'Lalu aku membungkuk dan menghapus jarak diantara kami. Aku mencium seorang Uchiha Sasuke. Dan ketika bibir kami bertemu, cahaya hijau ditubuhku juga menyinari tubuh Sasuke. Membuat ruangan itu menjadi terang-benderang.'
Disclaimer : Masashi Kishimoto
ide cerita 'Linked!' punya saya, tapi semua karakter NARUTO punya Masashi Kishimoto.
Warnings : Kalau anda penasaran, Disini waktunya adalah setelah PS 4. Jadi, Sasuke sudah kembali ke Konoha.
DLDR, RnR!
.
Chapter 2
Sakura PoV
Pernah dulu sekali, aku membayangkan melakukan hal ini bersama Sasuke-kun. Sasuke-kun mengajakku kencan, kami berjalan-jalan di pinggir pantai, lalu akhirnya, kami berciuman dengan latar belakang matahari tenggelam.
...Heh! Bukan berarti aku masih menyukainya seperti itu. Aku hanya memberikanmu contoh, kok. Hehe...
Oke, kembali ke cerita.
End Sakura PoV
Cahaya yang menyinari tubuh mereka berdua perlahan makin redup, lalu menghilang. Ketika merasakan cahaya itu sudah hilang, Sakura membuka matanya dan dengan segera menarik dirinya mengakhiri ciuman berdurasi 10 detik itu.
'Ternyata bibirnya lembut.'
Sadar apa yang baru saja ia pikirkan, ia menutup bibirnya dengan jari dengan wajah memerah. 'Apaan sih?! Sadar Sakura, SADAR! Kau tidak menciumnya. Kau itu menyelamatkannya.' Menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran pertama yang muncul di kepalanya itu, Sakura kemudian mendekatkan salah satu tangannya yang sudah berpendar kehijauan ke tubuh Sasuke. Apa yang ditemukannya membuat ia terkejut. Dan bersyukur.
'Wah, Demamnya menghilang begitu saja. Dia sudah tidak berkeringat lagi dan nafasnya teratur. Segel ini memang luar biasa. Namun, apa efeknya?'
Sakura yang masih tenggelam dalam pikirannya sendiri sama sekali tak sadar dengan pergerakan di atas kasur. Maka ketika Sasuke membuka mulutnya, tentu saja ia terkejut.
"Sakura. Apa yang kau lakukan disini?"
Terlonjak dari tempatnya, ia bisa melihat Sasuke yang sedang berdiri membelakanginya sambil memakai sebuah kaos. Sakura membalas Sasuke dengan ketus.
"Sama-sama, idiot." Sasuke mengangkat salah satu alisnya.
"Apa? sudah kusuruh kau untuk pergi ke rumah sakit, tapi kau malah menolak hanya karena ego pantat ayammu itu, Sasuke. Lihatkan, untung aku cepat datang kesini. Kalau tidak, bagaimana?"
"Hn. Apa yang terjadi?" Mungkin saja si Bungsu Uchiha itu menyadari hilangnya tambahan '-kun di belakang namanya. Namun ia menghiraukannya. Jeda sejenak.
"Kau terkena racun, Sasuke-kun. Tubuhmu bereaksi melawan racun itu yang pada akhirnya menyebabkan kau seperti orang terkena demam parah. Bersyukurlah aku mengingat sebuah jutsu segel yang dapat menyembuhkanmu." Sakura mengatakannya dengan sangat berhati-hati - dengan nada tajam tentu saja - agar tidak keceplosan mengenai apa yang sudah ia lakukan itu. Matilah ia jika Sasuke sampai tahu. Tapi sepertinya, pada akhirnya Sasuke akan tahu juga. Ini benar-benar situasi yang tidak menyenangkan. 'Benarkah? tubuhmu sepertinya menikmatinya...'
'Aku tak mungkin menyembunyikan ini dari Sasuke-kun. Suatu hari aku akan memberitahunya, namun tidak sakarang.' menghiraukan inner-nya yang tiba-tiba muncul, Sakura memutuskan untuk memulai percakapan.
"Ano ne, Sasuke-kun, apa kau merasa sehat? maksudku, apa kau merasa pusing, kedinginan, atau... yang lain?" Sakura bertanya dengan nada ragu-ragu. Jiwanya ingin loncat keluar dari rumah Sasuke sekarang juga dan membuat jarak sejauh mungkin darinya. Kamu pasti tahu kenapa, jadi tak usah dijelaskan. Ditambah dengan hobi Sasuke untuk memberi jeda panjang sebelum menjawab, disertai dengan tatapan mata elangnya yang terus menerus ada padamu membuat lawan bicaranya-Selain Naruto, tentu saja-akan merasa tak nyaman. Tapi, bersyukurlah Sakura-yang sepertinya terlalu banyak bersyukur hari ini-ketika Sasuke akhirnya memutuskan untuk buka mulut.
"Hn. Tidak."
Yah, walau yang keluar hanya 2 kata saja.
Situasinya menjadi amat canggung sampai suatu cahaya hijau yang mirip seperti chakra medis menyelimuti lengan kanan dan lengan kiri Sasuke. Baik Sasuke maupun Sakura harus memejamkan matanya.
"Apa ini?" "Ak-aku juga tidak tahu, Sasuke-kun."
Ketika cahaya itu menghilang, keduanya secara otomatis memeriksa lengan masing-masing. Mereka menemukan semacam tanda yang cukup aneh. Di pergelangan tangan kanan Sakura terdapat sejenis tato berwarna hitam yang mengelilingi pergelangan tangannya. Begitu juga di pergelangan tangan kiri Sasuke yang bentuk tatonya sama persis dengan milik Sakura. Sakura mencoba untuk menghapus tato itu dengan menggunakan chakra medis. Namun, hasilnya nihil.
Tiba-tiba, wajahnya pucat. Ia seperti mengingat sesuatu yang mengerikan. Tanpa basa-basi, ia segera berseru pada Sasuke yang masih berusaha menghilangkan tato di tangan kirinya dengan chakra.
"Sasuke-kun, aku akan segera kembali!"
Sakura berseru pada Sasuke. Tanpa menunggu jawabannya, ia melesat pergi menuju pintu. Namun, belum sempat tangannya menyentuh gagang pintu, Sakura mendadak merasakan rasa perih yang teramat sangat pada pergelangan tangannya, tebih tepatnya di tangan kanan.
"Hyah!, apa ini?!"
Tato aneh yang berada di pergelangan kanan tangan Sakura warnanya berubah merah. Warna seperti kepiting rebus dengan rasa perih seperti sedang di sayat menyerang tangan kanannya.
"Sakura, kau tidak apa-apa?"
Sakura mengalihkan pandangan matanya ke arah tangan kiri Sasuke. Wajahnya masih menyiratkan rasa sakit.
"Ia, aku..."
Tangannya berdarah.
"Hah! Sasuke-kun, tanganmu!" Cepat-cepat ia kembali ke sisi Sasuke. Mengulurkan tangannya yang masih perih, ia menyembuhkan luka Sasuke dalam hitungan detik. Selama itu juga, anehnya, rasa sakit di tangannya perlahan memudar.
"Apa yang kau lakukan, Sasuke-kun? Kenapa tanganmu bisa berdarah?"
Tanyanya sambil menatap mata Sasuke, tetapi Sasuke mengalihkan pandangannya. Dapat dilihat secara samar-samar adanya warna pink tipis di pipinya. "Aku mencoba membuat goresan di atasnya, tapi tanganku kehilangan keseimbangan dan melukai tanganku."
"Hah... Jangan mencoba hal-hal yang aneh, Sasuke-kun. Kita, kan masih tidak tahu apa-apa soal tato ini."
"Bagaimana denganmu?" 'hehh, dia bertanya tentang keadaanmu, tuhh...'
Diam Inner!'. "Tadi tanganku terasa perih secara mendadak Sasuke-kun. Tapi ketika menyembuhkanmu, rasa itu menghilang."
Diam sejenak.
"Ne, Sasuke-kun. Kumohon jangan marah. Tapi, sepertinya ini adalah efek dari segel yang kugunakan untuk menyembuhkanmu."
"Memang jutsu apa yang kau gunakan?" Tanya Sasuke.
"Etto... sebenarnya sih, aku hanya membacanya sekilas saja. Namun ketika aku mencari cara untuk menyelamatkanmu hal itu tiba-tiba melintas di otakku. Jadi aku langsung menggunakannya tanpa tahu efek sampingnya. Karena itu, sekarang ayo kita pergi menemui Nona Tsunade, Sasuke-kun." Jelas Sakura dalam satu tarikan nafas. Ia jadi ngos-ngosan setelah berbicara panjang lebar pada Sasuke . Ia melirik pria di depannya itu, mencoba mencari tahu apa yang sedang ia pikirkan. Ia bisa melihat Sasuke sedang memikirkan sesuatu terlihat dari wajahnya yang selalu serius itu, sekarang ada kerutan di bagian dahi. Tak lama kemudian ia pun merbicara dengan nada monoton yang hampir sama.
"Hn"
Ya, dia hanya mengatakan itu.
Sasuke berjalan melewati Sakura dan langsung menuju ke pintu keluar. Tidak adanya sosok berambut merah muda di dekatnya membuat ia menoleh ke belakang.
"Kau tidak ikut?"
"Eh! Iya. Maaf, Sasuke-kun." Segera saja ia berlari pendek mendekati Sasuke.
"Hn"
Pintu di bekangnya ia kunci lalu mereka berdua mulai berjalan menuju ke Gedung Hokage.
TBC...
A/n : Still no answer. Haruskah saya tambahkan pairing lain disini? Tell me!
!!!RnR!!!
