Pintu rumah yang di lapisi dengan kertas itu terbuka, Menampilkan sosok lelaki yang berjalan dengan anggun. Wajah nya putih cerah dengan bulu mata yang lentik. Bibir tipis milik nya berwarna merah muda alami membuat siapa saja yang melihatnya menyangka bahwa ia adalah seorang wanita.

"Tuan muda!"

Lelaki muda itu menoleh dengan amat anggun, Mndapati pelayan pribadi nya. Do Kyungsoo sedang berlari tergopoh-gopoh ke arahnya.

"Ada apa, Kyung." Tutur nya pelan.

Kyungsoo tersengal, Dengan nafas tersengal ia bersuara. "Nyonya— Menyuruhku untuk —"

"Bicaralah dengan jelas, Kyung. Tidak ada perang yang terjadi disini."

Kyungsoo lalu megatur nafasnya berlahan. "Nyonya menyuruhku untuk membuat mu diam di rumah hari ini, Lelaki dari desa sebelah kembali datang mencari mu. Nyonya sedang mencegahnya dengan membawa nya ke kedai minum."

Tuan muda itu menghela nafas dengan jengah. "Bagaimana bisa seorang bangsawan keturunan bersikap bar-bar meminta ku menjadi selir nya. Katakan dimana kedai nya, Biar aku sendiri yang berbicara padanya."

Kaki nya mulai melangkah melewati pekarangan rumah tapi belum sempat ia mendorong pintu pagar rumah yang reot itu, Kyungsoo kembali menghadangnya dengan melentangkan kedua tangannya di depan tuan muda itu.

"Tn. muda Baekhyun! Hanya ikuti saja perintah nyonya dan semua nya akan terselesaikan." Kyungsoo berucap dengan frustasi. "Saat Tuan menghadapi pria tua bangka bulan lalu berakhir dengan ia yang mengamuk karena di permalukan." Lanjutnya lagi.

Baekhyun menghela nafas nya halus, Mengangguk membenarkan ucapan Kyungsoo tetang pria tua yang ingin menjadikannya istri untuk ke sekian kalinya. Baekhyun menatap Kyungsoo lalu tersenyum.

"Baiklah, Tapi aku tidak akan diam di rumah. Aku ingin bermain di tepi danau, Aku sudah berjanji dengan teman-teman ku disana. Ikutlah."

BaekHyun

Oh Sehun — Park Chanyeol

Summary : Tentang anak dari seorang gisaeng tua di sebuah desa pada zaman kerajaan Raja Jinheung, Ia dipuja karena ke anggunannya, Di bangga kan karena kecerdasannya. Namun tak cukup bijak saat anak dari bupati baru memasuki pekarangan rumahnya. Tak cukup bijak saat akhirnya ia dijadikan seorang selir saat suaminya pergi meninggalkannya.

My Present...

S T A Y

Kedua tangannya ia kaitkan pada belakang tubuhnya yang mungil, Bibir nya terus tersenyum ramah pada setiap saja yang menyapanya, Wajah nya melukiskan sebuah kecerian yang damai untuk siapa saja yang melihatnya. Kaki nya semula dengan ringan melewati pasar kemudian berhenti, Mata nya yang indah melihat tertarik pada sebuah lapak penjaja sebuah aksesoris atribuat pakaian. Jari lentiknya memlih atribuat yang terbuat dari beberapa batu giok yang di buat seperti gantungan yang biasa dipakai pada bagian dada baju. Bibir nya tersenyum.

"Tuan muda ingin membelinya?" Kyungsoo berbicara, Nampak sedikit risih saat beberapa pejalan kaki mulai berdesakan lewat.

Baekhyun menggeleng dengan senyum yang masih terukir. "Tidak, Aku menunggu seseorang membelikannya untukku." Balas nya lalu kembali berjalan. Namun baru bebrapa langkah ia berjalan. Gerakannya tertahan. Raut wajah nya mengernyit saat seorang lelaki berumur dua puluh lima keatas menghadang jalannya.

"Coba lihat siapa ini?" Lelaki itu menyeringai dengan bar-bar. Berjalan layaknya seorang bangsawan.

Kyungsoo membulatkan matanya, Dengan susah payah ia mendorong Baekhyun kebelakang. Berdiri di depan Baekhyun dan menatap waspada lelaki itu. "Tuan.. Jangan mengganggu Tuan muda kami." Kyungsoo bersuara dengan payah, Perasaan takut seolah membuat suara nya layaknya robot rusak.

Lelaki itu berdehem lantang. Dagu nya ia angkat tinggi. "Berani sekali budak seperti mu memerintahku. Minggir! Aku ingin berbicara dengan tuan muda mu!"

Suara lantang yang dibuat si bangsawan membuat seisi pasar mengambil perhatian pada mereka yang kini berdiri di tengah tengah pasar.

Kyungsoo menggeleng dengan kaku. "T—tu.. tuan.."

"Kyungsoo.." Suara lembut Baekhyun membuat semua perhatian tertuju padanya. "Biarkan dia. Tuan Seok hanya ingin berbicara padaku." Lalu tersenyum dengan anggun.

Si bangsawan semakin menyeringai tajam. "Lihat.. lihat.. Bagaimana tuan muda sendiri berkata, Budak!" Kaki nya melangkah mendekati Baekhyun. Mendorong Kyungsoo dengan kasar ke samping. Lelaki itu sedikit membungkuk tanpa mengalihkan atensi nya pada Baekhyun.

Baekhyun balas membungkuk. "Apa yang ingin—" Suara nya terhenti saat Tuan Seok meraih tangan nya dan mencium nya dengan tatapan lapar. Nafas Baekhyun tercekat dengan marah.

Tuan Seok meyeringai. "Kau semakin cantik, Baekhyun. siapa yang mengira jika kau adalah lelaki." Ia sedikit terkekeh. "Bagaimana dengan minum teh di rumah ku. Aku memliki bsberapa obrolan dengan mu, Baekhyun."

Baekhyun menarik tangannya. Berusaha dengan kuat untuk tetap tenang melihat bangsawan bar-bar itu. "Maaf tuan, Tapi aku tidak bisa kerumah anda. Banyak hal yang harus aku urus. Kalau begitu aku per—"

"Baekhyun, Baekhyun.." Tuan Seok menggelengkan kepalanya seolah prihatin. "Bukan kah kau anak dari giseang, Apa masalah nya datang ke rumah ku hanya untuk memberi ku sedikit hiburan."

Mata Kyungsoo bergerak gelisah saat beberapa warga yang memerhatikan mereka mulai berbisik-bisik. "Tuan muda..."

"Tapi bagaimaa ini tuan-ku..." Baekhyun menghela nafas dengan halus. "Aku tidak bisa menghibur seseorang dengan kejantanan nya yang memiliki penyakit impoten." Di akhir kalimat nya Baekhyun menyeringai dalam diam.

Rahang bangsawan itu mengeras, Matanya menatap Baekhyun dengan amarah. "Beraninya kau!" Ia berteriak. "Beraninya kau yang status nya hanya rakyat biasa menghina ku!" Lalu meludah tepat di wajah Baekhyun.

Semua orang disana mendesah terkejut.

Kyungsoo melotot tak percaya, Segera ia ambil sapu tangan di saku nya dan membersikan wajah Baekhyun. "Tuan muda..." Lirihnya.

Baekhyun tetap mempertahankan senyum nya. Kembali menatap bangsawan itu yang masih menatap nya dengan amarah.

"Apakah tuan-ku sudah selesai?" Tanya nya dengan santai. "Aku memilki beberapa hal yang harus aku urus." Lanjutnya lagi, Kapalanya sedikit ia tundukan lalu berjalan melewati bangsawan itu yang masih menatapnya nyalang.

"Jangan sombong, Baekhyun.." Bangsawan itu kembali bersuara.

Langkah Baekhyun terhenti namun tubuhnya masih membelakangi bangsawan itu.

"Sampai kapan kau akan mempertahankan keperawanan mu itu? Kau hanya akan berakhir dengan menjadi gisaeng seperti ibu mu." Lanjut Tuan Seok dengan sebuah seringai. Kaki nya kembali melangkah mendekati Baekhyun. "Dan berakhir dengan kau yang akan naik ke ranjang semua bangsawan di seluruh desa, Baekhyun." Mata nya kembali menatap Baekhyun penuh amarah.

Baekhyun tersenyum, Kaki nya kembali melangkah pergi. Mengabaikan seluruh mata yang menatapnya dengan berbagai pandangan.

Suara petikan Gayageum mengalun begitu lembut di sebuah rumah santai di pinggiran sebuah danau. Jongin, Sang pemain tersenyum puas saat tuan-nya begitu menikmati petikan nada yang tengah ia mainkan. Namun suara alunan indah itu terganggu saat suara tawa yang nyaring membuat tuan-nya yang sedang setengah berbaring itu membuka mata dan mencari asal suara tawa itu.

"Astaga, Bagaimana bisa gadis-gadis itu tertawa begitu nyaring hingga mengabaikan rok-rok mereka yang ikut terbuka." Jongin berkata dengan sinis lalu melirk tuan-nya yang mulai memperhatikan gads-gadis di sebrang danau yang tengah berayun ayun di sebuah ayunan yang terpasang pada pohon besar.

Tuan muda itu melirik dengan tertarik pada salah seorang gadis yang tengah berayun dengan cepat. Bibir nya menyeringai tipis saat baju gadis itu terbuka karena tiupan angin. Tangannya terangkat, Memberi isyarat pada Jongin untuk mendekat padanya.

"Ya, Tuan-ku."

"Jongin, Apa kau mengenal gadis yang tengah berayun-ayun itu?"

Atensi Jongin bergerak melihat seorang di sebrang sana. Dahi nya berkerut lalu bersuara dengan canggung.

"Dia bukan seorang gadis tuan-ku."

Tuan muda itu menatap Jongin dengan raut bingung.

Melihat kebingungan dari wajah tuan nya, Jongin kembali bersuara. "Dia seorang pria. Anak dari gisaeng tua, Tuan-ku."

"A—apa.. Dia.. tapi bagaimana bisa?" Tuan muda itu melotot tdak percaya. lalu kembali melihat pria mungil di sebrang sana dengan dahi berkerut. "Jelaskan pada ku, Jongin. Jangan membuat ku bingung dengan ucapan mu."

Jongin mengekeh lalu berdehem dengan canggung. "Namanya Baekhyun, Anak dari seorang gisaeng tua. Dia terkenal karena kecantikan nya, Jadi bukan salah tuan-ku mengira bahwa ia seorang gadis, Dia sangat terkenal dengan kecerdasannya dan juga.." Jongin sedikit kikuk untuk melanjutkan kata-katanya. "... Keperawanan nya, Tuan-ku."

"Keperawanannya?" Tuan muda itu tidak sadar membuat sebuah senyuman. "Datangin dia, Jongin. Bawakan anak gisaeng itu padaku, Sangat tidak sopan dia yang berayun-ayun disana memperlihatkan pakaian nya terbuka tapi tidak bertanggung jawab pada apa yang dia lakukan pada birahi seseorang." Tuan muda itu kemudian menatap Jongin dengan sebuah seringai.

Jongin mengerjab. "Tapi tuan-ku Oh Sehun, Saya tidak yakin ia akan mau."

"Kenapa? Dia sudah terikat?"

Jongin menggeleng dengan cepat.

"Lalu apa masalahnya?"

"Dia memang cerdas dan juga cantik, Namun ia memiliki sebuah peringai buruk, Yaitu kesombongan tuan-ku. Sudah banyak lelaki dari berbagai desa ingin menjadikannya seorang istri tapi tidak ada satu pun yang ia terima."

Sehun kembali tersenyum. "Datangi dia, Jongin. Lalu sebutkan siapa sebenarnya aku. Apa dia masih akan menolak." Sehun kembali melihat di ujung sebrang danau. kemudian menyeringai.

"Oh~ Baek Hyun!" Jongin melagu lalu setengah berteriak saat memanggil Baekhyun yang masih menaiki ayunan nya.

"Oh astaga! Jangan mengejutkan tuan-ku, Jongin. Jika ia jatuh bagaimana." Kyungsoo mengerutu sambil mengelus dada nya. Membantu Tuan muda nya yang mulai menuruni ayunan tersebut. Tinggi ayunan itu sekitar satu meter dari tanah. Dengan hati-hati ia membantu Baekhyun turun.

"Aku hanya mengejutkan nya, Kyungsoo. Dia tidak akan kehilangan keperawanan nya hanya karena aku kejutkan." Jongin bersuara main-main, Membuat gadis-gadis disana ikut tertawa dengan lelucon itu.

Baekhyun turun lalu menghela nafasnya dengan lelah. Kening nya sedikit berkerut tidak suka atas kejadiran lelaki itu. "Apa yang membawa mu kemari, Jongin." Tanya nya sambil berjalan mendekat.

Jongin berdehem lalu bersuara. "Tuan-ku sedang beristiraht di rumah sebrang danau ini. Ia melihat mu dan ingin kau pergi untuk menemui nya."

Kerutan di kening Baekhyun bertambah. Dilarikannya pandangannya pada rumah istirahat di sebrang danau kemudian menatap Jongin dengan angkuh. "Aku tidak tertarik, Jongin. Sampaikan itu pada tuan-mu."

"Baekhyun..Baekhyun.." Jongin berjalan mengelilingi Baekhyun sambil mengelengkan kepala nya seolah prihatin. "Jangan sombong begitu, Tuan-ku adalah orang yang sangat penting asal kau tahu." Kemudian berdiri tepat di hadapan Baekhyun. "Jangan membuat tuan-ku menunggu saat kau telah menaikan birahi nya dengan berayun seraya mempertontonkan kulit mu."

"Jongin!" Kyungsoo berteriak, Mendorong tubuh Jongin untuk menjauhi tuan-nya. "Jangan lancang pada tuan-ku!" Bentaknya.

Mengabaikan bentakan dari Kyungsoo ia kembali bersuara. "Dia adalah anak dari penjabat di kota ini. Kau akan menyesalinya jika menolak tuan-ku, Baekhyun."

Baekhyun tersenyum dengan anggun. "Aku tetap tidak tertarik berapa pun emas dan perak yang ia tawarkan padaku, Jongin. Aku hanya seorang bunga yang menunggu lebah nya datang. Tidak ada bunga yang menghampiri lebahnya terlebih dahulu."

Alis Jongin bertautan, Rahanya mengeras dengan amarah.

"Kau dengar itu, Jongin?! Minggir, Tuan-ku ingin pulang." Kyungsoo menatap lantang lelakii itu, mendorong tubuh Jongin mejauh dan memberikan jalan pada Baekhyun untuk berjalan.

Oh Sehun mengeratkan pegangannya pada tali kuda yang ia tunggangi, Mata nya menilik dengan serius sebuah rumah di depannya. Rumah itu sederhana dengan beberapa bilik-bilik yang terpisah dngan beberapa ruangan lainnya.

"Apa tuan-ku yakin?" Jongin yang juga tengah menunggangi kuda di sebelahnya bertanya. Wajah nya berkerut khawatir.

"Tentu saja, Jongin. Dia memintaku untuk melamarnya." Sehun tersenyum tipis.

"Tapi sudah banyak lelaki yang melamar mya, tidak ada satu pun yang ia terima. Tuan-ku."

"Aku memiliki cara ku tersendiri, Jongin. Ia tidak ingin emas ataupun perak yang ditawarkan dan memintaku datang kerumahnya."

Alis Jongin semakin bertautan. "Lalu apa yang akan tuan-ku tawarkan, Ia sangat sombong tuan-ku. Dia tidak segan-segan untuk mempermalukan seorang bangsawan dengan peringanya."

"Jangan khawatir, Tunjukan saja jalannya, Jongin." Sehun kemudian turun dari kudanya. Membiarkan Jongin mendorong pintu pagar reot itu dan mula melangkahkan kaki nya keperkarangan rumah gisaeng tua itu. Rumah Baekhyun.

Disaat yang bersamaan, Di pusat ibu kota. Di sebuah bar yang penuh dengan ocehan para pemabuk, Lelaki tinggi dengan paras tampan itu menyeringai saat bagaimana kini seorang wanita tengah bergelantungan di lengan nya. Aroma pekat minuman keras tercium dari bibirnya yang di poles dengan pemerah bibir yang menyala. "Tuan-ku Park Chanyeol, Selamat atas kelulusan anda di ujian negara, Tuan-ku." Wanita itu bersuara layaknya orang pemabuk berat.

Lelaki lain di sebrang nya tertawa berat. "Oh Chanyeol, Bagaimana rasa nya kemenangan sudah berada di tanganmu. Sekarang kau hanya harus menyakin kan pada Raja bahwa kau bisa segera menjabat." Lelaki itu mengekeh dengan jenaka.

Chanyeol berdecih dengan angkuh, Kemudian menepis wanita yang sedang bergelayutan dengan nya itu dengan kasar hingga wanita itu tejerembab ke lantai. Lelaki yang lain kembali tertawa dengan berat.

"Jangan kasar begitu, Kau bisa memanfaatkan nya di ranjang mu, Chanyeol."

"Aku tidak meyukai mereka yang murahan, Joonmyeon." Chanyeol kembali melirik jijik pada wanita yang bangun dengan sempoyongan.

"Oke, Baiklah. Tapi bagaimana dengan jabatan yang ditawarkan oleh Raja?" Joonmyeon mengalihkan pembicaraan seraya mengesap arak beras nya.

"Tidak ada yang menarik, Aku hanya menginginkan sebuah jabatan." Bibir tebal itu menyeringai dengan tajam.

"Apa itu?" Alis Joonmyeon bertautan.

"Gubernur."

Kepala Baekhyun menunduk dengan sebuah senyuman manis terukir pada bibir semerah cherry miliknya. Beberapa waktu lalu seisi rumah nya dibuat terkejut dengan datang nya seorang anak gubernur. Ibu nya bahkan kehilangan kata-kata saat lelaki berkulit putih pucat itu berbicara maksud apa dengan kedatangannya itu. Melamar.

Kata-kata itu seolah - olah berkeliaran di dalam benak Baekhyun. Baekhyun akui, Bahwa ia sempat terpesona dengan paras si anak gubernur tersebut. Ia tampan, Memiliki garis rahang yang tegas dengan bibir nya menggoda. Mempunyai tubuh tinggi yang sangat profesional. Baekhyun kembali tersenyum dengan amat manis.

"Jadi, Bagaimana Baekhyun anak-ku? Kau bersedia." Ibu nya bertanya, Oh Sehun masih dengan sabar menunggu jawaban dari lelaki mungil itu.

"Apa boleh aku menyajukan sebuah syarat, Tuan-ku?" Baekhyun bersuara dengan halus namun tersirat akan tantangan.

"Apa itu?" Balas Sehun.

"Bisakah Tuan-ku bersumpah bahwa hanya aku yang akan menjadi istri tuan-ku sampai akhir maut memisahkan kita?" Baekhyun bertanya dengan tatapan yang lantang namun lembut.

Bibir Sehun tersenyum. "Apakah hanya itu keinginan mu?"

"Ya."

TBC!

A/n : Jadi... Bagaimana pemikiran kalian? ahahahaha. Mohon maap banget itu kelamaan buat update chp pertamanya. padahal itu yg favorit/follow/review udah nembus perkiraan aku nya ahahahaha /digampar hiks :" Sebenernya ini masih bingung buat ngatur setting nya mau aku buat AU atau enggak, jadi rada galau gitu yah setting nya ahahaha /digampar :" Rada aneh gak sih akutu bikin setting beginian? alasan aku kenapa terlambat buat update ini masalah pembahasaab sama setting nya. aku mau bikin ini bahasa nya rada santai biar yg lain juga enakan gitu bacanya gak berat-berat tapi trus bingung lagi kalo pembahsaannya santai trus gimana ngebuat setting nya yang aku kepengen itu AU. Jadi rada galau bimbag gitu deh. Jadi aku ngetik nya cuma sampai disini dulu. mau liat responnya bagaimana ahahaha :"V Jadi gaes, ini mau dilanjutin atau udahan ampe sini aja nih? Kalo gak mau dilanjutin sih gapapa :"V biar dirku bisa nyanta ahahahaha /digapar bola balik :" Sebenernya lagi, Akutu gak pernah mikirin buat karakter Baek yang anggun anggun ala sosialita beginii. anywaaaaaayyyy kali aja kalian kepengen tau kapan aku ma update gitu bisa tuh di cek akun ig kita sist ketik aja gitu riahbyul , semua akun sosmed diriku id nya begitu soalnya terkecuali fb eh eh :" Biasanya diriku promo di ig buat kasi tau kapan update gitu, Yosh sebenernya lagi dan lagi. ini modus :"V Anymoreh. maap buat typo dan sebagainya. Keybord masih rusak gaes.

Thanks For Review : Prolog

Guest, MiraKimLu, Guest: Princess R, Rhietta614, bbkhn, Cici fu, FlashMrB, Nurfadillah, myzmsandraa99, winter park chanchan, selepy, Baekhyun Cantik, lee da rii, chanbaekmama, Guest (Tapasya)

Review lagi yah kalian :"*