YOU

tittle: you

main cast : Jung taekwoon, Lee jaehwan

other cast : vixx members

pairing: Keo / taehwan

Genre: romance, a little comedy

Rated: T

Warning: YAOI, typo(ss), OC, flat story-_-

Note : this is my first keo ff. i'm sorry if you don't like my story:( I'm trying my best.

summary:

"jaehwan ah, aku sudah mendapatkannya!"-Leo

"jadi.. kau akan meninggalkan vixx hyung?"-Ken

-You-

chapter 2

Author POV

08.25 pm

Walau vixx baru debut beberapa tahun lalu, namun popularitas mereka sebagai seorang idol bisa di bilang sudah sangat bersinar. Mereka sudah menggelar fanmeet di beberapa negara. Bahkan mereka juga sudah mengadakan showcase di banyak negara termasuk amerika. Tak heran jika sekarang para starlights sudah bertebaran di mana-mana.

Setelah kemarin comeback dengan album baru berjudul 'eternity', malam ini vixx baru menyelesaikan jadwal harian terakhir mereka di KBS SUKIRA. Setelah melakukan siaran radio bersama DJ ryeowook -yang sudah akrab mereka panggil hyung- selama beberapa jam itu, kini vixx masih dalam perjalanan pulang menuju dorm. Walau sudah melakukan banyak schedule hari ini, namun sepertinya rasa kantuk dan lelah enggan menyerang mereka. Bahkan saat ini, sang leader N tengah berpose di depan kamera ponselnya sambil menjulurkan benda itu kedepan, agar hongbin dan hyuk yang berada di belakangnya bisa ikut berselca bersamanya. Lalu di sampingnya, ada jaehwan yang sedang berselancar di sosial media dengan ponselnya. Entah media sosial apa yang sedang ia buka. Namun sepertinya itu twitter. Tidak seperti N yang langsung mengupload selca ataupun perasaannya lewat tweet, jaehwan lebih suka untuk membaca mention dari fansnya satu per satu tanpa ada niat untuk membalas ataupun membuat tweet baru untuk mereka. Pantas jika tweet terakhirnya sudah di posting sejak beberapa bulan lalu. Di sebelah jaehwan, ada leo yang -seperti biasa, hanya menatap keluar jendela mobil sambil mendengarkan musik dari headset di kedua telinganya. Di belakang, ada 3 dongsaengdeul line -ravi, hyuk, dan hongbin. Jika di jelaskan posisi di dalam mobil mereka saat ini, di depan ada manager hyung yang duduk di kursi pengemudi, lalu di bagian tengah ada N, jaehwan dan leo, dan di belakang ada ravi, hyuk dan hongbin. Ya, seperti biasanya saja.

Tapi posisi itu tak lama, karena saat manager hyung mereka menepikan mobil untuk membeli sesuatu di sebuah toko, N pindah ke kursi depan untuk menemani sang manager hyung. Sehingga kini, di kursi tengah hanya ada jaehwan dan leo yang sama-sama menatap jalanan luar dengan ponsel di tangan mereka. Bedanya, ken tidak mendengarkan musik seperti leo.

Ken menghembuskan nafasnya ke jendela mobil hingga kaca itu di penuhi oleh embun nafasnya, lalu menggambar rovix di sana, dengan tulisan 'vixx' dan 'starlight' di sekitarnya. Untuk urusan menggambar, jangan pernah ragukan keahlian ken. Walau hanya menggambar di embun jendela seperti ini, gambar ken tetap saja sempurna. Bakat alami, memang.

Setelah bosan dengan kegiatan menggambarnya, ken menghapus hasil 'karya singkatnya' itu lalu menyandarkan punggungnya ke kursi mobil. Ia sedikit menyesali keputusan hakyeon untuk pindah ke kursi depan. Padahal jarak dorm mereka sudah tak terlalu jauh lagi. Saat hakyeon masih duduk di sampingnya tadi, ken tidak terlalu merasa sepi. N masih mengajaknya bicara, kadang juga bercanda. Tidak seperti namja di sampingnya. Ken, orang yang paling berisik di vixx, duduk bersebelahan dengan orang yang sangat jarang bicara di vixx. Bagaimana ia tidak merasa bosan? Ken juga ingin seperti N yang sedang mengobrol dengan manager hyung di depan ataupun ravi yang sedang bermain sebuah game bersama hongbin dan hyuk di belakang. Namun sepertinya harapan itu harus di buangnya jauh-jauh mengingat siapa orang yang duduk di sampingnya. Leo..

Ken menolehkan lagi kepalanya ke jendela, menatap orang-orang yang sedang berlalu lalang di luar sana. Benar kata orang, seoul memang kota yang tidak pernah sepi. Bahkan saat malam hari seperti ini. Masih sangat banyak orang yang beraktifitas di luar sana. Ada yang sedang berjalan di sepanjang trotoar sambil bergandengan tangan dengan pasangan mereka, berbelanja di super market, makan malam di kedai-kedai kecil pinggir jalan, ataupun makan malam di restoran yang cukup mewah. Memikirkan itu, perhatian ken tertuju pada sebuah restoran dengan cat orange di seberang jalan itu. Restoran itu cukup ramai. Pintu dan jendela restoran itu terbuat dari kaca, jadi ken dapat memperhatikan dalamnya. Dan mobi mereka yang berhenti karena lampu lalu lintas yang menyala merah itu membantunya untuk melihat lebih jelas isi restoran itu. Sepertinya restoran itu termasuk restoran berkelas, mengingat dekorasi dalam restoran itu yang sangat 'wow'. Namun bukan itu yang menjadi pusat perhatian ken. Perhatian namja kelahiran 1992 itu tertuju pada beberapa orang yeoja yang duduk di dekat jendela kaca. Yeoja-yeoja itu cantik, memang. tapi bukan itu juga yang menjadi perhatian ken. Salah seorang yeoja di sana, yeoja yang berada paling dekat jendela dan mengenakan hotpants putih dengan atasan sweater berwarna biru muda itu lah yang menarik perhatiannya. Ken merasa ia pernah bertemu dengan yeoja itu. Tapi ia tidak ingat kapan dan dimana. Wajah yeoja itu seperti familiar untuknya.

Ken memperhatikan wajah yeoja itu intens. Yeoja cantik dengan rambut hitan sebahu itu.. ah! sepertinya ken ingat sesuatu sekarang. kalau tidak salah, nama yeoja itu kan.. park.. park.. ah, park yoonhee! dan kalau tidak salah lagi, yeoja itu kan yeoja yang.. yang.. yang leo hyung sukai!

'eh? mwo?!'

ken membulatkan matanya begitu ia sadar dengan apa yang di pikirkannya. Park yoonhee, yeoja yang sudah tidak pernah di sebut-sebut lagi oleh leo sejak namja itu bertemu dengannya di cafe satu bulan lalu, sekarang berada di restoran sana.

'ini berita bagus untuk leo hyung!' pikir ken. Ia buru-buru melihat nama restoran bercat orange itu saat mobilnya sudah berjalan lagi.

'Mr. seafood'

"nama macam apa itu" gumam ken pelan.

Ken berbalik, menatap leo yang masih melihat ke luar jendela itu. Ia mengguncang bahu leo pelan.

"hyung~"

"..." Leo tidak menjawab.

"hyung! leo hyung!"

"..."

"Yah hyung, aku punya informasi penting untuk mu!" Ken menggeser duduknya. Mendekatkan dirinya pada leo.

"..." Leo masih enggan menjawab. Sekedar menoleh pun leo tak melakukannya.

"haish!" ken mendekatkan dirinya lagi pada leo. Lalu berbisik di telinga namja itu. "hyung, aku melihat park yoonhee" bisiknya.

Leo memang sedang memasangkan headset pada kedua telinganya. Namun bisikan ken pada telinganya, tetap saja ia bisa mendengar kata-kata itu dengan jelas. Dan saat ken menyebut nama park yoonhee, sontak leo menoleh kan kepalanya menatap ken.

DEG

Ken yang sedang tersenyum menang saat leo langsung menanggapi kata-katanya terpaku saat leo menoleh dan menatap matanya langsung. Jangan lupakan wajah ken yang berada di dekat telinga leo karena membisikan kata-kata tadi. Sehingga ketika leo menoleh, wajah namja itu langsung tepat berada di depan wajahnya. Dan jika saja hidung mereka tidak mancung, mungkin kedua benda itu tidak akan bersentuhan seperti saat ini. Ken melunturkan senyumnya perlahan. Ditatap leo tajam dengan jarak yang setipis ini membuat jantungnya tidak berdetak normal. Darahnya berdesir lebih cepat. Ia menyesali keputusannya untuk berbisik pada leo tadi jika begini jadinya.

CKITT

SET

Kedua tangan ken yang berada di sisi tubuh leo untuk menopang badannya tertekuk saat sang manager hyung mengerem mobil mereka secara tiba-tiba. Tubuh ken terhuyung kedepan, dahinya sempat berbenturan dengan kaca jendela sebelum akhirnya ia jatuh menimpa leo dengan dagu yang berada di pundak leo. Leo terpojok sekarang. Dan ken yang tiba-tiba terdorong kedepan menimpa tubuhnya itu membuat leo reflek melingkarkan tangannya di pinggang ken. Mereka berdua terjebak dalam posisi itu lama- sampai sebuah suara menginterupsi mereka.

"Omo! leo hyung! ken hyung!"

SET

BRAKK

"akhh appo~" ken meringis, punggung dan kepala belakangnya terbentur kaca dan pintu mobil saat leo tiba-tiba mendorongnya. Salahkan ravi yang tiba-tiba berbicara dan menyadarkan leo tentang posisinya dengan ken hingga membuat namja itu sontak mendorong ken. Dan salahkan juga tenaga leo yang bisa di bilang tidak pelan saat mendorong ken sehingga namja itu harus berbenturan dengan jendela dan pintu di belakangannya.

"ken hyung gwaenchana?" kali ini sanghyuk yang berbicara.

"Yah hyung, kenapa kau mendorong ken hyung sampai begitu eoh?" leo menatap ravi sebentar lalu kembali memasang headsetnya yang tadi sempat terlepas dan menatap jalanan luar lagi tanpa mempedulikan ucapan rapper vixx itu.

"aish!" ravi mengacak rambut biru mudanya pelan. "ken hyung?" ravi menatap ken yang masih mengusap kepala belakangnya pelan.

"Ne?" gumam ken pelan.

"Ken hyung gwaenchana?" hyuk menatap ken khawatir.

Ken tersenyum tipis. "gwaenchana! kau pikir hanya dengan benturan seperti tadi akan membuat kepala ku pecah eoh?" ujar ken mencoba membuat suasana ceria lagi. Kalau masalah ini, ken ahlinya.

"Hahaha aniya hyung!" hyuk tertawa kecil.

"Yah maknae, kau terlalu mengkhawatirkan ken hyung! mau selingkuh dariku eoh?" sambung hongbin bercanda.

"ani~" hyuk menggelengkan kepalanya cepat. "aku hanya mengkhawatirkan otaknya, hyung! jika kepala ken hyung terus terbentur seperti itu, bisa-bisa otaknya tidak akan berfungsi lagi nanti! hahaha~"

"Berarti otak ken hyung akan konslet!" ravi menimpali.

"Yah! Yah! kalian pikir otakku itu seperti lampu hah?" sahut ken.

"Hahaha!" hyuk tertawa sambil memukul pelan hongbin di sebelahnya. Sedangkan hongbin seperti biasa, tertawa sambil menutup mulutnya.

"Ngomong-ngomong N hyung sedang apa? kenapa tidak terdengar suaranya?" ravi mengalihkan pembicaraan.

"mungkin dia tidur!" balas hongbin asal.

"Tidak asyik sekali!" ujar hyuk.

"umm~" gumam ken setuju.

"Yang asyik itu, melihat wajahku yang tampan!" kata ravi percaya diri sambil mengusap-usap dagunya.

"Jika wajah ravi hyung sudah termasuk kriteria wajah tampan, kalau begitu wajah hongbin hyung pasti termasuk kriteria wajah sempurna!" ujar hyuk semangat.

Mendengar itu, hongbin segera memeluk hyuk di sampingnya erat. "Yaa! maknae kau memang yang terbaik!" ujarnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh hyuk dalam pelukannya.

"Haish kalian itu!" ken menatap malas dua maknaenya yang sedang berpelukan itu.

.

.

.

"Tidurlah cepat! aku akan menjemput kalian pukul 10.00 am besok! kalian ada jadwal di salah satu acara show kan?" ujar manager hyung saat vixx baru saja keluar dari mobil mereka.

"Kau tidak tidur di dorm hyung?" N mengucek matanya pelan. Ia masih mengantuk setelah di bangunkan paksa manager hyung ketika sampai tadi.

"Ani~" jawab manager hyung cepat. "kka, kalian masuklah! annyeong~" lanjut manager hyung sambil kembali menjalankan mobilnya.

"Ne hyung~ annyeong!" ujar para member kompak.

"Ayo cepat masuk hyung~ aku sudah mengantuk!" hyuk menarik tangan hongbin untuk berjalan mengikutinya. Tapi sepertinya bukan hanya hongbin saja yang mengikutinya, karena ravi, N, leo dan ken juga kini berjalan di belakang hyuk.

Mereka berjalan menuju kamar dorm mereka lemas sambil sesekali menguap ataupun mengucek mata mereka karena mengantuk. Padahal mereka masih segar-segar saja saat di mobil tadi. Mungkin pengecualian untuk leo. Namja itu masih belum terlihat mengantuk saat ini.

Ketika sampai di depan pintu dorm, hyuk langsung menekan kunci pin mereka dan segera masuk. Begitupun dengan yang lainnya. Namun saat ken hendak masuk, leo menarik tangannya dan membawanya menjauh setelah sebelumnya kembali menutup pintu dorm.

"Yah! hyung, wae? kenapa menarik ku seperti ini eoh? aku mengantuk!" protes ken sambil menarik-narik tangannya yang di genggam leo.

"Diamlah" ujar leo datar sambil tetap menarik ken keluar dari gedung tempat dorm mereka berada itu.

"Hyung aku lelah~"

"..."

"Hyung~ sebenarnya apa yang akan kau lakukan?"

"..."

"Yah hyung!" Ken melepaskan paksa tangannya yang tadi di genggam leo. Mereka sudah berada di luar gedung sekarang. "waegeurae?" ken menatap leo.

leo menghela napasnya pelan. "kau melihat park yoonhee kan?" tanyanya langsung.

"mwo?"

"eodi?"

"..." Ken terdiam. berusaha mencerna pertanyaan-pertanyaan leo.

Jadi hyungnya ini menariknya keluar hanya untuk bertanya hal itu? apa itu terlalu penting sehingga leo menariknya keluar dan bertanya di sini? Apa ia terlalu takut jika member lain mendengarnya jika ia bertanya di dorm? Lagi pula ken yakin kalau sekarang para member sudah terlelap tanpa menyadari bahwa ia dan leo belum berada disana.

"kau melihat park yoonhee kan?" Leo mengulangi pertanyaanya.

"Ne~ tadi aku melihaatnya saat-"

"Antarkan aku kesana" potong leo sambil menarik tangan ken lagi.

"Yah! hyung apa yang kau lakukan?! aish" ken mencoba berhenti namun gagal karena leo terus menarik tangannya. Mau tak mau ken ikut melangkah saat leo menariknya begitu.

.

.

.

Leo dan ken berhenti di sebuah halte bus. Setelah ken memberi tahu tempat ia melihat park yoonhee tadi, leo menariknya ke halte bus terdekat. Ken sudah menebak jika leo akan pergi ke tempat yeoja itu berada. Tapi ia tak menyangka jika dirinya juga terlibat di sini.

"Hyung, kenapa kau menarikku? tidak bisakah kau pergi sendiri?" ken menatap leo yang sedang memakaikan masker hitam pada wajahnya, hingga masker itu menutupi mulutnya sekarang.

"kau bilang akan membantuku" jawab leo datar.

"mwo?" gumam ken pelan. pikirannya melayang, berusaha mengingat-ingat kata-katanya pada leo satu bulan lalu. ia ingat, saat itu ia bilang kalau ia akan membantu leo ketika namja itu mengatakan bahwa ia harus menjadi 'stalker' park yoonhee untuk mendapatkannya. Ia tahu saat itu maksudnya baik untuk membantu leo, tapi sekarang ia menyesali kata-katanya itu. Ayolah, maksud ken akan membantu leo disini bukan berarti ia akan membantu leo malam-malam begini. pukul 09.30 pm memang belum terlalu malam untuk namja dewasa seperti mereka. Tapi mengingat rasa kantuk yang sudah menyerang jaehwan, mana mau ia pergi di saat seperti ini.

"Hyung, keundae..." Ken tidak melanjutkan kalimatnya saat sebuah bus berhenti di depan mereka dan leo langsung masuk kedalamnya.

"hyung..." rengek ken sambil tetap mengikuti leo yang berjalan ke tempat duduk pojok paling belakang dan mendudukan dirinya di sana.

"hyung.. aku lelah.." ujar ken sambil mendudukan dirinya di samping leo. Beruntung bus itu hanya di tumpangi oleh 6 orang -termasuk ken dan leo. jadi tidak banyak yang akan terganggu oleh suara-suara rengekan ken itu. Jika sudah larut malam, orang-orang di seoul memang cenderung akan menggunakan kendaraan pribadi mereka jika berpergian.

"hyung.. mungkin tadi aku salah lihat.. mungkin saja itu bukan park yoonhee.." ken mencoba untuk membujuk leo. Walaupun ia tahu, kecil kemungkinannya jika namja itu mau menurut padanya. Mengingat sifat leo yang sedikit keras kepala.

"diamlah" ujar leo datar sambil menolehkan kepalanya menatap ke luar jendela bus.

"ck!" ken berdecak pelan mendengarnya.

"..."

"hyung.. aku ingin tidur.." gumam ken dengan mata setengah terpejam. sepertinya ia sangat mengantuk.

"terserah kau lah" balas leo. Setelah itu, tak terdengar suara sahutan ataupun balasan dari ken. sepertinya namja itu sudah benar-benar tertidur.

Merasa tak nyaman, leo melepaskan masker hitam yang tadi di pakainya. Mereka sedang berada di dalam bus yang hanya berisi 6 orang yang terlihat mengantuk -kecuali supir bus itu-, jadi leo tidak khawatir akan ada yang mengenalinya sekarang. Leo menyimpan masker itu ke dalam saku celananya lalu menoleh, menatap ken yang terpejam sambil menyendarkan kepalanya ke sandaran kursi mereka yang keras itu. Sesekali ken terbangun jika kepalanya terbentur sandaran kursi karena bus tiba-tiba berhenti ataupun melaju dengan cepat. Melihat itu, leo menyunggingkan senyum tipisnya. Menyebalkan seperti itu, ken adalah orang yang membuat leo sering tersenyum. Entah karena tingkah konyolnya ataupun karena perhatian kecilnya pada leo. Walaupun tak jarang, ken juga yang menjadi 'korban' pukulan tangan leo.

Merasa tak tega dengan posisi ken yang cukup menyiksa -walaupun ken sendiri tak memperdulikannya- itu, leo mengambil kepala ken dan menyandarkannya pada bahunya. Ia membawa ken dalam rangkulannya agar namja itu tak terjatuh jika bus berhenti atau melaju secara tiba-tiba lagi. Merasakan itu, ken mengeliat pelan. Mencoba mencari posisi nyaman pada bahu leo. Ia menggeser posisinya mendekat pada leo, hingga kini kepalanya bersandar di dada bidang leo. Sedangkan leo hanya memperhatikannya diam. Seperti tak terganggu dengan posisi ken. Ia malah meletakan tangannya di pinggang namja itu, bermaksud merengkuhnya.

"umm permisi..." Leo mendongak, menatap seorang namja -yang mungkin seusianya sedang membawa dua minuman kaleng di hadapannya.

Tapi namja itu malah terlihat kaget saat leo mengangkat kepalanya. "Ah, kau jung leo kan? member vixx itu?" ujarnya dengan mata berbinar.

Leo hanya tersenyun tipis sambil mengangguk. "ya benar"

"Begini leo-ssi, aku punya dua minuman kaleng, temanku memberikannya padaku tadi.. sebenarnya ini terlalu banyak untukku. jadi, jika kau mau kau bisa mengambil satu miliku.. ku lihat kau sudah mulai mengantuk, minuman ini bisa membuatmu agar tetap terjaga. jika kau juga mengantuk, siapa yang akan menjaga -eumm pacarmu itu.. iya kan?" ujar namja itu panjang sambil menunjuk ken. Mungkin posisi wajah ken yang kini berada di perpotongan leher leo membuat namja di hadapan leo itu tidak mengenalinya.

Leo terdiam sebentar. "dia.. bukan pacarku" gumamnya sambil menatap ken.

namja itu menatap leo tak enak."ah, begitu?" gumamnya "sayang sekali.. padahal kalian terlihat sangat serasi.."lanjutnya "tapi walaupun begitu.. kau tetap bisa mengambil minuman ini" ia menyerahkan sebuah minuman kaleng pada leo.

Leo menerima minuman itu dengan ragu-ragu. "kamsahamnida.."

"Ah ne.." namja itu tersenyum tipis. "kalau begitu aku duluan, halte pemberhentian bus ku disini.."

"ne silahkan.."

"Annyeong~" ujar namja itu sambil melangkah menuju pintu keluar bus.

"Ne" gumam leo pelan.

Ia menolehkan pandangannya ke luar jendela lagi. Memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di luar sana. Bibirnya melengkungkan sebuah senyum tipis saat melihat beberapa anak kecil yang sedang berlarian di sekitar orang tua mereka. Kemudian leo melirik minuman kaleng yang ia genggam. Minuman itu sejenis kopi. Sedikit aneh memang, mengapa orang tadi memberikan minuman itu padanya. Mengingat mereka tak saling mengenal. Mungkin namja itu mengenal leo, ia adalah salah satu bintang idol korea sekarang, wajar saja jika namja itu langsung mengenalinya, namun yang menjadi masalah, leo sama sekali tidak mengenal namja tadi. Bertemu dengannya saja, leo pikir ia tidak pernah. Tapi tak apa lah, toh ia juga sedang membutuhkan minuman sejenis kopi itu.

"eunghh~" Leo menoleh. Menatap ken yang mengeliat pelan dalam rengkuhannya. Namja itu terlihat nyaman disana. Entah ia menyadari atau tidak dengan posisinya saat ini. Biarlah, toh leo juga sedang tidak ingin mempedulikan hal itu.

.

.

.

Leo POV

"Jaehwan.." ku goyangkan pelan tubuh jaehwan, bermaksud membangunkannya. Sudah setengah jam ia tertidur dalam perjalanan dan itu membuat tubuhku kram karena terus menjadi sandarannya saat tidur.

"Lee jaehwan bangunlah.." ujarku lagi. Sebentar lagi kami akan sampai di restoran itu dan namja ini belum juga bangun. Huh, bagaimana ia bisa tidur senyenyak ini dalam keadaan begini?

"Ken!"

"eumh~" ia mengeliat pelan. ah, akhirnya..

"ken, bangun.." ujarku datar.

"sebentar lagi hyung.." gumamnya pelan. Sepertinya ia tidak sadar dengan posisinya saat ini.

"Bangun atau kupatahkan lehermu"

"ne aku bangun!"

SET

DUAK

"aduhh~" ken meringis memegangi kepalanya.

Sedangkan aku hanya menatapnya datar. satu.. dua.. tiga.. ah, entah sudah yang keberapa kali kepalanya terbentur karena kecerobohannya sendiri hari ini. Saat ingin sarapan pagi, saat di backstage music bank, saat sedang mengobrol dengan ryeowook hyung, saat di mobil tadi.. mungkin jika kepalanya serapuh cangkang telur, ku pastikan anak itu sudah tidak mempunyai kepala lagi sekarang.

"appo~ kenapa kau membangunkanku tiba-tiba sih hyung?" Ia masih mengusap atas kepalanya yang terbentur langit-langit bus itu. Salahkan dirinya yang tiba-tiba berdiri setelah mendengar ancamanku tentang mematahkan-leher-ken sehingga kepalanya terbentur langit-langit bus di atasnya. Itu salahnya kan? bukan salahku.

Aku menatap ken sekilas. "sudah hampir sampai"

Ken hanya mengangguk-angguk pelan lalu kembali duduk di sampingku. Ia mengedarkan pandangannya ke dalam bus yang kini hanya berisikan aku, ken dan supir bus itu.

"kenapa sepi sekali hyung?" ujar ken sambil menatapku.

Aku hanya mengangkat tangan kananku dan menunjukan arloji hitam yang melingkar disana pada ken. Bermaksud memberitahunya jam berapa sekarang hingga dia dapat menjawab pertanyaannya sendiri.

Tapi kulihat dia hanya mengerjapkan matanya beberapa kali sambil melihat arlojiku bingung.

"eung, itu... arloji barumu hyung? mengapa kau menunjukannya padaku?" tanyanya polos.

Astaga, apa benturan langit-langit bus tadi telah mengubah otak ken hingga bekerja selambat ini?

"jam" kataku singkat.

"Ne? jadi benar itu arloji barumu ya? wah~" ujarnya semangat. Sok semangat menurutku.

Aku mendesah pelan. "lupakan" kataku datar sambil kembali menatap jalanan luar. Setelah itu kami sama-sama terdiam. Mungkin ken memang benar-benar mengantuk atau kehabisan kata-kata dan bahan obrolan denganku hingga namja itu hanya menatap kosong ke depan. Dari mana aku tahu? bayangan tubuhnya itu sangat jelas di gambarkan oleh jendela di sampingku ini. Jadi jangan tanya masalah itu lagi, arra?

"hyung, kita sampai" Aku menoleh, menatap ken yang beranjak dari tempat duduknya sambil menatapku. "Restorannya ada di depan sana~" Sambungnya sambil menunjuk sebuah restoran bercat orange di seberang jalan.

Aku bangkit dari kursi ku dan berjalan mengikuti ken di depanku. Ia terlihat memberikan beberapa won pada supir bus lalu melangkah keluar.

Kami berada di trotoar sekarang. Dan ken mulai menolehkan kepalanya ke kanan lalu ke kiri, memastikan keadaan jalan cukup aman untuk kami menyeberang. Rambu-rambu penyebrangan di depan sana terlihat rusak jadi mau tak mau kami harus turun tangan sendiri dalam menyeberang kali ini. Setelah memastikan keadaan jalan cukup sepi, kami menyeberang. Kemudian melanjutkan langkah kami menuju restoran bercat orange di depan sana. Aku Melirik ken, namja itu terlihat biasa saja. Terlihat santai dan tidak banyak bicara. Tidak seperti biasanya, memang. Tapi itu cukup membuatku tidak merasa terganggu. Meskipun sedikit tidak terbiasa dengan sikap 'diam'nya, mengingat ken adalah orang yang paling-teramat-sangat hyperaktive dan talkative. Sudahlah, toh diamnya ken juga menguntungkanku..

Aku menatap restoran bercat orange itu dengan tatapan yang.. entahlah, aku sendiri juga tidak bisa menjelaskannya. Seperti senang dan bahagia, namun juga takut dan khawatir. Dan ketika kami sudah berada kurang dari satu meter di depan restoran itu, dalam hati aku masih bertanya-tanya..

Apakah park yoonhee masih disana?

.

.

Author POV

Ken menutup mulutnya sambil menolehkan kepalanya ke samping. Ia menguap lagi. Matanya sudah sangat berair sekarang. Padahal saat turun dari bus tadi, rasa kantuknya sudah hilang. Ken rasa, ia benar-benar butuh tidur sekarang. Tapi mau bagaimana lagi? bilang pada leo pun percuma, paling-paling namja itu tidak akan meresponnya, -dan jika ken sedang beruntung, mungkin leo akan menoleh padanya.

Sungguh, menjadi stalker park yoonhee adalah hal paling membosankan kedua -setelah pergi berdua dengan leo menurut ken. Hal ini sangat meleset jauh dari yang ken bayangkan saat pertama kali berfikir ia mau membantu leo menjadi stalker park yoonhee. Bayangan tentang alat-alat penyamaran, kamera, jaket dan kacamata hitam serta berjalan mengikuti park yoonhee dengan tenang namun was-was itu hilang begitu saja mengingat keadaannya saat ini. Mereka sedang memperhatikan gerak-gerik park yoonhee, memang. Beruntung, yeoja itu belum beranjak dari tempatnya, jadi ken dan leo tidak perlu repot untuk mencari yeoja itu. Tapi.. yah, setidaknya bisakah mereka masuk ke restoran tersebut, memesan sesuatu dan menghabiskannya sambil memperhatikan gerak-gerik park yoonhee? bukannya berdiri di dekat semak-semak di depan restoran sambil memperhatikan park yoonhee! Leo memang sangat tidak 'berbakat' untuk menjadi seorang stalker. Kira-kira begitulah yang ken pikirkan saat ini.

Bukankah ini terlihat kekanakan, memperhatikan sang gadis yang kita sukai di sana dari balik semak belukar? jika leo adalah namja dewasa di tahun 70-an, mungkin ia pantas melakukan hal tersebut.

"hyung.. kakiku mulai terasa gatal, bisakah kita masuk kedalam saja?"

leo menoleh pada ken -untuk yang pertama kalinya setelah mereka sampai di tempat itu satu jam lalu. "diamlah" katanya pelan.

Ken mendengus kesal. "Hyung ayolah~" ken menggoyangkan lengan leo pelan.

"..."

"hyung kita masuk ke dalam ne?"

"..."

"ah, atau kita pulang saja?"

"..."

"Hyung kalau N hyung tahu kita tidak ada di dorm, dia akan marah hyung!"

"..."

"Taekwoon hyung.."

"..."

"Hyung tidak bisa kah kita masuk ke restoran itu saja? kau bisa melihat nona itu dari jarak yang lebih dekat hyung!"

"..."

"aish leo hyung! baiklah kalau kau tidak mau aku ak-"

SET

Leo menghempaskan sebelah tangan ken yang sedang menggoyangkan lengan kirinya dan berjalan cepat meninggalkan restoran bercat orange itu. Sedangkan ken masih menatap leo bingung.

"Yah hyung! eodiga?" teriak ken.

"..."

"aish apa yang salah dengan -MWO?!" ken membulatkan matanya saat melihat pemandangan di depannya. Dimana beberapa orang namja berpakaian jas hitam datang, memeluk, bahkan mencium park yoonhee dan teman-temannya dengan bebasnya di dalam sana. Sekali lagi, beberapa orang namja. Anak balita pun tahu kata 'beberapa' itu bermakna lebih dari satu. Dan park yoonhee membiarkan namja-namja itu mencium bibirnya? ah bahkan jika mereka kakak ataupun saudaranya sekalipun. Mengapa yeoja itu melakukannya?

"haish dasar yeoja malam!" maki ken sambil berlalu mengejar leo.

.

.

"Leo hyung!" seru ken.

Leo menoleh, menatap ken yang sedang berlari kecil kearahnya, lalu kembali menatap bintang-bintang di atasnya.

"Apa yang kau lakukan di sini hyung? ku kira kau akan langsung menuju dorm?" ujar ken sambil berjalan menuju leo yang sedang terduduk di kursi kayu di depan sebuah pohon besar.

"menurutmu?" tanya leo pelan.

"aku.. tidak tahu hehe" jawab ken sambil tertawa. kecil.

"..."

"..."

"Aku hanya ingin menenangkan pikiranku sebentar" gumam leo

"ah.. begitu" ken menangguk mengerti. Namja itu melirik tempat kosong di sebelah leo lalu mendudukannya dirinya di sana.

"hhh~" leo menghela napas pelan.

"..."

"..."

"aku.. -aku khawatir tentang perasaanmu sekarang hyung.." gumam ken. Ia melirik leo -yang masih menatap bintang di atas mereka sebentar lalu menatap lurus sebuah taman bermain di depannya.

"kau juga melihatnya.. kan?"

"umm" gumam ken sambil menganggukan kepalanya.

Leo menyapu surai blonde miliknya sambil menghela napas pelan. "kupikir dia yeoja yang benar"

"kau tahu sendiri kan hyung, bagaimana yeoja malam seoul berinteraksi dengan para pria?"

"um"

"..."

"..."

"..."

"tadinya aku sempat berharap park yoonhee sudah tidak ada di restoran itu"

Ken menoleh cepat. "mwo? yah kau ini bagaimana hyung! kau sendiri yang memintaku mengantarmu ke restoran itu, tapi kau berharap yeoja itu sudah tidak disana?!" ken menaikan nada bicaranya. Sungguh, jalan pikiran leo memang sangat aneh. Padahal dia bukan seorang 'AB' kan?'

Sedangkan leo malah berdecak pelan. "otakmu itu memang tidak pernah berpikir panjang ya" ejeknya.

"mwo?"

"kau tahu, jika saja park yoonhee sudah tidak ada di sana, setidaknya aku bisa bersyukur bahwa dia bukan yeoja malam" jelas leo.

Ken berpikir sebentar. "umm kau benar juga hyung~ apalagi pria-pria berjas tadi? kau lihat apa yang mereka lakukan kan?" Tanya ken.

Leo hanya mengangguk sebagai jawabannya. Ekspresi wajahnya tetap terlihat datar dan tenang. Walaupun ken tahu hyungnya ini tengah dilanda perasaan tak suka atau mungkin.. cemburu? Tapi leo bukan tipe pria yang suka menunjukan ekspresi suasana hatinya pada orang lain.

"lalu.. apakah kau masih akan tetap menjadi stalkernya lagi hyung?" tanya ken hati-hati.

"..."

"hyung?"

"aku tidak tahu, otakku menolak untuk tetap melakukannya namun hatiku malah menginginkan sebaliknya" gumam leo.

"jadi kau masih menyukainya ya hyung?" tanya ken lagi.

"sepertinya... ya"

"begitu.." ken mengangguk mengerti.

"masih sekedar menyukainya"

"huh?" ken menatap leo tidak mengerti.

leo balas menatap ken. "aku masih hanya sekedar menyukainya saja" leo mengulangi kata-katanya.

"aku tidak mengerti maksudmu hyung"

leo menghela napasnya pelan. "aku tahu aku sudah tertarik dan menyukainya saat pertama kali bertemu yoonhee, tapi aku masih sekedar menyukainya saja. kau tahu, dia cantik, anggun, sopan dan berpendidikan. dan aku menyukai semua itu. walaupun kejadian tadi telah membuka sifatnya yang tidak kusukai.. namun entahlah, aku tetap menyukainya hingga sekarang. Tapi aku tak tahu aku menyukainya seperti apa, apakah hanya sekedar kagum saja atau aku telah jatuh cinta padanya, aku tidak tahu.." ujar leo panjang.

Ken terperangah. Bukan, bukan karena isi curahan hati leo yang cukup panjang itu. Tapi karena sisi lain seorang jung taekwoon yang sekarang muncul lagi. Dan sepertinya ken harus membiasakan dirinya dengan sisi lain seorang jung taekwoon dalam masalah ini.

"umm lalu, kau ingin tetap menjadi stalker park yoonhee untuk mengetahui perasaanmu begitu?"

Leo menangguk samar. "ne.."

Melihat leo yang kini menundukan kepalanya menatap rumput di bawahnya lesu, ken jadi terkekeh kecil. "hahaha aku tidak pernah melihat mu seperti ini hyung!"

"tidak ada yang lucu" ujar leo datar.

"haha itu menurutmu hyung! kau tahu? kita adalah seorang idol yang biasa di ikuti sesaeng fans kemana pun kita pergi. dan kini, kita justru bersikap seperti sesaeng fans dari nona itu haha" jelas ken.

"lalu?"

Ken menghentikan tawanya. "ish, tidak seru sekali bercanda denganmu hyung!" kesalnya. Tunggu, apa kau lupa kalau tidak ada kata 'bercanda' dalam kamus seorang jung leo sekarang, ken?

Leo melirik arloji hitamnya.

11.30 pm

"ken, kau mau kembali ke restoran itu bersama ku atau pulang ke dorm?" tanya leo cepat.

"mwo? kau akan kembali kesana lagi hyung?" ken menatap leo tidak percaya.

"sudah kubilang aku akan tetap memperhatikan'nya' kan?" Yah, leo memang tipe orang yang tidak pernah melakukan sesuatu dengan setengah-setengah.

"tapi besok pagi kita ada jadwal hyung!"

"lalu?" haish ken lupa jika leo biasa tidur larut malam dan bangun sebelum pukul 06.30 am setiap hari.

"..."

"jadi kau ingin pulang ke dorm saja?"

"kau mengusirku hyung?"

"secara halus, iya"

"ish menyebalkan!"

"..."

"..."

"kau benar ingin kembali ke dorm?"

"sendirian di larut malam begini? tidak terima kasih" entah sadar atau tidak, ken memajukan bibirnya kesal.

Sedangkan leo hanya tersenyum tipis melihatnya. Sungguh ken adalah orang yang beruntung karena sering melihat dan membuat leo tersenyum. Leo yang tidak tersenyum saja sudah menarik perhatian banyak orang, apalagi jika namja itu sering tersenyum? ku pastikan para starlight akan banjir darah/?

"jadi, kau ikut aku?"

"begitu lah.." gumam ken.

"geurae.. tapi aku tidak mau mendengar kau mengeluh nanti"

"yah, mana bisa begitu?"

"mau ikut tidak?"

"aish arrasso~ tapi kita harus kembali ke dorm sebelum pukul 02.00 am ne?"

"aku tidak berjanji" ujar leo sambil berdiri.

"Yah hyung!" kesal ken yang hanya di balas tatapan datar oleh leo.

"cepatlah!"

"aniya! berjanji dulu kita akan pulang sebelum pukul 02.00 am!"

" aish kau berisik sekali!"

"aku tidak peduli!"

"ck, diamlah"

"aku akan diam setelah kau berjanji padaku!"

Leo menatap ken tajam. lalu dengan cepat merendahkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya pada ken yang masih terduduk di kursi kayu. Sedangkan ken masih mematung di tempatnya. Ia balas menatap leo yang masih menatap tajam padanya. Dan tanpa ken sadari, warna merah mulai memenuhi rona wajahnya.

"h-hyung ap-"

"sekali lagi bibirmu berbicara, kucium kau" gumam leo pelan sambil kembali menjauhkan wajahnya, melangkah kembali ke restoran tadi dan meninggalkan ken di sana.

BLUSH

Sungguh, sepertinya wajahnya sangat menyukai warna merah sekarang.

"M-mwo?! Yah apa maksudmu bicara begitu hyung!" ujar ken sambil berdiri dan menatap leo yang tetap berjalan memunggunginya.

"..."

"Y-yah hyung tunggu aku!" ken berlari kecil.

"..."

"Hyung bercandamu tadi... benar-benar tidak lucu!" ucap ken sambil menyamakan langkahnya dengan leo.

"kau pikir aku bercanda?" leo menaikan sebelah alisnya.

"Yah! hyung mana bisa begitu!"

"..."

"Kau benar-benar tidak bisa bercanda dengan benar hyung!"

"..."

"Benar-benar menyebalkan!"

"..."

"Aish, tak bisakah kau-"

"Kau benar-benar ingin kucium ya?"

"Yah hyung!" teriak ken masih wajah merah padam. Entah karena kesal atau malu karena pertanyaan leo tadi.

Leo tertawa kecil. "diamlah~" ujarnya kemudian.

Sedangkan ken hanya memajukan bibirnya kesal. "tidak seru!" ujarnya.

"..."

"tidak lucu!"

"..."

"kau benar-benar tidak asyik!"

"..."

"Iya iya aku diam!" ujar ken cepat saat leo memandang tajam kearahnya seolah mengingatkannya tentang hukuman konyol -menurut ken- leo jika ken tidak bisa diam tadi.

Leo hanya tersenyum menang mendengarnya. Lalu kembali berjalan menuju restoran Mr. seafood tadi dan memperhatikan park yoonhee lagi. Dengan ken di sampingnya, tentu saja. Walau ia harus menahan tawanya saat melihat wajah ken yang -menurut leo kini benar-benar terlihat sangat konyol. Tapi, yah setidaknya ia sudah terbebas dari keluhan-keluhan ken yang sangat banyak itu. Sedikit senang bisa berjalan dengan tenang tanpa suara-suara berisik ken walaupun suara-suara hentakan kaki -karena kesal namja itu masih terdengar dengan jelas di telinga leo. Dan malam itu, mereka terus mengikuti park yoonhee tanpa sadar jika mereka juga sedang diikuti.

.

.

.

TBC

.

.

Balasan review di chap kemarin:

OhSooYeol : hehe author juga suka pake banget sama keo ^^ tentang Ocnya yg gausah lama-lama.. umm author pikir-pikir dulu deh;p haha makasih udh review, review lagi yaa

Jameela: hehe iya ini udah lanjut.. review lagi yaa ^^

Sndlhkyn: navi dan hyukbinnya author usahain di chap-chap selanjutnya yaa ^^ makasih udh review, review lagi yaa..

ChaaChulie247: ne ini udah lanjut ^^ di tunggu reviewnya lagi yaa..

4HyunBam: hehe iya tenang aja, author Cuma nulis ff yaoi kok;) gomawooo~ review lagi yaa..

arinacassiopeia: iya ini udah lanjut review lagi yaa..

Vha: umm neo ya? Author pikir-pikir dulu deh;p otp author soalnya keo hehe._.v makasih udh review, review lagi yaa..

Agustya: makasih udah review iya nanti author perbanyak lagi deh keo momentnya ^^

priskaoctwenty: wah makasih comment dan saranyaaa~~ iya deh nanti saran chingu, author pikirin lagi.. review lagi yaa^^

KeoAddict: hehe ini udah lanjut kok ^^ review lagi yaa

Giestha: makasih makasih review lagi yaa^^

Jung YC: makasih udah review.. hehe kayaknya kalo ga ada penggangu itu ga greget /apaan ini-_-/ gitu hehe, ini udah lanjut kok

Huaaa akhirnya chap 2 nya jadi juga TT TT butuh perjuangan panjang nan sabar untuk membuat ff super duper ga jelas kaya gini /apaan coba-_-/ makasih buat readers yang udah setia nungguin ff ini /emang ada?-_- / maaf author lama banget updatenya, lagi ga ada ide tentang keo serius-_-v apalagi gegara duet leo lyn kemarin.. dan maaf kalo ff ini garing, menyebabkan serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan /lo kira rokok-_-/ btw, ada saran tentang nama restoran/ caffe ga? Kali aja di chap-chap selanjutnya author pake tempat-tempat kayak gituan lagi.. di chap ini kan author pakenya restoran "mr. Seafood" dan sumpah, setiap temen author yg author minta buat ngoreksi ff ini pasti ngakak pas baca tulisan "mr. Seafood" itu-_- inspirasi author buat nama restoran itu dari sebuah restoran di deket tempat les author, nah pas author lagi ngetik bagian nama restoran di ff ini, kebetulan author lagi lewat ntu restoran.. jadi yah terpaksa author pake nama itu-_- sumpah, lagi kgk ada ide lain-_-/curhat ga penting-,-/ dan buat yang udah ngereview di chap satu kemarin, makasih banget /cium satu-satu:*/ buat yg blm sempat, author harap di chap ini kalian mau ngasih sedikit komentar kalian tentang ff ini

Sekarang, mari kita belajar saling menghargai..

Mind to review?