See The Ghost

Chapter 2

Author : NiniSoo1288

Main Pair : Kai x Kyungsoo (KaiSoo). Slight Kai x Baekhyun (KaiBaek)

Warning : Boys Love (BXB)

Summary : Do Kyungsoo yang memiliki kelebihan indra, harus bertemu dengan ruh Baekhyun yang sedang membutuhkan sebuah bantuan.

IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. Thank You

Sorry for Typos

Happy Reading~~

Hari ini adalah hari pertama Kyungsoo benar-benar terjun kedalam dunia kerja. Sedari tadi Kyungsoo menautkan tangannya yang mulai berkeringat dingin. Dia sangat gugup, dalam waktu hitungan menit dia akan bertemu dengan Presdir sebuah perusahaan besar di Seoul. Entah sudah berapa kali Kyungsoo menghembuskan nafasnya, dia benar-benar gugup apalagi mengingat dia sangat tidak pandai dalam urusan berkomunikasi. Hidup nya sedari kecil di penuhi dengan kesendirian, teman berbicaranya hanya orang tuanya. Itu pun dia tidak bisa menggunakan bahasa informal kepada atasannya sebagaimana dia gunakan saat bersama orang tuanya. Hey, ini dunia kerja seakrab-akrab nya bawahan dengan atasan tidak akan mungkin berbicara informal saat berada di kantor.

Baekhyun yang melihatnya hanya tersenyum. "Kau gugup? Tenanglah dia tidak sekejam yang seperti mereka katakan" Baekhyun mencoba menenangkan lewat sentuhannya di bahu Kyungsoo.

"Itukan kepadamu. Tentu saja dia tidak kejam karena kau tunangannya. Menyebalkan"

Baekhyun tertawa mendengarnya.

Kyungsoo melirik Baekhyun sinis. "Apa ada yang lucu? Aku disini sedang gugup bukan sedang melawak"

Mendengar perkataan sinis itu seketika Baekhyun menghentikan tawanya. "Yak! Kenapa kau sangat sensitife sekali? Aku bicara sungguhan dia memang terlihat dingin dan angkuh tapi percayalah jika kau sudah mengenalnya sifat itu tidak pernah melekat dalam dirinya"

"Dan yang sekarang aku khawatirkan adalah bagaimana bisa menjadi orang yang bisa dekat dengannya seperti yang kau katakan" Kyungsoo menghembuskan nafasnya kasar. "Baekhyun sepertinya aku tidak bisa membantumu. Mianhae"

Baekhyun membelalakan matanya sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak Kyungsoo, kau bahkan belum mencobanya kan? Ayolah, aku yakin kau bisa. Ah, aku akan membantumu supaya kau bisa dekat dengannya. Tenang saja, aku akan memberi mu sebuah tips nya"

"Tapi aku tidak yakin"

Baekhyun mendesah. "Ayolah Kyungsoo, kau harus menanamkan sifat percaya diri di hatimu. Kau pasti bisa menjalani semuanya. Kyungsoo-ya Fighting!" sambil mengepalkan kedua tangannya Baekhyun mencoba untuk menyemangati Kyungsoo.

"Akan aku coba. Tapi jika aku benar-benar tidak bisa kau jangan memaksa ku lagi ya?"

Baekhyun menganggukan kepalanya.

"Tuan Do silahkan masuk, Presdir Kim sudah menunggumu di dalam"

Kyungsoo terkejut dan segera berdiri lalu membungkuk kepada perempuan itu. Dengan kaki gemetar Kyungsoo memasuki ruangan yang di ketahuinya adalah ruangan Presdir nya. Didalam ruangan itu ada lagi sebuah ruangan, Kyungsoo berfikir mungkin ruangan satu ini yang akan menjadi tempat kerjanya. Sebelum membuka pintu yang terakhir, Kyungsoo mencoba untuk mengatur nafasnya.

Baekhyun yang melihatnya hanya bisa tertawa. "Hey, kau bukan sedang dalam sebuah kompetisi. Kenapa kau segugup itu"

Tanpa menjawab perkataan Baekhyun, Kyungsoo mulai membuka pintu yang berada di depannya lalu mulai melangkah masuk. Disana terlihat seorang pria dengan setelan jas kantornya sedang duduk di kursinya sambil tangannya sibuk menanda tangani sebuah kertas-kertas yang ada di atas meja.

Kyungsoo berdeham. "Selamat pagi Presdir Kim" Kyungsoo membungkukan badannya Sembilan puluh derajat.

Pria yang disapa pun mengangkat kepalanya dari kertas-kertas yang sedang dia baca. Tepat, saat Kyungsoo mengangkat badannya sehabis membungkuk matanya langsung bertatapan dengan mata tajam milik Presdir nya. Seketika Kyungsoo menegang di tempat, kaki nya sulit di gerakan, lidahnya kelu seolah tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Mata itu sangat mengintimidasinya.

"Ah, anda Do Kyungsoo? Silahkan duduk" Presdir yang di kenal bernama Kim Jongin itu melipat tangannya di meja sambil memperhatikan Kyungsoo yang masih setia berdiri di tempatnya.

Jika bukan Baekhyun yang menepuk bahu nya mungkin Kyungsoo tetap berdiri di tempatnya dengan segala pemikirannya. Sambil tersenyum yang terkesan di paksakan Kyungsoo berjalan, dan duduk di kursi yang tepat berada di hadapan Jongin.

"Jadi, Sekretaris Do apa anda siap memulai bekerja hari ini?" Tanya Jongin tanpa senyuman untuk sebuah sapaan pertemuan pertamanya.

"Ya, saya siap Presdir Kim" sambil menganggukan kepalanya kaku, tangan Kyungsoo saling terkepal di bawah meja.

"Baik, anda boleh langsung keruangan yang sudah disiapkan tepat di depan ruangan saya. Pekerjaan anda sudah berada di atas meja, anda hanya tinggal membacanya dan mengerjakannya"

"Baik" Tanpa lama-lama lagi Kyungsoo segera berdiri dan membungkukan badannya lalu segera pergi dari ruangan yang menurutnya sangan menyeramkan.

Kyungsoo hanya mengaduk makanannya tanpa ada minat untuk memakannya. Baekhyun yang berada di depannya hanya mengerutkan dahinya melihat tingkah pria yang ada di hadapannya. Sekarang Kyungsoo berada di Restaurant setelah setengah hari berkutat dengan pekerjaan yang bisa membuatnya tua lebih cepat.

"Kyungsoo jika makanan itu bisa berbicara mungkin dia sudah berteriak kepada mu untuk segera memakannya"

Kyungsoo menghembuskan nafasnya, alih-alih segera memakannya justru Kyungsoo meletakan kepalanya di atas meja.

"Kyungsoo kau tau? Kau sudah menghabiskan setengah jam hanya untuk mengaduk makanan itu dan sekarang kau justru tidak segera memakannya"

"Baekhyun, apa Presdir memang menatap orang begitu tajamnya?"

Baekhyun mendesah. "Jadi sedari tadi kau diam hanya memikirkan hal itu?"

Kyungsoo menganggukan kepalanya lemah.

"Heol! Kemana Kyungsoo yang dingin dengan segala keberaniannya?"

Kyungsoo mengangkat kepalanya yang sedari tadi dia letakan di atas meja. "Ini berbeda Baekhyun. Tatapan matanya benar-benar mengintimidasi ku, seakan-akan aku adalah seorang pembunuh yang sedang di introgasi"

"Saat bertemu dengan ku kau berani sekali, membentakku padahal aku hantu yang seharusnya kau takuti. Tapi justru kau lebih takut dengan sesama manusia?"

"Sudah ku katakan itu berbeda. Lagi juga, wajahmu itu tidak ada seram-seram nya tahu. Yang ada seperti anak anjing yang minta di adopsi" ujar Kyungsoo sambil menunjuk wajah Baekhyun menggunakan sumpit.

"Turunkan sumpit mu jika tidak ingin di anggap aneh"

Kyungsoo langsung sadar kalau sekarang dia sedang berbicara dengan hantu. Dengan kaku dia menurunkan sumpitnya dan segera melihat sekitarnya. Menghembuskan nafas lega setelah melihat orang disana tidak ada yang memperhatikannya.

"Ah, sudah ku katakan dia memang terlihat dingin dan angkuh tapi itu hanya untuk kesan pertama orang yang melihatnya. Setelah kau mengenalnya lebih dalam sifat itu tidak pernah melekat di dirinya. Percayalah pada ku Kyungsoo, karena aku juga pernah mengalami keadaan yang sama seperti mu"

"Kau berbeda Baekhyun, kau ini kan tunangannya"

"Yak!" Baekhyun yang kesal menampar kepala Kyungsoo pelan. "Dengarkan perkataan ku. Aku juga pernah mengalami keadaan yang sama seperti mu. Pertemuan pertama ku dengannya, dia juga menatap ku seperti itu. Hanya saja aku lupa, kenapa aku bisa bertemu dengannya bahkan sampai bisa bertunangan dengannya. Ah, separuh memori ku hilang yang aku ingat saat jiwa ini bangun hanya kenangan tentang Jongin"

"Mungkin sebuah pertemuan tak disengaja seperti kau menabraknya di sebuah tempat dan kalian saling tatap lalu saat itu Boom kalian jatuh pada sebuah Love at First Sight" ujar Kyungsoo dengan menggebu-gebu.

Baekhyun menatap Kyungsoo risih, kenapa Kyungsoo jadi seperti seorang penulis cerita Romance. "Hey, kita sedang membicarakan untuk kelanjutan hubunganmu dengan Jongin. Bukan sedang bernostalgia tentang kisah cinta ku dengan Jongin"

Kyungsoo mendesah kasar sambil kembali meletakan kepalanya di atas meja. "Aku lelah, dia itu seperti mempunyai sebuah dinding yang tidak akan bisa ku lewati"

"Kau itu berlebihan sekali. Jika aku saja bisa membuatnya dekat dengan ku begitu juga kau Kyungsoo. Ayolah jangan menjadi orang yang pesimis begitu"

"Aku melihat dari pancaran matanya Baekhyun. Dia benar-benar telah membentengi dirinya sendiri. Apa mungkin ini berkaitan dengan meninggalnya dirimu?"

Baekhyun menunduk sedih. "Aku juga tidak tahu, dia terlihat berbeda saat terakhir aku melihatnya. Dia benar-benar seperti bukan Jongin yang aku kenal"

"Lihat, kau saja berfikir seperti itu"

Baekhyun masih menundukan kepalanya, dia juga sama lelah nya. Entah karena kejadian apa dia bisa meninggal, semua ingatan itu hilang yang dia ingat hanya sebuah kenangan indah bersama Jongin.

Kyungsoo melihatnya merasa iba, entah kenapa dia merasa kalau Baekhyun berbeda dari hantu yang selama ini dia temui. Jika di sebut hantu justru dia terlihat seperti Ruh yang tersesat, yang tidak mengetahui dimana letak raganya berada. Kyungsoo menepuk bahu Baekhyun dan tersenyum tulus. "Tenang saja aku akan berusaha untuk ini. Aku akan tetap membantu mu, sudah tidak perlu bersedih aku lebih suka melihat mu yang banyak bicara"

Baekhyun tersenyum sambil menggenggam tangan Kyungsoo. "Gomawo Kyungsoo-ya"

Kyungsoo baru enam hari bertemu dengan Baekhyun, tetapi dia sudah merasa dekat dengannya. Padahal jika diketahui Kyungsoo itu orang yang antisosial, dia bahkan tidak mengerti cara menjalin sebuah persahabatan. Tetapi dengan Baekhyun dia merasa semuanya tidak ada gangguan sama sekali. Maka karena dia adalah hantu pertama yang menjadi temannya, Kyungsoo akan berusaha semampu mungkin untuk membantu sosok hantu yang ada di depannya.

Kyungsoo menghembuskan nafas lelah nya, dia meletakan kepalanya di atas meja yang masih penuh dengan kertas-kertas yang harus dia kerjakan. Ini sudah hari ke empat belas dia bekerja di perusahaan yang di pimpin oleh Kim Jongin. Dan tujuh hari terakhirnya harus dia habiskan di kantor menemani Jongin. Mereka akan mengikat suatu hubungan kerja sama dengan sebuah perusahaan besar yang berada di Jepang. Maka dari itu, tentunya Jongin sebagai pemimpin perusahaan akan sangat sibuk mengingat ini adalah sebuah kesempatan emas untuk perusahaannya. Dan Kyungsoo tentu tidak bisa bertumpang kaki melihat atasannya bekerja semalam suntuk, dia juga harus ikut andil dalam membuat laporan yang akan menghasilkan suatu yang memuaskan bagi perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya.

Tujuh hari terakhirnya dia harus habiskan dengan bekerja dan bekerja. Hari Senin hingga Sabtu dia harus berada di kantor hingga pukul 01.00 dini hari, dan keesokan harinya dia harus berangkat pagi-pagi sekali. Biasanya hari minggu dia akan mengisinya dengan tidur sepuasnya kini sirna, karena dia harus membawa pekerjaan nya ke rumah. Kyungsoo memang sengaja membawa pekerjaannya ke rumah, karena jika dia hanya mengandalkan di kantor sungguh itu tidak akan bisa selesai dengan cepat. Apalagi Jongin hanya memberikan waktu yang sangat singkat untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dan itu membuat Kyungsoo harus bekali-kali mengerang frustasi. Jika dia tahu kalau bekerja di sebuah perusahaan sebegini rumit nya. Mungkin dia tidak akan mau untuk melamarnya. Lebih baik dia membuka usahanya sendiri.

Dengan badan yang serasa di timpa batu besar Kyungsoo mencoba berjalan ke ruangan Jongin untuk memberikan sebuah laporan yang sudah dibuatnya hari ini. Sebelum masuk Kyungsoo mengetuk pintu terlebih dahalu, lalu segera melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu. Ini sudah empat belas hari dia bekerja sebagai sekretaris Jongin, tapi Kyungsoo masih saja merasa gugup dengan tatapan mata tajam Jongin.

"Presdir Kim, saya ingin memberikan hasil laporan saya untuk hari ini. Jika masih ada kekurangan silahkan beritahu saya, maka saya akan memperbaikinya"

Sambil memijat pangkal hidungnya Jongin berkata "Ya, Terima kasih Sekretaris Do. Silahkan letakan di meja"

Kyungsoo mengangguk patuh lalu segera meletakan laporan itu di meja Jongin. Sebelum keluar dari ruangan itu Kyungsoo membungkuk dan sekilas menatap raut wajah Jongin. Dari wajahnya Jongin juga sama lelah nya dengan dia, atau mungkin lebih lelah. Terlihat dari ekpresinya yang kadang mengerutkan keningnya, kadang memijat pangkal hidungnya. Oh, jangan lupakan lingkaran hitam yang berada di sekitar matanya.

Setelah keluar dari ruangan Jongin Kyungsoo di kagetkan oleh kehadiran Baekhyun yang secara tiba-tiba. "Astaga! Kau bisa tidak, jika datang jangan mengagetkanku" Kyungsoo mendasah lalu segera duduk di kursinya lagi, berkutat dengan komputernya.

"Sampai kapan kalian berhenti mengerjakan pekerjaan ini?"

"Sampai semua laporan terselesaikan dan pihak perusahaan mendapatkan sebuah tanda tangan untuk dimulainya suatu kerja sama"

"Kyungsoo aku tahu kau lelah, istirahatlah. Jangan terlalu memaksakan dirimu untuk pekerjaan yang dirasa tidak ada habisnya ini. Jongin juga butuh istirahat, aku sedih melihat nya akhir-akhir ini yang seolah kembali kepada masa-masa dia saat pertama kali aku mengenalnya"

"Aku tidak bisa istirahat dengan tenang Baek jika pekerjaan ini masih menungguku"

"Berhenti menjadi penggila kerja Kyungsoo!" Baekhyun membentak, dia benar-benar sudah lelah. Dia meminta bantuan Kyungsoo agar Kyungsoo bisa menghentikan Jongin jika dia sudah gila dalam pekerjaannya. Tapi, justru Kyungsoo juga mengikuti jejak Jongin.

Kyungsoo terdiam, atensinya kearah Baekhyun yang sudah memasang wajah siap untuk menerkam siapapun. Baekhyun mendesah "Kau tau ini sudah pukul 01.00 dini hari. Kau harus benar-benar istirahat jika tidak ingin kesehatanmu menurun Kyungsoo. Dan juga, tolong ingatkan itu kepada Jongin. Sekarang pulanglah, ajak Jongin juga untuk pulang. Sudah cukup, apa kalian tidak merasa lelah sama sekali?"

Jika di bilang lelah, sungguh Kyungsoo merasa jika sekarang badannya seperti tidak mempunyai tulang, sangat lemas. "Tapi aku tidak berani untuk mengatakannya Baek"

"Lakukan Kyung, cukup katakana jika kau lelah dan ingin segera beristirahat. Maka dia akan menyetujuinya"

"Bagaimana jika aku di marahi?"

"Aku yakin tidak Kyung. Cobalah"

"Jika aku sampai di pecat dari sini, kau jangan lagi meminta bantuan kepada ku ya"

Baekhyun berdecak "Itu sangat berlebihan Kyung jika kau sampai di pecat"

Dengan rasa percaya diri yang di batas minimum Kyungsoo melangkahkan kakinya menuju ruangan Jongin, mengetuk pintunya lalu melangkah masuk. Di lihatnya Jongin masih meneliti setiap kertas-kertas yang ada di mejanya. "Presdir Kim" cicit Kyungsoo

Jongin mendongakan kepalanya setelah lama menunduk membuat lehernya sedikit sakit. Menatap Kyungsoo dengan kening berkerut. "Ya, Sekretaris Do?"

Kyungsoo menghembuskan nafasnya sebelum berbicara. "Saya rasa kita bekerja cukup sampai waktu ini. Saya merasa tubuh saya lemas akhir-akhir ini. Maafkan saya Presdir jika saya lancang" kini Kyungsoo hanya bisa menundukan kepalanya tidak berani menatap Jongin.

Jongin melihat jam tangannya, pukul menunjukan 01.30 dini hari. Sambil mendesah berat jongin menutup laptop nya. "Baiklah, segera bereskan pekerjaan anda kita akan segera pulang"

Kyungsoo mendongakan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Tapi melihat Jongin yang sudah mulai membereskan kertas-kertas yang berserakan di atas mejanya, Kyungsoo menjadi yakin dengan pendengarannya. "Baik Presdir" sambil membungkuk Kyungsoo keluar dari ruangan Jongin.

Setelah membereskan semua kekacauan yang ada di atas meja kerjanya, Jongin keluar dari ruangannya dan mendapati Kyungsoo yang sedang menguap kecil sambil menunggu kehadirannya.

Melihat Jongin yang sudah keluar dari ruangannya membuat Kyungsoo berdiri dengan tegak. Membungkuk Kyungsoo mencoba pamit lebih dulu, karena tubuhnya memang sudah sangat membutuhkan kasur empuk nya.

Tetapi Jongin segera menghentikannya dengan berkata "Anda pulang bersama siapa Sekretaris Do?"

"Ah saya akan menaik taksi Presdir Kim"

"Pulang bersama saya saja"

Kyungsoo membelalakan matanya sambil menggeleng. "Tidak, tidak perlu Presdir Kim. Sungguh, saya juga sudah terbiasa pulang menaik taksi"

"Tetapi saya sangat tidak suka sebuah penolakan"

Skakmat Kyungsoo langsung terdiam, tanpa ada bantahan lain dia hanya mampu menganggukan kepalanya. Mengikuti langkah Jongin menuju basement tempat mobil Jongin terparkir. Setelah mendapatkan mobil yang di carinya. Mereka segera memasukinya, mereka sama-sama lelah dan butuh istirahat.

"Letak apartemen saya di Gangnam Apartemen Presdir Kim"

"Panggil saja Jongin, ini bukan di dalam kantor Kyungsoo. Jadi anggap saja kalau aku teman mu dan kau teman ku. Tidak perlu bicara seformal itu jika bukan di kantor"

"Ah baiklah"

Selama perjalanan menuju apartemen Kyungsoo tidak ada sebuah pembicaraan di antara mereka. Kecanggungan melingkupi mereka, Kyungsoo dan Jongin memang tidak pandai untuk langsung dekat dengan orang yang baru di temuinya. Jadi, mereka sama-sama saling menutup mulutnya.

Kyungsoo mencari posisi ternyaman untuk tertidur, karena mata memang tidak bisa di anggap kompromi untuk tetap terjaga. Lagi juga jarak dari kantor ke apartemennya lumayan jauh, maka dia memutuskan untuk mengistirahatkan matanya barang sejenak.

Setelah sampai di depan apartemen Kyungsoo, Jongin tidak merasakan ada sebuah pergerakan dari seseorang yang berada di sampingnya. Dia menolehkan kepalanya dan mendapati Kyungsoo yang tertidur dengan sangat pulas. Dengkuran halus nya pertanda bahwa dia benar-benar merasa lelah. Memandang Kyungsoo lama, seketika sebuah ingatan terlintas di kepalanya. Meletakan kepalanya di kemudi stir Jongin berucap lirih dengan suara sarat akan kerinduan yang mendalam. "Baekhyun aku sangat merindukanmu" satu tetes air mata lolos dari pelupuk matanya.

Baekhyun yang berada di kursi belakang mobil Jongin hanya bisa menatap nya dengan mata yang penuh derai air mata. "Aku juga sangat merindukanmu Jongin. I Love You"

.

To Be Continue….

.

.

Hallo!

Aku gak tau lagi sekarang aku lagi buat cerita kaya apa. Sumpah ini acak-acakan banget dari segi bahasa atau dari manapun ini tuh super duper buat aku sedih. Kenapa jadi kaya gini? Hiks. Padahal yang ada di otak ku tuh kaya gini, gini tapi kenyatannya aku gak bisa menuangkan ide yang ada di kepala ku kedalam kata-kata yang sempurna. Mianhae..

Tapi aku lagi gak bisa sedih hari ini wkwkwk. Aku lagi senang gegara moment KaiSoo. -Ahhh OTP gw berlayar terus- wkwkwk kalian udah liat foto mereka masak berduaan belom? Ya ampun sumpah itu buat aku ambyar sekaligus gak percaya wkwk. Pertama aku liat tuh di IG aku kira itu editan, kan banyak tuh yang ngedit-ngedit kan. Aku coba lihat ada sebuah kejanggalan gak di foto itu, kan biasanya kalo editan tuh kaya ada kejanggalan nya gitu kan kaya wajah sama lehernya lah yang gak pas gitu kan, pokoknya ada deh. Aku langsung bilang 'Koq ini real banget si' masih mencoba mencari nih. Aku cari deh logo yang suka tertera di pict nya kan, kaya siapa gitu yang ngedit kan suka ada tuh. Emang ada terus si.

Eh aku langsung bilang lagi 'Koq gak ada si? Jadi ini real?' abisnya yang bikin aku gak percaya tuh caption disitu Cuma tulisan 'Kaisoo' atuh lah mana aku tau kalo itu real. Akhirnya buka aku IG si Kai ehh banyak yang ngetag in dia foto yang sama, malah penuh kali mah sama foto itu. Dan disitu ada caption yang lengkap, setelah tau itu dari twitter EXO-L Japan aku langsung buka twitter dan Bang! Bagai dapat durian runtuh aku seneng bangettttt sumpahhhhh. Masih kobam ajah ini dari tadi wkwkwk. Gimana gak seneng coba, akhirnya, akhirnya ya salah satu imajinasi aku di FF itu terealisasikan. Gimana gak mau jingkrak-jingkrak coba aku. Mana mereka mukanya bahagia gitu, kan aku nya juga jadi bahagia gitu. Apalagi perbedaan tinggi badan, besar badan dan lengan mereka yang kontras banget. Sumpah disitu Kyungsoo mungil banget. Jadi pengen ngarungin.

Wkwkwk jadi curhat, maafkeun. Soalnya ini tuh senengnya sama kaya tau kalau lebaran hanya menghitung hari wkwkwkw.

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakannya. Mohon maaf lahir batin jika ada salah salah kata.

Maaf untuk Typo yang bertebaran, ini tanpa di edit lagi langsung aku post. Jadi maaf banget ya.

Dan terima kasih untuk yang udah review di chapter sebelumnya. Maaf jika kelanjutannya gak memuaskan. Dan di chapter ini aku meminta kalian untuk mereview lagi ya. Buat perbaikan di chapter selanjutnya.

Terima Kasih

NiniSoo1288