Happy End, Is that Exist ?
Katekyo Hitman Reborn © Akira Amano
Cavallone Primo x Alaude /Yaoi /Boys Love
Based on Roleplay with SapphireNightSky
CHAPTER 2
Tiga tahun berlalu sejak pertemuan terakhir mereka di mansion Cavallone. Alaude meninggalkan Italy dan menghabiskan waktunya untuk melakukan banyak misi di luar. Sejak berpisah dengan kekasihnya, Alfonso Cavallone, Alaude kembali menjadi seorang cloud guardian yang amat ditakuti. Awan bebas yang tak dimiliki dan tak tersentuh siapapun. Guardian terkuat Vongola yang menghabisi semua musuhnya tanpa ampun. Awan Vongola yang dingin dan tak memiliki hati.
Suatu hari Alaude mendapatkan misi untuk melacak sebuah organisasi yang di duga telah melakukan human traficking. Tak butuh waktu lama Alaude sudah menghabisi semua musuh tanpa kesulitan. Namun masalahnya, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan pada seorang bayi kecil lucu yang tengah menatapnya dengan polos. Oh sungguh, makhluk kecil dan imut sepertinya adalah kelemahan sang guardianVongola.
Karena tak memiliki banyak pilihan. Alaude menggendong bocah kecil itu dan memutuskan agar Giotto yang mengurus bocah itu nanti. Well, bukannya tidak mau, hanya saja Alaude terlalu sibuk dan tak memiliki pengalaman untuk mengurusi bocah kecil itu.
Alfonso Cavallone benar-benar marah. Alfonso tidak menyangka ada yang berani mengusik ketenangannya dengan menculik putra semata wayangnya. Ia bersumpah akan menghabisi siapa saja yang berani menyakiti putranya. Alfonso tidak pernah overprotective seperti ini pada siapapun sebelumnya, kecuali pada sosok mantan kekasihnya dulu. Namun 3 tahun cukup untuk membuat dirinya berubah, dirinya adalah seorang ayah sekarang. Dan sudah menjadi instingnya untuk melindungi putra satu-satunya. Peninggalan berharga dari mendiang sang istri.
Alfonso sampai di markas musuh yang menculik putranya. Namun apa yang dilihatnya cukup untuk membuatnya panik akan keselamatan putranya, melihat penghuni markas terkapar di setiap sudut ruangan. Namun ia bisa bernafas lega saat membuka salah satu ruangan dan menemukan putranya baik-baik saja dalam gendongan seseorang.
"Alaude?" Mengerutkan alis tidak percaya, Alfonso berdiri mematung di sana.
"Pa-pa!" sang putra tersenyum senang memanggil ayahnya disaat Alfonso harus merasakan jantungnya berhenti berdetak selama beberapa detik, melihat sosok yang paling ia cintai di masa lalu kini kembali muncul dihadapannya.
Jika Alaude tak memiliki kemampuan khusus dalam memasang ekspresi datar tanpa emosi, mungkin saat ini ekspresinya akan terlihat begitu beragam. Terkejut, bingung dan sedikit bahagia,mungkin ? Dengan tenang, Alaude mendekati Alfonso dan melirik bocah kecil yang terlihat bahagia begitu melihat kedatangan Alfonso.
"Cavallone. Lama tak bertemu," ucap Alaude tenang, memberikan si kecil blonde yang jika dilihat dengan lebih teliti sebenarnya memiliki kemiripan dengan sang cloud guardian.
Ucapan Alaude terlalu tenang, seolah pertemuan mereka adl sesuatu hal yang biasa,wajar, dan tak berarti apa-apa. Meski jauh di dalam lubuk hatinya,hati kecil Alaude meneriakan sebuah kerinduan dan hasrat ingin menghajar Cavallone,kemudian menciumnya sampai pria itu kapok.
Tapi ia kembali mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia lah yang menginginkan perpisahan itu.
Di lain pihak, Alfonso pun sebenarnya ingin sekali memeluk sosok di depannya. Tidak tahu bagaimana harus melampiaskan kerinduan yang selama beberapa tahun ini sudah ia pendam dalam-dalam. Tapi ia tak bisa karena sekarang ada putranya di antara mereka. Dan ia pun hanya bisa tersenyum, bersyukur karena setidaknya takdir kembali mempertemukan mereka melalui putranya.
"Bagaimana kabarmu, Alaude?" tanya Alfonso dengan santai setelah tersadar kembali dari kenangan bersama Alaude yang tiba-tiba menyeruak dalam kepalanya. Ia menerima putranya dari gendongan Alaude dan menggendongnya dengan senyum ceria.
"Little one, you shouldn't play in a bad place like this. Did you know how papa feel while you suddenly dissapeared? I thought you would leave me like your mama." ucap Alfonso mengajak putranya bicara, bersikap seolah sedang marah dan menasehati seolah putranya akan mengerti apa yang ia katakan. Walau sebenarnya pertanyaan merupakan sindiran yang ditujukan pada Alaude yang dulu tiba-tiba memilih meninggalkannya. Namun tidak seperti istrinya yang pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Alfonso menciumi putranya dengan gemas. Tampak raut lega dari wajahnya begitu anaknya kembali dalam pelukannya.
Bocah kecil yang bernama Ethan itu hanya mengerjapkan kedua matanya, menatap Alfonso dan Alaude secara bergantian. Dua tangan kecilnya bergerak gerak meraih ke arah Alaude. Dua mata biru bulatnya menatap kea rah Alfonso, merajuk , seolah meminta ayahnya untuk memberikannya pada gendongan Alaude.
"No, Ethan…You are no supposed to- "
"Mama!"
" No Ethan, Alaude is not your mama " bisik Alfonso pada anaknya, sedikit melirik Alaude , takut jika mantan kekasihnya itu akan mengamuk karena dipanggil begitu oleh Ethan. Namun Alaude sepertinya hanya terdiam, terlihat speechless dan bahkan terlalu sulit bagi Alfonso untuk membaca ekspresinya.
"Err…Alaude, are you okay ?"
"Di mana ibu dari bocah ini ?" tanya Alaude, sedikit berdehem pelan untuk menyamarkan ekspresi speechless nya yang terlihat sungguh aneh. Matanya kembali berfokus pada Ethan dan mengusap pelan kepalanya dengan lembut.
Alfonso terdiam sejenak dan tersenyum pahit menanggapi pertanyaan Alaude. Namun kemudian tatapannya melembut menatap Ethan dan menciumi pipi anaknya dengan gemas.
"Ibunya sudah meninggal setahun yang lalu…"
*** TBC ***
Happy Late D18 day ~
So, saya putuskan untuk melanjutkan ff ini karena tak sengaja menemukan dokumen RP yang ternyata masih sempat saya backup. So, till we meet us again for the next chapter~
Review Everyone ?
