Chapter 2 -Yuri Tsukikana-

"3 tahun. ." pikirku sambil memandangi papan nama stasiun di depanku.

Pada hari ini aku kembali menginjakan kakiku di kota kelahiranku Tokyo- Jepang, tidak terasa sudah 3 tahun aku meninggalkan kota ini. Kota yang menjadi saksi bisu perjalanan hidupku selama 17 tahun.

Aku kembali ke Jepang untuk melanjtkan sebuah riset yang terbengkalai akibat suatu hal yang membuatku harus menetap di luar negeri selama 3 tahun.

Suasana jepang sekarang tidak jauh beda, masih dengan orang- orang yang sibuk hilir mudik, suhu di jepang saat ini cukup membuat aku tak heran melihat orang orang di sekelilingku memakai baju tebal beserta syal. Jepang sedang berada di musim dingin dengan suhu 5 derajat celcius.

Sebelumnya aku Yuri Tsukikana 20 tahun , seorang jurnalis, namun untuk saat ini sebagai penulis artikel untuk sebuah majalah terkenal di jepang.

Risetku ialah tentang kasus hilangnya beberapa orang yang secara misterius di kota itu. Tidak ada tanda tanda perlawanan, bercak darah, ataupun tanda tanda pengrusakan pada interior tempat tinggal. Keanehan inilah yang membuatku semangat untuk mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi terhadap para korban tersebut.

"Keanu. . . " kataku sambil menghela nafas panjang

Ia, aku kehilangan kekasihku, Keanu todo, sekitar 4 tahun yang lalu. Tanpa adanya tanda tanda penculikan atau semacamnya. Pihak kepolisian menutup kasus itu karena tidak dapat mendapatkan petunjuk apapun tentang hilangnya Keanu, maupun orang orang lainnya.

Setelah beristirahat satu hari, aku memutuskan untuk segera melanjutkan risetku. Pertama tama aku menuju kantor kepolisian untuk mengetahui lebih lanjut dari kasus tersebut. Kepala inspektur yang pada waktu itu memimpin investigasi tentang kasus ini memberikanku sbuah kotak berkas yang sudah cukup tertutup debu. Di dalamnya aku menemukan berbagai file dan benda benda yang diduga sebagai petunjuk.

"mungkin ini terdengar sedikit aneh" kata inspektur itu

"a. . aneh?" kataku kebingungan

"hampir semua tempat tinggal korban itu tidak mengalami atau adanya tanda tanda perusakan, tidak ada bercak darah, tidak ada tanda tanda pembobolan atau semacamnya, yang dapat kami temukan hanyalah televise yang menyala beserta sebuah console game yang rusak." Katanya sambil meraba dahinya

"tv. . konsol. . konsol game?" tanyaku

"iya, keseluruhan dari 14 kasus itu, memiliki kesamaan yaitu konsol game yang rusak, dan tv yang menyala namun tidak menyiarkan apa apa." Katanya

Aku meraba dahiku sembari memikirkan tentang petunjuk itu.

"oh. . iya, satu lagi, dari semua kasus itu, mereka tampaknya memiliki CD game ini di dalam konsolnya yang rusak. .kami sudah mencoba untuk memutarnya di ruangan pemeriksaan, namun sepertinya game ini juga rusak" kata inspektur itu sambil menunjukkan CD game itu.

Tanpa berkata kata, aku segera mendekatkan wajahku terhadap kotak cd itu.

"7th . . the game. ." kataku membaca judul kotak itu

Aku memutuskan untuk meminjam CD game itu, karena kepolisian memiliki banyak CD game yang rusak itu, akhirnya inspektur itu mengijinkanku untuk meminjamnya dengan syarat akan mengembalikan dan melaporkan apa saja yang bisa kutemukan dari benda itu.

Sesampainya di rumah, aku segera membuka berbagai situs web tentang game itu, tak kusangka, game itu memanglah sangat bermasalah web pertama menjelaskan tentang menghilangnya Michael Suzuki, sang developer game tersebut, web kedua memposting tentang mitos mitos yang terdapat tentang game tersebut, dimulai dari keanehan yang terjadi terhadap pemain ketika sedang memainkannya, hingga level yang tidak bisa dimainkan, sampai berita berita hilangnya beberapa orang secara misterius ketika sedang memainkannya. semakin lama dan banyak website yang aku buka, membuatku semakin yakin bahwa game ini, mungkin menjadi salah satu penyebab hilangnya Keanu.

Aku menghentikan pencarianku, perhatianku tertuju pada sebuah blog yang dituliskan secara anonym (tanpa nama).

"mungkin. . mereka semua terjebak di dalam permainan itu?"

Kata kata itu sungguh menyita perhatianku. aku membaca bagian komen dimana beberapa orang yang tertawa dan tidak mempercayai tulisan dari author blog tanpa nama itu.

"bagaimana mungkin. . masuk. ." pikirku

Aku menggelengkan kepalaku, mencoba untuk tetap tersadar. aku kemudian teringat akan rusaknya game itu pada ke 14 korban yang hilang, bukankah itu sesuatu yang aneh?

Aku mencoba mencari tentang hal tersebut di internet, dan memang banyak orang yang mencoba untuk menanyakan hal yang sama, meskipun postingan terakhir tertanggal sekitar 2-3 tahun lalu.

"game ini rusak ya? Kemarin aku mencoba memainkanna namun tidak keluar gambar apa apa. ."

"masa sih? Aku kemarin main bisa saja"

"eh? Aku juga kemarin saat main bersama temanku, tidak muncul gambar apa apa"

Ribuan komentar aku baca dan lewatkan, hingga aku tak sadar bahwa aku telah tiba pada komentar terbawah.

"terima kasih atas sarannya, akhirnya aku bisa memainkannya juga"

"eh?" kataku sambil segera mencoba membaca komentar komentar di atasnya.

Aku menemukan sebuah postingan komentar dari anonym yang terlihat lumayan panjang.

"untuk para pemain yang tidak dapat memainkannya, mungkin ini adalah salah satu bug ataupun fitur baru dari game ini, tapi game ini memang tidak dapat dimainkan apabila kalian sedang beramai ramai, pernahkah kalian mencoba memainkannya sendirian? Atau mungkin juga kalian bisa mencoba untuk memainkannya pada malam hari? Mungkin saja game ini memiliki fitur hanya bisa dimainkan saat malam hari, sama seperti game website yang hanya bisa dibuka setelah jam 6 sore sampai jam 6 pagi itu. ."

Setelah komentar anonym itu, yang ada hanyalah komentar dimana orang orang itu berterimakasih atas sarannya.

"malam hari. . sendirian?" pikirku

Aku menutup laptopku sambil melirik jam dinding yang terletak tak jauh dari tempatku terduduk. Jam itu menunjukan pukul sore. Aku menghela nafas panjang .

"Keanu. . masuk ke dalam permainan itu?" pikirku

Sebelum mengeluarkan konsol yang dahulu pernah diberikan oleh Keanu, aku memutuskan untuk membersihkan tubuhku dengan berendam air hangat.

aku menutup mataku sambil mengusap dahiku dengan handuk yang basah dengan air hangat. Sekilas aku teringat akan masa lalu kami. Kami senang bermain di taman tepat di depan rumah kami, bermain di taman bermain bersama anak anak lain, aku teringat saat itu juga Keanu menghadang seekor anjing liar ketika aku merasa terancam akan keberadaannya. Berbagai kenangan kecil dan manis itu membuatku tak kuasa menahan air mataku.

Aku teringat. . dia yang selalu mensupportku ketika masih sekolah, seorang yang bercita cita menjadi seorang developer game terkenal, seorang yang selalu mencoba membuatku memainkan game yang dia suka, seorang yang selalu tersenyum. . sambil menghiburku ketika aku sedang tidak enak badan. Dan seorang yang membuatku, benar benar merasakan cinta, untuk pertama kalinya.

"ke. . hiks . .a. .aku . pasti akan menemukanmu . .kemanapun kamu pergi. . pasti. . aku pasti. . hiks. . sekarang. . giliranku. . untuk melindungimu. ." kataku sambil terisak.

To be continue

"1st Gate, are. . you there?"