Just You
Exo official pairing
KaiSoo (GS for Kyungsoo)
Oneshoot/angst/romance
DLDR
Happy Reading
.
Kyungsoo menatap pantulan dirinya didepan cermin sambil tersenyum puas. Jantungnya berdetak cepat saat mendapat sebuah email kalau kekasihnya itu sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Hari ini adalah hari bersejarah untuknya. Dimana lelaki yang begitu dicintainya akan melamar dirinya dihadapan orang tuanya. Senyum tidak pernah hilang dari wajahnya dan jangan lupa, jantungnya yang berdetak sangat cepat. Dia gugup, tapi dia senang. Ternyata ucapan kekasihnya itu tidak main-main. Dan setelah puas dengan penampilannya, dia keluar dari kamarnya.
.
.
"Ohh cantiknya putri eomma," Kyungsoo tersipu saat mendengar pujian ibunya. Dia mendekati sang ibu dan membantu membereskan makanan diatas meja makan.
"Eomma, aku tidak sabar. Jantungku terus berdetak cepat," Kyungsoo menggenggam tangan ibunya dan meremasnya pelan.
"Tenanglah nak, tanganmu sampai berkeringat seperti ini," sang ibu mengusap peluk disekitar dahi anaknya.
"Aku tidak bisa eomma," Kyungsoo mengerucutkan bibirnya melihat sang ibu hanya terkekeh. "Ohya eomma, dimana appa?"
"Appamu sedang bersiap-siap. Apa Jongin sudah jalan?"
"Ya eomma, tadi dia mengirim email katanya dia sedang dalam perjalanan," Kyungsoo tersenyum dan berjalan kearah ruang tamu menunggu kekasihnya disana.
JEDGER
Kyungsoo menutup telinganya saat suara halilintar terdengar sangat kencang. Dan setelahnya, hujan turun dengan deras.
"Sayang, tutup Gordennya," Kyungsoo mengangguk dan mendekati jendela. Dia melihat kearah guyuran hujan yang sangat deras. Entah karena apa, dadanya berdenyut sakit saat guyuran air mengenai tanah didepan rumahnya. "Sayang, cepat ditutup. Jangan berdiri didepan jendela,"
"Ya eomma," Kyungsoo langsung menutup Gorden dan menghampiri kedua orangtuanya. "Eomma, Appa," Dia duduk diantara kedua orangtuanya. "Tiba-tiba, perasaanku tidak enak," Dia memeluk erat ibunya.
KRING KRING
"Yeobo, tolong angkat telponnya," Kyungsoo menatap ayahnya yang mengangkat telpon. Perasaannya semakin menjadi saat ayahnya menghampiri dirinya dan sang ibu.
"Sebaiknya kita bergegas. Jongin mengalami kecelakaan saat menuju kemari," Kyungsoo hanya bisa terdiam dan mengikuti langkah ibunya yang menuntunnya ke garasi.
.
.
Kyungsoo hanya menatap kosong kearah gundukkan tanah dihadapannya. Mengabaikan ucapan berduka cita dari setiap orang yang menghampirinya. Di pikirannya hanya satu. Dia berharap ini hanya mimpi dan dia ingin cepat terbangun sehingga dia dapat melihat wajah tampan kekasihnya lagi. Dapat menyentuh pipinya dan dapat memeluk tubuh bidangnya. Tapi kenyataannya, dia dapat merasakan gatal dikakinya karena rumput-rumput yang memangjang disekita pemakaman. Itu artinya dia tidak bermimpi.
"Kyungsoo, ayo kita pulang," Kyungsoo hanya diam saat pundaknya dirangkul dan menjauhi pemakaman orang gadis mungil disampingnya. "Kyungsoo, aku mohon bicaralah," Kyungsoo hanya menatap sahabatnya itu dan kemudian hanya memandang kearah luar jendela mobil.
.
.
Kyungsoo memasuki kamar miliknya. Dia menghampiri ranjangnya dan duduk disana. Mengelus kasurnya dan tak terasa air yang terasa asin jatuh dipipinya. Airmatanya jatuh semakin banyak tanpa ada niat ingin mengusapnya.
"Kau tau Jongin-ah, kenangan kita diranjang ini sangat banyak,"
"HAHAHA, Geli Jongin-ah!" Kyungsoo menahan tangan Jongin agar tidak menggelitik pinggangnya. Tetapi, Kyungsoo tergelincir karena dirinya yang tidak bisa diam. Untungnya mereka jatuh tepat diatas ranjang milik Kyungsoo, sehingga keduanya –terutama Kyungsoo- tidak merasa sakit. Kyungsoo memandang mata kekasihnya dan melingkarkan kedua tangannya di leher kekasihnya itu.
"Berhenti menggelitikku. Itu sangat geli," dia mempoutkan bibirnya dan dipandangemas oleh lelaki diatasnya itu.
"Tapi kau jangan bertingkah manja oleh orang lain. Mengerti?" Jongin mengelus surai coklat-kemerahan milik gadisnya itu.
"Iya aku janji," Kyungsoo memberikan senyum dibibir seksinya. Dia memejamkan matanya saat wajah Jongin semakin mendekati wajahnya. Kyungsoo merasakan basah dibibirnya. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada leher Jongin. Ikut membalas ciuman kekasihnya itu. Dia sedikit mengeluh saat tangankekasihnya itu mengelus gundukan didadanya dan meremasnya pelan.
"Sshh aahh Jongin~" Kyungsoo mendongakkan kepalanya saat ciuman Jongin berpindah kelehernya.
"Apa baby?" Jongin membuat kissmark di leher putih Kyungsoo, membuat perempuan dibawahnya meremas pelan rambutnya.
"Ssshh aahh," Jongin tersenyum saat wanitanya hanya dapat mendesah. Dia melepas cumbuannya dan menatap mata bulat kekasihnya.
"Bolehkah?" dan saat Kyungsoo mengangguk, disanalah dia merasa sangat beruntung.
.
"Aaahh Jonginhh terusshhh aaahhh disanaa" Kyungsoo terus mendesahkan nama Jongin saat lelaki itu terus 'menggenjot' tubuh bagian bawahnya.
"Aaahhh sempit sayanghh" Jongin semakin mempercepat tusukkannya dan terus menusuk G-Spot Kyungsoo.
"Aaahh terusshh Jong~ ini nikmat aahhh kau besar sayang aahhh," Kyungsoo memejamkan matanya dan meremas payudaranya. Jongin yang melihat tangan mungil kekasihnya mencoba meremas payudaranya sendiri malah menyingkirkan tangan Kyungsoo dan menggantikannya dengan mulut miliknya. Dia menghisap puting kemerahan itu, dan terkadang menggigitnya pelan. Membuat wanitanya semakin mendesah kencang.
"Ouuhh Jongin aahhhh," Kyungsoo meremas rambut coklat Jongin dan semakin membusungkan dadanya. "Aahh aku mau keluarhhh Jongin," Jongin yang mendengarnya semakin mempercepat gerakan pinggulnya.
"Bersama sayang aahhh sshh," Jongin memejamkan matanya saat penisnya berkedut.
CROT
CROT
"I love you," Kyungsoo memejamkan matanya saat merasakan Jongin mencium keningnya.
"I love you too."
.
.
Kyungsoo semakin mengeraskan tangaisannya. Dia terjatuh kelantai. Dia memeluk tubuhnya dan airmata semakin deras meninggalkan mata besarnya.
"Hiks.. Jongin. Kenapa? Kenapa kau malah meninggalkanku? Hiks.. Kenapa Jongin? Kenapa?!" dia berteriak dan membanting barang-barang disekitarnya. Dia menghampiri bingkai foto yang berada diatas meja riasnya. Foto dirinya dan Jongin.
"Kau berjanji akan menjadi suami dan kita akan membesarkan anak kita bersama. Tapi... kenapa kau malah pergi?" Kyungsoo mendekap erat figura itu. Menangis. "Jongin," dia mengelus foto yang berada dibingkai itu. Mengusap satu wajah yang sedang tersenyum senang disana. Dan dia ikut tersenyum.
"Jika kau pergi, aku akan pergi sayang. Kita akan terus bersama," dan senyum tergambar jelas dibibirnya.
.
.
"Hai Kyung," Kyungsoo menolehkan kepalanya dan tersenyum memandang wanita seusianya. Dia alihkan lagi pandangannya ke gundukan tanah di depannya. Dia mengelus batu nisan didepannya dengan lembut.
"Sudah dua tahun Jongin-ah," setetes air mata jatuh ke pipi mulusnya. "Tapi aku masih sangat mencintaimu. Bahkan semakin hari aku semakin mencintaimu," dia tersenyum dan menghapus air matanya.
"Sudah jangan menangis Kyung," dia menoleh dan memeluk wanita disampingnya.
"Aku hanya merindukan Jongin, Baek. Itu saja," dia melepas pelukannya dan kembali mengelus rumput digundukan tanah didepannya.
"Ya aku tahu. Tapi kau jangan melakukan hal bodoh seperti dulu lagi. Kau tau? Orang tua mu sangat panik saat itu. Dan aku yakin, Jongin pasti akan marah sekali disana. Iya kan Jongin?" Kyungsoo tertawa saat temannya itu bertanya kearah nisan yang bertuliskan nama kekasihnya itu.
"Iya, aku tidak akan melakukan itu lagi, aku berjanji," Kyungsoo tersenyum.
END
Mengerti mengapa aku memasukkan FF ini menjadi RATING M? Ya kan aku udah bilang kalo ini buat All Official Pair EXO. Jadi jangan anggap aku salah rating yah~ gimana gimana? Ada yang nangis? #plak. Maaf kalo Ncnya garing. Aku gamau fokus ke Ncnya sih hoho. NC Cuma jadi pelengkap aja. Diibaratkan sayur, NC itu kayak mecin. Pake ga pake tetep enak #loh. Yaudah segini aja. Kira-kira mau siapa nih di next chapter? Dan jangan lupa Reviewnya~ gomawooo
