-Just Playing Hard to Get-

"Kim Jaejoong, jadilah kekasihku."

Jaejoong tidak mengubris Yunho yang sudah berjalan mundur saat dia berjalan kenuju parkiran. Dia benar-benar ingin segera masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya menjauh sejauh-jauhnya dari pria ini.

"Ck."

"Oh ayolah, aku tahu kau juga suka padaku." Yunho masih tetap berkeras, sekalipun dia cukup kesulian berjalan mundur, terlebih lagi mereka harus melewati beberapa anak tangga menuju parkiran kampus mereka.

"Jangan naif Jung." Jaejoong tetap berjalan dan bahkan tidak menatap sedetikpun kearah Yunho. Berniat membuat Yunho marah dan meningglkan dia. Namun sepertinya doanya tidak akan dijawab secepat itu. Yunho masih saja tetap mengejarnya dan memohon padanya.

"Karena itu jadilah kekasihku."

"Dalam mimpi pun aku takkan mau. Aku bukan gay sepertimu, Jung."

"Kau yakin."

"Tentu saja. Aku yakin seyakin-yakinnya. Jadi berhentilah berharap dan pergi dari hadapanku." Akhirnya mau tidak mau Jaejoong harus menatap dengan tajam kearah Yunho, agar dia tidak menghalangi jalannya menuju mobil yang sudah menunggu dengan manis di depannya.

"Bagaimana kau yakin kalau kau belum mencobanya Jaejoong ah.."

"Aku tidak perlu mencoba apapun."

"Ayolah... Berkencanlah denganku, mungkin saja keyakinanmu itu salah."

"Ck, aku tidak pernah salah. Kau tahu itu kan Jung."
Kalimat Yunho jelas sekali menarik perhatian Jaejoong. Sehingga diapun berhenti berjalan dan berdiri di depan Yunho kemudian melipat kedua tangan di depan dadanya. Jaejoong berharap dia dapat mengintimidasi yunho dengan sikapnya itu.

"Mungkin saja kali ini kau salah. Atau biarkan aku menciummu sekali saja, untuk membuktikan bahwa kau bukan gay."

Bukannya merasa teriontimidasi, Yunho malah merasa tertantang dan malah berjalan makin dekat pada Jaejoong. Jaejoong yang merasa tidak ingin didekati Yunho memilih berjalan mundur.

"Yah! Mundur Jung Yunho! Kau tidak akan menciumku,-"

"Kalau begitu.."

"-dan aku takkan pernah menciummu. Berhenti mengatakan yang tidak-tidak."

"Jaejoong ah, jangan terlalu keras pada dirimu. Aku tau kau itu gay, dan kau juga menyukaiku."

"Dalam mimpimu... Hei... Aku bilang mundur.. Atau..." gerakan Jaejjong terhenti saat punggungnya menyentuh sesuatu yang keras dan dingin.

'SHIT!'

"Atau apa? Atau kau akan menindihku dan menciumku dengan ganas lalu membiarkanku menyetubuhimu? Begitu humm?"

"Kau... Kau... A-apa yang kau bicarakan.."

"Lihat, kalau kau bukan gay, kau tidak mungkin merona mendengar kalimat yang baru saja kukatakan." Yunho sudah berhasi mengurung Jaejoong antar tubuhnya dan dinding di belakang Jaejoong. Wajah Jaejoong otomatis memerah. Mungkin saja karena cuaca atau karena Yunho sudah merebut semua pasokan Oksigen yang harusnya diambil oleh Jaejoong. Entahlah, hanya Tuhan dan Jaejoong yang tahu. Atau mungkin saja Yunho juga tahu?

"Diam kau Jung Yunho!"

"Aku akan diam asal kau mau menciumku.." tangan Yunho sudah berada di pinggang jaejoong dan menariknya makin dekat.

"Kau... Hei, apa yang kau lakukan... Lepaskan!"

"Tenanglah aku tidak akan mengigitmu.."

"Yun... Ummph"
Dan Yunho pun menempelkan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang singkat dan lembut. Hanya untuk mengicip bibir jaejoong saja.

"Rasamu manis Jae ah.."

"Hah.. Hah... Jung... Kau... Mmmph"
Yunho menarik jaejoong makin mendekat. Sekalipun jaejoong berusaha memberontak untuk melepaskan diri, tenaga Yunho terlalu kuat untuk dia lawan. Atau tenaganya sendiri yang sudah terkurtas akibat ciuman tiba-tiba yang sedikit membuatnya terlarut. Wajah Jaejoong semakin memerah, merasa malu karena dia ternyata menikmati ciuman Yunho.

"Yun.. Henti... Ahh mmm.."

"Kumohon... Aku... Hah hah.. Mmmph"

"Maaf Jaejoong, aku sudah menantikan ini terlalu lama. Aku bahkan bisa menciummu sepanjang hari."

"Kau gila.."

"Tapi kau menyukaiku bukan.."

"Bodoh.."

"Aku mencintaimu, jadilah kekasihku."

"Tid... Umpph-"

"Eh, barusan kau bilang apa?"

"Bo-hah-doh.."

"Apa kau bersedia jadi kekasihku?"

"Aku... Ok ok baiklah, beri aku kesempatan untuk bernafas, bodoh. Kau ingin membunuhku sebelum kita berkencan?" jaejjong akhirnya berhasil melepaskan diri dari pelukan Yunho dan mendorong pria itu ke samping agar dia dapat berjalan menjauhinya. Dia membutuhkan banyak oksigen sekarang.

"Jadi, apa itu berarti kau mau berkencan dan menjadi kekasihku?" Lagi-lagi Yunho berjalan mengerjar Jaejoong.

"Terserah.."

"Hei.. Kim Jaejoong, jawab dulu pertanyaanku. Jangan pergi begitu saja."

"...Hmm..."

"Hmm? Ayolah, jawab dengan benar, atau aku akan.." Yunho memegang lengan jaejoong dengan lembut namun kuat, menahannya sebelum dia memegang pintu mobil dan masuk ke dalamnya.

"Iya baiklah Jung Yunho, aku akan menjadi kekasihmu."

"Betulkah?" Mata Yunho berbinar mendengar pernyataan Jaejoong dengan wajah memerahnya dan langsung memeluk erat pria itu. Setelah sekian lama, akhirnya Jaejoong setuju menjadi kekasihnya. Kalau saja dia tahu dari dulu akan seperti ini, dia pasti akan mecium Jaejoong dari dulu…

"Ya dan berhenti memelukku, kau membuatku susah bernaf-" …dan menciumnya…

"Hei Jung, ka-" …memeluknya erat..

"Kau tahu Jaejoong ah, kau terlihat lebih tampan saat merona seperti ini." …dan menciumnya lagi…

"Aku mencintaimu Kim Jaejoong.." …lagi…

"..dan aku akan membuatmu mencintaiku,-" …lagi…

",-secepatnya." …dan lagi.

-YunJae Happy Ending-

a/n: Hehehe mian cuman mau berbagi drable super gaje :D

a/dn: buat yang nyampah mian yaaaa kalo aq hapus 'sampah'nya.

a/tn: Gomawoyo #bow