Tittle : 悲伤,爱情,友谊 (Hurt, Love, Friendship)
Chapter 2
RATE : T
CAST :
_Ryeowook (Wookie).Yeoja. Bendahara OSIS
_Yesung .Namja . Ketua OSIS
_Kyuhyun .Namja .Koordinator OSIS
_Sungmin (Minnie) . OSIS
_Eunhyuk .Yeoja. Anggota OSIS
_Donghae .Namja. Wakil OSIS
_Siwon . Namja. Sekretaris OSIS
_Hangeng . Namja . Appa Wookie
_Heechul . Yeoja . Umma Wookie
_YunHo .Namja. Appa Kyu
_JaeJong . Yeoja . Umma Kyu
_Kangin . Namja. Appa Yesung
_JungSoo . Yeoja. Umma Yesung
WARNING : Genderswitch, Gaje, Abal, Typo bertebaran dimana-mana.
~Happy Reading~ n ~Remember for Review~
_Ryeowook's POV_
Aku tidak dapat memberikan jawaban atas pernyataan cinta dari Yesung-Oppa. Perasaan ku saat ini benar-benar kacau, aku tidak tau harus bagaimana. Disatu sisi aku merasa bahagia tapi disisi lain kehadiran Kyuhyun, benar-benar membuatku galau.
"Baiklah.. Oppa tidak memaksa. Oppa akan memberimu waktu berpikir. Tapi kau harus mendengarkan Oppa, Apapun yang terjadi di masa lalu mu, tolong lupakan, semua itu sudah berlalu, jangan kamu tetap hidup di masa lalu mu. Kembali lah menjadi Wookie yang ceria dan suka bercanda, jangan menjadi Wookie yang dingin sedingin salju dan cuek kepada semua orang." Perkataan Yesung-Oppa membuka keheningan.
"Ne Oppa, gomawo." Aku tersenyum kepada Oppa.
"Yuk pulang." Ajak Yesung.
"Memang Oppa tau dimana rumahku?" Tanya ku.
Memang selama ini aku tidak pernah mengajak siapapun kerumahku. Jika kalian bertanya mengapa aku akan menjawab. Aku anak bungsu, aku punya seorang Oppa bernama Minho dan seorang Eonnie bernama Seohyun, dan rumahku, kalian tau bagaimana orangtua ku? Mereka sibuk dengan hidup mereka. Appa-ku seorang pejabat. Dan Umma-ku seorang ibu rumah tangga yang kerjanya hanya arisan dan senang-senang dengan teman-temannya. Dan aku tidak tau kenapa dari aku kecil Umma seperti sangat membenci ku sampai tega memaksa ku mendonorkan ginjalku untuk Eonnie ku. Umma jarang pulang kerumah, kalaupun pulang hannya untuk memarahiku. Dan Oppa-ku? Dia hanya sibuk dengan pekerjaan nya walaupun kadang-kadang dia juga sangat perhatian kepadaku, Eonnie-ku? Dia seorang model, dia mempunyai kehidupannnya sendiri, dan kalian tau? Eonnie ku lah yang menjadi penyebab putusnya aku dan Kyuhyun karena Eonnie memaksa Appa untuk menjodohkan nya denga Kyu, walaupun Eonnie tau aku dan Kyu sedang berpacaran. Memori ku akan kejadian malam sebelum aku kecelakaan terus berputar diingatanku. Oppa dan Eonnie jarang pulang kerumah. Aku anak yang kekurangan kasih sayang, dan aku juga anak bersikap acuh dengan lingkungan sosial ku semenjak kejadian kecelakaan itu.
"Aku tau kok, yuk." Jawab Yesung, dia menarik tanganku.
'Hangat' Batinku.
"Hmm, Oppa tau darimana rumahku?" tanyaku. Saat ini kami sedang diatas motor.
"Kau mau Oppa jujur atau bohong." Tanya nya.
"Tentu saja jujur Oppa." Kataku
Dia mempercepat laju motornya. Aku ketakutan. Reflek aku mengeratkan pelukan ku diperutnya.
"Oppa, pelan, aku takut." Lirihku.
Yesung memperlambat motornya. "Mianhe, hanya ingin menggodamu."
"Oppa... Jawab aku." Kataku sambil mencubit nya pelan.
"Baiklah, kau ingat kan kita pernah kegiatan OSIS sampai malam? Saat itu aku, Siwon dan Donghae mau mengantarmu pulang tapi kau ngotot tidak mau lalu jalan kaki pulang sendiri, Oppa mengikutimu jadi Oppa tau dimana rumahmu. Dan lagi Appa-mu pejabat berpengaruh di negara kita bagaimana bisa aku tidak mengetahui rumahmu" Katanya.
Aku ingat malam itu kegiatan acara ulang tahun sekolah sampai malam hari dan mereka bertiga mau mengantarku pulang tapi aku bersikeras tidak mau. Jika bertanya kenapa anak pejabat negara bisa berkeliaran tanpa bodyguard ataupun seorang supir, simpel, aku tidak mau selalu diikuti aku hanya mencoba menjadi orang normal walaupun orangtuaku kaya raya.
"Oooo."Kataku singkat.
"Hmm.. sudah sampai, masuklah." Kata Yesung.
"Ne, gomawo masuk " Kataku sambil melambaikan tangan.
_Ryeowook's POV END_
_Di Rumah_
Wookie membunyikan bel berkali-kali. Tapi tidak ada yang membukakan pintu.
"Kenapa lama sekali sih?" Kesalnya.
"Selamat datang Nona Muda." Kata kepala pelayan sambil membungkukkan badan.
"Kenapa lama membuka pintunya ahjussi?" Tanya Wookie sambil berjalan masuk.
"Mianhe Nona Muda, tadi saya sedang sibuk mengurusi para pelayan baru. Nona Muda mau makan siang apa hari ini?" Tanya kepala pelayan.
"Kenapa rumah sepi? Dimana Umma dan Appa, Eonnie dan Oppa juga kemana? Mereka kemana Ahjussi?" Wookie tidak menjawab pertanyaan kepala pelayan.
"Ahh Nona Muda, Nyonya besar baru saja keluar, Tuan besar masih di kantor. Tuan Muda dan Nona Pertama belum pulang dari kemarin. Nona mau makan apa? Biar saya suruh pelayan memasak untuk anda." Tanya Ahjusi Pelayan.
"Haaaaaaa" Wookie menghela nafas panjang dan berlari naik tangga, tujuan nya hanya 1, masuk ke kamar nya, dia ingin sekali menenangkan pikirannya yang kacau.
"Aku tidak ingin makan siang, Ahjussi tidak perlu repot-repot mengurusi ku." Wookie menjawab pertanyaan Kepala Pelayan setelah dia sampai diujung tangga.
Wookie masuk kedalam kamarnya dan membanting pintunya.
2 jam kemudian ...
"Ada apa Kepala Pelayan Kim? Apa yang dibuat Nona Muda lagi? Apa dia marah lagi?" Tanya Tao, pengawal pribadi nya Wookie.
"Ahh Tao. Kau mengagetkanku. Tidak ada, dia hanya seperti biasa, bersikap dingin, tidak mau makan siang. Aku mengkhawatirkan kesehatannya Tao, apalagi dengan tubuhnya yang hanya memiliki 1 ginjal, Nyonya dan Tuan besar juga jarang memperhatikannya." Kata Pelayan Kim panjang lebar.
"Aah ne. Biar aku saja yang mengurus nya." Kata Tao lalu naik ke kamar Wookie.
Tookkk..tooo...toookkkkk...
Suara pintu kamar Wookie diketok oleh Tao.
"Nona, makan yuk." Ajak Tao.
"Ani Tao, aku tidak lapar dan aku ingin tidur, jangan menggangguku Tao." Kata Wookie.
"Tadi pagi kau tidak sarapan Nona, dan tadi di sekolah aku tidak melihatmu makan di kantin dan kau tidak membawa bekal. Ayolah Nona, kita makan." Tao membuka kamar Wookie dan Wookie sedang terduduk dipinggir kasur.
"Kau mengikutiku lagi Tao? Aku tidak senang! Kau mengganggu ku! " Suara Wookie mengeras.
"Jangan ngambek Nona. By the way, siapa sih namja yang tadi mengantarmu eoh?" Tanya Tao berniat menggoda Wookie. Tao mendudukan dirinya di samping Wookie.
Wookie memerah, "Aiiisshh, dia namja ketua OSIS."
"Namnjachingu Nona?" Tanya Tao sambil menaikan sebelah alisnya.
Jika kalian bertanya mengapa mereka tidak terlihat seperti majikan dan Tuan, jawabannya karena memang, Appa-nya Tao adalah Kepala Pengawal dirumah ini dan Tao adalah pengawal pribadinya, umurnya hanya beberapa tahun lebih tua darinya.
"Annniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.." Wookie berteriak di telinga Tao
"Aku bisa tuli gara-gara teriakan Nona!" Kata Jason memasang tampang kesal.
"Tao...kau..." belum sempat Wookie menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba Pelayan Kim datang.
"Nona Muda, ada tamu mencari anda." Kata Pelayan Kim.
"Siapa?" Tanya Wookie singkat.
"Katanya namanya Yesung." Kata Pelayan Kim
"Ooo." Wookie menjawab singkat
Wookie turun kebawah dan Tao hanya mengekor dari belakang.
"Oppa, kenapa?" Tanya Wookie saat melihat Yesung duduk di ruang tamunya.
"Ah, Wookie. Oppa ingin mengajakmu mendiskusikan tentang anggaran dana kita, laporan di laptop Oppa dirusak oleh si Ikan yang pengganggu itu dan datanya hilang, kau tidak keberatan kan?" Yesung langsung to the point.
"Iya Oppa, gapapa kok." Jawab Wookie.
"Tao, ambilkan tas ku, laptopku. Kim Ahjussi tolong buatkan minuman dan antar ke belakang rumah." Perintah Wookie kepada Pelayan Kim dan Tao.
"Ne Nona" Jawab mereka serempak.
"Kajja Oppa, kita ke halaman belakang."
_Yesung's POV_
Astaga!
Rumah Wookie benar-benar bagaikan istana, besar dan luas sekali. Dan pelayan nya begitu menuruti nya.
Aku mengikuti nya ke halaman belakang, kita sampai di sebuah pondok yag agak luas yang terletak ditengah-tengah sebuah kolam teratai, disana ada sebuah alat musik kecapi dan sebuah piano.
"Oppa, diskusi nya disini saja ne? Kalau didalam nanti para pelayan itu akan sengat menganggu ku." Katanya.
Belum sempat aku menjawab aku melihat Pelayan datang membawa minuman dan makanan ringan, lalu orang yang dipanggilnya Tao itu datang membawa barang-barang Wookie.
"Nona ngapain sih belajar disini nanti diomeli Tuan Besar kalau beliau tau." Kata namja itu sambil menyerahkan barang-barang nya.
"Kau berisik Tao, aku tidak belajar, aku hanya membahas tugas OSIS ku , memang nya kenapa sih kau selalu mengadu, kau jangan mengganggu ku kenapa sih, masuk sana, dan tolong suruh semua anak buah mu yang sedang intip-intip itu pergi, aku benar-benar tidak senang, kau memperlakukan Yesung-Oppa seperti teroris saja." Wookie berkata sangat sakratis dan dingin , aku pun kaget.
"Ne Nona, jangan ngambek, susah mengembalikan senyummu. OK. Namja Ketua OSIS, jaga Nona Muda ku ne, jangan kau apa-apakan dan buatlah dia tersenyum." Kata namja tadi sambil meninggalkan kami.
Aku memperhatikan sekitar ku. Astaga! Pengawal Wookie dimana-mana , mereka benar-benar mengira aku teroris kali ya.
"TAAAAAAOOOOOOOOOOOOOOOO SURUH SEMUA ANAK BUAH MU MENINGGALKAN KAMI BERDUA, KALAU TIDAK NANTI MALAM AKU AKAN MELAPORKAN NYA PADA OPPA KU DAN MENYURUH OPPA KU MEMECAT MEREKA SEMUA." Teriak Wookie 7 oktaf.
"Hehehe, mian Oppa, aku kesal pengawal ku begitu pada Oppa." Dia nyengir saja.
"Gapapa kok.. Hhehehhehe." Kataku santai
_Yesung's POV END
Mereka berdua berdiskusi dan mengobrol sampai sore.
Sementara itu, didepan rumah Oppa dan Appa-nya Wookie pulang kerja.
"Selamat datang Tuan." Sapa para pelayan.
"Pelayan Kim, dimana Adik kecilku dan pengawal bodoh nya?" Tanya Minho kepada Kepala Pelayan Kim.
"Ahh, Nona Muda sedang bersama tamu nya di halaman belakang rumah, Tao-ssi ada diruang TV,"
Minho dan Hangeng berjalan ke halaman belakang, Tao mengikuti mereka dari belakang.
Terlihat Wookie sedang tertawa lepas sampai terpingkal-pingkal bersama Yesung. Ketiga namja itu menghentikan langkahnya tepat di pintu belakang dan memperhatikan sepasang manusia itu dari jauh *Ya iia laa manusia masa pasangan alien #Dihajar Readers, Babak belur*
"Appa.. sudah 1tahun lebih aku tidak melihat Wookie tertawa lepas seperti itu." Lirih Minho.
"Tuan Besar dan Tuan Muda tau siapa namja itu?" Tanya Tao.
"Aku akan melihat itu siapa. Tao kau suruh kepala pelayan Kim menyiapkan makan malam, dan kau Minho, Telepon Umma-mu suruh segera pulang kerumah." Perintah Hangeng Mutlak.
"Ne.." Jawab kedua namja itu lalu masuk kedalam rumah.
Hangeng berjalan mendekati anak nya itu.
_Ryeowook's POV_
"Appa, Appa kapan pulang?" Tanyaku kaget melihat Appa mendatangi pondokku ini. Pondok ini memang tempat favoritku. Dan Appa tidak suka melihatku berada diluar karena ini berbahaya untuk aku heran Appa hanya tersenyum.
"Eh, kamu , kamu anaknya Kangin-Hyung kan?" Kata Appa sambil menunjuk Yesung-Oppa, sepertinya Oppa kaget.
"Lho? Tan Ahjussi? Anyeong Ahjussi."
"Hmm.." Aku menggumam, aku sangat bingung -_-
"Chagi, Yesung itu teman mu eoh? Kau tak perlu bingung begitu, Yesung anak nya Kim Kangin, kau ingat Kangin Ahjussi kan? Ahjussi yang sering membelikan mu boneka panda besar waktu ulangtahun mu tahun lalu." Kata Appa.
Aku mengingat Ahjussi itu. Jadi Ahjussi itu Appa-nya Yesung-Oppa.
"Aku ingat Appa." Jawabku sekenanya.
"Wah Yesung, kau memacari anak Ahjussi tanpa meminta izin kepada Ahjussi eoh?" Apa-apaan sih Appa, kurasakan wajah ku memanas.
"Appa, Huh" Aku mendengus.
"Aani, a..." Perkataan Yesung terpotong suara Oppa yang menginterupsi ku.
"Baby Chagi Wookie Honey, cepat mandi, ini sudah sore, Oppa akan membakar kecapi mu itu kalau berani membantah."
"Huhhhhhhhh, Oppa pulang pulang main ngancam, nyebelin." Aku menghentakan kakiku masuk kedalam rumah meninggalkan Yesung Oppa dan Appa.
_Ryeowook's POV END_
"Eh Ahjussi, Mianhe, aku pulang dulu, sudah sore, Appa dan Umma akan mencariku." Yesung pamit kepada Hangeng
"Makan malam lah disini Yesungie. Ahjussi yakin Wookie tidak akan mau makan lagi malam ini, kau tau, sangat susah membujuknya makan, bantu Ahjussi ne?" Kata Hangeng sambil menepuk pelan bahu Yesung.
"Appa, ini kan anaknya Kangin Ahjussi ?" Tanya Minho kepada Hangeng.
"Ah ne. Annyeong. Kim Yesung imnida." Kata Yesung memperkenalkan diri.
"Minho imnida. Kau boleh memanggilku Hyung jika mau." Kata Minho tersenyum kepada Yesung.
"Kau pacar nya Wookie-ah.?" Tanya Minho kepada Yesung.
"Aanii, ani, hyung, Aku hanya teman OSIS nya Wookie." Jawab Yesung tergagap, dia salah tingkah.
"Kau tau dongsaeng.? Wookie-ah tak pernah membawa siapapun kerumah, bahkan mantan pacarnya dulu yang bernama Kyuhyun pun tak pernah dia bawa kerumah." Kata Minho kepada Yesung.
"Kyuhyun?" Tanya Yesung bingung.
"Min, Kau tak perlu membahas itu semua! Apa kau sudah menelepon Umma-mu untuk pulang makan malam bersama?" Tanya Hangeng.
"Ne Appa. Tapi Umma bilang dia tidan ingin pulang kerumah dan tak ingin bertemu dengan Wookie-ah." Lirih Minho.
"Hmmm... Wookie pasti tidak mau makan lagi. Yesungie kajja, kita masuk, malam ini makan dirumah Ahjussi ne? Ahjussi sudah mengirimi pesan kepada Appa-mu." Kata Hangeng kepada Yesung.
"Nee.. Ne.. Ahjussi." Jawab Yesung.
Mereka berjalan masuk ke ruang makan bersama.
-Yesung's POV_
Ada apa ini? Tadi Minho-Hyung bilang Kyuhyun itu mantan pacar Wookie. Apa benar? Tapi kapan? Bukankah Evil itu baru kembali dari Amerika? Ah, dikepalaku dipenuhi begitu banyyak pertanyaan. Pantas saja tadi siang Kyuhyun bersikap seperti itu kepada Wookie, tapi kenapa Wookie diam saja ya?
Dan lagi, tadi Minho-Hyung bilang Umma mereka tak mau menemui Wookie. Wookie, ada apa dengan kehidupanmu? Aku benar tidak cukup mengenalmu. Biarkan aku lebih mengenalmu. Apa ini semua yang membuat mu menjadi dingin dan tertutup? Wookie, aku tidak pernah tau kehidupanmu begitu berat, dilihat dari luar kau seperti dipenuhi kebahagiaan dan hidup berkecukupan, tapi ternyata kau sangat terbebani.
_Yesung's POV END_
Hangeng, Minho dan Yesung duduk di ruang makan menunggu Pelayan Kim memanggil Wookie untuk turun makan. Hangeng duduk di kursi tengah, di sebelah kiri nya Minho dan Yesung di sebelah kanan nya.
"Tuan, Nona Muda tidak mau keluar makan." Lapor Kepala Pelayan Kim kepada Hangeng.
"Mana Tao?" Tanya Hangeng.
"Aku sudah membujuknya Tuan, tapi Nona tetap tak mau keluar, dan tadi saya dengar dari luar kamar sepertinya Nona menangis Tuan. Dia tidak mau makan jika tidak ada Nyonya." Tao baru turun dari lantai 2 langsung melapor kepada Hangeng.
"Bagaimana ini Tuan? Nona tidak makan apapun dari tadi pagi. Dan tadi disekolah Tao-ssi mengatakan Nona juga tidak jajan dan makan apapun. Penyakit Nona bisa semakin parah." Terlihat pelayan Kim sangat khawatir kepada Nona Mudanya.
"Biar aku saja." Kata Minho lalu meninggalkan meja makan.
Hangeng dan Yesung beserta Tao menyusul Minho.
_Di depan kamar Wookie_
Mereka semua berdiri didepan pintu kamar Wookie kelihatan semuanya sangat khawatir.
"Chagi, makan yuk, sama Oppa ne?" Bujuk Minho sambil mengetuk pintu kamar Wookie.
"Ani. Aku tidak lapar." Kata Wookie dari dalam kamar, suaranya terdengar parau, seperti habis menangis.
"Wookie, Appa mohon, jangan siksa dirimu seperti ini, ayo kita makan, Umma-mu hanya sibuk, dia bukan tidak mau menemuimu." Kata Hangeng mencoba membujuk anak bungsu nya itu.
"..."
Tidak ada jawaban.
"Bagaimana ini Tuan?" Tanya Tao.
"Biar aku saja coba." Kata Yesung membuka suara.
_Ryeowook's POV_
Aku tidak tau kenapa Umma-ku begitu membenci ku. Dari kecil aku jarang mendapat kasih sayang dari Umma-ku. Umma-ku hanya menyayangi Eonnie dan Oppa. Bahkan masih sangat jelas diingatanku, 1tahun yang lalu Umma memaksa ku memberikan 1 ginjal ku kepada Eonnie ku karna ginjal Eonnie ku rusak. Bahkan Umma dengan tega nya mengambil Kyuhyun dan menjodohkan nya dengan Eonnie-ku tanpa memikirkan perasaanku sedikitpun. Saat itu tak sanggup berkata apapun, aku hanya menuruti keinginan Umma, aku pikir dengan cara seperti ini Umma bisa menyayangiku, aku salah. Umma semakin sayang kepada Eonnie, merawat Eonnie, sejak kejadian donor ginjal itu, aku sering sakit-sakitan, bahkan Kyuhyun menjadikan alasan sakit ku untuk memutuskan aku dan menerima perjodohan dengan Eonnie-ku, yang katanya yeoja sempurna, tidak sepertiku. Hatiku semakin hancur. Aku tak bisa menahan air mata ku lagi.
_Ryeowook's POV END_
Yesung mengumpulkan keberanian nya dan mengetuk pintu kamar Wookie.
"Wookie. Apa Oppa boleh masuk?" Tanya Yesung.
Sementara didalam kamar Wookie kaget mendengar suara bariton yang tak asing itu.
"Hikss.. Oppa...Oppa..." Terdengar suara tangisan Wookie.
Yesung membuka pintu kamar Wookie dan menemukan nya terduduk dibawah tempat tidur nya, matanya membengkak dan pipi nya basah terkena air mata.
"Wookie, tidak apa-apa kan?" Tanya Yesung sambil merengkuh Wookie kedalam pelukannya.
"..." Wookie tidak menjawab, dia semakin terisak.
"Wookie, berhenti menangis. Oppa mohon. Oppa tidak suka melihatmu menangis. Kau tenang saja. Oppa disini, Oppa akan menemanimu, Oppa tidak suka melihat mata ini mengeluarkan air mata" Kata Yesung sambil mengusap belas air mata Wookie.
"Ne Oppa." Wookie hanya terdiam.
Yesung mengusap lembut rambut Wookie.
Hangeng, Minho dan Tao melihat mereka dari pintu.
"Ayo, anak-anak Appa, kita turun, tidak sehat melihat adegan ini." Kata Hangeng sambil berjalan kembali ke ruang makan bersama Minho dan Tao.
...
Kembali kekamar Wookie.
Mereka masih terduduk dibawah lantai.
"Oppa, kenapa belum pulang?" Tanya Wookie setelah dia tenang.
"Tadi Ahjussi melarang ku pulang dan mengajak ku makan malam. Wookie kenapa tidak mau makan? Oppa suapin ne?" Yesung mencoba membujuk Wookie.
"Oppa, aku menyedihkan ya, sangat menyedihkan." Lirih Wookie.
"Kau tau Wookie, didunia ini banyak hal tak terduga yang sering terjadi. Terkadang kita mengalami kepahitan yang amat sangat menyakitkan dan membuat kita berpikir bahwa kita adalah orang paling menderita didunia ini. Tapi itu tidak benar Wookie, Setiap permasalahan yang diberikan Tuhan kepada kita akan mendewasakan kita, membuat kita belajar tentang kehidupan. Kalau seseorang tidak mau mengakui kita atau membemci kita bukan berarti dia benar-benar sangat membenci kita, hanya saja terkadang ada suasana dimana keadaan memaksa sesorang harus bersikap seperti itu, dan mereka hanya belum sadar. Sepahit apapun masalah, kalau kita sanggup melewatinya Tuhan akan memberikan akhir yang indah." Kata Yesung panajng lebar.
"Hmm.. Oppa sejak kapan belajar ceramah dari Siwon-Oppa?" Kata Wookie.
"Kau tau, Oppa membuat sendri lho kata-kata itu." Kata Yesung sambil mencubit hidung Wookie.
"Kau harus makan teratur, sayangi badan mu ya, coba lihat, badanmu kurus seperti ini, kau jadi tidak bohay lagi." Kata Yesung sambil menatap Wookie dengan tatapan horror.
"Yak Oppa, kau menyebalkan. Sejak kapan jadi mesum seperti Hae-ah" Wookie memukul dada Yesung.
"Hehehhe. Sudah selesai ya ngambek nya? Galak nya kumat lagi. Oppa jadi yuk, Oppa lapar, kau mau Oppa mu yang tampan dan keren ini mati kelaparan eoh?" Kata Yesung dengan pede nya.
"Aku ingin makan dikamar saja." Jawab Wookie singkat.
"Baiklah, Oppa akan turun mengambil makanan nya." Yesung bangkit tapi Tao sudah berdiri diluar pintu dengan membawa makanan Wookie.
"Tuan muda Tolong suapi Nona Manja-ku itu ya." Kata Tao dengan sengaja mengereskan suaranya.
"TAOOOO. KAU SUDAH BOSAN HIDUP RUPANYA?" Teriak Wookie dari dalam kamar.
"Gomawo Tao-ssi." Kata Yesung sambil membungkukkan badannya.
"Tuan Muda tak perlu memanggilku begitu, panggil saja Tao. Baiklah saya mau turun banyak tugas dibawah, tolong jaga Nona Muda." Tao meninggalkan Yesung.
Yesung berjalan masuk kedalam kamar.
"Gongzhu, Kuai ba ni de zui da kai ba." (Putri, cepat buka mulutmu.) Kata Yesung dalam bahasa Mandarin.
Wookie hanya membuka mulutnya malu-malu. Biarkan acara suap-suapan itu, kita lanjut saja, mari yukk. *abaikan saja author*
_SKIP TIME_
Mereka berdiri bersama di balkon kamar Wookie. Tapi masih diam-diaman, tidak ada yang berniat membuka pembiacaraan. Mereka sibuk dengan pikiran nya. Di depan pintu kamar Wookie Appa dan Oppa-nya sedang memperhatikan mereka
"Oppa, aku memikirkan apa yang Oppa tanyakan padaku tadi siang." Kata Wookie memecah kesunyian.
"Hmm.. tadi siang itu apa ya? Oppa lupa, hari ini kita mengobrol banyak sekali, kau tau kan?" Jawab Yesung dengan kebodohannya (?) melupakan pernyataan cinta nya sendiri tadi siang."
"..."
"..."
10 Menit hening
"Dingin" Kata Wookie pelan.
"Kalau begitu kau harus masuk dan tidur ne, Tuan Putri?" Kata Yesung.
"Tidak mau. Aku mau disini. Oppa nyebelin." Wookie mempoutkan bibirnya.
"Kalau gitu Oppa akan menghangatkanmu." Kata Yesung sambil memeluk Wookie dari belakang. Perlakuan Yesung membuat jantung Wookie berdegup dengan kencang. Begitu juga dengan Yesung yang dengan berani nya memeluk Wookie sampai melupakan bahwa gadis itu sangat lah ganas biasanya.
'Hangat' Batin Wookie.
"..." Hening.
"Aku mau jadi yeojachingu Oppa." Kata Wookie tiba-tiba.
Yesung tersentak kaget. Tapi dia tetap bersikap biasa dan bertanya "Benarkah?"
"Kenapa ekspresi Oppa begitu saja sih? Tidak senang ya? Yasudah!" Wookie melepaskan tangan Yesung dan berjalan agak menajuhi Yesung. Dia sangat kesal melihat ekspresi Yesung yang terkesan biasa-biasa saja, padahal jantung nya sudah mau loncat dari tempatnya.
Yesung mendekati Wookie mengangkat dagu Wookie. "Saranghae." Bisik Yesung sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Wookie.
Wookie kaget tapi tidak berusaha melepaskan ciuman mereka.
_Di depan pintu kamar_
"Huuhh Appa. Aku kesal dia mencium Wookie ku seenaknya." Kata Minho kepada Appa-nya
"Biarkan saja. Appa merasa Yesung orang yang tepat untuk membahagiakan Wookie. Kita tidak boleh membiarkan nya terus-terusan dalam kesedihan terus, sakitnya bisa kambuh, kau tahu itu Min?" Kata Appa-nya.
"Tapi Appa, Yesung tak tau soal penyakit Wookie." Lirih Minho.
"Biarkan semuanya berjalan dengan sendirinya, Min." Kata Hangeng sambil berjalan masuk ke balkon kamar Wookie diikuti Minho.
"Ehemmm..." Deheman Minho menghentikan kegiatan 2 manusia itu.
Sejenak Wookie dan Yesung salah tingkah.
"Eh Hyung, Ahjussi, errr.. Sejak kapan?"Tanya Yesung malu-malu. Sementara Wookie hanya menunduk malu.
"Sejak dongsaeng ku bilang mau jadi yeojachingu-mu. Dongsaeng Oppa diam-diam ternyata begitu ya." Goda Minho.
"Huhhhh Min-Oppa jelek. Nyebelin." Wookie menghentakan kaki masuk ke kamar nya.
"Em. Aku pamit dulu ya Ahjussi, Hyung. Annyeong." Yesung membungkukkan badannya dan keluar dari kamar Wookie.
~~~~~~~~~~~KyuMin Side~~~~~~~~~~~~~
"Kyu, mau sampai kapan kita begini?" Tanya Minnie dalam pelukan Kyuhyun.
"Sampai aku bisa lepas dari nenek sihir itu Minnie, bersabarlah, aku hanya milikmu walaupun aku bertunangan dengan nenek sihir itu." Kata Kyuhyun berusaha meyakinkakn Minnie.
Ya, Kyuhyun dijodohkan dengan Seohyun oleh Umma-nya Kyu dengan Umma-nya Seo. Seohyun selalu berusaha merebut apapun yang menjadi Wookie. Saat dia mellihat Kyuhyun dan dia langsung memaksa Umma-nya menjodohkan dengannya. Kebetulan kedua Umma itu adalah sahabat baik, tanpa memikirkan perasaan Wookie, Chullie mennjodohkan Seo dengan Kyu. Dan yang menjadi penyebab Wookie kecelakaan. Tapi "GADIS SEMPURNA" yang Kyu bilang menjadi penyebab putusnya dengan Wookie bukanlah Seohyun, melainkan Sungmin. Kyu mencintai Sungmin saat dia masih berpacaran dengan Wookie. Padahal Sungmin adalah sahabat Wookie. Tapi Sungmin tak pernah tau penyebab kecelakaan Wookie adalah Kyu. Dan orang tua Kyuhyun menyetujui pertunangan dengan Seohyun karena Appa-nya Seohyun adalah pejabat dan pengusaha terkenal , bisa menyokong dana ke perusahaan nya. Walaupun Minnie dari keluarga berada tapi tidak sekaya Seo.
"Oh ya Kyu, apa kau mengenal Wookie ya?"
_Kyuhyun's POV_
Bagus Minnie kau menanyakan soal yeoja itu, akan ku buat kau membencinya. Karena Umma-nya kita jadi tidak bisa bersama.
"Kau tau siapa dia Minnie? Apa kau tau kelurga nya?" Tanya ku.
"Aku hanya tau Appa-nya pejabat bermarga Tan, pejabat terkenal itu. Aku tidak pernah kerumahnya. Dia selalu melarang aku dan Hyukkie kerumahnya" Jawab sungmin.
"Tidak kah kau curiga marga Tan Ryeowook itu 1 marga dengan Tan Seohyun itu? Dan tidak kah kau menyadari, penyebab kita tak bisa bersatu itu adalah keluarga Tan itu? Tidak tau kah kau bahwa Seohyun itu Eonnie nya Ryeowook? Dan ingatkah dulu aku pernah cerita padamu bahwa aku pernah pacaran dengan anak pejabat yang manja sekali, dan anak pejabat itu adalah Ryeowook, Tan Ryeowook. Aku pikir setelah lepas dari dia aku akan bisa bersama dengan mu Minnie. Aku salah. Malah aku terjebak hubungan pertunangan dengan Eonnie nya itu" ku lihat seketika ekspresi Minnie berubah.
"Apa Kyu?" Tanya Minnie meyakinkan.
"Karena itu Minnie, aku tidak suka bahkan aku membenci Wookie." Jawabku
"Kyu, berjanjilah kau jagan pernah meninggalkanku apapun yang terjadi." Minnie mengeratkan tangan ku di pinggang nya.
"Kau tenang saja, cintaku hanya untukmu Min, Takkan ku biarkan Tan bersaudara itu menghalangiku."
#NP : Geu Saram _ Lee Seung Chul
_↔TO BE CONTINUED↔_
Gomawo yang uda review. Benar-benar minta maaf karna Fanfic saya ini Typo bertebaran di segala tempat dan waktu. Karena saya author baru dan baru mengenal dunia Fanfic dan juga baru di dunia FFn ini mohon bantuan chingudeul.
viiaRyeosom : Iya, itu lagu favoritnya author, benar-benar sangat mengharukan *Author lebay stadium akhir* . Bukan, ini nanti ending mau bikin Kyumin. Seo Cuma muncul dan jadi orang jahat. Hehehehe. Gomawo uda review ^^ dan baca fanfic ku yang agak aneh ini, mohon saran dan kritik
Lya Clouds : Ne Chingu, Sorry berry sorry, Saya memang ratu typo *Abaikan*. Gomawo uda sempetin diri dan waktu untuk baca fanfic ku dan meninggalkan jejak review. Iya ini akhirnya Yewook kok. Alna Author juga Yewook-shipper. Jangan bosan untuk membaca dan me-review ne. mohon saran dan kritik nya. Gomawo
kimryeowii : Ne. Ini sudah Author update. Walaupun yang review cum 3 orang *gag nanya kali* . Gomawo sudah sempatkan diri membaca dan mereview. Jangan bosan membaca dan mereview ne. Gomawo.
Khusus Chap ini aku men-share lirik & terjemahan lagu Geu Saram.
Check it Down :
그사람 ( geu saram ) " Dia "
그 사람 날 웃게 한 사람
( geu saram nal utge han saram )
Dia adalah orang yang membuatku tersenyum
그 사람 날 울게 한 사람
( geu saram nal ulge han saram )
Dia adalah orang yang membuatku menangis,
그 사람 따뜻한 입술로 내게 , 내 심장을 찾아준 사람
( geu saram ttatteutan ipsullo naege , nae simjangeul chajajun saram )
Dan ia adalah orang yang meraih hatiku lewat kehangatan bibirnya
그 사랑 지울 수 없는데
( geu sarang jiul su eomneunde )
Dia tak bisa ku hapus
그 사랑 잊을 수 없는데
( geu sarang ijeul su eomneunde )
Dia tak bisa kulupakan
그 사람 내 숨 같은 사람
( geu saram nae sum gateun saram )
Dia adalah seperti nafasku
그런 사람이 떠나가네요
( geureon sarami tteonaganeyo )
Namun orang itu sekarang telah pergi
그 사람아 사랑아 아픈 가슴아
( geu sarama saranga apeun gaseuma )
Karena Orang itu, cinta itu, hatiku sakit
아무것도 모르는 사람아
( amugeotdo moreuneun sarama )
Apakah kau tak tahu apapun, kekasihku
사랑했고 또 사랑해서
( saranghaetgo tto saranghaeseo )
Aku telah mencintaimu dan terus mencintaimu
보낼 수 밖에 없는 사람아
( bonael su bakke eomneun sarama )
Aku harus menjalani ini ( membiarkan kau pergi )
내 사랑아
( nae saranga )
oh cintaku…
내 가슴 너덜 거린데도
( nae gaseum neodeol georindedo )
Hatiku pun telah tercabik-cabik
그 추억 날을 세워 찔러도
( geu chueok nareul sewo jjilleodo )
Kenangan itu pun terasa menusuk di setiap hariku
그 사람 흘릴 눈물이
( geu saram heullil nunmuri )
Dia yang mengalir air matanya
나를 더욱더 아프게 하네요
( nareul deoukdeo apeuge haneyo )
Sangat membuat hatiku sedih
그 사람아 사랑아 아픈 가슴아
( geu sarama saranga apeun gaseuma )
Karena Orang itu, cinta itu, hatiku sakit
아무것도 모르는 사람아 , 눈물 대신 슬픔 대신
( amugeotdo moreuneun sarama , nunmul daesin seulpeum daesin )
Apakah kau tak tahu apapun, kekasihku sebagai ganti air mata dan kesedihan
나를 잊고 행복하게 살아줘
( nareul itgo haengbokhage sarajwo )
Lupakanlah aku dan hiduplah dengan bahagia
내 사랑아
( nae saranga )
oh Cintaku
우리삶이 다해서
( urisarmi dahaeseo )
Saat kehidupan kita telah berakhir
우리 두눈 감을때 그때 한번 기억해
( uri dunun gameulttae geuttae hanbeon gieokhae )
Saat menutup kedua mata kita, saat itu sekali saja ingatlah aku
그 사람아 사랑아 아픈 가슴아
( geu sarama saranga apeun gaseuma )
Karena Orang itu, cinta itu, hatiku sakit
아무것도 모르는 사람아
( amugeotdo moreuneun sarama )
Apakah kau tak tahu apapun, kekasihku
사랑했고 또 사랑해서
( saranghaetgo tto saranghaeseo )
Aku telah mencintaimu dan terus mencintaimu
보낼 수 밖에 없는 사람아
( bonael su bakke eomneun sarama )
Aku harus menjalani ini ( membiarkan kau pergi )
내 사랑아 내 사랑아 내 사랑아
( nae saranga nae saranga nae saranga)
oh cintaku 3 x..
