"Bagus kau sudah bangun." Kyuhyun semakin mendekat pada Yesung, kemudian duduk ditepi ranjang menghadap Yesung. Kyuhyun menyerahkan benda pada Yesung, sepertinya itu pil. "Ini, makan obat ini agar tubuhmu kembali normal. Kau kemarin seperti akan terserang demam." Jelas Kyuhyun.
"Terimakasih"
Kyuhyun berdiri dan menatap Yesung intens. "Nanti malam mungkin aku tidak akan pulang, jangan menungguku. Ingat!"
Kyuhyun akan siap pergi, tapi Yesung menggenggam lengannya seolah takut ditinggalkan.
"Tunggu!" Cegat Yesung.
"Kita butuh bicara."
Kyuhyun tampak berfikir, menimbang-nimbang permintaan Yesung dan pada akhirnya ia akan mengangguk dan duduk ditepi ranjang Yesung.
"Apa yang harus kita bicarakan hmm.."
"Berikan surat cerai padaku."
"Apa!"
"Ya, aku ingin kau memberikan ku surat cerai, dan akan dengan ringan tangan akan ku tanda tangani. Sungguh!"
My Story
CHAPTER 2
Kyuhyun terpaku saat mendengar ucapan Yesung. Dia tidak percaya, bahkan sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh namja manis yang berstatus sebagai istrinya ini.
Bercerai?
Benarkah kata itu yang baru saja diucapkan oleh Yesung? Tidak! Itu tidak mungkin. Yesung tidak mungkin menuntut perceraian lagi darinya.
"Sepertinya kondisimu belum membaik. Beristirahatlah." Kyuhyun segera menuntun Yesung menuju ranjangnya kembali. Membaringkan istrinya serta menyelimutinya.
Yesung jadi terlihat pucat begitu melihat reaksi Kyuhyun. Oh tidak.. Ini akan sama saja. "Aku belum selesai bicara Cho Kyuhyun!" Bentak Yesung. Dia tidak terima diabaikan begitu saja. Kyuhyun belum menjawab permintaannya, setetes liquit bening meluncur dengan mulus dari kelopak matanya. Padahal ia sudah mencoba sekuat tenaga untuk tidak terlihat lemah didepan pria ini. Tapi gagal. Petahanan hatinya runtuh.
Kenapa ia terlalu lemah untuk bersikap tegas didepan pria ini.. Suaminya. Didepan suami yang mungkin yah.. Mulai dibencinya.
"Kubilang istirahatkan. Dan satu lagi! Tidak akan pernah terjadi yang namanya perceraian diantara aku, kau. Kita. Mengerti!" Kyuhyun berujar tegas. Dan sekali lagi, Yesung tidak akan bisa membantah. Kyuhyun bangkit dan sekali lagi merapikan selimut yang menempel ditubuh Yesung dan sebagai pemanis terakhir, ia mengecup kening Yesung tanpa berniat menghapus atau setidaknya menunggu cairan yang tumpah itu mengering. Kemudian dia pergi.
Yesung pov~
Namja itu brengsek, berhati batu, berotak dangkal!
Lihat? Kalian bisa melihatnya bukan! Laki-laki itu egois.
Memang apa sulitnya untuk memberikanku selembar kertas perceraian. Aku muak, benar-benar muak! Hingga rasanya akan muntah. Kenapa sulit sekali baginya untuk melepaskan aku? Seingatku ini bukanlah pertama kalinya aku meminta cerai. Namun hasilnya sama saja. Apa semua ini karna rasa tanggung jawabnya? Tanggung jawab janjinya terhadap appa juga ahjusshi.
Tidak! Aku tidak butuh itu.
Aku merenung. Masih memikirkan laki-laki berhati es, yang telah begitu kurang ajarnya memporak porandakan hati serta perasaanku.
Hah.. Sudahlah. Tidak ada gunanya memikirkan namja itu. Hanya akan membuat lubang dihatiku semakin dalam saja.
Tapi, entah kenapa ketika Kyuhyun mengecup keningku, sensasinya terasa berbeda. Jauh dari yang biasanya.
Aish! Sudah..sudah. Ada baiknya aku beristirahat, karna nanti siang seorang teman..ah tidak. Rasanya masih sulit untuk mengenalkannya sebagai teman. Lebih tepatnya dia kenalanku. Dia akan datang mengambil rancangan laguku.
Beberapa tahun ini aku punya kerja sampingan sebagai penulis lagu. Dan dia, temanku itu sangat bisa diandalkan untuk menjual laguku pada beberapa agensi ternama, entah bagaimana caranya melakukan itu. Aku juga tidak tahu, dan tidak begitu tertarik untuk tau. Biarlah.. Aku terlalu sibuk untuk mencari tau asal kalian tau saja.
Setidaknya uang hasil dari laguku yang terjual itu akan cukup untuk kehidupanku ketika suatu saat nanti aku akan benar-benar berpisah dengannya, dengan Cho Kyuhyun suamiku tercinta.
Dia akan datang siang nanti, namanya Ji Yong, Kwon Ji Yong. Namun dia tidak suka dipangil begitu, panggil dia G Dragon.
Hah baiklah. Setidaknya aku punya waktu beristirahat sejenak melupakan segala hal yang menyebalkan yang terjadi didalam hidupku.
Diruangan yang tampak luas, berdisain elegan dan terlihat rapi. Disinilah ruang kerja Cho Kyuhyun.
Dia sibuk memeriksa file-file yang tersaji didepannya. Membacanya dengan teliti dan sesekali juga menandatanganinya.
Sudah. Ini sudah cukup. Sepertinya otaknya tidak mampu lagi untuk berkonsentrasi.
Dengan kesal Kyuhyun menyingkirkan lembaran-lembaran kertas yang ada didepannya. Tadinya ia tidak bermaksud untuk membutnya sampai berserakan dilantai, tapi nyatanya perbuatannya malah membuat beberapa kertas-kertas yang baru saja digelutinya itu berjatuhan. Tapi dia tidak peduli. Fikirannya terlalu kalut untuk memikirkan apa yang baru saja terjadi.
Kyuhyun pov~
Sial! Kenapa rasanya kepala ini terasa mau pecah.
Kata perceraian yang terluncur manis dibibirnya sukses membuatku seperti terjelembab kedalam lubang. Lubang yang dalam hingga tak secuilpun tersentuh oleh cahaya, membuatku takut. Bahkan sangat takut. Yah, seperti inilah rasa takutku.
Walaupun bukan yang pertama kalinya dia meminta cerai dariku. Tapi entah kenapa untuk yang ini terasa berbeda, yah begitu berbeda.
Dia seperti memiliki kesungguhan tekad yang kuat untuk bercerai dariku. Apa sebegitu inginnyakah dia untuk terlepas dariku?
Entah kenapa rasanya lebih menakutkan ketika jika membayangkan aku nanti akan ditinggalkan olehnya, okeh, anggaplah aku ini egois. Lalu, kenapa? Aku suaminya. Terserah atas apa yang akan dan ingin kulakukan. Suatu kepuasan bagiku bisa mengurungnya dalam sangkar emasku. Karna akulah pemegang tanggung jawab besar atas dirinya. Kuakui aku bersalah. Dia memergokiku ketika sedang bersama dengan kekasihku. Tapi ketika aku melihatnya, kupikir dia akan mendatangiku, marah-marah dan menyiramiku dengan vodka. Setidaknya aku mempunyai alasan untuk meminta maaf padanya, tapi nyatanya dia tidak melakukannya, jadi kuanggap semuanya baik-baik saja.
Akkkhh~ ya tuhan apa yang harus ku lakukan?!
Tok..tok..tok
"Masuk.."
Ketukan pintu dari seseorang setidaknya berhasil menyadarkan Kyuhyun dari keterpurukannya.
Begitu pintu dibuka kepala seorang namja cantik langsung menyembul dari luar dan menyapa Kyuhyun dengan senyum spontannya. "KyuUU.." Sapa orang itu yang tak lain adalah Kim Ryeowook yang notabenya adalah kekasihnya.
Begitu tau siapa yang baru saja datang, Kyuhyun reflek membalas senyuman orang itu. "Hey apa yang kau lakukan disana? Masuklah.."
"Hehe wah aku dibolehkan masuk.. Asiknya.. " Kekeh Ryeowook, dia masuk kedalam dan duduk disofa yang letaknya cukup jauh dari meja kerja Kyuhyun. "Ah ada apa dengan kertas-kertas file mu? Berserakan semua. Boleh ku bantu."
"Jika kau tidak repot. Tidak masalah." Kyuhyun terkekeh diakhir kalimatnya.
"Untuk kekasihku tercinta tentu saja tidak."
Kyuhyun tercekat mendengar ucapan Ryeowook. Namun sepersekian detiknya ia kembali terkekeh. "Beruntungnya aku punya kekasih sepertimu."
Munafik bukan..
"Tentu saja. Makanya cepat nikahi aku."
Seketika Kyuhyun menegang, dan Ryeowook melihat perubahan sikap yang drastis itu hanya mampu menelan kekecewaan didalam hatinya. Kyuhyunku sudah berubah, batinnya.
"Hehe aku cuma bercanda chagie.." Kekeh Ryeowok menyembunyikan kekecewaannya. Kyuhyunpun begitu, dia tertawa seolah Ryeowook seperti tengah melucu.
Mungkin tidak akan ada satu orang pun yang tau bagaimana perperangan antara hati mereka tengah sekarat saat ini. Hati mereka sama-sama terluka satu sama lain.. Sungguh menyakitkan.
Ryeowook pov~
Kupikir jika aku bertahan dan sabar menunggu, walaupun diduakan itu tidak akan jadi masalah. Namun semakin hari ke hari selalu ada perbedaan yang terjadi, seolah dengan perlahan aku kan tersingkir dengan pasti. Aku takut. Tapi..
"Hey, kau melamun hmm?"
Inilah yang selalu saja berhasil membuatku jatuh cinta padanya. Dia begitu tulus. Sangat perhatian. Beruntung pria itu menjadi suaminya dari kekasihku. Betapa irinya aku padanya, kenapa bukan aku saja.
"Siapa bilang aku melamun!" Aku berpura-pura marah. " Aku cuma sedang berfikir Cho Kyuhyun jelek."
"Itu suatu kemajuan. Memangnya semenjak kapan kekasihku yan cantik dan seperempat tampan ini suka berfikir Hem?"
Aish dia mengejekku.
"Kau menyebalkan." Bentakku. Namun bukannya kesal, dia malah tersenyum mengejek padaku. "Tapi kau sukakan?" Ujarnya, membuatku malu.
Aku merajuk. Dasar Cho Kyuhyun, pria menyebalkan tapi aku mencintainya, sangat mencintainya.
Kami saling mengenal semenjak kami masih duduk dibangku sekolah menengah. Awalnya hubungan kami hanya sebatas teman, namun seiring waktu perasaanku berubah.. Perlahan rasanyaman itu timbul. Yang kutahu itu cinta.
"Hey sudahlah.. Jangan merajuk begitu. Apa kau sudah makan siang?"
Ketika Kyuhyun menawari makan siang, Ryeowook segera mengamini ajakan itu, hingga akhirnya mereka terdampar disini. Direstoran cepat saji yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor Kyuhyun.
Mereka kelihatannya cukup menikmati makan siang mereka. Hingga esekali mereka saling melempar candaan membuat suasana menjadi hangat.
Dua orang namja baru saja memasuki restoran, dan itu cukup menarik perhatian bagi Kyuhyum, pasalnya ia seperti mengenal salah satu diantara mereka. Dan benar saja..
Yesung? Apa yang dia lakukan disini bersama pria itu.. Batin Kyuhyun.
Kali ini konsentrasi Kyuhyun terbagi. Sampai-sampai ia tidak lagi merespon candaan dari Ryeowook. Sekarang dia malah sibuk memperhatikan Yesung yang tampaknya tengah digoda habis-habisan oleh sipria yang bersamanya itu.
Kyuhyun mencengkram kuat sendaok yang ia pegang, itu sebagai pelampiasan rasa kesalnya. Kini tidak dipedulikannya lagi Ryeowook yang masih sibuk mengoceh mengajaknya berkomunikasi, namun perhatiannya terlalu terpusat penuh pada Yesung yang sekarang kelihatan merona oleh godaan laki-laki didepannya.
Sial! Entah kenapa dia menjadi kesal tanpa alasan melihat kedekatan dua orang itu, apa ini cemburu? Tidak bukan itu. Dia hanya tidak suka miliknya didekati orang lain. Apa kah pure karna itu? Entahlah, mungkin hanya tuhan dan dirinyalah yang tahu.
"Kyu kau sudah selesai belum?" Tanya Ryeowook.
Kyuhyun tersentak, lalu mengalihkan perhatiannya kembali pada kekasihnya.
"Apa?"
"Cepat habiskan makananmu, lalu kita pergi."
"Oh, bisakah kau duluan saja? Setelah ini aku akan pulang saja Ryeowook-ah."
"Apa? Kenapa, bukankah setelah ini kau akan kekantor lagi?"
"Hanya merasa kurang fit saja." Jawab Kyuhyun sekenannya.
Obrolan mereka berakhir. Ryeowook pulang terlebih dahulu meninggalkan Kyuhyun karna asistennya telah menelfon, dia punya kesibukan lain bukan. Karna itulah dia terpaksa menerima, dan meninggalkan Kyuhyun sendiri direstoran itu.
Kyuhyun dengan perlahan berjalan menuju meja Yesung lalu berdiri tepat dibelakan Yesung. Tanpa ragu Kyuhyun melingkarkan lengannya dileher Yesung yang sontak membuat Yesung kaget bukan main tadinya, begitu juga Ji Yong.
"Hay baby.. Apa yang kau lakukan disini hem?" Ujar Kyuhyun sambil mengetatkan pelukannya.
"Kyu.. Apa yang kau lakukan disini?" Yesung kelihatan panik akan kedatangan Kyuhyun, namun dia sukses menyembunyikan semua itu.
"Aku makan siang disini, tau-taunya aku lihatmu. Kita jodoh bukan."
"Kyu lepaskan. Aku malu." Lirih Yesung menyerupai bisikan. Dia risih dengan tingkah Kyuhyun yang seperti ini, belum lagi ada Ji Yong didepannya.
"Istriku manis sekali."
Perlahan Kyuhyun mengendurkan pelukannya, kemudian mengecup kilat pipi Yesung.
"Hyung dia siapamu?" Tanya Ji Yong, dia sebenarnya terganggu dengan kedatangan pria yang baru datang ini, tapi kelihatannya namja ini adalah kekasih Yesung, lalu dia bisa apa.
"Aku suaminya" Jawab Kyuhyun mendahului Yesung.
Dengan dahi berkerut Ji Yong menatap lekat Yesung, hingga membuat namja itu merona salah tingkah.
"Hey jangan menatapku begitu!" Protes Yesung yang hanya dibalas kekehan oleh Ji Yong "Yah sayang sekali, tadinya aku sudah berniat menjadikanmu ukeku, tapi yasudahlah aku masih bisa menunggu dudamu kok, eh maksudku jandamu hyung." Goda Ji Yong yang suksus membuat panas telinga Kyuhyun, namun lain hal dengan Yesung yang jadi tesipu malu.
"Ternyata aku sangat terlambat." Batin Ji Yong.
Tanpa banyak kata lagi Kyuhyun segera menarik Yesung keluar dari restoran terkutuk itu, membuat Ji Yong melongo, dan Yesung meronta-ronta minta dilepaskan. Namun Kyuhyun tidak peduli itu, dia tetap membawa Yesung hingga akhirnya mebanting keras tubuh Yesung masuk kedalam mobilnya dan membawa Yesung pulang. Dan dia akan memberi hukuman yang pantas untuk Yesung karna sudah berani bemain-main dibelakangnya.
.
.
TBC
.
.
Halllooooo!
semoga masih ada yang ingat ma epep ini.. ili harap sih begitu.. hehe
Review please...
.
.
Gumawo...
