Kuroko no Basuke (c) Tadatoshi Fujimaki; Warning: ooc, typo
Momoi menemani Aomine mencari bola basket baru.
Tadi pagi, Aomine memecahkannya sebuah berikut kaca gudang sekolah. Wakil kepala sekolah hampir memvonisnya skorsing karena Momoi sedang berada dekat tempat kejadian hampir pingsan.
"Sudahlah Dai-chan. Kita akan membeli yang baru." Gadis itu melirik raut wajah Aomine yang susah ditebak. Momoi tahu itu bola basket kesayangan. Dan rentetan kejadian pada masa tutup usianya bisa jadi mencengangkan Aomine.
"Mungkin bola itu sudah tua. Perlu diganti," hibur Momoi. "Atau Dai-chan juga terlalu banyak mengisi udaranya sehingga tekanan dari dalam terlalu kuat?"
"Aku tidak berpikir tentang itu," ketus Aomine.
Mengangkat alisnya, Momoi mengangguk-angguk. Tentu saja, Aomine mungkin tidak berpikiran sejauh itu. Namun bersanding dengan Aomine yang diam dan terlihat berpikir keras membuatnya tidak nyaman.
Pemuda itu bahkan tidak mengungkapkan pembelaan saat wakil kepala sekolah menghampiri mereka. Kalau saja Momoi tidak membelanya, bisa-bisa vonis itu betul-betul dijalankan. Sampai sekarang tetap saja ia penasaran, "Uh, baiklah. Memangnya kau sedang memikirkan apa Dai-chan?"
"Apa jadinya kalau kau terluka?"
Pernyataan Aomine terlontar juga.
Gadis itu memiringkan kepala, menatap Aomine heran. "Kau mengkhawatirkanku, Dai-chan?"
Aomine berhenti. Alisnya hampir bertaut. "Ha! Tentu saja, bodoh."
Tak ayal, Momoi memalingkan muka. Ada kembang api ikut pecah di dadanya.[]
cross-posted at infantrum . co . nr
yuk ikut ramaikan infantrum juga.^^
