ep 2

Pagi hari ini semuanya sudah berlarian menuju ke sekolah sebelum gerbangnya tertutup.

Di dalam kelas sudah banyak murid yang bersiap-siap memulai kegiatan mereka.

Terlihat Alfred sedang kesal terbukti dari dia yang tiba-tiba membanting tasnya ke bangku dan dia menatap orang di pojokan ruang kelasnya dengan kesal.

Yah yang duduk di pojokan adalah Gilbert dan kemarin sore mereka bertengkar hebat tapi nggak sampai adu fisik cuma adu mulut saja, sudah bisa ditebak kalau itu semua berhubungan sama Matthew.

"Kamu, nggak usah deketin Mattie lagi," Alfred udah saking sebelnya dia mau nyamperin Gilbert di belakang, Roderich yang sudah paham akan hawa-hawa seperti ini dia mendekati untuk menengahi mereka berdua supaya tidak menambah masalah kelas ini.

Eliza langsung berlari ke kelas sebelah, dia memanggil Arthur rumornya sih Alfred itu bisa dihentikan segala tingkah konyolnya oleh satu orang yaitu Arthur Kirkland.

"Arthur, tolong sebelum Alfred berbuat onar..." Eliza langsung saja menariknya ke kelas sebelah.

Dan Arthur terpaksa ikut apapun itu segala masalah yang diberikan Alfred entah kenapa dia yang pada akhirnya akan meminta maaf kepada semua orang.

"Alfred... Kita baru saja dihukum, kau mau memperpanjang hukuman ini?." Karena melihat Arthur akhirnya dia dengan tenang kembali ke bangkunya dengan tenang. "Pulang sekolah nanti kita perlu bicara.." ujar Arthur dan sekarang sudah menghadap Matthew di depan sana Dia tahu ini pasti ada hubungan dengannya. "Kau juga Matthew temui aku sepulang sekolah.." Setelah itu dia kembali pergi ke kelasnya lagi.

Anak di kelas itu langsung bisik-bisik ada yang menganggap kalau Arthur itu adalah mamanya Alfred dan ada yang menganggap dia adalah pawangnya si kembar itu.

Sepulang sekolah sesuai kesepakatan mereka berkumpul dan atas permintaan Alfred mereka berkumpul di Mc' D tempat kesukaan Alfred.

"Ada yang bisa menjelaskan kenapa ini semua bisa terjadi..?" Arthur melihat bergantian ke arah mereka berdua.

"Dia mencoba memanfaatkan Matthew, dan aku tidak menyukainya.." Alfred menjelaskannya secara singkat.

"Bukan seperti itu, Gilbert itu baik kok. tidak ada niatan seperti itu... Dia sangat baik kepadaku.." bela Matthew.

"Itu karena dia punya tujuan mendapatkan kamu, setelah kamu mau ditidurin dia pasti dia akan ninggalin kamu.."

"Al.."

"Apa? emang bener kan?"

Arthur harus segera menengahi sebelum keduanya menjadi kepala batu dan dia nanti yang harus ganti rugi segala kerusakan disini."Oke sepertinya aku mengerti permasalahannya.. Alfred jangan campuri urusan percintaan saudaramu..." Ujar Arthur mewanti-wanti Alfred, dan sekarang dia menghadap yang satunya "Dan Matthew untuk sementara jauhi Gilbert untuk ke stabilan emosi saudaramu" Bukan ide yang paling baik, tapi masih lebih baik dari pada tidak melakukan apa-apa untuk mereka.

Setelah diceramahi Arthur hampir dua jam penuh, akhirnya saudara kembar ini memutuskan untuk pulang bersama.

Bukan apa-apa, biasanya kalau Arthur marah enggak tahu kenapa mama mereka nanti pasti ikutan marah. itu kontak batinnya kuat banget, mangkanya mereka berdua takut banget.

Dirumah mereka cuma ada mama mereka, lebih tepatnya mamanya Matthew. Mereka ini kembarnya di muka saja, selain itu tidak ada yang menunjukkan kalau mereka kembar. bahkan mereka saja berbeda ibu.

Ayah mereka itu seorang pejabat negara dan menurut peraturan cuma istri pertama yang di akui negara dan cuma Alfred lah yang diakui negara sebagai anak ayahnya itu, sementara Matthew dan ibunya hanya menjadi simpanan.

Ibu Alfred tinggal bersama ayahnya dirumah dinas, karena sedari kecil dia tumbuh besar bareng Matthew akhirnya dia tidak bisa dipisahkan, dan Alfred harus tinggal bersama ibu tirinya.

Sebenarnya mereka bukan kembar identik, tapi karena mereka itu saudara dan tidak ada yang tahu bagaimana sebenarnya di dalam keluarganya dan karena sangat mirip. banyak yang berpikiran mereka kembar, sebelum mereka tahu nama belakang mereka berbeda.

"Kenapa kalian berdua pulang saling diem-dieman?" Tanya Madeline ibu mereka "Ada masalah sepertinya?" Tanyanya menginterogasi lebih lanjut, sudah dipastikan kalau Arthur sampai memarahi mereka berdua hal itu akan terjadi sama mama mereka dirumah.

"Iya maaf, kami akan segera berbaikan.." Ujar Matthew dan segera setelah itu dia masuk kamarnya.

Madeline menghela nafasnya berat, mungkin mengasuh dua orang ini tidak cukup dirinya sendiri.

Saat malam harinya, Matthew mendatangi kamar Alfred "Aku mau keluar sebentar? kau mau ikut atau nitip sesuatu?'' Tanya Matthew.

"Akan kutemani.."

Mereka mampir ke toko 24 jam, dan saat mereka mengantri mau membayar belanjaan mereka, tiba-tiba ada segerombolan orang yang berpakaian serba hitam dan langsung menghancurkan apapun yang ada di depannya.

Sepertinya sasarannya adalah toko ini, semua orang jadi panik dan mereka disuruh menundukkan kepala, dan menjadikan mereka sandra supaya mereka bebas bergerak.

Alfred yang jiwa heroic nya mulai keluar, dia hendak berdiri dan melawan saat ada seorang anggota mereka yang memperlakukan orang tua dengan sangat kasar.

Tapi Matthew langsung mencegahnya, dengan jumlah sebanyak itu dan banyak senjata yang mereka bawa, saudaranya ini malah akan membawa banyak masalah pada dirinya sendiri.

"Matt, lepaskan.." Alfred sedikit meronta saat Matthew memeluknya erat supaya tetap diam dan tidak melakukan hal yang sia-sia.

"Matthew.. Seorang Hero tidak boleh membiarkan kejahatan terjadi di depan matanya, kalau aku diam saja aku bukan seorang Hero..."

"Alfred Jones, dengarkan perkataanku dan tetaplah diam seperti ini.." Kalau Matthew sudah menaikkan nadanya, itu atinya dia sungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan.

Dengan mengikuti rencana Matthew mereka keluar secara perlahan kalau bisa mencari telepon umum terdekat dan menelpon polisi.

Tapi usaha mereka terhambat saat mereka diam-diam kabur lewat jendela kamar mandi, ada satu orang yang memergoki tindakan mereka, dan memanggil satu temannya untuk mengejar dua anak yang kabur itu.

Matthew terus menarik Alfred supaya lari lebih kencang, namun Alfred malah berhenti berlari dan membuat Matthew terjatuh.

"Kita tidak bisa lari terus, aku akan meghadapi mereka, kau bersembunyi saja Matt.." ujar Alfred sudah persiapan menyingsingkan lengan bajunya.

"Al..."

Perlawanan Alfred terlihat seperti sia-sia, semua yang dia lakukan pasti berhasil ditangkis dengan mudah dan lincah. Mereka terlihat seperti orang yang menguasai bela diri.

Dan dalam beberapa menit saja Alfred sudah terkunci dan tidak tahu apa yang akan terjadi padanya setelah ini. Matthew bingung mau lari apa menyelamatkan Alfred.

Dia melihat ke sekitarnya apa ada tongkat panjang, mungkin dia bisa menggunakannya.

"Matt, larilah..." Teriak Alfred tapi Matthew tiba-tiba menunduk dan raut wajahnya berubah jadi menyeramkan dia berusaha melepaskan Alfred. Entah kenapa Matthew jadi seperti ahli bela diri dan dalam sekejap Alfred sudah lepas dari cengkraman mereka.

Tapi orang-orang bertopeng seperti ninja itu mampu menyerang lagi dengan cepat juga, Karena tanpa persiapan Matthew hanya bisa melihat dan berharap dia tidak terlalu terluka parah.

Saat dia memejamkan matanya, lama dia rasakan tidak terjadi apa-apa dan suasana semakin ribut.

"Matt, buka matamu kau harus lihat ini.. kereeennn" Pinta Alfred sambil maksa gitu.

Saat Matthew mulai membuka matanya, yang terlihat adalah seorang perempuan berambut panjang dan dia terlihat dari punggungnya sudah bisa dibayangkan kalau dia adalah wanita yang cantik.

Dan yang membuat dia lebih cantik lagi dihadapan Alfred adalah dia bisa menghajar dua orang laki-laki yang tadi hendak menghajar mereka berdua, dan wanita itu hanya dengan tangan kosong berhasil membekuknya dan segera mengikatnya di pohon terdekat.

Wanita itu memakai sepatu boot putih tinggi sampai pahanya, dia memakai pakaian yang aneh menurut Matthew dan menurut Alfred malah sebaliknya dia pakai pakian yang heroic.

Dia mengulurkan tangannya kepada dua anak itu, dengan senang hati mereka berdua menyambutnya.

"Terima kasih banyak.." Ucap Matthew sambil menunduk.

"Wauuuww, itu tadi keren sekali. bagaimana kau melakukannya... apa kau bisa mengalahkan mereka semua sendirian.."

Wanita itu melihat ke arah belakangnya ternyata masih banyak dari mereka masih berkeliaran, polisi masih menunggu massa yang banyak kalau tidak mereka tidak bisa menang, malah akan memakan banyak korban dari pihak polisinya.

Tanpa pikir panjang dia menggendong atau lebih tepatnya menyeret kedua anak muda ini menjauh dari tempat ini. biar yang lainnya diurus polisi yang sedang dalam perjalanan.

"Hei, kita mau kemana? Aku mau melihatmu menghajar mereka semua..." Ronta Alfred.

Saat sudah berada di tempat yang lumayan aman, wanita itu pamit pergi dengan memasang senyum di wajahnya, tidak sedikitpun dia berbicara sedari tadi.

"Boleh kami tahu namamu...?" Tanya Alfred namun dia keburu pergi ditengah gelapnya malam.

"Jangan bersedih seperti itu, siapa tahu kita bisa bertemu dia lagi..." hibur Matthew yang melihat saudaranya diacuhin cewek cantik.

"Mattie..." Mata Alfred mulai berkaca-kaca dan sang adik mulai takut-takut dia nangis di jalan. "Inikah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama..." Alfred langsung semangat dan Matthew langsung muter bola matanya jengah ternyata dia nggak se cengeng yang dia kira.

Sepanjang jalanan pulang ke rumah. Alfred terus bercerita betapa kerennya wanita tadi,dan Matthew terpaksa dengerin dengan bosan, tahu sendiri kalau Alfred udah excited dia sampe lupa itu tadi udah diomongin apa belum.

Dan semenjak itu banyak rumor bermunculan tentang maraknya pengeroyokan dan perampokan yang dilakukan banyak orang tapi tidak ada polisi yang bisa menghentikannya bahkan banyak dari mereka yang datang setelah para penjahat itu menjalankan aksinya.

Juga rumor tentang seorang pahlawan yang datang menyelamatkan sandra sebelum ada yang terluka parah.

Keesokan paginya walau tidak masuk berita koran atau apa, Pahlawan itu sudah terkenal dengan sendirinya dari mulut ke mulut. Berita pagi hanya mengabarkan Perampokan yang sedang dalam pengintaian kepolisian, karena berhubungan dengan sebuah kelompok berbahaya.

"Selamat pagi Kiku, kamu rajin sekali pagi ini..."

Alfred entah kenapa sudah sampai ke sekolah sepagi ini, Kemarin dia tidak bisa tidur karena kepikiran terus dan akhirnya daripada berdiam diari dia memutuskan untuk ke sekolah saja.

"Ah, Alfred aku sudah biasa berangkat sepagi ini. kamu sendiri?" Tanya Kiku dengan nada sopan dan kalemnya. Alfred memang agak kurang suka sama kelompok atau temen-temennya Kiku tapi kalau Kiku lagi sendirian biasanya mereka banyak berbincang-bincang.

"Oh ya Kiku, kamu pasti kaget. kamu denger nggak kalau di sekitar sini sering ada kawanan aneh.." ujar Alfred.

"Iya, aku sering mendengarnya dari Ludwig-san" jawab Kiku santai.

"Yang lebih keren adalah kemarin aku bertemu mereka semua, aku hampir saja babak belur oleh mereka..."

"I..Itu menurutmu keren?" Tanya Kiku khawatir.

"Tapi sayang Mattie menghentikanku, dan bagian terkerennya adalah. aku bertemu superhero. Dia seorang wanita dan dia bisa mengalahkan hampir setengah pasukan dan menyelamatkan sandra hingga polisi datang.. dan aku juga yang termasuk diselamatkan. itu sih sebenarnya bukan terlalu keren untuk hero sepertiku. tapi untuk ukuran super hero sungguhan seperti dia itu sangat kereennn..." Alfred mulai bercerita dan Kiku dengan pasrah mendengarkan sambil berkomentar sedikit-sedikit.

Tbc...

Thanks to all. Love you guys.