Dua bersaudara Pain saat ini sedang tertidur pulas, mereka berada di ruang tamu saat ini. Ketiduran saat melihat film horor. Bagi mereka, cara terampuh untuk cepat memejamkan mata adalah menonton film horor. Yagura tertidur di atas sopa panjang sedangkan Pain tertidur di lantai, jadi kayak pembantu dan majikannya saja. Aktifitas tidur mereka terganggu dengan dering ponsel salah satu milik kedua orang bersaudara tersebut berdering.
If you think i'ts too loud, Bitch get the fuck out, If you wanna slow down , Bitch get the fuck out, If your ass ain't with me, Bitch get the fuck out , What get the fuck out ,Bitch get the fuck out.
"Hmm, Yahiko Hp sialan loe tuh berdering, angkat napa. Gue lagi enak enakan tidur."perintah Yagura pada Yahiko yang juga masih tertidur. Tetapi yang dipanggil tidak menyahut dan dering ponsel malah semakin keras. "Fuck Yahiko hp loe itu angkat sialan."ucap Yagura marah terbangun.
"Damn, pantesan. Si sialan ini gak bakal mudah bangun kalo udah tidur dilantai. Cih sialan, gue yang ngangkat deh."Yagura pun menghampiri ke arah suara dari ponsel milik Yahiko dan melihat nomer yang tertera, siapa kah yang mengganggu acara tidur mereka. Hmm nomer nya baru, pikir Yagura.
"Fuck, siapa loe ganggu orang tidur aja."ucap Yagura keras pada penelefon itu. "Aduh maaf ya, kayaknya gue mengganggu nih ya Yagura kun."ucap sipenelefon yang ternyata perempuan. "He suara ini, Yamanaka Ino kan?"tanya Yagura. "Ya ini Ino, maaf mengganggu Yagura kun. Hanya ingin memberitahu bagaimana bila kerja bikin name tag dan segala peralatan OSPEK nanti malam saja."ujar Ino. "He, nanti malam. Hmm boleh saja, mau jam berapa kalian kesini.?"tanya Yagura.
"Mungkin sekitar jam setengah 8, kita ketemuan dimana. Kan Pain kun bilang akan janjian dimana untuk jemput kita?"tanya Ino. "Hm, dibunderan perempatan jalan Konoha saja gimana."tawar Yagura. "Yasudah nanti gue dan Sakura ke bunderan jam setengah 8 kurang. Oh ya Pain kun nya mana, kok yang angkat Yagura?" "Yahiko dia sedang tidur. Makanya gue yang angkat. Hm ada sekitar 3 jam lagi. Yasudah sampai ketemu nanti Yamanaka san, Ja."ucap Yagura menutup telefon dari Ino
"Damn Yahiko, get up from hell sialan."ujar Yagura membangunkan Pain. Tapi dasar Pain memang tidurnya kayak kebo, dia gak bangun – bangun. "Cih sialan, Fuck Yahiko. Okiro Benihime."ucap Yagura saat memegang sapu dan meniru kata – kata Urahara Kishuke dari anime Bleach, lalu menebaskannya pada selangkangan Pain.
", asem sakit. My pretty son burung anggora gue."ucap Pain kesakitan setelah Barangnya dipukul oleh Yagura. "Fuck, damn you Yagura, loe mau apaan in burung gue."ucap Pain marah sambil kelojotan di lantai. "Loe yang bangsat sialan, tidur loe udah kayak hewan lagi hibernasi ja. Sekitar 3 jam lagi, Yamanaka dan Haruno bakal kesini, geh gue bangunin loe supaya loe bantuin gue ngumpulin barang – barang buat ntar kerja."ucap Yagura
"He, Ino dan Sakura mau kesini, ini, fuck gue harus mandi dulu."ujar Pain melesat menuju kamar mandi. "Tuh kan giliran tau cewek aja, si sialan itu cepet banget reaksinya dan kok bisa sih menahan sakit pada burung anggora nya."ucap Yagura. Tak lama terdengar teriakan dari kamar mandi. "Woy Fuck you Yagura, my pretty son burung anggora gue merah kasian gini. Tanggung jawab loe sialan, gimana ntar kalo gak bisa masuk lubang Ino dan Sakura."ujar Pain keras dari kamar mandi
"Bodo ah, buruan mandinya. Dan mana ada burung anggora sialan."balas Yagura dari ruang tamu.
Mari kita lewati mereka, sekarang skip ja dah langsung jam 19.14 waktu Konoha. Terlihat dua orang wanita manis dan cantik sedang berdiri, menunggu. Ya mereka adalah Sakura dan Ino, dengan dandanan yang wing cantik dah pokoknya, sehingga mereka disiuli terus oleh laki – laki yang lewat dihadapan mereka. "Eh eh Sakura, menurut loe Pain bersaudara itu orang yang bener gak?"tanya Ino. "Hah Pain bersaudara, entahlah. Dari mereka bertanya begitu pada Konan senpai sepertinya mereka orang mesum kelas Kakap."jawab Sakura
"Begitu ya, loe gak ngerasa takut nih ke rumah mereka berdua, apalagi mereka cuman tinggal berdua tanpa orangtua."ujar Ino. "Sedikit sih Ino, tapi apa ah mana mungkin mereka asal nyosor seperti itu. Sudahlah gak usah terlalu dipikirin, bawa santai saja."ucap Sakura. "Ah itu mereka datang."ujar Ino saat melihat dua orang Pain bersaudara tersebut keluar dari Ferrari mereka.
"Hai para gadis, maaf ya jadi nunggu lama gitu kalian."ucap Pain meminta maaf. "Gak apa – apa kok Pain kun, gak masalah."ucap Sakura "Ya sudah langsung aja yuk naik ke mobil, kita berangkat ke rumah kami sekarang."ajak Yagura. Dan mereka berempat pun masuk kedalam mobil dengan Yagura yang menyetir, disebelahnya ada Ino dan dibelakang ada Pain dan Sakura. "Eh memang Yagura kun kelihatan gitu jalan di depan?"tanya Ino pada Yagura. "Tenang saja, gue lebih jago nyetir nya dari si Pain sialan itu."ujar Yagura mengejek Pain. "Hnn, terserah deh."balas Pain acuh
Perjalanan menuju rumah Pain bersaudara tidak berlangsung lama, karena memang jarak dari bunderan ke rumah Pain bersaudara cukup dekat. Mereka pun turun dari mobil setelah mobil memasuki halaman rumah. "Selamat datang di rumah kami Sakura, Ino."ucap Pain pada 2 gadis tersebut. "Hem ya terima kasih Pain kun."ucap Sakura ternyum dengan indah
Mereka pun mulai mengerjakan pekerjaan membuat alat – alat untuk OSPEK nanti. Dengan diselingi dengan tawa dari mereka. Hingga akhirnya mereka telah selesai, ah masih belum selesai. Karena ad barang yang kurang mereka pun istirahat terlebih dahulu. "Heh, ada yang kurang nih, karton dan lem juga Spidol habis."ujar Pain. "Yasudah harus ada yang beli dong."ucap Sakura.
"Masalahnya sekarang itu jam sembilan malam, toko disekitar sini sudah pada tutup, kecuali kita pergi ke daerah lewat bunderan sana, ada swalayan 24 jam, yah moga aja ada."ucap Yagura. "Yasudah siapa yang mau pergi?"tanya Ino. "Gue aja yang pergi, tapi gue gak tau alias gak bisa milih – milih, gimana kalo dengan salah satu dari kalian."ucap Yagura
"Great Yagura, loe pinter bener dah. Gue demen."ujar Pain dalam hati. "Kalo gitu biar gue yang pergi dengan Yagura, kalian berdua bisa beresin ini kan."ucap Ino. " Good Ino, loe juga tau aja gue lagi pengen nie permen manis."ucap Pain dalam hati lagi. Tenang saja Ino, kami pasti beresin kok."ucap Sakura. "Yasudah gue dan Ino berangkat ya."pamit Yagura sambil berjalan keluar diikuti Ino
Keheningan menyelimuti Pain dan Sakura, mereka terdiam sambil beres – beres. "Rumah Pain kun nyaman ya."ujar Sakura tiba – tiba. "Ah terima kasih Sakura, beginilah rumah kami yang diurus gue dan adik gue tuh. Yah kan rumah sendiri jadi sebisa mungkin harus bikin kita nyaman juga."Ucap Pain
"Sakura loe dah makan belum?"tanya Pain. "Ah kebetulan belum Pain kun, memang ada bahan makanan, nanti aku masakin buat kita berempat."ujar Sakura. "Kebetulan bahan – bahan makan sedang kosong belum diisi di kulkas, gue mau pesen nasi goreng ke Yagura, loe mau gak?"tanya Pain
"Boleh saja, gak pedes ya Pain kun."pinta Sakura. "Ok."Pain pun mengetik sms pada Yagura melalui HTC nya, dan setelah selesai ia pun mengirim nya.
BAHAYA – BAHAYA, ada SMS dari PAIN, BURUAN DIANGKAT KALO GAK HP NIH BAKALAN MELEDAK, BURUAN FUCK LAMA BENER DAMN YOU YAGURA
Tiba – tiba saja terdengar suara nada dering Hp milik Yagura yang memang dia sengaja men set suara Pain sebagai dering pesan nya khusus untuk Pain. "Apa tuh Yagura kun?"tanya Ino. "Ah ini, Pain sms katanya dia dan Sakura nitip beliin nasi goreng. Kita juga sekalian makan ja gimana Ino?"tanya Yagura. "Boleh, aku juga lapar ko."ucap Ino
"Ok."ucap Yagura dan dengan tersenyum sinis ia mengingat kata – kata terakhir dari sms Pain barusan. "Loe yang lama diluarnya, gue lagi nge rape nih permen karet. Awas loe balik sebelum jam setengah sebelas."kata – kata terakhir sms Pain tadi. "Cih loe harusnya berterima kasih ama gue damn, gue sengaja beli bahan kurang dan menawarkan diri keluar ama Ino."ucap Yagura dalam hati.
Keadaan Sakura dan Pain. Saat ini mereka terlihat sedang bersantai, setelah membereskan barang – barang. Mereka menonton acara di tv, Pain melirik jam di dinding ruang tamu tersebut. Hmm jam setengah sepuluh kurang. Gumamnya, gue harus dapet nih malam ini. My Pretty Burung Anggora gue dah pengen banget."Sakura ke lantai atas yuk."ajak Pain. "He memang ada apa Pain kun?
"tanya Sakura. "Ada yang ingin kutanyakan dan kuberikan dikamrku."jawab Pain
Sakura menurut saja, ia dan Pain pun naik ke atas kekamar Pain. Setelah didalam kamar Pain pun bertannya."Sakura loe udah punya pacar?"tanya Pain tiba – tiba. "Eh pacar. Belum Pain kun, soalnya sekolah SMA ku itu khusus perempuan, jadi mau gimana nyari cowoknya."jawab Sakura
"Kan bisa nyari diluar."tanya Pain lagi. "Aku tinngal diasrama Pain kun. Memang kenapa nih bertanya gitu?"tanya Sakura balik. "Ah enggak kok."ucap Pain. "Ah Pain kun kenapa, ingin jadi pacarku ya?"goda Sakura. "Ah, eh itu."Pain gelagapan. "Becanda kok Pain ,"tawa Sakura renyah dah
"Sakura."panggil Pain lagi. "Ya Pain kun."jawab Sakura yang melihat tv menengokkan kepalanya pada Pain yang ada dipinggirnya. Dan kejadian selanjutnya adalah sesuatu yang tidak disangka Sakura. Pain mencium dirinya di bibir lagi. Awalnya hanya sekejap alias sebentar.
"P – Pain kun."ucap Sakura bersemu merah dan kaget tentu. "First kiss kah Sakura, sama kok aku juga."ucap Pain (bohong banget dah). "Ah iya Pain kun, kenapa?"tanya Sakura. "Karena aku suka Sakura."ucap Pain mencium bibir Sakura kembali. Kali ini agak lama, Pain membelai rambut Sakura dan Sakura menutup kedua matanya. Pain terus melancarkan belaian nya pada Sakura, dan ternyata belaian Pain mebuat Sakura merasa nyaman.
Sakura mulai membalas ciuman Pain. Pain mulai memagut bibir Sakura dan Sakura pun membalas pagutan Pain tersebut. Pain pun melumat bibir Sakura dengan lembut. Pain sesekali mengemuti bibir atas dan bibir bawah Sakura. Dan sepertinya Sakura mulai terlarut dalam trik cumbuan mesra Pain. Pain pun mulai mencium leher Sakura, memberi tanda pada lehernya."Sssshhh ah, Pain kun."desah Sakura.
Pain menghentikan aktifitas nya. Ia melihat Sakura yang sudah bersemu merah mukanya. Dan ia terlihat bernafsu. Pain membuka kaosnya dan sekarang Pain pun bertelanjang dada. Terlihat dada bidang berkotak – kotak, ada enam ah bukan delapan kotakan didadanya. Sakura yang melihat itu Semakin memerah dan ia mulai dilarut dalam pesona Pain. "Ini pertama kali kah kau melakukan ini Sakura?"tanya Pain "Iya Pain kun, ini yang pertama."jawab Sakura
Pain memeluk tubuh Sakura dan mulai mencium bibir Sakura kembali. Ditekannya bibir Sakura dengan lembut. Pain mulai menggerayangi meraba payudara Sakura. Memang tidak terlalu besar seperti Ino, tetapi ukurannya pas sekali untuk digenggam dan empuk. "Aaaaaaah hmmmmmm Pain kun."ucap Sakura. Pain pun tidak menciumi Sakura, tetapi ia sedang asik dengan mainan dua bukit kembar Sakura. Ia pun menyingkap Kaos milik Sakura dan membuka bra nya keatas. "Waw bakpau masih hangat nih."ujar Pain saat melihat payudara Sakura yang putih mulus dengan puting nya mencuat berwarna pink seperti rambutnya.
"Emmmm ah."Sakura menggelinjang saat Pain memainkan puting Sakura. Tak lama, Pain pun mulai mengenyot payudara Sakura. "Emmmmmmmh ahhhhhhaaaaaaaaahhhhhhh mmmma."sakura benar – benar telah dibuai, ia telah menggelinjang karena rasa geli dan enak yang dirasanya. Pain benar – benar menikmati hal ini, ia menciumi, menjilati mencupangi payudara Sakura. Pain menyedot Payudara Sakura seperti bayi yang minum asi dari ibunya. "Aaaaaaahhhhh pain kun."desah Sakura
"Sakura, bajunya dilepas ja ya. Sekalian ma celana nya, yah semua pakaian mu."ucap Pain. "Hhhhhh ah iya Pain kun. Lepas saja."ujar Sakura. Pain pun melucuti seluruh pakaian Sakura, ia pun melirik Vagina Sakura saat ia memelorotkan Celana jeans beserta CD yang dipakainya. "Wew, beneran masih perawan dah."batin Pain "Ssst Sakura chan, kau benar – benar perawan ya."ujar Pain pada Sakura sembari mengelus Vagina Sakura
"HHhhhh ya Painkun, ahhhhh."desah Sakura. Vagina Sakura sudah lumayan basah karena perlakuan Pain padanya. Pain pun memaikan lidahnya pada Vagina Sakura. "Ssssssh aaaaaaaaaaahhhhhhhh Pain kun hhhhh aahhhhhhh."erang Sakura merasakan kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan ini. Pain terus menjilati Vagina Sakura, lidah Pain pun masuk merogoh kedalam Vagina milik Sakura yang menurut teori menambah rasa nikmat pada Sakura. "aaaaaahhhhhh hhhhhhh ssssssss nikmat."ucap Sakura di antara desahannya.
Sakura merasakan sesuatu didalam tubuhnya, ia merasakan seperti ingin kencing, dan dorongan ini lebih hebat dari rasa ingin kencing, tubuh Sakura menekuk ke atas dan reflek menjepit kepala Pain yang berada di selangkangannya. Sakura orgasme dengan dahsyat, ia mengeluarkan banyak cairan wanitanya. Pain yang mendapatkan hal ini, langsung menyeruput cairan tersebut. "Wew enak nih cairan, lebih mantep dari punya Karin."ujar Pain dalam hati.
Pain pun membuka celananya berikut cd nya, dan setelah itu Sakura terbelalak melihat Penis milik Pain yang telah mengacung dengan gagah. Pain kembali merebahkan Sakura dan ia mulai meposisikan Penisnya untuk mengarah pada Vagina Sakura. "Sakura chan kau siap?"tanya Pain. "HhH ya Pain kun, aku siap."jawab Sakura mantap yang memang sudah napsu banget. Pain tersenyum. "Maaf Sakura chan mungkin ini akan sedikit sakit."ucap Pain sambil mulai memasukkan Penisnya. "Akhhh ooughhh Pain kun sakit banget."jerit Sakura saat Pain mulai memasukkan Penis itu pada Vaginanya, rasanya amat sangat pedih yang dirasa Sakura, dan Vaginanya terasa robek. "Ssst Sabar Sakura, hanya awal saja kok Sakura chan. Kesananya yang ada hanya kenikmatan."ujar Pain
"Ahhhhhhhhhh uuuuhhhhhh Sakit."erang Sakura merasakan pedih yang memang sangat. Sedang Pain sedang berusaha memasukkan Penisnya. "Ckkk memang kalo Vagina perawan emang beda. Susah banget ditembus ama Burung anggora gue."ucap Pain dalam hati. Pain terus berusaha, ia memundurkan dan memajukan Penisnya disertai dengan jeritan Sakura. Saat Pain menarik Penisnya agak keluar ia melihat suatu cairan merah, yah darah perawan Sakura. Sakura yang merasakan rasa sakit pedih itu oun menitikkan sedikit air matanya.
Pain mulai menekan kembali "Ahhhhh hhhhhhhhh ."erang Sakura. Pain terus berusaha hingga akhirnya seluruh batang Penis Pain masuk kedalam Vagina Sakura. Sakura yang merasakan Vagina nya dimasuki Penis Pain benar – benar merasa penuh. Pain mendiamkan dahulu, bersabar agar Sakura dapat menyesuaikan Vaginanya dengan Penisnya. Setelah dirasa sudah pas ia mulai memaju – mundurkan Penisnya. "Ahhhhhhh hhhhhhhh sssoooooooooo ooooohhhh."erangan Sakura saat Penis Pain maju mundur dalam Vaginanya. Rasa perih, pedih sakit dan ngilu bercampur semua. "Haaaaahhhh Fuck, sempit banget enak shit."erang Pain merasakan Vagina perawan Sakura. "Ahhhhhh."Sakura mulai mendesah dengan nikmat. Berbeda dengan jeritannya sebelumnya. "Aahhhhhhhh ah ah ah haaaaaaaahh."desahan Sakura bercampur dengan suara Pain. "Fuck hhhh Vagina loe bener – bener nikmat Sakura, hahaha."ucap Pain sembari terus memompa batangnya dalam lubang milik Sakura.
Sakura pun orgasme kembali, ia mendesah panjang saat itu. Sakura benar – benar merasakan melayang. Pain melihat paras Sakura yang cantik, itu saat ini sedang menatap Pain dengan mata sayu. Pain pun melumat bibir Sakura. Permainan terus berlanjut dengan desahan dahsyat Sakura, Waktu pun menunjukkan jam setengah sebelas kurang. Mereka telah bermain selam setengah jam lebih. Dengan orgasme Sakura yang sudah 4 kali dan Pain yang belum menunjukkan ingin keluar.
"Ooookkkkkkkk ahhhhhh Fuck fuck Fuck Shit."erang Pain. "Aaaaaaaaahhhhhhh ah ooosssshh saaaaaa terus Pain kun, lebih dalam dan cepat sayang."desah Sakura. Pain pun terus menggenjot Sakura, menunggangi nya semakin cepat, hingga akhirnya ia merasa Burung Anggoranya ingin muntah, ia makin percepat ritme genjotannya. Sakura Semakin keenakan. "Sakura bitch honey dear Prostitute Fuck, gue keluar. Ahhhhhhhhhhhahh."erang Pain. Pain menembakkan semua cairan spermanya didalam Vagina Sakura. Sakura yang mendapat tembakan timah panas itu, merasakan kehangatan yang menyirami rahimnya. HH kedua insan itu terjatuh, Pain menindih tubuh Sakura. Mereka benar – benar berpeluh keringat.
"Loe hebat Sakura chan, untuk pertama kali kau benar – benar hebat."puji Pain mencium Sakura. "Pain kun benar – benar menerobos ku. Rasanya melayang ke langit."ucap Sakura membalas ciuman Pain.
Tin tin tin, terdengar suara klakson mobil dari luar. Menandakan Yagura dan Ino telah kembali. Pain dan Sakura pun buru – buru memakai pakaiannya kembali. Setelaj lengkap mereka pun turun. Tetapi Pain memeluk tubuh Sakura dan mencium bibirnya lembut. "Saku gimana?"tanya Pain. "Enak makasih sayang."ucap Sakura
"Hoi Pain Sakura, kalian dimana."panggil Yagura dari lantai bawah. "Atas Yagu chan, kita abis liat bintang dari balkon belakang lantai 2."jawab Pain. "Sakura, kita harus sudah pulang nih, udah malam gini."ajak Ino. "Ya ino chan, ayo deh. Pain kun, Yagura kun kami pamit ya."ucap Sakura tersenyum
"Aku anter dah, Yagu chan loe istirahat aja sana."ucap Pain. "Hnn terserah deh."ucap yagura. "Ayo Sakura chan, Ino chan."ajak Pain
Pain pun mengantarkan Ino dan Sakura, ia mengantar Ino terlebih dahulu kemudian Sakura. "Jadi Sakura chan, aku diterima?"tanya Pain memastikan. "Tentu saja, aku sayang Pain kun."jawab Sakura mencium Pain. Pain membalas ciuman Sakura. Setelah itu, Sakura keluar masuk ke dalam kostnya. Pain pun menjalankan mobilnya kembali pulang ke rumahnya.
"Puas gak loe sialan?"tanya Yagura saat Pain telah pulang."Cih apanya sih, loe kecepatan baliknya sialan, gue baru mau main babak 2 ama Saku chan."jawab Pain. "Loe sendiri gak ngapa – ngapain si Ino?"tanya Pain. "Cih, gue belum sempet. Woy taruhan kagak."ujar Yagura.
"Taruhan apaan?"tanya Pain. "Ino masih perawan atau gak menurut loe."ujar Yagura. "Gak tau juga, dari gelagat kayaknya dia belum, tapi mungkin aja udah. Soalnya penampilannya agak vulgar juga."jawab Pain. "Gitu, ntar gue mau jajal dia. Eit tar dulu, Ino jatah gue, kalo loe mau ntar kalo gue udah nyicipin dia. Loe sendiri gimana tadi Sakura?"tanya Yagura
"Fuck, dia perawan sejati. Enak banget, Burung Anggora gue kesenengan loh."jawab Pain. "Wow loe dapet perawan toh. Yo wes dah. Gue mau tidur."ucap Yagura nyelonong naik tangga menuju kamarnya. "Cih, Sakura memang cantik."ujar Pain. Ia merasakn Hp nya bergetar dalam sakunya. Ia melihat ternyata sms dari Sakura "Met malem dear, tidur ya istirahat. Besok kan Ospek. Oyasumi dear Love you." Isi teks sms dari Sakura. Pain pun membalasnya "Loe juga dear. Oyasumi Love you."isi sms Piain dan ia beranjak dari ruang tamy ke kamarnya.
*TBC*
Fic laknat lagi, haha. Bagi review dong author san dan reader sekalian, buat Fic jauh dari kata sempurna ini
Bye - bye
