Without Words

Chapter 2

Author : 나무 데수

Pairing : ChanBaek (Chanyeol x Baekhyun) and KrisBaek (Kris x Baekhyun)

Summary : Bagaimana jika adik ipar Baekhyun sendiri yang membuatnya menderita? Hanya karena keterbelakangan yang dialaminya, adiknya menyiksanya secara mental, fisik dan seksual. Demi mewujudkan keinginan konyolnya. *summary berantakan*#isi tidak sejelek summary(?) percayalah(?!)/ ChanBaek-KrisBaek love story *complicated but sweet inside* BL/YAOI, OOC, BDSM, M-PREG etc.

Rate : M

Genre : Romance/Family(?)

Disclaimer : every cast in this story belongs to GOD, and themselves. But this story is MINE!

Warning : BOYS LOVE. TYPO(s), OOC, BDSM(?), M-PREG, NO CHILDREN, NO PLAGIAT! and NO SIDERS PLEASE :)

-o-o-o-o-o-o-o-

Preview Story:

Kris pun melenggang pergi menyeberangi kamar Chanyeol yang luas dan megah itu. Meninggalkan Chanyeol yang mengeryitkan dahinya. Tidak suka dengan keputusan hyungnya.

Sampai kemudian kernyitan di dahi Chanyeol menghilang. Digantikan dengan wajahnya yang tersenyum. Ah tidak bukan tersenyum. Ia menyeringai. Seperti sebuah ide terlintas di otaknya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 2- Without Words

Happy Reading


"Aku pergi dulu ne? kau baik-baik ya di rumah." ucap Kris sambil mencium kening Baekhyun.

Chanyeol pun mendecih pelan melihat adegan yang ia anggap menjijikan itu.

"Hyung pergi dulu. Kau jangan nakal! Hormati kakak iparmu! Kalau sampai aku mendengar ada berita kau melukainya sedikitpun aku ti-"

"Aku tahu! sudah sana hyung cepat pergi agar kau cepat kembali! Aku malas berhadapan dengannya!" bahkan Chanyeol tidak mau repot-repot menyebut nama Baekhyun.

Kris mendengus kesal.

"Aku pergi."

Dan Kris pun melesat pergi. Menuju mobil mewah yang akan mengantarkannya ke bandara.

…..

Pagi pun berganti malam. Dan kini terlihat Chanyeol sedang menuruni anak tangga sambil merapikan bajunya. Terlihat rapi seperti ingin pergi.

Baekhyun yang sedang di dapur mengernyit. Ia pun berlari kecil mendekati Chanyeol yang sekarang berada di ujung pintu.

Dan baru saja Chanyeol akan membuka kenop pintu, sebuah tangan mungil menarik lengannya.

"APA KAU?!" bentak Chanyeol ketika mendapati bahwa Baekhyun lah yang menariknya.

Kemana?

"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan bodoh! Sudah sana pergi!" usir Chanyeol sambil menepis tangan Baekhyun.

Dan Baekhyun sendiri tidak menyerah. Ia kembali menarik lengan Chanyeol agar mau menjawabnya.

"APA LAGI?! AKU MAU PERGI! DAN INI BUKAN URUSANMU!"

Baekhyun menggeleng cepat. Ia menunjuk arah jarum jam.

"MEMANGNYA KENAPA KALAU AKU KELUAR JAM 11 MALAM?! SUDAH SANA!"

Chanyeol pun melenggang pergi. Menyisakan Baekhyun yang terpaku memandangnya cemas.

'Maafkan aku sayang. Aku sudah berusaha untuk mencegahnya pergi tapi gagal.' batinnya dengan raut wajah menyesal. Sebelum pergi, Kris minitipkan Chanyeol pada Baekhyun agar tidak keluar malam lagi. Tapi seperti yang kita tahu, bahwa Baekhyun terlalu lemah untuk sekedar mencegah keinginan Chanyeol.

.

.

.

.

Hingar bingar suasana club malam itu sama sekali tidak membuatnya berhenti untuk mengeryitkan dahinya. Chanyeol yang masih sibuk mengernyit sambil sesekali menengguk vodka yang ada digenggamannya.

"Hey!" tegur seseorang sambil menepuk pundak Chanyeol.

Dan Chanyeol hanya memandangnya singkat tanpa ekspresi. Tidak peduli dengan teman-temannya yang datang menghampirinya.

"Hey! Kenapa dengan wajahmu?! Kenapa serius sekali?"

"Bukan urusanmu Luhan!"

Dan Luhan hanya mengedikkan bahunya mendengar jawaban dari sahabatnya itu.

"Bagaimana harimu dengan kakak ipar barumu?" sekarang giliran Kai yang bertanya. Sesekali ia menahan tawanya.

"Tutup mulutmu!" jawabnya geram.

"Hey hey! Memangnya ada apa dengan kakak iparmu yeol?"

"Dia bisu Xiumin ge! Kakak ipar seorang Wu Chanyeol itu bisu. Hahahahaha. Lucu kan?"

"JINJJA?!" teriak Luhan dan Xiumin bersamaan. Dan tidak lama keduanya tertawa. Mengejek Chanyeol.

"Aku tidak habis pikir dengan selera kakakmu yang hebat itu Yeol!" ujar Xiumin sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa terlalu kencang.

"Kakak ku tidak sebodoh itu! Kalian diam saja kalau tidak tahu!"

"Hey hey! Bukankah ini sangat bagus kalau menjadi trending topic di kampus kita untuk minggu ini?! Kebetulan mading kampus kekurangan berita bagus." Cetus Luhan.

"Ide bagus Lu!"

"Secepatnya aku akan memberitahu pada tim jurnalistik kampus kita. Aku punya banyak kenalan di sana. Bagus sekali! Hahahaha Wu Chanyeol!" –Xiumin.

"Bagus sekali kan kalo mading kampus kita bertuliskan 'Si Bisu yang Menaklukan Taipan Kaya Wu Yifan' Hahahahaha! Gadis-gadis kampus kita pasti akan berhenti untuk menjadi fans-fansmu dan kakak mu yeol!"

"HAHAHAHAHAHAHAHAHA!"

"BRENGSEK!"

Chanyeol pun menyambar jaketnya dan melenggang pergi dari kerumunan teman-temannya yang sibuk mentertawakan dirinya.

'BYUN BAEKHYUN!' geramnya dengan rahang yang mengeras sempurna. Matanya memincing. Marah.

BRAAAAAK!

Terdengar suara pintu yang digebrak dengan kerasnya. Baekhyun yang sedang terlelap langsung terjaga dari tidurnya. Ia pun segera turun dari ranjangnya. Baru saja ia akan membuka kenop pintu kamarnya, seseorang sudah membukanya dari luar.

Ia kaget. Mendapati Chanyeol berdiri dengan matanya yang sayu dan berkabut. Bau alkohol langsung menguar dari tubuhnya.

'Astaga dia mabuk!' batinnya.

"KAU! CEPAT CERAIKAN KAKAK KU! AKU MALU BODOH!" bentaknya kasar.

Baekhyun melangkah ke depan. Bermaksud untuk memapah Chanyeol yang mulai tumbang karena kehilangan sebagian kesadarannya akibat pengaruh alkohol.

Baru saja Baekhyun akan mengangkat tangan besar Chanyeol ke pundaknya, tiba-tiba …

BRUUUUK

Baekhyun meringis kesakitan ketika tubuhnya terhempas ke lantai yang dingin. Baekhyun pun memandang Chanyeol dengan matanya yang berkaca-kaca.

Dan Chanyeol mendekat. Mencengkeram dagu Baekhyun kuat. Membuat Baekhyun meringis kesakitan yang kedua kalinya.

"CEPAT PERGI DARI RUMAH INI!"

Baekhyun hanya menggeleng.

"KURANG AJAR!"

PLAAAAAK!

Chanyeol menamparnya sekuat tenaga. Membuat darah segar mulai mengalir dari sudut bibirnya.

Dan Baekhyun mulai meteskan air matanya. Menatap tidak percaya ke arah Chanyeol.

Chanyeol melangkah mendekati Baekhyun. Dan reflek Baekhyun meringsut mundur mejauhi Chanyeol sambil masih memegangi pipinya yang merah.

Meringsut …

Meringsut …

Meringsut …

Hingga …

DEG

Punggungnya menabrak kaki kasur. Ia takut. Ia takut Chanyeol akan menamparnya lagi.

"Bangun!"

"…."

"AKU BILANG BANGUN!"

GREP

Sekarang Chanyeol mencengkeram lengannya kasar. Dan Baekhyun yakin keesokan harinya lengannya akan memar.

"KAU! AKU MUAK! KAU TAU! AKU MALU PADA TEMAN-TEMANKU! KENAPA KAU HARUS DATANG KE KEHIDUPAN KAMI HAH?!" teriaknya frustasi.

PLAAAAAK

"JAWAB AKU BODOH!"

PLAAAAAK

Baekhyun terengah. Tamparan Chanyeol begitu menyakitkan.

Dan melihat Baekhyun yang terengah, melihat Baekhyun yang mulai lemah tiba-tiba nafsunya memuncak. Seringaian muncul di bibirnya.

"Kau harus di hukum untuk ini!"

PLAAAAAK

Satu tamparan keras lagi dari Chanyeol yang membuat Baekhyun jatuh tersungkur di kasurnya.

Dan Baekhyun membelalak kaget dengan Chanyeol yang perlahan membuka sabuknya. Ia mencoba bersuara atau setidaknya mencegahnya tapi…

SYUUUUUUT

SYUUUUUUT

"Aaaaaaaaa!" ia berteriak. Ya, hanya berteriak lirih. Berharap Chanyeol mau menghentikan perbuatannya yang mencambuk dirinya dengan sabuk kulit yang keras itu.

Sakit sekali.

SYUUUUUUT

SYUUUUUUT

SYUUUUUUT

Chanyeol menyeringai puas saat Baekhyun benar-benar lemas. Belum puas, ditariknya rambut Baekhyun hingga pemiliknya mendongak.

"Eehh.." lenguhnya kesakitan.

DUUUUGH

DUUUUGH

Astaga! Dan sekarang Chanyeol membenturkan kepala Baekhyun ke meja di samping kasurnya. Kulitnya dahinya sobek, membuat darah segar mulai mengucur.

Baekhyun menggeleng dengan sisa tenaganya. Berharap Chanyeol mengerti maksudnya. Ia benar-benar tidak tahu lagi bagaimana caranya agar Chanyeol berhenti menyiksanya.

"HAHAHAHAHAHA! SAKIT KAN?! SIAPA SURUH KAU LANCANG MENIKAHI KAKAK KU!" tawa Chanyeol lepas begitu saja.

Dan ia tidak tahan lagi. Mendengar rintihan Baekhyun, birahinya naik. Minta dipuaskan.

BRUUUUK

Ia menjatuhkan tubuh mungil Baekhyun hingga jatuh terlentang di atas kasur.

"Hmmpptt… mmmhh… pmfft.."

Chanyeol menciumnya brutal. Baekhyun berusaha sekuat tenaga untuk mendorong dada Chanyeol yang menindihnya. Kakinya menendang-nendang tak tentu arah, mencoba melepaskan dirinya.

'Ya Tuhan! dia adik iparku! Ini tidak boleh!' batinnya sambil menteskan kembali air matanya.

"Euunngggh… aaah~.. mmmhhh.. cpk.." Chanyeol mengerang di sela ciumannya. Ia sudah dibutakan oleh gairahnya sekarang. Tidak peduli dengan statusnya dan namja manis yang merintih kesakitan di bawahnya itu.

Di tengah ciuman liarnya, ia mencoba membuka kancing piyama Baekhyun. Dan Baekhyun langsung mencengkeram bajunya erat-erat. Menghalangi Chanyeol untuk melancarkan aksinya.

Kesal, Chanyeol pun kembali menampar pipi Baekhyun. Hingga rasanya perih berkali-kali lipat.

Baekhyun melemah, dan Chanyeol menyeringai. Ia membuka paksa piyama Baekhyun. Merobeknya sembarang hingga di hadapannya kini terlihat tubuh indah kakak iparnya. Putih bersih, dan menggiurkan. Ia langsung melahap nipple Baekhyun. Dan Baekhyun menggigit bibir bawahnya. Hatinya menolak, tapi tubuhnya tidak. Sekuat tenaga ia mencegah desahan itu saat Chanyeol menggigit dadanya, memutarnya dengan lidahnya, membuat kiss mark di semua bagian tubuhnya. Yang terlintas di pikirannya saat ini adalah wajah Kris. Ia ingin suaminya pulang sekarang juga. Menghentikan kesalahan ini segera.

Ia terus mengigit bibir bawahnya hingga perlahan mengeluarkan darah. Seiring dengan menetesnya air matanya.

'Maafkan aku sayang, aku kotor.'

"Haaaah.. hhh.. kau nikmat juga!"

Baekhyun memalingkan wajahnya. Ia sudah terlalu lelah untuk memberontak. Dan tanpa Baekhyun sadari, Chanyeol mulai melucuti semua pakaiannya. Dan sekarang ia telanjang bulat. Baekhyun bisa melihat betapa bergairahnya Chanyeol. Terbukti dari kejantanannya yang mengacung tegak.

Dan Chanyeol menyeringai. Ia mulai membuka celana piyama Baekhyun. Baekhyun terbelalak. Ia mencoba mencegah pergerakan tangan Chanyeol untuk membuka pakaian dalamnya. Tapi apa daya, untuk sekedar bangun saja kepalanya pening. Itu pasti karena kepalnya yang terbentur tadi.

Yang bisa ia lakukan sekarang hanya menangis. Ia merutuki dirinya sendiri. Rasanya begitu menyakitkan jika kau sangat lemah dan mencoba melawan walau hanya berteriak mengeluarkan semua kesedihanmu tapi tidak bisa. Suaramu entah di mana saat kau benar-benar membutuhkannya hanya untuk sekedar menyelamatkan diri.

….

Dan sekarang keduanya sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Chanyeol menyeringai. Matanya berkabut oleh gairah dan pengaruh alkohol yang ia tenggak di mobilnya saat perjalanan pulang tadi. Ia stress memikirkan ucapan teman-temannya di bar. Dan di sinilah ia sekarang. Berakhir dengan menyiksa kakak iparnya sendiri. Mencoba memperkosanya.

Kembali ia melumat bibir ranum Baekhyun yang seharusnya hanya diperuntukkan untuk kakaknya, Wu YiFan.

'Shit! Dia nikmat sekali!'

Baekhyun masih berusaha memukul-mukul punggung Chanyeol. Tapi percuma, kesadarannya tidak penuh karena rasa sakit yang teramat sangat di kepalanya. Pening sekali.

Cukup lama Chanyeol melumat bibir Baekhyun. Melindasnya tanpa ampun. Bentuk rasa frustasinya. Dan sekarang ia memundurkan sedikit tubuhnya, juniornya yang berkedut dan membesar itu mencari-cari hole Baekhyun. Dan sialnya ia berhasil menemukannya.

JLEEEBB~

"Aaaaaahhhh~" erangan panjang keluar dari mulutnya. Juniornya tertanam penuh di hole Baekhyun yang mencengkeramnya kuat dan hangat. Hangat karena cairan berbau anyir merembes keluar dari dalam.

Baekhyun hanya bisa memejamkan matanya dalam-dalam. Ia menggigit bibirnya sekuat ia bisa meski sudah berdarah. Menahan rasa sakit ketika junior keras dan panjang berisi milik Chanyeol menyatu tanpa persiapan dalam tubuhnya. Baginya itu adalah kesakitan yang luar biasa. Ia merasa tubuhnya tersobek-sobek karena gerakan kasar Chanyeol di dalam lubangnya.

"Euuungghh… aaaahhh~ oh shit! Ooouuuhhh~ kau! Aaaah~" rancaunya sambil mendongakkan kepalanya. Ini terlalu nikmat –pikirnya.

Chanyeol menggenjotnya kasar dan brutal. Membuat tubuh Baekhyun ikut tersentak-sentak tidak kalah cepatnya dengan genjotan Chanyeol. Tangannya meremas sprei putih yang sekarang sudah tidak berbentuk lagi. Kusut karena cengkeraman kuatnya. Mencoba menghilangkan rasa sakit.

"Euuuunngggh~ aaaaahhh~ mmmhhh~"

Bukannya berhenti, ia makin tidak terkendali. Mencium bibir berdarah Baekhyun brutal. Membuat pemiliknya merasa perih. Melumatnya ke kanan dan ke kiri. Melampiaskan rasa nikmatnya. Hingga sampai pada akhirnya….

CROOOOT~

Chanyeol mengeluarkan benihnya di dalam Baekhyun. Bau sperma dan darah menyatu. Menyeruak ke seluruh penjuru kamar. Menetes membasahi sprei putih di bawahnya.

Chanyeol mendesah nikmat ketika ia orgasme. Ia orgasme, tapi tidak bagi Baekhyun. Juniornya memang menegang, tapi rasa sakitnya lebih dominan dari rasa nikmatnya. Ia hanya mengeluarkan sedikit percum di ujung juniornya. Dan ia lebih banyak menteskan air matanya.

BRUUUK

Chanyeol jatuh disamping Baekhyun. Dirinya langsung terlelap begitu saja setelah memperkosa Baekhyun brutal. Dan Demi Tuhan! Dia memperkosanya di atas ranjang kakaknya sendiri!

Karena pertikaian batin dan fisik yang menguras tenaganya, perlahan kesadaran Baekhyun mulai menghilang. Ia tidak bisa lagi menahan rasa pening di kepala. Rasa sakit di punggungnya yang lebam. Rasa perih di bibirnya dan selangkangannya. Itu tadi benar-benar perkosaan. Dan adik iparnya sendiri yang melakukannya. Ia sedih. Sekelebat bayangan tentang Kris muncul sebelum semuanya menjadi gelap.


"Eungh.." Chanyeol tergugah dari tidurnya. Menggeliat karena sinar matahari pagi masuk melalui celah-celah gorden kamar…

'Astaga! aku di mana?! Ini bukan kamarku!' batinnya sambil mengeryit karena rasa pusing langsung menghantamnya.

Sepintas, samar-samar ia mengingat kejadian semalam. Di mana ia menyiksa kakak iparnya dan berakhir dengan memperkosanya. Ia pun menoleh kesamping dan didapatinya Baekhyun yang tergeletak tidak berdaya. Tidak ada selimut yang menutupi tubuh polosnya. Memar-memar di tubuhnya jelas terlihat.

Tidak ada rasa penyesalan sedikitpun yang terpancar di wajahnya.

'Kenapa dia tidak memakai selimutnya?! Apa dia sengaja? atau jangan-jangan dia …'

"Heh! Bangun!"

Hening.

"Heh! Kau tuli atau bagaimana?!"

Tidak ada pergerakan.

"Pingsan ternyata. Cih!" Chanyeol menendangnya kasar sebelum ia berjalan pergi dari kamar kakaknya.

Setelah di ujung pintu, ia menoleh kembali ke belakang. Bahkan sekedar untuk menyelimuti tubuhnya pun ia tidak sudi. Ia membiarkan tubuh rapuh Baekhyun diterpa hembusan dinginnya AC. Oh Chanyeol, tidakkah kau lihat tubuhnya begitu pucat karena kedinginan?

'Cih! Kau pantas mendapatkan itu!'

…..

Triiiing~

Triiiing~

Triiiing~

Chanyeol berdecak kesal ketika telefon rumahnya terus berbunyi. Ia merutuki Baekhyun yang pingsan. Karenanya, ia harus repot-repot mengangkat telefon itu. Dan kebetulan pegawai rumahnya juga libur. Mereka hanya pegawai panggilan. Dan Chanyeol malas kalau harus memanggil mereka semua. Toh sudah ada Baekhyun –pikirnya. Dan sekarang kenyataannya, Baekhyun terkapar pingsan dan ia harus repot pagi ini.

"Yeobeoseyo!" jawabnya ketus.

"Oh Chanyeol-ah. Tumben kau mengangkat telepon. Pegawai lainnya di mana?"

"Aku malas memanggil mereka."

"Lalu kau makannya bagaimana?"

"Ada 'istri'mu."

"Kau ini! jangan seenaknya memerintah! Dan juga, Baekhyun di mana? Sedang apa dia?"

Deg

Dia bingung. Dia belum siap ditanya dengan pertanyaan seperti ini. Tidak mungkin kan kalau dia bilang Baekhyun sedang pingsan karena diperkosa olehnya semalam. Jika itu yang ia ucapkan sama artinya ia bunuh diri. Dan sekarang dia gelagapan mencari alasan.

"Emm.. i-itu.."

"Yeol! Baekhyun di mana?"

"Ah! Dia sedang berbelanja!"

"Berbelanja?" terdengar keraguan di seberang telepon sana.

"Iyalah! Memang apalagi!"

"Yasudah. Kau dan Baekhyun hati-hati di rumah ne? hyung masih harus bekerja di sini."

"Hmm arraseo."

"Sampaikan salam ku padanya. Daritadi aku mengirim pesan tidak dibalas juga."

"Mungkin ponselnya ketinggalan hyung. Aku tidak tahu banyak tentangnya pagi ini. sudah ah! aku mau berangkat."

"Ne. baik-baik di rumah. Saranghae."

Chanyeol mengembuskan nafasnya. Hampir saja ia terjebak dan ketahuan. Ia lalu berjalan naik menuju kamar Baekhyun. Berharap ia sudah sadar.

..

CKLEK

Rahangnya mengeras.

'Kenapa pingsan lama sekali?!' geramnya dalam hati.

Ia berjalan tergesa menuju Baekhyun. Mengguncang badannya kasar.

"Bangun! Hey! Aku lapar! Buatkan aku makanan!"

"….."

"HEH BISU! CEPAT BANGUN!" ia pun berteriak.

Dan Baekhyun mendengar suara samar-samar di telinganya. Membuatnya tersadar dan membuka perlahan matanya. Pandangannya kabur. Ia menoleh ke samping dan didapatinya Chanyeol yang berkacak pinggang. Sudah berpakaian rapi.

Sekejap, bayangan tentang semalam langsung kembali terputar di ingatannya. Jelas sekali. Ia langsung terjaga dan mencoba duduk. Namun begitu ia mencoba duduk, rasa pusing yang hebat langsung menghantamnya. Tapi ia paksakan. Dan menyadari ketelanjangannya, membuat wajahnya merah padam. Ditariknya selimut di bawah kakinya. Menutup seluruh tubuhnya serapat mungkin. Lalu meringsut menjauh dari Chanyeol.

"Aku lapar! Cepat bangun! Masakkan sesuatu! Jangan malas!"

Baru saja Chanyeol akan melenggang pergi, ia kembali menoleh pada Baekhyun yang masih menunduk mencengkeram erat selimutnya.

"Dan satu lagi! Jangan pernah ceritakan tentang semalam pada Kris hyung! Atau kau akan tahu akibatnya!"

BRAAAAK

Pintu ditutup dengan kerasnya. Baekhyun terlonjak kaget. Air matanya menetes lagi. Sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya, ia mencoba bangkit menuju kamar mandinya. Jalannya terseok karena selangkangannya yang masih perih. Jejak darah yang mengering juga terlihat jelas di sepanjang kakinya. Bibirnya juga terdapat noda darah kering. Punggungnya dan dahinya lebam. Seluruh tubuhnya sakit. Tapi yang paling sakit adalah hatinya.

O

O

O

O

O

O

"Hey itu dia.."

"Kasihan ya.."

"Pffft.. pasti memalukan sekali."

"Aku kira kakaknya yang sempurna itu mempunyai kelainan."

"Pffft…"

Terdengar bisikan di sana-sini. Orang-orang berkerumun dan saling memincingkan matanya ketika seorang Wu Chanyeol berjalan melewatinya. Dan Chanyeol tidak senang akan itu. ia mengernyit. Meskipun terdengar samar-samar, tapi ia bisa mendengar bahwa mereka sedang membicarakannya. Wajahnya pun merah padam. Malu dan marah bercampur. Tangannya terkepal.

"Hey! Sudah baca berita pagi ini?" tegur seseorang dari belakangnya.

'Shit! dia lagi!' batin Chanyeol.

Ia pun menoleh dengan matanya yang membara penuh amarah.

"KURANG AJAR KAU KAI!"

BUGH

Kai pun terjatuh dengan darah mengalir di sudut bibirnya.

"Aarrrgh! hey! Santai saja! Lagi pula ini kenyataan!" pekiknya kesakitan.

"Aku bersumpah kau akan menyesali semua perbuatanmu dan akan berlutut di hadapanku!"

Chanyeol pun melenggang pergi meninggalkan Kai. Menuju mading sekolah. Tempat semua rahasianya terbongkar karena ulah temannya yang kurang ajar itu.

Dan benar saja, di depan papan mading banyak mahasiswa yang berkerumun. Ia pun mempercepat langkahnya dan menerobos masuk dalam kerumunan itu. Rahangnya mengeras begitu ia melihat isi papan mading. Ia pun langsung merobek kertas itu. Kertas bertuliskan berita tentang kebodohan kakaknya.

Mengapa kakaknya sangat terkenal di kampusnya?

Itu karena ia adalah donatur terbesar di kampus ini. Ketampanannya juga sudah terkenal. Jadi tidak heran, berita seperti ini begitu menghebohkan kampus mereka. Seorang figur Wu Yifan yang sempurna ternyata menikahi seorang namja bisu yang tidak memiliki latar belakang yang bagus. Dan mereka menganggap semua itu adalah lelucon!


Sore itu terlihat Baekhyun sedang duduk di depan teras rumahnya. Terdapat kotak putih di sampingnya juga.

"Ssshhh…"

Baekhyun meringis kesakitan ketika cairan obat merah itu menempel di lukanya. Luka sobek di dahinya cukup lebar ternyata. Dan ia baru sempat mengobatinya. Setelah mengerjakan semua pekerjaan rumahnya yang melelahkan. Membersihkan rumah seluas ini sendirian sungguh bukan hal yang mudah.

"Hhhhh…"

Dan sekarang ia menghembuskan nafasnya kasar. Menatap kosong ke depan.

'Kenapa Chanyeol begitu membenciku? Apa orang sepertiku salah untuk mencintai seseorang?' batinnya.

Tiba-tiba saja air matanya kembali menetes. Bayangan tentang semalam terus berkecamuk di pikirannya. Bagaimana Chanyeol memukulinya, mengucapkan kata kasar padanya, dan yang paling menyakitkan adalah ketika ia memperkosanya.

"Hiks..hiks…"

Ia terisak. Membayangkan bagaimana kalau Kris mengetahuinya. Apakah ia akan diceraikan? Lalu bagaimana hidupnya kelak? Hanya Kris yang tulus mencintainya dan miliknya satu-satunya.

'Mianhae..'

Isakannya semakin kencang. Memeluk dirinya sendiri. Merasa kotor dan jijik pada tubuhnya sendiri. Harusnya waktu itu ia lebih kuat melawan Chanyeol. Pasti hal ini tidak akan terjadi.

BRAAAAAAK!

"BYUN BAEKHYUN! KEMARI KAU! BAJINGAN!"

'Astaga! Chanyeol! Bagaimana ini?'

Baekhyun langsung membenahi obat-obat yang habis dipakainya. Menaruhnya kembali di kotak putih itu. Dan bergegas menghampiri Chanyeol. Meskipun dalam hatinya ia sungguh ingin menghindari sosok mengerikan itu.

Dan ia melihat Chanyeol yang sedang berkacak pinggang di depan tangga. Menunggunya datang. Wajahnya benar-benar mengerikan. Terlihat sangat marah.

'Apalagi salahku kali ini? Tuhan.' batinnya.

Belum sampai tepat di hadapannya, Chanyeol menendang perut Baekhyun dan membuatnya terjatuh ke lantai. Baekhyun meringis kesakitan. Luka lebamnya masih belum sembuh dan sekarang ia menendangnya.

"LIHAT INI! LIHAT APA YANG KAU PERBUAT!"

Chanyeol pun melemparkan selembar kertas. Jatuh tepat di depan Baekhyun. Tidak lama, mata Baekhyun membelalak. Kertas itu berisikan tentang pernikahannya dengan Kris. Sungguh berita yang memuakkan!

"KAU TAHU BERITA ITU AKU DAPAT DARIMANA?! HUH!"

Baekhyun menggeleng pasrah. Tidak berani melirik Chanyeol sedikitpun.

"BERITA MURAHAN ITU DITEMPEL DI MADING KAMPUSKU! DAN SEKARANG SEMUA ORANG TAHU KALAU AKU MEMPUNYAI KAKAK IPAR BISU SEPERTIMU! REPUTASIKU HANCUR BODOH!" teriaknya menggema.

Baekhyun terlonjak. Ia benar-benar takut menghadapi Chanyeol yang berteriak mengerikan seperti ini.

"CERAIKAN KAKAK KU SEKARANG JUGA!"

Akhirnya, dengan segala keberanian yang ia miliki, ia mendongakkan kepalanya menghadap Chanyeol. Lalu ia menggelengkan kepalanya. Tanda ia tidak setuju dengan permintaan Chanyeol.

"KENAPA KAU KERAS KEPALA SEKALI!"

Ia mulai meneteskan air matanya. Dan terisak lirih.

"Kalau kau tetap tidak mau menceraikannya, aku akan membuatmu terus merasa tersiksa! CEPAT IKUT AKU!"

"Eehhh…" Baekhyun mencoba memberontak ketika tangan besar Chanyeol menyeretnya paksa menuju …

Kamar mandi.

…..

BRUUUK

Dihempaskannya tubuh mungil Baekhyun begitu saja.

"TUNGGU DI SINI!"

Chanyeol pun melenggang pergi sambil tidak lupa mengunci pintu kamar mandi.

'Ya Tuhan.. apalagi ini?!' Doa nya dalam hati.

Selang beberapa menit, pintu kamar mandi itu terbuka. Dilihatnya Chanyeol yang memegang beberapa untai tambang.

Matanya membara penuh amarah.

"Ini balasan untukmu karena kau sudah mempermalukanku!" ucapnya sambil mengikat kedua tangan Baekhyun di belakang. Menyatukannya dengan tiang yang menyangga shower. Baekhyun meronta, ia menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri agar bisa terlepas. Namun percuma…

"Kau tahu, dulu aku tidak pernah merasa semalu ini sebelum kau datang ke kehidupan kami! Kau pikir kau siapa berani menikahi kakak ku?! Menjijikan! Tidak tahu diri!"

Sret

Ia pun mengencangan ikatannya pada kaki Baekhyun. Sehingga kini Baekhyun tidak bisa berbuat apa-apa.

"Aku sudah memperingatimu tapi kau tetap keras kepala! Pikirkan baik-baik kalau kau memang sayang pada nyawamu!"

BYUUUR

Air shower mengguyur deras seluruh tubuhnya. Dan perlahan seluruh baju Baekhyun basah karenanya. Oh tidak! Ia tidak bisa bergerak kemana-mana. Dan sekarang Chanyeol? Berlalu pergi sambil mengunci pintu kamar mandi dari luar. Meninggalkannya begitu saja tanpa dosa.

"Eeehhh!" ia coba meminta pertolongan pada Chanyeol yang mungkin masih mendengarnya di seberang sana. Namun sama saja, percuma.

Dan sekarang ia hanya bisa pasrah. Hanya bisa berdoa semoga Tuhan bisa memberinya kekuatan lebih untuk bertahan.

Gluk …

Gluk…

Chanyeol sedang duduk di meja bar pribadi milik kakaknya. Ia tahu tempat ini tidak boleh dimasuki siapapun termasuk dirinya. Tapi sekarang, kakaknya sedang pergi. Apa salahnya masuk? Cih! Dia juga berhak atas mansion mewah ini –pikirnya.

Ini sudah malam. Bukannya ia lupa akan satu hal, ia memang sengaja mengunci si bisu itu di kamar mandi.

Namun perlahan dahinya berkerut.

'Kalau dia sampai mati… aku juga akan mati di tangan Kris hyung! Bodoh!'

Ia pun segera berlari menuju lantai bawah, di mana si bisu –Baekhyun- dikunci. Langkahnya sedikit terhuyung karena brendi mahal yang ia sesap tadi.

Sudah berjam-jam ia mengurungnya di sana. Oh bukan hanya mengurung, tapi juga mengguyurnya dengan air dingin!

Cklek…

Yang dilihatnya pertama kali adalah si bisu yang terkulai lemas dengan bajunya yang basah kuyup dan kulit sepucat mayat.

Dihampirinya tubuh mungil itu.

"Heh! Kau pingsan lagi?"digoncangkannya tubuh Baekhyun kasar. Ia mengeryit kenapa tangannya bisa sedingin es batu?

Tentu saja! Siapa yang tidak beku jika harus berdiam diri di tengah guyuran air di musim dingin sampai berjam-jam?

Dan perlahan mata Baekhyun terbuka. Yang ia lihat pertama kali adalah wajah Chanyeol yang mengeryit. Lagi-lagi ia mencium bau alkohol. Apa dia selalu mabuk setiap malam? Oh tidak! Ia takut! Bahkan luka yang kemarin belum sembuh. Jangan lagi…

"Baguslah kau tidak mati!"

Chanyeol mendengus, kemudian matanya beralih menuju tubuh Baekhyun. Entah kenapa jika berada sedekat ini dengannya, gairahnya langsung memuncak. Padahal ia sangat membenci namja bisu di depannya ini. Bahkan ia ingin sekali membunuhnya. Tapi.. oh lihatlah! Bagaimana tubuh mulus Baekhyun tercetak jelas di balik kemeja putih polosnya yang sekarang basah kuyup karena air.

Dan parahnya lagi sekarang ia setengah mabuk karena brendi itu. Tanpa ia sadari, perlahan wajahnya mendekat. Menuju bibir ranum itu.

"Eeehhh…" Baekhyun memalingkan wajahnya ketika bibir Chanyeol akan mendarat di bibirnya. Benar ternyata. Firasatnya buruk.

"Wae? Kau berani menolakku sekarang em?" gumamnya penuh penekanan.

Ditariknya dagu Baekhyun agar mendekat. Ia mencoba menempelkan kembali bibirnya. Tapi sekuat tenaga, Baekhyun menolaknya. Membabi buta kepalanya. Bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga bibir Chanyeol hanya mendarat di rahangnya saja.

Dan Chanyeol pun kesal. Ia kemudian mulai duduk menindih kaki Baekhyun. Menjepit pula badan Baekhyun dengan tubuhnya. Memeluknya erat-erat agar Baekhyun tidak bisa bergerak.

Dan Baekhyun tidak bisa berbuat apa-apa selain memejamkan matanya erat. Merasakan kembali betapa ganasnya bibir panas itu melumat bibir nya yang dingin.

"Mmhh… aaaaah~ mmhhhh.. cpk.." Chanyeol terus melumatnya tanpa henti. Mengigit bibir Baekhyun atas bawah. Yang tentu saja tidak mendapat respon dari Baekhyun. Tapi Chanyeol tidak peduli itu. Yang ia rasakan adalah bibir selembut madu dan sedingin es. Ia terus mencecapnya dengan tangan kanannya yang menekan tengkuk Baekhyun agar memperdalam ciumannya. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk merengkuh pinggang mungil Baekhyun. Merapatkan ke tubuhnya. Sehingga kini benar-benar tidak ada jarak yang tersisa.

Baekhyun sendiri hanya memejamkan matanya dan menangis. Membiarkan cairan hangat itu terjun membasahi pipinya yang beku kedinginan. Ia benar-benar dilecehkan. Sakit hati dan merasa jijik. Ia juga namja. Tapi kenapa ia begitu lemah?

Bunyi kecipak saliva terdengar jelas ketika Chanyeol melepaskan pagutannya.

"Kenapa bibirmu selalu manis kakak iparku yang malang?" gumamnya sambil menatap dalam Baekhyun yang hanya menunduk.

"Aku pikir setelah ini kau menyadari bahwa kau terlalu murahan untuk menjadi 'istri' kakak ku lagi."

Chanyeol pun bangkit. Melepaskan ikat pinggangnya. Membuka resleting celananya. Dan … terpampanglah junior panjang dan berisi milik Chanyeol itu menegak sempurna dengan kerasnya. Baekhyun terlalu malu untuk melihatnya. Ia terus menunduk.

"Kulum!"

Baekhyun menggeleng.

"Kubilang kulum!"

Lagi. Baekhyun menggeleng.

"Jalang!"

Chanyeol pun menarik surai Baekhyun ke belakang. Membuat kepala Baekhyun mendongak dan bertemu langsung dengan junior itu. Junior yang memaksa masuk menyatu dengan lubangnya kemarin malam.

Ia masih menggelengkan kepalanya. Menatap sendu Chanyeol. Berharap akan tergugah. Tapi Chanyeol tidak peduli. Ia malah menampar pipi Baekhyun keras.

"Aku bilang kulum! Aku tidak ingin melihat tangisan bodohmu itu!"

Karena kesal, Chanyeol pun menarik paksa kepala Baekhyun menuju juniornya. Dan mau tidak mau, Baekhyun mengulum junior Chanyeol. Penuh dengan perasaan jijik.

"Aaaaaahhh~ hangat sekali~ ouuugh~" rancaunya.

Ia merancau, Baekhyun merintih. Junior Chanyeol yang besar memaksa masuk ke mulutnya yang kecil. Dan hal itu membuatnya tersedak. Karena sodokan Chanyeol yang mengenai pangkal tenggorokannya. Dan semakin Baekhyun terbatuk, Chanyeol makin merasakan nikmat. Ada getaran yang merayapi kejantanannya.

"Terusshh~ aaaah~ kau benar-benar jalang! Ouughhh~ shit! Aaah~~ euungh.."

'Suamiku. Maafkan aku' batin Baekhyun sambil meneteskan air matanya.

Chanyeol makin menyodokkan juniornya kasar. Keluar masuk mulut Baekhyun hingga ia klimaks.

CROOOOT~

"Aaaaahhhh~" desahnya ketika cairan miliknya keluar memenuhi mulut Baekhyun.

Dan Baekhyun sendiri langsung memuntahkan cairan kotor itu. Jijik.

Kembali Chanyeol berjongkok. Mencengkeram dagu Baekhyun. Melihat betapa pucatnya Baekhyun sekarang.

"Ternyata mulutmu juga hangat sekali ya?" seringainya muncul.

"Bagaimana? Kau mau menceraikan kakak ku?!" tanyanya sedikit lembut.

Baekhyun mengigit bibirnya. Rahangnya bergetar menahan isakan.

'Kenapa kau tega sekali padaku? Aku mencintaimu seperti adik ku sendiri. Tapi kenapa kau begitu membenciku? Sebegitu memalukan kah aku?' batinnya. Ingin sekali ia menyuarakan isi hatinya. Mungkin dengan begitu Chanyeol akan mengerti. Tapi apa daya? Tuhan tidak memberinya suara. Hingga ia hanya bisa diam. Merintih dan melenguh kesakitan. Dan ia yakin sampai kapan pun Chanyeol tidak mengerti maksud hatinya.

"Jawab aku!" ucapnya sedikit meninggi.

Baekhyun menggeleng. Tidak. Ia tidak bisa menceraikan suaminya itu. Pernikahannya baru berjalan 2 bulan. Ia masih ingin lebih lama dan mungkin selamanya besama Kris.

"Baiklah! Kau yang memilih!"

Chanyeol kemudian melepaskkan ikatan tangan Baekhyun. Baekhyun sedikit lega.

Sedikit.

Setelahnya jantungnya langsung berdegup. Berdegup kencang ketika Chanyeol menerjang tubuhnya. Membuatnya terlentang. Chanyeol mencengkeram kedua lengan Baekhyun hingga sejajar dengan kepalanya. Kembali ia melumatnya kasar. Baekhyun benar-benar tidak bisa bergerak sekarang. Ia kembali mengingat kejadian malam itu. Dan diluar dugaannya, itu akan terulang kembali. Malam ini. Di kamar mandi. Di mana tubuh telanjangnya menyentuh dinginnya lantai. Menyatu dengan tubuh adik iparnya sendiri. Membuatnya kembali merintih ketika junior Chanyeol yang merobek tubuhnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Hiks .. hiks.. maapin gue ya Baek, bikin lu menderita TT *lempar golok*

Gak nyangka akhirnya berhasil bikin adegan perkosaan~ xD *dziiiiigh*

Saya akan membalas beberapa pertanyaan di kotak review:

-FF INI BER-ENDING(?) CHANBAEK! DON'T WORRY!

-Baekhyun itu bisu permanen gak bisa disembuhin *plaaak*

-Ini ff BDSM *walaupun gaktau bisa dibilang gitu apa enggak* dziiigh

-Chanyeol di sini gay

-Kenapa gak Sehun atau Kai buat jadi suaminya Baekhyun? karena mereka terlalu muda -_-v

-Yang katanya hampir sama kayak ff kaisoo, well emang di awal pas aku baca ulang 'ff itu' emang ada miripnya DIKIT. selebihnya ini beda banget. percayalah saya bukan plagiat. karena plagiat itu murahan dan ff saya tidak murahan *eaaaa* ini ff murni pemikiran saya. *makasih buat reader yg mau kasih tau:) saranghae*

-Ini ff gak panjang, kira-kira 5 atau 6 chapter udah end

-Baekhyun emang bisu tapi dia bisa mendesah/ jerit kesakitan gitu(?) kan orang bisu masih bisa ngeluarin suara walapun kecil(?) bisa kan?! *maksa*

Itu beberapa pertanyaan readers yang sudah saya jawab, semoga rasa kepo(?) nya bisa terobati wkwkwkwk

maaf juga update ngaret, namu banyak tugas. huanjer minggu pertama berangkat tugas gak nyante banget bejibun kaya tronton(?)

oke segini aja, makasih banyak buat komentar, review, saran, pujian, kritik(?) readers semuanya. maaf gak bisa bales satu-satu.

BIG THANKS TO

SyJessi22 || aliensparkdobi || Novey || 12Wolf || Jung Eunhee || aiiu d'freaky || TrinCloudSparkyu || dwiihae || SHY Fukuru || shantyy9411 || baekggu || immafujoshi || Kim Eun Seob || Cozalou laya || adistiii || Cherry YunJae || indaaaaaahhh || Miettenekomiaw || chika love baby baekhyun || Kim Kumiko || The Biggest Fan of YunJae || ajib4ff || exindira || Mela querer chanBaekYeol || HarunaBabyChanBaek || bekichan077 || flower you || mumut03 || thiwie96 || sofia32 || Guest || Miina || BaekLily || chanchan61 || inggit || Jiae || Guest || FSRifiqa || inakyu || dandelion || Kim Seonna || Kang Yura || lee sang sun || ssjllf || kitybear || nnukeybum

Well, semoga chapter ini bisa menghibur sebagaimana mestinya~

Gamsahamnida ^^ *bow*

Keep Review and Leave Your Comment…