XoX MY JOURNEY XoX

Hanji mengelilingi rumah besar ini sementara Rafael katanya mau mengambil jebakan ikan di sungai. Ia melihat rumah ini memiliki banyak sekali ruangan. ia melihat satu persatu ruangan di rumah ini . dan ada satu ruangan yang menarik perhatianya. Di atas pintu itu tertulis kata " perpustakaan " dengan penasaran ia membuka kenop pintu .namun karena sudah tua kenopnya malah patah. Jadi ia mendorong pintu besar itu. Saat ruangan itu terbuka .ada puluhan buku terjejer rapi di rak. Dan ada juga yang jatuh ke tanah,ia tak bisa melihat dengan jelas karena kurangnya pencahayaan..jadi ia membuka setiap gorden jendela yang ada di ruangan itu.

" Siapapun pemilik rumah ini pasti dia orang kaya". Gumamnya

Saat ia mencoba membuka gorden terakhir. Gorden itu terjatuh dan menyebabkan debu berterbangan kemana mamembuatnya sampai terbatuk. Hanji membuka semua jendela untuk mengeluarkan debu di dalam ruangan itu. Tempat itu kini jauh lebih terang dibanding sebelumnya

Sementara itu saat Rafael pulang ke rumah gadis yang bersamanya kini tak ada di tempat .ia mencari di setiap ruangan namun tak ada satu ruangan yang belum ia cari yaitu perpustakaan dugaanya benar gadis sadang duduk dilantai membaca sebuah buku

" tak kusangka kau ada di sini" kata Rafael bersandar di kusen pintu

" eh coba lihat aku menemukan buku yang bagus" kata hanji bersemangat

" buku apa?" kata Rafael berjalan mendekati hanji dan duduk di sampingnya

" ini buku tentang ini ,bumi memiliki inti panas berbentuk cair terbuat dari batu batuan yang meleleh " kata hanji

" benarkah? Nati saja bacanya kita harus menyiapkan makan malam dulu" kata Rafael

" baiklah aku juga lapar" kata hanji

mereka menuju lantai satu. Tepatnya di ruang keluarga, disana ada perapian Rafael juga menyiapkan kayu untuk di di bakar .hanji tak enak jika semuanya di kerjakan Rafael sendiri

" apa yang bisa kubantu?" kata hanji

" tak apa apa,aku bisa mengerjakan sendiri" kata Rafael masih sibuk menata kayu bakar

" akan kubersihkan ikanya" kata hanji

" tak perlu di bersihkan" kata Rafael

" dari buku yang ku harus membersihkan bahan makanan dulu supaya terhindar dari penyakit" kata hanji

" oh begitu"

hanji langsung berangkat ke sungai untuk membersihkan ikanya . rafael dari kejauhan memandang pungung gadis sedikit iri karena gadis itu dapat membaca sedang dirinya tidak. Setelah berapa lama hanji pulang dengan ikan yang sudah ia bersihkan. Rafael menusuk ikan itu lalu di bakar di atas pun datang Rafael akhirnya memulai pembicaraan

" kau bisa membaca?" Tanya Rafael

" ya " kata hanji masih sibuk dengan bukunya

" siapa yang mengajarimu membaca?" kata Rafael

" aku tak ingat" kata hanji sedih

" kau tak ingat tentang masa lalumu?" kata Rafael membalikan ikan yang di bakar

" kenapa aku tak ingat" kata hanji

" jangan bersedih nanti juga pasti ingat .ikanya sudah matang" kata Rafael

ikan yang di buat Rafael sangat enak walau tak mengunakan bumbu .makan malam selesai. kembali meneruskan acara membacanya entah kenapa Rafael juga penasaran buku macam apa yang di baca gadis itu

" buku apasih itu?"

" ini buku tentang bumi yang ku ceritakan baca sama sama" kata hanji

" ehmmmm,aku tak bisa membaca" kata Rafael

" baiklah akan ku bacakan untukmu " kata hanji tersenyum

hanji membacakan buku itu dengan sangat bersemangat . dan tak jarang mereka berdebat tentang isi buku itu. Hanji terlalu bersemangat hingga tak sadar kalau Rafael tertidur. hanji mengambil tirai yang ada di ruang ini untuk menyelimuti Rafael agar tak kedinginan. bulan menerangi malam. Bintang bintang juga bersinar bak kilauan permata. Bulan juga terlihat lebih jelas. Kalau dibuku yang ia baca .ini dikatakan supermoon. Hanji tertawa pelan. Hewan bernama kunang kunang juga berkumpul di pingir sungai. Ia memperhatikan bulan permukaanya tak rata .ia penasaran sebesar apa bulan. di buku dikatakan bulan itu sangat jaraknya yang sangat jauh nampak kecil bila dilihat dari bumi

rasa kantuk menyerang hanji tertidur di dekat jendela .ia tertidur sambil memeluk bukunya.

Rafael terbangun dan di atas tubuhnya ada semacam selimut. Hari sudah subuh ia mengedarkan pandanganya . dilihatnya seorang gadis meringkuk sambil memeluk buku. Rafael mendekati tubuh gadis melihat kalau hanji tertidur dengan wajah polos. Ia mengendong gadis itu ala bridal tubuhnya di dekat perapian dan menyelimuti gadis itu dengan tirai. Rafael berjalan keluar untuk memasang jebakan ikan dan mencari sarapan tak jauh dari tempat ini ada tanaman angur yang sudah berbuah.

Sinar matahari membuat hanji terbangun .dihadapanya ada sepiring buah angur dan Rafael duduk di sebelahnya

" selamat pagi princess" katanya

" selamat pagi,jangan memangilku dengan sebutan yang aneh" kata hanji mencubit lengan Rafael

" hahaha. Makanlah" kata Rafael

" baiklah" kata hanji

XoXooooooooooooooXoX

Hope u like it

Thanks yang udah ngefav,nge follow dan yang yang review (^u^)