Ramyeon Love Story
oohmydarling
- Hari yang memalukan? -
.
.
CHAPTER 02
Beep Beep... Beep Beep... Beep Beep
Sebuah tangan meraih ponsel yang berdering kemudian mematikan alaram yang berbunyi nyaring kemudian menekan tombol off untuk mematikan alaram terdebut setelah melihat jam yang ditunjukkan.
"Hmmh~" Baekhyun bangun dengan perlahan sambil merenggangkan badannya. Hari ini, adalah hari penentuannya.
Setelah bersiap-siap, Baekhyun memakai tuxedo hitam dan juga fantofel yang senada. Setelah menyemprotkan parfum dan memakai pelembab bibir, Ia segera berjalan keluar untuk sarapan bersama yang lain.
"Waahh~ anakku terlihat begitu tampan hari ini." Ucap Bibi Reo sambil berjalan mendekat kearah Baekhyun lalu merapihkan dasinya.
"Hihi tentu saja, hari ini aku kan akan in-ter-view kerja di perusahaan yang aku inginkan dari dulu, Imo!~" Baekhyun menggerakkan jari-jarinya, menekankan setiap kata Interview.
"Aah~ kudoakan semua yang terbaik untukmu, eum? Ayo, sekarang isi perutmu itu. Aku sudah membuatkan sup doenjang." Baekhyun mengangguk pelan lalu duduk bersama anak-anak kecil, penghuni asrama.
"Selamat pagi semuanya~" Luhan kali ini muncul, kemudian duduk disamping Baekhyun.
"Wahh~ Kau benar-benar melakukannya?" Luhan merapihkan kemejanya, hari ini dia juga akan bekerja disalah satu kedai kopi.
"Mm~ doakan aku ya." Baekhyun memberikan heart sign dengan jarinya kemudian mengepalkan tangannya.
"Iya aku akan mendoakan segala hal yang terbaik untukmu." Ucap Luhan sambil menepuk-nepuk pundak Baekhyun.
Ya, hari ini memang cukup dingin. Jadi, Baekhyun memakai blazer coklat dan mantel abu-abu untuk mencegah terjadinya flu.
"Wahh~ dingin sekalii.." Baekhyun bergetar sambil menggosokkan tangannya. Jadi, Ia berniat untuk membeli kopi didekat kantor.
"Selamat datang.." Para pekerja cafe menyambut hangat dan Baekhyun berbaris dibelakang tiga orang lainnya dan satu pria dibelakangnya.
"Halo, ada yang bisa kubantu?" Barista perempuan didepannya, Baekhyun tersenyum tipis.
"Americano panas, ukuran sedang, satu."
"Baik, atas nama siapa?"
"Byun Baekhyun."
"Oke, satu americano panas, ukuran sedang, atas nama Byun Baekhyun totalnya 4,600 won." Baekhyun mengangguk kemudian memeriksa tasnya dan-
"Hah? D-dompetku.." Baekhyun terkejut ketika Ia tak menemukan dompetnya.
Baekhyun kembali mengingat-ingat kejadian semalam dan dengan segera Ia menepuk dahinya sedikit kasar.
"Aduh.. Bagaimana ini?!" Baekhyun terlihat panik namun Ia sedikit berbisik.
"Apa ini milikmu?" Seseorang berucap, dia adalah pria dibelakangnya yang memiliki suara baritone.
"Oo?" Sedetik kemudian Baekhyun terdiam, karena dompetnya kini ada didepan matanya yang mungkin didatangkan oleh malaikat?
"Ah???!! Dompetku!!" Baekhyun segera mengambilnya lalu segera membayar kopinya.
"Terimakasih banyak, astaga untung saja dompetku ditemukan olehmu. Maafkan aku telah lalai dan merepotkanmu." Baekhyun sedikit membungkuk lalu Ia bergeser agar pria itu bisa maju kedepan.
"Sama-sama, hm.." Lelaki itu tersenyum, kemudian memesan hal yang sama dengan Baekhyun dan membayarnya.
"Ah, omong-omong.. kau bekerja di perusahaan Samyung ya?" Tanya Baekhyun. Dan pria itu hanya bergumam sambil mengangguk.
"Wahh, Aku akan interview kerja dibagian marketing team hari ini. Kuharap aku bisa bekerja disana." Baekhyun mengepalkan tangannya tanda Ia bersemangat lalu mengecheck jamnya.
"Wah aku akan terlambat! Oh ya, terimakasih sekali lagi. Aku harap kita akan bertemu lagi dan menjadi rekan kerja yang baik. Daah.." Baekhyun mengambil minumanya dan melambaikan tangannya sambil berjalan menjauh. Meninggalkan Chanyeol yang tersenyum tipis.
Hari ini, interview Baekhyun berjalan dengan lancar dan dua hari lagi, Baekhyun akan dihubungi apakah dia layak atau tidak.
"Uhh, laparnya. Kyungsoo, mau makan denganku tidak?" Tanya pria dengan mata sayu dan kantung mata alami kepada rekan kerja yang ada disampingnya itu.
"Eo? Aah aku juga lapar, kau mau makan apa?" Tanya Kyungsoo, lelaki dengan mata lebar dan bibir seperti hati itu.
"Dakbal? Bagaimana?" Setelah Tao sedikit berfikir, Ia segera memberikan pilihan.
"Mm, choa. Kalau begitu, ayo?" Tak butuh waktu lama, mereka berdua segera berdiri kemudian berjalan beriringan, hendak keluar dari kantor. Namun, baru saja mereka ingin keluar dua orang pria lain menyapa mereka.
"Oo? Kyungsoo-ssi, Tao-ssi, kalian mau makan siang?" Pria yang menyapa itu berkulit tan, Ia memakai turtle neck berwarna kuning labu, jeans hitam ketat, fantofel, dan coat oversize berwarna biru tua.
"N-ne.." Tao menjawab dan Kyungsoo hanya mengangguk dengan wajah datar.
"Wahh, saya ingin sekali ikut tetapi ada meeting mendadak." Jongin menghela nafasnya.
"Tidak apa-apa, tuan. Mungkin dilain kesempatan kita bisa makan malam bersama satu tim." Ucap Tao sambil melirik Kris.
"Iya, lagipula kami hanya sebentar saja." Kyungsoo menambahkan.
Selagi mereka mengobrol, Kris, lelaki yang sedang berdiam diri disampingnya hanya bisa bungkam dengan melihat sekeliling dan menemukan seseorang yang familier di matanya.
"Aah~ akhirnya.." Baekhyun merenggangkan tangannya sambil berjalan, Ia baru saja selesai interview dan Ia sudah diterima sebagai pegawai baru dibagian marketing.
"Oo? Baekhyun-ssi? Benarkan?" Kris segera menghampiri Baekhyun sambil tersenyum lebar. Baekhyun terkejut sambil melihat lelaki didepannya dengan tatapan berfikir.
"Aahh! Hai, wah kau bekerja disini juga?" Baekhyun tertawa pelan sambil membungkuk kecil.
"Yah begitulah.." Kris menggaruk tengkuknya pelan.
"Hehehe, aku baru saja selesai interview. Dan aku diterima dibagian tim marketing!~" Baekhyun menjelaskan.
"Wah, selamat! Hahahaha kau mulai bekerja besok?" Kris sungguh terkejut, kesempatannya melihat Baekhyun tentu akan lebih banyak.
"Mm~ benar. Kau juga bekerja dibagian marketing?" Tanya Baekhyun, Kris menggeleng pelan.
"Aku, Co-Ceo." Baekhyun membuka matanya dengan lebar, mulutnya menganga dan kemudian membungkuk 90 derajat.
"Ah, m-maafkan aku, tuan." Kris tertawa melihat tingkah laku Baekhyun, Ia mengusap rambut kecoklatan itu perlahan.
"Hei, jangan panggil aku tuan. Panggil saja Kris gege. Dalam bahasa mandarin itu artinya Hyung." Kris tersenyum, mengingat Ia memiliki darah china yang diturunkan oleh sang ayah.
"K-kris gege? Tapi akan sangat tidak formal dan tidak sopan.. Mengingat kita sedang bekerja di kantor resmi." Baekhyun kembali ke posisi semula sanbil berbicara dengan bergumam.
"Eih, tak masalah. Aku yang menyuruhmu begitu. Aku juga tidak terlalu suka seseorang memanggilku dengan sapaan formal." Jelas Kris.
"Hyung- sampai kapan kau mau berdiri disini." Kai sudah muncul dibelakang Kris membuat keduanya kaget bukan main.
"Ah, Baekhyun, kenalkan ini Kim Jongin, kepala divisi marketing. Panggil saja Kai." Ucap Kris dengan senyumannya, dan Kai tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Ah- annyeonghaseo, Kim daeri-nim. Joneun, Byun Baekhyun imnida." Baekhyun membungkuk sopan.
"Dia anak baru di divisi marketingmu. Bekerja mulai besok." Kris berucap, menjelaskan ketika Kai menatapnya dengan bingung.
"Aah~" Kai mengangguk pelan. "Panggil saja aku Kai. Selamat ya, omong-omong." Lanjut lelaki itu dengan senyum tulus sambil menjabat tangan Baekhyun dan Baekhyunpun mengulurkan tangannya dengan gestur yang sopan untuk bersalaman.
"Saya akan bekerja dengan giat. Heum!" Baekhyun mengepalkan tangannya lalu membungkuk dengan cepat. Kai dan Kris terkekeh pelan sambil ikut mengepalkan tangannya.
"Baiklah, kami harus segera pergi karena ada rapat penting. Sampai jumpa besok?" Kris melihat jamnya kemudian menatap Baekhyun dengan senyuman.
"Ah, baiklah, sampai jumpa besok." Baekhyun membungkuk sopan lalu kedua lelaki itu melambaikan tangannya sambil berlalu dari hadapan Baekhyun.
.
.
"Ooo? Kau diterima?!" Luhan terkejut bukan main ketika Ia sedang berbincang dikamar Baekhyun.
"Geurae~ karena aku kan pekerja yang kompeten bagi mereka." Ucap Baekhyun sambil menaik turunkan alisnya. Luhan hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Ah ya ya, terserahmu lah. Yang penting kau bisa bekerja dengan baik dan tidak menyesali setiap perbuatanmu, aku akan terus mendukungmu." Luhan mengusap rambut Baekhyun perlahan.
"Sudah bertemu dengan salah satu dari keluarga Park?" Tanya Luhan. Baekhyun menggeleng.
"Aku hanya bertemu dengan Co-Ceonya dan Kepala divisiku, karena mereka kemarin ada di pernikahan Min Seok." Baekhyun mencoba mengingat-ingat.
"Eih? Kau tidak tau ya? Sebagian peran besar di Samyung kan dipegang oleh keluarga besar Park, dan kurasa Co-Ceo, kepala divisi dan yang lainnya adalah mereka." Luhan berucap, Baekhyun mengerjapkan matanya perlahan.
"Ahh, masa bodo lah!~ yang terpenting aku akan menemui Park dan menagih maafku." Baekhyun mengangguk mantap.
.
.
Di lain tempat, beberapa lelaki sedang makan malam bersama dan berbincang setelah rapat mereka selesai.
"Jadi, kau akan terus menuruti Ibumu?" Tanya Kris, Chanyeol meneguk segelas Soju kemudian menggeleng pelan.
"Aku tidak tertarik dengan perempuan pilihan Ibu, yang sudah pasti hanya tergila-gila karena hartaku. Lagipula, kalian tau jika aku tak menyukai perempuan." Chanyeol menghela nafasnya perlahan.
"Ya, lebih baik kau bisa menentang Ibu, Hyung." Adik Chanyeol, Sehun berucap dengan raut wajah prihatin. Dan, ya. Sehun sangat tidak suka jika diatur seseorang dan Ibu mereka tak pernah menganggap Sehun ada. Tentu saja karena Sehun tak suka di atur.
"Oh, besok adalah hari pertama bagi pekerja-pekerja baru. Dan kuharap kita bisa menyambutnya dengan ramah." Kai menambahkan.
"Mm, tentu saja." Ucap yang lainnya.
Keesokan harinya, Baekhyun sudah berada di dalam bus, Ia tersenyum kecil dan berharap semua akan berjalan dengan sangat lancar dimulai dari hari ini.
Setelah turun dari bus, Baekhyun sedikit berlari hingga Ia bisa mencapai kantornya. Hari ini, suasana kantor terasa sangat ceria bagi Baekhyun. Karyawan baru lain yang bersama dengannya juga begitu bahagia dan berbincang antara satu dengan lainnya.
"Halo? Namaku, Zhang Yixing. Panggil saja Lay. Aku karyawan baru dibagian public relation disini." Seseorang lelaki dengan tubuh seputih susu dan lesung pipi itu berdiri didepannya dengan senyuman super manis.
"Ha-hai, namaku Byun Baekhyun, aku bekerja di bagian marketing." Yixing menganggukkan kepalanya setelah tertawa sambil berjabat tangan.
"Semoga, kita bisa berteman baik ya, Baekhyun." Baekhyun tertawa lalu mengangguk mantab.
"Kapan-kapan kita makan bersama ya?" Lay mengangguk senang. Keduanya kembali berbincang, dan ternyata, Lay adalah orang China yang kemudian memilih untuk pindah menjadi warga negara tetap di Korea Selatan seperti ayahnya.
"Bagi karyawan di bidang marketing, tolong ikuti saya." Seorang wanita datang memisahkan obrolan Lay dan Baekhyun. Keduanya saling melambaikan tangan.
Baekhyun mengikuti arahan wanita tersebut bersama tiga orang lainnya kesebuah ruangan berukuran sedang dilantai 3.
"Perkanalkan, nama saya Tiffany, dan ini adalah ruangan marketing." Baekhyun melirik sekitar dan sedikit terkesima oleh bangunan yang terkesan minimalis namun mewah tersebut.
"Boleh perkenalkan nama kalian satu persatu? Dimulai dari, kamu." Ucap wanita itu dengan ramah.
"Oh, Annyeonghaseo, joneun, Lee Minji imnida." Perempuan kisaran umur 22 tahun itu membungkuk cepat kemudian tersenyum manis.
"Joneun, Park, Ji-hoon imnida." Lelaki yang berwajah imut itu ikut membungkuk dengan gaya yang imut juga.
"Joneun, Alexander Lee Eusebio, imnida. Bangapseumnida." Lelaki blasteran lainnya ikut membungkuk dengan sopan.
Baekhyun dan ketiga lainnya berdiri berjejer tanpa disadari, seseorang berdiri disamping Baekhyun.
"Oo?" Baekhyun melirik kesamping, Ia mengenal siapa orang ini. Lelaki itu yang menemukan dompet Baekhyun! Wah dia bekerja bersamanya di bidang marketing juga? "Kau.. yang kemarin menemukan dompetku kan?? Wahh!! Kau bekerja dibidang marketing juga?" Baekhyun kembali berucap, lelaki dengan turtle neck putih dan blazer hitam itu tersenyum sangat tipis tanpa mengucap sepatah kata apapun.
Padahal, beberapa orang lain yang ada disana sudah menatap Baekhyun dengan tatapan seram.
"Wahh, kau ternyata orang yang pendiam ya?" Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ah.. Ahaha, Baekhyunnie, kan? Apa Kabar?" Kris menyela mereka kemudian lelaki itu sedikit mundur.
"Oo? Kri-kris gege.. Annyeonghaseo." Baekhyun membungkuk sopan. Kris tertawa sambil mengusap rambut kecoklatan milik Baekhyun.
"Bekerja keraslah, eum?" Kris tersenyum kecil kemudian menarik tangan Chanyeol kedepan, membuat Baekhyun bingung.
"Apa dia akan dimarahi?" Gumam Baekhyun perlahan.
Didepan sana, sudah berdiri delapan orang lainnya.
"Ah, oke.. sekarang saya akan perkenalkan satu persatu yang ada didepan ini." Tiffanny menarik nafas.
"Ini adalah Guanlin, Kyungsoo dan Tao. Mereka adalah rekan sekerja kalian mulai saat ini." Tiffanny mulai menjelaskan.
"Nah, kemudian ini adalah Tuan Kim Jongin, dia adalah ketua divisi didalam team kalian." Lelaki yang ditemui Baekhyun waktu Ia mengobrol bersama Kris gege itu membungkuk sedikit.
"Nah ini adalah Kris, Co-Ceo dari perusahaan Samyung." Kris tersenyum ramah sambil melambaikan tangannya. Baekhyun mulai menebak-nebak, siapakah lelaki yang menolongnya itu? Tidak mungkinkan jika dia..
"Ini adalah CEO dari perusahaan Samyung. Park Chanyeol." Tiffanny tersenyum, lelaki itu membungkuk sedikit, tanpa ekspresi. Mata Baekhyun membulat, A-apa?! Ja..Jadi.. Yang menolongnya kemarin itu??
.
.
.
To Be Continued..
A/N : Halo, bagaimana chapter dua? Masih sangat flat ya?? Hehehe, oh iya, terima kasih banyak untuk dukungan kalian di cerita gaje ini. Maafkan author kalau masih ada typo dan lain sebagainya, diusahakan akan lebih baik kedepannya.
Semoga kalian terhibur!~ Jangan lupa like dan reviewnya ya hehehehe.
P.S : Subscribe channel author di youtube ya~~
YOUTUBE CHANNEL : oohmydarling
