Those Awkward Moments...
...with Mary
DISCLAIMER: Sekali lagi, lihat di akhir cerita.
WARNING: Lots and lots and lots of chara trolling
=0=0=0=
Short
"Bah. Gue bokek," keluh Mocca-Marocchi.
"Terus gue harus bilang 'Wow! Fantastic Baby!' gitu?" sahut Mary cuek sambil menirukan gaya boyband Korea Big Bang di lagu "Fantastic Baby". Mocca-Marocchi langsung curiga Mary mencuri CD Album Big Bang miliknya, mengingat gadis kecil bermata biru itu juga pernah mencuri mawarnya Ib dengan sangat lihai.
"Ehmm... lupakan kata-kata gue barusan..." Mocca-Marocchi memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah kecurigaannya. "Gini deh, Mary. Loe tau nggak kira-kira satu lukisan itu bisa dijual seharga berapa, yah?"
Mary berpikir sejenak, "Nggak tahu juga, yah. Jualan lukisan itu prosesnya lebih ruwet daripada jualan dawet. Kayaknya perlu analisis mendalam pada nilai seni lukisannya sebelum harga lukisannya bisa dipastikan."
"Oh... I see..." gumam Mocca-Marocchi. "Kayaknya itu pekerjaan yang gue banget. Lagian gue punya satu lukisan yang siap dijual sekarang."
"Lukisan apaan?" tanya Mary. Saat itulah Mary baru menyadari palette knifenya kini sudah berada di tangan Mocca-Marocchi, bersama sebuah karung dan tali tambang.
"LUKISAN TERAKHIR GUERTENA, DONG! HARGANYA PASTI SELANGIT! SELAMAT TINGGAL BOKEK!" seru Mocca-Marocchi dengan edannya sambil bersiap menangkap Mary dengan karung dan tali tambangnya.
"KYAAAAAA!" Mary menjerit histeris. Cewek ini memang nggak ada apa-apanya tanpa palette knife-nya.
Terjadilah adegan kejar-kejaran antara lukisan terakhir Guertena dengan author paling sableng se-Indonesia Raya. Bagaimana nasib Mary selanjutnya? Saya serahkan pada imajinasi pembaca!
=0=0=0=
Bad Omen
"Mocca, bagaimana menurutmu tentang boneka ini?" tanya Mary sambil memperlihatkan boneka biru kesayangannya. Seperti biasa, boneka itu masih tampak mengintimidasi dengan rambut hitam tebal nan acak-acakan dari benang wol, sepasang mata merah darah dari kancing, mulut yang dijahit asal-asalan, dan baju merah seadanya.
"Unyu, kok," sahut Mocca-Marocchi jujur. "Terus terang, meski bentuknya nggak umum, boneka ini punya nilai seni."
"Beneran?!" seru Mary dengan mata berbinar-binar.
"Serius, atau berapa rius pun yang loe mau," sahut Mocca-Marocchi sambil tersenyum kecil.
"Wah, baru kali ini ada yang tahu betapa imutnya boneka ini selain aku dan Ib!" sorak Mary kegirangan. "Mocca, coba pegang boneka ini, dong."
"Boleh saja," Mocca-Marocchi pun mengambil boneka itu dari Mary dan mengamatinya. Yah, Garry punya alasan untuk jadi anti-fans boneka ini, tapi Mocca-Marocchi nggak merasa boneka itu menakutkan…
…setidaknya sampai dia menemukan seekor cicak menyembul dari perut boneka itu.
"#%^%*^*^*&%&%$ %$ *&(*&(#$&^*)^&$%# $ # #%!" Mocca-Marocchi melempar boneka itu sambil berteriak sejadi-jadinya dalam bahasa alien keselek, lalu lari pontang-panting.
Sejak saat itu, penderita phobia terhadap boneka biru Mary bertambah satu.
=0=0=0=
Forever Alone
Mocca-Marocchi yang lagi sendirian melihat recent updates di BlackBerry miliknya. Recent updates teratas adalah status BBM Mary yang berbunyi, "Alone. Please disturb." Tolong jangan tanya kenapa Mary bisa punya BlackBerry, wahai pembaca.
"Kenapa ini anak? Kok suram gitu statusnya?" pikir Mocca-Marocchi. Author ini kemudian mencoba mengajak Mary chatting.
"Mary, kok statusmu kayak gitu, sih? Emang kamu lagi ngapain?" tanya Mocca-Marocchi.
Beberapa detik kemudian, muncul balasan dari Mary, "Lagi di mall bareng Ib dan Garry. Parah, mereka lengket banget seolah-olah dunia milik mereka berdua! Aku dicuekin…. T.T"
"Kasian…" balas Mocca-Marocchi dengan simpatik.
"Kalo mereka berdua udah barengan, aku nggak dipedulikan lagi. Hiks!" Mary kembali mengeluh.
"Tenang aja, Mary. Kan masih ada aku~" ucap Mocca-Marocchi.
"Makasih, Mocca. Meskipun kamu ancur, kamu author yang baik :') " balas Mary.
"Kamu juga, kok. Meski kamu yandere, klepto, dan psycho, kamu teman yang asyik ; ) " sahut Mocca-Marocchi.
"Ah, mereka berdua masuk Timezone… Aku pasti makin terabaikan setelah ini…" keluh Mary.
"Udah nggak usah dipikirin. Kita ngobrol aja, yuk," hibur Mocca-Marocchi.
Selanjutnya, tidak ada balasan dari Mary selama lima belas menit selanjutnya. Lama-lama Mocca-Marocchi jadi merasa kesepian. Beberapa saat kemudian, Mary mengganti display picturenya: foto stikernya bersama Ib dan Garry. Status gadis cilik berambut pirang itu juga diganti menjadi, " At Timezone with Ib & Garry. I have so much fun!"
"PREEEEETT! INI CEWEK TADI BILANGNYA DICUEKIN, SEKARANG MALAH NYUEKIN ORANG!" jerit Mocca-Marocchi histeris saat melihat update status terbaru Mary.
Sementara itu di Timezone, Garry melihat recent updates di BlackBerry miliknya. Sekali lagi jangan tanya kenapa dia bisa punya BlackBerry.
"Kok Mocca-Marocchi barusan ganti status 'Forever Alone, please disturb'?" tanya Garry.
"Nggak tau. Itu author kan emang madesu: masa depan suram," sahut Mary enteng.
=0=0=0=
Sue & Stu
Suatu hari, Mocca-Marocchi sedang terlibat pembicaraan yang cukup serius dengan seorang author seniornya. Seperti biasa, Mocca-Marocchi terlihat sedang galau kronis.
"Saya rasa sudah melakukan karakterisasi dengan baik dan benar di fanfic saya, tapi kenapa masih ada yang me-review karakter saya sebagai karakter yang MARY-SUE dan GARY-STU?" tanya Mocca-Marocchi sambil menghela napas.
Saat itulah Mary dan Garry tiba-tiba mendekati Mocca-Marocchi dengan tergopoh-gopoh.
"Mocca manggil kami, ya?" tanya Mary.
Mocca-Marocchi melirik Mary dan Garry sambil mengerinyitkan dahi, "Nggak, kok! Siapa juga yang manggil kalian? Dasar ge-er! Udah, pergi sana! Syuh!"
Mary dan Garry hanya saling bertatapan dengan bingung sebelum meninggalkan Mocca-Marocchi. Sepeninggal kedua orang itu, pembicaraan kembali berlanjut.
"Mungkin saja mereka bilang begitu karena terlalu banyak self-insertion kamu di karakter itu. Meski begitu, aku tetap merasa karaktermu itu sangat manusiawi dan bisa dikembangkan dengan baik," komentar author senior Mocca-Marocchi itu.
"Terus apa yang harus saya lakukan supaya karakter saya nggak dikritik MARY-SUE dan GARY-STU lagi?" tanya Mocca-Marocchi dengan tampang memelas.
"Ehmm... kamu memanggil kami, Mocca-Marocchi?" tanya Garry yang tiba-tiba muncul bersama Mary.
"Aduh, kalian berdua ini kesambet apaan sih? Kok jadi ge-er gini? Udah, ah. Pergi sana! Ini pembicaraan penting, tahu. Syuh!" sekali lagi Mocca-Marocchi mengusir mereka berdua. Garry dan Mary pun meninggalkan Mocca-Marocchi tanpa berkata-kata lagi.
Setelah agak jauh dari Mocca-Marocchi, Mary mulai angkat bicara, "Garry, kayaknya kita barusan dikerjain Mocca, deh. Jelas-jelas tadi kita dipanggil dua kali, tapi dia ngakunya nggak manggil kita."
Wajah Garry berubah masam, "Bener juga, yah... Kok aku baru sadar sih?"
"Udah ah. Author satu itu emang hobinya cari masalah," sahut Mary sambil cemberut.
"Nggak usah dibahas lagi. Nah, ayo kita ajak Ib ke cafe bareng-bareng sekarang. Aku bakal traktir kalian macaron," ucap Garry sambil tersenyum lebar.
"Okee!" seru Mary bersemangat.
Sementara itu, pembicaraan Mocca-Marocchi dan author seniornya itu kembali berlanjut.
"Yaa... cara yang paling aman sih dengan membuat karakter yang bebas self-insertion. Meski begitu, aku suka karaktermu, kok. Nggak usah pedulikan kata-kata orang, deh," author senior itu menyemangati Mocca-Marocchi.
"Ah, makasih..." sahut Mocca-Marocchi terharu. "Ngomong-ngomong, kayaknya Mary dan Garry tahu ciri-ciri karakter yang mary-sue dan gary-stu deh... Coba saya panggil mereka... WOI! MARY! GARRY! SINI, DONG! GUE MAU TANYA, NIH!"
Tak ada jawaban.
"MARYYYY! GARRYYYYY!" Mocca-Marocchi menaikkan volume suaranya. Sayangnya, yang dipanggil tetap nggak menampakkan wujudnya.
"Dasar aneh. Tadi waktu nggak dipanggil cari perhatian banget, sekarang dipanggil malah nggak muncul. Apa sih mau mereka?" omel Mocca-Marocchi.
=0=0=0=
AUTHOR'S NOTE: Oke deh… Sekali lagi terima kasih untuk yang sudah membacanya~
Saya akhir-akhir ini menyadari bahwa nama Garry dan Mary ternyata sering disebut dalam dunia writing, yakni dalam konsep mary-sue dan gary-stu ^^ Dari sinilah saya punya ide untuk membuat cerita terakhir di chapter ini.
Once again, thanks for reading!
DISCLAIMER: Ib, Garry, dan Mary adalah milik Kouri. Mocca-Marocchi adalah saya sendiri~ Big Bang dan Fantastic Baby bukan milik saya….
