Sasuke Juga Manusia
Disclaimer: Masashi kishimoto
warning! typo-rush-pendek-gaje-abal...
DLDR!
.
.
Enjoy
"SIAL! Kenapa juga dia datang disaat kami baru menikah seperti ini! Akukan mau bermesra-mesraan dengan Hinata-chan!"
Teriakan pria berambut blondie dengan mata sebiru langit memenuhi ruang kantor dari presdir Uchiha corp. Siapa lagi kalau bukan si ayam-maksudku, Uchiha Sasuke.
"Teme! Perhatikan kawanmu ini! Kenapa kau malah sibuk dengan pekerjaanmu. Akukan sedang asyik curhat tentang Nejii-nisan yang seenakanya datang mengganggu kehidupan rumah tangga kami yang baru berlangsung 10 hari!"
Yah, seperti yang Uzumaki Naruto katakan tadi. Dia sudah menikah dengan sang pujaan hati Hyuuga Hinata 10 hari yang lalu. Masih ingat di benak Sasuke saat sang istri-Uchiha Sakura-memberi sebuah buket bunga yang indah dan cantik untuk pernikahan si Naruto-dobe dan Hinata. Belum lagi dia juga membuat kue tart coklat kesukaan Hinata. Mereka berdua memang sahabat sejati yang saling perhatian satu sama lain.
Berbeda dengan Naruto dan Sasuke, walaupun mereka bersahabat sejak kecil. Jangankan perhatian, yang ada mereka malah saling tonjok-tonjokan karena terlalu memikirkan ego-nya masing-masing. Tapi itu dulu kok, sekarangkan mereka sudah dewasa.
Mungkin.
Sasuke dengan tampang stoicnya tidak menjawab pernyataan Naruto tadi dan hanya sibuk menandatangani berkas-berkas penting yang ada di meja kerja jatinya. Melihat Sasuke yang cuek dan dingin mendengar curahan hatinya tadi tak pelak lagi Naruto langsung berteriak kesal. Habisnya mulutnya sudah berbuih cerita panjang lebar tenatang Nejii yang dating merecoki rumah tangganya dengan Hinata. (hii, jorok.)
"OI, TEME! KENAPA KAU INI DINGIN SEKALI SIH! PERHATIAN DIKIT KENAPA?DASAR MANUSIA BATU!"
Kyuut!
Muncul tanda kesal di dahi Sasuke. Salah satu hal yang paling dia tidak sukai di dunia ini adalah saat sedang serius bekerja ada seseorang yang mengganggunya-pengecualian kalau yang mengganggu Sakura-. Apalagi si Naruto ini curhat nya di kantor.
Kalau di tempat lain yang lebih memungkin kan sih, boleh saja.
Sasuke melepas kacamata frameless nya, dan meletakan nya di atas meja, kemudian menopang dagu nya dengan tangan sebelah kanan.
"Dobe, ada dua hal yang harus kukatakan padamu,"
Sasuke mulai membuka suara dan Naruto terlihat senang dengan mata berbinar-binar. Akhirnya si Sasuke mau memberinya perhatian terhadap masalah yang sedang dihadapinya.
"pertama, aku tidak peduli dengan masalah mu itu. Tentu saja Neji tidak mempercayakan Hinata kepadamu, kau kan mesum tingkat akut."
JLEB!
Naruto merasa ada satu tombak besar yang menohok jantungnya. Ugh, sebenarnya memang iya sih.
"Dan kedua, dari tadi Neji mendengar semua perkataanmu tentang dirinya dari luar pintu kerjaku."
Dan setelah berkata seperti itu Sasuke pun segera memasang kembali kacamata nya dan melanjutkan pekerjaannya menandatangani berkas-berkas yang ada di atas mejanya.
Sedangkan Naruto?
Dia sudah terkencing di celana saat melihat pintu ruang kerja Sasuke sudah terbuka lebar dan memperlihatkan sosok Neji yang tengah tersenyum sadis dengan aura hitam di belakangnya.
.
.
.
.
.
"haah..da-ada saja si dobe itu, rasakan sendiri akibatnya di hajar oleh Neji habis-habisan."
Sasuke baru saja sampai di mansionnya, dan berharap akan di sambut dengan hangat oleh Sakura seperti memijat bahunya yang lelah, membuatkannya teh Earl Grey, menanyakan kabarnya dengan penuh senyuman yang hangat. atau mereka bisa...
sudahlah, ini fic rate T bukan rate M.
Sakura benar-benar membuat hidupnya lebih nyaman 180 derajat. Karena itu dia sangat mencintai gadis berambut cherry blossom itu.
Ting!tong!
Sasuke memencet bel mansionnya dengan wajah senang. Namun wajah senangnya berubah menjadi horror saat melihat orang yang membukakannya pintu.
2 pria berambut merah dengan tinggi yang sama, namun memiliki wajah yang sedikit berbeda, yang satu baby face, yang satunya lagi tegas dengan lingkaran hitam di bawah matanya. Mereka berdua adalah kakak kembar Sakura, Gaara dan Sasori. Dan perlu kutekankan mereka SANGAT overprotektif pada adik semata wayangnya itu.
"Hai Sasuke, mulai hari ini aku dan Sasori akan menginap sementara di rumahmu, Sakura juga sudah memberi izin dengan senang hati."
Sial, Sasuke. Kau kena karma.
.
.
.
to be continued
.
.
A/N: iya, saya tahu ini aneh dan pendek. Tapi saya hanya ingin (menistai) Sasuke saja kok, ga lebih#di gorok Sasuke.
Terima kasih yang sudah membaca, Cuma mampir sebentar dan yang me-riview (sekaligus yang fave, sunggguh fic ini gaje dan kamu masih fave? Tapi aku senang bgt kok )
arigatou mina-san! :)
