Batasku
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : Kakashi H. x Sakura H.
Rated : T+
Warning : Ide pasaran, Gaje, Ooc, EYD berantakan, Typo dimana-mana
Don't Like Don't Read
Happy Reading ^^
Chapter 2
Kakashi merenggangkan dekapannya, ia memandang Sakura sejenak "Hei, sudah bisa cerita sekarang?" sembari mengusap pipi Sakura lembut. Sakura menggelengkan kepalanya di pelukan Kakashi.
"Baiklah, mau ku buatkan bubur?" tanya Kakashi lagi. Sakura kembali menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku buatkan susu coklat?" tawar Kakashi lagi. Sakura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Kakashi tersenyum tipis,'setidaknya Sakura mau meminum segelas lebih baik dari pada tak makan apa pun sepanjang hari.'
"Kau tunggulah disini, aku segera kembali." Kakashi melepaskan rengkuhannya pada tubuh ramping Sakura,kemudian melangkahkan kakinya menuruni ranjang, namun sebuah tarikan di ujung kemejanya membuat Kakashi menghentikan gerakannya.
"Hm?" Kakashi mengusap pipi Sakura lagi. Tak ada jawaban apa pun dari Sakura, namun emerald gadis itu berkaca-kaca, bersiap untuk menangis. Melihat hal itu membuat dada Kakashi berdenyut nyeri.
"Kau tak mau di tinggal sendiri?" tanya Kakashi lembut. Sakura menganggukan kepala pink-nya. Pria itu tersenyum miris, 'apa yang terjadi pada Saki-ku.'
Kakashi tersenyum lembut, kemudian berjongkok di hadapan Sakura "Naiklah ke punggung ku." Dengan badan bergetar Sakura memberanikan dirinya naik ke punggung Kakashi.
.
.
.
Kakashi menyodorkan segelas susu coklat hangat yang baru saja ia buat pada gadisnya. Dengan tangan bergetar, Sakura meraih gelas yang diberikan Kakashi dan meminumnya dengan tergesa, hingga meninggalkan bekas di sudut bibir Sakura. Kakashi tersenyum , kemudian menyeka sudut bibir Sakura dengan ibu jarinya.
Ting tong
Pria itu menghentikan gerakan tangannya menyeka bibir gadisnya, sebelum kemudian berdiri− hendak kedepan membuka pintu, namun kembali ujung kemejanya di tarik seseorang.
"Hm?" Kakashi mengusap surai pink Sakura. "Aku hanya membuka pintu Saki, aku takkan kamana-mana." Kakashi kembali meyakinkan gadisnya
Cklek
Kakashi menaikkan sebelah alisnya bingung, 'untuk apa Yamanaka dan kekasihnya datang ke apartemen Sakura sepagi ini' batin Kakashi.
"Ohayou sensei" sapa Ino ceria.
"Hn" jawab Kakashi datar.
"Bagaimana keadaan Sakura, sensei?" Kakashi dapat melihat raut cemas dari wajah Ino mengedikkan bahunya, menyuruh sepasang kekasih itu untuk masuk dan melihat sendiri bagaimana kacaunya Sakura.
Sakura melipat kedua kakinya dan menenggelamkan wajahnya. Ia takut, benar-benar takut. Bagaimana kalau orang itu kembali ke apartementnya dan menyiksanya lagi. Isakan kecil lolos dari bibirnya dan itu tak luput dari pendengaran Kakashi.
Ino mendudukan dirinya disebelah Sakura dan mencoba memegang telapak tangan Sakura− berniat menenangkan. Sakura menegang. 'Tidak ! Ini bukan tangan sensei.' Sakura refleks menjerit histeris.
"Tidak! Menjauhlah dariku, ku mohon," suaranya terdengar memilukan."Hiks,jangan sakiti aku lagi." Sakura mundur ke sudut sofa, menjauh dari Ino. Gadis Yamanka itu terkejut mendapat penolakan dari sahabatnya. Ia memalingkan wajahnya menghadap mantan sensei-nya −meminta penjelasan. Tapi pria itu tak mengatakan apa pun, namun dari matanya Ino tahu, sensei-nya seakan mengatakan 'aku akan menjelaskannya nanti.'
Perlahan, Kakashi mendekat dan merengkuh tubuh Sakura dalam dekapannya, badan Sakura masih bergetar namun tak lagi menjerit histeris. Ia membelai surai pink Sakura, sembari berujar−lembut "Ino tidak jahat Saki, dia teman mu dan teman tak akan menyakitimu" lelaki itu menjelaskan sembari melihat emerald Sakura yang berkaca-kaca. Dengan takut-takut, Sakura mengintip Ino dari balik dekapan Kakashi.
Ino menggigit bibirnya− menahan air mata yang sebentar lagi lolos dari manik aquamarine-nya."Sensei benar Sakura, kami teman mu dan kami tidak akan menyakitimu. Percayalah." ujar Ino meyakinkan, sebelum kemudian kembali mendekati Sakura.
.
.
.
"Tidak,jangan! Ku mohon!" Sakura menjerit dan terbangun dari tidurnya dengan nafas terangah-engah, peluh membasahi seluruh tubuhnya. Mendengar suara Sakura membuat Kakashi terbangun seketika, dengan lengkah tergesa pria itu menghampiri sang gadis di kamarnya.
"Hiks.. Hiks"
Hati Kakashi mencelos, melihat air mata kembali berderai dari manik emerald gadisnya. Pria itu merengkuh Sakura dalam dekapannya, kemudian menghapus air mata gadisnya "Mimpi buruk lagi?" tanya Kakashi. Sakura mengangguk di pelukan Kakashi.
"Ayo, tidur lagi. Aku temani sampai kau tidur kembali." Kakashi melepaskan rengkuhannya, kemudian pria itu masuk kedalam selimut Sakura dan mendekap tubuh gadisnya protektif. Pria itu mengusap rambut gadisnya lembut, hingga suara dengkuran halus Sakua mencapai pendengaranya. Kakashi mengecup puncak kepala Sakura sayang.
Kakashi tidak pernah keberatan Sakura mengganggu istirahatnya. Pria itu tidak pernah merasa Sakura menyusahkan hidupnya. Ia mencintai gadisnya apa adanya, keadaan Sakura yang sekarang tak membuat Kakashi berhenti mencintainya, Ia malah semakin mencintai gadisnya. Ia senang Sakura bergantung padanya, namun Ia akan lebih senang lagi kalau Sakuranya kembali seperti Sakura yang dulu. Pria itu takkan membiarkan Sakura bergantung pada orang lain selain dirinya ,termasuk bergantung pada obat penenang. Kakashi kembali mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, kejadian yang seketika membuatnya berhenti bernafas.
Flasback on
Kakashi mengetuk pintu kamar Sakura seraya memanggilnya−pelan "Saki", namun tak ada jawaban dari dalam. Perlahan, Kakashi memutar kenop pintu kamar gadisnya, kemudian lelaki itu melongokan kepalanya, namun tak ia dapati gadis musim seminya. kemudian, melangkahkan kakinya masuk ke kamar gadisnya. Perlahan, pria itu meletakan nampan yang ia bawa di atas nakas. Tak sengaja, mata heterokrom miliknya melihat sebuah botol obat− yang kalau dilihat sekilas mirip dengan vitamin. Namun,setelah di lihat secara teliti lagi, obat yang Kakashi temukan adalah obat penenang, 'dari mana Saki mendapatkan benda ini ? Dan untuk apa ia meminumnya ?' berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala pria itu.
Sakura keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunkan jubah mandinya, gadis itu terkejut mendapati sensei-nya sudah ada di kamarnya dan sedang duduk di tepi ranjang. Sakura tahu, sensei-nya menggenggam sesuatu− yang entah apa, ia tak tahu. Perlahan, Sakura mendekati Kakashi dan duduk disebelah lelaki itu.
"Apa ini,Saki!" ujar Kakashi, sembari menunjukan obat yang ia temukan di laci nakas gadisnya. Sakura terkejut, gadis itu tak menyangka sensei-nya akan menemukan obat yang selama ini ia sembunyikan. Sakura menunduk, tak berani menatap mata sensei-nya.
"Jawab, Saki! Dari mana kau mendapatkannya!" desak Kakashi, suaranya naik satu oktaf.
Sakura takut, sensei-nya itu tak pernah semarah ini padanya. "Hiks.. Gomen nesensei. A-aku hanya tak ingin mengganggu istirahat sensei. A-aku hanya− "
Kakashi menarik tubuh gadisnya ke dalam pelukan lelaki itu "Ku mohon sayang, jangan pernah lakukan ini lagi?! Aku tak keberatan kau mengganggu ku setiap malam" Kakashi menyusupkan wajahnya ke perpotongan leher gadisnya, menyembunyikan air matanya. Ia sakit− dengan keadaan Sakura yang seperti ini saja sudah membuatnya sakit, di tambah lagi dengan ketergantungan Sakura pada obat penenang. Kakashi mengurai dekapannya, sebelum kemudian merangkum wajah Sakura dengan kedua telapak tangannya yang hangat,"Dengar sayang, jangan pernah sekali pun melakukan hal itu lagi" jeda sejenak "Aku tak pernah keberatan kau mengganggu ku setiap malam, bahkan kalau itu artinya selamanya, aku tak keberatan." Kakashi menarik nafas dalam 'Aku mencintai mu, sayang.' batin Kakashi. Kakashi menurunkan masker yang dikenakannya,kemudian mengecup bibir gadisnya sekilas, seakan ingin menyampaikan betapa pria itu mencintai gadisnya.
Air mata jatuh dari emerald-nya, gadis itu tak menyangka sensei-nya akan menciumnya."Jangan menangis sayang, aku ada disini" Kakashi mengusap pipi Sakura. Kembali, direngkuhnya tubuh gadis yang ia cintai dalam dekapan protektif. Perlahan, Sakura membalas pelukan Kakashi−hangat−,itu yang ia rasakan setiap kali sensei-nya memeluknya.'Seandainya saja, Sasuke-kun bisa sehangat Kakashi-sensei .'
Flashback off
Kakashi mendekap Sakura lebih erat, kemudian ikut memejamkan matanya mengikuti Sakura ke alam mimpi.
.
.
.
Ini sudah tiga bulan sejak kejadian Sakura mengalami kekerasan yang disebabkan oleh Sasuke, namun belum ada perkembangan yang signifikan pada gadis itu, ia masih belum bisa berinteraksi dengan baik dengan orang lain− tanpa ketakutan yang berlebih, hanya pada Kakashi-lah gadis itu bisa berinteraksi dengan normal. Hal ini membuat Mebuki Haruno – ibu Sakura− cukup tertekan, keadaan putri tunggalnya yang depresi membuatnya jatuh sakit. Bahkan, Sakura tak mau berbicara atau pun di tinggal berdua saja dengannya tanpa kehadiran Kakashi di antara mereka berdua.
"Ini sudah tiga bulan Kakashi, dan keadaan Sakura masih belum ada perkembangan. Ia bahkan tak mau berbicara dengan ku atau pun dengan Mebuki," jeda sejenak "kami tak punya pilihan lain, kami akan membawa Sakura ke psikiater" putus Kizashi.
"Saki tidak gila, Jii-san!"seru Kakashi. Lelaki itu tak rela melihat gadis yang di cintainya di perlakukan seperti orang gila, bahkan orang tuanya sendiri yang memperlakukan demikian."Saki, hanya butuh waktu untuk kembali seperti dulu, Jii-san" lirih Kakashi.
"Tapi, ini sudah terlalu lama Kakashi" sanggah Kizashi lagi. "Kami hanya ingin yang terbaik untuk Sakura, dia putri kami satu-satunya." ujar Kizashi putus asa.
"Ku mohon , Jii-san?! Biarkan aku merawat Saki lebih lama lagi"
"Hah" Kizashi menghela nafas lelah, "Baiklah, kami berharap pada mu, Kakashi. Kalau keadaan Sakura tak juga membaik− " jeda "−kami akan tetap membawa Sakura ke psikiater.
Kakashi menunduk, pasrah "Baik, Jii-san."
.
.
.
Sakura hendak turun ke pantry, saat ia sayup-sayup mendengar pembicaraan Kakashi dengan ayahnya di ruang tamu. Gadis itu menggigil ketakutan, ia tidak ingin terapi. Dengan langkah terseok, ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya, bersembunyi dari ayahnya.
Kakashi tahu, Sakura mendengar pembicaraanya dengan ayah sang gadis. Oleh karena itu, setelah Kizashi meninggalkan apartemennya, Kakashi bergegas menyusul Sakura di kamarnya.
Cklek
Kakashi memutar kenop pintu kamar gadisnya dengan hati-hati. Didapatinya, Sakura sedang bersembunyi dalam selimut. Lelaki itu berjalan perlahan, mendekati ranjang gadisnya. Sebelum kemudian, menyingkap selimut yang menutupi seluruh tubuh Sakura. Gadis itu tersentak, saat selimutnya tak lagi melindungi tubuhnya, namun setelah tahu itu sensei-nya−Sakura serta merta menerjang Kakashi, hendak memeluk−seakan meminta perlindungan.
Kakashi yang tidak siap mendapat pelukan dari Sakura, terhuyung− hampir jatuh,"Hei, kenapa?"tanya Kakashi setelah berhasil menstabilkan badannya. Sebelum kemudian, mendudukan pantatnya di pinggir ranjang dan membawa Sakura ke pangkuannya.
"A-aku tidak mau ke psikiater, sensei" lirih gadis itu−sembari mencengkeram kemeja depan Kakashi.
Kakashi mengeratkan pelukannya di pinggang gadis yang di cintainya "Tidak sayang, kau tidak akan kemana-mana."
Sakura mengangguk, kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang sensei-nya.
"Mau jalan-jalan?"tawar Kakashi, yang hanya di balas senyum cerah dari gadis musim semi-nya.
.
.
.
Kakashi turun dari mobilnya, kemudian lelaki itu mengitari mobil untuk membukakan pintu gadisnya. Dapat ia lihat, binar bahagia di mata Sakura. Ia senang, keputusannya untuk membawa Sakura jalan-jalan adalah hal yang tepat.
"Ayo"Kakashi menggenggam telapak tangan Sakura, mengajaknya berkeliling taman. Keadaan taman sore ini cukup ramai, banyak yang menghabiskan waktu mereka disini. Ada yang datang bersama anak-anak mereka,bahkan ada beberapa yang terlihat berpasangan. Kakashi mengalihkan netra-nya−memandang dimana gadisnya terlihat teramat bersemangat mengejar kupu-kupu, hal itu membuat Kakashi melengkungkan bibirnya−tersenyum−melihat hal yang telah lama absen dari matanya, yaitu senyuman gadisnya.
Tak jauh dari tempat Kakashi dan Sakura berada, terlihat seorang laki-laki yang mengamati semua gerak-gerik gadis musim semi itu. "Aku menemukan mu, sayang!?" Ia melengkungkan bibirnya tersenyum− Ah, bukan! lebih tepatnya,menyeringai.
.
.
.
"Kau haus?" tanya Kakashi, sembari menyeka keringat di dahi Sakura dengan sapu tangan yang selalu ia bawa. Gadis itu menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan yang di lontarkan mantan sensei-nya itu.
"Tunggu sebentar, aku beli minum dulu" Pria itu berdiri−beranjak meninggalkan Sakura sendirian.
Sakura Pov
Sore ini aku dan sensei pergi ke taman dekat apartemen sensei−atau lebih tepatnya apartemen yang aku tinggali dengan Kakashi-sensei. Ya, sejak tiga bulan yang lalu, atau lebih tepatnya sejak terakhir kali aku bertemu kekasihku, aku di bawa ke apartemen Kakashi-sensei. Ia tidak ingin aku di sakiti lagi oleh Sasuke, itu yang ia katakan−saat aku bertanya kenapa aku harus pindah dari tempat , Sasuke. Bagaimana keadaannya sekarang? Ia sudah tidak pernah menghubungiku lagi sejak kejadian itu. Aku harap, kami tidak akan pernah bertemu lagi, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat bertemu dengannya nanti. Apa dia akan marah? Seandainya dia tahu aku tinggal dengan Kakashi-sensei.
Aku mengayunkan kaki ku−bosan"Kemana, sensei. Lama sekali".
Tak berapa lama kemudian, ku rasakan bangku yang ku duduki sedikit berderit−pertanda ada yang duduk disebelahku. Aku tak peduli, sebelum aku mendengar orang itu memanggilku.
"Apa kabar, sayang"
Aku refleks memalingkan wajahku, jantungku seakan berhenti berdetak saat tahu siapa lelaki yang duduk di sebelahku.
'S-sasuke-kun, kenapa dia bisa tahu aku ada disini?' tanpa sadar tubuhku sudah bergetar ketakutan. Aku melihat ke sekelilingku, disini ramai, 'tak mungkin kan orang ini menyakitiku disini?'
"Tidak perlu takut, sayang" Sasuke berusaha menyentuh pipi ku dengan telapak tangannya.
Aku menepis tangan Sasuke dan bergerak menjauh dari-nya"M-menjauhlah dariku, ku mohon" aku berusaha menahan laju air mataku. 'Sensei, cepatlah datang.'
Sasuke menyeringai"Aku tak akan menyakitimu, tenang saja" kembali, Sasuke mendekatiku.
"Sepertinya, sensei mu sudah berjalan kesini, sayang" lirihnya. Perlahan Sasuke mendekatiku, mencondongkan tubuhnya ke arah ku, sebelum kemudian berbisik lirih "Aku akan menemui lagi, sayang".
Aku takut, bagaimana kalau Sasuke benar-benar datang menemuiku, saat sensei sedang di kampus. Apa yang harus aku lakukan sekarang.
Sakura Pov End
Kakashi hanya pergi beberapa menit untuk membeli minuman, namun betapa terkejutnya ia saat kembali, Sakura-nya menggigil ketakutan, keringat dingin membasahi tubuhnya.
"Hei, kenapa sayang?"Kakashi memeluk tubuh Sakura yang bergetar, mengusap surai pink gadisnya untuk menenangkan.
"Hiks.. A-aku takut sensei. Orang itu datang lagi."kata Sakura dengan sesenggukan.
'Shit!'Kakashi memaki dalam hati'harusnya aku tak meninggalkan Sakura sendirian.' Kakashi mengeratkan pelukannya"Sekarang sudah tidak apa-apa, kau aman sekarang. Aku tak akan membiarkan dia menyentuhmu lagi"janjinya.
.
.
.
A/N :
Akhirnya bisa publish chap dua juga, fiuh #Ngelap keringet
Buat imouto ku tersayang a.k.a Miss Hyuuga Hatake, arigatou ne udah jadi beta reader ku. Ngalah ya sama Nee-chan dalam hal berbagi Kashi ^^V biar gimana kamu kan istri kedua jadi harus ngalah sama istri pertama, ok ?! # Abaikan
Baiklah, kita balas review satu-satu :)
Cherry480 :
aduuhh. sasuke disini kayak punya sifat spyco mngkin? dan kakashi disini punya sisi yg lembut dan menghargai sakura sbg teman, dan menurutku saku disini sepertinya sangat mencintai sasu dan juga merasa nyaman dengan keberadaan kakashi.. arghh.. moga aja sasu disini cpt sadar dan lebih bisa menstabilkan emosinya yg meledak ledak.., supaya kedepan gk menyesal kalau saku pergi ke pelukan bang kakashi:D
next yaaa~ aku sukaa :)
Emmm ya mungkin, aku rasa juga sasu memang sengaja aku bikin begitu. Ya semoga saja. Aku juga masih bingung sasu mau di gimanain..
Ekhm kan di atas pairnya Kakasaku jadi nanti di akhirnya pasti kakasaku :). Terima kasih sudah membaca ya..
Kalau ada kritik dan saran boleh lewat pm :)
:
Aku lemah klw ada Kakashi :').
Sama, aku juga :)
lightflower22 :
Huhuhu, ngucur dah niih aer pam/? :v
Keren thor, lebih keren lagi kalo ini fict SasuSaku :D pokok'a ff niih musti pairing sasusaku
Benarkah, terima kasih ya.
Ah, gomen ne. Di atas pairnya Kakasaku jadi endingnya juga Kakasaku, mungkin nanti ya kalau bikin fic lagi dengan pair yang kamu mau.
phi hatake :
akhirnya...akhirnya... ada lagi fic kakasaku,semangat trus &cpet update ya thor-san...
Ya, terima kasih ini udah update, happy reading ^^
Taskia Hatake46 :
Senang rasanya bisa baca cerita KakaSakuSasu setelah sekian lama rasanya kayak ada manis-manisnya gitu*eh*emang manis sihhYosh Update selanjutnya ditunggu senpai
Jaa ne
Ah,aku juga senang ?! Wah, ketahuan nih korban iklan. Ini sudah update, selamat membaca.
