Cast: All BTS member

Pair: JiminxYoongi and other~

Rate: T

~Gone~

.

Chapter 2

.

Greppp

Lengan Yoongi tampak ditarik kebelakang oleh seseorang yang langsung merengkuh tubuh mungilnya. Matanya masih terpejam takut dan setetes air mata tampak mengalir dari matanya. Yoongi memeluknya erat, tangannya meremas kuat kemeja orang itu dengan terisak. Suara kalakson mobil berbunyi bersahut – sahutan, membuat Yoongi makin memejamkan matanya.

Beberapa menit mereka berdua berpelukan di tengah jalan. Lampu pejalan kaki kembali berwarna hijau. Seseorang yang memeluk Yoongi berjalan menuntunnya menuju ke tepi jalan.

Yoongi melepas pelukannya pelan. Ditatapnya wajah orang yang telah menolongnya. Matanya agak buram, dia habis menangis dan sinar matahari terlalu menyilaukan pandangannya. Sesaat setelah pandangannya membaik, Yoongi tersentak menatap wajah orang itu.

"Ji – min?"ujar Yoongi pelan yang lebih mirip bisikan, dengan bergetar, namun masih dapat di dengar oleh seseorang di depannya yang telah menyelamatkan hidupnya. Park Jimin.

"Kau tidak apa – apa?"tanya garis khawatir di wajahnya.

Yoongi mengangguk lemah. Ditundukkannya kepalanya dan mengusap sisa air matanya yang mulai mengering.

"Terimakasih."ucap Yoongi sekali lagi yang lebih mirip bisikan.

Jimin tersenyum lembut menatap Yoongi yang masih menunduk.

"Kau pasti masih shock. Kita ke supermarket dulu, aku akan belikan minum untukmu."

Jimin menggenggam tangan mungil Yoongi lalu menariknya berlahan menuju supermarket terdekat.

.

Yoongi duduk di bangku sebuah taman. Menunggu Jimin yang pergi ke supermarket. Badannya masih sedikit bergetar, dia masih shock dengan kejadian beberapa saat lalu yang mungkin saja akan merenggut nyawanya. Dilihatnya Jimin telah keluar dari supermarket dan berjalan mendekatinya.

Jimin berdiri di depan Yoongi. Mengambil tisu di dalam kantung plastik putih yang di genggamnya dan membuka bungkus tisu tersebut sebelum menyerahkannya pada Yoongi. Yoongi yang menerimanya langsung mengambil beberapa lembar tisu dan mengusap keringat yang terus menetes dari dahinya.

Sementara itu, Jimin mengeluarkan satu kaleng minuman ringan dan membukanya. Menunggu Yoongi selesai mengelap keringatnya dan menyerahkan minuman tersebut pada laki – laki mungil tersebut dan duduk di sampingnya.

"Sudah agak baikan?"tanya Jimin.

Yoongi mengangguk.

"Ya ini lebih baik. Terimakasih. Jika tidak ada kau, aku pasti sudah berlumuran darah sekarang."kata Yoongi sambil meminum sedikit minumannya.

"Ya, tertabrak mobil itu sangat sakit. Kau bisa saja mati tadi seperti –– "Jimin menghentikan ucapannya.

"Iya aku tahu."jawab Yoongi.

Jimin tersenyum kecil, terus menatap Yoongi yang tengah meneguk minumannya perlahan.

"Kenapa kau bisa berada di sana juga? Bukankah kau masih di kafe?"tanya Yoongi yang sudah merasa tenang.

Jimin segera tersadar dari kegiatannya menatap lekat Yoongi setelah mendengar pertanyaan Yoongi. Hampir saja dia melupakan tujuan utamanya mencari lelaki manis ini.

"Oh iya aku lupa. Ini." Jimin menyerahkan sebuah payung berwarna biru tua kepada Yoongi.

Yoongi menatap payungnya. Menepuk pelan kepalanya yang membuat Jimin tertawa kecil melihat tingkah lelaki manis itu. Diambilnya payungnya dari tangan Jimin dengan sedikit membungkukkan badannya.

"Ah aku lupa, maaf. Terimakasih sudah mengembalikannya."

Yoongi merasa tidak enak hati membuat orang lain repot mengembalikannya padanya. Sungguh kenapa dia sangat ceroboh? Dan kenapa dia tidak menyadari bahwa sedari tadi Jimin membawa payungnya?

Jimin terkekeh kembali melihat Yoongi yang benar – benar menggemaskan membuat matanya yang sipit itu menjadi semakin sipit.

"Sudah, tidak apa – apa. Dan jangan menyalahkan dirimu seperti itu hyung. Jika payungmu itu tidak tertinggal aku tidak akan mencarimu. Berterimakasihlah pada payungmu itu."kata Jimin.

Bohong? Tentu saja Jimin berbohong. Karena Jimin tahu, dia akan tetap mencari Yoongi dan mengikutinya walaupun payungnya tidak tertinggal. Sepertinya dia juga harus berterimakasih pada payung Yoongi itu.

"Kau akan pulang?"tanya Jimin.

"Mmm..."gumam Yoongi sambil menganggukkan kepalanya.

Jimin berdiri dan mengulurkan tangannya pada Yoongi.

"Kalau begitu aku akan mengantarmu."

Yoongi melihat tangan Jimin lalu mendongak menatap wajah Jimin di hadapannya. Terkejut.

"Eh, tidak usah. Aku tidak apa – apa."tolak Yoongi halus.

Jimin menggeleng lalu meraih tangan Yoongi yang tidak menggenggam payung dan menggandengnya lembut.

"Aku tidak menerima penolakan. Nah ayo! Dimana rumahmu?"tanya Jimin sambil menatap sekeliling.

"Halte bus."jawab Yoongi akhirnya sambil menunjuk halte bus di sebelah kanan mereka.

Jimin menoleh dan melihat halte bus yang ditunjuk oleh Yoongi. Ditariknya lembut lengan Yoongi menuju halte bus tersebut.

Mereka telah duduk di halte bus dalam diam. Beberapa saat setelahnya, sebuah bus telah berhenti di depan mereka. Jimin dan Yoongi berdiri lalu menaiki bus tersebut.

Mereka duduk bersebelahan di bangku belakang. Jangan lupakan tangan mereka yang masih saja bertautan. Hal itu membuat Yoongi selalu melihat ke arah luar jendela untuk menyembunyikan ronanya saat ini. Tidak berani menatap Jimin.

Jimin pun hanya terdiam sambil sesekali mencuri pandang pada laki – laki manis disebelahnya tersebut sambil menahan senyumnya.

Mereka hanya diam saja sepanjang perjalanan. Sampai akhirnya Yoongi menoleh pada Jimin secara tiba – tiba, membuat Jimin yang sedang menatap Yoongi agak tersentak. Mereka terdiam dalam posisi itu untuk beberapa saat.

"Mmm... aku turun di halte selanjutnya."kata Yoongi mengakhiri acara pandang memandang mereka yang terkesan canggung.

Jimin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mencoba menghilangkan rasa malunya karena ketahuan menatap Yoongi.

"Oh, i iya. Baiklah kalau begitu."

Yoongi melepas tautan tangan mereka berlahan.

"Kalau rumahmu masih jauh atau kau mau ke tempat lain, kau bisa lanjutkan perjalanmu."

Jimin tersenyum. "Aku mau ke tempat lain."

"Oh, baiklah kalau begitu. Hati – hati. Aku turun sebentar lagi."Yoongi bersiap berdiri dari kursinya. Namun lengannya di tahan Jimin hingga dia terduduk kembali. Yoongi yang bingung mengerutkan dahinya menatap Jimin.

"Aku mau mengantarkan Yoongi hyung pulang ke rumah dengan selamat."ujar Jimin masih tersenyum.

Yoongi menahan nafasnya dan menghembuskannya berlahan. Oh, Yoongi sudah benar – benar terjebak oleh laki – laki di hadapannya ini. Menyadari bus sudah semakin memelan dan akhirnya berhenti, Jimin berdiri dan menggandeng Yoongi turun dari bus.

"Nah hyung. Jalan mana yang harus kita ambil?"

Yoongi tampak ragu pada Jimin."Yakin mengantarkanku?"

"Ya, memang aku terlihat bercanda hyung?"

Yoongi menunjuk Jimin. Matanya disipitkan sambil menatap Jimin.

"Kau tidak bermaksud mmm... macam – macamkan?"

Jimin yang mendengarnya tertawa keras.

"Astaga hyung, apa wajahku seperti orang jahat?"

Yoongi masih menatap Jimin. Walaupun dia menyukai Jimin, dia belum mengenal Jimin. Bisa saja kan ternyata Jimin orang jahat yang akan menculiknya? Oh atau Jimin ingin merampoknya mungkin? Atau yang lainnya. Pikir Yoongi.

"Tidak sih. Tapi kita masih orang asing, wajar kan?"

"Kau benar hyung. Hanya orang yang tidak beres yang menerima begitu saja ajakan orang lain."

Yoongi mengangguk – anggukan kepalanya. Tertawa sebentar dengan apa yang dipikirkannya tadi.

"Baiklah, ke kanan. Lurus saja. Rumahku ada di blok terakhir paling ujung."ujar Yoongi.

Jimin kembali menggandeng Yoongi, menariknya pelan. Yoongi terdiam. Kenapa dia bisa setenang ini digandeng oleh seseorang yang baru dikenalnya hari ini? Bahkan dia sempat berpikir yang aneh – aneh tentang Jimin tadi. Fakta baik bahwa Jimin adalah orang baik. Bagaimana jika Jimin itu benar – benar orang jahat? Oh Yoongi mulai berpikiran buruk lagi.

Yoongi melihat tangannya yang bergandengan dengan Jimin. Yoongi senang juga sih digandeng dengan Jimin. Karena memang Yoongi sudah jatuh hati pada Jimin sejak pertama kali bertemu di kafe.

Tangan Jimin masih hangat. Aneh memang, dicuaca yang dingin seperti ini, bagaimana bisa tangan Jimin begitu hangat. Ah, Yoongi tidak terlalu memikirkannya, dia terlalu sibuk merona untuk kesekian kalinya.

Jimin berhenti di depan sebuah rumah berwarna putih. Yoongi yang dari tadi sibuk dengan pikirannya tersentak kecil karena Jimin yang tiba – tiba berhenti. Tahu – tahu dia sudah berada di depan rumahnya sekarang. Jimin melepas tautan tangannya dengan Yoongi pelan.

"Terimakasih sudah mau mengantarkanku sampai rumah. Maaf merepotkanmu."Yoongi membungkuk beberapa kali.

"Sudah hyung, kau terlalu banyak berterimakasih padaku hari ini. Aku senang mengantarkanmu kok."Jimin mengacak rambut Yoongi pelan membuat Yoongi memejamkan matanya.

Tiba – tiba sebuah mobil berhenti di hadapan mereka. Jimin menurunkan tangannya dari kepala Yoongi dan menoleh.

Yoongi yang merasakan tangan Jimin tak mengacak rambutnya lagi membuka matanya, melihat Jimin yang menoleh ia pun ikut menoleh ke arah pandang Jimin yang melihat ke arah samping mereka.

Pintu mobil itu terbuka. Memperlihatkan dua orang yang keluar dari mobil itu. Berdiri di sisi mobil sambil memperhatikan Yoongi dan Jimin yang berhadapan.

"Eh, Yoongi hyung. Pacarmu ya? Kok nggak pernah dikenalin? Hihihi."tanya seseorang dari mereka.

Yoongi yang mendengar kekehan orang tersebut cemberut dan menatap tajam orang itu. Sedangkan orang yang ditatap masih saja terkekeh.

"Jadi selama ini Yoongi hyung backstreet ya? Hahaha." Kini giliran seorang lagi yang ikut tertawa.

Yoongi benar – benar menatap tajam mereka berdua yang sedang tertawa dan sesekali ber-tos ria di hadapannya. Dia berjanji akan membunuh dua tikus pengganggu itu. Ingatkan Yoongi jika dia lupa.

Jimin hanya memandang bingung mereka bertiga.

"Apa yang kalian tertawakan ha!"bentak Yoongi.

Jimin sontak memandang tidak percaya Yoongi. Sedari tadi Yoongi bersikap sangat lembut, tetapi baru saja dia mendengar Yoongi membentak. Lucu juga sih pikir Jimin.

"Ah, Yoongi hyung. Keluar deh macannya. Hahaha." mereka berdua masih betah menggoda Yoongi yang sudah merah padam menahan emosi.

"Sudah sudah. Yoongi hyung sepertinya sudah mulai marah. Ah aku masih sayang bokong seksiku."kata seseorang dari mereka berdua sambil mengelus – elus bokongnya.

'Mulai marah? Aku sudah marah bodoh! Awas saja kalian! Bokong kalian tidak akan selamat Namjoon, Hoseok!'batin Yoongi.

Ya, di depannya saat ini berdiri Namjoon dan Hoseok yang tengan tertawa sambil memegangi perut mereka.

Jimin hanya mengerutkan dahinya. Tidak mengerti dengan situasi yang terbentuk saat ini.

"Jimin-ssi – "

Ucapan Yoongi terhenti karena Jimin segera memotong ucapan Yoongi.

"Panggil Jimin saja hyung."

Yongi terdiam dan melanjutkan kalimatnya. "Jimin, jangan pedulikan mereka. Kau mau masuk dulu?"Yoongi berusaha tersenyum kepada Jimin. Suara tawa tertahan dua sahabatnya itu benar - benar membuatnya kesal.

"Tidak usah hyung, nanti aku mengganggumu dengan teman – temanmu."Jimin menunjuk Namjoon dan Hoseok dengan kepalanya.

'Mereka yang mengganggu, bukan kau.'batin Yoongi.

"Baiklah, hati – hati di jalan ya Jimin."Yoongi tersenyum dengan manis pada Jimin.

"Baiklah hyung. Mmm apa kau punya bolpoin?"tanya Jimin.

Yoongi merogoh saku jaketnya dan menyerahkan sebuah bolpoin pada Jimin. Jimin menerimanya dan meraih tangan Yoongi. Menulis sesuatu di telapak tangannya.

"Hubungi aku ya hyung. Simpan dengan nama Jiminnie ya hehehe. Baiklah aku pulang dulu ya."Jimin tersenyum dan melambaikan tangannya. Yoongi pun membalas melambai pada Jimin.

Jimin membungkukkan badannya saat melewati Namjoon dan Hoseok yang sudah tidak tertawa dan balas membungkuk pada Jimin.

Setelah Jimin menghilang di tikungan, Yoongi berdeham untuk menarik perhatian dua orang di hadapannya yang masih melihat ke belakang, ke arah tikungan yang tadi dilewati Jimin.

"Ekhem."deham Yoongi.

Namjoon dan Hoseok menoleh. Mereka agak melebarkan mata mereka dan melirik satu sama lain. Menelan ludah masing – masing dengan berlahan. Dihadapan mereka Yoongi menatap dengan tajam. Aura gelap dan dingin mulai mereka rasakan.

"Jadi, siapa dulu yang mau ditendang sahabatku tersayang?"ucap Yoongi sambil tersenyum. Senyum mengerikan lebih tepatnya.

Tinnn Tinnn

Suara klakson mobil memecahkan aura mematikan yang terpancar dari Yoongi. Namjoon dan Hoseok menoleh, mendapati Seokjin yang keluar dari mobil. Saat ini, dipandangan Namjoon dan Hoseok, Seokjin seperti malaikat dengan sepasang sayap di punggungnya. Namjoon dan Hoseok segera berlari berlindung di belakang punggung Seokjin.

"Eh, kenapa sih?"tanya Seokjin heran.

"Hyung, Yoongi hyung akan menendang bokong seksiku. Lindungi aku hyung!"teriak Hoseok.

"Ha? Apa? Apanya yang seksi?"tanya Seokjin bingung.

"Hyung jangan serahkan aku jadi tumbal. Aku masih ingin hidup hyung."sekarang giliran Namjoon yang memohon sambil tetap bersembunyi di balik punggung Seokjin.

"Siapa sih yang mau bunuh kamu?"Seokjin masih berusaha melepaskan pelukan dua sahabatnya itu.

Setelah berhasil melepaskan pelukan mereka. Seokjin menatap Yoongi bingung yang masih berdiri di depan mereka bertiga. Masih dengan ekspresi marahnya.

"Ada apa sebenarnya?"tanya Seokjin pada Yoongi yang masih menatap tajam Namjoon dan Hoseok.

Yoongi menatap Seokjin dan melunakkan pandangannya.

Yoongi menghembuskannya nafasnya berat. Bukannya dia sudah tau kejadiannya akan begini? Tapi Yoongi merasa ini terlalu cepat. Dia tidak menyangka sahabatnya itu akan memergokinya bersama Jimin. Ledekan mereka lebih parah dari yang Yoongi bayangkan sebelumnya. Dan itu mempermalukan Yoongi di hadapan Jimin. Orang yang sedang disukainya saat ini. What?

"Kenapa kalian datang tidak beri tahu dulu sih?"tanya Yoongi akhirnya. Dirinya sudah tenang sekarang.

"Hyung, kita sudah meneleponmu berulang kali tahu. Kau saja yang tidak mengaktifkan ponselmu. Ponselmu kenapa sih?"sahut Hoseok yang sudah berani mendekat, melihat Yoongi sudah tenang saat ini.

"Eh? Ponselku mati ya?"

Yoongi mengambil ponselnya dari saku jaketnya dan mengeceknya.

"Pasti mati gara – gara terjatuh tadi."

Dihidupkan ponselnya dan mendapati 8 panggilan tak terjawab dari Hoseok dan 20 pesan dari Hoseok dan Namjoon.

"Aku yang menyuruh mereka kemari. Ada yang harus ku kenalkan pada kalian. Maafkan aku yang membatalkan janjiku tadi. Eh ponselmu terjatuh? Kenapa?"Seokjin menatap khawatir Yoongi.

"Akan aku ceritakan. Masuklah."Yoongi membuka pagar rumahnya.

Seokjin segera masuk ke dalam mobilnya begitu juga Hoseok ikut membantu Yoongi membuka pagar rumahnya.

~Gone~

"Dia siapa hyung?"tanya Yoongi menatap seorang laki – laki imut di sebelah Seokjin.

"Jadi dia yang mau kau kenalkan?"Namjoon menyesap orange jus nya.

Sementara Hoseok? Dia sedang menatap laki – laki itu dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. Bisa dikatakan, terpesona mungkin.

Seokjin mengacak rambut merah gelap keunguan milik pemuda di sampingnya.

"Perkenalkan, dia saudaraku yang baru pulang dari LA. Dia akan sekolah di Seoul dan tinggal bersamaku. Nah perkenalkan dirimu."suruh Seokjin pada pemuda disampingnya sambil masih terus mengacak rambutnya pelan.

"Annyeonghaseyo, perkenalkan namaku Jeon Jungkook. Senang berkenalan dengan kalian."pemuda bernama Jungkook itu membungkuk pada Yoongi, Namjoon dan Hoseok.

Brakkk

"Aw!"teriak Hoseok mengusap dahinya yang terkena lemparan sebuah novel.

"Hyung! Kenapa melemparku sih!"protes Hoseok masih mengusap dahinya dan cemberut menatap Yoongi yang melempar novel ke dahinya.

"Aku tidak akan melempar novel ke wajahmu jika kau tidak memandang Jungkook dengan pandangan seperti itu."dengus Yoongi sambil menjulurkan lidahnya. Hoseok yang melihatnya hanya cemberut.

"Hahaha, hyung teman – teman hyung sangat lucu ya. Dari tadi aku juga tertawa terus di dalam mobil hahaha..."

Jungkook tertawa melihat kelakuan orang – orang dewasa di hadapannya itu. Yah orang – orang dewasa.

Seokjin hanya menggeleng – gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang sudah biasa itu. Sedangkan Namjoon menyaksikan mereka dengan camilan di tangannya.

.

Yoongi menarik selimutnya sebatas dada. Mengingat – ingat kejadian yang dialaminya seharian ini. Dia mencoba memejamkan matanya. Namun tak sampai 5 menit, dia membuka matanya kembali.

Dia merasa ada yang terlupakan dan berusaha mengingat – ingat hal apa yang telah dia lupakan. Oh, dia lupa menceritakan tentang Jimin dan dia hampir tertabrak pada Jin hyung. Tapi dia masih merasa ada yang terlupakan. Yoongi berusa mengingat – ingat lagi. Setelah beberapa saat, Yoongi tiba – tiba berdiri dari tempat tidurnya dan berlari menuju saklar lampu.

Dilihatnya telapak tangannya.

"Yah, hampir pudar. Kenapa aku lupa sih."dengus Yoongi.

Yoongi segera mengambil ponselnya. Sesekali matanya menyipit untuk memastikan angka berapa yang tertulis di telapak tangannya.

"Semoga tidak salah."gumam Yoongi lalu mematikan lampu kamarnya dan kembali ke tempat tidur

.

.

To Be Continued

.

.

A/N

Halo semua...

Kembali saya bawa lanjutan ff ini. Duh, gimana ff-nya?

Maaf juga kalo masih banyak kesalahan atau kekurangan. Karena manusia tidak ada yang sempurna/halah :D

Ini balasan review yang di chapter sebelumnya yaa:

Kamong Jjong: Jimin werewolf nggak ya? Aku tanyain ke jimin dulu ya dia sebenernya makhluk apa ._.Kkkk~ Ini udah lanjut

DahsyatNyaff: Ini udah lunjuttt :D...

Jungsline: Tuh tuh, udah kejawabkan pertanyaannya. Ini udah lanjut~:D

KimmyJV'DJ.s: Iya jimin itu masa depanmu kkkkkk~ Aduh, aku yang ngetik sambil bayangin jimin basah-basahan gitu aja udah...ah sudahlah. Status jimin ya? Statusnya jimin kan pacarku._./dibunuh suga/ Ini udah lanjut yaa :D

TKTOPKID: Do minjoon ya? Aku tidak tahu aku tidak tahu, waktu ngetik inipun aku nggak kepikiran do minjoon sama sekali, twilight juga nggak kepikiran._. Pertanyaannya udah kejawab di chapter ini. Iya aku juga, couple ini sungguh unyu hihihi :D Ini sudah lanjutt...

Rapp-i: Hahaha kalo suga mati nanti jimin galau. Ini udah lanjut :D

hunaxx: Kyaaa aku juga excited kalo suga uke/dibakar suga. Iya tuh, tumben jin baik*eh._. Suga mati nggak ya? Udah kejawab di chap ini, aku nggak tega bikin jimin menduda wkwk~ Chap 2 updated~

Tokki Kko: Tau tuh jimin, dia makhluk apa ya? Chap 2 updated :D

: Ini chap 2 sudah lanjut :D

N-Yera48: Jimin apa yang aneh dari kamu? Jawab coba :D Yoongi akan baik – baik saja selama ada jimin kkkk~ Ini sudah lanjut~

Arinykyu21: Kkkkk~ couple ini emang unyu, favorite pokoknya. Waaah makasih :), padahal aku ngerasa ini gaje-_- Ini udah lanjut, aku nggak PHP kan yaa? Yang PHP itu jungkook ke aku/apaan/dibunuh jungkook wkwkwk...

: Iya tuh mereka, belum apa – apa udah saling suka aja hihihi :D Jimin nyelametin suga? Pertanyaannya sudah terjawab...

Phylindan: Ujan – ujan didatengi orang ganteng cuma suga yang ngerasain kekeke:D Minjoon lagi? Apakah ini jimin benar – benar kayak si alien itu?o.o Aku juga nggak mau bikin suga mewek tapii...*liat genre* .

JSBTSa: Yoongi ketabrak yoongi ketabarak. Tidak akan aku biarkan yoongi mati hihihi :D Chap 2 updated, udah panjang belum ini?._.

GEFRANAYA: Iya tuh jimin selamatkan yoongi...kalo yoongi mati kamu aku gantung/eh XD Chap 2 updated~

Untuk semua yang sudah review saya ucapkan terimakasih :D Mind to review again? Kekeke...

Baiklah untuk yang terakhir, komen, kritik dan saran diterima.

RnR juseyooo...:D