Diclaimer : Selalu dan selalu punya paman Tite Kubo

Title: MY WIFE OR MY ENEMY

Pairing : Karin Kurosaki x Toushiro Hitsugaya

All Stars : Tatsuki, Hiyori Sarukagi, Soifon, Nanao Ise, Ichigo Kurosaki, Rukia Kuchiki, Isshin Kurosaki, Masaki Kurosaki, Yuzu Kurosaki, dll.

Genre :

Romance 50% Romace 50%

Rate : T

Author : Hwarang Ichikurasaki

Chapter 2

Pagi yang sangat indah ketika sang surya menyinari bumi dan membangunkan Karin dari tidurnya. Saat Karin membuka matanya ia kaget akan sosok yang tidur disampingnya, setelah diingat-ingat ia baru sadar kalau sekarang dia sudah punya suami. Karin memandangi Toushiro dengan seksama.

'Ternyata kau sangat tampan saat tidur,' batin Karin sambil berusaha menyentuh wajah Toushiro.

Saat tangan Karin hampir menyentuh pipi Toushiro, tiba-tiba Toushiro membuka matanya. Toushiro tersenyum lebar melihat Karin yang sedang blusing.

"Kau sudah bangun rupanya, selamat pagi istriku!" ucap Toushiro langsung mencium kening Karin dengan posisi masih tiduran.

Karin yang mendapat perlakuan tersebut langsung blusing, baginya ini hal paling romantis yang pernah dialaminya. Karin tidak menyangka kalau Toushiro akan seromantis ini.

-Ditempat lain-

"Hey, Tatsuki bangun!" teriak Soifon disamping telinga Tatsuki.

"Masih ngantuk!" jawab Tatsuki sambil membenahi letak tidurnya.

"Ih dasar pemalas!" ucap Hiyori cuek.

"Dasar manusia bantal!" imbuh Nanao.

"Ih kalian ini jahatnya!" ucap Tatsuki manyun sambil bangkit dari tidurnya.

"Hah, kau ini lupa ya? Kita kan mau melaksanakan rencana B setelah rencana A semalam gagal," jelas Hiyori.

"Oh iya ya? Aku hampir lupa," ucap Tatsuki meringis.

"Dasar pelupa kau ini, masih umur segini aja udah pikun," imbuh Soifon dengan nada mengejek.

"Biarin!" jawab Tatsuki manyun.

"Sudah-sudah! Jangan ribut seperti anak kecil, sebaiknya kita mandi dan siap-siap melaksanakan rencana B," ucap Nanao sambil tersenyum lebar.

"Usul yang bagus!" imbuh Soifon semangat.

Mereka berempat akhirnya mandi dan bersiap-siap menuju rumah Karin yang baru. Dasar teman yang jahil, mentang-mentang dapat penginapan disamping rumah pengantin baru main pasang CCTV seenaknya.

-Di kediaman Karin dan Toushiro-

"Selamat pagi!" ucap empat sekawan itu serentak.

Mendengar suara gaje itu Toushiro dan Karin segera membukakan pintu.

"Kalian?" ucapa Karin terkejut akan kedatangan teman-temannya dari Karakura.

"Halo Karin, hallo Toushiro!" sapa Hiyori aneh.

"Bukannya kalian sudah pulang ke Karakura?" tanya Karin penasaran.

"Kita akan seminggu disini, kita sengaja ambil cuti," jawab Tatsuki yang langsung nyelonong masuk kedalam rumah.

Toushiro dan Karin hanya menatap aneh pada manusia yang pagi-pagi sudah menyerbu rumahnya. Dan tanpa dikomando, Hiyori, Nanao dan soifon mengikuti Tatsuki masuk kedalam rumah.

"Kau masak apa Rukia?" tanya Soifon.

"Aku?" ucap Karin malu-malu.

"Oh iya, kau kan tidak bisa masak!" ucap Soifon sambil menahan tawa.

"Enak saja, aku juga bisa masak tahu! Hanya saja aku malas," jawab Karin sebal.

"Bilang saja kau tidak bisa masak!" ejek Tatsuki sambil menyerbu kulkas yang ada di ruang makan.

"Karin, kau kan sudah berkelurga! Jadi mulai sekarang kau harus rajin memasak, dan kupikir Toushiro akan lebih bahagia," ucap Nanao bijaksana.

"Hah, pagi-pagi sudah mengganggu! Mana pake acara ceramah pula," ucap Karin tanpa dosa.

"Ih, kau ini! Kami ini sayang padamu Karin, ini semua juga demi kebaikanmu!" ucap Nanao yang merasa tersinggung.

Mendengar penuturan Nanao, Karin hanya bisa meringis gaje. Tatsuki asyik menikmati cemilan yang baru didapatkannya didalam kulkas, Hiyori dan Soifon juga asyik memaikan burung beo yang sedang berkicau. Sementara Toushiro senyam-senyum disofa melihat tingkah istrinya dan teman-temannya.

'Kalian ini sangat aneh, tapi aku senang kalian menasehati Karin!' batin T oushiro.

Tanpa diketahui oleh Toushiro dan Karin, Tatsuki dan kawan-kawan sudah memasang kamera CCTV diberbagai sudut dikamar Karin dan Toushiro. Lebih banyak kamera yang dipasang, akan lebih banyak pula video yang didapat. Seperti itulah otak jahil para sahabat Karin, semua itu mereka lakukan dengan alasan untuk koleksi pribadi. Seperti yang dilakukan para artis yang lagi naik daun karena video lemon mereka ter expose banyak manusia.

Seperti yang sudah direncanakan Tatsuki, Nanao, Hiyori, dan Soifon. Ketika malam tiba mereka langsung memandangi layar yang menyambungkan CCTV dikamar Toushiro dan Karin. Dan rencana B kali ini gagal, karena ternyata Karin dan Toushiro menginap di rumah oranng tua Karin. Ide jahil kawan-kawan Karin tidak ada yang berhasil sama sekali, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Karakura karena memang masa cuti mereka sudah habis. Dan juga karena mereka dimarah-marahi pacar mereka masing-masing karena telah pergi selama itu.

-Beberapa minggu kemudian-

"Toushiro! Bisakah kau itu rapi sedikit?" teriak Karin dari dalam kamar.

"Apa?" tanya Toushiro tidak mengerti.

"Lihatlah!" ucap Karin sambil menyeret Toushiro kedalam kamar.

"Nani?" ucap Toushiro tidak percaya.

"Kenapa kau jorok sekali? Cepat singkirkan celana dalam itu dari ranjang," ucap Karin sambil membuang muka.

"Hah, hanya seperti ini saja kau ribut," ucap Toushiro santai.

BLETAKK...

"Baka! Jorok tahu!" ucap Karin sambil menjitak kepala suaminya.

"Sakit tahu! Dasar nenek sihir!" gerutu Toushiro sambil mengelus-ngelus kepalanya yang memar.

"Baiklah, kau tidur diluar! Aku tidak mau tidur dengan orang jorok dan tukang mengataiku sembarangan!" ucap Karin sambil mendorong Toushiro keluar kamar.

GUBRAKK...

Toushiro menutup kupingnya karena suara bantingan pintu yang dilakukan Karin.

"Hah, kalau seperti ini caranya aku bisa bangkrut! Belum ada seminggu rumahku bisa hancur," gerutu Toushiro sambil memandangi pintu yang baru saja ditutup paksa oleh Karin.

Tiba-tiba pintu terbuka lagi, Toushiro sedikit tersenyum. Ia berharap istrinya tidak jadi marah, tapi dugaan Toushiro meleset 100%. Karin hanya melempar bantal dan selimut kearah Toushiro. Toushiro geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya. Dengan langkah pelan Toushiro berjalan menuju sofa dan segera menidurkan badannya disofa.

'Hah, malangnya aku ini. Punya istri sekejam itu, tidak ada romantisnya sama sekali. Galak percaya! Dari menikah sampai sekarang belum pernah mengalami hal romantis(?),' gumam Toushiro dalam hati.

Malam semakin larut, tak terasa hujanpun turun dengan sangat derasnya. Petir menyambar-nyambar, dan hal itu membuat Karin ketakutan dan tidak bisa tidur. Walaupun sudah berselimut rapat tapi Karin tetap tidak bisa tidur.

Karin memutuskan untuk membangunkan Toushiro dan menyuruhnya tidur dikamar. Tapi saat Karin melihat Toushiro tertidur pulas disofa, Karin tidak berani membangunkannya. Apalagi mengingat kejadian tadi, yang ada Toushiro hanya akan menertawakannya. Karena saking takutnya, Karin memutuskan untuk tidur disamping Toushiro. Kebetulan sofa itu memang lebar, jadi muat untuk ditiduri dua manusia.

Malam semakin larut, apalagi hujan tidak berhenti-henti dan hawa dinginpun mulang menyerang. Karena saking kedinginannya Karin tidak sadar kalau Karin mendekap dada bidang Toushiro. Toushiro yang merasakan ada sesuatu yang menempel didadanya segera membuka matanya. Saat Toushiro melihat ternyata sosok itu Karin, Toushiro malah memeluk erat Karin. Mungkin Toushiro sadar kalau Karin kedinginan dan ketakutan.

Saat esok tiba Toushiro dan Karin masih dalam posisi saling memeluk, saat Karin terbangun dia kaget dan langsung menjerit.

"Hyaaa... apa yang kau lakukan padaku?" teriak Karin sambil menyingkir dari badan Toushiro.

"Hn... kau ini kenapa? Pagi-pagi sudah teriak-teriak," ucap Toushiro sambil berusaha membuka matanya yang masih ngantuk.

"Kau telah memanfaatkan situasi! Kau ingin mencari kesempatan ya?" ucap Karin dengan nada kesal.

"Kesempatan apa? Kau yang mencari kesempatan!" ucap Toushiro sambil menarik tangan Karin.

Toushiro menarik tangan Karin dan akibatnya tubuh Karin jatuh tepat di dada Toushiro, dan Toushiro malah memeluk erat Karin.

"Kenapa aku harus mencari-cari kesempatan? Kau ini kan istriku, jadi apapun yang aku lakukan padamu tidak akan ada yang memprotesnya," ucap Toushiro sambil memejamkan mata.

'Benar juga apa yang dikatakan Toushiro, apalagi selama menikah kita memang belum pernah melakukan itu(?),' batin Karin sambil blusing.

"Apa kau tahu Karin?" ucap Toushiro pada Karin.

"Apa?" tanya Karin.

"Ayah sudah ingin menimang cucu!" ucap Toushiro santai.

"Nani?" ucap Karin kaget.

Toushiro membuka mata dan dengan posisi sekarang ini mata mereka bertemu. Karin merasakan jantungnya berdetak sangat cepat, begitu juga dengan Toushiro.

Dan karena terbawa suasana Toushiro mendekatkan wajahnya ke wajah Karin, dekat dan semakin dekat. Bibir kedua insan itu saling bertemu(?), sungguh baru pertama kali ini Karin merasakan berciuman romantis. Ciuman waktu malam pengantin itu dianggap kecelakaan bagi Karin. Dan akhirnya mereka melaksanakan apa yang tertunda dimalam-malam yang lalu(?), sekarang mereka benar-benar menjadi suami istri.

Pagi ini Karin mencoba memasak untuk suaminya. Dengan berbekal membaca buku resep makanan tentunya, Karin membuat sup iga kegemaran suaminya. Dan tidak lupa membuat juz semangka yang paling di sukai suami tercinta.

"Hmm... kau masak apa, Karin?" tanya Toushiro sambil duduk di meja makan.

"Lihatlah! Aku memasak makanan yang kau sukai," jawab Karin semangat sambil membuka tutup makanan yang berada di atas meja.

"Ini apa?" tanya Toushiro yang tidak tahu apa yang dimasak sang istri.

"Ini kan sup iga kesukaanmu?" jawab Karin kemudian.

"Tapi kelihatan bukan sup iga, ini lebih mirip dengan sup campur aduk," ucap Toushiro tanpa dosa.

"..."

Karin hanya diam mendengar penuturan suaminya. Toushiro yang sadar akan kesalahannya pun langsung mencairkan suasana.

"Hahaha... bentuk boleh beda, tapi rasanya kan tetap sama!" ucap Toushiro sambil mengambil sup itu untuk dicicipi.

"Oh, iya! Tadi aku juga membuatkanmu juz semangka!" ucap Karin sambil menyodorkan segelas juz pada suaminya.

"Terimakasih, Karin!" ucap Toushiro sambil menyunggingkan senyum.

"Aku hanya ingin belajar menjadi istri yang baik," ucap Karin tersipu malu.

Toushiro mencicipi sup buatan Karin. Dan ternyata rasanya sangat aneh, jauh sekali dengan yang dinamakan sup. Tapi Toushiro berusaha menghargai kerja keras istrinya. Dengan sangat cepat Toushiro mengahabiskan sup itu, agar tidak berlama-lama mampir ditenggorokannya.

"Bagaimana rasanya?" tanya Karin kemudian.

"Hmm... rasanya enak sekali," ucap Toushiro berbohong.

"Benarkah?" ucap Karin bahagia dan langsung mengambil sup itu dan memakannya.

"..."

Toushiro hanya melihat dengan tatapan aneh.

"Huekk... kenapa rasanya seperti ini?" ucap Karin sambil memuntahkan sup yang baru dia makan.

"E... enak kan?" tanya Toushiro kemudian.

"Baka! Enak dari mananya? Rasanya sama sekali tidak enak gini," ucap Karin yang kesal sendiri.

"..."

"Kenapa kau tidak mengatakan kalau sup ini tidak enak?" tanya Karin sambil menatap tajam Toushiro.

"I...tu karena, aku tidak ingin kau kecewa!" jawab Toushiro.

"Hah, lain kali tidak perlu seperti itu! Nanti kau bisa mati ketika memakannya," ucap Karin yang masih kesal akan dirinya sendiri.

Hari itu Karin memutuskan untuk di rumah saja. Dia ingin belajar memasak lagi ketika suaminya pergi ke kantor.

Ketika Karin beres-beres kamar, Karin menemukan sebuah album foto. Karin membawa album itu ditepi ranjang. Perlahan Karin membuka lembar demi lembar album itu. Awalnya biasa-biasa saja, tapi kemudian Karin terhenti pada sebuah foto.

Dalam foto itu terlihat jelas Toushiro bersama dengan seorang gadis. Dan dengan posisi gadis itu mencium Toushiro. Foto itu benar-benar membuat Karin panas dingin. Tapi Karin berharap itu hanyalah masalalu suaminya, dan hanya lupa membuangnya.

Ting tong...

Mendengar ada yang memencet bel, Karin segera berlari membuka pintu.

CEKLEKK...

"Shiro Chan?" sapa seorang gadis ketika Karin baru saja membuka pintu.

"..."

Alangkah terkejutnya katika Karin melihat siapa tamu itu. Masih terekam jelas di otak Karin tentang gadis di dalam foto tadi, dan sekarang gadis itu benarbenar nyata berdiri di depannya.

'Kenapa dia memanggil Toushiro dengan sebutan Shiro Chan? Dia ini siapa?' batin Karin.

"Kau siapa?" tanya gadis itu pada Karin yang masih terpaku tidak percaya.

"Aku?" ucap Karin sambil berpikir.

"Iya! Kenapa kau ada di rumah Shiro Chan?" tanya gadis itu penuh selidik.

"Aku karin! Sepupunya Toushiro yang dulu tinggal di Karakura," jawab Karin berbohong.

Karin terpaksa bohong karena ingin tahu banyak tentang suaminya dan apa hubungannya dengan gadis di depannya itu.

"Wah, pantas kau sedikit mirip dengan Shiro Chan," ucap gadis itu lagi.

"Iya!" jawab Karin singkat.

"Kenalkan, aku Hinamori Momo!" ucap gadis itu.

"Salam kenal, mari silahkan masuk," tawar Karin setengah hati.

Untung saja, belum ada foto pernikahan di dalam rumah, karena memang belum jadi.

"Silahkan duduk! Kau mau minum apa?" tanya Karin sambil mempersilahkan Momo duduk.

"Apa saja, yang penting segar!" jawab Momo singkat.

"Tunggu sebentar ya?" ucap Karin sambil melangkah menuju dapur.

Setelah beberapa saat. Karin seudah kembali dari dapur dengan membawa 2 gelas orange juz.

"Silahkan di minum!" ucap Karin sambil meletakkan minuman di atas meja.

"Terimaksih!" ucap Momo.

"Oh ya, ada keperluan apa datang kemari?" tanya Karin sambil duduk di samping Momo.

"Aku ingin bertemu dengan Shiro Chan, dia kemana?" tanya Momo kemudian.

"Toushiro sedang ke kantor!" jawab Karin berusaha biasa di depan Momo, padahal didalam hatinya menangis.

"Hah, padahal aku sangat rindu sekali," ucap Momo agak kecewa.

"Memang kau siapanya Toushiro?" tanya Karin memberanikan diri.

"Aku kekasihnya! Memang Shiro tidak pernah cerita padamu?" tanya Momo balik.

Deg! Mendengar jawaban dari Momo, Karin semakin merasakan sakit di dalam hatinya.

"E... mungkin dia belum sempat bercerita," jawab Karin berusaha bersikap setenang mungkin.

"Begitu ya?" ucap Momo.

'Kenapa? Kenapa semua ini bisa terjadi? Kenapa aku tidak tahu menahu? Kenapa Toushiro tidak pernah bercerita? Kenapa Toushiro tidak menikahi kekasihnya saja? Kenapa? Kenapa Toushiro melakukan semua ini padaku?' berbagai pertanyaan bersarang di otak Karin.

~~~~ T B C ~~~~

Hyaaa...

Akhirnya update juga!

Hmm... sebenarnya apa yang terjadi?

Hwarang juga tidak tahu...

Yang penting Review yak?