GyuMin407

Present

"Let Out the Beast"

Cast : Super Junior, and SMent artist.

Rated-T, GS, Typo's, Newbie, Gak jelas, Alur berantakan

Mystery, Romance, Fantasy.

Summary : Selama ini dia hidup normal seperti orang biasa, namun dia tidak pernah tahu jika jauh didalam sana ada sosok lain yang juga hidup bersamanya. Sosok yang kuat, dominan, dan misterius. Hidup dalam kegelapan terdalam yang dia buat sendiri, menunggu waktu yang tempat untuk keluar dan berkuasa.

Enjoy^o^

.

.

.

"YA… Kyuhyun dibelakang mu!"

Suara teriakan Changmin yang begitu memekakkan telinga itu membuat Kyuhyun langsung menoleh. Ia tersenyum miring ketika melihat salah satu lawan berlari mendekat dengan pukulan bisbol ditangannya.

JDAAKK!

Kyuhyun memutar pergelangan tangannya ketika lawan nya terkulai lemas dilantai dengan darah yang mengalir deras dari pangkal hidungnya. Kyuhyun tersenyum miring melihat nya.

Changmin berlari menghampiri Kyuhyun dengan nafas yang terengah-engah, sudut bibirnya mengeluarkan darah segar yang cukup banyak, sepertinya sobek.

"Kau terluka.." ucap Kyuhyun menujuk sudut bibir Changmin yang terluka.

"Luka ini aku dapatkan ketika aku meneriaki mu, bodoh!" Changmin tertawa kecil, mengusap sudut bibirnya sebentar lalu kemudian merangkul pundak Kyuhyun, "Sudah selesai, ayo kita pulang!"

.

.

.

Sungmin menoleh ke arah pintu rumah nya ketika mendengar pintu terbuka, ia mendapati ibunya tengah berganti sepatu dengan sandal rumahan, Sungmin mendengus ketika mengetahui ibunya tidak pulang sendirian. Seorang pria, dilihat sekilas ke wajahnya saja sudah bisa ditebak jika pria itu bukanlah warga Negara Korea. Memang benar, pria itu adalah pria kebangsaan Inggris yang sudah setahun belakangan ini sering bolak-balik kerumahnya untuk megantar ibunya.

"Oh… Sungminnie, kau belum tidur?" ibunya bertanya dengan nada dan ekspresi terkejut, tanpa sadar Sungmin memutar bola matanya jengah.

"Hai, Sungminnie…" sapa Albert, pria Inggris itu dengan nada ramah yang terlalu dibuat-buat.

Sungmin mengangguk, memasang tampang bosan kepada Albert dan juga ibunya, "Kau bisa pulang sekarang, Albert. Ibu ku sudah sampai dirumah dengan selamat, bukan?"

Setelah mengatakan itu, Sungmin langsung melangkah menaiki tangga menuju kamar nya yang terletak dilantai dua sebelum ibunya berceloteh panjang. Sungmin sengaja menutup pintu kamarnya dengan hentakan keras membuat bunyi dentuman menggema diseluruh sudut rumah yang tampak lenggang itu.

Melihat kelakuan Sungmin, ibunya hanya bisa menghela nafas. Dia tidak tahu apa yang membuat Sungmin sangat tidak menyukai Albert yang jelas-jelas sudah sangat berusaha agar bisa dekat dengannya. Ibu Sungmin kembali menghela nafas, menatap pintu kamar Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan.

.

.

.

Kyuhyun dan Changmin menganga melihat pemandangan didepannya, mulut keduanya secara kompak membentuk huruf 'O' yang sempurna, siapapun yang melihat mereka pasti tidak akan menyangka jika mereka adalah Cho Kyuhyun dan Shim Changmin si pembuat onar sekolah.

Kyuhyun merasakan otaknya tiba-tiba kosong melihat motor sport kesayangannya kini sudah tidak berbentuk seperti motor lagi didepan sana. Cat motornya tergores hampir disetiap lekuk tubuh motornya, kedua ban motornya kemps hampir tak berangin, dan bodi motornya penyok dimana-mana seperti kaleng tanpa nilai jual. Kyuhyun mengepalkan tangannya erat sampai buku-buku jarinya memutih.

"Ini pasti ulah anak-anak Daesang High School, sialan. Ini benar-benar kacau!" Changmin mengoceh sambil berjalan menuju motor Kyuhyun yang terlihat begitu mengenaskan itu dengan tatapan prihatin dan kesal.

"Kita kembali ke sekolah sekarang, aku akan menumpang pulang dengan mu malam ini…"

"Lalu motor mu?"

"Tinggalkan saja disini.." ucap Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Changmin yang masih terpaku dibelakangnya.

Changmin menoleh untuk yang terakhir kalinya pada motor Kyuhyun, "Untung saja motor ku diparkir disekolah, aman…" gumam Changmin mulai berjalan cepat untuk menyusul Kyuhyun sambil tertawa kecil.

.

.

.

Kyuhyun menutup pintu rumahnya dengan gerakan pelan, ia menghela nafas lega ketika mengetahui ruang tengah rumahnya gelap gulita. Itu artinya tidak ada orang dirumah, tentu saja selain para pengurus rumah yang mungkin sudah tertidur dibelakang.

"Kau berkelahi lagi, eoh"

Suara berat itu muncul dibarengi dengan ruang tengah yang kini telah terang menderang terkena sinar lampu. Kyuhyun memutar bola matanya ketika melihat ayahnya tengah berdiri tak jauh dari saklar lampu.

"Jangan urusi aku…" ucap Kyuhyun sambil terus melangkah melewati ruang tengah, mengacuhkan ayah nya yang tengah memandanginya.

"Aku ayah mu, bagaimana bisa seorang ayah tidak mengurusi kelakuan anak laki-laki nya?"

Kyuhyun menghentikan langkahnya, berbalik dan kemudian menatap ayah nya lekat-lekat, namun kemudian dia tertawa, tawa mengejek.

"Ayah ku sudah lama mati, yang ada didepan ku sekarang hanyalah seorang pria tidak berperasaan yang selalu menyakiti hati ibu!" Kyuhyun langsung bergegas masuk kekamar nya sambil membanting pintu sekeras yang dia bisa.

Sementara itu dibawah sana, ayah Kyuhyun tengah memijit keningnya dengan wajah frustasi. Kyuhyun memang keras, keras seperti batu. Bahkan kepada ayah kandung nya sendiri.

.

.

.

Kyuhyun memasuki gedung itu dengan langkah ringan, ia bersiul dengan santainya. Tangannya ia selipkan dicelana seragamnya, tak dihiraukannya pandangan aneh dan ingin tahu orang-orang didalam gedung itu ketika menatapnya. Ia tidak perlu izin untuk keluar masuk gedung ini seperti yang lainnya, sebuah perlakuan khusus.

Kyuhyun berbelok ke kanan setelah melihat status studio music itu sedang kosong, ia mendorong pintu kaca itu pelan dan segera melangkah masuk. Ia tidak terkejut ketika melihat seorang pria dewasa tengah duduk di sofa dengan sebuah gitar dipangkuannya.

"Membolos lagi, Cho?" Tanya pria itu, menaikkan letak kaca matanya.

"Nichkhun hyung, kau sudah kembali dari Thailand?" ucap Kyuhyun mencoba mengalihkan pembicaraan.

Nichkhun meletakkan gitar nya dilantai, menyikapkan kedua tangan diatas dadanya, "Kau membolos, kan? Dan sepertinya kau habis berkelahi…" ucap Nichkhun memperhatikan pelipis Kyuhyun yang memar.

Kyuhyun mengangkat bahunya acuh, "Hanya itu kesenangan ku sekarang…"

Kyuhyun mendudukan tubuhnya disamping Nichkhun, mengambil gitar yang tadi diletakkan Nichkhun dan memangku nya dipaha, ia pun mulai memetik nada-nada abstrak.

"Kau memang anak nakal, apa kau tidak kasihan melihat Victoria yang selalu kau buat uring-uringan dengan sikap mu ini?"

"Kekasih mu itu memang nomor satu dalam hal kesabaran, Hyung… Aku selalu berbuat ulah tapi dia selalu saja berhasil menutupi nya. Tapi sebagai gantinya, aku pasti akan dihukum yang aneh-aneh dengan kekasih China mu itu…"

"Hey, dia itu kakak sepupu mu. Sopan lah sedikit!" Nichkhun menjitak kepala Kyuhyun cukup keras, membuat pemuda ikal itu mengeluh sakit sambil memegang tangannya.

"Aku selalu memanggil nya Noona, Hyung! Tapi aku selalu dihukum jika memanggilnya Noona, aku serba salah disini."

"Kau memanggilnya Noona disekolah, bodoh!" cibir Nichkhun kesal.

Kyuhyun tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Nichkhun yang terlihat kesal. Nichkhun dan Victoria memang sepasang kekasih, dan karna status keduanya lah Kyuhyun yang notabene nya adalah adik sepupu Victoria sekaligus teman main Nichkhun bisa dengan leluasa masuk dan keluar dari studio music Nichkhun tanpa ada gangguan. Seperti sekarang ini.

Kyuhyun tiba-tiba teringat Changmin, sahabatnya itu pasti sekarang sedang diceramahi habis-habisan dengan Victoria karena ulah mereka kemarin malam. Changmin pasti menciut karna tidak ada Kyuhyun disana. Kyuhyun tiba-tiba merasa geli ketika bayangan wajah mati kutu Changmin terlintas dikepalanya.

.

.

.

"YA! Shim Changmin, kau sembunyikan Kyuhyun dimana, eoh?!"

Changmin tersentak luar biasa tidak elitnya mendengar teriakan Victoria. Ia mengelus dada nya pelan sambil memejamkan matanya erat-erat, sudah hampir dua puluh kali Victoria menanyainya dengan pertanyaan yang sama, dan Changmin pun selalu memberikan jawaban yang sama,

"Aku tidak tahu, dia tidak memberitahu ku dia ada dimana…"

Victoria mengibaskan tangannya diudara, ia baru mendapat laporan jika kemarin malam Kyuhyun dan Changmin terlibat perkelahian denga SMU Daesang. Victoria sempat kaget ketika mengetahui Kyuhyun dan Changmin hanya berkelahi berdua melawan siswa Daesang yang jumlahnya hampir lima puluh orang.

"Aish… Baiklah, kau bisa lolos sekarang. Tapi besok, jika bocah itu sudah muncul… Jangan harap kalian akan tetap menghirup udara sebebas ini!"

Changmin buru-buru mengangguk dan langsung lari terbirit-birit keluar dari ruangan guru yang sudah seperti neraka baginya. Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana seragamnya dan segera mengetikkan sebuah pesan singkat pada Kyuhyun.

.

.

.

"Ini bukunya, terima kasih" Pelayan toko buku itu tersenyum ramah kearah Sungmin, Sungmin hanya tersenyum dan bergegas meninggalkan toko buku tersebut.

"Haahh tugas sejarah memang benar-benar menyebalkan" gumam Sungmin sembari berjalan dan memasukan bukunya kedalam tas ranselnya. Ia pun berjalan melewati gang-gang pertokoan yang mulai sepi, maklum saja sekarang malam sudah hampir larut malam dan gadis mungil ini masih belum di rumah.

Sungmin memasuki gang kecil dan gelap, langkah nya terdengar tergesa-gesa dan terburu-buru, Sungmin melihat sekelompok pemuda diujung gang tengah meliriknya dan berjalan mendekatinya.

"Sial.." umpat Sungmin, gadis itu lebih memilih memutar arah jalannya dan berjalan lebih cepat sementara pemuda-pemdua itu masih mengikuti langkah sungmin dengan langkah terhuyung-huyung, mabuk.

"Hey… mau kemana manis" salah satu dari pemuda itu menahan lengan Sungmin, Sungmin sangat merutuki nasib nya yang kurang bagus saat ini mengingat sekelilingnya sangat sepi bahkan nyaris tak ada orang lewat.

"Jangan sentuh aku!" Sungmin menghempaskan tangan pemuda itu kasar.

"Mau bermain kasar, hah?" Pemuda itu menghempaskan tubuh Sungmin kedepan, kearah temannya yang lain.

'Ya Tuhan tolong aku' batin Sungmin, kakinya lemas sekarang tidak mampu menopang berat badannya.

BRUGGHHH!

Suara hantaman itu menyadarkan Sungmin, antara percaya dan tidak percaya namun dia juga tak henti-hentinya mengucap syukur saat matanya melihat sosok Kyuhyun kini tengah menatap garang pemuda-pemuda penganggu itu, Sungmin pun bergegeas menjauh dari kawanan itu.

"Itu tindakan yang merugikan bung!"

Kyuhyun masih tak bergeming, entah apa yang terjadi kelima pemuda itu mendadak kaku, wajahnya menatap Kyuhyun dengan sarat ketakutan kemudian lari terpontang-panting, bahkan beberapa kaleng beer mereka di tinggalkan begitu saja disana. Sungmin hanya menatap bingung kearah pemuda-pemuda itu karna posisi Kyuhyun yang memunggunginya, ia tidak tau apa yang Kyuhyun lakukan kepada pemuda-pemuda itu.

Kyuhyun berbalik dan menatap Sungmin lekat, Sungmin langsung salah tingkah ketika mendapati tatapan itu menghujamnya habis-habisan, "Kau… Aku antar pulang." Kyuhyun langsung menarik tangan Sungmin dan menggenggamnya erat sambil menggiring gadis itu ke arah jalan raya.

.

.

.

"Bisakah kau mengajak ku bicara? Dan berhenti memandangi wajah ku?"

Sungmin mengerjapkan matanya. Ia berjalan dengan langkah lebar untuk mengimbangi langkah pemuda itu dan sungguh itu melelahkan untuk Sungmin, kini pemuda itu malah memintanya itu bicara, bicara apa? Dan, kenapa dia bisa tahu kalau sejak tadi Sungmin memperhatikannya?

Tiba-tiba pipi nya merona.

"Kenapa kau bisa ada disana?"

Kyuhyun menolehkan pandangannya kesamping ketika mendengar Sungmin berbicara, namun dia malah terpaku. Seperti saat dikantin kemarin, ia lagi-lagi merasa seperti terjebak didalam bola mata itu. Ia yakin tidak pernah melihat gadis ini sebelumnya, tapi mengapa dia merasa seperti sudah lama sekali mengenal gadis ini?

"Kau melamun?" Sungmin mengibaskan tangannya kedepan wajah Kyuhyun.

Kyuhyun terkesiap, tanpa sadar menghentikan langkahnya membuat Sungmin otomatis ikut berhenti. Sungmin menatap pemuda didepannya dengan tatapan bingung, walau tidak dipungkirinya kini hatinya serasa ditumbuhi berjuta-juta bunga karna bisa berjalan bahkan diantar pulang oleh pemuda yang disukainya.

"Siapa nama mu?" Kyuhyun mengacuhkan pertanyaan Sungmin yang pertama karna dia lupa gadis itu bertanya apa, Kyuhyun dapat melihat gadis didepannya terkejut ketika ia menanyakan namanya, dan itu terlihat begitu menggemaskan dimata Kyuhyun.

"Oh… Aku, nan Lee Sungmin imnida…"

Kyuhyun tersenyum penuh arti, jadi namanya Lee Sungmin. Tanpa sadar Kyuhyun terus-terusan mengucapkan nama itu didalam hatinya sepanjang perjalanan mengantar gadis ini pulang.

.

.

.

Sungmin menghentikan langkah nya ketika ia dan Kyuhyun sudah sampai didepan rumah sederhana dengan halaman hijau yang cukup luas itu, Sungmin tersenyum tipis kepada Kyuhyun, walau masih menghindari bertatapan dengan lelaki tinggi itu.

"Ini rumah mu?" Tanya Kyuhyun sambil menatap kesekeliling rumah Sungmin.

Sungmin mengangguk kecil sambil membuka pagar pintu rumahnya, "Ya, ah… Aku… ini… Terima kasih karna kau sudah menolong ku tadi, dan terima kasih sudah mengantar ku pulang…"

Kyuhyun mengangkat bahunya acuh, "Tidak masalah, ini sudah larut, aku akan pulang jadi kau masuklah.."

Kyuhyun mendorong kening Sungmin dengan jari telunjuknya sebelum beranjak untuk berbalik dan meninggalkan kawasan rumah Sungmin. Sementara Sungmin kini terpaku menatap punggung laki-laki itu yang semakin menjauh dan hilang dibelokan, ia menyentuh dahi nya sambil terus tersenyum, Kyuhyun menyentuhnya tadi, walaupun hanya sebentar dan hanya seujung jarinya saja yang menempel dikening Sungmin, hal itu mampu membuat darah didalam tubuh nya mendidih.

Sungmin berbalik dan segera bergegas masuk kedalam rumahnya karna hawa diluar semakin dingin, senyum terus tersungging diwajah cantiknya sampai dia tiba dikamarnya. Sepertinya mala mini Sungmin akan tidur lebih nyenyak dari biasanya.

.

.

.

TBC

Respon nya masih sedikit yaa, hm… gapapa deh, tetep semangat dan stay tune yaaaa buat reader nya kaya aku nih yang semangatnya lagi menggebu-gebu banget buat nulis ff ini hihi…

Dan siap-sap, mulai chapter depan ceritanya bakal rada-rada membingungkan hehe jjang u,u

Oke mau makasih buat yang kemarin udah review, aku bakal tetep lanjutin ff ini kok. Tapi tetep minta dukungan dan saran nya yaaaa hehehe…

Thanks To:

Cloudswan, Minhyunni1318, dewi. , Heldamagnae, prfckgyu, Kyuna36, vitaminsparkyu1123, deviyanti137, danactebh, chaerasin^^

Akhir kata…

Review?^^