Eh, nambah lagi :)
Sebelumnya mau ngucapin terima kasih buat Star-san (sayang sekali muncul sbage anon). Makasih banget buat koreksinya. Maklum, saya masih terhitung newbie n blom banyak tahu tentang semua aturan dan istilah. Makasih banyak karena udah mau bagi-bagi info, karena itu judul fanfic ini kuganti :)
Next story setting Sasusaku kelas XII SMU (jangan dipikirn ya timeline-nya ngacak gini ^^)
Rate: umm.. I guess M-
Naruto © Masashi Kishimoto
Child's Play: The Stories
Revenge
By: Ash D Portgas
Pada suatu malam yang cerah saat langit malam yang gelap dihiasi bintang yang bertaburan menemani bulan, suami-istri Haruno sedang asik bertukar pandang dan saling tersenyum menyentuhkan gelas anggur mereka.
Tingg..
Suara gelas yang beradu menambah suara lantunan saxophone Kenny G yang mengalun lembut di tengah rumah keluarga Haruno. Tunggu! Hanya suami-istri? Kemana putri mereka yang sudah enam belas tahun dan selalu ribut itu?
.
.
"Sakura? Ada apa?" di depan pintu rumahnya, Itachi menatap Sakura yang membawa tas kanvas di tangannya menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Sakura tiba-tiba menyerbu Itachi dan memeluknya.
"Itachi-niiiiiiiiiiiii... Aku diusiiiiiiiiiiiiiiir..."
"HEEE? Diusir? Diusir dari rumah maksudmu?" tanya Itachi tidak yakin dengan maksud Sakura. Sakura menatapnya dan mengangguk dengan sedih. Itachi menghela nafas dan merangkul Sakura masuk ke dalam rumah. Dia menuntun Sakura sampai di ruangan tengah di depan televisi. Di ruangan itu Sasuke sedang berbaring di sofa sambil membaca buku dan Itachi dengan santai mendorong kaki Sasuke hingga terjatuh di lantai berkarpet tebal.
"Apa sih?" protes Sasuke kesal tetapi tidak dihiraukan Itachi yang mendudukkan Sakura di sofa di sebelah Sasuke, kemudian Itachi buru-buru pergi ke dapur dan segera kembali sambil membawa secangkir teh hangat untuk Sakura yang sekarang menatap layar televisi yang sedang mati dengan wajah tertekuk.
"Ini, minum dulu," Itachi mengulurkan cangkir pada Sakura. Sakura menerimanya dan menghirupnya. Dari balik punggung Sakura, Sasuke mengirimkan kode pada Itachi yang duduk di sisi lain Sakura.
"Dia kenapa?" tanya Sasuke mengendikkan kepalanya ke arah Sakura.
"Tidak tahu," Itachi balas menaikkan bahunya. "Diusir katanya," lanjut Itachi sambil mengibaskan sebelah tangannya di balik punggung Sakura. Sasuke mengerutkan alisnya, tidak yakin dengan jawaban Itachi. Dia menunggu Sakura selesai minum.
"Kau haus ya?" tanya Sasuke melihat isi cangkir yang dipegang Sakura sudah tandas. Sakura hanya menatapnya dengan kesal. Itachi mengirimkan tatapan memperingatkan pada Sasuke dari belakang punggung Sakura.
"Hey Sakura, kau kenapa?" Sasuke akhirnya tidak tahan lagi dengan rasa penasarannya. Dengan cemberut Sakura menatapnya.
"Aku diusir," jawaban singkat Sakura seperti menampar Sasuke yang memang otaknya selalu cepat menganalisa.
"Diusir? A... apakah... apakah kita ketahuan?" sekarang dia menatap Sakura dengan pandangan yang bertanya seperti itu. Sakura tidak memahami tatapan panik Sasuke dan hanya memalingkan wajahnya.
"Memangnya apa yang kau lakukan Sakura?" tanya Itachi sabar. Sasuke makin panik. Habislah. Rahasianya bersama Sakura harus berakhir sampai di sini. Tetapi Sakura menggeleng.
"Tidak. Orang tuaku mau makan malam romantis bersama di rumah. Makanya aku diusir. Itu kan tidak adiiiiil!" rengek Sakura lagi. Sasuke menatap Sakura terbengong. Kali ini otaknya lambat memroses. Beberapa detik kemudian...
"APA SIH? jangan membuatku cemas dong!" Sasuke berdiri dan menuding Sakura dengan emosi bercampur kelegaan. Itachi menatapnya dengan terkejut. Cemas katanya? Baik juga ternyata anak ini, batin Itachi dan mengembalikan matanya pada Sakura yang menatap Sasuke dengan cemberut.
"Huh! Kupikir ada apa," Sasuke dengan kesal menghempaskan pantatnya di atas sofa lagi kemudian membuka bukunya lagi.
"Kau sudah makan Sakura?" tanya Itachi tersenyum pada Sakura. Sakura mengangguk.
"Aku baru saja selesai makan saat ibu mengusirku. Padahal aku belum mengerjakan tugas untuk dikumpulkan besok," rintih Sakura menatap tas kanvasnya. Itachi tersenyum dan menepuk kepala Sakura.
"Kalau begitu kerjakan saja. Sasuke akan membantumu,"
"Apa? Kenapa pula..."
"Aku juga menyimpan short cake. Kau mungkin mau makan beberapa potong, soalnya Sasuke kan tidak suka makan makanan manis," hibur Itachi tidak mengindahkan protes Sasuke yang sekarang tampak makin kesal dengan keputusan sepihak Itachi. Yah, Itachi memang cenderung akan melakukan apapun untuk menghibur Sakura, kenapa tidak sekalian saja ditukar Sakura yang jadi adiknya, protes Sasuke dalam hati.
Wajah Sakura sekarang tampak berbinar dan mengikuti Itachi membawa tasnya ke ruang makan di seberang ruangan televisi. Sakura mendudukkan dirinya di sebuah kursi sementara Itachi menunduk di depan kulkas dan mengeluarkan sepotong short cake berkrim putih di atas piring kecil. Dia meletakkannya di depan Sakura kemudian sibuk sebentar membuat teh lagi untuk Sakura dan meletakkannya di depan Sakura lagi.
"Untukku?" tanya Sasuke yang sudah mengikuti mereka dan menarik sebuah kursi di sebelah Sakura. Itachi meliriknya dan segera mengalihkan tatapannya pada Sakura untuk memberikan sebuah garpu kecil pada Sakura.
"Kusangka kau tidak makan yang manis-manis?" jawab Itachi enteng.
"Masa aku tidak dapat teh? Aku kan disuruh membantu dia," Sasuke dengan cemberut menuding Sakura dengan dagunya. Itachi menghela nafas dan mengambil sebuah cangkir lagi untuk Sasuke. Itachi akhirnya membuatkan secangkir teh tawar untuk Sasuke dan memegang cangkirnya sendiri sambil menatap Sakura yang mulai memakan cake-nya.
Sakura mulai mengeluarkan beberapa buah buku dan menggelarnya di atas meja. Sasuke berjengit menatapnya dan Sakura mulai mengeluarkan penanya lalu mulai menulis sambil sesekali menyendok potongan cake dan memakannya dengan nikmat.
"Ah, aku juga punya beberapa tugas yang harus kuselesaikan," komentar Itachi melihat kesibukan Sakura. Ia meletakkan cangkir tehnya di seberang sakura dan segera meninggalkan ruangan itu.
"Hh..kau itu. Apa tidak bisa bersikap biasa saja?" protes Sasuke pada Sakura saat kakaknya sudah menghilang. Sakura hanya menatap Sasuke dengan bosan.
"Aku tidak diajak makan malam bersama dan itu menyebalkan tahu!" bela Sakura dengan kesal.
"Kukira kau diusir sungguhan gara-gara yang waktu itu!" sergah Sasuke agak kesal. Sakura memiringkan kepalanya sedikit dan mengingat lagi kejadian 'waktu itu' yang dimaksud Sasuke. Waktu itu dia dan Sasuke memang sedang seru bergelut di tempat tidur Sakura saat ayah Sakura lewat di depan pintu kamar Sakura yang sedikit terbuka.
"Oh, yang waktu itu tou-san tidak sadar kok. Dia kelelahan setelah perjalanan seharian dari Oto. Dan dia memang sering tidur sambil berjalan ke kamar mandi," jelas Sakura nyengir dan memasukkan potongan cake ke dalam mulutnya. Sakura menjelaskan dengan santai. Waktu itu memang Sakura tetap santai-santai saja padahal Sasuke sangat panik karena melihat ayah Sakura sempat mengulurkan tangan ke pintu kamar Sakura.
"Kau tahu, wajahmu lucu sekali waktu itu," tambah Sakura terkekeh.
"Tidak lucu tahu!" sergah Sasuke menyesap tehnya yang hambar.
"Haah.. Bukankah sedikit seru kalau ada tantangannya, kau juga menyukai hal seperti itu kan?" sindir Sakura sambil menuliskan rumus yang diperlukannya dalam buku untuk memecahkan persoalan yang tertera di buku soalnya.
"Apa kau sudah pernah dengar kalau pembalasan lebih kejam dari perbuatan?" bisik Sasuke memajukan kursinya lebih dekat pada Sakura sambil menunduk pura-pura mengecek soal Sakura saat Itachi muncul dengan laptop di tangannya dan sebuah map. Itachi menarik kabel chargernya dan menancapkannya di sebuah stop kontak dan mulai menghidupkan laptopnya untuk bekerja.
"Jangan hiraukan aku, lanjutkan saja pekerjaan kalian," Itachi dengan santai menghirup tehnya lalu mulai berkutat dengan laptop dan kertas-kertasnya. Sasuke melirik Sakura dan menyeringai.
"Oke," ucap Sasuke sejenak membuat Sakura curiga.
Benar saja. Belum juga ada sedetik Sakura merasakan sebelah tangan Sasuke mengusap pahanya dan merayap sampai di pangkal pahanya mencoba menyusup ke paha bagian dalam Sakura. Dengan cepat Sakura menutup kakinya. Dia hanya memakai rok pendek berbahan ringan yang dengan mudah bisa disingkapkan begitu saja.
"Ah, jangan ditutup begitu Sakura," komentar Sasuke menyeringai sambil mengetukkan jarinya di atas buku Sakura seolah memberitahu kalau Sakura melakukan kesalahan dalam menjawab soalnya. Sakura menatapnya dengan sengit.
"Kalau kubuka urusannya akan panjang,"
"Bukannya kau menyukai tantangan? Kalau sudah ditutup begini, tidak ada yang bisa dikerjakan lagi," walaupun insting Itachi mengatakan kata-kata Sasuke tidak ada hubungannya dengan soal Sakura, Itachi membiarkannya saja. Siapa tahu Sasuke sedang mengajari Sakura trik-trik rahasia yang dipelajari Sasuke.
"Ayo buka," Sasuke masih mengetukkan jarinya. Tangannya yang di bawah meja mengusap-usap paha Sakura dengan lembut membuat kaki Sakura gemetar. Tubuh Sakura sudah terlalu terbiasa dengan tangan Sasuke. Dan semua bagian tubuhnya bisa dengan mudah takluk kalau Sakura tidak memaksa dirinya bertahan. Perlahan Sakura membuka kakinya dan membiarkan tangan Sasuke menyelip diantaranya.
"Nah, begitu dong," ucap Sasuke nyengir penuh kemenangan sedangkan Sakura mencoba berkonsentrasi dengan mulai menulis lagi. Sasuke mengambil bukunya dan memasang pose mulai membaca bukunya lagi sambil bersandar di kursinya sementara sebelah tangannya dengan santai bertengger di paha Sakura, jari-jari panjang Sasuke menggesek-gesek apa yang ditemukannya di ujung selangkangan Sakura. Bagian itu tertutup selapis tipis kain yang terasa lembab di ujung jari Sasuke. Perlahan Sasuke menekankan ujung jari-jarinya dan memperhatikan wajah Sakura yang memerah dan menggigit bibirnya berusaha keras menahan erangan.
Sasuke mendengus menahan tawa. Itachi meliriknya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Memangnya ada kejadian lucu apa dalam novel pembunuhan berantai yang dibaca Sasuke itu?
Akhirnya Sasuke menyelipkan satu jarinya ke dalam kain tipis itu dan merasakan kulit yang terasa lembab dan basah. Sakura mencengkeram penanya dan menahan nafasnya agar tidak terdengar terengah-engah. Padahal hanya sebelah tangan Sasuke, hanya jari-jarinya tetapi Sakura heran sendiri dengan reaksi tubuhnya. Tanpa menyadarinya Sakura makin melebarkan kakinya saat merasakan jari Sasuke yang kesulitan mencapai area yang diinginkannya. Dan saat itu bantuan langsung datang.
Ponsel Itachi yang diletakkannya di atas meja bergetar. Itachi meliriknya kemudian mengangkatnya sambil berdiri meninggalkan laptopnya ke ruangan sebelah. Sasuke langsung menarik kain tipis yang menghalangi jarinya itu dari pinggang Sakura dan Sakura hanya dengan pasrah mengangkat pantatnya dari atas kursi sebentar dan membiarkan Sasuke menarik celananya hingga terlepas di salah satu kakinya.
Dengan celana masih terjepit di salah satu paha Sakura, Sasuke menyeringai makin lebar melanjutkan aksinya. Kakaknya yang sudah kembali dan duduk di kursinya sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk menghujamkan jarinya ke dalam lorong Sakura.
"Ukh.." Sakura mengerang dan menjatuhkan kepalanya di atas meja. Itachi langsung menatap Sakura dengan khawatir.
"Soalnya sesulit itu ya?" tanya Itachi menatap kepala Sakura yang tertelungkup. Itachi mengalihkan tatapannya pada Sasuke yang menahan tawanya tetapi langsung bergerak mendekati Sakura seolah ingin melihat soal macam apa yang mampu membuat Sakura tumbang. Tetapi hal itu sama sekali tidak menolong Sakura karena posisi Sasuke yang merapat justru membuat Sasuke dengan mudah menarik jarinya dan menambahkan sebuah jari lagi untuk memberikan tusukan yang lebih dalam.
"Yang mana?" tanya Sasuke menarik buku Sakura dan menatap telinga Sakura yang memerah. Sakura menggapai sebuah bukunya yang terbuka dan membuatnya berdiri hingga menutupi wajahnya dengan sempurna dari pandangan Itachi.
"Hentikan!" Sakura menggerakkan mulutnya dan mencoba memberikan death glare-nya pada Sasuke tetapi di hadapan Sasuke yang kelihatan hanya wajah Sakura yang merah padam dengan mata hijau berbinar melamun sekaligus tampak mengantuk. Sakura menggigit bibirnya kuat-kuat takut mengeluarkan suara yang tidak cocok dengan situasi lagi.
"Yang ini?" tanya Sasuke menunjuk soal dengan acak sambil menarik jarinya di bawah sana hingga setengah keluar, "Atau yang ini?" tanya Sasuke lagi kembali menghujamkan jari-jarinya. Sakura hanya mampu menunduk merasakan tubuh bagian bawahnya yang terasa menghangat dan benar-benar basah kali ini, bukan lembab lagi.
"Ini mudah saja kok. Kau hanya perlu melakukannya dengan cara yang ini..." Sasuke memuntir jarinya di dalam lorong Sakura, "Kemudian ini..." Sasuke menambahkan gerakan ekstra di dalam sana, "Lalu begini," Sakura tidak lagi mendengarkan kata-kata Sasuke saat dia merasakan tubuhnya mengalirkan sesuatu dengan deras di bawah sana, "Dan selesai," lanjut Sasuke terdengar riang penuh kemenangan.
Sakura bersyukur akhirnya dia sudah mencapai klimaksnya. Dengan agak terengah-engah dia menatap Sasuke yang menarik tangannya dan menyembunyikannya di balik bukunya agar dia bisa menjilatnya tanpa terlihat oleh Itachi. Sasuke menjilati jari-jarinya sambil menyeringai menatap Sakura. Sakura membuang wajahnya menatap ke arah lain. Berapa kalipun Sasuke melakukannya, Sakura selalu terpancing dengan pemandangan itu dan membuat tubuhnya bereaksi lagi.
Sakura merasakan lagi cairan keluar dari dalam liangnya, membuatnya ingin sekali meletakkan jarinya di sana. Sakura menggeser sebelah tangannya mencoba menurunkannya ke bawah meja tetapi tangan Sasuke tiba-tiba sudah berada di sana lagi dan kembali memompa jari-jarinya lagi. Sakura semakin tidak tahan dan hanya mampu menundukkan kepalanya di bawah bukunya.
Itachi melirik Sakura dengan khawatir dan matanya menatap Sasuke yang sepertinya sedang seru membaca bukunya. Sasuke menerima aura dan tatapan peringatan Itachi lalu kembali menggeser duduknya merapat pada Sakura lagi. Lagi-lagi itu hanya memperparah keadaan Sakura.
"Kau mungkin butuh istirahat Sakura. Sepertinya soal-soal itu benar-benar bisa membunuhmu. Aku heran, padahal ini kan tidak sesulit itu," sindir Sasuke dengan cengiran lebar yang ditanggapi gelengan kepala Itachi. "Kau sudah mau menyerah lagi?" Sasuke kembali bertanya dan beberapa detik kemudian dia menerima semburan hangat lagi di tangannya.
Akhirnya Sasuke menarik tangannya dan membiarkan Sakura mengembalikan tenaganya yang terkuras oleh Sasuke yang dengan sembunyi-sembunyi berhasil mengeringkan tangannya dengan lidahnya. Sakura melirik Sasuke dan Sasuke memberinya cengiran puas. Sakura mengangkat kepalanya dan kembali menatap soal-soalnya.
Soal-soal di hadapannya ini bukan apa-apa. Sakura bisa menyelesaikannya dengan mata tertutup kalau saja tangan Sasuke tidak sibuk mengganggunya. Sekarang Sakura hanya ingin memakai celananya lagi sebelum Sasuke berulah lagi. Pelan-pelan Sakura menurunkan celananya agar sebelah kakinya bisa dimasukkannya tanpa kesulitan.
Drrrrrt...drrrrrt...drrrrt...
Ponsel Itachi bergetar lagi dan Sakura berpikir kalau itu kesempatan bagus. Itachi akan berdiri dan meninggalkan ruangan, jadi Sakura bisa memakai celananya lagi. Tetapi itu tidak terjadi. Itachi mengangkatnya dan menjepit ponselnya di antara telinga dan bahunya sambil mengetik. Kemudian Itachi dengan sibuk menoleh pada kertas-kertas dalam mapnya dan mulai membuka-bukanya menyebabkan sebuah kertas tergelincir jatuh ke bawah meja.
Sakura dengan panik menatap Itachi yang melirik kertasnya di bawah meja. Itachi memutuskan untuk menyelesaikan pembicaraan di ponselnya dulu baru mengambil kertas di bawah meja. Sakura hanya panik menatap Itachi yang berbicara di ponselnya dan mengucapkan penutup. Itachi meletakkan ponselnya dan mulai menunduk.
Tiba-tiba Sakura merasakan tangan Sasuke memegang kakinya dan menyentakkan celana Sakura yang tergantung hingga terlepas kemudian dengan cepat menjejalkannya ke dalam kantong celananya. Gerakan Sasuke yang tiba-tiba membuat selop Sakura terlepas dan terlempar sampai ke ujung meja makan. Itachi yang menundukkan kepalanya di bawah meja melihat selop Sakura yang terlempar.
BUAGH!
"AOWW!"
Suara Sasuke mengkonfirmasi keadaan yang diperkirakan Itachi sedang terjadi. Itachi mengambil kertasnya kemudian mengangkat kepalanya menemukan Sakura yang menggenggam tinjunya erat-erat serta Sasuke yang memegangi lengannya dengan wajah kesakitan.
Dua anak ini pasti saling menendang di bawah meja dan berakhir dengan Sakura memukul Sasuke, pikir Itachi menghela nafas.
"Haaah... sampai kapan sih kalian ini akan berhenti berkelahi!" komentar Itachi disambut wajah kesal Sasuke dan Sakura. Sekarang Sakura jelas-jelas menunjukkan tatapan membunuh pada Sasuke.
"Pembalasan akan lebih kejam dari perbuatan. Lihat saja!" geram Sakura terang-terangan. Sasuke memberinya seringai kesakitan sekaligus kemenangan dan Sakura memutuskan untuk menarik kursinya menjauh sebelum Sasuke kembali menjulurkan tangannya lagi berhubung Sasuke tidak mau mengembalikan celana yang dijarahnya tadi.
Hahaha...
Another stupid idea has crossed my head
