"Aku ? Eh~ aku ya Hades dan ya panggil saja Kim Mingyu, lagipula siapa lagi yang akan membawa-bawa buku tebal berisi catatan lelucon konyol milik para arwah sambil berkeliling mengawasi kondisi dunia bawah ?" Mingyu nyengir heboh(?) lalu mengusap pelan tangan Wonwoo yang tetap setia bertengger diatas meja.
...
"HUAAAAA !"
_O_O_O_O_
Wonwoo memekik kencang mendengar pernyataan langsung dari Mingyu -pemuda didepannya yang mengaku sebagai Hades-. Ia bahkan langsung mundur hingga memepetkan badannya dengan dinding saking takutnya. Matanya berkilat tajam.. eh bukan itu kilatan karena air mata yang mulai turun dari pelupuk matanya...
Iya, Wonwoo nangis cuma gara-gara Mingyu buka jati dirinya.
Mingyu tertegun. Mulutnya menganga hebat melihat Wonwoo yang bereaksi berlebihan hanya karena melihatnya. Terakhir kali ia mengundang iblis kelas rendahan kesini, mereka tak merasa terlalu takut mengobrol sedikit untuk menemani Mingyu yang merasa kesepian.
Wah dewa kita kesepian ternyata.
Mingyu memundurkan kursinya sedikit lalu berdiri perlahan yang disambut dengan reaksi penuh kehebohan dari Wonwoo. Baru saja Mingyu berencana mengambil langkah kecil, Wonwoo malah memekik lalu memundurkan tubuhnya kesudut ruangan. Mingyu menaikkan satu alisnya heran sekaligus terkejut. Dan ya raut muka sedih juga terlukis manis diwajahnya, tapi segera ditepisnya dengan seringaian aneh. Dan ya, ia malah semakin mendekat ke arah Wonwoo tanpa memperdulikan gelengan kencang yang terus-terusan dilontarkannya ke Mingyu.
Ah ya, kerja bagus Mingyu~ Kau telah menakuti anak perawan lagi dan lagi.
Wonwoo bergetar. Ia benar-benar ketakutan sekarang. Sangat dan ia tak bisa berbohong kalau ia bahkan kehilangan tenaga hanya untuk sekedar menggerakkan kakinya. Alhasil ia benar-benar duduk dipojokkan dengan air mata mengalir, badan bergetar hebat dan kepala yang terus menggeleng kencang. Bayangan-bayangan gelap mulai melintas perlahan dikepala Wonwoo. Bayangan pahit yang ia kubur dalam-dalam demi menjadikan kehidupannya lebih 'manusiawi' di dunia yang Tuhan ciptakan hanya untuk manusia dan bukan untuknya atau kaum sejenisnya. Demi wujud malaikatnya dulu ! Ia ingin cepat-cepat pergi sebelum..
"Kenapa kelinci manis ? Kau.. kau takut padaku ?"
..sebelum sosok Hades ini bisa datang dan muncul tepat didepannya, berjongkok dihadapannya bagai anjing liar
Mingyu mengelus pipi Wonwoo pelan dengan ujung jari-jari panjangnya. Halus. Kulit bagai bayi serta seputih porselen dingin itu menerpa ujung jari Mingyu. Harus diakui, efek dari sentuhan itu memberi kesan sengatan kecil yang.. hangat ? Entahlah aku tak tau cara mendeskripsikannya. Pokoknya Mingyu suka efek sengatan itu dan ia ingin lebih. Ya sentuhan memabukkan dan tak terlupakan diranjang misalkan~
Ah kau memang mesum tuan Hades yang agung..
Wonwoo bergerak tak nyaman ditempatnya. Ia menggeliat saat Mingyu semakin mengelusnya. Oh jangan lupakan jari-jarinya yang mulai bergerilya disekitar tengkuk belakang Wonwoo. Jarinya bergerak sensual membuat Wonwoo mersakan sesuatu yang panas bergejolak meminta keluar dari tubuhnya secepat mungkin. Entah dorongan setan.. maksudnya bawahannya yang mana atau daimon mana yang menyuruhnya melengguh pelan.
"Uhmm~ Mi- Mingyuhh.." Wonwoo merapatkan lehernya kearah kiri dan tanpa sengaja -iya tanpa sengaja kok- menempelkan bibirnya dipunggung tangan Mingyu yang membuat Mingyu sedikit berjengit. Antara merasakan benda kenyal berwarna pink menyentuh tangannya atau karena desahan yang keluar dari bibir tersebut.
Brakkk !
"Oh Tuhan !" teriak Wonwoo terkejut.
"Ah bukan, ini hanya aku" Gabriel melambai-lambaikan tangannya yang memegang secarik amplop berwarna hitam bergaris emas kearah Wonwoo dengan raut menenangkan.
"Besides, Tuhan sedang sibuk diatas mengerjakan beberapa hal yang sangat... sangat aneh ! Dan tidak diketahui siapapun tak terkecuali aku, darlin' "
"Aishh kau ini masih saja seperti dulu, jahil tapi berpuran-pura tak tau apapun~"
Wonwoo berdiri dengan sisa tenaga yang masih ada walau otaknya masih mencerna apa yang barusan terjadi padanya. Berjalan sedikit tergopoh kearah Gabriel sambil tersenyum manis, membalas senyuman penuh kedamaian dari sang malaikat. Ia merangkul lengan Gabriel akrab lalu merebut paksa surat ditangan Gabriel yang disambut dengan helaan nafas dan gelengan pelan. Gabriel memeluk pinggul Wonwoo dan membiarkannya membaca surat tadi.
"Dan kau juga masih sama, tetap mempertahankan wajah berkarisma selagi sisi kearogananmu tidur~" ucapnya sing a song. Wonwoo tak memperdulikannya dan langsun9g melihat-lihat surat ditangannya penuh tanda tanya. Dirobeknya amplop tersebut dan mulai membacanya penuh keseriusan.
"Dan akan kubiarkan kau karena itu milikmu spesial langsung dari Tuhan.."
"Jeon sialan, bisakah kau diam sebentar dan biarkan aku mencerna tulisan-tulisan Jepang yang tak kumengerti ini ?" Wonwoo menggerutu dengan jidat mengkerut memikirkan cara membaca tulisan tulisan penuh lengkungan dihadapannya ini.
"Ingatkan sekali lagi padaku hyung kalau namamu juga menggunakan marga Jeon.."
"Hey Jungkook, apa kau mengerti apa yang ditulis Tuhan kepadaku ? Kepalaku mendadak migrain saking tidak pahamnya"
"Aku memang bisa bahasa Jepang, tapi aku tidak bisa membaca artinya hyung"
"Sini biar kubantu.."
Dari arah belakang Hermes datang dengan senyuman khasnya dan tangan penuh gulungan kertas aneh. Ia mengadahkan tangannya meminta izin untuk mengartikan suratnya yang langsung diberikan begitu saja dengan Wonwoo.
"Hmm kita lihat apa yang ditulisnya disini... Oh dia menggunakan tinta emas ! " Ia mendadak girang dan kembali berdehem melihat ekspresi keheranan dari Wonwoo.
"Katanya begini : 'Lama tak jumpa Lucifer, kali ini aku benar-benar heran atas RE:Born yang aku tak tau sudah berapa kali yang ini cukup tenang dan alim tidak seperti yang sebelum-sebelumnya. Jingkrak sana-sini, heboh, jahil, menggelikan, centil dan lainnya. Kali ini kau pemalu, pendiam, tampan (oh aku tau kau memang tampan kok), patuh, jujur, tulus dan dikagumi banyak orang. Kau juga dianugrahi 3 macam darah makhluk yang mengalir ditubuhmu -manusia,malaikat dan iblis- .Dan ya surat ini hanya untuk sekedar pemberitahuan dari beberapa kertas dan kartu lamaran.. maksudku tebakan masan depan. Kali ini kau akan mengalami berbagai kejadian aneh dan melepas jabatanmu dari karakter orang jahat. Kau akan jadi petinggi yang disembah tapi suci dan bersih bagai mutiara. Tapi bukan berarti kau akan lenyap. Kau akan terus muncul dan RE:Born-mu tak akan pernah berhenti sampai kapanpun. Itu saja dariku' Wow panjang juga ya~ "
Hening menerpa. Wonwoo masih mencoba mencerna semua tulisan tangan Tuhan dari transalasi yang baru saja dikemukakan oleh Hermes. Gabriel -Jeon Jungkook, sebut saja begitu- diam memperhatikan sekitar ruangan. Ia bisa merasakan hawa penuh kesuraman, kepedihan, kekecewaan.. semua bercampur menjadi satu.
'Ah pantas saja Wonu hyung betah, hawanya disini kan bagai kok**nch.. sumber energi penuh gizi ini sih~'
Jungkook melihat kearah Mingyu yang entah kapan sudah disebelah Hermes. Ia meneliti surat tadi dengan seksama dengan wajah tenang. Jungkook juga sedikit tidak paham, bagaimana bisa hyung-nya yang bodoh itu tidak sadar bahwa Mingyu adalah Hades ? Padahal aura serta penampilan mencoloknya -dengan jubah hitam-merah panjang, rambut abu-kebiruan yang acak-acakan serta sepatu boots sebetis dengan hiasan tengkorak dari perak- sudah membuat merinding !
Oh iya, dia kan bodoh...
Mingyu membuka suara "Entah kenapa, tapi apa maksud kertas dan kartu lamaran yang ditulisnya disini ? Sedikit mengherankan untukku, bagaimana menurutmu Hoshi ?"
"Panggil aku menggunakan embel-embel hyung, aniki, atau nii-san Mingyu"
"Aku lebih tua"
"Kau bilang kita akan menggunakan umur manusia, pastinya aku lebih tua"
"Cih !"
"Namamu Hoshi ? Kok aku baru tau ya.." Wonwoo mengerucutkan bibirnya lucu yang dibalas dengan kecupan ringan dari Jungkook.
"Bukan, itu hanya nama panggilannya hyung. Hermes memakai nama Kwon Soonyoung. Hoshi itu bahasa Jepang yang berarti bintang" jawab Jungkook riang.
Mingyu mendekatkan wajahnya ke arah Wonwoo. Ia menatap tajam mata sipit Wonwoo serius yang membuat Wonwoo ingin mencair bagai air es. Jungkook yang tidak tau-menahu hanya bisa menopang tubuh Wonwoo seadanya. Menaruh kakinya diantara kaki Wonwoo dan smeakin mengeratkan pelukannya.
"Kau bilang kau takut padaku, tapi kenapa kau biasa saja pada Hoshi hyung ?" tanya Mingyu penuh penekanan. Ah, kurasa ia marah..
"Hey jangan menakutinya ! Ia denganku sudah cukup dekat makanya dia terlihat sedikit biasa" Hoshi menyentil kepala Mingyu pelan dari arah belakang yang langsung dibalas dengan tatapan super jengkel dari empunya.
"Sudahlah hyung mari kita hentikan sampai disini saja dulu, ayo Wonwoo hyung~ ada beberapa makanan enak dirumah, Jin sudah menyiapkannya sedari tadi" baru saja ingin membalas perkataan Jungkook, Wonwoo langsung digendong ala bridal style oleh Jungkook.
"Ya ! Kookiee turunkan akuuuu !"
Blam !
Meninggalkan Hoshi dan Mingyu berdua didlam singgasana Mingyu.
"Astaga aku benar-benar gila !" teriak Mingyu
"Oh demi nektar nikmat didalam tangki rahasia milikku, kau... JATUH HATI PADA IBLIS ?! "
"Hey kau tidak boleh menyimpan nektar untuk diri sendiri, berbagilah kepadaku yang hanya mendapat jatah 1 galon perbulan !"
Hoshi mengurut kepalanya yang tak terasa sakit. Teman yang hampir setiap hari ditemuinya, membantunya, dibantunya, bersenang bersamanya baru saja melontarkan sesuatu yang benar -benar bagai bumerang bagi kehidupan temannya itu. Sudah dilempar nanti balik lagi terlempar.
Aww rasanya sakit..
_O_O_O_O_
Apa yang bisa kau bayangkan mendengar iblis dan malaikat tingkat tinggi tinggal serumah ?
Chaos, kah ?
End of the world, kah ?
RE:World War, kah ?
"Sayang, kau mau apa dulu ? Cheesecake atau buah semangka ? Lalu makanan utamanya kau mau nasi atau mie ?" Jin mengusap pundak Wonwoo sambil menyalurkan kasih sayang yang besar.
"Eh, aku bisa ambil sendiri kok~ Hyung duduk yang tenang saja..."
"Kau itu seharusnya bersyukur saja masih dibantu oleh Seokjin hyung"
"Namjoon ! Jangan begitu pada Wonwoo" marah Jin ke Namjoon
"Hentikan wajah seram tanpa senyuman itu, aku yang menjaga Tartarus hampir setiap waktu saja masih bisa tersenyum senang" Suga menunjukkan senyuman lebarnya yang sangat menggemaskan kepada Namjoon yang dibalas dengan kerlingan malas.
"Aku akan tersenyum kalau ia dan kawanannya lenyap.. kurasa"
"MICHAEL !" teriak Jin kencang. Jin tak pernah semarah ini. Ia akan memanggil nama asli orang tersebut kalau memang itu sudah membuatnya jengah setengah mati. Dan satu-satunya yang bisa membuat seorang Zaphiel marah hanya Namjoon, Archangel tertinggi diantara mereka ber-tujuh. To be honest, ia muak dengan si sialan Michael dihadapannya ini.
Dan ya seperti inilah kehidupan yang akan terjadi jika malaikat dan iblis tinggal satu atap.
"Su.. sudahlah hyung, Namjoon hyung ada benarnya juga kok. Aku benar-benar tidak bersyukur dengan apa yang telah kalian limpahkan kepadaku"
Wonwoo berdiri lalu menenangkan Jin sambil tersenyum kecil. Jin menengok kebelakang dan cukup terenyuh dengan apa yang selalu dikatakan Wonwoo. Suga hanya bisa menundukkan kepalanya dalam karena disini ia berada diposisi yang cukup rendah untuk menentang para malaikat dan seorang iblis berkasta diatasnya. Walau ia lebih tua dari Namjoon, Jungkook, Hoseok, dan Taehyung , wujud penghormatan besar tetap ia lakukan kepada mereka. Dan ia tetap menghormati Jimin walau si cebol itu berada dibawahnya.
"Lagipula, aku hanya merasa tidak pantas diperlakukan seperti ini. La.. lain kali mungkin aku akan menjadi lebih mandiri, hyung-nim"
Bagai tombak yang baru saja menghujam mereka, ada rasa ngilu yang menghujam dada dengan cepat dan kasat mata. Perkataan yang dilontarkan Wonwoo selalu menyakitkan dan menggores hati nurani. Tulus dan jujur, mereka bisa merasakannya. Tapi entah mengapa ego menolak dengan keras semua yang mereka rasakan, ya walau tidak semua.
"Akan.. akan aku ambilkan makanan didapur, hyung-nim. Nanti biar aku yang mencuci piringnya dan membereskan bekas makanannya. Soal pekerjaan rumah, biar aku menggantikan Jimin hyung-nim dalam hal menyapu"
"Tak usah sayang, kau bisa membantu tapi tak semuanya juga kau lakukan"
"Benar apa yang dikatakan Seokjin hyung, jangan terlalu merepotkan dirimu secara berlebihan Wonu~"
"Biarkan dia ! Lagipula anggap saja itu bayaran untuk tumpangan yang kita berikan" Wonwoo menduduk dalam menahan rasa sakit didadanya. Mencoba menetralisirkan nafasnya agar tak menjatuhkan satupun tetes air dari matanya. Apa yang dikatakan Namjoon memang ada benarnya, tapi tetap saja menurutnya itu terlalu kasar. Ia memang iblis dan itu cukup menjijikan menumpang dirumah para Archangel. Tapi setidaknya ia masih punya harga diri yang cukup besar untuk dijatuhkan begitu saja dengan musuhnya yang sudah sangat Wonwoo sayangi bagai keluarga.
"Aku ijin kebelakang dulu kalau begitu, permisi"
Wonwoo melesat pergi meninggalkan ketiga malaikat yang masih mencoba menghilangkan kesan emosi yang kental.
_O_O_O_O_
HEYHOOOOOO~~~
AKOEH KEMVALEEEHHH~~
ADA NYANG INGET SAMA AUTHOR BARU NAN SENGKLEK INI~~~
GAK ADA ? YASUDAHH.. #mojok
Gk w becanda mau mojok
Ayy ada liat guest kasih w saran dan W GEGER SENDIRI SAKING SENENGNYA DIKASIH SARAN !
Sudah dikatakan bahwa w suka bet dikasih saran ama kritikan terus kekurangan di karya w
Entah kenapa, seneng aja yang kesih sarannya jadi w bisa makin meningkatkan kerja keras selama ini #eaaak
Maen tebak-tebakan ae yokk~
Kira-kira si Agus, TaeTae, Hopie ama Chimchim siapa seh ? Kok Agus dibawahnya Hopie ama TaeTae syeh ? Kok ChimChim dibawahnya si Agus ?
Ada yang bilang kurang vaham, sini sama oom biar oom jelasin #pedoae
Terus yang komen 17MissCarat, user yang entah kenapa gua ngepens dengan dia tanpa alsan yang jelas #lah
Terus ada nyang nanya soal ambil part...
HAR HAR HAR
Stay tune aja qaqa :v
SARAN, KRITIKAN DAN REPIUW JUSEYOHHHH~~~
