Setelah meminta turun dari mobil beberapa menit yang lalu, Wonwoo terlihat lebih banyak diam karena sibuk berpikir. Ia berusaha mengabaikan bagaimana percakapan Jun dan Minghao yang terasa dunia milik berdua itu. Yang terpenting sekarang baginya adalah mencari cara untuk kabur dari acara milik rivalnya.

"Berpikir… Ayo otak berpikir!"

"Ah tidak, itu tidak mungkin. Lalu aku harus bagaimana?"

"Ya benar! aku bisa kabur dengan dalih ingin pipis, ya benar!"

"Tapi masih ada Minghao, aku yakin namja china itu akan merengek meminta ikut. Tidak, ia pasti tidak membiarkan ku kabur dengan mudah."

Minghao menatap curiga kearah Wonwoo yang masih saja sibuk dengan lamunannya. Sesekali ia bisa melihat alis hyung emo-nya mengerut.

"Ayo turun hyung." Ucap Minghao mencoba menyadarkan Wonwoo dari lamunannya. Ya, mereka bertiga sudah sampai dikediaman Kim Mingyu. Terlalu lama Wonwoo melamun, membuat Jun sudah masuk kedalam lebih dahulu.

Namja emo itu mengerjap sebentar, lalu melihat keadaan sekitar. Ia bisa melihat banyaknya mobil yang terparkir dirumah ini. Dengan segera ia mengumpat dalam hati karena tidak menemukan satu pun cara untuk kabur setelah lamanya ia berpikir tadi.

"Runner up? Bahkan kau lebih cocok mendapat ranking ke 216!"

Minghao menatap gemas kearah Wonwoo. Ia pasti melamun lagi, begitu pikir Minghao.

"Hyung ayo turun~!." Wonwoo kembali tersadar dari lamunan–part dua–nya. Ia mengangguk singkat, dan segera keluar dari mobil Jun.

Dengan cepat Minghao merangkul Wonwoo.

"Ayo hyung…"

.

.

Keadaan dihalaman belakang rumah Mingyu benar-benar terasa ramai. Padahal mereka yang datang hari ini hanyalah sedikit dari daftar teman Mingyu. Semua tampak sibuk mengobrol, makan, minum, dan yang lain-lainnya.

"Wah~ Seogogi ini sangat sangat enak!." Seokmin kembali memasukkan daging sapi panggang itu kedalam mulutnya. Namja happy virus itu terlihat bahagia mengunyah daging tersebut.

"Aku haus haus haus!." Sekarang namja itu tampak sibuk mencari cola favoritnya. Mingyu, Hansol, dan Soonyoung hanya bisa tertawa karena tingkah Seokmin.

"Anak ini seperti tidak makan selama tiga hari saja." Ucap Soonyoung sedikit mengejek Seokmin yang kembali menguyah daging didalam mulutnya dengan cepat. Seokmin benar-benar rakus.

"Cola ku habis. Soonyoung-ah, tolong aku." Soonyoung mendengus sebal, dengan wajah tertekuk ia meraih kaleng kosong yang diberikan oleh Seokmin. Tentunya ia harus membuang kaleng kosong itu.

"Aku juga, pepsi." Kembali Soonyoung mendengus sebal. Jun baru saja datang, tapi namja china itu sudah memerintahnya. Dengan jalan sedikit dihentak-hetakkan, Soonyoung pergi untuk mengambil pesanan Seokmin dan Jun.

"Mana kekasihmu?." Tanya Mingyu setelah Jun duduk disamping Hansol.

"Bersama temannya." Jawab Jun dengan singkat. Namja itu sekarang sibuk mencuri-curi seogogi milik Seokmin, membuat namja itu memprotes tidak terima.

"Ooh..." Mingyu hanya ber'oh' ria setelah mendengar jawaban Jun. Namja dengan marga Kim itu memilih untuk melihat kearah Soonyoung yang sudah berdiri didepan cool case.

"Hentikan! Astaga, kalau kau ingin, silahkan ambil disana!." Tampaknya Seokmin mulai geram karena makanannya dijarah oleh Jun, Hansol sendiri hanya sibuk tertawa melihat wajah sangar Seokmin yang terlihat lucu.

Beberapa menit kemudian Soonyoung membawa dua kaleng minuman bersoda ditangannya.

"Hyung tiba-tiba aku ingin pepsi." Soonyoung mendelik tajam kearah Hansol. Ia menghembuskan nafas kasar.

"Ambil sendiri." Ucapnya dengan ketus, ia sudah lelah berjalan ketempat minuman diujung sana. Sekarang Hansol memintanya untuk kesana lagi. BIG NO!.

"Kumohon hyung…." Soonyoung mengacak rambut frustrasi setelah melihat wajah memelas Hansol. Kalau seperti ini ia tidak bisa untuk menolak. Ia bukanlah tipe teman atau hyung yang jahat pada dongsaengnya.

"Ini yang terakhir. Kau juga mau Min?." Mingyu menggeleng. Dengan segera Soonyoung tancap gas menuju cool case.

Mingyu tertawa melihat sikap Soonyoung, namja bermarga Kwon itu memang sangat baik pada adik-adiknya. Ia bisa melihat Soonyoung berdiri dibelakang seorang namja mungil, beberapa saat kemudian ia melihat namja mungil tersebut berbalik badan.

Namja tan itu menatap penasaran kearah mereka, nampaknya kedua orang itu berbicara sesuatu.

"Apakah mereka saling mengenal?." Gumam Mingyu setelahnya. Ia tetap memperhatikan interaksi dua orang itu. Mingyu kali ini membulatkan matanya terkejut, dia bisa melihat bagaimana Soonyoung dengan sengaja membuat namja mungil itu tersandung.

"Mereka bertengkar."

"Astaga Soonyoung hyung!." Hansol juga melihat adegan itu, ia melihat bagaimana kejadian Soonyoung dengan sengaja membuat namja mungil disana jatuh tersungkur karena tersandung kaki Soonyoung.

.

.

Minghao tetap berusaha untuk menarik tangan Wonwoo. Namja emo itu cukup membuatnya kelelahan, tiba-tiba saja Wonwoo menolak masuk saat mereka baru berjalan sepuluh meter dari mobil Jun. Tapi hasilnya berbuah manis, Minghao akhirnya berhasil menarik Wonwoo sampai ketempat acara.

"Itu Jihoon hyung dan Seungkwan-ie." Ucap Minghao saat matanya langsung melihat keberadaan dua temannya yang sedang berdiri didepan cool case.

"Jihoon-ie hyung! Seungkwan-ie!." Dua orang itu menoleh kearah Minghao, dengan cepat mereka berjalan kearah Minghao dan Wonwoo.

"Kenapa baru datang? Kalian sangat lama…" Ujar Seungkwan saat ia baru saja berdiri dihadapan Minghao dan Wonwoo. Namja china itu menampilkan cengiran khasnya.

"Mianhae. Kami mengalami sedikit kendala diperjalanan." Jawab Minghao dengan sedikit melirik kearah Wonwoo. Memang namja emo satu ini yang menjadi kendala diperjalanan mereka.

"Oh iya, dimana Dongjin, Chan, dan Jeonghan hyung?"tanya Minghao sambil sibuk mengedarkan pandangan kepenjuru arah untuk mencari keberadaan tiga temannya itu.

"Dongjin dan Chan sedang sibuk berdua. Kalau Jeonghan hyung sedang mengobrol dengan Seungcheol hyung dan Jisoo hyung." Jawab Seungkwan sambil menujuk kearah orang-orang yang disebutnya tadi.

Wonwoo mengerutkan alis bingung. "Memangnya Jeonghan hyung kenal mereka?"tanya namja emo itu. Jihoon dan Seungkwan kompak mengangguk.

"Iya, mereka pernah satu kelas saat kelas tiga sekolah dasar." Jawab Seungkwan lagi langsung mendapat anggukan paham dari Wonwoo. Namja bermarga Boo itu mencebikkan bibirnya ketika tahu minuman miliknya habis.

"Kau ingin lagi?." Tanya Jihoon setelahnya ketika namja bertubuh mungil itu tahu arah pandangan Seungkwan. Namja diva itu mengangguk semangat.

"Baiklah, biar hyung yang ambilkan untukmu. Kalian juga mau?." Minghao dan Wonwoo mengangguk sebagai jawaban. Setelahnya Jihoon berjalan kearah cool case seorang diri.

Jihoon berjalan sedikit cepat menuju cool case yang ada diujung sana. Ia malas untuk mengantri, pasalnya diacara ini banyak sekali orang yang datang.

"Colaaa…." Jihoon sibuk bergumam sambil mencari minuman cola yang tenggelam diantara minuman yang lainnya. Dengan telaten ia mencarinya, walaupun kulit putihnya terasa dingin.

"Minggir!." Namja bertubuh mungil itu tidak sedikit pun mengindahkan seruan orang dibelakangnya. Ia bahkan masih sibuk mencari minuman bersoda bernama cola itu.

"Cepat minggir!." Kembali orang dibelakang Jihoon berseru, membuat ia mau tidak mau membalik tubuhnya.

"Apakah kau tidak bisa menunggu?!." Ucap Jihoon langsung membentak orang dihadapannya, membuat orang tersebut menatapnya jengah.

"Dan apakah kau kira, hanya dirimu saja yang perlu dengan cool case itu?!." Orang itu membalas ucapan Jihoon juga dengan membentak. Membuat namja bermarga Lee itu memutar mata malas. Ia akhirnya membalik badan dan kembali mencari minuman untuk teman-temannya.

"Jika kau tahu tata karma, kau pasti mau mengantri." Orang itu menahan kekesalan-nya setelah mendengar kalimat Jihoon. Secara tidak sadar senyum misterius terkembang dibibir orang itu, ia sudah merencanakan sesuatu untuk membalas dendam pada Jihoon.

"Silahkan, aku sudah selesai." Mendengar perkataan Jihoon, namja itu langsung maju selangkah.

Bertepatan setelah orang itu memajukan sedikit kaki kanannya, Jihoon langsung terjatuh karena tersandung kaki orang itu. Si pelaku langsung menahan tawa melihat Jihoon jatuh tersungkur, dengan emosi yang memuncak Jihoon langsung bangkit dari posisinya.

Semua orang menatap kearah mereka. Bahkan Minghao, Wonwoo, dan Seungkwan tampak shock. Mereka tidak menyangka hal memalukan seperti tadi akan dialami oleh Jihoon.

"Kau mau balas dendam?!." Jihoon sangat geram kali ini. Orang itu tersenyum tipis, atau lebih tepatnya tersenyum mengejek kearah Jihoon.

"Mungkin." Jawabnya dengan santai, membuat kemarahan Jihoon tidak bisa terbendung lagi.

Wonwoo, Minghao, dan Seungkwan akhirnya mendekat kearah Jihoon, untuk mengantisipasi kalau namja mungil itu mengamuk dan menerjang orang itu, setidaknya mereka ada disana untuk menahan Jihoon. Jeonghan yang melihat Jihoon jatuh tersungkur tadi, akhirnya mendekat dengan Seungcheol juga Jisoo dibelakangnya.

Mingyu, Seokmin, Hansol, dan Jun akhirnya juga ikut mendekat kearah tempat kejadian. Mereka merasa akan ada hal buruk yang terjadi pada orang itu, Soonyoung.

"Cukup pintar." Balas Jihoon sambil mengocok kaleng minuman bersoda dibelakang tubuhnya. Soonyoung masih tersenyum sembari mengangguk.

"Bukan hanya cukup, tapi memang pintar." Jihoon tersenyum sangat lebar setelah mendengar perkataan Soonyoung. Ia berjalan mendekati Soonyoung, hingga jarak mereka cukup dekat.

Semua orang yang ada disana menatap antusias kelanjutan pertengkaran Jihoon dan Soonyoung. Mingyu sendiri malah fokus pada Wonwoo, ia tersenyum saat tahu kalau Wonwoo mau datang ke acaranya.

"Tapi rasanya kau harus menarik ucapan mu yang mengatakan bahwa dirimu memang pintar. Kau kira aku hanya akan diam?."

Seperti slow motion, Jihoon segera mengarahkan minuman bersodanya kearah Soonyoung. Dengan gerakan cepat ia menarik penutup kaleng cola itu, membuat isinya yang menyembur keluar mengenai seluruh wajah sampai kebadan Soonyoung.

Jihoon langsung membuang kaleng kosong itu kearah Soonyoung, untungnya hanya mengenai badan namja itu.

"Ayo!." Namja mungil itu langsung menarik Wonwoo, karena namja emo itu yang paling dekat dengannya. Wajah Soonyoung memerah karena menahan amarah, untuk pertama kalinya ia dipermalukan seperti ini dihadapan banyak orang.

"Kau baik-baik saja?." Tanya Seungcheol sedikit prihatin melihat keadaan Soonyoung. Namja bermata sipit itu mengangguk, walau dalam hati ia berteriak murka.

Jeonghan menghembuskan nafas lelah. Ia tidak bisa berbuat banyak, Jihoon tetaplah Jihoon. Namja mungil itu memang tidak bisa menahan emosinya.

"Maafkan teman ku." Ucap Jeonghan pada Jisoo dan Seungcheol.

"Tidak masalah. Ini juga kesalahan Soonyoung." Balas Seungcheol, Jeonghan tersenyum tidak enak hati, walaupun bukan dia yang menyebabkan keributan tapi ia tetap merasa bersalah karena Jihoon adalah temannya.

"Jangan terlalu dipikirkan." Kata Jisoo saat sadar senyum Jeonghan terlihat berat dan terkesan dipaksakan.

"Sekali lagi aku minta maaf." Ujar Jeonghan lagi. Jisoo tersenyum dan segera merangkul Jeonghan.

"Aku mendengar ada ribut-ribut. Ada apa?"tanya Dongjin yang baru datang bersama Chan. (Hayo dari mana?).

"Kau terlambat. Makanya jangan asik berpacaran." Jawab Seungkwan terdengar sedikit menyindir Dongjin. Kekasih dari Lee Chan itu langsung mengerucutkan bibir kesal.

"Hyung tidak lihat dari tadi kami sibuk memanggang daging?." Chan berucap sedikit jengkel karena dituduh yang tidak-tidak oleh Seungkwan. Namja bermarga Boo itu langsung mengeluarkan peace sign kearah Dongjin dan Chan.

"Dan Soonyoung hyung kenapa basah seperti itu?." Tanya Dongjin lagi setelah melihat Soonyoung pergi kearah kamar mandi.

"Itu ulah Jihoon hyung." Jawab Minghao. Dongjin dan Chan langsung menatap Minghao dengan tatapan are-you-kidding-us-?.

"Aku dengar Wonwoo hyung kemari. Lalu dimana dia?." Tanya Chan ketika ia baru sadar kalau Wonwoo tidak terlihat dari tadi.

"Dia ditarik oleh Jihoon hyung." Jawab Minghao lagi.

.

.

Setelah pergi dari acara Mingyu dengan perasaan marah. Namja mungil itu akhirnya memutuskan untuk mengajak Wonwoo makan bersama dikedai ayam. Untungnya ini masih pukul delapan malam, jadi kedai milik pamannya masih buka.

"Aku benar-benar kesal. Aku tidak bisa melupakan hal tadi." Ucap Jihoon setelah melahap ayam ketiganya, Wonwoo disebrang meja masih asik memakan ayam miliknya.

"Tapi kau benar-benar keren. Seharusnya kau menyiram namja itu dengan dua kaleng cola sekaligus." Balas Wonwoo dengan sarannya yang memang telat. Tapi ia mengacungkan jempol tanda kagum dengan tindakan Jihoon tadi.

"Aku tidak perlu mencari alasan untuk kabur. Terimakasih Jihoon-ie." Batin Wonwoo.

"Jika aku bertemu dengannya lagi, kupastikan dua tulang ayam ini akan bersarang dimatanya." Setelah itu Wonwoo dan Jihoon tertawa. Mereka terus saja mengobrol sampai kedai ayam milik paman Jihoon tutup.

.

.

.

.

Hari pertama sekolah menjadi siswa tingkat sebelas, Wonwoo tampak sudah rapi pagi ini. Namja emo itu duduk bersama ibunya menyantap sarapan pagi. Mereka hanya memakan roti panggang dengan segelas susu, tapi tidak masalah bagi Wonwoo yang terpenting semuanya buatan sang ibu.

"Eomma akan pulang malam. Jika kau ingin membeli sesuatu, ambil saja uangnya dilaci kamar eomma." Wonwoo mengangguk patuh sebagai jawaban. Yeoja cantik yang sudah berumur itu tersenyum kearah putranya.

"Eomma berangkat. Hati-hati dijalan, jangan lupa belajar dengan giat." Ibu Wonwoo segera mengelus kepala anaknya sebelum beranjak pergi.

"Bye eomma…" Ucap Wonwoo sebelum ibunya meninggalkan ruang makan. Namja emo itu kembali melanjutkan sarapannya. Sehabis menegak susu vanilla buatan ibunya, Wonwoo segera berangkat kesekolah.

.

.

Belum sampai didepan gerbang sekolah, Wonwoo bisa melihat Seungkwan dan Jihoon tengah menunggunya disana. Dua orang itu melambai kearahnya, dengan segera Wonwoo berlari kecil menuju mereka.

"Kenapa menunggu ku?." Tanya Wonwoo saat namja emo itu baru berdiri didepan dua temannya. Jihoon memukul lengan Wonwoo.

"Baiklah, lain kali kami tidak akan menunggu mu didepan gerbang lagi." Jawab Jihoon dengan nada ketus.

"Iya hyung. Ayo." Tambah Seungkwan, dua namja itu akhirnya saling bergandeng tangan dan berjalan didepan Wonwoo. Namja emo itu hanya bisa terkekeh melihat tingkah dua temannya.

"Baiklah, aku salah. Aku minta maaf…" Wonwoo segera merangkul dua temannya, dengan ia berdiri ditengah-tengah mereka. Akhirnya mereka terus dalam posisi seperti itu sampai dikelas.

Jeonghan terlihat sudah duduk dibangku pilihannya. Deretan bangku barat nomer empat, sama persis seperti waktu tingkat sepuluh. Seungkwan dan Jihoon akhirnya duduk dibangku nomer dua dan tiga. Otomatis, Wonwoo harus duduk didepan mereka.

"Seperti biasa, Wonwoo hyung penyelamat kita…" Ucap Seungkwan bermaksud bercanda, Wonwoo hanya tersenyum mendengar ucapan Seungkwan.

Namja bermarga Boo itu akhirnya berjalan menuju bangku Jeonghan.

"Minghao duduk dimana hyung?." Tanya Seungkwan pada Jeonghan yang sedang bermain dengan ponselnya.

"Seperti biasa, bagian timur." Jawab Jeonghan sebelum kembali bermain dengan ponselnya. Seungkwan mengangguk paham. Posisi duduk teman-temannya masih sama. Minghao, Dongjin, dan Chan selalu berada dibagian timur, dengan urutan Minghao dibangku nomer dua, Dongjin nomer tiga, dan Chan nomer empat.

"Mereka kemana?." Tanya Seungkwan lagi, Jeonghan meletakkan ponselnya diatas meja.

"Mereka ada di kantin." Seungkwan mengerucutkan bibirnya sebal, ia merasa dikhianati karena mereka bertiga tidak menunggu dirinya. Seungkwan juga ingin pergi kekantin untuk membeli susu strawberry kesukaannya.

"Jihoon -ie, nanti kita pergi bersama keruang vocal ne? Jangan meninggalkan ku!."

Jeonghan dan Jihoon larut dalam perbincangan mereka tentang berbagai hal, dan Seungkwan sendiri sudah bermain bersama Minghao, Dongjin, dan Chan tentunya dengan susu strawberry ditangan. Wonwoo sendiri lebih memilih untuk membaca buku barunya.

"Kau duduk disini?." Wonwoo meringis ketika mendengar suara orang yang paling dibencinya, ia tiba-tiba tidak mood untuk membaca bukunya.

"Baiklah, aku akan duduk disini." Wonwoo memutar mata malas, orang itu dengan santainya duduk dibangku sebelah kanannya. Namja emo itu tidak sudi duduk berdekatan dengan rivalnya seperti ini.

"Hyung aku duduk disini." Salah satu namja berwajah blasteran itu duduk dibelakang Mingyu.

Jihoon bersungut sebal ketika melihat sosok Soonyoung duduk disebelah kanannya. Namja bertubuh mungil itu mendelik tajam ketika Soonyoung malah tersenyum kearahnya.

"Seungcheol-ah aku ingin duduk disini…" Seungcheol tampak tidak rela ketika Jisoo meminta duduk dibangku yang ada dibelakang Soonyoung. Tapi Seungcheol lebih memilih untuk mengalah, ia akhirnya duduk diseberang bangku Jisoo.

"Kenapa kita harus satu kelas dengan mereka?." Bisik Seungkwan pada Dongjin yang ada disampingnya. Kekasih Chan itu mengedikkan bahu, ia juga tidak mengerti kebetulan macam apa yang menimpa mereka sampai-sampai harus duduk dengan semua teman sepupunya, Mingyu dan Seungcheol.

"Kau suka membaca?." Pertanyaan Mingyu membuat mood Wonwoo bertambah buruk saja, dengan segera namja emo itu menutup bukunya secara kasar.

"Jangan menggangguku!." Ucapnya dengan nada marah, Mingyu hanya tersenyum saja melihat tingkah Wonwoo.

"Aku tidak mengganggu mu. Kau saja yang berlebihan…" Balas Mingyu dengan santai mampu membuat seorang Wonwoo jadi geram. Namja emo segera meraih ranselnya, ia bermaksud untuk pindah.

"Jangan pergi Wonwoo-ya." Tahan Jihoon saat melihat Wonwoo sudah menggendong ranselnya. Namja itu mendelik tajam kearah Mingyu, ia nampak kesal karena pagi-pagi Mingyu sudah membuat temannya murka.

"Lihat, kau benar-benar pengecut. Kalau memang takut lebih baik kau pindah saja." Kata Mingyu lagi dengan menopang dagu. Tangan Wonwoo mengepal sempurna disamping tubuhnya.

Mingyu segera berdiri ketika melihat Wonwoo hanya diam ditempat.

"Bukankah hal seperti ini yang kau mau? Aku ini rival mu, jadi tentu saja aku akan terus mengusik hidupmu runner up…" Cukup sudah. Wonwoo segera menatap marah kearah Mingyu, kalimat yang baru saja dibisikkan oleh namja tan itu benar-benar membuatnya marah.

Mau tidak mau, Wonwoo duduk kembali dengan perasaan kesal bukan main. Ia sudah malas untuk berhadapan dengan rivalnya itu. Mingyu sendiri melempar senyum tipis kearah Wonwoo, namja itu tidak henti-hentinya menatap kearahnya.

"Apa salahku? Apakah aku pernah menyakitimu sebelumnya?"


TBC?

A/N : Yaps 2553 words. Mantavvv :v

Update ku sudah datangggg sayanggg~ *cium satu-satu reader-nim* *dihajar* *dibuang kelaut*

Disini ada bumbu-bumbu Soonhoon-nya azeek, tapi mereka masih tahap menjadi musuh dulu. Entah kenapa saya malah senang banget pas ngebayangin si Hoshi disiram cola sama Woozi, basah basah dah tu anak *padahal bias sendiri* #readergaknanya. Tapi gak apalah disiram cola dulu, besok-besok kan disiram cintanya Woozi *muntah sejagat raya*.

Eh iya, disini Jeonghan itu pernah deket sama sama Joshua tapi mereka kepisah pas mau smp. Yang lainnya gak saling kenal, mereka baru ketemu pas dikelas sebelas ini. Jadi pas kelas sepuluh, gengnya Wonwoo gak saling kenal sama gengnya Mingyu, kecuali Dongjin soalnya dia kan sepupuan ama Mingyu and Sekup.

Dichapter dua ini meanienya agak dikit, hmmmm gak apa ya gaes, tetep dibaca ya gaes #tampangmaksa. Tapi tenang aja dichapter selanjutnya pasti banyak, kan ini fanfic main pairnya meanie. So tetap stay ya meanie shipper :3 (tapi tenang semua couple bakal ada kok disini, tapi gak langsung sekalian, atu atu dulu).

Btw makasih untuk yang sudah baca chapter satunya. Makasih banyak karena ada yang bilang bagus dan keren, saya jadi malu padahal ffnya abal banget dan lagi authornya gak pro wks. Terimakasih untuk yang sudah fav, follow, dan review fanfic ini. Kalian inspirasi dan kesayangan ku :3

Ada yang nanya siapa seme dihubungan Dongjin-Chan. Tentu saya bakal jawab Chan-lah yang jadi seme, karena dia lebih tua dari Dongjin jadi Kak Dino-lah semenya muehehehe.

Dan ada yang nanya kenapa Wonwoo benci banget ama Gyu, nanti jawabannya dichapter yang akan datang, tapi gak janji dichapter yang mana jadi tungguin aja ya :3.

Big thanks untuk semuanya. Aku tanpa kalian bukanlah apa-apa. Terimakasih reader semuanya, terimakasih sider. Makasih udah sempetin waktu buat baca fanfic ini : ). Tapi tolong review dong abis bacanya, kasih semangat kek buat saya biar bikin lanjutan ffnya lebih bersemangat : ) *apaan loh thor* *sapi banget lu* *banyak mau*. Tapi gak maksa, udah dibaca ama reader-nim, udah seneng kok : ) :3 .

Jadi sekian cuap cuap gak penting dari saya :v

At last. Review juseyo~ :3