chapter 2 : devil trigger and demon form.
"gila" hanya kata itu yang terlintas dikepala nya. dihadapan rimuru dan naruto sekarang ada naga raksasa berwarna merah dan dapat berbicara selayaknya veldora.
dengan lantang naruto bertanya ke arah naga merah itu.
"hei naga kami sedang ada dimana sekarang?" tanya naruto.
dengan angkuh naga itu berkata.
"heh... kalian sekarang berada dirumah ku. dan aku adalah Great Red." naga tersebut menekankan kata-kata nya disaat terakhir.
"ano... sebenarnya aku gak peduli nama mu siapa sih..." dengan santai nya naruto berkata seperti itu.
buakkhh...
"ittai..." erang naruto kesakitan karena tiba-tiba rimuru meninju kepala nya.
"naru-kun! tidak sopan tahu kita ini sedang berada di rumah orang!" ucap rimuru kesal.
Great Red hanya melihat interaksi antara rimuru dan naruto, tanpa sadar dia tersenyum tipis.
"hmm... menarik sekali mereka... apalagi perempuan yang bernama rimuru itu mempunyai energi sihir yang besar sekali.""baiklah hentikan pertengkaran kalian... aku akan membiarkan kalian lewat dan pergi ke dunia manusia... dengan syarat kalian harus mengalahkan ku disini." Seringai naruto pun mengembang.
"nah coba gitu dari tadi." dengan cepat naruto langsung melesat ke arah great red dengan membawa rebellion. great red juga mengarahkan cakar nya kearah naruto.
"Dynamic slash""crimson claw"
serangan naruto dan great red beradu hingga menciptakan ledakan besar yang membuat naruto terpental ke arah rimuru.
great red yabg melihat naruto lengah langsung menyerangnya.
"Fire style : Hell Wave."menghembuskan api nya yang sangat panas dan besar kearah rimuru dan naruto. rimuru dengab tenang melangkah kedepan lalu mengangkat tangan nya dan berkata...
"Gluttony." (maaf kalau salah)
muncul asap hitam ditangan rimuru dan memakan api yang di hembus kan great red. great red yang melihat serangannya dihilangkan rimuru kaget.
sihir macam apa itu?! great red hanya Terpelongok melihat sihir nya diserap rimuru.
"baiklah rimuru... waktu main-main sudah habis." dengan dingin naruto berkata.
"baiklah Naruto... akan kutunjukkan kekuatan ku sebagai True Demon Lord!"
Great red secara tidak sengaja mendengar Kata-kata rimuru dan kaget."
"apa?! true demon lord?!" oke itu adalah hal yang tidak pernah great red tahu.
lalu menebas angin yang ada disamping nya hingga muncul robekan dimensi. naruto mengambil pedang nya Rebellion. Setelah mengambil pedang itu Naruto langsung menancapkan Rebellion ke dada nya.
ARRGGGHHHHH !!!!!!...
DEVIL TRIGGER !!!!
lalu tubuh naruto perlahan terbakar. di punggung nya terdapat dua pasang sayap hitam, dua tanduk hitam dan terakhir badan menghitam dengan ada outline api merah.
"Sekarang kita imbang." Naruto langsung mengeluarkan kembali pedang nya Rebellion dan melesat maju.
"heh... aku juga tidak akan kalah Naruto-kun ! Demon Form !" perlahan tubuh rimuru tertutup api berwarna biru lalu sesaat setelah tubuh rimuru termakan api terlihat penampilan rimuru sedikit berubah. dia memiliki mata yang tajam roh api yang berwarna biru ada di pundak nya (kayak gudoudama lah) dan memiliki aura yang sangat kuat.
"Heh... dia mengeluarkan Demon form huh..." guman Naruto.
Great red yang melihat perubahan Naruto dan rimuru hanya bida berkeringat dingin.
"matilah aku" Great red menggelengkan Kepala nya.
"tidak... aku tidak akan kalah !" great red dengan kuat berteriak.
GROAAHHHH !!!!!!
naruto langsung melesat dan menebas dada Great red hingga berbentuk X. rimuru juga tidak mau kalah dia langsung melesat dengan pedang katana disebelah kanan dan pedang api berwarna biru ditangan kiri.
hyaaahhh...
dengan sadis rimuru menebas sayap kanan Great red hingga robek. lalu dia menciptakan rantau di tangan kanan nya dan melemparkan rantai tersebut ke arab leher Great red dan menariknya hingga jatuh.
GROAAAHHHHHH...!!!!!
teriakan kesakitan great red terdengar sangat jelas. saat sudah terjatuh naruto langsung melesat maju dan menusukkan pedangnya ke dada great red dan berkata.
"Hell Pillar."
pilar api raksasa menjalar dari atas ke bawah dan membuat great rad terbakar. saat api sudah padam great red memiliki luka bakar yang sangat parah.
"erghh... ternyata aku akan kalah oleh manusia seperti kalian." great red dengan lemah memuji mereka dan mengakui kekalahannya.
"untuk catatan bahwa kami bukan lah manusia. baiklah lebih baik aku memperkenalkan diri... perkenalkan nama ku Naruto Sparda. dan perempuan ini dia adalah tuan ku... Rimuru Tempest." Naruto memperkenalkan diri nya dan rimuru.
rimuru berjalan dengan pelan ke arah great red dan berkata...
"maafkan perbuatan Naru-kun great red... dia kalau sudah bersangkutan dengan pertarungan dia akan sangat bersemangat sampai lupa kalau yang dia lawan adalah orang yang baik. sekali lagi aku minta maaf." rimuru membungkukkan badan nya sopan.
"dia ini... padahal setelah aku menantangnya bertarung dan hampir saja membuat mereka terbunuh tapi dia masih bisa memaafkan ku." tanpa sadar great red meneteskan air mata nya.
"great red san? kenapa kamu menangis? lukanya sakit kah?" tanya rimuru khawatir.
"tidak... aku hanya terharu... tidak pernah ada mahluk yang khawatir padaku... mereka datang hanya untuk membunuh ku." dengan sedikit sedih great red berkata demikian.
"baiklah kalau begitu minumlah ini... ini adalah ramuan ku yang dapat menyembuhkan luka mu itu." rimuru memberikan sebuah kendi dengan berisi air penyembuh milik rimuru.
"Terima kasih... sebagai ucapan terima kasih ku dan janji ku aku akan membuka kan portal untuk mu ke dunia manusia... tapi kamu perlu ingat disana bukan hanya ada manusia... tapi ada malaikat,iblis,malaikat jatuh, youkai dan masih banyak lagi." terang great red.
"baiklah kalau begitu... buka lah." kata Naruto.
swushhh... terlihat robekan dimensi muncul dihadapan naruto dan rimuru.
"baiklah great red-san sampai jumpa." rimuru yang lompat pertama ke arah portal lalu disusul Naruto.
"Rimuru Tempest dan Naruto Sparda... mulailah petualangan baru kalian di dunia baru yang menuju ke arah kehancuran... aku harap kalian bisa menghentikan kehancuran disana."
dan portal nya tertutup... petualangan baru rimuru dan naruto dimulai... dunia baru,kawan baru, dan juga... keluarga baru...
TBC
