LOVE ACTION

Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Cast : Uchiha Sasuke & Haruno Sakura

Other cast : Naruto anime chara dan beberapa OC

Summary : Kecemburuan bisa menimbulkan dampak yang cukup fatal. Sahabat bukanlah hanya menjadi orang yang selalu ada buat kita. dia juga bisa menjadi objek kecemburuan itu.

Warning typo bertebaran dan alur gak nyambung.

Pagi yang cerah dengan alunan kicauan burung yang membentuk harmony yang indah memanjakan indra pendengaran makhuk hidup yang mendengar. Matahari juga tak malu-malu menampakkan dirinya menghangatkan semua makhluk yang masih menghembuskan nafas dibumi tempat kia berpijak. Para pelajar pun mulai melangkahkan kakinya menyusuri jalan yang membawa mereka ketempat mereka menyiapkan bekal masa depan berupa Konoha High School pagi ini tidak seheboh biasanya. Pasalnya, objek yang menjadi biang ricuh belum menampakkan dirinya setelah memasuki kelas mereka. Ya, hari ini anggota Akatsuki tidak menuju ruang desis karena mereka tidak memiliki sesuatu yang bisa mereka lakukan disana.

" Suke, kau sudah belajar untuk ulangan Kimia dari Kakashi sensei?" Tanya Naruto

" Hn" jawab Sasuke

" Haaah… Kau enak pintar, bagaimana denganku?" Tanya Naruto pada dirinya sendiri

" Kalau dipikir-pikir, di Akatsuki orang dengan koneksi otak paling lama adalah Naruto" ujar Tenten tanpa dosa

" Heh, cepol dua. Kau jangan seenaknya mengataiku, memangnya berapa nilai matematikamu kemarin? Aku jamin aku lebih tinggi" ujar Naruto dengan PeDe-nya

" Durian kesasar! Kau meremehkanku? Begini-begini otakku ada isinya, tidak sepertimu yang kosong" seru Tenten tidak terima

" Apa mereka harus meributkan hal-hal kecil?" bisik Ino pada Sakura yang sedang membaca novel

" Entahlah, bukankah itu hobi mereka" ujar Sakura tanpa mengalihkan fokusnya dari novel yang ia baca

" Sakura" panggil Sasuke

" Hmm?" sahut Sakura seraya menoleh keasal suara

" Eh? Ada apa, Sasuke-kun?" Tanya Sakura begitu melihat siapa pemilik suara yang memanggilnya tadi

" Bagaimana dengan rencana pembasmian berandal itu?" Tanya Sasuke

" Sudah siap. Gaara-kun yang menyiapkannya. Dia bilang akan datang sepulang sekolah" jawab Sakura

" Baiklah" ujar Sasuke kemudian kembali focus dengan buku bacaannya

" Sakura" kali ini Ino yang memanggil Sakura

" Ada apa?" Tanya Sakura

" Menjadi kau enak yah" ujar Ino seraya menopang dagu

" Maksudnya?" Tanya Sakura bingung

" Yah, kau bisa selalu bersama dengan Sasuke-kun, dimanapun" jawab Ino

" Itu karena kami berteman sejak kecil" ujar Sakura

" Yah, itu juga. Kau sudah berteman dengannya sejak kecil rumah kalian juga berdekatan. Ditambah posisi kalian di desis ataupun di Akatsuki" ujar Ino

" Kenapa memangnya? Apa kau iri?" Tanya Sakura

" Ya tentu saja, forehead! Siapa yang tidak iri denganmu?" seru Ino

" Kau tidak harus bicara sekeras itu" ujar Sakura seraya menutup kedua telinganya

" Maaf,maaf. Soalnya pertanyaanmu sangat bodoh. Siapa yang tidak iri denganmu" ujar Ino

" Begitu yah.. Kau tidak usah iri padaku. Kau 'kan sahabatku" ujar Sakura seraya tersenyum

" Ya, kau benar" ujar Ino

" Tapi dengan menjadi sahabatmu tidak membuatku bisa lebih dekat dengan Sasuke-kun lebih dari seorang teman biasa. Menjadi sahabatmu juga tidak membuat Sasuke-kun lebih perhatian padaku. Aku lebih terlihat seperti dayang-dayangmu, kau tau itu aku sangat sangat iri kepadamu" batin Ino

SKIP

" Bagaimana kalian sudah mengerti strategi kita?" Tanya Gaara mengakhiri penjelasannya

Yang lain hanya mengangguk mengiyakan kecuali… yah kalian tau siapa dia.

" Naruto, jangan bilang kau tidak mengerti lagi" ujar Gaara

" E..etto, eng aku mengerti" ujar Naruto kaku

" Benarkah?" Tanya Tenten

" T..tentu saja" jawab Naruto

" Jadi, apa rencana kita?" Tanya Tenten

" E..etto, aha! Rencananya adalah.." jawaban Naruto tidak diselesaikan

" Apa?" desak Ino

" Tunggu sebentar.. Jadi Gaara sudah menerangkan kepada kita bahwa rencananya adalah… emmm, eng… etto, aku tidak tau" ujar Naruto pada akhirnya

GUBRAK!

Semua yang menyaksikannya akhirnya bergubrak ria menyaksikan kejeniusan teman mereka ini

" Katanya kau mengerti" ujar Temari

" Aku tidak mengerti hal rumit begitu. Yang aku tau kita akan menghajar mereka habis-habisan" ujar Naruto berusaha membela diri

" Terserah kau saja" ujar Shikamaru

" Ayo kita pergi sekarang" ajak Sasuke

Mereka pun menuju ketempat berandalan itu.

" Hinata, ganbatte" bisik Sakura

Hinata hanya mengangguk dan mengiyakan

" Aku akan berusaha! Semuanya mengharapkanku aku tidak boleh gagal" batin Hinata

Hinata memulai aksinya dia berjalan dengan santai melewati gang sempit yang sudah cukup sepi karena ini sudah menjelang sore hari. Didepan terlihat 3 orang berandal yang sedang duduk dan tertawa tidak jelas, Hinata menatap jijik kelakuan mereka.

" Apa mereka tidak punya kegiatan yang lainnya" batin Hinata

" Hai nona manis. Kau sendirian disini?" Tanya seorang berandalan berambut merah yang menyadari kehadiran Hinata

" Memangnya yang kau lihat bagaimana" batin Hinata

" K-kalian mau apa?" Tanya Hinata seraya berjalan mundur dan memasang ekspresi ketakutan

" Hanya ingin bermain sebentar" jawab berandal dengan rambut hijau lumut

" G-gomen, a-ku harus pulang sekarang" ujar Hinata berusaha menjauh

" Kenapa buru- buru, kita bahkan belum memulai permainannya" ujar berandal berambut coklat gelap

" Siapa namamu, nona?" Tanya si Merah

" H-hinata" jawab Hinata

" Ikutlah dengan kami" ujar si Hijau lumut seraya memegang tangan Hinata

Hinata hampir membanting berandal itu kalau saja dia tidak mendapat pesan dari Ino

'Hinata, jangan lupa misimu' itu yang dikatakan oleh Ino

" Lalu, apa margamu? Apa kau mau memakai marga yang sama denganku?" Tanya si Coklat gelap seraya memegang dahu Hinata

" T-tidak perlu, aku sudah punya marga" jawab Hinata

" Eh? Jadi kau sudah punya? Ganti saja dengan margaku" ujar si coklat gelap lagi

" Tidak perlu. Aku tidak butuh marga murahan darimu" ujar Hinata sinis

" Kau berani pada kami, mengatai marga kami murahan? Memangnya kau siapa?!" seru si merah seraya ikut memegang tangan Hinata yang satu lagi

" Aku? Hinata" jawab Hinata seraya membanting kedua beranda yang memegang tangannya

" Heh? S-siapa kau? Beraninya kau" seru si Coklat yang sekarang berdiri dihadapan Hinata

Dia kemudian mengambil nafas sejenak

" Dia sudah pada batasnya" ujar Neji

" Kita harus bersiap" ujar Sasuke

" Hyuuga Hinata-desu!" seru Hinata kemudian menendang si Coklat hingga membentur dinding

" H-hyuuga? Jangan-jangan Hyuuga yang 'itu' " ujar si Hijau lumut ketakutan

" Memangnya ada berapa Hyuuga disini!" seru Hinata kemudian menendang berandal itu sehingga membentur pagar besi

" Hinata, jangan hanya kau yang bermain" ujar Sakura yang datang bersama Akatsuki dan Akatsuna

" Aku hanya tidak bisa lagi menahan diri" ujar Hinata kemudian memukul beandal terdekat

" Jadi, kita mulai?" Tanya Kankurou

" Boleh saja" jawab Neji

Sebelum mereka memulai, datang segerombolan orang yang diduga teman ketiga berandal tadi yang membawa senjata berupa balok.

" Beraninya kalian semua" seru salah satu dari mereka

" Memangnya kalian mau apa?" Tanya Temari

" Lihatlah kemarahan kami!" seru pemimpin mereka

" Mari kita bersenang-senang" ujar Sasuke dengan seringainya

Dan terjadilah adu jotos diantara mereka semua. Sebagai catatan Akatsuki dan Akatsuna tidak boleh menggunakan kekuatan mereka. Mereka hanya akan menggunakan kemampuan bela diri masing-masing.

BUM! BRAK! KEDUBRAK! BOOOM MEONG…..GRAARR..

" Gadis pink itu mungkin lemah karena tidak ikut bertarung, serang dia" uajr salah satu dari mereka kemudian menuju kearah Sakura yang agak menepi

" Apa mereka itu bodoh?" batin Ino, Tenten dan Hinata

" Mereka cari mati rupanya" batin Sasuke dan Naruto

" Mood Hime sedang kurang bagus hari ini" batin Shikamaru

" Aku mendoakan keselamatan kalian" batin Neji seraya tersenyum prihatin

Sakura hanya menghela nafas bosan melihat kedua berandal yang dengan PeDe-nya hendak menyerang dirinya yang sedang bad mood ini. Saat berandal itu tinggal 1 meter didepannya Sakura mengeluarkan pukulan mautnya.

" SHANNARO!" seru Sakura seraya melayangkan pukulan mautnya kearah berandalan itu

Alhasil, mereka terkapar tak berdaya mencium tanah air tercinta, Bayi yang baru lahir pun tau kalau pemenang pertarungan kurang kerjaan ini adalah Akatsuki dan Akatsuna. Para berandal tidak tau diri itu kini sudah terkapar dengan posisi tidak elit dengan keadaan antara sadar dan tidak sadar.

" K-kalian, kenapa bisa mengalahkan kami?" Tanya seorang berandal

" Kau masih bisa bicara yah" ujar Ino

" Hime, kau bukannya kau tidak ingin ikut campur kali ini?" Tanya Shikamaru

" Aku pikir mungkin bisa melampiaskan kekesalanku pada mereka" ujar Sakura sarkatis

" Kau menakutkan, Sakura-chan" ujar Naruto

" Urusai Naruto!" bentak Sakura

" Jadi, kita apakan mereka, Sasuke?" Tanya Gaara

" Gaara, tentu saja kita bawa mereka ke kantor polisi" ujar Temari yang kesal dengan kepolosan adiknya

" Temari-san, kurasa Gaara-kun berpikir kita bisa mengubur mereka hidup-hidup" ujar Tenten

" Saran yang bagus, Tenten" ujar Temari

" Sasuke,Naruto, Sakura, Temari dan Gaara" gumam salah satu berandal itu

" HAHHH!" seru seorang berandal dengan ekspresi ketakutan

" Hoi, ada apa denganmu. Berisik tau" tegur Kankurou

" J-jangan, kalian ini Akatsuki dari Konoha Gakuen dan Akatsuna dari Suna Gakuen?!" seru seorang berandal

" Oh, kau ternyata tahu kami" ujar Neji

" T-ternyata benar" ujar berandalan tersebut

" Kalian salah telah mengganggu siswa dari sekolah kami" ujar Sasuke

" S-sumimasen, k-kami t-tidak akan melakukannya lagi" ujar berandal itu seraya bersujud dihadapan Akatsuki dan Akatsuna

" Kurasa kita harus memaafkan mereka" ujar Sakura

" Heh? Kenapa begitu?" Tanya Hinata

" Sakura benar. Kita suruh saja mereka pergi dari sini dan jangan pernah muncul dihadapan kita ataun mereka benar-benar akan tamat" ujar Sasuke

" B-baik" ujar berandal itu kemudian lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu

" Misi kali ini selesai" ujar Naruto

" Bagaimana kalau kita rayakan" usul Tenten

" Aku setuju" sahut Naruto

" Aku tidak bisa, aku ingin pulang" ujar Shikamaru

" Tentu saja kau tidak bisa, Shika. Kau akan pergi dengan Temari" uajr Sasuke

" Betul. Temari pergilah dengannya" ujar Kankurou mendorong Temari

" Aku tidak mau" tolak Temari

" Harus mau!" seru Akatsuki dan Akatsuna (-Shika dan Temari)

Alhasil keduanya terpaksa mengikuti kemauan teman-temannya

" Kuharap mereka bisa akrab" ujar Sasuke

"Seperti kita 'kan Sasuke-kun" ujar Ino

" Sakura, Naruto. Kita pulang sekaarang" ujar Sasuke kemudian berlalu mengabaikan Ino

" Baiklah, ayo Sakura" ujar Naruto

" Minna, kami duluan Jaa ne" ujar Sakura kemudian menyusul Naruto dan Sasuke

" Sasuke-kun, Naruto chotto matte!" seru Sakura mempercepat jalannya

" Kau lambat" ejek Naruto

" Ayo kita juga pulang" ujar anggota Akatsuki dan Akatsuna yang tersisa

Mereka kemudian bubar kerumah masing-masing. Ino bersama Neji, Hinata dan Tenten pulang bersama karena rumah mereka yang berdekatan serta Gaara dan Kankurou yang tinggal seatap.

TBC

Yui : Halo minna.. Yui balik dengan lanjutan fict LOVE ACTION

Yuumi : Yui juga mau minta maaf atas kehancuran chap sebelumnya

Ayato : Karena Yui gak ada bakat

Yuuki : Dia hanya modal nekad aja

Yui : Tega amat. Bodo amat.. Intinya Yui mohon maaf karena fict kemarin Typo bertebaran dengan buannnyakk sekali.. Yui juga sadar fict ini ( dan fict Yui yang lain) itu gak mask akal. Yui Cuma asal ngarang aja.. Jadi Gomenasai kalau terlalu lebay. Dan maafkan jika ada kalimat yang kurang nyambung. Yui gak pintar pilih diksi.

Hime : waktunya balas review!

Yui : Baiklah, kali ini yang balas Review OC Yui, karena para chara sedang istirahat

Ken : Yang pertama untuk ace813 : Maafin Yui karena buat kamu penasaran karena itu emang hobi dia, juga arigatou udah mau nungguin chap selanjutnya.

Yuumi : Selanjutnya buat Kagayaku Hoshina : Arigatou udah dibilang keren. Kita ketemu lagi Ira-san. Aku paham ini emang bukan dirumah, Yui juga agak gimana gitu. Dia agak sungkan disini karena dia masih baru disini. Jadi dia agak takut sama senpai di fandom ini. Iya, Yui gak sempat nge-beta karena waktu itu dia buru-buru banget jadi gitu deh, arigatou.

Yuuki : Selanjutnya buat gu : itu masih rahasia.. Tapi pasti udah bisa ketebak bukan gimana hasil akhirnya nanti. Iya ini udah dilanjut semoga kamu suka.

Ayato : Terus buat John : Arigatou udah bilang fict GaJe Yui keren. Endingnya kurang yah? Marahin aja si Yui gak apa. Sebenarnya chap ini dan chap sebelumnya itu satu. Tapi karena Yui pikir ini akan terlalu panjang jadi dia bagi jadi 2 chapter.

Hime : Terus buat Saskey Saki : Arigatou udah dibilang seru. Sebenarnya ini masih rahasia. Jalan cerita selanjutnya bakalan ada 'sesuatu' Yui bilang kami para OC mungkin gak bisa nebak apa yang akan terjadi nanti. Entahlah jalan pikiran Yui ini gimana.. Iya ini udah dilanjut semoga kamu suka.

Yui : Terakhir buat Nakayama Haru : Tumben kamu agak waras. Biasanya ngamuk-ngamuk. Iya ini udah dilanjut, thanks udah dibilang TOP ini fict. Semoga kamu suka chap ini

Hime : Itu dia balasan reviewnya. Arigatou atas reviewnya minna.

Ken : Tanpa basa-basi, kami tutup chap ini

Hime : Jangan lupa REVIEW Minna

All : JAA NE, SAMPAI KETEMU LAGI