"Bagaimana keadaannya..." Tanya seseorang yang sedang berhadapan dengan seorang dokter.
"Lebih baik dari sebelumnya dia hanya butuh sedikit perawatan mentalnya agak bermasalah." Ucap sang dokter pada pria yang terlihat masih berumur 26 tahunan.
"Terima kasih..." Ucap pria itu. laki-laki itu bersyukur dengan apa yang dikatakan dokter itu. Dia sempat takut jika terjadi sesuatu pada orang itu.
.
.
.
"Bagaimana keadan mu sekarang apa lebih baik." pria yang ditanya hanya mengangguk.
"Kata dokter dua atau tiga minggu lagi kau boleh keluar." Ucap pria itu, orang yang di ajak bicara hanyadiam dan terus melanjutkan acara makannya. Laki-laki itu hanya bisa menghelai nafas melihat orang yang paling dia sayangi seperti orang asing.
"Bagaimana kalau selesai makan kita jalan-jalan ditaman." Pria yang sedang sakit itu mencoba berfikir sesaat lalu mengatakan jawabannya.
"Tidak..."
'ha...' lagi-lagi pria itu menghelai nafas.
.
.
.
Sasuke tahu mengubah pola pikir Naruto sangatlah sulit apa lagi keadaannya yang sekarang. Dia tak tahu apa kah ini akibat perbuatannya atau ujian dari Kami-sama. Jika saja Itachi tak datang dan mengolok-oloknya hingga pemikiranya berubah untuk datang kesini.
Naruto sedang berada dirumah sakit dan sedang kehilangan seluruh ingatannya. Peristiwa itu terjadi setelah pagi hari merka bertengkar dan salang tak menyapa. Naruto pergi menemui temannya yang bernama Gara tapi ditengah jalan dia menabrak Truk hingga mobilnya terguling dan masuk kejurang yang dalamnya 10 meter.
Sasuke tak tahu berita itu hanya Itachi kakak Sasuke yang tahu itu karena dia berada di Suna dan kejadian itu terjadi disana. Itachi segera datang kekantor adiknya hanya demi mendapat keterangan yang akurat apa yang terjadi. Sasuke bertekat dia akan merubah apa yang dilakukannya. Dia akan bersama Naruto sampai pemuda itu sembuh.. Semua pekerjaannya akan dia tunda jika bersama pemuda itu dan akan dia kerjakan malam dan ketika Naruto tidur.
.
.
.
Masih bergelut dengan sendok dan piring, pemuda pirang itu masih melanjutkan acara makannya sedangkan Sasuke hanya melihatnya saja. Sesekali pria pirang itu mengarahkan sendok pada pemuda raven itu namun pemida itu hanya menggeleng dan tak memakannya.
'Aku sudah kenyang perutku tak kuat.'
Naruto lalu menghentikan kegiatannya dan memasukan sendok itu pada mulutnya.
Miris... itu yang dirasakan Sasuke melihat istrinya memakan makanan yang jelas-jelas hanya ilusi yang dibuatnya.
Ya... Naruto memang tak sedang memakan sesuatu dia hanya pura-pura.
Kegiatan yang dilakukan Naruto berjalan hingga dia bosan. Memang jika di pikir Naruto sedang sedikit gila tapi kata dokter keadaan Naruto hanya depresi atau tegang saraf sesaat. Memang dia hilang ingatan tapi tidak mengakibatkan kegilaan hanya dia sedikit berilusi. Tapi harus berhati-hati dan mengawasi apa yang dilakukannya bisa saja ada sekilas ingatan dan bisa mempengaruhi mentalnya.
"Oh ya kau siapa ya..."
"Sasuke... Sasuke ... Naruto tadi aku sudah mengatakannya."
"Oh... Sasuke akan aku ingat."
Sasuke lagi-lagi menghelai Nafas, Naruto tak ingat namanya lagi apa sebegitu bencinya hingga melupakan Namanya.
"Siapa nama mu..." Lagi-lagi Naruto melupakan Nama Sasuke.
.
.
Maaf kalau bahasanya kurang tepat atau tak enak karena fic ini agak kaku.
Ok fic ini menceritakan kedekatan sasuke dalam menghadapi kecuekan naruto pasca kecelakaan dan melupakan sasuke.
.
06 Oktober 2015
