Halllaaoooww!
Chap 2 haadiiiirrrr…..
Trrrr.. trrrr.. trrrrtttt..
Hiruma: Author sialan kenapa lo bikin nama klub gue buruk rupa, hah! lo mau cari mati ya? *setan mode: on
Sena: Author-san, kecepatan lari saya tuh 4.2 detik untuk 40 yard. , bukan sebaliknya!
Author: gak-gak-gak! saya khilaf … Maap You-nii, Sena-kun! *mencoba kabur tapi di tangkap Monta
Monta: Haa! Author bodoh, nama gua(wii Mon-mon manggil diri 'gua') Diam lo A/N!
A/N: apa! Berani lo
Monta: Sapa takut! *mulai berantem
Author: *ngeliat Hiru-Sena pasang tampang angker* Hiiiieee.. mending lanjutin Fic dari pada nanti di jadiin sate *ngurung diri di kamar
Hiruma: Awas saja tu Author geblek ke tangkap nanti, gue jadiin perkedel deh *kesal
Heheheh,,, abaikan cerita gaje di atas… hmm sebelumnya terima kasih untuk:
Sha-chan anime lover, saya balas disini aja: hmm iya,, saya khilaf, gak perhatiin, hueee, map, udah saya perbaiki ^^ dag-dig-dug jduerr*ditampol, eheheh,, silahkan lanjutkan bacanya, Makasih udah baca dan review ^^
Fucking13Ebong, Ame-chan Mitarashi, Iin cka you-nii, Mayou Fietry, karin-mikkadhira- makasih udah baca dan review fic ni, saya udah balas lewat PM ^^
Sudah mau membaca dan me review, moga masih mau baca kelanjutan nya
Saya masih tahap pembelajaran, jadi mohon bantuan dari para senpai sekalian…
Mulai aja yak!
YA-HA!
Disclaimer: Eyeshield 21 punya nya Riichiro Inagaki dan Yusuke Murata, saya hanya punya cerita aneh nan gak jelas ni =,=
Warning: OOC, GAJE, OC, ANEH, Semi-AU (mungkin), typo yang nyelip-nyelip(?), etcccc….
Pair : Hiruma YoichiXAnezaki MamoriXOC
PS: : tanda perpindahan tempat atau waktu
/ : pikiran atau batin
'…' suara efek
"…" percakapan
Enjoy it's…
Eyeshield 21: What I Can?
Chapter 2:
What Happen?
"Kyaaa!" teriak Mamori tiba-tiba. "Hiruma-kun!" seru nya seraya mendekati sesosok tubuh seorang cowok berambut kuning spike yang tergeletak dalam posisi tertelungkup di lantai dapur.
"Hiruma-kun! Hiruma-kun! Ayo bangun.. kenapa kau sampai tiduran disini? Hiruma-kun!" panggil Mamori panik.
Sesaat setelah dia memanggil dan menguncang-guncangkan punggung Hiruma, akhirnya cowok itu sadarkan diri juga.
"Ngh…" Hiruma sadar lalu perlahan dia bangun dan duduk dilantai. Sebelah tangan menahan berat tubuhnya agar tidak jatuh dan sebelah lagi memegang kepala, berusaha untuk sadar dari pingsan nya tadi.
"Hiruma-kun, kau tak apa?" tanya Mamori cemas.
Mamori lalu segera mengeluarkan sapu tangan berwarna hijau dari dalam saku jaket nya saat melihat keringat keluar dari kening, pelipis, dan leher jenjang Hiruma. Diusap nya perlahan keringat itu.
'Aneh, kenapa Hiruma-kun berkeringat? Padahal malam ini udaranya kan dingin,' batin Mamori heran, masih menghapus keringat yang tersisa.
"Hhh.. kenapa.. hah, kau ada disini?" tanya Hiruma.
'Dia terengah-engah. Apa yang sebenarnya terjadi?' batin Mamori lagi, khawatir dan bingung. "Aku baru saja kembali dari supermarket, saat masuk ke dalam lampu nya mati. Ku kira kau sudah pulang. Lalu aku ke dapur untuk membuat the hangat, tapi lampu dapur juga mati. Aku heran, saat ku hidup kan, aku sudah menemukan mu tergeletak disini. Sekarang aku yang tanya, kenapa kau bisa sampai tergeletak disini, apa yang terjadi?" jelas Mamori dengan pertanyaan yang sejak tadi terus memenuhi pikiran nya.
"Aku… tidak tau," Hiruma menghela nafas, kepalanya pusing seperti ada yang menghantam kepalanya sehingga ia pingsan. "Ukh…"
"Hiruma-kun! Kau tak apa?" tanya Mamori cemas.
"Tidak… tidak apa-apa. Uh- sekarang cepat kau beres-beres, ku antar pulang sekarang," kata Hiruma, lalu bangkit berdiri, merapikan pakaiannya yang kusut.
"Kau benar tak apa? Wajah mu pucat, Hiruma-kun," Mamori sangat khawatir dengan keadaan Hiruma sekarang. Tampang nya kacau.
"Tak apa. Cepat lah beres-beres. Ku tunggu di luar," ujar Hiruma.
"Baiklah," Mamori mengalah, lalu segera ke ruang tengah dan dengan sigap dia membereskan semua kertas-kertas dan map-map juga peralatan lainnya.
Sementara Hiruma berjalan ke luar ruangan, setelah sebelumnya memasukkan barang-barangnya ke dalam tas lalu menyambar jaket hitam yang tergantung di samping pintu.
Di perjalanan pulang, Hiruma kurang fokus mengendarai motornya. Dia bahkan melewati lampu merah begitu saja tanpa berhenti dan juga hampir menabrak seekor kucing yang tiba-tiba saja melintas di depannya, dan itu membuat Mamori semakin khawatir dan penasaran. Apa yang terjadi saat dia pergi ke supermarket?
Hiruma memelankan laju motornya saat melihat rumah Mamori tidak jauh lagi.
"Terima kasih sudah mengantar ku pulang, Hiruma-kun," kata Mamori setelah turun dari motor merah tersebut lalu berdiri di samping motor itu. Menyampingi Hiruma yang menatap lurus ke depan.
"Hn" hanya itu respon Hiruma.
"Ng.. ano, Hiruma-kun, kalau aku boleh tau, apa yang terjadi di ruang klub tadi?" tanya Mamori masih penasaran. Sepertinya dia sudah ketularan sifat (kelewat) detective-nya Suzuna, hehehe *author di jotos Suzuna.
"Tidak, tidak terjadi apa-apa… jangan pikir kan itu lagi" jawab Hiruma tenang.
"Benar, tidak terjadi apa-apa?" tanya Mamori memastikan.
"Cerewet. Sudah lah, cepat kau masuk ke dalam," perintah Hiruma.
"*sigh* baiklah, baiklah… aku masuk, sampai bertemu besok," Mamori membalik badannya hendak membuka pintu pagar rumahnya. Baru masuk dua langkah, dia berhenti karena Hiruma memanggilnya.
"Mamori…" mendengar Hiruma memanggil namanya, cewek bermata biru safir itu langsung membalik kan (lagi) badannya.
"Ya, Hiruma-"
'Greph!'
"Hi-Hiruma-kun…" Mamori sedikit kaget, tiba-tiba saja Hiruma memeluk nya. Wajah nya yang terbenam di dada bidang hangat Hiruma langsung merah padam. Bau mint menyegarkan dari tubuh Hiruma, tercium jelas olehnya. Menghilangkan segala pikiran khawatir dan penasaran yang memenuhi pikirannya.
"Hi-Hiruma-kun… ada ap-"
"Diamlah… biarkan seperti ini, sebentar saja…" kata Hiruma lirih di dekat telinga Mamori, sambil lebih mngeratkan pelukannya pada cewek berambut coklat itu. Dihirup nya wangi strawberry yang masih belum hilang sepenuhnya dari rambut coklat tersebut. Menghirup dengan nyaman wangi tubuh cewek yang berada dalam pelukannya, seakan wangi itu memberikan ketenangan yang saat ini sangat di butuhkan nya. Mamori kemudian membalas pelukan Hiruma dan mengusap perlahan punggung yang kekar itu.
"Tenanglah… tenanglah…" bisik Mamori pelan, seperti menenangkan seorang anak kecil yang menangis gara-gara permen nya jatuh ke selokan (oke, mulai OOT nih, back to story)
Sesaat kemudian, Hiruma lalu melepaskan pelukan itu.
"Sudah lebih baik?" tanya Mamori
"Kekekeke… menurut mu? Cepat lah masuk ke dalam dan istirahat, pacar sialan. Besok pekerjaan mu akan lebih banyak" jawab Hiruma, memperlihatkan cengiran setan nya.
"Mou… Hiruma-kun!" dengus Mamori kesal, kemudian tersenyum melihat Hiruma sudah kembali seperti biasa lagi.
"Terima kasih" ujar Hiruma sambil mengack sedikit rambut Mamori.
"Ukh, Hiruma-kun jangan acak rambut!" kesal Mamori (lagi)
"Aku pulang. Besok jangan telat,". Dan Hiruma pun sudah pergi dari hadapan Mamori dengan motor merah-nya.
"Hhh…" hela napas Mamori lalu segera masuk k dalam rumah
"Tidur mu nyenyak sekali, eh… Yoichi," sambut (?) seorang pemuda terlihat lebih tua dua tahun dari Hiruma.
Berpakaian santai dengan celana gunung warna hijau glap, T-shirt putih dilampisi dengan kemeja bergaris merah kotak-kotak, tidak di kancing memperlihatkan dada bidangnya yang kekar. Rambut emo hitam nya mengalun lembut di terpa angin pagi. Mata berwarna hitam legam dengan poni menutup mata kirinya. Wajah pemuda itu samar-samar terlihat karena terhalang oleh sinar matahari yang terpancar mengenai punggungnya yang sedang bersandar di pagar balkon apartemen itu, menghadap ke kamar.
"Yo!" sapa nya, mengangkat sebelah tangan. Seulas senyum terpancar di wajah tampan nya.
Hiruma yang sudah bangun, merenggangkan tubuh nya. Sedikit kaget karena tiba-tiba saja ada orang lain berada di dalam kamar nya. Wajahnya yang lelah sehabis bangun tidur langsung berubah horror saat menoleh kan kepalanya ke balkon, tempat pemuda yang menyapa nya tengah berdiri dengan santai nya.
"Ka.. kau.. bagaimana bi.. sa?" ucap Hiruma gugup. Kekagetannya bertambah saat mengetahui siapa pemuda itu. Diremas nya kain spray, menahan emosi.
"Hehehehe… wajah mu lucu sekali, Yoichi.. hhh… sepertinya aku terlalu berlebihan tadi malam. Muncul tiba-tiba, kau menjadi lemah segitu saja sudah pingsan. Kemana Yoichi yang kuat dulu, Hm?" kata pemuda itu, menghela napas, lalu berjalan masuk kedalam kamar menuju ke hadapan sebuah bingkai foto yang cukup besar. Foto seluruh anggota tim amefuto Deimon Devil Bats, yang terpampang di dinding.
"Don't touch that photo, fucking tutor" kata Hiruma dingin, menggeram pelan.
"Hey, hey, slow down my student, hehehe…" balas pemuda itu berbalik badan, masih dengan cengiran terlihat di wajahnya sambil berdiri tegak menghadap Hiruma yang disebutnya sebagai muridnya itu. Niatnya yang ingin menyentuh foto tidak jadi.
"Dari mana kau tau aku ada disini?" tanya Hiruma heran.
"Hmm… dari mana yah, hehehe… nanti kita bicara lagi setelah kau pulang sekolah. Ku kirim e-mail dimana tempatnya, ku harap kau tidak telat. Oh ya, ngomong-ngomong soal telat, sekarang jam berapa yah…?" kata pemuda itu sambil memainkan sebuah jam weker berbentuk mascot tim Deimon, yang sebelumnya berada di meja kecil di samping tempat tidur Hiruma.
'Sejak kapan?' batin Hiruma heran.
"Akh… kau sudah membuat ku tidak ikut latihan pagi, sialan!" umpat Hiruma kesal.
"Okay, see you Hiruma Yoichi," pemuda itu dalam sekejap sudah menghilang di balik pintu kamar Hiruma.
Hiruma yang masih terdudukdi tempat tidur terdiam, lalu bibirnya perlahan terangkat ke atas memperlihatkan sederetan gigi-gigi runcing. Cengiran setan ala Hiruma Yoichi.
"Akhirnya mereka segera muncul juga, para makhluk sialan kekeke…"
TtttbbbC…
Hoorrraaayyyy…. Chap dua finis! *teriak ala orgil*
Author : Gimana-gimana-gimana? Masih adakah kesalahan?
Tolong kasih tau saya kalau ada, hehehe… Oh ya, saya udah perbaiki chap 1, mau baca ulang silahkan, kalo gak ya, terima kasih lagi karena udah kasih tau bagian mana yang pelu perbaikan…
Yey! OC nya udah muncul! Kira-kira dia siapanya Hiruma ya?
Hiruma : WOY Author sialan! Kenapa gue jadi OOC kayak gitu? Hah! pake gugup gak jelas gitu, lo mau gue tembak?
Author : Gyaaa… kagak ada maksud apa-apa You-nii *kabur ke luar kamar
Hiruma : Woy! Jangan lari lo *ngejar author sambil nembakin AK-47 nya
Mamori : Hhh… ada-ada saja mereka. Readers tolong berikan saran, kritik, komen, etc, dll, dsb, asalkan jangan flame, karena author gak punya air PDAM (?) buat nyiram nya,
Yaps, terima kasih sudah membaca *smile*
Review Please,-
