(Julia Michaels - Heaven)
HEAVEN
Love's my religion, but he was my faith.
Something so sacred, so hard to replace.
Fallin' for him was like fallin' from grace.
All wrapped in one, he was so many sins.
Would have done anything, everything for him.
And if you ask me, I would do it again.
.
Didepanku, sang penguasa hatiku, pemilik cintaku, kekasih tersayangku, jeon jungkookku tengah menari, meliukkan tubuhnya yang lentur dengan gerakan sensual. Kaki jenjangnya yang panjang bergerak dengan lincah mengikuti alunan music dengan gerakan tangan yang menggoda. Kedua kelopak mata nya yang tertutup pita merah, tidak menghambatnya sama sekali. Senyum nakal tak lepas dari dua belah bibir sewarna delimanya.
.
No need to imagine 'cause I know it's true.
They say "all good boys go to heaven"
But bad boys bring Heaven to you.
It's automatic, it's just what they do.
They say "all good boys go to Heaven".
But bad boys bring Heaven to you
.
Dalam penerangan cahaya kamar yang redup, masih dapat aku lihat dengan jelas lekuk tubuh polosnya yang hanya terbalut kameja hitam transparan. Begitupun miliknya yang terekspos jelas, karena pria nakalku tidak mengenakan apapun untuk menutupi bawahnya. Tertawa halus disela tariannya yang malah terdengar genit memenuhi ruangan, disertai desahan kecil.
.
You don't realize the power they have.
Until they leave you and you want them back.
Nothing in this world prepares you for that.
I'm not ashamed that he wasn't the one.
Had no idea what we would become.
There's no regrets, I just thought it was fun.
.
Jeon Jungkook ku sudah menjadi penggoda ulung rupanya. Menjilat bibirku yang terasa kering, tubuhku sangat lapar, ingin segera memakan makhluk pendosa yang kini merangkak mendekatiku.
"daddy", panggilnya manja, berhenti merangkak saat tangannya sudah menyentuh kaki ku yang masih terbalut celana hitam panjang. Jungkook memeluk kaki kurusku sebelum bersujud mencium telapak kakiku, menjilati jari-jari kakiku yang pucat dengan lidah nya. Manis, seperti anak kucing.
"hmm ?", aku sedikit menggeram pelan karena kelakuan nya.
Jungkook terkikik dengan seringai nakal bermain di bibirnya.
.
No need to imagine 'cause I know it's true.
They say "all good boys go to heaven"
But bad boys bring Heaven to you.
It's automatic, it's just what they do.
They say "all good boys go to Heaven".
But bad boys bring Heaven to you.
.
Bergerak berdiri, tangannya melepas pita merah yang menyembunyikan mata indahnya yang sekelam malam. Mata bulat besarnya menyayu menatapku yang kini tengah menaikkan alis, menunggu apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Menggigit bibir delimanya pelan, Mengedipkan satu matanya padaku, sebelum kaki yang mulus tanpa bulu itu bergerak mundur selangkah demi selangkah. Seringai menggoda tercetak jelas di wajahnya. Tangannya bergerak secara perlahan membuka kancing bajunya satu per satu dengan gerakan lambat. Lalu membuangnya kesamping, tubuhnya kini sepenuhnya telanjang.
.
I still remember the moment we met..
The touch that he planted, the garden he left.
I guess the rain was just half that effect.
.
Menidurkan tubuh polosnya di lantai marmer dengan posisi terlentang, merentangkan kedua tangannya dengan kaki yang melebar terbuka, miliknya setengah terbangun tidak peduli dengan dinginnya hawa ac yang sialnya bagikku malah terasa sangat panas.
Pipinya kian bersemu merah saat matanya kembali bersitatap mataku, "eat me, daddy" desahnya.
Menyeringai, "sure, my baby", tidak mungkin aku mau melewatkan santapan malamku yang lezat ini.
.
No need to imagine 'cause I know it's true.
They say "all good boys go to heaven"
But bad boys bring Heaven to you.
It's automatic, it's just what they do.
They say "all good boys go to Heaven".
But bad boys bring Heaven to you.
.
.
Sungguh, min yoongi mencintai jeon jungkook yang selalu bisa memuaskan hasrat gilanya.
.
.
AUTHOR POV
.
Min yoongi terbangun dari tidurnya dengan tubuh lelah, bibirnya menyunggingkan senyum puas mengingat apa yang semalam dilakukannya bersama sang pemilik hati. Membuka mata sepenuhnya saat kekasih dirasa tak ada di sampingnya.
"sayang?", panggilnya dengan suara serak khas orang bangun tidur. Mengeryit heran, yoongi turun dari ranjang king sizenya. Memakaikan kimono tidur ditubuh polosnya yang pucat, berniat mencari kesayangangnya yang tidak menyahut panggilannya.
Tapi saat hendak keluar dari kamarnya, matanya dengan cepat menemukan sosok sang kekasih di balkon kamar apartement, tengah sibuk dengan pemikirannya sendiri, matanya menatap kosong kedepan yang memandangkan pemandangan kota New York yang diguyur gerimis , dengan satu tangan yang memegang gelas kopi yang masih mengeluakan uap. Tersenyum mendekati kekasihnya yang tidak menyadari kehadirannya, memeluk pinggang rampingnya. membuat sang kekasih tersentak kecil, sebelum wajahnya kembali tenang dengan menyamankan diri di pelukan protektif yoongi.
Menenggelamkan kepalanya di perpotongan leher kekasih yang menguarkan bau vanilla yang selalu memikatnya, "melamuni apa sayang? Hingga tidak menghiraukan aku yang terus memanggilmu". Tergelitik geli dengan nafas hangat yoongi yang menyentuh permukaan kulit lehernya, jungkook hanya tersenyum tipis tidak membalas.
"jungkookku, pemilik cinta dihatiku" yoongi mengusak hidungnya di kulit putih lehernya sebelum menciumi lembut.
Mengambil gelas kopi dari genggaman tangan jungkook, dan menyimpannya di meja kecil yang ada disana. Membalik tubuh jungkook, untuk berhadapannya dengannya. Yoongi bingung dengan raut wajah jungkook yang merengut, mengelus pipinya halus, "sayang, kenapa cintaku ini humm?" mencium sekilas bibirnya.
Menatap yoongi tajam, yang dibalas raut wajah bertanya dari yoongi.
"aku lelah dengan semua ini", aku jungkook. Yoongi membulatkan matanya, tersentak kaget. "apa?"
"aku lelah jadi orang ketiga di hubungan ini. Sungguh menyakitkan terus membayangkan bahwa cintamu terbagi dariku", jelasnya. Dipendengaran yoongi terdengar seperti anak kecil yang merajuk.
Terkekeh menanggapi pernyataannya, jungkook mendelik kesal tidak terima.
"uhh, lihat baby tercintaku yang imut ini, kau tau benar sayang sepenuhnya hatiku adalah milikmu. Hidupku, jiwaku, dan matiku, hanya milik jeon jungkook sayang", mendengus geli menanggapi gombalan pria yang sudah membuatnya bisa bertindak sekejam ini.
"kalau begitu kapan kau akan meninggalkan park jimin, aku bosan menunggu terus. Bisa-bisa aku yang pergi meninggalkanmu". Min yoongi menatapnya tajam dengan aura berbahaya, yang ditatap mengalihkan pandangangannya, merasa ciut dengan aura yang di keluarkan kekasihnya.
"jangan pernah bicara seperti itu, mengerti !" ucapnya tegas, mau tak mau jungkook menganggukan kepalanya. Jika sudah marah min yoongi bisa sangat mengerikan. Pernah waktu itu ia membuatnya marah hanya karena dirinya yang bertemu dengan tidak sengaja, taehyung, sang mantan pengisi hati, dan kekasih posesif nya ini melihatnya, tanpa mendengar penjelasannya, dirinyaa dikurung selama sebulan di apartement, jangan lupakan juga lubangnya yang disiksa dengan tidak berprikemanusiaan-yang sialnya dia juga sangat menikmatinya- sampai lecet dan tidak bisa berjalan selama 2 minggu.
Menghela nafas lelah, "aku sangat mencintaimu, min yoongi hanya menginginkan jeon jungkook, jadi kumohon bersabarlah. Kau tau sendiri, aku tak mungkin bisa tiba-tiba saja meninggalkannya setelah 5 tahun pernikahan kami berjalan. Apalagi sekarang ada yoonji". Mengelus lembut surai hitam nya yang halus, "aku pasti akan menceraikan jimin. Tapi tidak secepat ini, aku harus mencari alasan yang tepat, aku tidak ingin ia terluka".
Mendengus remeh akan penjelasan yoongi, "jadi, apa menurutmu dia tidak akan terluka jika tau selama 5 tahun pernikahan yang dijalaninya, suami tercinta ini sudah mengkhianatinya? selama 1 setengah tahun pula, begitu?", menatap yoongi yang hanya menggaruk pipinya yang tidak gatal. "jangan jadi pengecut, ayo ambil keputusan. Eomma juga setuju kan kau bersamaku, hyung?".
Menganggukan kepalanya menanggapi kekasih yang selalu membuat dirinya lemah.
Min yoongi kaget ketika cintanya menundukkan kepalanya dan terisak pelan, "aku tidak mau menunggu terlalu lama lagi hyung, aku lelah terus disembunyikan dari orang-orang sebagai simpananmu. Aku ingin seluruh dunia tau, jeon jungkook hanya milik min yoongi, dan min yoongi satu-satunya milik jeon jungkook, bukan orang lain, bukan istri(suami)mu, anakmu, atau siapapun, tapi aku seorang" isaknya dengan nada yang menyayat hati yoongi.
Yoongi benci melihat pria cantik yang sudah menjadi dunianya ini menangis, apalagi terluka karenanya.
Memeluk kekasihnya erat, menenggelamkan kepala jungkook di bahunya, mengelus sayang surainya. "ssstt, jangan menangis sayang, kau tau, melihatmu menangis itu membuatku lemah dan sakit", mengecup lembut puncak kepalanya, "aku janji akan segera menceraikannya, oke?".
Jeon jungkook hanya menganggukan kepalanya dalam dekapan yoongi diiringi senyum kemenangan yang menghiasi wajah cantiknya.
