkan itu dia yang sedang duduk dalam selimut itu?

"hai Hyung.."

bahkan suaranya yang serak terasa nyata.

Siapa saja, tolong cubit aku..! Perasaan tadi aku belum tidur. Kenapa sampai bermimpi seindah ini?

Bibir itu tersenyum, bibir yang telah lama aku rindukan, astaga... Bahkan saat untaian kata keluar dari sana, aku tak sempat menangkap perkataannya. Fatamorgana saat mengantuk itu nyata kah?
Bahkan saat tubuh yang setia menemani mimpi liarku itu beranjak duduk memperlihatkan raganya yang terbalut piyama merah kebesaran.

Semoga ini mimpi yang tak pernah bangun. Aku masih ingin melihatnya Tuhan...

"hyung... Ish! Hyung sadar.. Kau keterlaluan. Aku kan sudah bikin kejutan seperti ini"

Tangannya pun terasa nyata dilenganku. Mengayun dengan manja.

Chuu~

ciumannya pun terasa nyata. Sudahkan kau mencubitku? Aku belum mau sadar.

"yak... Hyung pendek! Kau sengaja yah? Mau kucium lagi?"

kepalaku mengangguk sendiri. Naik-turun, sangat ingin bibir lembut itu menempel lagi. Jangan dipipi, tapi di bibir. Siapa tau aku akan benar-benar sadar. Hehe

kekasihku menghela nafas dengan malas. Tapi Ia tetap mendekatkan wajahnya.

Chuu~

"sudah, kalau hyung masih bertingkah seperti ini, lain kali aku tak mau datang kesini!"

apa-apaan ancamannya itu? Tega sekali dia, tak tahukah Kau itu oksigen untukku sayang..

"Baby~ jangan seperti itu.. Aku hanya ingin meyakinkan diri kalau aku tidak bermimpi, nah.. Pelukan selamat datang untukku mana?"
kurentangkan kedua tanganku lebar-lebar, siap untuk merengkuhnya kedalam pelukanku. Aku sangaat rindu padanya. Hehe

"seharusnya itu aku hyung! Aku kan yang baru datang dari China, kenapa kau yang harus disambut? Menyebalkan"

oh.. Oh.. Lihatlah baby Unicornku sedang ngambek.

ish... Menggemaskan sekali, pingin deh mencium bibir yang lagi-lagi terpout dengan imut itu, memakan pipi tembemnya yang membulat dengan lucu.

Tak hanya itu, leher yang terekspos didepan mataku seakan memanggil untuk memberikan tanda cinta disana.

Aku selalu bahagia melihatnya memakai piyamaku yang kebesaran, karena kekasihku itu terlihat sangat sexy. Sengaja aku memilih merah, karena sangat kontras dengan kulit putih susunya yang mulus bagai porselen itu.

"jadi.. Kau tak mau memelukku? Tak rindu kah?"

sebelum aksi ngambeknya parah, aku harus segera bertindak.

"huh... Bodo!"

tuh kan, dia ngambek. Sekarang ditambah dengan aksi membelakangiku lagi.

Dare you baby...

"fine, kau marah, humm?"

kupeluk tubuh rampingnya dari belakang.

"leganya~"

"lega apanya?"

kurasakan tubuhnya menegang dalam pelukanku. Kau sungguh manis cintaku~

"kau tau, 3 bulan bukan waktu yang singkat"

"lalu?"

"come on baby, aku sangat merindukanmu~. Jarak Korea-China itu tidak dekat sayang, kita hanya terhubung dengan telpon atau pesan singkat. Itu tidak bisa mengobati rinduku yang meledak-ledak di dalam sini."

"gombal"

"hei.. Seharusnya kau tak bicara seperti itu. Kau juga merasakannya kan?"

aku yakin Yixing pasti merasakan degupan jantungku sekarang, karena tubuh kami menempel dengan erat. Sengaja aku lakukan agar dapat merasakan dirinya yang nyata dalam pelukanku.

"oh yah... Aku sangat merasakannya, bahkan punggungku menjadi sakit karena pukulan jantungmu hyung. Hahaha..."

"terserahmu saja baby. Huumm... Kau wangi sekali, apa kau mandi sebelum aku pulang? Aigoo... Ternyata istriku sudah bersiap-siap hum?"

kuhirup dalam-dalam aroma tubuhnya. Wangi shampoonya sangat lembut. I love it.

"sudahlah hyung, jangan mulai lagi. Sebaiknya hyung membersihkan badan. Bau tau, lagian hyung pasti belum makan. Aku sudah menyiapkan makan sahur untukmu"

Yixing lepas dari pelukanku, padahal aku sedang mood . Tapi benar juga yang dikatakannya, aku ternyata sedang lapar. Hehe...

"kau menyuruhku puasa yah?"

"hehe... Gak kok, sudah! Akan aku panaskan makanannya, setelah hyung ganti baju kita makan, oke?"

pemuda manis itu keluar dari kamar kami, bahagianya diriku jika setiap hari seperti ini.

Pulang kerja ada dirinya yang menyambut dan memanjakanku.

Namun, sebagai instruktur Tari, Yixing harus menetapi di China karena Kontraknya baru berakhir tahun depan.

Setelah itu aku harus segera menikahi kekasihku ini, agar dia hanya boleh disampingku selamanya. Terdengar egois, tapi itulah kenyataannya. He's mine you know?

"bersiaplah Baby, setelah makan nanti, kau yang akan menjadi dessertnya. Hahaha..."

yang ini tak boleh terlewatkan. Apalagi 3 bulan berpisah, dia semakin sexy saja. Astaga... Memikirkan apa yang akan aku lakukan padanya membuatku panas.

Dare You Baby...

TBC...

Wkwkwkwkkk...

Ditengah jalan idenya tiba-tiba hilang. Padahala rencananya part ini sudah NC, tapi karena dapat telepon sialan itu. Hilang deh idenya. Hahaha...

Chap depan kali yah? #disambit

pay..pay #kecupbanjir