Namanya Kim Jongdae (20 tahun), nama panggilannya Chen, namun aku biasa memanggilnya dengan sebutan Chenchen seorang namja tampan dan manis dalam waktu bersamaan ketika kalian semua melihatnya, Dia adalah…

.

.

.

.

.

.

Tittle : The First Snow

Author : PANDAmuda

Cast : Kim Jongdae (Chen) ; Someone (Find in this Fic)

Note: Hanya ingin buat Fic yang Castnya Chen, habis susah banget nemuin Fic yang Castnya Chen, apalagi kalau Fic yg bahasa Indonesia. Sumpah itu susah banget. So' mencoba sedikit ber eksperimen dikit lah sama 'Kakak Chen'

Ini semacam SongFict nya

.

.

.

GAK SUKA LANGSUNG 'CLOSE' OKAY

.

.

.

.

HERE WE GO!

.

.

.

.

PANDAmuda

.

Present

.

.

.

.

.

.

#Someone POV

Ahh… lumayan juga bisa keliling Sungai Han sore-sore begini, walaupun sedikit dingin.

Wesss Ewesss Wess (?) [Backsound: orang bisik-bisik]

Astaga tuhan. Sungguh begitu agung cipataanmu yang ada di sana itu. Pantas orang-orang ribut, ternyata mereka sedang membicarakan dia ternyata.

Tunggu..

Chen?

Jongdae?

"ASTAGA!"

#FlashbackOn

"astaga! Apa yang kau lakukan chen?" kataku marah

"mian hyung" balasnya sambil menunduk sedih

"aggrrhh… kau membuatku gila chen" akh.. sungguh dia bisa membuatku gila sekarang juga

"mian hyung" katanya lagi sambil mencoba membersihkan meja makan kami yang berhamburan

"sudahlah" kataku lagi sambil berlalu meninggalkannya

Astaga.. sungguh dia sangat ceroboh, aku sudah yakin ini akan terjadi jika dia memasak makanan untuk kami. KAMI? YA KAMI!

Aku dan chen tinggal di apartemen yang sama, ah. Lebih tepatnya chen yang kusuruh untuk pindah di apartemenku, alasannya? Tentu saja agar aku bisa menjaganya 24jam dari gangguan orang-orang mesum yang ada di luar sana. [Kris-ssi tak sadar kah kau kalau kau juga adalah orang yang mesum?]

.

.

"Hyung!"

"…"

"Apa yang ingin kau bicarakan hyung?" tanyanya. Kudengar suaranya sedikit memilikan. 'Maafkan aku Chenchen'

"Chen kurasa kita harus selesai sampai di sini saja"

"ke-kenapa hyung?" ah tidak dia bergetar

"maaf, aku tak ingin menyakitimu lebih sering lagi. Jadi kurasa kita harus menyudahi ini secepatnya." Ku rahih tubuh bergetarnya ke dalam pelukkanku. "Sudahlah chen, lupakan aku dan cobalah untuk mencari seseorang yang lebih pantas untukmu, yang lebih baik untukmu, yang bisa menjagamu dengan baik tanpa harus menyakitimu chenchen. Kau bisa kan? Berjanjilah padaku kau akan mencoba melupakanku!" kataku sambil merenggangkan pelukanku dari tubuhnya dan mengajungkan jari kelingkingku ke arahnya untuk meyakinkan Janjinya kepadaku. Ah tidak ini lebih terlihat seperti paksaan halus yang aku berikan kepadanya.

"Ta-"

"Sudahlah chenchen, sekali saja bisa kan kau 'IYA' kan permintaanku?"

"Ba-baiklah. Akan ku coba!"

"Thanks chenchen"

"eum"

.

.

#FlashbackOff

.

.

Setahun sudah berlalu, tapi aku belum bisa melupakanmu

Pada akhirnya hati ini berbicara, "Aku kesepian" berbicara pada diri sendiri

.

Chen apakabarmu? Hah.. apa kau sudah bisa melupakanku?

.

(Memutar kembali waktu) Andai aku bisa mundur satu tahun

(Mengembalikan hatiku) Akankah sekarang kita tetap bersama?

.

Sungguh aku berharap bisa kembali lagi denganmu. Maaf tentang waktu itu

.

Yeah, itu mungkin pemikiran bodoh, tapi tetap saja,

Andai…

.

Entah mengapa kakiku terus melangkah tanpa ku perintah kearah 'nya', ke arah sesosok yang sanggat ku rindukan saat ini. Jantungku? Jantungku berasa tak berdetak sekarang. Apa aku mati? Tidak! Aku tak mati hanya saja jantung ini tak bisa berkompromi dan membuatku seperti sedang mati.

.

Jika aku bertemu denganmu lagi, akankah air mata ini menetes?

.

.

Namanya Kim Jongdae (20 tahun), nama panggilannya Chen, namun aku biasa memanggilnya dengan sebutan Chenchen seorang namja tampan dan manis dalam waktu bersamaan ketika kalian semua melihatnya, Dia adalah… Mantan pacarku

Sebenarnya aku tak rela menyebutnya dengan 'Mantan' karena aku masih sangat mencintainya hingga sekarang

.

.

"Che-Chen?" apa dia mendengarku? Kurasa tidak

"…"

"CHEN!" kutinggikan panggilanku pada sosok yang berjarak 8 langkah dari tempatku berdiri

"Hy-hyung!" dia menoleh dan menyebut namaku

"Hai, Bagaimana kabarmu?"

"Ba-Baik. Bagaimana denganmu hyung?" katanya gugup, dapat ku lihat semua itu dari raut wajahnya

"Baik" hanya itu? Kau bodoh Kris!

.

Bodohnya aku, yang tidak bisa berkata sepatah katapun

#Someone POV End

.

.

#Author POV

Namja tampan itu terlihat seperti orang yang frustasi walau dia saat ini sedang bertemu dengan orang yang sangat dicintainya. Siapa sebenarnya sosok namja tampan itu? Kurasa aku belum mengenalkannya pada kalian

Namanya Wu Yi Fan (24 tahun), tapi orang-orang lebih sering memanggilnya dengan sebutan Kris, hanya sesosok namja tampan juga manis yang ada di depannya saat inilah yang serinfg memanggilnya dengan sebutan 'Hyung' walaupun dia tau Kris bukanlah orang korea asli, dan hanya dial ah orang yang di izinkan Kris untuk memanggilnya dengan sebutan 'Hyung'.

Kris sebenarnya bukanlah orang yang lemah hanya saja karena kisahnya dimasa lalu (1 tahun lalu) yang menyebabkannya terpuruk di tahun selanjutnya (tahun ini). Dia begitu tersiksa ketika mengakui bahwa dia sungguh sanggat merindukan sosok namja yang ada di depannya ini, namja yang tadi di panggilnya dengan sebutan 'CHEN'.

#Author POV End

.

.

#CHEN POV

"Che-Chen?" apa benar itu suara 'Nya'?

"…" aku terdiam mencoba untuk mendengarkannya sekali lagi

"CHEN!" benar, itu 'Dia'

"Hy-hyung!" kataku terbata

Tuhan, apa salahku? Setelah sekian lama aku tak bertemu dengannya dan telah mencoba dengan sekuat tenaga untuk melupakannya kenapa sekarang kau membuatnya kembali? Di saat yang sama ketika dia meninggalkanku dulu?

"Hai, Bagaimana kabarmu?"

"Ba-Baik. Bagaimana denganmu hyung?" kataku gugup, sambil memandangnya. Aku merindukanmu hyung!

"Baik" Sukurlah jika kau baik-baik saja hyung

Aku senang kau mendatangiku Hyung

#Chen POV End

.

.

#Author POV

Mereka sekarang sedang terdiam dalam keadaan saling tatap?

Kurasa mereka masih saling mencintai sampai saat ini. Kurasa mereka terlalu meninggikan Gengsi mereka hanya untuk berkata 'Aku Merindukanmu'. Hah… sungguh menyebalkan mereka.

"Aku kesepian…" Kata Kris "Chenchen" lanjutnya

Akhirnya mereka lanjut berbicara dan kris memulainya dengan berkata seperti itu membuat chen bingung.

"Kenapa kau memanggilku seperti itu hyung?"

#Author POV End

.

.

#Kris POV

"Aku kesepian…" Kataku "Chenchen" lanjutku

Ah… sungguh saat ini aku begitu merindukan sosokmu Chenchen-ku

"Kenapa kau memanggilku seperti itu hyung?" tanyanya bingung namun dengan raut gugupnya. Tunggu apa itu? Dia malu?

Hah.. dapat ku lihat dengan jelas rona merah yang ada di pipinya saat ini. Dia tidak berubah masih manis seperti dulu, My Chenchen.

.

Maafkan aku, aku terlalu jahat padamu waktu itu

Penyesalan menghantuiku di Cristmas ini

.

"Hanya ingin, apa kau sendirian chen?" kataku lagi mencoba untuk mencairkan suasana canggung kami

Dia mengangguk, Imut.

"Apa mau ku temani?" tawarku padanya yang kali ini di balasnya dengan sebuah gelengan kecil

"Maaf hyung, aku harus segera pulang. Jika kau ingin pergi berjalan silahkan di lanjutkan"

KRETEK

Apa jelas terdengar suara sesuatu yang patah? Kurasa itu adalah suara hatiku

.

Aku ingin kembali padamu

Akan kulakukan apapun

Meskipun dengan menghilangkan semua kehidupanku dahulu sampai saat ini

.

"baiklah… selamat tinggal chenchen" kataku sambil melambaikan tangan kearahnya, terlihat bodoh emang aku sadar. Karena aku emang bodoh karena menyia-nyiakannya ketika itu

"Bye Hyung" katanya sambari tersenyum—Pahit.

.

Begitu bodohnya aku melepaskanmu begitu saja saat itu

#Kris POV End

.

#Chen POV

"Hanya ingin, apa kau sendirian chen?" katanya sembari menjawab pertanyaanku tadi.

Lalu aku sedikit mengangguk untuk menjawab pertanyaanya

"Apa mau ku temani?" tawarnya padaku dan dengan cepat aku menggeleng

Aku ingat katanya dulu padaku untuk melupakannya, dan hingga saat ini aku masih mencoba untuk melupakannya dan menemukan yang baru yang lebih baik darinya namun.. Aku tak bisa

"Maaf hyung, aku harus segera pulang. Jika kau ingin pergi berjalan silahkan di lanjutkan" bohongku padanya.

Ini semua demi menjaga kekuatanku setelah sekian lama menahan gejolak Rindu pada dirinya

baiklah… selamat tinggal chenchen" katanya sembari melambaikan tangannya, ah.. dia terlihat bodoh jika melakukan hal seperti itu

"Bye Hyung" kataku sambari mencoba untuk tersenyum, tersenyum—Pahit.

.

.

"Salju Turun"

Ini adalah saat dimana Kris memelukku dan detik berikutnya dia meninggalkanku dengan sebuah janji yang aku coba laksanakan walaupun aku sungguh tak ingin melaksanakannya.

'Kris Hyung aku merindukanmu!'

'Ku harap kita bisa bertemu lagi. Dilain waktu'

"Marry Christmas Kris Hyung"

#Chen POV End

.

.

#Other Side (Author POV)

Sore itu Salju turun. Salju pertama di bulan Desember tahun ini, salju itu jatuh tepat di paha seorang namja tampan dengan tubuh atletis.

"Salju Turun"

"Hah… ini adalah saat dimana aku memeluk 'nya' namun detik berikutnya aku meningalkannya tanpa sepatah kata" kata namja tersebut dengan nada yang cukup memilukan hati ketika kau mendengarnya secara langsung.

"Chenchen aku merindukanmu"

"Ku harap kita bisa bertem lagi. Di lain Waktu"

"MARRY CHRISTMAS, MYCHENCHEN!"

.

.

.

.

.

.

.

END

Sabtu || 22.55 WITA || setelah nge-post preview langsung buat ni FF dan baru aja selesai

Balasan Review:

Amoebbang : /Kena Cipok/ Mampus main cipok aja. Bayar woy! Hahahaha.. iya ini FF Chen. AllXChen, tapi untuk yang jadi Seme nya gak semua karena aku harus pilih karakternya sesuai dengan jalan cerita yang aku maksud. Untuk LuChen dan CanChen nya thanks ya, nanti kalau cocok sama Alur and Feel yang aku dapet di pake deh! PASTI (Kalau gak cocok ya gak di pake. Wakakakakkk~)

Sapphire Zells: Ini juga udah di lanjut kan Fic nya. Untuk pairnya aku kabulkan permintaan kamu, tapi untuk kedepannya aku buat sesuai Feel yang aku dapat yang sesuai dengan ceritanya. Coz harus ada feel dari akunya, supaya sreg (?) dibaca FF nya. Wkwkwkwk… (padahal KrisXChen nya emang palning dari awal, bukan ngabulkan keinginan dia /ngomong dalam hati/) Thanks udah suka FF nya ya!

Kira Kirarin: Wkwkwkkk~ kamu bener, aku juga jarang nemu FF Chen Uke jadinya gini. Buat sendiri. Ini udah yang paling kilat teman, sabar untuk yang selanjutnya ya!