Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : AU | Fluff | OOC |All Ino PoV
DON'T LIKE DON'T READ
RnR?
HOT CHOCOLATE
Ia memesan cokelat panas sama sepertiku. Kami berdua duduk berhadapan. Sementara aku sibuk memainkan HP ku, ia menatapiku dari atas kebawah. Semua orang yang melihat kami mengatakan "Pasangan itu serasi sekali" atau "Mereka cocok sekali ya?" atau sejenisnya. Walau wajahku sedikit merona, aku tidak menggubrisnya. Tunggu? APA? Merona? Tidak mungkin! Aku tidak pernah merasakan itu sejak 'kejadian itu'. Aku menepis semua pikiran pikiran ku yang beruhubungan dengan perasaanku saat ini.
Cowok itu membuka pembicaraan
"Sepertinya aku tau masalahmu" Katanya
"Dan sebenarnya kau tak perlu tau itu" Jawabku tetap dingin. Sejauh ini aku belum tau namanya. Dan aku sama sekali tidak ingin tau. Aku tidak butuh teman.
"Sai, Shimura Sai" Katanya seolah dia tau apa yang ada dipikiranku saat ini
"Aku tidak menanyakannya" Kataku tetap dingin seperti biasanya. "Tapi... Aku berubah pikiran. Aku Ino. Rasanya kau tidak seperti manusia lainnya yang tidak berjuang untuk menemaniku. Kau mungkin bisa menjagaku dan kurasa kau sanggup melembekkan hatiku yang sangat keras dan menghangatkan tubuhku yang sangat dingin ini. Senang berkenalan denganmu! Aku tidak punya teman sejak SMP"
Entah kenapa. Rasanya aku mulai bersimpati kepadanya. Tampaknya hatiku mulai mencair lagi. Aku merasakan hangat di sekujur tubuhku. Sepertinya perasaanku kembali. Dan hatiku selalu tidak sejalan dengan pikiranku. Pikiranku selalu mengatakan semua orang dimuka bumi ini jahat kecuali orang tuamu, sedangkan hatiku mengatakan sesekali bersimpatilah kepada orang lain
Ia merasa terkejut ketika mendengar kata 'sejak SMP' keluar dari mulutku. Namun ia mengontrol dirinya kembali "Itu lama sekali dan kurasa aku tau apa penyebabnya"
"Oke Sai, kau menang dari pikiran ku yang selalu berkata semua orang dibumi ini jahat. Kau berasal dari mana?"
Oh, kau tahu kenapa aku menanyakan itu. Aku tidak yakin dia orang sini. Apalagi namanya itu. Shimura Sai. Rasanya dia orang...
"Jepang" Sudah kuduga.
"Kita memang sama" Kataku
"Tidak juga. Terakhir kali aku punya teman adalah... ng.. SMA ya?" Katanya mencoba mengingat ingat
"Oh, kau kenal Sasuke kan?"
Mendadak emosiku naik. Tapi aku kembali bisa mengontrolnya. Mungkin karena wajahnya itu.. damai.
"Sebaiknya jangan kau ungkit dia. Dia -mungkin- salah satu penyebab hidupku yang hancur"
"Dia bawahanku sekarang. Menjadi seorang ayah dan jatuh nya hanya sebatas Karyawan, memalukan sekali. Padahal dulu dia keturunan bangsawan. Ia bersama istrinya yang berambut pink itu sama sama keturunan bangsawan dan lihatlah sekarang, mereka adalah seorang ayah karyawan, dan ibu rumah tangga yang jatuhnya hanya di dapur. Mereka dikeluarkan dari keluarga mereka karena Hamil sebelum nikah. Itu mempermalukan nama keluarga." Ceritanya
"Kau tahu perkataanmu parah! bisa bisa kita ditendang pemilik kafe ini jika dia dulunya adalah seorang fans dari mereka. Oh- dan juga ditendang para readers" kataku berbisik tau tau kedengaran
"Aku tahu... dan aku baru tahu kalau ada orang yang memiliki hobi yang sama sepertiku" Katanya. Aku tidak menjawab. Lalu ia melanjutkannya lagi
"Sebenarnya sejak kapan hobimu seperti ini?" Tanyanya
"Bukankah kau bisa menebak?" Tanyaku kembali, tetap dengan nada sinis.
Ia menghela nafas. Pemuda itu tampan. Menarik pikirku. Lalu ia menyunggingkan sebuah senyum. Kubalas senyumnya dengan senyumku. Rasanya damai sekali. Tunggu! Apa tadi? Senyum? Senyumku telah kembali? Setelah bertahun tahun lamanya? Yang benar saja!
"APA AKU TADI TERSENYUM?" Kutanya dia dengan nada histeris. Sangat histeris
Ia hanya tertawa terbahak - bahak. Wajahku pun merona setelah sadar apa yang kutanyakan tadi. Sangat konyol. Mana ada orang yang menanyakan apa dia tadi senyum, Semua orang bisa merasakan sendiri kalau dirinya tersenyum. Aku mencoba kembali untuk tersenyum. BISA! BISA! KOK BISA?
"Mana ada orang yang lupa cara tersenyum" Katanya seolah bisa membaca pikiranku. Ah! Atau mungkin tadi aku memang mengucapkannya. Aku lupa!
"Maaf atas sikapku yang tidak baik menyambut teman baru tadi. Kita mulai dari awal, gimana?" Kataku
Ia hanya menganggukkan kepala. Lalu mengulurkan tangan. "Sai, Shimura Sai! Salam Kenal!" Katanya sambil tersenyum.
"Ino, Yamanaka Ino! Senang berkenalan denganmu!" Kataku
Lalu selanjutnya kami mengobrol - entah apa aku sudah lupa - sambil diselingi canda tawa.
"Kau.. tinggal dimana?" Tanyaku dengan bahan obrolan yang baru
"Sebenarnya di Amerika. Kuliah di Harvard" Jawabnya. Aku nyaris tersedak. Karena terkejut. Kami satu universitas. Tunggu! Tersedak? Memangnya tadi aku makan/minum? Ah lupakan!
TBC
A/N
Author tetap memperjuangkan Fic bodoh ini. Dan mungkin Author pun akan semakin bodoh. Ya.. bodoh karena mempublish chapter baru di hari yang sama. Haha! -_-. RnR?
04 - 06 - 2014
