"Dasar orang gila."
Chanyeol sebenarnya cukup sabar dengan serangkaian kata sarkas yang terlampau sering Kyungsoo ucapkan. Namun sekali lagi, cinta mengalahkan segalanya. Jadi dengan hati yang lapang dan jiwa yang tabah, Chanyeol berulang kali meneguhkan hatinya guna bangkit dan kembali mengejar Kyungsoo apapun yang terjadi.
"Gila karena cinta sunbae."kata Chanyeol saat mereka tengah mengantri makanan. Di sela-sela jam istirahat seperti ini, Chanyeol seperti mendapat berkah berkali lipat. Dan ia bersyukur karena para guru mendadak rapat dan jam istirahat menjadi lebih lama. Itu artinya bersama Kyungsoo-sunbae-nya juga akan lebih lama. Hehehe :D
"Norak."
Dan Chanyeol hanya tersenyum.
"Sunbae, mau kubelikan sesuatu saat sunbae lulus?"
"Aku tidak butuh barang darimu."
"Sunbae aduuh mulutmu ya, pedas sekali."
Dan Kyungsoo melotot, bersiap melempar garpu dan sendok yang sedari tadi digenggamnya. Ia mengelus dada sabar, lalu bergeser menjauhi Chanyeol yang masih setia mengekor dibelakang.
"Diam, atau kulempar?"
"Sunbae belum dengar kelanjutan kata-kataku."
Chanyeol memberenggut, sok imut. Tapi Kyungsoo setia pada wajah datarnya.
"Memangnya aku peduli?"
"Sunbae benar-benar galak ya, untung aku cinta."
Dan selanjutnya garpu benar-benar melayang tepat diatas kepala Chanyeol.
"Sialan!"
Chanyeol mendengus sembari mengipasi wajahnya. Siang hari begini, dimana suhu mencapai angka tiga puluh enam derajat, ia terpaksa melakukan rapat dadakan ditengah lapangan basket. Ia berkali mendengus, lalu mengeluh, berusaha agar pelatihnya mendengar lalu menghentikan rapat dadakan tersebut, namun usahanya tetap nihil. Dan jalan teraman dan terbaik adalah bersabar. Itu pepatah Baekhyun saat Chanyeol mengirimi Baekhyun pesan bahwa betapa panasnya udara diluar kelas.
"Ini panas sekali ya tuhan. Apa hanya aku yang merasakannya?"
Teman-teman se-timnya melirik sejenak, namun sedetik kemudian mereka kembali fokus.
"Bajingan."
Chanyeol menggeram, lalu ia membungkuk, memijat pelan kakinya yang mulai terasa pegal. Sebelum satu suara mengintrupsi pergerakannya,
"Chanyeol-ah."
"Iya pelatih."
"Lari empat keliling lapangan supaya kakimu tak pegal."
"Haa?"
"Tambahan, dua keliling lagi untuk umpatan yang baru saja kau ucapkan. Jadi total enam keliling."
Mati aku! Batinnya nelangsa. Tapi kakinya tetap bergerak, lalu ia berteriak lantang–
"SIAP PELATIH!"
–meski dalam hatinya, ribuan umpatan sudah siap dilontarkan. Sialan memang!
Kalau Chanyeol boleh memilih antara mati atau keliling lapangan ditengah terik matahari seperti ini sih, ia tetap memilih keliling lapangan. Chanyeol masih belum ingin mati. Banyak cita-cita yang masih belum ia wujudkan. Menikah dengan Kyungsoo sunbae salah satunya. Jadi dengan energi sisa dan semangat yang setengah menggebu, ia berlari.
"Orang tua itu ingin kuhajar sampai mati memang."
Lalu umpatan lainnya pun ramai terdengar, beriringan dengan langkah kaki yang bergerak tak karuan.
"Sialan. Ya tuhan kirim bala bantuanmu."
Chanyeol mengambil nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Berbicara sambil berlari memang melelahkan, dan Chanyeol dalam mode mengumpat seperti ini memang sulit berhenti. Maksudnya berhenti mengumpatnya.
"Eh, bukannya itu lelaki yang mengejarmu Kyung?"
Dan langkah kaki Chanyeol seketika berhenti, ketika mendapati segerombolan gadis tengah berdiri dipinggir lapangan sembari melihat kearahnya. Ia mengusap tengkuknya, malu. Pasalnya Kyungsoo sunbae tengah berdiri ditengah segerombolan gadis tersebut.
"Wow, dia keren juga."
"Benar, cukup menarik."
"Dia tampan."
"Tubuhnya sepertinya nyaman untuk dipeluk."
Chanyeol tersenyum kecil, lalu kembali berlari kecil. Perasaan senangnya menyulut kembali semangatnya guna berlari.
"Kau beruntung sekali, Kyung."
"Dia pemain inti klub Basket sekolah kita."
"Anggota Band yang kini tengah menerima tawaran dari beberapa agensi."
"Tapi itu semua tak berarti, jika otaknya kosong."kata Kyungsoo, mematahkan segala statement mengenai betapa hebatnya seorang Park Chanyeol dimata semua orang.
Dan tiba-tiba nyawa Chanyeol terlempar begitu jauh. Melambatkan larinya ternyata bukan jalan terbaik guna menarik perhatian sang kekasih hati. Prestasinya dibidang non-akademik juga bukan nilai plus yang dapat ia banggakan didepan Kyungsoo. Gadis dengan mata seperti burung hantu tersebut tetap mengedepankan sisi akademik sebagai pacuan utama kriteria lelaki idamannya. Dan Chanyeol meruntuk dalam hati, mengapa ia tak pintar? Mengapa ia selalu malas belajar? Mengapa selalu tertidur saat jam pelajaran berlangsung?
Dan ucapan Baekhyun memang benar, Kyungsoo tak bisa mencintainya.
Lalu demi memberi secerah harapan pada cinta dan juga perasaannya, Chanyeol memutuskan untuk bertanya langsung. Ditengah gerimis senja, ia menghadang perjalanan pulang Do Kyungsoo, yang dibalas dengan dengusan kasar milik Kyungsoo.
"Sunbae menyukaiku atau tidak?"
"Tidak."
"Kenapa?"
"Kau bukan tipeku."
"Haa?"
Dan Kyungsoo kembali mengayun sepedanya. Menjauhi Chanyeol yang masih berdiri, terdiam dengan payung digenggamannya. Ia menatap punggung Kyungsoo yang semakin menjauh.
Jadi apakah ia harus menyerah sekarang?
"Kau ini jahat sekali sih."
"Aku benci lelaki bodoh."
Luhan menghela nafas panjang, lalu tersenyum manis sekali.
"Tidak waras."katanya pelan, tapi dalam dan menusuk. Kyungsoo mendecih.
"Enak saja."
"Aku serius. Bodoh atau tidaknya seseorang bukan tolak ukur kau bisa berlaku semena-mena pada orang itu."
Kyungsoo rasa jika ucapan Luhan memang ada benarnya, tapi sekali lagi egonya mengalahkan sisi manusiawinya.
"Memang."ucapnya singkat.
"Lalu?"
Kyungsoo emngangguk kecil, lalu meminum jus alpukatnya dengan tenang.
"Ya begitulah."
"Ku peringatkan karma itu ada, dan karma sedang menantimu."
Dalam konteks yang berbau perasaan, Luhan memang cukup mengerikan. Ia bisa berubah menjadi sosok sensitif dan penuh kasih sayang. Tiga ratus enam puluh derajat berbalik dari sifat yang selalu ia tunjukan setiap hari. Dan itu membuat Kyungsoo jengah.
"Omong kosong."
"Kita lihat nanti."
Dan Luhan melenggang dengan anggunnya setelah meminum habis Caramel Macchiato yang beberapa menit lalu ia pesan, meninggalkan Kyungsoo yang mendesah kasar.
"Sial."gerutunya pelan.
TBC!
Ps 1 : ini garing banget yatuhan :v tapi terpaksa dipost, males edit. Tibatiba mager tanpa alasan, terus ngedengerin lagu Rainboow -Whoo sama IOI-Doowap+Veryveryvery selingan juga Seventeen-BoomBoom+Lean on me wkwk dan nulis gajelas sehingga jadilah chapter dua :V
Ps 5: Thx buat kalian yang udah semeptin baca FF receh yang aslian unfaeda banget! Hehehe. Terus ada yang nanya akun wattpad yak? Hmz, akunnya sudah kuhapus. Males, Wattpad nyedot sebagian besar kuotaku! TT TT TT TT
