hanna

dul

set

Lee Sungmin point of view

Dokter muda itu sungguh tampan dan begitu mempesona. Aku langsung menyukainya sejak pertama kali melihatnya. Aku bercermin didalam kamar mandi ruang rawatku melihat wajah manisku dengan seksama, bertanya apakah aku pantas menyukai dokter setampan dokter Choi Siwon

"Minnie-ah! Apa yang dikatakan dokter? Kapan kamu bisa pulang sayang?" Tanya eomma menyuapiku

"mungkin dua atau tiga hari lagi eomma" jawabku terus membalas email dari eonnie

"sepi rasanya dirumah tidak ada kamu juga eonniemu" keluh eomma

"tiga hari lagi eonnie akan pulang eomma! Kami saling mengirim email setiap hari. Saat ini eonnie sedang menikmati suasana Vienna Italy. Dia sungguh beruntung bisa merasakan traveling tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun" aku sungguh mengagumi eonnieku itu

"yah karena dia memilki fisik yang sangat sempurna yang bisa menjadikannya seorang model professional" eomma membaca percakapanku dengan eonnie melalui email.

"eomma! Dokter yang kini menangani aku sudah diganti bukan dokter Cho lagi, tapi kali ini dokter Choi yang tampan itu yang akan menanganiku. Eomma apakah ini yang namanya jatuh cinta? Pertama kali berjumpa dengan dokter tampan itu jantung Minnie sungguh berdebar. Minnie merasa bahagia sekali berada didekatnya dan ingin selalu untuk terus menemuinya" aku ceritakan apa yang sedang aku rasakan terhadap dokter Choi yang sangat tampan itu

"ya memang sudah saatnya kamu merasakan jatuh cinta Minnie-ah! Kamu adalah yeoja yang cantik dan menarik. Selain itu kamu juga sangat cerdas dan juga berbakat. Kamu pantas mendapatkan namja yang sempurna seperti dokter yang kamu ceritakan itu" eomma memelukku

"tapi bagaimana jika dokter itu sudah memiliki kekasih eomma! Dan jika dokter itu memang belum memiliki kekasih bagaimana jika dokter Choi menyukai eonnie?" aku menakutkan banyak hal

"Minnie-ah kamu harus percaya takdir Tuhan! Jika Tuhan memang menjodohkan kamu dengan dokter Choi itu, maka seribu yeoja yang super cantik diluar sana tidak akan menjadi halangan buat kalian. Kamu berdoa saja semoga Tuhan mentakdirkan kamu untuk bisa bersama dengan dokter Choi itu" eomma memberiku nasehat.

Kim Heechul point of view

Traveling keliling Eropa berakhir sudah. Banyak oleh – oleh yang aku beli dikota fasion itu untuk aku hadiahkan buat appa, eomma juga Minnie.

Mereka sudah menyambutku dengan hangat saat menjemputku dibandara Incheon.

"apakah kalian merindukanku?" tanyaku saat memeluk appa, eomma dan terakhir Minnie

"tentu saja sayang" jawab eomma mencium pipiku

"eonnie akulah orang yang paling merindukanmu" Minnie sepertinya enggan melepaskan pelukannya

"bohong! Bukankah kamu sudah menemukan namja tampan saat dirumah sakit itu? Mana mungkin kamu masih merindukanku" aku menggoda Minnie yang akhirnya merasakan jatuh cinta juga

"eonnie! Apa eomma cerita pada eonnie" Minnie tampak malu

"tentu saja eomma cerita! Bagaimana perkembangannya? Apa kalian suka berkomunikasi?" Tanyaku penasaran merangkul bahunya berjalan menuju pelataran parkir dimana mobil Alphard appa diparkir

"terakhir bertemu saat hendak check out, dokter Choi hanya bilang jaga kesehatan, itu saja" keluh Minnie

"sabar dong! Bulan depan kamu kan pasti akan ketemu lagi sama dokter itu! Nanti eonnie bantu deh mintain nomer telponnya sekalian pin BBnya" aku cubit hidung Minnie yang mancung dan mungil itu

"tapi bagaimana jika dokter itu malah lebih menyukai eonnie yang jauh lebih cantik dari aku" Minnie mulai merendahkan dirinya

"Minnie-ah eonnie tidak akan pernah jatuh cinta lagi selain sama oppa Prince yang telah memberikan eonnie cincin indah ini" aku pamerkan cincin kenangan yang dihadiahkan oppa Prince buatku yang sekarang sudah muat dijari manisku.

"kemana oppa prince yang tampan itu sekarang? Apa kamu sudah menemukannya?" tiba – tiba eomma bersuara

"opso eomma" jawabku sedih

"tapi apa yang aku bilang itu memang benar. Hatiku sudah tertambat pada oppa misterius itu" aku terus membayangkan wajah tampan dari oppa Pince yang tampan itu

"kalian sedang membicarakan siapa?" appa akhirnya ikut bersuara juga

"cinta pertamanya Heechul yobow! Dia bertemu namja dewasa yang sudah meninggalkan kenangan indah dan telah menghadiahi sebuah cincin platina saat Heechul ulang tahun yang ke 11" eomma mewakiliku untuk menjawab pertanyaan appa

"dimana kamu kenal namja itu?" apa tampak penasaran

"toko buku" jawabaku singkat

"lihatlah yobow cincin mewah ini namja itu berikan kira – kira 12 tahun yang lalu! Tentu saja dia bukan namja biasa yang bisa menghadiahi Heechul cincin yang mewah dan mahal seperti ini" eomma memamerkan cincin pemberian oppa Prince

"lalu dimana namja itu sekarang?" Tanya appa melihat cincin dijari manisku

"entahlah dia menghilang tanpa kabar appa" jawabku pelan

"bagaimana mungkin kamu mau menghabiskan masa mudamu untuk menunggu namja yang menghilang tanpa kabar? Appa sudah punya calon yang sangat pantas untukmu!" appa mulai menunjukan sikapnya yang menyebalkan dan sok ngatur

"yobow!" eomma menyiku pinggul appa

"masih musim yah menjodohkan anak dengan pilihan appa" keluhku ketus

"namja ini bukanlah namja biasa! Lihat dan bacalah profilenya" appa menunjukan cover sebuah majalah bisnis dimana seorang namja dewasa dan tampan menjadi covernya.

Namja itu bernama Hankyung, dia pengusaha sukses termuda di Korea usianya baru 33 tahun. Saat ini dia memiliki perusahaan telekomunikasi penyedia jaringan telpon selular dan memiliki stasiun televise swasta yang memuat bisnis dan berita.

Sungguh bukanlah namja biasa, tapi aku sama sekali tidak tertarik pada namja bernama Hankyung itu

"Minnie-ah! Apa kamu tertarik pada namja ini?" aku tunjukan majalah bisnis itu pada Minnie

"aku sudah jatuh cinta sama dokter Choi eonnie!" jawab Minnie polos membuatku mencubit pipinya

"besok rencananya appa akan mengundang Hankyung-ssi makan malam dirumah" appa terus saja mengutarakan niatnya untuk menjodohkan aku dengan namja dewasa itu

"yobow apa itu tidak terlalu cepat?" eomma tampak membelaku

"sebenarnya rencana ini sudah lama ingin appa lakukan, tapi kamu malah sibuk dengan kegiatan modelmu itu dan traveling keliling Eropa" appa berkata serius sekali

"terserah appa! Lakukan apa yang appa inginkan" ujarku ketus.

Sehari kepulanganku ke Seoul, appa benar – benar membuatku emosi. Dia melarangku keluar menemui Jessica dan Sunny sahabatku sekedar berbagi cerita karena malam nanti tamu bernama Hankyung akan datang.

"Heechul-ah boleh eomma masuk?" Tanya eomma dari luar

"masuklah eomma!" jawabku tanpa turun dari kasurku

"kamu pasti masih marah sama appa" eomma menghampiriku lalu duduk disampingku

"appa benar – benar sangat menyebalkan eomma!" aku mengeluh

"miane karena eomma tidak berhasil membujuk appa untuk membantalkan niat menjodohkan kamu dengan namja itu. Tapi ketahuilah dia adalah namja yang paling pantas untuk bersanding denganmu sayang" eomma mencoba menghiburku

"eomma tapi aku sama sekali tidak menyukainya" aku sandarkan kepalaku dibahunya

"sayang dengarkan eomma! Tidak ada satupun orang tua yang ingin anaknya menderita. Appa berusaha memberikan yang terbaik buat kamu puteri tunggalnya. Appa ingin memberikan kamu masa depan yang cerah dengan cara menjodohkan kamu bersama namja yang sangat sukses itu. Perlahan rasa suka itu akan datang sayang seiring dengan kebahagiaan yang kamu rasakan bersama namja itu" eomma mengusap lembut rambutku "

lalu eomma sendiri ingin namja yang seperti apa buat Minnie?" tanyaku pada eomma

"eomma cukup tahu diri sayang, kondisi Minnie yang penyakitan seperti itu apa eomma masih pantas memiliki target memilihkan namja sehebat tuan muda Hankyung? Atau dokter Choi yang saat ini Minnie sukai? Eomma hanya berharap Minnie menemukan jodoh yang sayang padanya dan mau menerima semua kekurangannya. Menemani Minnie dengan penuh cinta hingga akhir hayatnya. Seumur hidup eomma tidak pernah memberikan dia hadiah istimewa hanya appa dan kamulah yang menjadi hadiah yang paling indah yang bisa eomma berikan. Gumawao Heechul-ah karena kamu begitu menyayangi Minnie seperti adik kandungmu sendiri dan menganggap eomma seperti eommamu sendiri, seumur hidup eomma tidak akan pernah melupakan semua kebaikan yang telah kamu berikan pada kami" eomma memelukku erat dan meneteskan air matanya

"eomma! Aku tidak begitu mengingat sosok eomma kandungku sendiri dan begitu merindukan sosok seorang eomma hadir dirumah ini! Aku sangat beruntung appa menikahi eomma yang sangat baik dan tidak menganggapku puteri tiri. Percayalah aku sangat menyayangi eomma juga Minnie" aku usap air mata eomma.

Makan malam yang direncanakan appa sudah tiba. Minnie menemaniku dikamar dan membantuku untuk berdandan

"eonnie semoga oppa Hankyung bisa membahagiakan eonnie, karena eonnie pantas mendapatkan kebahagiaan" ucap Minnie sambil menyisir rambutku

"entahlah, aku masih terus mengingat oppa Prince yang telah memberikan eonnie cincin indah ini" aku lepas cincin pemberian oppa Prince lalu aku masukan kedalam kotak perhiasan

"Heechul-ah tamunya sudah datang. Appa meminta eomma memanggilmu untuk segera turun" eomma memastikan apakah aku sudah berdandan dengan rapi

"nee eomma" jawabku lemas

"eonnie hwaiting" Minnie menyemangatiku.

Ternyata namja yang bernama Hankyung itu jauh lebih tampan aslinya ketimbang saat melihatnya di cover majalah bisnis yang tempo hari aku lihat

"anneyeohaseo!" sapa namja itu sopan menganggukkan kepalanya

"anneyeo" balasku tanpa memberikan dia senyuman

"makan malam sudah siap! Mari silahkan" eomma menyuruh kami masuk keruang makan.

Aku duduk berhadapan dengan Hankyung sementara Minnie duduk disampingku. Eomma dan appa duduk berseberangan.

"ternyata nona Heechul jauh lebih cantik aslinya dibanding foto yang tuan berikan" Hankyung menatapku dengan tatapan buaya

"gumawao" responku dingin

"rasanya tidak salah jika saya menghadiahkan anda ini" Hankyung menyerahkan kotak perhiasan berbahan berludru berwarna merah maroon padaku

"apa itu?" appa bertanya

"bukalah nona" tatapan Hankyung benar – benar membuatku jijik.

Aku lalu membuka kotak itu dan yah isinya sungguh dahsyat dia menghadiahkan kalung berlian yang sangat indah dan aku yakin pasti harganya sangatlah mahal

"apakah tuan tidak berlebihan menghadiahkan saya kalung semahal ini" aku tatap dia dengan tatapan tajam

"tentu saja tidak! Yeoja istimewa dan berkelas seperti anda memang sangatlah pantas mendapatkan hadiah mewah" Hankyung memang seorang player sejati.

"anda memang benar – benar mengerti apa yang diinginkan yeoja. Rasanya tidak salah jika saya menginginkan anda untuk menjadi menantu saya" puji appa lebay

"jika begitu mari kita tetapkan saja hari dan tanggalnya untuk pernikahan kami! Orang tua saya di China sudah menyerahkan semuanya pada saya. Mereka hanya tinggal datang saat hari pernikahan tiba. Maaf jika mereka tidak bisa datang saat acara lamaran karena eomma saya sudah tua dan sering sakit – sakitan" Hankyung tampaknya berar – benar serius ingin menikahiku

"tunggu! Kenapa anda begitu yakin saya ingin menikah dengan anda? Saya belum mengenal anda dengan baik begitu juga anda. Bukankah lebih baik kita berkenalan dulu untuk memahami sifat masing – masing? Ingat tuan muda pernikahan bukanlah permainan yang bisa ditinggalkan begitu saja saat kita merasa bosan" protesku

"tentu saja nona! Saya juga ingin mengenal anda lebih baik lagi dan memahami karakter anda. Sambil mengenal apa salahnya jika kita langsung menentukan tanggal karena saya sudah yakin sekali anda akhirnya akan menjadi milik saya" tatapan Hankyung benar – benar membuatku takut.

Hankyung pulang setelah memasangkan kalung pemberiannya dileherku. Sebelum dia pulang dia sempat mencium keningku dan mengucapkan selamat malam padaku. Aku rela diperlakukan seperti itu semata karena aku males bermasalah dengan appa yang terus mengawasi gerak gerikku.

Hari ini hari pertama aku kembali kuliah setelah cuti satu bulan untuk kepentingan modelingku. Kedua sahabatku sudah menyambut dengan riang digerbang kampus. Aku yang memang menyetir sendiri membonceng Minnie dongsaengku menurunkan Minnie didepan gerbang

"gumawao eonnie! Sampai ketemu nanti sore, ingat eonnie jangan pulang terlambat karena hari ini adalah hari ulang tahun appa" Minnie mengingatkan aku

"nee. Arraseo" jawabku menggoda Minnie.

Aku perhatikan kepergian Minnie masuk kedalam lingkungan kampus untuk menuju Fakultas Hukum.

"halo Princess kami sangat merindukan kamu" sambut Sunny genit lalu memelukku

"nado!" aku balas pelukannya lalu memeluk Jessica

"gimana kalau kita bolos kuliah hari ini? Sekalian merayakan kembalinya uri princess" otak criminal Jessi kembali berkerja

"boo? Wae?" tanyaku

"lihat ada tas baru yang akan dijual toko langganan kita. Pelayannya bilang mereka baru akan mengeluarkan tas ini tepat saat makan siang! Lihat baik – baik gambarnya! Oh my Gog tas Lois Voiton keluaran terbaru akan menjadi milik kita" Jessy berseru

"boleh juga tuh" Sunny mengamini

"kalian memang benar – benar gila!" aku suruh mereka masuk kedalam kampus

"Heechul-ah! Kenapa kuliah?" keluh Sunny manja

"Jessy bilang tasnya baru akan keluar saat makan siang bukan? Kita masih punya waktu sekitar 4 jam lagi! Buat apa kita pagi – pagi datang kemall? Kaya pegawai mall saja" aku melanjutkan langkahku meninggalkan mereka.

Pelajaran Miss Vero memang sangat membosankan. Komunikasi massa adalah pelajaran yang sungguh membuatku ngantuk.

Beruntung pelajaran itu sudah akan berakhir. Saatnya makan siangpun tiba

"lets go to the jungle!" ajak Jessi semangat

"ayo!" aku tidak sanggup menolak ajakan mereka.

Dijalan menuju pelataran parkir aku berpapasan dengan Minnie yang baru saja keluar dari perpustakaan

"Minnie-ah! Kamu nanti pulang duluan saja yah pakai taxy! Eonnie harus mencari buku yang harus segera dibeli. Takutnya eonnie terlambat kembali kekampus" aku berbohong pada Minnie

"nee, tapi ingat eonnie jangan pulang terlambat" Minnie terus saja mengingatkan aku.

Kedua sahabatku mendapatkan tas yang diidamkannya. Padahal di Eropa sendiri tas itu sudah lama mendapatkan discount karena model baru sudah keluar. Dan tentu saja aku sudah memiliki model terbaru itu. Acara hangout kami lanjutkan untuk hunting baju party. Menurut Sunny club tempat biasa kami ajojing mengadakan party. Aku wajib datang keparty itu karena sudah lama aku tidak menikmati dunia gemerlap.

Baju party glamour nan sexy sudah aku dapatkan. Malam ini aku akan berpesta sampai puas bersama kedua sahabatku

"kita keappartementku saja! Berdandan dan bersiap disana karena appartementku lebih dekat jaraknya ke club" ajak Jessi dan kami tidak menolaknya.

Dua mobil berangkat menuju appartement Jessy dimana aku hanya sendirian dimobilku sementara Jessy dan Sunny berada satu mobil.

Kami berdandan habis – habisan agar menjadi ratu diparty itu. Karena terlalu bersemangat akan party itu, aku sampai melupakan janjiku untuk ikut merayakan pesta ulang tahun appa. Party dimulai tepat jam 10 malam. Karena takut kehabisan tempat, kami datang lebih awal sekitar jam 9 malam memakai mobil Jessy dan mobilku diparkir debasement appartement Jessy. Benar saja club itu sudah dipadati banyak pengunjung. Kami yang memang sudah terdaptar sebagai member VVIP dengan mudah mendapatkan akses dan tempat yang ekslusive.

Party sudah dimulai, music diputar kencang sekali, kami semua turun kelantai dansa untuk berajojing bertiga memang menjadi pusat perhatian karena tarian sensual dan pakaian kami yang super sexy.

"baiklah saya ingin mengundang Princess Heechul untuk naik keatas stage" Dj Sim Changmin memintaku untuk naik kestage menjadi leader untuk para dancer yang sudah bergoyang panas sekali. Disambut tepukan dan siulan para namja akupun naik keatas stage dan mulai berdansa kembali memamerkan gerakan eksotis yang mampu memacu adrenaline para namja.

Choi Siwon point of view

Lepas jaga semalam aku manfaatkan untuk bertemu dengan Lee Donghae sahabatku. Walau sudah kembali ke Korea selama sebulan, aku belum sempat menemuinya karena kesibukanku sebagai dokter baru. Donghae mengundangku untuk datang kesebuah party yang diadakan club milik sepupunya Lee Hyukjae. Aku yang memang penasaran dengan suasana dunia gemerlap tidak sanggup menolak undangan Donghae sahabatku.

Suasananya sangat tidak nyaman buatku. Banyak asap rokok dan music yang terlalu keras membuat kepalaku pusing

"kenapa kamu malah mengajakku bertemu ditempat seperti ini sih?" keluhku pada Donghae

"aku ingin mengenalkan kamu pada kekasih baruku, kali ini aku berpacaran dengan seorang mahasiswi yang usianya 8 tahun dibawahku" ujar Donghae menunjukan dimana kekasihnya yang sedang asyik berdansa ria bersama chingudeulnya

"yang mana?" itu yeoja sexy yang memakai baju hitam dengan belahan punggung yang sangat rendah. Namanya Jessica" Donghae menunjukan salah satu yeoja yang lumayan cantik dan sexy padaku. Selera Donghae dari dulu memang tidak pernah berubah, dia menyukai yeoja sexy dan gaul abis.

"oppa! Kenapa sih selalu Heechul yang terpilih menjadi queen of party" keluh yeoja yang tadi ditunjukan Donghae

"tenang saja sayang! Buat oppa kamu adalah ratu malam ini" Donghae merangkulkan tangannya dibahu yeoja itu

"kenalkan ini dokter Choi sahabat oppa yang baru kembali dari Amerika" Donghae mengenalkan aku pada kekasihnya juga temannya

"anneyeo! Saya Jessica panggil saja Jessy. Ini sahabat saya namanya Sunny dan yang diatas stage itu masih sahabat saya namanya Heechul" Jessica mengenalkan semua teman – temannya

"saya Choi Siwon" jawabku dengan senyum yang seperlunya

"oppa kenapa teman oppa ini tampan sekali?" yeoja bernama Sunny berusaha menarik perhatianku

"gumawao" jawabku singkat

"dia adalah dokter internist di rumah sakit Seoul international" Donghae mulai mempromosikan aku.

Lalu aku mendengar kegaduhan dari atas stage dimana sahabat Jessy memukul seorang namja yang berusaha menggodanya. Namja yang sedang mabuk berat itu tidak terima dengan perlakuan kasar sahabat Jessy yang bernama Heechul itu lalu hendak memukul balik Heechul membuat Heecul hampir tersungkur.

Dengan reflek aku segera menghampiri stage untuk menolong Heechul kebetulan mejaku adalah yang paling dekat dengan stage.

"apa kamu seorang banci yang beraninya memukul yeoja?" aku dorong namja brengsek itu dengan kasar hingga jatuh

"siapa kamu? Apa kamu kekasihnya?" namja itu berusaha bangun

"Siwon-ssi! Gwencana" tiba – tiba Donghae, Lee Hyukjae, Sunny dan Jessy menghampiriku dan membantu Heechul berdiri

"aku tidak apa – apa! Nona apa kamu baik – baik saja?" aku malah mengkhawatirkan Heechul

"kamu siapa? Kenapa kamu menolong saya?" ekspresi Heechul tampak tidak stabil sepertinya dia juga mabuk berat.

"oppa aku tidak mau mengantar Heechul pulang dalam keadaan mabuk begini! Aku takut appanya marah besar" Jessy melepaskan tanggung jawabnya sebagai kawan

"lalu siapa yang akan mengantarnya pulang? Oppa kan belum lama mengenalnya" Donghae menjadi bingung

"Sunny gimana dong?" kelakuan Jessy benar – benar membuatku jijik.

Heechul tampak sudah tidak berdaya karena mabuk berat dia sepertinya mengigau lalu memelukku sambil berkata

"oppa Prince! Kamu kemana saja?" Heechul memelukku lalu muntah dibajuku. Oh my God aku benar – benar sial malam ini.

Seorang gadis mabuk yang sama sekali tidak aku kenal muntah dibajuku. Donghae malah menyerahkannya padaku dengan alasan dia harus segera mengantar kekasihnya pulang.

Mereka semua memang orang – orang yang aneh. Aku tidak tega jika harus meninggalkan Heechul sendiri atau menitipkannya pada Hyukjae. Aku putuskan untuk membawanya pulang ke appartementku karena aku sama sekali tidak tahu dimana dia tinggal. Lagi pula percuma juga jika aku harus bertanya padanya karena dia sudah benar – benar tidak sadar.

Aku papah Heechul masuk kedalam kamarku, lalu membaringkannya diatas sofa. Mulutnya sungguh bau alcohol begitu juga tubuhnya yang dipenuhi muntahan membuatku semakin pusing.

Aku segera mandi mengganti bajuku yang sudah dimuntahinya. Setelah selesai aku lepas semua pakaian yang dipakai Heechul dan menggantinya dengan pakaianku yang tentu saja tampak longgar buat tubuhnya yang terlampau langsing.

Heechul benar – benar memiliki fisik yang sempurna. Bentuk tubuhnya proforsional, kulitnya putih mulus dan tidak ada sedikitpun luka ataupun noda diatasnya. Terlintas naluri laki – lakiku muncul saat melihat Heechul setengah nude dihadapanku. A

ku perhatikan wajah cantiknya dan sepertinya aku mengenali wajah cantik ini dan terasa begitu akrab.

"oppa Prince kamu dimana? Aku tidak mau menikah dengan Hankyung" Heechul mengigau dan memelukku

"nona! Aku bukan orang yang nona maksud" aku berusaha melepaskan pelukan Heechul yang membuatku tidak nyaman.

"oppa aku sangat merindukanmu" Heechul mulai menciumiku dan tangannya mulai bereksplorasi disekitar sensitiveku membuatku sedikit terangsang

"nona kamu salah orang" aku berusaha melepaskan ciuman dan sentuhan Heechul.

Heechulpun sedikit tenang lalu kembali tidur diatas sofa. Aku tidak tega karena pasti dia tidak akan nyaman tidur disana.

Aku putuskan untuk memindahkannya kedalam kamar pribadiku dan aku akan tidur disofa. Aku angkat Heechul yang sudah tertidur masuk kedalam kamar dan memberingkannya diatas kasur.

Tapi tiba – tiba Heechul memelukku dan berbisik "oppa saranghae!" Heechul menarikku kedalam pelukannya dan kembali menciumiku membuatku semakin terangsang

"aku tidak tahu sebenarnya siapa oppa yang kamu maksud nona! Tapi jika ini yang kamu inginkan! Maka aku akan melakukannya buat kamu".

Aku mulai membalas ciuman Heechul yang bergelora itu, dan mulai menyentuh bagian sensitifnya, aku mendengar dia mendesah membuatku semakin bergairah.

Aku mulai membuka pakaian yang tadi aku pakaikan dan aku lepaskan semua underwear yang dia pakai sehingga dia benar - benar nude!

"oppa saranghae!" Heechul membuka matanya menatapku dalam saat mengatakan kalimat dahsyat itu.

Aku teruskan aksiku memberi sentuhan yang bisa membuatnya melayang. Dia mendesah semakin keras lalu aku mulai memasukan memberku kedalam membernya dan ternyata dia masih perawan.

Aku batalkan niatku untuk melakukan nafsu bejadku, ternyata Heechul yang begitu liar ini masih perawan. Aku tutup tubuhnya dengan selimutku lalu aku segera berlari kekamar mandi untuk membasahi kepalaku yang sudah memanas.

Tuhan maafkan aku karena telah memiliki niat yang tidak baik pada gadis itu. Aku pakai kembali pajamasku lalu aku kembali memakaikan Heechul pakaianku.

Aku tinggalkan Heechul tidur dikamarku sendirian karena aku tidak sanggup melihat seorang yeoja cantik tidur diatas kasurku. Akupun memutuskan untuk tidur diatas sofa diruang tv.

Kim Heechul point of view

Aku terbangun dan betapa terkejutnya aku karena aku merasa sangat asing dengan kamar ini. Kamar ini begitu mewah dan sangat rapih, nuansa hitam putih sangat kental menjadi latar kamar ini. Baju milik siapa yang aku pakai ini? Sepertinya baju seorang namja yang aku pakai ini. Apa yang terjadi semalam? Apa yang sudah terjadi padaku?

Aku sedikit – sedikit mengingat apa yang terjadi tadi malam, sepertinya aku bercumbu dengan seorang namja tadi malam. Ya Tuhan apakah aku sudah kehilangan keperawananku? Apakah ini sebuah kamar hotel? Dimana namja itu meninggalkanku setelah puas meniduriku. Aku berusaha bangun dari tidurku tapi kepala ini berat rasanya.

Aku dengan suara pintu kamar dibuka seseorang ternyata seorang ahjuma yang hendak membersihkan ruangan

"selamat pagi nona!" sapa ahjuma itu membawa sebuah kotak lalu menyimpannya diatas kasur

"saya berada dimana? Tanyaku bingung

"anda sedang berada dikamar tuan Choi nona. Beliau bilang nona adalah chingunya dan semalam anda mabuk berat sehingga anda muntah dan tidak sadar. Tuan muda meminta saya memberikan pakaian ini untuk nona pakai, karena pakaian nona harus saya cuci terlebih dahulu" jawab pelayan itu panjang lebar

"lalu dimana tuan Choi itu sekarang?" tanyaku penasaran

"beliau sudah berangkat bekerja nona" jawab pelayan itu membuka tirai dan mulai membereskan kamar

"ahjuma apa anda tinggal disini?" tanyaku penasaran karena aku khawatir dengan apa yang sudah menimpaku

"tidak nona! Saya hanya seorang pembantu yang mengurus appartement tuan muda" jawab ahjuma itu

"setahu saya sejak kembalinya tuan muda dari Amerika, beliau tidak pernah membawa yeoja chingunya kemari. Apa anda kekasih tuan muda?" ahjuma itu bertanya hal yang membuatku tersentak

"ohh bukan" jawabku spontan "

lebih baik nona mandi dulu dan bersihkan diri, setelah itu nona sarapan pagi. Tadi tuan muda meminta saya untuk melayani nona hingga nona siap untuk pulang kerumah nona" ahjuma itu memberiku sebuah handuk yang masih wangi dari dalam lemari.

Baju pemberian tuan muda yang misterius itu benar – benar berkelas dan bermerk sesuai dengan gayaku. Sepertinya dia memang memiliki selera yang tinggi. Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kenapa aku ada diappartementnya dan kemana Jessy dan Sunny sahabatku? Aku harus menemui tuan muda itu, aku harus bertanya pada ahjuma dimana tuan muda itu bertugas.

"ahjuma boleh saya tahu dimana tuan Choi bertugas?" tanyaku pada ahjuma

"beliau bertugas di rumah sakit Seoul Internasional nona. Bagian apanya saya tidak tahu, namanya Choi Siwon" jawab ahjuma itu menyebutkan nama yang tidak asing buatku seperti nama dokter yang sering Minnie ceritakan. Aku lupa dimana aku menyimpan tasku aku harus menghubungi Minnie menanyakan kondisi rumah seperti apa sekarang karena aku sangat yakin appa pasti marah besar padaku.

Aku tidak dapat menemukan tasku lalu aku meminta ijin untuk meminjam telpon yang ada dikamar tuan Choi itu untuk menghubungi Jessy. Ahjuma itu mempersilahkan aku untuk memakai telponnya.

Aku berusaha menghubungi Jessy namun tidak dapat tersambung karena Jessy tidak menjawabnya. Aku juga mencoba Sunny dan tersambung. Aku bertanya tentang kejadian semalam, Sunny hanya menjawab entahlah karena dia juga mabuk berat. Lalu aku bertanya apakah dia ada melihat tasku, dia juga menjawab tidak melihatnya. Benar – benar sahabat yang sangat baik. Aku sungguh kecewa pada mereka berdua. Padahal mereka yang mengajakku berpesta tapi mereka sama sekali tidak bertanggung jawab atas apa yang sudah menimpaku.

Aku putuskan untuk nekad pulang apapun resikonya aku harus pulang. Aku pesan sebuah taxy tanpa membawa sepeser uang ditangan. Aku meminta supir taxy itu mengantarku kerumah orang tuaku. Sepanjang jalan otakku dipenuhi dengan banyak masalah dan kekecewaan yang amat sangat pada kedua temannku.

Aku sudah sampai dirumah, disambut ahjuma karena eomma, appa dan Minnie sudah berangkat untuk beraktivitas seperti biasanya. Aku ambil uang dari kamarku untuk membayar taxy itu.

"nona, semalam tuan malah besar karena nona tidak pulang kerumah juga tidak member kabar, telpon juga tidak nona angkat. Nyonya dan nona Minnie sangat mengkhawatirkan nona" beritahu ahjuma padaku

"aku kehilangan tas yang berisi dompet, ponsel, dan kartu – kartu penting. Aku harus menghubungi call center untuk memblokir semua kartuku. Aku sudah melakukannya begitu sadar tas itu hilang" jawabku

"apa nona baik – baik saja?" ahjuma begitu mengkhawatirkan aku

"entahlah, karena saat pagi tadi aku terbangun, aku berada didalam sebuah kamar seorang namja yang tidak aku kenal. Malah saat aku terjaga hanya pelayannya saja yang ada disana, sementara namja itu sudah pergi untuk bertugas" aku sandarkan kepalaku disandaran ranjang

"nona sebenarnya malam tadi nona kemana? Bukankah seharusnya nona pulang bersama nona Minnie?" ahjuma memijit kakiku

"itulah kebodohanku ahjuma! Aku malah mengikuti ajakan sedua temanku yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana jika namja itu telah melakukan hal yang buruk padaku? Selama ini aku berusaha untuk menjaga kehormatanku" aku menangis dipelukan ahjuma, yeoja yang sudah begitu setia melayaniku

"semoga saja dia tidak melakukan apapun nona! Semoga namja itu menolong nona" ahjuma memelukku penuh kasih.

Lee Sungmin point of view

Aku sungguh mengkhawatirkan eonnie, karena semalam dia tidak pulang juga tidak memberi kabar sama sekali. Bahkan telponpun tidak dia angkat. Dikampus aku tidak dapat menemukan kedua temannya. Sebenarnya eonnie ada dimana?. Apa yang sudah terjadi padanya? Apakah dia baik – baik saja?.

Aku putuskan untuk segera pulang kerumah begitu kuliahku selesai. Semoga saja eonnie sudah pulang. Aku pulang menggunakan taxy karena eonnie tidak ada.

Ahjuma segera menyambutku dan memberi tahuku kalau eonnie sudah ada dirumah. Betapa leganya aku ternyata eonnie baik – baik saja. Aku segera berlari menuju kamar eonnie yang memang tidak terkunci. Aku lihat eonnie sedang tidur lelap sekali, aku dekati eonnie dan aku lihat wajahnya begitu berkeringat dan merah. Aku raba dahinya dan ternyata sangat panas sepertinya eonnie demam.

Aku panggil ahjuma untuk memberi kompres pada eonnie yang demam, lalu aku telpon eomma untuk segera pulang karena aku takut eonnie kenapa – napa dan aku tidak bisa berbuat apapun. Aku yang memang syock dan berpenyakitan spontan saat melihat kondisi eonnie yang tiba – tiba demam, darahku keluar deras dari hidungku juga aku memuntahkan darah segar dari mulutku. Ahjuma tentu saja tambah khawatir melihat kondisiku

"nona apa sebaiknya kita telpon ambulance saja untuk membawa nona juga nona Heechul kerumah sakit?" ahjuma tampak begitu panic. Aku yang sudah sangat lemas dan akhirnya tidak ingat apapun juga.

Leeteuk point of view

Betapa syocknya aku melihat kedua puteriku sakit dan tidak sadarkan diri. Minnie yang pendarahan ditambah Heechul yang demam tinggi hinga 40'c membuat kepanikanku bertambah. Suamiku Kangin tidak bisa diganggu dari kesibukannya. Karena dia sedang menerima rekan bisnisnya yang abru saja datang dari Amsterdam. Aku berinisiatif membawa kedua puteriku kerumah sakit tempat biasa Minnie melakukan check up. Ambulance yang sudah aku telpon sebelumnya membawa kedua puteriku untuk sampai kerumah sakit yang dimaksud.

Ambulance itu membawa kedua puteriku ke UGD dan langsung ditangani oleh dokter jaga disana. Aku bilang pada dokter jaga itu kalau Minnie adalah pasien khusus dokter baru bernama Choi Siwon lalu dokter itu segera menghubungi dokter Choi untuk segera menangani Minnie. Heechul hanya ditangani dokter jaga disana karena Heechul tidak pernah mengalami sakit yang serius.

Pemeriksaan Minnie dan Heechul sudah selesai. Dokter Choi menghampiriku

"nona Minnie mengalami syock juga kelelahan sehingga terjadi pendarahan yang hebat. Saya sarankan nona Minnie dirawat selama dua hari dirumah sakit sampai kondisinya benar – benar pulih" ujar dokter Choi

"tentu saja dok! Saya tidak akan menolak. Terima kasih" aku anggukkan kepalaku menghormatinya Dokter Choi pun berlalu.

Aku perhatikan langkahnya saat dia berlalu meninggalkan aku, betapa bangganya aku jika memiliki menantu seperti beliau. Tampan, sopan, baik juga memiliki karier yang cemerlang. Aku berdoa kepada Tuhan semoga menjodohkan dokter tampan itu dengan Minnie puteriku.

Dokter yang menangani Heechulpun menghampiriku

"puteri anda keracunan, sepertinya dia mabuk dan kami menemukan obat perangsang dari hasil test darah yang telah kami lakukan. Sebaiknya dilakukan visum untuk memastikan takutnya puteri anda mengalami tindak kejahatan sexual. Karena obat bius semacam itu biasa digunakan oleh kriminalis yang memperkosa korbannya" dokter itu memberitahukan kondisi Heechul.

Betapa terkejutnya aku mendengar apa yang dikatakan dokter itu. Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Heechul? Kenapa semalam dia tidak pulang? Apakah dia adalah korban pemerkosaan? Aku segera masuk kedalam ruangan UGD untuk melihat kedua puteriku.

Aku lihat Heechul dan Minnie sudah sadar. Aku hampiri keduanya yang memang berbaring bersebelahan

"apa yang kalian rasakan sekarang?" tanyaku pada keduanya

"aku masih sedikit pusing eomma! Perutku juga terasa mual" keluh Heechul

"aku hanya sedikit lemas" jawab Minnie.

"suster tolong siapkan ruang VVIP untuk kedua puteri saya" aku hampiri suster yang mengurusi administrasi

"baik nyonya akan kami siapkan" perawat itu mulai mengecek kamar kosong melalui computer.

Heechul dan Minnie sudah berada diruang rawat inap. Setelah sebelumnya Heechul menjalankan visum untuk memastikan dirinya tidak mengalami tindakan criminal sengaja aku sekamarkan untuk memudahkanku mengawasinya.

"Heechul-ah sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu malam itu? Apa kamu mengingat sesuatu?" aku genggam tangan Heechul yang wajahnya pucat saat mendengar pertanyaanku.

Heechul menceritakan semua yang telah menimpanya dan membuatku syock karena sepertinya dia sengaja dijebak kedua temannya.

Kangin suamiku datang saat malam sudah larut

"jadi apa kata dokter tentang Heechul?" Tanya suamiku mengkhawatirkan puterinya

"beruntung hasil visum menyatakan kalau dia tidak mengalami pelecehan sexual karena tidak ditemukan luka diselaput daranya. Heechul masih perawan yobow" jawabku tenang

"lalu siapa orang brengsek yang telah begtiu berani memasukan obat perangsang itu kedalam minumannya?" intonasi suamiku mulai naik

"itulah yang sedang saya fikirkan yobow! Heechul bilang dia pergi bersama kedua sahabatnya Jessica dan Sunny untuk menghadiri sebuah party, dia sama sekali tidak ingat apapun setelah memukul seorang namja yang mencoba melakukan pelecehan padanya dan baru sadar saat pagi harinya dia berada didalam sebuah kamar appartement seorang namja yang sampai saat ini dia tidak tahu seperti apa wajah namja itu" aku menjelaskan semua apa yang sudah disampaikan Heechul padaku.

"lalu dimana mobilnya sekarang?" kangin membetulkan selimut puterinya

"Heechul bilang masih diparkir di basement appartement Jessica" jawabku memandangi wajah Heechul yang gelisah dalam tidurnya

"namja pemiliki kamar itu mungkin hanya ingin menolongnya, buktinya dia membawa Heechul keappartementnya bukan kehotel ditambah kondisi Heechul yang masih perawan. Berarti namja itu bukan orang yang ingin menjahati Heechul lalu siapa yang sudah begitu jahat?" suamiku sepertinya bingung memikirkan siapa tersangka yang telah menjahati puterinya.

Kim Heechul point of view

Aku benar – benar sangat menyesal dengan apa yang sudah menimpaku. Aku harus berbaring untuk beristirahat dikamar rumah sakit ini. Aku lihat Minnie masih tertidur pulas diatas kasurnya. Eomma yang sengaja cuti dari kantor masih terlihat pulas tidur diatas sofa, sementara appa sudah pergi lebih awal karena appa harus terbang ke Jepang untuk menghadiri perayaan ulang tahun perusahaan rekan bisnisnya

"Heechul-ah kali ini appa memaafkan kamu karena musibah yang menimpamu lebih berat dari kesalahan yang kamu buat. Appa harus terbang ke Jepang selama satu malam besok kita bicarakan masalah yang penting buat kamu" itulah pesan yang appa sampaikan padaku sebelum beliau pergi.

"eonnie, bagaimana perasaan eonnie sekarang? Apakah eonnie sudah merasa lebih baik?" Tanya Minnie saat dia terbangun

"aku sudah merasa jauh lebih baik Minnie-ah! Gumawao karena telah mengkhawatirkan aku" aku pandang Minnie yang wajahnya begitu pucat

"sebentar lagi dokter Choi Siwon akan datang untuk memeriksamu Minnie-ah. Lebih baik sekarang kamu bersihkan diri dulu setidaknya saat dokter Choi datang kamu sudah wangi" eomma berkata kepada Minnie apa yang harus dilakukannya sebelum dokter cinta itu datang

"aku jadi penasaran setampan apa dokter itu? Sampai – sampai eomma dan Minnie begitu antusias saat membicarakannya" aku menggoda eomma dan Minnie

"sangat tampan eonnie. Itu sebabnya aku langsung jatuh cinta padanya sejak pertama kali melihatnya" jawab Minnie lalu wajahnya merona membuatku gemas melihatnya.

Dokter yang memeriksaku datang lebih dulu dari dokter Choi yang tenar itu. Dokterku bilang aku sudah jauh lebih baik dan sisa racun dalam darahku sudah mulai bersih. Dia mengijinkan aku pulang besok siang setelah kunjungannya. Eomma menemani Minnie dikamar mandi untuk membersihkan diri saat pintu diketuk seseorang.

Orang itu ternyata Hankyung calon suamiku pilihan appa. Dia datang membawa buket bunga lily kesukaanku

"bagaimana keadaanmu? Apa sudah lebih baik?" Tanya Hankyung tiba – tiba mengecup keningku

"apa harus mengecup keningku disaat seperti ini?" keluhku

"miane! Aku terlalu mengkhawatirkanmu. Tadi appamu menceritakan semua yang sudah menimpamu lewat telpon aku langsung datang kemari meninggalkan pekerjaanku karena aku begitu mengkhawatirkanmu" jawab Hankyung duduk disamping ku

"aku sudah jauh lebih baik dan oppa tidak perlu terlalu khawatir karena aku tidak mengalami pelecehan sexual hasil visum telah membuktikannya" jawabku menyandarkan kepalaku disandaran ranjang.

Hankyung tampak sangat khawatir, dia mengupaskan apel juga pir buatku, lalu memotongnya dan menyuapiku. Aku pasrah saja karena aku memang tidak dapat menolak niat baiknya.

Tiba – tiba pintu dibuka seorang perawat dan mempersilahkan dokter untuk masuk

"selamat pagi! Dimana nona Minnie?" Tanya perawat itu,

Lalu seorang dokter yang memang sangat tampan memakai kemeja salur berwarna biru langit dan ditutup sebagian kemeja itu dengan jas berwarna putih masuk kedalam ruangan menatapku dan tampaknya dia begitu kaget dan heran

"selamat pagi! Minnie sedang berada didalam toilet" jawabku sambil pandanganku tidak lepas dari dokter itu

"selamat pagi dok! Apakah anda yang merawat calon istri saya?" Hankyung tiba – tiba menyapa dokter itu

"oh bukan saya dokter yang merawat Minnie" jawab dokter tampan itu dan matanya sesekali menatapku.

Minnie dan eomma akhirnya keluar dari toilet

"oh dokter Choi anda sudah datang! Maaf membuat dokter menunggu. Minnie sudah siap diperiksa dok! Silahkan" eomma menyapa dokter Choi ramah sekali lalu menghampiri aku dan Hankyung

"tuan Hankyung anda datang?" sapa eomma pada Hankyung

"iya nonya saya datang untuk melihat calon istri saya" jawab Hankyung membuat kupingku panas.

Aku dan dokter Choi beberapa kali bertemu pandang. Lebih tepatnya kami berdua sama – sama memergoki masing – masing kami yang ternyata sedang saling mencuri pandang.

Aku lihat dokter itu tampak akrab dengan Minnie mereka saling bercanda. Sepertinya pemeriksaan Minnie sudah selesai dia lakukan. Dokter Choi menghampiri eomma

"kondisi Minnie sudah jauh lebih baik nonya! Besok Minnie sudah boleh pulang asal tidak pedarahan lagi" ujar dokter Choi pada eomma

"terima kasih banyak dok! Atas perawatannya. Oh kenalkan ini Heechul eonnienya Minnie dan ini tuan Hankyung calon suaminya" eomma mengenalkanku juga Hankyung pada dokter Choi

"ternyata kamu eonnienya Minnie! Bagaimana keadaanmu? Apa sudah merasa lebih baik?" dokter Choi menanyakan kondisiku

"saya baik – baik saja dok!" jawabku gugup karena aku tidak sanggup lama – lama menatap matanya yang indah itu

"jika saya tahu anda adalah eonnienya Minnie, saya pasti akan membawakan baju anda yang masih tertinggal di appartement saya" ujar dokter itu membuat kami semua kaget

"jadi anda yang menolong saya dok?" tanyaku kaget

"anda mabuk berat malam itu, dan teman – temanmu malah meminta saya untuk mengantarkan kamu pulang. Saya sudah berusaha menanyakan dimana alamat rumah anda tapi anda terlalu mabuk untuk dapat menjawabnya selain itu saya juga tidak menemukan identitas anda karena anda sama sekali tidak membawa ponsel ataupun dompet" jawab dokter Choi menjelaskan apa yang terjadi malam itu diclub

"kenapa anda malah membawa tunangan saya keappartement anda? Apa anda punya niat yang buruk terhadapnya?" Hankyung tampak begitu emosi

"tuan Hankyung bukankan anda seharusnya berterima kasih pada dokter Choi? Beliau sudah menolong Heechul dan menyelamatkan Heechul dari orang yang sudah berniat jahat padanya. Jika dokter Choi memang punya niat buruk bukankah lebih baik dia membawa Heechul kehotel lalu memperkosanya. Sudah terbukti Heechul baik – baik saja tidak ditemukan luka diselaput daranya" eomma membela dokter Choi

"miane! Saya tidak dapat berfikir jernih saat ini nonya! Bagaimana tidak calon istri saya hampir saja diperkosa orang" Hankyung menyesal

"gwencana! Saya mengerti perasaan anda tuan! Saya juga akan melakukan hal yang sama jika itu menimpa tunangan saya" dokter Choi tersenyum ramah pada Hankyung sambil matanya sesekali menatapku.

"apa anda sudah memiliki kekasih dok?" tiba – tiba eomma mencari tahu kehidupan pribadi sang dokter tampan itu

"saya sudah memiliki tunangan" jawab dokter Choi menunjukan cincin dijari manisnya dan rasanya cincin itu tidak asing bagiku. Cincin itu begitu mirip dengan milikku.

Apakah cincin seperti itu memang dibuat beberapa pasang oleh toko perhiasan itu? Bukankah cincin itu adalah model yang sudah lama 10 tahun yang lalu?

Aku lihat Minnie menunjukan respon yang kecewa setelah mendengar pengakuan sang dokter yang ternyata sudah bertunangan. Dokter Choi pamit karena masih banyak pasien yang harus diperiksanya. Disusul Hankyung karena harus kembali mengurusi semua bisnisnya.

"Minnie-ah sudahlah lupakan keinginanmu untuk mengharapkan hal yang tidak mungkin dari dokter Choi" eomma mengusap punggung Minnie yang ada dalam pelukannya.

Aku yang sudah lepas dari infuse, menghampiri Minnie juga eomma

"banyak namja tampan dan baik yang bisa kamu temui diluar sana Minnie-ah! Dokter Choi bukan segalanya" aku menghibur Minnie

"buat eonnie menemukan 10 dokter CHoi sangatlah mudah. Lihat kecermin eonnie begitu cantik dan nyaris sempurna siapapun yang melihat eonnie aku yakin akan dengan mudah untuk bisa menyukai eonnie. Sementara aku, sudah 20 tahun hidup tidak pernah ada satu namjapun yang mencoba mendekatiku" keluh Minnie meneteskan air matanya

"Minnie-ah! Kamu tidak boleh mengatakan hal seperti itu. Ada banyak namja yang menyukaimu, kamu hanya saja terlalu tertutup sehingga kamu tidak menyadarinya" aku raih tangan Minnie untuk memberinya kepercayaan diri

"Minnie tidak ingin namja lain eonnie! Minnie hanya mencintai dokter CHoi" Minnie meneteskan air matanya dan menangis tersedu dipelukan eomma.

Aku yang memang sudah lama mengenal Minnie dan sudah mulai bisa membaca sifat Minnie, sepertinya perasaan Minnie terhadap dokter Choi bukanlah main – main. Minnie memang sangat menyukai dokter itu.

Selama hidup bersama denganku, Minnie memang tidak pernah membahas atau memperhatikan namja setampan apapun itu. Baru kali ini aku melihat Minnie menangis karena seorang namja

"tapi dokter itu sudah bertunangan Minnie-ah" eomma mencoba menyadarkan Minnie

"bertunangan bukan berarti akan menikah bukan? Aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan cinta dokter CHoi" respon Minnie membuatku kaget.

Ekpresi wajah Minnie begitu berbeda dari dia biasanya, ekspresinya ini benar – benar bukan Minnie yang aku kenal.

Aku kembali berbaring dikasurku karena percuma saja aku menghibur atau menyadarkannya untuk melupakan dokter Choi. Aku jadi teringat oppa prince yang telah mencuri hatiku sejak aku masih kecil.

Lee Sungmin point of view

Aku masih terus saja ingat bagaimana dokter CHoi menatap dan mencuri pandang pada eonnie. Untuk pertama kalinya selama hidup bersama eonnie, aku sungguh kecewa dan sangat cemburu.

Eonnie dengan mudah bisa berteman dan dekat sekali dengan namja tampan dan popular disekolah juga dikampus aku tidak pernah merasa cemburu ataupun iri hati. Tapi kali ini, melihat dokter Choi sepertinya menaruh perhatian terhadap eonnie benar – benar telah membakar hatiku.

Ditambah kejujuran dokter Choi kalau dialah yang telah menolong eonnie dan dia telah memiliki tunangan, saat mendengar itu aku merasa hidupku akan segera berakhir.

Tuhan kenapa cinta yang aku miliki ini aku berikan pada namja yang tidak pantas buat yeoja yang banyak sekali memiliki kekurangan seperti aku ini? Kenapa aku mengkhayal terlalu tinggi? Apakah aku bisa mencintai namja lain selain dokter Choi?

Tapi jauh dalam lubuk hatiku berbisik kalau aku akan mendapatkan dokter Choi bahkan menikahinya bagaimanapun caranya aku harus mewujudkan mimpiku ini sebelum ajal menjemputku.

Choi Siwon point of view

Yeoja yang malam itu hampir saja bercinta denganku bernama Heechul itu ternyata adalah eonnie dari pasienku Minnie. Aku hampir lupa padahal pertama kali aku bertemu Minnie, dia sempat memamerkan foto eonnienya padaku. Kenapa setiap aku melihat Heechul aku sepertinya tidak asing dan dia tampak begitu akrab buatku.

Siapa dia sebenarnya? Aku langsung menyukainya sejak pertama kali melihatnya. Walau dia adalah seorang yeoja yang jauh dari kriteriaku tapi aku tetap saja menyukainya dan berharap untuk selalu bertemu dengannya. Sangat disayangkan, kebiasaan buruk Heechul yang gemar pergaulan malam, dunia gemerlap, mabuk dan party sangatlah jauh dari apa yang aku harapkan dari seorang yeoja.

Oh Cinderella sebenarnya kamu ada dimana? Jika saja saat itu kamu menyebutkan siapa namamu mungin aku tidak akan sesulit ini untuk bisa menemukanmu. Kenapa kenangan indah tentangmu tidak bisa hilang dari ingatanku.

Cincin yang dulu kita beli sama – sama masih aku simpan bahkan aku pakai hingga saat ini karena aku berharap bisa menemukanmu kembali. Kenapa pemilik cincin yang satu lagi bukan Heechul? Jika saja dia adalah Cinderellaku, maka aku akan sangat bahagia, karena aku sudah mulai menyukai Heechul.

tbc

annyeong

miane update telaaaaat

coz vai sibuk bgt akhir" ini maklum kedua buah hati vai pada sakit jd vai g sempet buka ff

banyak typos yah? maklumin yah! vai gak sempet receck soalnya terlalu semangat pgn update

gomawo buat yg udah review

buat ellaellaella26,miszshanty05, sasya, ahjuma namja, heekitty, chikyumin, hany, nakamura ayumi, lady heejun juga guest deepbow buat kalian

buat fjf4kyumin waduuuh makasih reviewnya yah! aku author terambigu yah? klo g suka knp baca ff aku? perasaan yg lain fine aja tuh aku pairingin member suju?

buat hany minta sequel yah? ntar vai mikir dulu mau bikin ceritanya kaya apa :p

buat ahjuma namja as always i'm weak on banking hehhehehe ini ff jaduuuuuuuuul

well sekian dulu chitchatnya yah to all belove readers

review lebih banyak dooong biar tambah semangat lanjutinnya

gomawo, saranghae kisseu

muaaacccchhh

annyeooongg!