Disclaimer : Naruto dan Hinata serta The Last ini punya Masashi sensei^^


Lanjutan nya^^

''Hinata'' Teriak Sakura khawatir.''Mou, Dasar bodoh, '' Bentak Sakura pada Naruto waktu itu.

'' Hei, Kenapa kamu mengatai ku bodoh'' Tanya Naruto tidak mengerti.

Tapi malam itu, Ketika Sakura mengatakan Naruto bodoh, Naruto mengejar Hinata. Bahkan ketika fansnya mencegat karena pesanannya sudah selesai, Naruto tetap mengejarnya. "Hinata!"kata nya. ''Senpai,Gyoza nya sudah jadi'' kata fans nya mencegat, Namun kali ini Naruto tidak mempedulikan nya dan berlari mengejar Hinata.
"senpai.."Ucap fans nya.
Naruto terus berlari melewati jalanan bersalju.
"Hinata!"Teriak nya. Naruto terus mengejar dan berteriak memanggil namun Hinata tetap tak mau berhenti.
Naruto pun berhenti, lalu selembar kertas turun dari langit bersama bola-bola salju kecil yang berjatuhan.
Naruto memandangi kertas itu, Kertas milik Hinata di hari itu yang bertuliskan namanya, Uzumaki Naruto.

"Hinata.." Ucap nya lirih.
"Karena itulah, aku tidak takut mati, Jika aku bisa menyelamatkan mu" ucap Hinata, yang saat ini berada di seberang jalan, melihat dengan tatapan penuh perasaan ke arah Naruto. "Karena.. AKU MENCINTAIMU, Naruto-kun.."
Angin bersalju secara perlahan mengangkat helai rambut Hinata..
"Naruto!" Sakura kemudian datang secara tiba-tiba dan, "Naruto!Bangun, Ini cuma mimpi!" Sakura mencoba membangunkan Naruto dari alam genjutsu itu.

Tampak Shikamaru, Sai dan Hinata juga sudah terbebas, tinggal Naruto yang saat ini masih berusaha Sakura bangunkan.

"Sakura-chan.." Kata Naruto mulai siuman.
"Akhirnya kau bangun juga.." Ucap Sakura lega akhir nya bisa membebaskan sahabat nya dari pengaruh Genjutsu kenangan.
"Apa ini.. jebakan yang memang disiapkan oleh musuh?" Tanya Sai.
"Ya, Ini jebakan pengacau dalam wujud Genjetsu dan mengirim korban nya ke dalam dunia kenangan,'' jawab Shikamaru menjelaskan.
Kelompok itu telah mulai melanjutkan perjalanan mereka kembali. Dalam dunia penuh bola-bola melayang yang berisi kenangan masa lalu.

''Bisa di artikan ini adalah penjara yang mengurung kenangan.'' Lanjut Shikamaru lagi
'' Dan Untung saja Sakura yang kebal terhadap Genjutsu bersama dengan kita" Ucap Shikamaru.

"Arigatou Sakura. Tadi aku bermimpi bersenang-senang dengan kakakku.. tapi kau mengeluarkanku dari dunia itu.." ucap Sai.
"Kedengaran nya bukan ucapan terimakasih.." Sindir Shikamaru.
Naruto, setelah apa yang sudah ia lalui tadi, ia mulai memahami perasaan Hinata. Tapi, Naruto tak berani untuk mengatakannya.

Selanjutnya, mereka sampai di sebuah kolam air panas lagi.
"Kolam air panas lagi?" Ucap sai
"Hinata, apa Byakuganmu masih tak bisa melihat dasarnya?" tanya Shikamaru.
"Ya, Byakuganku masih seperti dihalangi.."

"Yosh, Terus bertarung sambil maju!" Ucap Shikamaru dan terjun ke kolam itu duluan.
"Laksanakan!" Ucap Sai dan Sakura berbarengan.
Sakura dan Sai menyusul Shikamaru yang sudah meluncur duluan ke kolam itu. Tidak seperti biasanya, Naruto yang paling semangat tampak terdiam.
"Ada apa?" tanya Hinata curiga.
"Tentang Genjutsu yang tadi.." kata Naruto
"Eh? kenapa?" Tanya Hinata tidak mengerti akan ucapan Naruto.

"Ah tidak, bukan apa-apa.." Naruto pun melompat menyusul yang lainnya.

Tinggal Hinata yang masih berada di atas sana. Dan ketika ia hendak melompat untuk menyusul yang lainnya, seseorang muncul dan memangilnya, "Hinata.." kata Orang itu adalah Toneri.

Hinata pun menoleh dan mendapati Toneri tidak jauh dari diri nya.
"Sudah kubilang, aku datang untuk mencari mu, Untuk memintamu datang pada ku'' kata Toneri
"Dimana Hanabi!?" tanya Hinata sambil memasang kuda-kuda bersiap bertarung.
"Jangan khawatir, dia tidur nyenyak di kastil ku.." Jawab Toneri melompati bulatan yang satu ke bulatan yang lain nya hingga mendekati Hinata dan berhadapan dengan nya.

"Kembalikan Hanabi!" ucap Hinata masih dengan kuda-kuda bertarung nya..
" Semua nya Tergantung dari jawabanmu, putri Byakugan.." ucap Toneri.
"Putri Byakugan?" Ulang Hinata masih tidak mengarti dengan ucapan nya.
"Hinata.. Mari kita Menikah" Ucap Toneri
"Menikah?" Kaget Hinata saat Toneri tiba-tiba saja melamar nya.

Naruto yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam kolam itu merasa khawatir karena Hinata tak kunjung menyusulnya. Lalu tanpa pikir panjang iapun kembali berenang ke permukaan untuk memastikan gadis itu tak kenapa-kenapa.

Sementara itu ke tiga teman nya yang sudah jauh lebih dulu menyelam, Shikamaru, Sai, dan Sakura sudah sampai di dasar. Mereka keluar dari kolam tadi dan sampai di sebuah kolam lagi, yang makin penuh dengan bulatan-bulatan itu.
"Terlihat seperti pabrik gelembung" ucap Sai.
"Aku mengerti." ucap Shikamaru saat mengamati gelembung-gelembung itu.
"Eh?" kata Sai tidak paham
"Di sini lah tempat si Juru Kunci pembuat gelembung tinggal" jelas Shikamaru.

''Juru Kunci? Kata Sai masih tidak paham atas penjelasan oleh Shikamaru.

"Naruto dan Hinata.. mereka belum muncul juga.." ucap Sakura khawatir sambil melihat ke arah kolam. Dibanding situasi mereka saat ini, Sakura lebih mengkhawatirkan dua teman dekatnya itu.
"Harus kah kita kembali untuk memeriksa nya?" saran Sakura. Namun belum sempat pertanyaannya dijawab, sesosok monster raksasa tiba-tiba saja muncul dan mengamuk, seolah tak senang karena rumahnya kedatangan tamu.
"A-apa itu!?"
"Seekor kepiting!?" Ucap Sakura kaget.
"Itulah juru kunci yang kumaksud!" ucap Shikamaru.

Kembali lagi ke Naruto, ia keluar dari kolam dan melihat Hinata bersama Toneri. "Hinata!" Naruto yang khawatir tentu saja langsung melesat untuk menyelamatkan Hinata.
"Naruto-kun" Kata Hinata
"Jangan dekat-dekat dengan Hinata!" Teriak Naruto berdiri di depan Hinata.
"Kau lagi.. menghalangi saja, Minggir lah.." Usir Toneri.
" Dimana Hanabi!?"Tanya Naruto dan mencoba memukul namun Toneri menghindarinya.

Kembali ke Sakura dan yang lainnya. Dari telapak mahluk besar berwujud kepiting itu, keluar gelembung-gelembung air yang menembak dengan sangat keras bagai semprotan suiton.
"Berpencar!" perintah Shikamaru cepat dan mereka bertiga pun melesat menyebar ke arah yang berlainan.
Shikamaru menghindari semprotan-semprotan yang terus ditembakan mahluk itu. "Jangan menghancurkan gelembungnya, bisa-bisa kita terjebak genjutsu lagi!" ucap Shikamaru.
Trank! Tank!

Sakura menembaki cangkang kepiting raksasa itu dengan beberapa kunai, namun tak mempan sama sekali.
"CHOUJUU GIGA!" Sai menciptakan tiga lukisan singa yang langsung menyerang monster itu. Namun mudah saja, kepiting raksasa itu menghancurkan jutsu Sai dengan capitnya.

"FUUJIN, RAIJIN!" Sai kemudian menggambar dua sosok lelaki bertubuh kekar untuk menahan kepiting itu. Untuk sesaat mahluk besar dan dua sosok berwujud jin kekar yang Sai gambar saling beradu kekuatan, sampai kemudian mahluk ciptaan Sai menendang kaki si kepiting hingga membuatnya goyah dan kemudian dilempar sampai membentur atap.
Dari atap yang terbentur itu, munculah cahaya yang sedikit menyinari gua gelap itu. Shikamaru pun mampu memaksimalkan jutsunya.

''KAGE NUI'' Ucap Shikamaru mengeluarkan jurus bayangan nya.

Shikamaru menggunakan kekuatan bayangannya untuk mengikat tubuh kepiting yang kini tergeletak di pojokan gua.
"Sakura!" Teriak Shikamaru
Sakura pun mengerti maksud dari Shikamaru dan dia pun mengeluarkan jurus pukulan maut andalan nya '' SHANAROOOO'' Teriak nya dan menghancurkan kepiting raksasa itu dengan sekejap.

Naruto dan Toneri sendiri sudah memulai pertarungan mereka. Mereka melompat-lompat lincah pada bulatan-bulatan melayang itu, saling pukul, tendang dan menghindar. Toneri begitu lincah menghindari serangan-serangan Naruto. Tapi pada akhirnya, Naruto mampu menghantam tepat pipinya.
Akibat pukulan itu, wajah Toneri retak.
Toneri terlempar dan menabrak tembok bebatuan hingga hancur. Namun meski wajahnya telah retak dipukul Naruto, ia masih mampu untuk bangkit kembali, namun kini dengan gerakan yang jauh lebih kaku.
"Kau.. apa kau itu Kugutsu(Boneka)?" Tanya Naruto saat menyadari kalau yang dia pukul adalah sebuah boneka.
"Ini bukan tubuhku.." ucap Toneri sambil terus melangkah kaku mendekati Naruto dan Hinata. "Hinata.. Lain kali aku yang asli akan datang pada mu, lalu beri jawaban nya ya.'' Kata boneka Toneri itu tersenyum.

"Diam kau!" Naruto memukulnya lagi namun belum kena, tubuh yang hanya sebuah wadah itu sudah hancur dengan sendirinya.

"Tinjumu tak akan pernah bisa mengenaiku. Tak akan pernah.." ucap boneka Toneri sebelum suaranya benar-benar menghilang.
Selanjutnya, Naruto dan Hinata pergi menyusul Sakura dkk. Naruto kaget saat melihat kepiting raksasa itu sudah remuk dihajar Sakura.
" Ini kau yang meninju nya Sakura-chan'' kata Naruto takjub.
"Ya begitulah.." Jawab Sakura.

"Naruto, Jika kau meninggalkan Hinata dan membiarkan nya dalam bahaya lagi, Kau juga akan merasakan tinju ku'' Ucap Sakura mengancam.
"Ya, aku tau.." Jawab Naruto.
"Hinata, aku tidak akan membiarkan mu..." Naruto melihat ke arah Hinata dan.. Hinata menatap dengan wajah murung yang penuh tanda tanya.
"Aku.. tak akan pernah membiarkan mu lepas dari pandangan ku lagi" ucap Naruto sambil sedikit menundukan wajahnya.
" Apaan, Kau baru saja memalingkan pandangan mu" ucap Sakura.
"Huh, Aku tidak berpaling'' Bantah Naruto.

Mereka berjalan menelusuri goa gelap itu hingga akhirnya sampai pada tempat yang sangat mengejutkan. "Tempat apa ini?" Shikamaru menatap kaget.
" Apa Pulau itu melayang ya?" Tanya Naruto
"Tidak.. permukaan pulau nya melengkung.." ucap Shikamaru.
"Sinar matahari nya ada di bawah juga'' kata Sakura
"Bukan kah itu palsu? Kata shikamaru menganalisa
"Manusia membuat matahari? Tanya Sai
"Ya.." Jawab Shikamaru

Mulai senja, mereka lanjut mengamati sekeliling tempat itu dengan menaiki burung Sai. "Hinata, apa kau menemukan tanda-tanda keberadaan musuh?" Kata Shikamaru
"Tidak ada" Jawab Hinata dengan mengaktifkan Byakugan nya mengamati sekitar.
"Musuh pasti sudah menyadari keberadaan kita.." Lanjut nya lagi
"Tapi kenapa mereka belum menyerang?" Tanya Sakura.
"Ya, aku juga merasa aneh.." Jawab Shikamaru.
"Terlalu tenang." lanjutnya.

Tanpa mereka sadari, dari balik pepohonan, hutan lebat yang ada di bawah mereka, pasukan berbalut perban sudah siap untuk menyerang, tinggal menunggu perintah.

"Biarkan mereka, Jangan melakukan apa pun. Sampai aku mendapatkan dia'' Ucap Toneri dari balik kursi nya.
"Oh..matanya berkedut lagi.." ucap Toneri sambil memegangi matanya. Mata baru yang ia ambil dari Hanabi, gadis kecil yang saat ini tertidur di ranjang di depan Toneri dengan mata diperban.
"Luar biasa, Byakugan nya murni sekali.." ucap Toneri.

Malam hari, Naruto dan yang lainnya membangun perkemahan di tengah hutan. Naruto tidur di atas dahan pohon, sambil mengamati sekitar. Lalu tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang. Hinata. Diam-diam, Hinata pergi dari tendanya.
Naruto mengikutinya, dan ternyata Hinata pergi ke tempat yang diterangi cahaya, duduk di atas sebuah batu besar sambil merajut syal merah yang sebelumnya rusak itu.
''Hinata, Syal itu benarkah untuk ku? Kata Naruto pelan sangat pelan hingga Hinata tidak menyadari keberadaan Naruto.
Naruto tak mau mengganggunya dan dia diam saja mengamati dari balik pohon.

Keesokan harinya, mereka melanjutkan pencarian dengan menunggangi empat burung Sai seperti biasanya. Dengan kemampuan Byakugannya, Hinata mampu melihat ke arah yang sangat jauh. "Aku bisa melihat ada kota 20 kilo meter dari sini.." ucapnya.
"Yosh, ayo ke sana!" ucap Shikamaru.
Naruto diam saja.

Singkat cerita merekapun sampai, kota yang sepertinya lebih mirip reruntuhan kota kuno yang sudah ditinggalkan. Bentuk dan corak bangunannya begitu primitif, pepohonan tumbuh liar di dinding-dinding dan atap bangunan coklat berbentuk kotak-kotak itu.

'' Tidak ada seorang pun di sini'' Kata Hinata setelah memastikan dengan bantuan Byakugan nya.

'' "Kota ini dbangun beberapa abad yang lalu." ucap Shikamaru. "Mari kita berpencar dan mencari petunjuk." Ajak Shikamaru kepada teman-teman nya.

Mereka berpencar dan di sisi Sai..
Di tengah jalan ia menemukan sebuah kunai yang telah usang.
"Rupa nya dulu desa ini,desa shinobi'' Kata nya pada diri sendiri.

Di sisi Sakura, ia melihat cahaya. "Api?" kata nya.
Lalu Shikamaru, ia masuk dalam ruangan yang gelap, lalu menggunakan api untuk pencahayaan. Dan saat dilihat, di sana ada tumpukan tengkorak manusia yang sangat banyak.
"Apa ini?"Tanya Shikamaru pada diri sendiri kaget.
Dan di sisi Naruto dan Hinata
"Apa dulu di tempat ini pernah ada perang?" Tanya Naruto pada diri sendiri setelah mengamati tempat yang dia masukin.
Hinata masuk ke dalam sebuah ruangan dan berteriak, "Kyaaa!"
Naruto yang masih di luar pun khawatir. " Ada apa ..Hinata?!" Teriak nya Khawatir dan bergegas menghampiri Hinata takut terjadi yang tidak di ingin kan.

Namun setelah menyusulnya ternyata teriakan Hinata cuma karena serangga. "ada sarang laba-laba.." ucap Hinata mencoba menyingkirkan sarang laba-laba yang sangkut di rambut panjang nya.

''Kamu bisa melihat jauh dengan Byakugan Mu. tapi malah menabrak jaring laba-laba yang ada di depan mata, Kau lucu sekali.."Kata Naruto dan mencoba membantu membersihkan jaring di rambut Hinata. Hinata diam saja.

Mereka kemudian melanjutkan pencarian. "Naruto-kun.." Kata Hinata memulai pembicaraan. Saat ini mereka sedang menaiki anak-anak tangga yang lumayan banyak
"Ada apa?" Tanya Naruto setelah sampai di tempat yang ada air nya dan mencoba meminum nya.
"Umm.. syal yang biasa kamu pakai mana?" Tanya Hinata.
"Ah.."
Naruto tak menjawabnya, malah memberinya air yang Naruto ambil dari sumber air di tempat itu. "Di bawah sana tadi panas, jadi minumlah.."

"Ya.." Hinata meminumnya. Kemudian mereka melanjut kan perjalanan memeriksa tempat-tempat di sana sampai saat masuk ke ruangan gelap hinata berkata "Aku merasa agak dingin disini.." ucap nya sambil tetap mengaktifkan Byakugan nya
"Ya , Pasti lah karena baju mu seperti itu.." ucap Naruto sedikit menatap Hinata yang fokus mengaktifkan Byakugan nya ke depan. Hinata yang merasa di perhatikan Naruto jadi merasa Malu.
"Ta-tapi kan.. ini seragam misiku!" ucap Hinata sambil memalingkan wajah nya. Dan mereka pun jadi salah tingkah.

Dan mereka pun melanjutkan perjalanan lagi melompat-lompat dari atap-atap rumah ke atap yang lain, Hingga tanpa sengaja Hinata terpeleset dan hampir terjatuh tapi untung nya Naruto sigap dan langsung menarik tangan Hinata hingga mereka terduduk dan sadar akan tangan yang bertautan kedua nya pun jadi salah tingkah lagi.

''Jika Hinata tidak apa2, aku bisa mengatasi dingin sedikit seperti ini. Hachin! Kata Naruto

'' Kamu tidak apa-apa? Tanya Hinata Khawatir

''Aku sungguh tidak apa-apa'' Jawab Naruto. Dan Hinata pun tertawa kecil.
"Kenapa?" Tanya Naruto heran
"Ah bukan apa-apa.." ucap Hinata.
"Kenapa sih?" Tanya Naruto lagi penasaran.
"Sudah kubilang tak ada apa-apa kan.." Jawab Hinata lagi.
"Ayolah bilang.." Kata Naruto tetap merasa penasaran
Hinata tertawa lagi.

Malam hari, mereka merebus mie instant di sebuah bangunan tua.

Aah, enak sekali!" Naruto menghabiskan mie instannya dan berdiri.
"Eh? Mau pergi ke mana?" Tanya Hinata.

'' Mau Pipis'' Jawab Naruto dan melangkah pergi.

tapi saat ia mau keluar, "Hyaa!" sesuatu seperti menabrak Naruto sampai ia melompat-lompat. Tapi ternyata tadi itu cuma jaring laba-laba.

''Naruto-kun'' Kata Hinata khawatir.

''Sarang laba-laba lagi'' kata Naruto setelah tahu penyebab nya.
"Apa kamu baik-baik saja?"Tanya Hinata masih khawatir.
"Ya.."Jawab Naruto

"Ukhh.." Naruto kesakitan.
"Ada apa?"Tanya Hinata memastikan.
"Sepertinya tadi punggungku terbentur.." ucap Naruto.
"Ini.." Hinata kemudian menyerahkan sekotak obat salep, obat yang sama seperti yang pernah Hinata berikan padanya dulu saat Ujian Chuunin.
"Arigatou.." Naruto menerimanya. "Oh iya.. Kamu juga dulu pernah memberikan ku balsem ini saat ujian chunnin kan?Tanya Naruto
''Kamu masih ingat sampai sekarang ya'' Kata Hinata.

"Sebenarnya, aku mengingatnya lagi baru-baru ini.." ucap Naruto.

Selanjutnya Naruto berusaha untuk mengoleskan salep itu ke punggungnya. Tapi sekuat tenaga, sekeras mungkin ia berjuang sampai keringat mengucur dari wajahnya, Naruto tak bisa menggapai punggungnya yang sakit itu dengan tangannya. Dan Naruto pun terguling.

Akhirnya Hinata pun membantunya mengoleskan salep..

"Makasih ya.." ucap Naruto setelah punggungnya selesai diobati. Hinata tersenyum dan memasukan kembali obat itu ke tasnya, dan tak sengaja ia menjatuhkan kunai Hanabi yang ada di tas itu.
Mereka melihat kunai itu..
"Kita harus bergegas menyelamatkan Hanabi." ucap Naruto.
"Naruto.. ada sesuatu yang sebenarnya ingin kubicarakan denganmu." ucap Hinata.
"Apa?" Tanya Naruto.
'' Mengenai perkatamu saat boneka Tenori muncul'' kata Hinata.
"Toneri?" Tanya Naruto

Tapi belum sempat Hinata menjelaskan maksud nya tiba-tiba saja Sai datang ''Nah, Disini kalian rupa nya'' Kata Sai. '' Hinata, kami membutuhkan mu untuk memeriksa sesuatu'' lanjut Sai lagi.

Sai kemudian mengajak Naruto dan Hinata menuju ke suatu reruntuhan, semacam reruntuhan kuil dengan patung-patung mirip patung Budha yang sudah rusak, serta prasasti-prasasti dengan tulisan kuno. Di sana, Sakura dan Shikamaru sudah menunggu.
"Apa maksudnya?" tanya Naruto.
"Ini Tulisan kuno, semacam sumpah dari masa lalu yang berhubungan dengan umat manusia." Ucap Sai

Mereka lalu masuk ke dalam, tempat gelap dengan prasasti yang bertuliskan, "Kepalan tangan mata Tensei, Bulan yang terlahir kembali akan menghancurkan manusia." Ucap Shikamaru
"Apa maksudnya?" Kata Sakura tidak mengerti.
"Mungkin mata Tensei yang membuat Bulan bergerak." Jawab Shikamaru.
"Jadi, Kakashi benar kalau penculikan Hanabi dan Bulan yang makin mendekat memiliki hubungan.." Tanya Sakura lagi.
"Yah, firasatnya memang selalu tepat."Jawab Shikamaru.

Sementara itu Hinata hanya terdiam memandangi patung itu. Sampai kemudian, sebuah suara misterius tiba-tiba saja memanggilnya. "Putri Byakugan.."Kata suara Misterius itu.
"Eh!?" Naruto dan yang lainnya kaget. "Ada apa ini!?" Ucap Shikamaru kaget.
Kemudian sebuah jalan rahasia terbuka. Merekapun masuk ke sana. "Apa ini.. ruang pemakaman?" Ucap Shikamaru melihat-lihat dan kemudian..
"Ada seseorang!" ucap Hinata.
Shikamaru membalikan badan dan sesosok lelaki tua menyeramkan tampak sudah berdiri di depannya.

Shikamaru mundur perlahan, sementara lelaki tua berambut panjang itu melangkah pelan sambil berkata, "Byakugan.. aku merasakan Byakugan nya.." Ucap lelaki tua itu semakin memajukan langkah nya
"Oh, Aku sangat yakin,Tidak salah lagi.." ucap orang itu sambil terus mendekat, sementara Naruto dan yang lainnya memasang kuda-kuda bersiap.
"Tidak salah lagi.. oh putri Byakugan..'' Ucap nya mendekati Hinata.
"Jangan dekat-dekat Hinata!" Kata Naruto menghalanginya.

Lelaki yang sejak tadi berjalan menunduk itu kemudian mengangkat wajahnya, membuka kedua matanya yang kosong. Ya, tampak matanya gelap tanpa ada bola mata di sana. Ia kemudian terduduk, lalu membuka mulut. Dari mulutnya itu, semacam bola cahaya muncul..
Bola cahaya itu makin besar, keluar pelan dari mulut bapak-bapak yang kini sudah tak sadarkan diri itu dan melayang perlahan dan kemudian memancarkan cahaya violet yang sangat terang.

Sinar itu menyambar ke arah Hinata, masuk ke bola matanya, membuat Hinata mampu melihat suatu gambaran yang mengerikan. Sebuah kota, ledakan, perang..
Hinata kemudian pingsan.
"Hinata!" kata Naruto dan menahan tubuh Hinata sebelum ia terjatuh ke lantai.
"Kamu apa kan Hinata!?" tanya Naruto pada lelaki yang sudah mulai bangun lagi itu.
"Tenseigan telah dibangkitkan kembali.. harus dihentikan.. Ootsutsuki" ucap lelaki itu. Hanya itu, setelahnya bola itu kembali masuk ke tubuhnya dan iapun hancur menjadi debu.
Mereka kemudian keluar dari reruntuhan itu. "Hinata, apa kau baik-baik saja?"Kata Sakura setelah sedikit menyembuhkan Hinata dengan chakra nya.
"Uh-huh.." Hinata mengangguk.
"Kalau tak salah tadi orang itu menyebut Otsutsuki.. itu adalah nama keluarga asli Rikuduo Sennin.." ucap Shikamaru. "Hagoromo Otsutsuki, itulah nama asli Rikudo Sennin sebelum beliau menjadi petapa kan.." Sambung Sai.
Malam itu mereka berkemah di kota mati itu.
"Juga, ia memanggil Hinata dengan sebutan putri Byakugan.. kelihatannya penculikan Hanabi yang dilakukan Toneri ada hubungannya dengan ini.." ucap Shikamaru, kemudian meminum secangkir minuman hangat.

Malam berlanjut, tampak Hinata masih sibuk menyendiri menyelesaikan rajutan syalnya. Naruto memperhatikannya tak jauh dari situ. "Merajut.. apa dia mau merajut terus selamanya? Hah, sepertinya merajut itu memang butuh waktu yang lama.." pikir Naruto.
Naruto kemudian mendekati Hinata, "Hinata, ngomong-ngomong apa yang ingin kau bicarakan tadi?"Tanya Naruto.
Hinata diam saja..
"Kau bilang ini ada hubungannya dengan yang dikatakan oleh boneka Toneri kan?" Sambung nya.

"Itu.. bukan apa-apa." ucap Hinata dan melanjutkan rajutan nya.
"Heh? Apa maksud mu Bukan apa-apa?" Tanya Naruto Bingung.
" Ano, Maaf, saat ini aku ingin sendiri.." ucap Hinata sambil terus merajut.

"Begitu ya.." Naruto tak punya pilihan lain selain pergi meninggalkannya. Meski sebenarnya ia khawatir dengan keadaan Hinata. Yah, sejak tadi Hinata tampak aneh, dari wajahnya seperti ia menyembunyikan sesuatu. Bahkan sampai keesokan harinya ketika misi mereka lanjutkan, tatapan Hinata tetap seperti itu..
"Ayo periksa desa yang ada di sana!" ucap Shikamaru sambil menunggangi burung Sai. Kelompoknya pun bergegas menuju sana.

Di desa berikutnya, yang keadaannya tak jauh beda dengan desa sebelumnya, Hinata dan Naruto sama-sama diam. Mereka bahkan berjalan berjauhan, tak seperti biasanya.
Senja, Naruto dan Hinata berada di atas sebuah bangunan sambil melihat ke arah kejauhan. Di sana juga mereka tak banyak bicara. Naruto hanya bilang, "Seperti nya Hanabi sudah tidak disini"
Hinata diam saja.
Melihat wajah Hinata yang diam itu, Naruto..

Naruto terdiam dan menunduk. Lalu bangun dan berjalan kembali, "Sebaiknya kita kembali ke yang lain.." ucapnya melangkah pergi.
Hinata masih terdiam.

Malam harinya, Hinata kembali duduk sendiri, merajut syal itu di atas sebuah batu di sebelah sungai. Suasana yang gelap menjadi terang karena kunang-kunang beterbangan di tempat itu.

Naruto diam di balik pepohonan. Memperhatikan gadis itu dari kejauhan.
"Hinata.." Kata Naruto akhirnya berani mendekati Hinata. Namun sebelum sempat berkata apa-apa, Hinata berkata..
"Adikku sedang dalam bahaya, tapi aku malah di sini.. merajut.." Kata Hinata menunduk.

"Aku ini kakak yang tidak baik, ya?" Lanjut nya
"Itu tudak benar!" ucap Naruto. "Kau jauh-jauh datang ke sini cuma untuk menyelamatkan adikmu."Lanjut Naruto menyakin kan.
"Tapi andai saja kalau waktu itu aku di rumah.." Kata Hinata tapi langsung di potong Naruto
"Aku bersumpah, akan menyelamatkan Hanabi, jadi jangan Khawatir!" ucap Naruto tegas.

"Arigatou.." kata Hinata tersenyum kecil.
'' Naruto-kun, Memang baik sekali.'' Kata Hinata menatap wajah nya Naruto.

''Hey, Aku baik bukan hanya karena aku Mencintaimu saja.'' Kata Naruto malu-malu sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal

''eh,'' Hinata Kaget.

''Aku juga khawatir tentang Hanabi'' Lanjut Naruto.

Bentar, apa barusan yang kamu katakan'' Kata Hinata berdiri ingi di ulangin kata-kata sebelum nya.

''Hanabi,Aku Khawatir terhadap nya'' Kata Naruto.

''Bukan itu, tapi sebelum nya'' Ucap Hinata sedikit menunduk.

Meski tak mau mengakuinya Hinata tahu isi hati Naruto. Naruto pun pada akhirnya tak bisa mengelak lagi.
"Hinata.. aku Mencintaimu.." ucap Naruto jujur.
Mata Hinata terbuka lebar..

Selama beberapa detik Hening, situasi canggung mereka rasakan. Hinata dan Naruto sama-sama terdiam. Saling menatap satu sama lain.
"Hinata.."Kata Naruto memecahakan keheningan yang sempat terasa tadi.

Kegelapan kemudian menyapu bayangan cahaya yang dipantulkan oleh permukaan air. Dari atas sana, Tonari muncul menghampiri mereka..
"Toneri! Apa kau boneka seperti sebelumnya!?" teriak Naruto. "Dimana Hanabi!?"Lanjut nya.
"Diam, aku datang untuk mendengar jawaban Hinata." ucap Toneri, sambil memperlihatkan mata barunya.
"Jawaban? Hinata takkan bicara apapun pada mu" ucap Naruto. "Jadi cepat katakan dimana Hanabi!" teriak nya.

Selanjutnya terjadi sesuatu yang benar-benar tak diduga oleh Naruto. Hinata menghampirinya, lalu tanpa mengatakan apa-apa langsung menyerahkan syal yang telah selesai dirajutnya pada Naruto.
"Hinata.." Kata Naruto merasa ada sesuatu yang aneh.

Selanjutnya Hinata pergi, pergi ke sisi Toneri.

"Hei.." Naruto masih tak mengerti. Tepat setelah ia mengucapkan perasaannya, gadis itu malah pergi. "Ada apa sebenarnya, Hinata?" Tanya Naruto tapi tidak di jawab Hinata.
Hinata berdiri di sebelah Toneri dan berkata pada Naruto, "Selamat tinggal, Naruto-kun.."

Hinata terdiam di balik pelukan Toneri, meninggalkan Naruto yang masih menatap hampa dengan penuh tanda tanya. Menyisakan perasaan campur aduk.. ketika orang yang baru ia sadari ia butuhkan tiba-tiba pergi dari hidupnya.

Hinata telah pergi. Pergi meninggalkan Naruto bersama lelaki yang baru saja dikenalnya itu. Naruto sedih. Sedih sekali. "Hinata.." Teriak Naruto.
Tapi Naruto tak mau berdiam diri lama-lama. Masih ada banyak yang tak bisa ia terima. Naruto membuat beberapa Kage Bunshin, lalu menggunakan itu sebagai pijakan untuk mengejar Toneri yang membawa terbang Hinata.
Namun dalam perjalanan, musuh muncul dan menghalangi jalan Naruto.

Naruto mampu menghindari beberapa tembakan cahaya yang musuh lancarkan, namun pada serangan kesekian, Naruto tak mampu menjaga keseimbangannya dan terhempas. Untung saja, burung Sai datang cepat dan menyelamatkannya.
Shikamaru, Sai, dan Sakura datang di waktu yang tepat.
Mereka membalas serangan musuh dengan melempar kertas-kertas peledak.
"Kembalikan Hinata!" teriak Naruto, yang saat ini berdiri di burung raksasa Sai.
"Mengembalikannya?" Toneri membalikan badannya, melihat dengan tatapan tenang ke arah Naruto. "Hinata datang padaku atas kemauannya sendiri.."Ucap Toneri
Hinata masih terdiam di balik rangkulan tangan Toneri.

"Hal ini sudah ditakdirkan sejak zaman dahulu." ucap Toneri. "Hinata dan aku harus menikah." Lanjut nya.
"Menikah? Hinata.." Naruto melihat Hinata dengan penuh harapan, "Itu semua bohong, kan?" Tanya Naruto penuh pengharapan kalau yang dia dengar adalah kebohongan.
Hinata menutup matanya. Dan dengan itu, sosok Hinata seolah makin menjauh dari diri Naruto.

Toneri kemudian menembakan bola energi berwarna hijau cerah dari telapak tangannya. Tembakan itu mengarah tepat ke Naruto. Naruto berusaha menahannya dengan rasengan oranye yang sejak tadi ada di telapak tangannya.
Namun kekuatan hijau itu seolah menelan rasengan Naruto, lanjut mendorong tubuh Naruto, masuk dan kemudian menarik sejumlah besar chakra oranye yang berada di dalam tubuh Naruto.
"Chakraku.."Ucap nya dalam hati.
Chakra kuat dalam jumlah yang sangat besar keluar dari diri Naruto, membentuk gumpalan energi yang jatuh dan meledakan hutan di bawahnya.

Naruto menjadi benar-benar tak berdaya. Ia ikut terjatuh ke dalam ledakan yang sangat kuat itu. Ledakan yang menghancurkan sebagian kecil dari Bulan.

"Apa yang kau lakukan!?" tanya Hinata ke Toneri.
"Aku tak ingin ada pertarungan dan tidak mau melukai mu" ucap Toneri.
Toneri lalu menggunakan kekuatan cahaya hijaunya untuk menghilangkan energi Hinata.
Setelah ledakan tadi, Naruto terus meluncur. Meluncur pelan, perlahan namun pasti makin jauh dengan Hinata. Lalu syal merah yang Hinata berikan tadi.. tak ada gunanya sama sekali.

Syal yang ia buat dengan penuh perasaa itu pelan-pelan hangus terbakar oleh api dari ledakan tadi. Lenyap menjadi serpihan abu, sama seperti harapan Naruto.
"Hinata..."Lirih Naruto dan Naruto pun tidak sadarkan diri.

Bulan semakin hancur. Bongkahan demi bongkahan yang berasal darinya berjatuhan ke Bumi.
Malam itu, Bumi benar-benar panik. Sejumlah besar penduduk dibawa untuk mengungsi ke tempat yang dianggap aman.
"Cepat sedikit!" orang-orang yang jumlahnya sangat banyak itu saling berdesakan.
"Aku tak bisa maju oi! Di depan penuh!"
"Hei, tetap mengantri! Jangan panik!"

"Tempat berlindung telah selesai dibangun," ucap Tsunade, si pemimpin pengungsian itu dari atas bukit. "Untuk melindungi seluruh penduduk Negara Api!"

"Kumohon tenanglah, jangan panik.." ucap Shizune, yang ikut membantu proses antrian para penduduk.
Sementara di langit, tampak meteor terus berjatuhan. Tak hanya di Negara Api, negara-negara lain juga sibuk melindungi penduduk mereka.

Mizukage kelima, Mei Terumi menggunakan jutsu semburan air berbentuk apinya untuk menahan salah satu meteor,''SUITON: SUIRYUUDAN'' Ucap nya.''YOUTON: YOUKAI NO JUTSU'' ucap nya lagi, lalu tembakan lava untuk menahan yang lain. Namun, jumlah meteor yang berjatuhan terlalu banyak.

Satu dua meteor tetap jatuh menghantam daratan.

Di sisi Tsuchikage, ia terbang dan menggunakan elemen debunya untuk mengurung dan meledakan meteor sebelum meteor itu sampai ke permukaan Bumi.''JINTON: GENKAI HIKARI NO JUTSU'' Ucap nya. Namun gara-gara encoknya yang terus kumat, tak banyak meteor yang bisa ia hentikan. Ledakan terus terjadi.

Kembali ke sisi Shikamaru dan yang lainnya, Sai baru menyadari dimana mereka saat ini. "Jadi.. kita ini sedang berada di Bulan?"
"Yah, dan kemungkinan gua tempat kepiting raksasa itu menyimpan gelembung-gelembungnya adalah jalan pintas yang menghubungkan antara Bumi dan Bulan." ucap Shikamaru, sambil memandangi jam di telapak tangannya, yang menandakan kalau Bumi tak lama lagi akan hancur.
Sementara itu di seberang ruangan, tampak Sakura yang sedang berusaha untuk memulihkan kesadaran Naruto.

"Bagaimana kondisinya Naruto?" tanya Shikamaru.
"Parah.." jawab Sakura.

''Hampir semua chakra nya terserap keluar'' Lanjut nya menjelaskan.

"Hinata.." dalam tidurnya Naruto menyebut-nyebut nama Hinata.
"Jadi akhirnya kau menyadarinya juga, dasar bodoh.." ucap Sakura.

Sama seperti Naruto, saat ini Hinata juga tampak sedang tak sadarkan diri, terbaring di sebuah kasur empuk milik Toneri.

"Cantik sekali.." Ucap Toneri berdiri memandangi Hinata di sebelahnya.

''Hinata, Aku ingin tahu lebih banyak lagi tentang mu'' Ucap Toneri.
Toneri memunculkan apa yang ada di pikiran Hinata dengan kekuatannya, dan gambar yang muncul adalah wajah Naruto.
Untuk sesaat Toneri terdiam lalu bertanya, "Kenapa dia?"
Hari berlalu, dan akhirnya Hinata terbangun. "Dimana aku?" kata Hinata bertanya-tanya. Namun setelah melihat pemandangan di balik jendela yang ada di seberang kamar itu, Hinata menyadarinya. "Ini adalah.. kastil Toneri." Ucap nya lagi.

Hinata tak mau membuang waktu dan langsung mencari-cari adiknya. Hingga akhirnya sampailah ia di dalam ruangan tempat Hanabi terbaring. "Hanabi.."Kata Hinata
Hinata melihat wajah adiknya yang dibalut perban.
"Matanya telah diambil.."Kata nya lagi.
"Hinata.." Hinata teringat dengan kata-kata Toneri waktu itu ketika mereka berada di dalam gua penuh bola kenangan.
"Hinata, menikahlah denganku." ucap Toneri waktu itu.
"Menikah?"

"Apa yang kau bicarakan? Cepat kembalikan Hanabi!" ucap Hinata.
"Adikmu berada di kastilku." Toneri menyelimuti dirinya dan Hinata dengan bola besar mirip layar berbentuk cekung yang menampilkan gambar Hanabi, yang sedang terbaring di sebuah kamar.
"Hanabi!"
"Aku telah mengambil Byakugannya." ucap Toneri asli yang berada di sebelah Hanabi.

"Kau... jahat sekali..." ucap Hinata.
"Maaf.." ucap Toneri. "Ini adalah kehendak langit Hamura."lanjut nya
"Hamura?" tanya Hinata
"Pendiri shinobi di bulan Ootsutsuki Hamura, . Mungkin agar mudah di mengerti beliau itu adalah adik dari Rikudou Sennin, pendiri dari shinobi yang ada di Bumi..Klan Hyuga milikmu, Mewarisi darah Hamura. Cerita nya di mulai pada ribuan tahun yang lalu, beberapa abad yang lalu. Rikudou Sennin, sang kaka, khawatir, beliau takut kalau Juubi yang memiliki chakra besar dan kekuatan tak terbatas akan membawa bencana di dunia sehingga Rikudou Sennin memisahkan chakra Juubi dan memebagi nya kedalam 9 Bijuu untuk melemahkan kekuatan nya. Cangkang dari Juubi yang telah di pisahkan dari chakra nya di kenal dengan Gedou Mazou yang di sembunyikan dan di segel di bulan sehingga Juubi tidak akan bisa di bangkitkan kembali. Hamura memutuskanuntuk tinggal di bulan dengan tujuan untuk menjaga Gedou Mazou. Rikudou Sennin menjadi pendiri shinobi di bumi tapi Hamura adalah korban keraguan dunia yang di buat oleh kaka nya sendiri. Jika dunia yang di ciptakan oleh kaka nya menyimpang dari jalan shinobi, Dia mempercayakan kepada keturunan nya akan kerusakan itu. Ribuan tahun telah berlalu, pertarungan antar shinobi tak kunjung berhenti. Mereka terus mengunakan chakra sebagai senjata. Hingga akhir nya Gedou Mazou telah di curi dan bahkan Juubi telah berhasil di bangkit kan kembali. Klan kami telah mendapat kesimpulan bahwa shinobi di bumi akan mengacaukan ketentraman dan kedamaian dunia. Dunia yang diciptakan Rikudou Sennin telah gagal. Maka dari itu, sesuai wasiat suci dari Hamura. Aku akan menghancurkan dunia milik Rikoudou Sennin. Jika Byakugan murni ini bergabung dengan chakra ku maka akan berubah menjadi Tenseigan. Dengan kekuatan mata ini aku akan membuat bumi jadi debu dan menciptakan dunia baru'' Kata Toneri panjang lebar menjelaskan.

''Aku tidak percaya akan cerita mu, aku akan menyelamatkan Hanabi'' Ucap Hinata pada layar besar itu yang terdapat Toneri asli nya.

'' Meski pun kamu tidak tahu keberadaan kastil ini? Tanya Toneri asli dari layar. sebelum akhirnya ia melenyapkan kubah untuk komunikasi tersebut.
"Aku akan menunggu jawabanmu." ucap boneka Toneri. Saat itulah Naruto muncul, dan selanjutnya semua terjadi seperti yang sudah diceritakan sebelumnya. Naruto menghancurkan Toneri yang hanya boneka itu.

Kembali ke masa sekarang, Hinata masih berada di kamar itu, memandangi adiknya yang terbaring di ranjang. Lalu, Toneri muncul.

"Ohayo." ucapnya ramah. "Aku senang karena kamu mengerti perasaanku , Hinata."Ucap nya
Hinata diam saja. Di kastil itu, yang ada bukan hanya mereka bertiga. Toneri mempunyai banyak sekali pelayan yang siap melayani Hinata.
"Hinata-sama , Selamat datang di kastil ini" ucap perempuan yang merupakan kepala pelayan. "Selamat datang." ucap pelayan-pelayan yang lain sambil menunduk. Tapi ternyata, mereka semua itu hanya boneka.

''Hanya ada boneka di kastil ini? Tanya Hinata.

''Meraka boneka yang di tinggalkan para leluhur kami. Sejak ayah ku meninggal sewaktu aku masih kecil, selama ini aku tinggal sendirian di kastil ini'' Jawab toneri sambil terus berjalan. Hinata yang mendengar jawaban Toneri hanya bisa terdiam.

Mereka kemudian sampai pada suatu tempat semacam kuil.
"Setelahnya kita mengadakan pernikahan disini,''Ucap Toneri . ''kemudian kita akan memasuki Ruang kebangkitan, dan masuk dalam tidur yang panjang sampai lingkungan bumi stabil setelah kehancuran nya'' lanjut nya menjelaskan.
"Itu mustahil." ucap Hinata.

"Bulan juga akan hancur." Lanjut nya.
"Jangan khawatir, kastil ini dilindungi oleh chakra yang sangat kuat." Jawab Toneri.
"Chakra yang kuat?" Tanya Hinata bingung.
"Ya.. chakra yang cukup kuat untuk menggerakan Bulan." Kata Toneri.
"Apa maksudmu?" Tanya Hinata lagi penasaran.
"Ini adalah kekuatan peninggalan Klan Ootsutsuki, yang di asah dari penderitaan Klan ku'' Jawab Toneri. Dan mereka akhir nya keluar dari tempat itu, tapi Hinata masih penasaran ingin mengetahui lebih banyak siapa tahu ada petunjuk dari semua ini.
"Dimana benda semacam itu berada?" Tanya Hinata lagi.
"Itu..." Toneri teringat kalau yang ada dalam pikiran Hinata masih Naruto. Jadi, ''itu sesuatu yang tidak bisa aku beritahukan'' Jawab nya.

Sejenak mereka berdua sama-sama terdiam, lalu Hinata memutuskan untuk kembali. "Boleh aku kembali ke kamarku? Aku merasa dingin di luar sini."Tanya Hinata tanpa melihat ke arah Toneri,Hinata merasa kecewa karena tidak bisa mendapatkan petunjuk lebih banyak.
"Karena di sini selalu gelap sepanjang tahun.." ucap Toneri.
"Dan oh iya, maukah kamu merajut kan sebua syal untuk ku?"Tanya nya.
"Eh?" Hinata kaget.
"Syal yang khusus untukku. " Lanjut nya lagi.

Hinata terdiam sejenak.

"Apa kau menolak?"Tanya Toneri sedikit kecewa, Karena Hinata adalah gadis yang selalu baik hati dan tidak ingin mengecewakan siapa pun, akhir nya menyanggupi nya.
"Tidak, aku mengerti.." Hinata menganggupinya.
"Benarkah? terimakasih.." Toneri merasa senang. "Kau membuatku senang, Hinata."Lanjut nya tersenyum.

"Ukhh.." lalu secara tiba-tiba Toneri merasakan rasa sakit di matanya.
"Ada apa!?" tanya Hinata.

"Jangan khawatir, ini bukti kalau Byakugan mulai berubaah menjadi Tenseigan." ucap Toneri. "Aku hanya butuh sedikit istirahat."

Toneri pergi, meninggalkan Hinata sendiri di tempat itu. Di depan kuil itu. Hinata kemudian menghadap ke belakang, melihat ke arah kuil itu menggunakan Byakugannya dan kemudian berkata dalam hati, "Sepertinya bukan disini."

TBC.

Sekali lagi ini bukan Fanfic ya tapi Ringkasan/ Rangkuman dari Movie nya aku ambil dari beberapa sumber dan pasti nya dari movie nya sendiri dan aku gabung-gabungin.

Aku sangat suuuuuukaaaaaa sama movie ini karena Hinata-hime ku bener-bener jadi Heroik di sini moment Naruhina nya benar-bener banyak dan so sweet sungguH dari 10 Movie Naruto yang ada menurut ku Cuma Movie ini yang bener-bener paling menakjubkan suka suka suka suka dan pasti paling suka saat di ending Naruhina Kissing Kyaaaaaaaaa loncat-loncat kegirangan dah xD