My Bestfriend secret

Cast: All member BTS, Slight Got7, seventeen, red velvet member, cast akan bertambah seiring cerita

Rating: T maybe :v

Pairing: vkook (jelaslah), next pair masih rahasia

Genre: romance, school life, little bit humor

Chapter: 2/?

Summary: Hanya karena keisengan seorang jeon jungkook kini rahasia terdalam sahabat nya pun terungkap dan membuat alur baru dari persahabatan mereka.

Warn: banyak bahasa non baku dan non EYD, ff gaje, BxB, yaoi, BoyxBoy

Don't like Don't read

Disclaimer: The character is belong to their agency, parents and god, FF ini murni bikinan author, DO NOT COPY PASTE.

(author saranin kalian denger pake lagu suran - wine biar agak2 nge feel gitu)

.

.

.

Enjoy reading

.

.

.

Prev chapter

Mendengar nama taehyung jungkook mendadak ragu untuk membuka knop pintu nya 'sial kenapa harus di situasi seperti ini, masa bodoh ya buka saja siapa tau ibu hanya bercanda' batin jungkook

'Ckleek'

Bukan, itu bukan jungkook yang membuka pintu itu namun laki-laki yang sekarang berdiri di depannya saat ini.

"hai.. jungkook ah"

"T-tae..hyung.."

At taehyung room

'Mwo? Tidak bisa? Tapi tae kebetulan aku sudah lama tidak ke rumah mu, ayolah tae'

"maaf jim, aku benar-benar ada urusan kali ini, dan itu sangat penting"

'apa? kencan dengan irene sunbae? Ooh jadi sekarang kau lebih mementingkan pacar mu dari sahabat mu sendiri taehyung ah?'

"aissh ya tuhan bukan itu kali ini aku tidak bisa jelaskan, kututup dulu ya annyeong "

'yyyaaakk kim taehyung kau-'

Taehyung benar-benar mematikan sambungan telpon nya, sejak siang tadi berbagai pertanyaan dari teman-temannya yang menanyakan dirinya yang tiba-tiba menyatakan cinta kepada ratu sekolah saat sepulang sekolah tadi.

Hingga membuat hp nya lag karena notif yang terus saja berbunyi.

Taehyung menolak permintaan jimin yang ingin datang ke rumah nya, ah tentu saja bukankah sebelumnya jimin juga ingin mengajak hoseok dan lainnya? Ckckck poor jiminnie…

Karena menurut nya urusan yang lebih penting ada pada laki-laki yang sudah dibuat nya kecewa ya tidak lain adalah jeon jungkook teman sedari taehyung kecil,

Mereka saling kenal saat taehyung berumur 5 tahun dan jungkook 4 tahun, waktu itu keluarga jeon baru saja pindah dari busan dan pindah ke seoul karena dipindah tugaskan disana, semenjak itu taehyung merasa tidak sendiri lagi, dan dari situ lah mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama, hingga orang tua mereka berdua sudah menganggap jungkook dan taehyung seperti anak kandung sendiri.

Kembali ke topik awal, malam ini taehyung berencana untuk minta maaf langsung kepada jungkook, ya taehyung benar-benar tidak enak jika selamanya akan menjadi awkward apalagi jika itu dengan sahabat nya yang dia sangat sayangi malah. Taehyung menghubungi ibu nya jungkook karena dia akan kesana sebentar lagi, tidak perlu lama taehyung berjalan kaki tidak sampai lima menit taehyung sudah berada di depan pintu kediaman jeon, taehyung mengetok pintu masuk rumah tersebut dan tidak membutuhkan waktu yang lama nyonya jeon sudah membukakan pintu dengan senyum yang terpampang diwajah nya

"taehyung ah silahkan masuk, malam ini bibi akan memasak banyak loh"

Nyonya jeon mempersilahkan taehyung masuk terlebih dahulu dan kembali berkutat dengan peralatan masaknya.

"eeh… eommonim jungkook nya ada?"

"ooh astaga aku baru saja lupa jika anak itu tidak keluar dari pulang sekolah tadi tunggu sebentar ya nak taehyung" taehyung pun hanya membalas dengan senyum kotak diwajah nya dan nyonya jeon pun mencoba untuk membuat jungkook keluar dari kamar nya.

"Jungkook-ah cepat buka pintunya dan segera keluar dari sana, demi tuhan bahkan kau tidak menyentuh makan siang mu, ah tunggu bentar ya nak taehyung sebentar juga si pemalas ini akan bangun" nyonya jeon berteriak dari luar kamar jungkook sambil mengetuk pintu yang bahkan tidak ada respon dari dalam.

"ck anak ini" tiba tiba taehyung datang dari belakang nyonya jeon "eommonim biar aku saja yang membangunkannya ottae?" tawar taehyung

"oh silahkan nak, bibi mau lanjut masak dulu yaa, jika dia sudah bangun suruh dia segera mandi dan kita akan makan malam bersama oke"

"nde eommonim." Setelah nyonya jeon pergi, taehyung mencoba untuk memutar knop pintu kamar tersebut yang ternyata tidak dikunci.

Dan tentu saja dihadapannya sekarang terdapat jungkook yang mematung dengan kaos putih dan celana pendek boxer nya.

"hai… jungkook ah"

"T-tae..hyung.."

Berakhir dengan mereka duduk di pinggiran kasur jungkook,Sudah 5 menit mereka saling diam, tidak ada yang beraninya memulai pembicaraan, hingga salah satu dari mereka bersuara

"hyung" "kook-ah" "ani hyung saja duluan" "tidak tidak kau saja duluan" "hyung saja atau aku akan keluar dari kamar" ancam jungkook

"baiklah" ujar taehyung mengalah pada yang lebih muda

Taehyung mencoba menarik nafas nya " hhh… aku minta maaf kook benar benar minta maaf karena sikap ku yang tiba tiba kemaren" tidak ada respon dari jungkook taehyung pun melanjutkan perkataannya "aku tahu aku terbawa suasana, tetapi soal benda-benda itu aku akan membuang nya jika itu bisa membuat mu nyaman kook…, soal perasaan ku kemaren anggap saja angin lalu hehehe, ah dan-" perkataan taehyung terpotong oleh tanggapan dingin jungkook

"sejak kapan?"

"eh?"

"sejak kapan kau menyukai ku hyung?"masih dengan posisi menunduk jungkook masih belum berani menghadapkan wajah nya kesamping sekarang.

"kau masih ingat saat kita sd dulu kook, waktu itu aku sangat buruk dalam menggambar kan hahaha, dan aku pulang dengan membawa nilai kesenian ku yang buruk tentu saja aku langsung membuang kertas gambaran ku saat itu karena aku takut dimarahi eomma, saat perjalanan pulang ke rumah kau memungut nya kembali dan kau langsung mengajari ku bagaimana cara menggambar dengan benar kan?" tanpa sadar bibir jungkook membentuk senyum kecil sembari mengingat hal itu. "setelah itu aku belajar sendiri bagaimana caranya menggambar, entahlah aku baru sadar kenapa saat itu kau yang lebih muda dari ku bahkan jauh lebih baik menggambar dan mewarnai dari pada hyung yang super payah ini kook" "kau memang payah hyung kkk…" sahut jungkook dengan suara pelan "benar kan kkk… ah kau ingat saat pulang sekolah aku janji akan ke rumah mu dan memberikan sesuatu? Dan aku tidak datang sama sekali kan? Maaf kan aku itu karena aku dihadang oleh kakak kelas kita dulu yang sok preman dan yaaa hahahaha tentu saja aku tidak melawan mereka karena aku masih takut, mereka hanya ingin uang ku dan sayang nya aku tidak membawa sedikit pun uang dan sayang nya lagi mereka merebut benda yang ingin aku janjikan padamu kook" taehyung mengeluarkan senyum andalannya kepada jungkook yang bahkan masih menundukan kepalanya "ya itu adalah hasil kerja keras ku setelah kau mengajariku bagaimana cara nya menggambar dengan benar, dan aku ingin kau orang yang pertama melihat nya dan yaah mereka sudah lebih dulu merobek nya, hahahaha dan aku masih ingat keesokan harinya kau ngambek dengan ku dan 3 hari tidak mau berbicara dengan ku di sekolah" mendengar hal itu jungkook pun semakin menundukan kepalanya "m-maaf hyung.." cicit jungkook "tidak apa kook, aku tahu jika ini yang akan terjadi jika aku mengungkapkan perasaan sialan ini kan? Hahahaha" taehyung tertawa hambar, namun ia teringat sesuatu dia pun mengeluarkan gulungan kertas yang nampak kucel tersebut pada jungkook "bukalah" jungkook pun membuka nya, nampak disana kertas yang disambung-sambung menggunakan plester bening, disana terdapat gambaran khas anak kecil salah satu objek nya yaitu seseorang yang lebih tinggi dengan senyum kotak dan bando yang berbentuk telinga singa yang tengah memeluk seseorang berbando kelinci yang tersenyum dari belakang, dan juga terdapat tulisan abstrak khas anak kecil di pojok kiri gambar tersebut

'taehyungie dan jungkookie selamanya, taehyungie akan selalu menjaga dan melindungi jungkookie selamanya saranghae dongsaengi'

Jungkook merasa pelupuk mata nya memanas dan tanpa sadar meneteskan air matanya, dan tetesan nya pun mengenai kertas tersebut. Jungkook benar-benar merasa bersalah karena menampar taehyung semalam tanpa bertanya lebih dulu dan juga rasa kecewa nya menjadi satu karena sekarang taehyung nya sudah dimiliki orang lain ya beruntung sekali gadis itu batin jungkook.

"kook? Jungkook ah?" taehyung menunduk untuk melihat wajah jungkook yang sekarang penuh air mata

"hiks… mian hyung.. mianhae hiks.." jungkook bicara sesegukan dengan suara parau nya, tanpa sadar meremas kertas yang berada di tangannya, runtuh sudah pertahanan jungkook, sekian lama taehyung tidak pernah melihat jungkook menangis seperti ini taehyung pun refleks menarik jungkook kedalam pelukan nya, mencoba membuat si pujaan hati yang 'sebenarnya' sekaligus cinta pertamanya nyaman. Sambil mengelus lembut rambut laki-laki yang berada dipelukannya ini taehyung membisikan kata-kata penenang agar tangisan pria kesayangan nya ini reda.

"ssstt gwenchana kookie ya, jangan menangis ayolah hyung tidak suka jika jungkookie seperti ini, uljjima ne" bisik taehyung kepada jungkook sambil menyapu air mata yang berada di pipi jungkook, tiba-tiba jungkook mendorong taehyung secara pelan "anii hyung ini salah, maksud ku… bagaimana irene-" tiba-tiba taehyung meletakan jari telunjuk nya dibibir jungkook

"sssttt, jangan ada orang lain dulu kook saat ini hanya ada kita saja ne…"

Tanpa mereka sadari wajah mereka saling mendekat,suasana saat ini benar-benar mendukung, kali ini tidak ada rasa takut lagi dibenak jungkook saat taehyung mendekat kan wajah mereka, bahkan hidung mereka pun sudah saling bergesekan tinggal beberapa senti saja hingga kedua belah bibir mereka bertemu, dan disaat mata mereka menutup bersamaan

'cup'

Tak ada nafsu ataupun rasa takut diantara mereka berdua, hanya saling berbagi perasaan cinta dan rasa hangat yang selama ini mereka simpan dan kasih sayang

yang mereka rasakan saat kedua bibir tersebut menempel satu sama lain.

Cukup lama kedua bibir tersebut diam seperti itu hingga salah satu dari mereka mengakhiri ciuman tersebut. Hingga tanpa mereka sadari sedari tadi tangan mereka yang saling bertautan kini semakin mengeratkan seolah-olah tidak ingin kehilangan. Dan dahi mereka saling bersantukan satu sama lain dan senyumanan terpantri diwajah mereka tanda bahwa mereka benar-benar bahagia saat ini.

"saranghae jeon jungkook, jeongmal saranghae.." bisik taehyung kepada jungkook

"I know hyung… nado" jungkook membalas dengan senyuman nya tidak lupa dengan gigi kelinci nya yang sangat imut dan tentu saja membuat kim taehyung semakin gemas dengan pria yang baru saja dia cium tadi, entah bagaimana nya di depan jungkook tidak tahu lagi karena hanya satu yang berada di pikiran nya saat ini adalah

"tae hyungie your mine"

"of course jeon jungkook.. I'm yours"

.

.

.

Keesokan hari nya disekolah

Jungkook datang seperti biasa nya ke sekolah namun kali ini dia kembali bersamaan datang dengan taehyung, yang sedari tadi mengaitkan lengan kiri nya di atas bahu jungkook, saat mereka memasuki kawasan sekolah tak jarang banyak anak murid yang memandangi mereka saat ini, bagaimana tidak wajah taehyung kali ini sangat berbeda dengan semalam, sejak di kabarkan berpacaran dengan irene taehyung sekarang jadi pusat perhatian anak sekolah, padahal taehyung bukan anak yang populer-populer amet, hanya saja wajah nya yang cukup tampan yang membuat nya menjadi incaran gadis-gadis sekolah disini yah walaupun tidak terlalu banyak, namun kali ini malah tidak sesuai ekspektasi para warga sekolah, padahal mereka menerka-nerka jika taehyung sekarang akan datang bersama irene namun yang terjadi malah..

"yaah hyung lepas iiih" jungkook mencoba melepas kaitan tangan mesra seorang kim taehyung yang sedari tadi berada di bahu nya "coba saja sayang, bukannya tadi malam tidak mau melepas pelukan hyung hm?" goda taehyung pada jungkook yang wajah nya mulai memerah, yang ada malah taehyung semakin mengerat kan lengannya yang berada di leher jungkook "a-ak sesakk hhyungg!" "ahahaha neomu kyeo" taehyung mencubit gemas hidung jungkook sesekali.

Tak terasa mereka sudah berada di muka kelas jungkook yaitu 1-B tepat di muka pintu ketika mereka hendak berpisah taehyung tiba-tiba mencium pucuk kepala jungkook tidak lupa mengacak-acak rambut jungkook

"yyaakk hyung! Apa-apaan yyak! Rambut ku hyungggg" respon jungkook dengan wajah cemberut nya yang mungkin bagi taehyung sangat kelihatan manis

"habisnya kamu imut sih, kan aku sendiri yang gak tahan" taehyung mengeluarkan pout yang dibuat-buat nya

"ih apaan sih jijik hyung" merasa menjadi tontonan orang disekitar nya, jungkook pun mendorong-dorong tubuh taehyung menyuruh nya untuk segera pergi ke kelas nya "hush hush sudah sana pergi".

"iya iya my cute bunny" teriak taehyung dengan sengaja di koridor sekolah yang membuat jungkook malu setengah mati.

Saat jungkook baru duduk dikursi nya tiba tiba yugyeom bambam minghao seokmin dan juga mingyu yang baru datang langsung mengerubungi meja si namja jeon tadi.

"sungguh jeon, kau berhutang penjelasan kepada kami" mereka berlima menatap horror jungkook dan jungkook pun hanya bisa sweatdrop melihat teman-teman nya yang sudah seperti banteng kelaparan/?

At taehyung class

"MORNING GUYYSS" Taehyung tiba-tiba membuka pintu kelas nya dengan tidak elit, dan tentu saja membuat teman-teman sekelas nya kaget, bahkan salah satu temannya yang hendak minum tersedak dengan nista nya/? Karena kim taehyung, bukan hanya karena pintu tetapi juga karena wajah taehyung sangat cerah seperti lampu 1000000 watt,

"tenang soon, ya tuhan slow dikit kalo kek" itu jimin sedang mengusap belakang soonyoung yang tersedak air minum nya tadi, "pagi jim! pagi soonyoung! pagi youngjae! oh kau sedang sakit? Gws ya soon" sapa taehyung dengan senyum kotak yang menurut mereka semakin lebar itu.

creepy memang, bagaimana tidak taehyung yang kemaren terlihat gloomy tiba-tiba keesokannya datang dengan wajah berseri-seri seperti kedapatan durian runtuh/?

Masih dengan wajah shook mereka tak henti-henti nya menatap taehyung dengan pandangan melongo seperti idiot.

"loh kalian kenapa?" taehyung mengernyitkan dahi nya melihat ekspresi wajah teman-temannya

"serius tae? Kau sakit?"

"tae obat udah diminum gak?"

"tae masih ingat jalan pulang?"

Begitulah pertanyaan teman-temanya yang menurut kim taehyung sangat ngawur

"Hah?" balas taehyung tak kalah dengan wajah blank nya.

Karena rasa penasaran teman-teman nya yang tidak kalah dengan yugyeom cs akhirnya dengan terpaksa taehyung menjelaskan kepada mereka kejadian sebelum-sebelumnya, Saat keadaan sudah agak terkendali taehyung pun menceritakan semua nya kepada teman-temanya tadi. Dan teman-temannya hanya bisa ber-Oh riaa

"ooooh gitu.." bahkan mereka bertiga pun refleks mengatakan hal yang sama

"jadi bagaimana dengan irene noona tae?"tanya si youngjae

"entah lah jae mungkin saat pulang nanti aku akan berbicara pada nya,kau tau jika saja hubungan ini kuteruskan dengan irene noona bukan hanya irene noona yang tersakiti tapi jungkook juga, tentu saja aku tidak ingin"

"lalu kenapa kemaren kau tiba-tiba menembak nya?" tanya jimin pada taehyung

"seminggu yang lalu irene noona mengirim ku pesan jika dia menyukai ku dan dia bilang tidak apa jika tidak sekarang menjawab nya, yah jadi aku manfaat kan itu agar jungkook tidak semakin jijik dengan ku, tapi yang terjadi malah tidak sesuai dengan dugaan ku jim"

Mereka pun mengangguk mengerti "berarti memang tidak ada rasa gitu sama irene noona?" "tidak sama sekali soon"

Tanpa mereka sadari omongan mereka terdengar oleh seorang wanita yang memasang wajah yang tidak bisa dijelaskan dan wanita itu segera keluar dari kelas.

At jungkook class

Bell menandakan jam istirahat dan jungkook cs pun bergegas keluar, yang mana bukan lain tujuan nya adalah kantin.

"huufft untung saja park songsaenim hanya memberi tugas latihan, kau tau jika saja kita disuruh untuk merangkum 3 bab lagi lebih baik aku bolos" keluh salah satu dari mereka sambil meregangkan tangannya keatas, "eeiiyy bukannya kau menyukai mapel park songsaenim ming?" "tidak lagi gyeom, tangan ku benar-benar keriting sehabis dibuat nya" angguk yang lain karena setuju dengan perkataan minghao, "btw mingyu ah, kenapa kemaren kau tidak hadir?" tanya jungkook penasaran "a-ah itu, aku baru saja pulang dari rumah nenek ku kook"

"kau tau, entah kau apakan hyung ku yang jelas jangan lakukan itu lagi jika imbas nya ke aku mingyu ah" sahut jungkook dengan raut wajah nya yang serius yang membuat teman-teman nya terkikik geli "ah begitu ya hahaha maaf ya, tapi tenang aku sudah berbaikan dengan wonie hyung kok, bukannya malam tadi aku ajak dia makan malam?" minggyu tertawa sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal "mana ku tau tem" sahut jungkook tak kalah ketus dari sebelum nya.

"hey jungkook ah, traktiran nya dong" seokmin tiba-tiba ingat jika teman nya yang satu itu baru saja menyandang status baru, ya jungkook mau tak mau harus menjelaskan pada mereka kejadian-kejadian sebelum nya.

Tak kalah dengan seokmin, teman-temannya yang lain juga merengek meminta traktiran tanda bahwa jungkook tidak jomblo lagi atau yang biasanya di sebut peje.

Kali ini jungkook kembali memasang ekspresi -_- dengan tambahan sweatdrop di pelipis nya, bagaimana tidak uang saku nya baru saja habis karena mengupgrade game ROG favoritnya.

"Fine fine! Baiklah aku traktir, Cuma minuman ara!" sahut jungkook dengan tidak ikhlas nya

"

"Ah kalau begitu traktir kami cola jungkook ah"pinta mingyu senang dengan wajah berseri-seri, yang di 'iya' kan oleh teman-teman nya.

Dan jungkook pun hanya kembali memasang ekspresi wajah datar nya.

Mereka pun mencari seat yang kosong, sambil mengikuti teman-temanya jungkook sambil berpikir berapakah budget yang akan dikeluarkanya karena jungkook berani bersumpah jika kantong nya sekarang sedang kering. Ah benar benar -_-" batin jungkook.

karena terlalu fokus dengan pemikiran nya jungkook bahkan tidak sadar jika sekarang ia di awasi oleh sepasang mata yang memancarkan amarah yang sangat besar.

"yah jungkook ah, ada apa?" tanya yugyeom karena melihat ekspresi temannya

"ah ani, aku mengambil makanan dulu ya" jungkook yang baru saja duduk di tempat nya kembali berdiri karena melihat orang yang mulai antri.

.

.

.

.

.

.

.

Hari ini menu kantin adalah lamb skeewer, oh beruntung sekali hari ini jungkook karena menu itu baru dan tentu saja itu adalah masakan yang paling disukai jungkook tentunya, jungkook pun tidak sabar ingin merasakan lamb skeewer yang berada di piringnya.

Saat sedang memilih-milih sayur yang akan ia iambil di stan makanan jungkook merasakan bahu nya di tepuk seseorang, saat ia hendak melihat orang itu jungkook pun berbalik dan

'PPLAKK'

.

.

.

.

.

.

Balasan review:

CaratARMYmonbebe: iya sayang udh author apdet nih ;)

Kyunie: Iya tae ternyata gitu yah, author pen nangis tapi gimana lagi mau nangis ya taetae juga pastinya lebih milih dek kookie dari pada author , hayo napa hayoooo jadian ma tante irene, wkwkwk

A/N: HHAAIIIII kembali lagi author dengan chapter 2, gimana? Gimana? Seru? Atau ngebosenin wkwkwk, yang pasti nya author berterima kasih sebesar besar nya buat yang udah nge review, mem fav dan mem follow ff ini, coz respon nya benar2 diluar dugaan author, author ngitung dari jumlah review, fav dan follow, ternyata jumlah nya cukup memuaskan buat ff yang pertama wkwkwk, ayo reader-nim jangan malu2 buat nge review :3 author gak bakalan gigit kok, malah author senang walaupun ripiw nya agak pedasss/?.

Also jangan lupa kritik dan saran ya, sankyuuuu reader nim