My Annoying Boy

.

.

Dhienhie Kyuminshipper Fujoshi

.

.

Genre: Romance, Drama, Friendship.

.

.

Rate: T

.

Lenght: Chaptered

.

.

Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki walau sebenarnya saya ingin memonopoli Sungmin untuk diri sendiri *bletak* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D

.

.

Warning:YAOI, Typo(s), AngryKyu! SuperInnocentMing! DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!

.

.

.

enJOY~

a/n: Chingudeul aku mau minta maaf soal kesalahan warning di chapter satu. Ini FF YAOI kok, bukan GS. Maaf ya kalo sudah bikin bingung, atau gak nyaman buat yang baca T_T

CHAPTER 2

.

~(*o*)~

.

This fict is dedicated..

To the world biggest shipper..

The JOYers..

Dengan kalap Kyuhyun memeriksa segala barang berharganya, mulai dari seluruh perangkat game, laptop, I-pad, TV, kulkas, mesin cuci, hmm baiklah abaikan dua benda terakhir, jangan membuat uri Kyuhyun terlihat OOC.

"Tidak ada yang hilang," gumam Kyuhyun lega.

"Huh? Lalu penyusup itu mengambil apa?"

Kyuhyun langsung berlari keluar kamarnya bersiap men-damprat orang aneh itu.

"Ya! Apa mak-"

Kyuhyun tak melanjutkan kalimatnya saat melihat Sungmin tengah meringkuk memeluk lututnya dengan wajah memerah, sudah bisa dipastikan penyusup innocent itu terserang demam tinggi.

"Hyung, minta minum~" lirih Sungmin.

Kyuhyun mengernyit.

'Lagi-lagi hyung sejak kapan aku jadi kakaknya?' batin Kyuhyun sebal, sedikit menyesal karena sempat mengasihani sosok ini beerapa detik yang lalu.

"Hyung~"

"Ya! Sejak kapan aku jadi hyungmu!"

"Hyung-ah, haus sekali. Boleh kan kalau aku berbaring disana? Disini dingin sekali," keluh Sungmin sambil berusaha bangun.

Lagi, Kyuhyun kembali mengernyit dengan sikap Sungmin yang menurutnya sedikit aneh.

'Ada apa dengan penyusup ini? Seandainya ingin merampok kenapa tidak mengambil barang-barangku? Ah tidak! Kalau dia memang kedinginan setidaknya dia berbaring disofa lalu menaikkan suhu ruangan. Kenapa masih menungguku? Minta ijin pula! Hmm, trik penyusup dari hari ke hari makin oke saja,' Kyuhyun masih saja kekeuh dengan pikiran negatifnya sambil menatap intens Sungmin dan berakhir di wajah polosnya yang tengah terpejam dengan bibir bergetar menahan dingin.

'Kurasa tak ada bocah yang berprofesi sebagai penyusup.'

Ayolah Kyuhyun, kapan kau akan berhenti menuduh yang tidak-tidak soal Sungmin.

"Hyung~ boleh ya?"

Kyuhyun tersentak lalu mendengus sebal.

"Terserah kau saja!" tukas Kyuhyun kemudian berlalu ke kamarnya.

"Hyung baik sekali!" ucap Sungmin berusaha mengeraskan suaranya dan Kyuhyun yang mendengar itu hanya bisa melengos malas tak peduli dengan Sungmin yang bersusah payah merangkak ke atas sofa.

"Terimakasih hyung tampan," gumam Sungmin.

Sungmin memang selalu positive thinking berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang selalu negative thinking.

"KYU! KAU MENGUNDANG PENCURI HAH?" teriakan Eunhyuk membuat Sungmin yang sebenarnya ingin beristirahat sebentar kembali terkejut.

Kyuhyun keluar kamarnya sambil berkacak pinggang menatap kesal Eunhyuk yang dengan se-enak jidatnya muncul di apartemennya sambil teriak-teriak pula.

"Hyung! Jangan berteriak!"

"Salah siapa heh? Siapa yang menyuruhmu tak menutup pintu apartemen? Atau kau sengaja mengundang pencuri untuk merampok apartemenmu hah?"

Kyuhyun sedikit menengok ke arah pintu, sepetinya dia kembali lupa menutup pintu karena sosok-

"Itu pencurinya!" tunjuk Kyuhyun pada Sungmin yang berusaha menegakkan duduknya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang terasa berat kemudian menatap Eunhyuk dan Donghae bergantian.

"Kau pencurinya?" tanya Eunhyuk dengan tatapan penuh selidik.

Sungmin mentap dirinya sendiri.

"Naega?" tanyanya bingung sambil membulatkan matanya lucu dengan telunjuk menunjuk wajahnya sendiri.

"Kau pencuri~" ulang Eunhyuk sambil melangkah pelan menuju Sungmin dengan tatapan penuh selidik membuat makhluk innocent itu mundur perlahan dengan wajah panik.

"Aniya! Aniya!" Sungmin berusaha menyangkal dengan wajah gugup sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

"Kau~" Eunhyuk menggantung kalimatnya dengan nada horor membuat Sungmin makin terpojok di sudut sofa dengan wajah ketakutan.

"Ya hyung! Jauhkan wajah mesum-mu itu!" sentak Kyuhyun yang sedikit iba melihat Sungmin mengkeret ketakutan seperti kelinci siap dipenggal.

Eunhyuk memundurkan wajahnya kemudian menatap Kyuhyun.

"Heh! Siapa yang lebih mesum? Lihatlah kau membawa bocah sepolos dan semanis ini, dan lihat juga, bocah imut ini seorang namja. Oh, ayolah Kyu! Apa selain mulai tertarik dengan namja kau juga pedo?"

"MWO?" Kyuhyun menggeram tak suka dengan analisis tolol hyungnya, namun Eunhyuk memilih tak peduli kemudian beralih menatap Sungmin dengan wajah sumringah.

"Siapa namamu?" tanya Eunhyuk.

Sungmin menatap ragu-ragu pada Eunhyuk.

"Lee Sungmin," jawab Sungmin takut-takut.

"Ya, kkokkjongma Sungmin-ah. Aku hanya bercanda tadi."

Sungmin kembali menatap Eunhyuk sambil mengangguk-angguk kecil.

"Aigo.. kau manis seka- EH?" Eunhyuk yang tengah menarik-narik pipi Sungmin jadi terhenti saat-

"Kenapa wajahmu panas?" Eunhyuk mulai bergerak memeriksa kening dan leher Sungmin yang seolah membakar kulit tangannya.

"Kau demam tinggi Sungmin-ah."

"Eh? Demam?" sahut Donghae.

"Ya! Apa yang sudah kau lakukan pada Sungmin maknae tengil?"

"Memangnya aku melakukan apa?" jawab Kyuhyun melempar balik pertanyaan Eunhyuk.

"Haish! Dasar maknae!"

"Sudah-sudah. Kyu, ambil kompres sana," suruh Donghae.

Kyuhyun melirik Sungmin kemudian mendecih pelan.

"Dasar penyusup yang merepotkan!" kesalnya lalu pergi mengambil handuk kecil dan se-baskom air dingin.

Eunhyuk segera bergerak mencari baju ganti untuk Sungmin. Kemana? Ke kamar Kyuhyun lah! Memangnya kemana lagi?

Donghae menatap Sungmin yang tengah duduk di sofa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Pusing mungkin.

"Gwaenchana?" tanya Donghae.

Sungmin hanya mengangguk.

"Mana Hyukkie hyung?" tanya Kyuhyun yang muncul dengan membawa sesuatu yang Donghae suruh tadi.

"Kekamarmu. Mencari baju ganti."

Lagi. Kyuhyun mendecih lagi sambil mengutuk-ngutuk Sungmin yang sangat merepotkan. Seandainya Eunhyuk tidak ke apartemennya mungkin Kyuhyun sudah mendepak makhluk imut ini.

'Imut?' batin Kyuhyun lalu melirik Sungmin melalui ekor matanya.

'Tidak,' lanjut batinnya kemudian meletakkan baskom dan handuk di meja.

"Chagi, kenapa lama sekali?" panggil Donghae setengah berteriak pada Eunhyuk.

Tak lama kemudian namja manis bergummy smile itu keluar dari kamar Kyuhyun.

"Baju Kyuhyun terlalu besar Hae, Sungmin kecil begitu. Jadi, agak susah memilihnya," jawab Eunhyuk yang langsung menghampiri Sungmin dengan piyama biru ditangannya.

"Sungmin-ah, ganti baju dulu ya?" suruh Eunhyuk sambil menyodorkan piyama Kyuhyun.

Sungmin menganggukkan kepalanya kemudian mengangkat kepalanya menatap Eunhyuk.

"Terimakasih hyung," ucapnya lalu dengan santainya membuka kancing kemeja yang dia kenakan.

"Ya! Ya! Ya! Kenapa kau membukanya disini?" seru Kyuhyun heboh sambil menunjuk-nunjuk Sungmin.

"Kau ini kenapa Kyu? Laki-laki normal kan sudah biasa melihat laki-laki telanjang. Aku dan Hyukkie sudah berbalik, kau tenang saja," ucap Donghae santai membuat Kyuhyun langsung mati kutu.

"Terserah!" kesal Kyuhyun ikutan membalikkan tubuh.

Namja jangkung itu terlihat berkacak pinggang sambil mengatur napasnya. Sekilas ia melihat dada mulus Sungmin yang tertutup singlet putih, dan hal itu membuat dadanya berdegup kencang.

'Ya Tuhan, ini tidak mungkin!' batin Kyuhyun berteriak menolak degup jantungnya.

"Aku selesai~" ucap Sungmin. Sebenarnya dia bingung kenapa tiga namja di hadapannya ini membelakanginya.

"Sudah ya," Eunhyuk langsung berbalik.

"Nah, sekarang berbaring. Aku akan mengompresmu," suruh Eunhyuk yang lagi-lagi dituruti Sungmin.

Kyuhyun ikutan berbalik dan melotot heboh saat melihat piyamanya yang kebesaran mengekspose jelas bahu dan tulang selangka Sungmin. Hal itu membuat fantasi Kyuhyun mulai melayang tak jelas.

"Ya! Rapatkan bajumu!" teriak Kyuhyun setelah memalingkan wajahnya ke arah lain.

Donghae dan Eunhyuk terkekeh sedangkan Sungmin yang tak mengerti apa-apa hanya menuruti apa yang Kyuhyun katakan. Merapatkan kerah piyama yang ia kenakan dengan mencengkramnya.

"Seperti melihat tubuh yeoja saja," sindir Donghae.

Kyuhyun terperanjat.

'Heh? Yang benar saja! Cho Kyuhyun itu normal!' Kyuhyun yang masih bertahan dengan pemikirannya langsung menatap dua orang yang mengejeknya tak lupa memasang wajah angkuhnya.

"Aku hanya mengasihani bocah itu, siapa tahu saat melihat anak itu kalian berdua jadi nafsu lalu memperkosanya," kilah Kyuhyun berusaha melempar tuduhan pada Eunhyuk dan Donghae.

"Hyung bicara apa?" tanya Sungmin bingung.

"Tidak Min, bukan hal penting."

.

.

.

Saat ini Sungmin tengah berbaring sambil disuapi Eunhyuk. Siapa yang memasak? Tentu saja restoran, mereka delivery.

"Enak Min?" tanya Donghae.

Sungmin yang tengah mengunyah banyak bubur hingga mulutnya penuh dan pipinya menggembung hanya bisa menggeleng.

"Cih! Bilang tidak enak tapi masih saja dimakan," siapa lagi yang berkata sesinis itu kalau bukan Kyuhyun.

Sungmin melirik Kyuhyun lalu menelan makanannya

"Minnie bisa buat hobak-juk sendiri hyung, lebih enak dari ini," ujar Sungmin sambil menatap Kyuhyun. Dua jempolnya teracung bersamaan dengan senyum manis yang mengekspose dua gigi kelincinya.

'Aigo! Dasar bocah penebar feromon!' umpat Kyuhyun dalam hati. Tidak bisa disangkal, makhluk yang selalu memanggil Kyuhyun dengan sebutan 'hyung' itu memang manis dan imut.

"Aish! Anak ini lucu sekali sih~" puji Eunhyuk sambil menyuapkan satu sendok bubur ke bibir Sungmin, menahan diri untuk tak menarik pipi bulat di depannya.

"Gumuwu (Gomawo)."

"Bocah! Jangan bicara saat makan!" omel Kyuhyun namun lagi-lagi Sungmin hanya tersenyum sambil mengangguk patuh mendengarkan omelan Kyuhyun. Eunhyuk hanya bisa menatap malas pada Kyuhyun sedangkan Donghae ingin sekali memiting kepala calon adik iparnya itu.

"Apa dia menyiksamu, Min-ah?" tanya Eunhyuk.

"Siapa hyung?" tanya Sungmin balik.

Eunhyuk hanya menunjuk Kyuhyun dengan dagunya.

"Hyung tampan?" tanya Sungmin lagi.

Eunhyuk langsung berdecak malas.

'Tampan? Lebih tampan Hae-ku!'

"Hyung tampan? Ah iya, aku memang tampan bocah," ucap Kyuhyun bangga sambil ber-smirk pada Donghae.

"NE! Hyung memang tampan, makanya aku menyukai hyung. Minnie tidak marah walaupun hyung membiarkan Minnie tidur diluar semalaman. Tenang saja, Minnie tetap menyukai hyung tampan," ucap Sungmin dengan semangat kemerdekaan membuat tiga namja di sekitarnya menatap cengo padanya.

Eunhyuk yang sadar lebih dulu langsung bertindak.

PLETAK!

"Aduh hyung!" ringis Kyuhyun.

"Ya! Kau tau ini sudah memasuki musim dingin kenapa kau tega sekali membiarkannya tidur diluar!"

"Atas dasar apa aku harus membiarkan orang asing masuk apartemenku? Bagaimana kalau dia-"

"Ya! Hentikan negative thinkingmu itu! Kau termakan game bodohmu itu, mencurigai semua orang seperti hidupmu penuh dengan musuh. Bagaimana bisa kau membiarkan namja sepolos Sungmin kedinginan diluar."

"Sebaiknya antar Sungmin pulang saja, chagi."

Eunhyuk menoleh ke arah Donghae.

"Ah iya. Apa kau punya alamat rumahmu bocah?" tanya Kyuhyun.

Sungmin menatap Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun kemudian menggeleng.

"Eopseo."

"Lalu kau akan pulang kemana?" kesal Kyuhyun.

Sungmin langsung melancarakan tatapan penuh harap pada Kyuhyun.

"Tidak tahu hyung-ah. Karena itu aku mau tinggal dengan hyung."

"Mwo!"

"Ide bagus! Kau memang harus bertanggung jawab Kyu," sela Eunhyuk cepat.

Donghae menyeringai pada Kyuhyun.

"Aku setuju. Pria sejati mana boleh-"

"Ya! Jangan bawa-bawa soal pria sejati!"

Donghae langsung tergelak mendengar protes Kyuhyun.

"Ah, apa sebaiknya aku beritahu eomma saja kalau kau meminta tinggal sendirian di apartemen agar bisa membawa-"

"Ya! Ya! Ya!"

Eunhyuk mengedikkan bahunya tak peduli.

"Min-ah, baik-baik ne? Aku dan Hae harus pergi. Tenang saja, aku akan sering mengunjungimu dan memastikan kalau hyung tampanmu ini merawatmu dengan baik. Kalau sampai Kyuhyun mengusirmu, aku akan melaporkannya ke kantor polisi dan kalau dia menyakitimu aku akan melaporkannya pada KOMNAS Perlindungan Anak atau mungkin KOMNAS Perlindungan Uke."

Kyuhyun mendecih kesal mendengar wejangan-wejangan yang ia sampaikan pada Sungmin.

"Intinya, jika sedikit saja Kyuhyun menyakitimu. Kau harus segera menghubungiku, kau punya ponsel kan?"

Sungmin menggeleng dengan polosnya.

"Aku tidak punya ponsel, biasanya pakai ponsel appa."

"Tenang saja, Kyuhyun akan membelikanmu ponsel. Kami pergi dulu ne?" pamit Eunhyuk.

Kyuhyun hanya bisa menggeram kesal dengan keputusan yang Eunhyuk buat seenak jidatnya.

Tepat setelah keluar dari apartemen Kyuhyun, Donghae langsung terbahak-bahak hingga memegangi perutnya. Berbanding terbalik dengan Eunhyuk yang berjalan lesu sambil sesekali menoleh, menatap pintu apartemen Kyuhyun yang tadi dibanting pemiliknya.

Donghae yang menyadari Eunhyuk sedang tak baik langsung berhenti tertawa kemudian merangkul pinggang kekasihnya.

"Hei~ kenapa chagi?"

Eunhyuk menatap Donghae sekilas kemudian menghela napas.

"Hae, aku khawatir pada Minnie~"

Donghae yang mengerti hanya bisa ikut menghela napas.

"Aku tadi berpikir untuk tak melanjutkan ini, tapi Minnie sudah tak bisa, dia terlalu senang bisa berada disana."

"Hae, dia terlalu polos. Bagaimana kalau dia menerima yang lebih parah dari ini? Bagaimana kalau adik sintingku itu melakukan hal-hal yang lebih dari tadi? Sekarang saja dia sudah demam, bagaimana dengan besok atau selanjutnya?"

Donghae tersenyum mendengar nada khawatir Eunhyuk.

"Tenang Hyukkie, sebagai hyungnya aku sangat tahu bagaimana Minnie, dia anak yang kuat."

Eunhyuk menghentikan langkahnya.

"Wae?" tanya Donghae.

"Hae, lebih baik kita cari cara lain. Jangan menggunakan Minnie untuk permainan kita-"

"Hei, hei, hei~ tenanglah~ lagipula Minnie menyukai Kyuhyun dan aku yakin sifat polosnya pasti bisa meluluhkan Kyuhyun. Karena dia terlalu polos, mungkin Sungmin tidak sadar kalau Kyuhyun tak menginginkannya. Lihat sendiri kan? Dimarahi sekeras itupun dia masih tersenyum pada maknae menyebalkan itu."

Eunhyuk tiba-tiba tersenyum mendengar penuturan Donghae.

"Kau benar Hae, dia kelewat polos sampai tak sadar situasi sekitar."

Donghae hanya tertawa kecil kemudian membimbing langkah Eunhyuk untuk memasuki lift.

Ya, Lee Sungmin adalah adik kandung Lee Donghae. Namja manis nan polos itu sangat penurut dan tak pernah marah sekalipun. Karena itu Donghae memanfaatkan adik yang satu tahun lebih muda darinya itu untuk membuat Cho Kyuhyun yang mengaku normal itu mencintai Lee Sungmin yang bejenis kelamin laki-laki.

.

Melihat Kyuhyun tengah berkacak pinggang sambil menatap berang ke arahnya, Sungminpun meilih bangkit dari sofa sambil menundukkan kepalanya.

Untuk beberapa detik Sungmin melirik-lirik pada Kyuhyun berharap namja tampan itu akan membuka suaranya, namun sampai menit-menit berlalu tidak terdengar sedikitpun suara Kyuhyun.

"Hyung~" panggil Sungmin pelan namun masih menunduk.

Kyuhyun tak menjawab dan menyibukkan diri mengumpat-ngumpat Sungmin dalam hati.

"Hyung, maaf kalau aku mengganggu hyung. Aku mohon biarkan aku tinggal disini sampai aku menemukan alamat rumahku," pinta Sungmin.

"Kau pikir aku penampung anak terlantar heh?"

Sungmin menggeleng cepat.

"Aku tidak bilang begitu. Aku butuh tempat tinggal, emm- aku akan memasak, menyapu, mengepel, mencuci untuk hyung dan masih banyak lagi. Eotte?" kali ini Sungmin berusaha melakukan penawaran namun taka da reaksi dari Kyuhyun.

"Hyung mau? Cukup biarkan aku tinggal disini. Bagaimana? Setuju kan hyung?"

Kyuhyun masih diam. Namun dalam hatinya dia mulai melakukan perhitungan baik-buruknya tawaran Sungmin.

"Hyung~"

'Hmm, boleh juga. Aku tak perlu sibuk mengantar pakaian ke laundry, tak perlu beres-beres, tak perlu delivery dan yang penting tak perlu bangun kesiangan. Haha~'

"Bagaimana hyung?"

Kyuhyun yang sibuk dengan pemikirannya tak menyadari Sungmin yang sudah berdiri di depannya sambil mengibas-ngibaskan tangannya berusaha menyadarkan Kyuhyun.

"Hyung."

Kyuhyun tersentak

"Ya!" teriak Kyuhyun saat tampang polos dengan mata bulat bening itu berada di hadapannya. Demikian pula dengan Sungmin, dia terkejut mendengar teriakan Kyuhyun hingga mundur beberapa langkah.

"Apa? Kau ingin aku setuju?"

Sungmin menautkan kedua tangannya dan meletakkan di depan dada dengan bibir pouty yang dimajukan, alis yang merengut sedih, dan mata bulat yang mengerjab pelan. Kepalanya mengangguk-angguk mengiyakan.

"Jebal hyung~"

Kyuhyun menelan ludahnya susah payah melihat aegyo attack kelas kakap yang dilakukan makhluk innocent di hadapannya.

"Hyung~" desak Sungmin.

Kyuhyun benar-benar tak bisa melakukan hal lain kecuali menganggukkan kepalanya.

"Geu-geuraeyo," jawab Kyuhyun lalu berjalan cepat menuju kamarnya.

"Yeay!" teriak Sungmin sambil melompat-lompat senang.

Sementara Kyuhyun di kamarnya tengah sibuk mengelus dada sambil mengatur napas dan detak jantungnya.

"Bahaya, bahaya. Bocah ingusan itu berbahaya!" racaunya.

Tangannya sibuk menepuk-nepuk dadanya sambil terus mengatur napas. Sekelebat bayangan Sungmin beraegyo tadi melintas di otaknya.

"Aniya! Aniya! Kau pasti butuh tidur Tuan Cho," monolog Kyuhyun sambil merebahkan tubuh kurusnya ke kasur empuk miliknya.

"Tidurlah, Kyuhyun-ah. Bukankah kau kekurangan jam tidur karena harus menamatkan game-mu dan paginya kau harus kuliah. Jadi, tidurlah sekarang!" ucap Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Matanya berusaha terpejam namun pikirannya masih saja melayang-layang pada sosok Sungmin dengan aegyo attacknya.

'Huh?' Kyuhyun terhenyak saat otaknya benar-benar tak bisa diajak kerja sama.

Dengan gusar ia mengambil bantal.

"TIDURLAH!" teriak Kyuhyun sambil menutup wajahnya dengan bantal.

Bersiaplah untuk menuju surga yang nyata Cho Kyuhyun, Lee Sungmin sedang menunggumu.

Rasanya Kyuhyun harus benar-benar mempersiapkan mentalnya untuk untuk menghadapi Sungmin. Walaupun sebenarnya ia tak sadar saat beraegyo, tapi tetap saja feromon alami yang ditebar Sungmin cukup membuat jantung Kyuhyun berolahraga tanpa harus berlari mengelilingi apartemennya. Versi Kyuhyun yang sok dan gengsi, tetap saja menyangkal kalau detak jantung berlebih yang dirasakannya berarti bahwa dia tertarik dengan makhluk innocent bernama Sungmin itu.

.

~(*o*)~

.

"Annyeonghasimnikka Tuan muda~" sapa namja paruh baya yang Donghae kenal sebagai orang kepercayaan keluarganya –lebih tepat jika dikatakan orang kepercayaan ayahnya.

Donghae tersenyum manis membalas sapaan lelaki yang akhir-akhir inii akrab ia panggil Hong ajushi.

"Dimana eomma?" tanya Donghae.

"Nyonya sedang bersama Nyonya Cho di taman belakang."

Donghae mengangguk.

"Geurae, kalau begitu aku kedalam dulu."

Seiring ucapan Donghae, Hong ajushi membungkuk hormat lalu mengikuti Donghae dari belakang.

"Ajushi," panggil Donghae namun tak ada jawaban.

"Ajushi," ulangnya namun tetap tak ada jawaban.

Donghae menghentikan langkahnya kemudian menatap lelaki yang umurnya mungkin hampir sama dengan kakeknya.

"Ye Tuan muda?"

"Ajushi tidak dengar kalau aku memanggil ajushi sejak tadi?" tanya Donghae dengan nada kesal.

"Maaf Tuan muda."

Donghae menghela napas.

"Saya belum terbiasa dengan panggilan itu karena biasanya Tuan muda Sungmin yang memanggil saya seperti itu."

Mendengar nama Sungmin disebut, Donghae jadi mengingat sesuatu.

"Ajushi, sejauhini appa masih belum tahu kan?" tanya Donghae khawatir.

"Tidak. Sejauh ini Tuan besar belum mengetahui."

Donghae tersenyum sambil menepuk-nepuk dadanya dengan perasaan lega.

"Kau memang yang terbaik ajushi, gomawo ne?"

Hong ajushi kembali membungkuk sebagai sambutan atas pujian Donghae padanya.

"Yasudah, ajushi tak perlu mangantraku. Biar aku kebelakang sendiri."

Sekali lagi Hong ajushi membungkuk, mundur beberapa langkah kemudian berlalu dari hadapan Donghae.

Donghae segera berlari menuju taman belakang rumahnya.

"Eomma!" pekik Donghae langsung memeluk eommanya dari belakang kemudian mengecup pipinya.

"Hae~"

"Aku sudah datang eomma," ujar Donghae yang masih setia bergelayut manja dileher eommanya.

Eommanya hanya tersenyum, Donghae menatap sosok yang duduk di sebelah eommanya kemudian melepaskan pelukannya sebelum membungkuk sopan pada sosok itu.

"Annyeong eommeonim~" sapa Donghae pada eomma mertua –eomma dari Cho Hyukjae.

"Tak perlu begitulah Hae. Sudah kubilang cukup panggil eomma."

Donghae mengangguk canggung kemudian menggaruk belakang kepalanya.

"Duduklah~"

Donghae langsung mengambil tempat di kursi kosong yang berada di hadapan dua eommanya.

"Bagaimana?" tanya Leeteuk –eomma Donghae.

"Mwoya eomma?" tanya Donghae balik dengan polosnya.

"Minnie, Hae-ah," sahut Heechul –calon mertua- dengan gemas.

"Oh, gwaenchana eomma. Kyuhyun tak terlalu menyiksanya. Minnie hanya terserang demam tinggi karena Kyuhyun membiarkannya tidur di luar semalaman."

"Apa! Bocah nakal itu membiarkan Sungmin tidur diluar? Dia tidak tahu kalau ini musim dingin?" Heechul merasakan kepalanya mulai berdenyut.

"Eomma, tenanglah~ tadi Hyukkie sudah merawatnya. Dia juga sudah mengancam Kyuhyun, lagipula Minnie sangat menyukai kegiatan barunya. Aku sudah memberi rambu-rambu agar Minnie pulang tapi dia tidak mau," papar Donghae.

Leeteuk yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.

"Eomma khawatir soal anemianya, Hae. Kau tahu sendiri appamu menjaga ketat Sungmin karena hal itu~"

Donghae hanya bisa menghela napas lesu. Keyakinannya akan keberhasilan rencana ini mulai diragukan.

"Teukie, maaf atas perbuatan Kyuhyun. Sebaiknya jangan diteruskan lagi, Hae~" ucap Heechul penuh sesal.

Leeteuk langsung gelagapan menyadari perubahan sikap Heechul.

"Chullie aku tak bermaksud begitu, aku mengerti Kyuhyun pasti sulit menerima kehadiran orang lain. Lagipula Sungmin sangat menginginkan ini, dia pasti senang bisa berinteraksi lebih dengan orang lain. Aku hanya sedikit mengkhwatirkannya," terang Leeteuk.

"Teukie-"

"Ya, eomma benar. Satu hal yang belum aku katakan."

"Apa?" tanya Heechul saat melihat wajah misterius Donghae.

"Minnie menyukai Kyuhyun dari awal."

"Jeongmalyo?" ucap Heechul dan Leeteuk nyaris bersamaan karena terkejut mendengar penuturan Donghae.

.

~(*o*)~

.

Setelah puas dengan tidurnya Kyuhyun yang merasa haus langsung menuju dapur dan terkejut saat melewati meja makan yang penuh dengan makanan.

"Apa ini?" gumamnya.

Matanya langsung bergerak, menatap waspada ke arah dapur. Perlahan kaki panjangnya melangkah ke dapur, kecurigaannya diperkuat saat mendengar suara-suara gaduh dari dapur.

'Huh?'

Pandangan Kyuhyun langsung tertuju pada sosok yang lebih pendek darinya, sosok yang tengah menyibukkan diri mengiris sesuatu, yang pasti bukan tangannya.

"Bocah!"

"Eung?" dengungan kecil itu terdengar dari sosok berapron biru yang kini tengah menatap Kyuhyun dengan senyum yang 24 jam seolah tak pernah lepas dari bibirnya.

"Hyung sudah bangun ya?"

Kyuhyun melakukan rolling eyes.

"Apa yang kau lakukan di dapurku?" tanya Kyuhyun balik sambil menatap apron biru yang dikenakan Sungmin, terlintas dipikirannya darimana Sungmin mendapatkan itu? Apa tujuan eommanya membelikan benda itu untuknya? Sudah tau Kyuhyun tak bisa memasak.

"Oh, aku sedang masak hyung. Kulihat ada beberapa bahan makanan di kulkas jadi aku masak saja. Sepertinya sudah lama di kulkas."

Kyuhyun tak berniat menanggapi.

"Ah hyung, sudah lapar kan?" pancing Sungmin berharap Kyuhyun menjawab 'iya' atau 'tidak'.

Melihat Kyuhyun diam saja Sungmin langsung teringat kalimat yang selalu Donghae ucapkan saat ia tak menjawab pertanyaan hyungnya itu.

"Diam berarti iya," ucap Sungmin dengan semangat kemudian buru-buru melepas apronnya, berjalan ke arah Kyuhyun kemudian menggamit lengannya hendak menyeret Kyuhyun ke meja makan.

"Ayo hyung."

"Ya! Apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun sinis sambil menatap tangan Sungmin yang sudah melingkari lengannya.

"Eum mian~" Sungmin melepaskan gamitannya dan masih saja memasang senyum manis di raut polosnya.

Kyuhyun harus memejamkan matanya bahkan mengatur napas saat tak sengaja menatap raut polos dengan senyum manis itu. Aish~ rasanya feromon yang makhluk imut itu tebarkan terlalu kuat. Daripada memikirkan itu dan jantung bodohnya kembali berdebar tak jelas, Kyuhyun memilih melangkah ke meja makan dan mendudukkan diri untuk memilih makanan yang dia inginkan.

"Mashita?" tanya Sungmin yang sejak tadi diam menatap Kyuhyun yang tengah makan.

Kyuhyun awalnya sama sekali tak ada niat untuk menanggapi Sungmin, namun matanya justru melirik pada Sungmin dan menemukan mata bulat pemilik raut manis itu tengah mengerjab imut sambil menunggu jawabannya.

Kyuhyun menghela napas.

'Tabahkan hatimu, Kyu~' batin Kyuhyun sendiri.

"Hyung?"

"Madeopseo!"

"Ah geuraeyo?" kaget Sungmin, namja manis itu segera mencicipi masakannya.

"Jangan-jangan kau beri racun ya?"

"Apa? Tidak hyung, aku tidak mungkin memberi itu. Itu bisa mencelakakan orang lain," ucap Sungmin dengan tampang kaget bercampur gugup karena dituduh senista itu oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Sungmin kemudian mengangguk setengah mencibir.

Sungmin tersenyum lega lalu menyodorkan masakannya yang lain. Berbagai jenis sayuran bercampur jadi satu dengan sedikit kuah kental yang menggugah selera, dia menyebutnya Japchae.

"Apa ini! Singkirkan!" sungut Kyuhyun sambil menunjuk mangkuk yang baru saja Sungmin sodorkan.

"Kenapa hyung? Tidak ada seperti yang hyung bilang tadi."

"Aku tak suka sayur, bocah!"

"Eh kenapa?"

"Kenapa pula aku harus memberitahumu?"

Sungmin mengerjab sejenak sebelum akhirnya mengangguk paham sambil kembali tersenyum.

"Kalau hyung tidak suka, aku bawa ke dapur saja ya? Hyung lanjutkan makannya. Selamat makan~"

Kyuhyun tak merespon sama sekali.

"Emm hyung, sayurannya boleh untukku tidak?" tanya Sungmin takut-takut.

Kyuhyun yang mendengar nada bicara Sungmin langsung mengernyit.

"Kau pikir aku sekejam itu? Makan saja sepuasmu!"

"Ah benarkah? Terimakasih ya hyung!" seru Sungmin kemudian berlari dengan senang ke dapur.

Kyuhyun melirik ke arah dapur dan melihat Sungmin tengah sibuk sendiri di dalam sana. Masih dengan memperhatikan Sungmin, Kyuhyun meraih sepotong daging lagi. Tidak elite sekali kalau Sungmin menangkapnya tengah mengambil makanan lagi padahal tadi dia sendiri yang mengatakan kalau masakan Sungmin tidak enak.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum konyol menikmati dagingnya.

'Enak juga kalau bisa makan seperti ini setiap hari,' batinnya mengingat makanan-makanan instan yang biasa ia makan.

"Berguna juga bocah menyebalkan itu~" gumam Kyuhyun sambil menatik satu sudut bibirnya.

Silahkan Tuan Cho, silahkan menyeringai sepuasmu, silahkan tertawa tertawa sepuasmu sebelum semuanya berbalik menyerangmu. Bersiaplah untuk kejutan-kejutan lain dari si imut berwajah polos itu.

TBC

Annyeong~

Suka sekali buat tanggapan chingudeul soal FFku, sempet ragu gitu publish ini FF, takut sambutannya gak seheboh FF yang kemarin. Takut juga ada beberapa yang menganggap ini membosankan, mungkin karena FF dengan genre seperti ini banyak ya? Entahlah~ atau mungkin perasaanku saja -_-

Oia, ada yang mengusulkan ganti genre humor ya? Aduuuhhh, aku gak yakin kebelakangnya tetep lucu, takutnya malah garing XD, aku suka bingung sama selera humor orang lain soalnya *alasan* Jadi, ini aja deh genrenya. Gak papa kan?

Soal yang tanya ini bakalan hurt apa gak, sudah pasti gak! #gak yakin sih *plak* Gak ada hurt-hurtan deh kayaknya di FF ini. Ini FF kayaknya bakal ringan banget jalan ceritanya karena ini konfliknya mungkin hanya menyadarkan bagaimana seorang Cho Kyuhyun yang angkuhnya setinggi patung Liberti itu mengaku dan menyadari dengan sepenuh hati kalau dia itu 'gay'. Oke?

Eum, terimakasih buat yang sudah meninggalkan jejak ya? Terimaksih banget! *hugkissbow* Aku butuh komentar, saran, atau apapun itu. Jadi, luangkan sedikit waktu chingudeul untuk memberi masukan walaupun cara ngomongnya sekasar Kyuhyun *bletak* #ih, tapi jangan deh! Bisa kesel aku XD, oke cukup sampai disini cuap-cuapnya ya~

NEXT!

RCL please~

Gomawo udah baca \(*o*)/