Disclaimer:I own nothing, just the plot.
A/N: ini dia Chapter kedua! Aku lagi mood update!
Chapter 2: Story Two.
"Dad, kali ini kau harus benar-benar menceritakannya pada kami" kata Al, yang sudah kesempitan,karena duduk diantara James dan Lily.
"Bagaimana ya?..." Harry memamerkan cengiran lebar, membuat ketiga anaknya melempar bantal dan guling kearahnya.
Harry dan Ron berjalan menuju kelas Fisika, setelah Harry menertawai Ron habis-habisan.
"Kau tahu? Kau harus melihat dirimu sendiri saat itu!"ujar Harry.
Tiba-tiba seorang cewek berambut kecoklatan datang menyambar lengan Ron, dan berdiri disampingnya.
"Won-Won!" serunya, dia kembali lagi memeluk dan mencium pipi Ron(walau mamang itu susah sekali dilakukan mengingat berapa tinggi Ron).
"Lavender..." now Ron's Face filled with happy and disgust.
"Kau pasti murid baru" kata Lavender "Yang belakangan ini di bicarakan gadis-gadis..." kali ini dia mengatakannya dengan pelan.
"Dad! Kau tidak pernah bilang kalau kau populer!" kata Lily, tidak percaya.
"Dan kenapa Dad harus bilang?" ujar James.
"Oh ya, aku lupa bilang, kalau kau masuk majalah sekolah seri minggu lalu" kata Ron.
"Dan mereka memamerkan fotomu di Covernya!"seru Lavender, memperlihatkan sebuah majalah: Hogs Weekly, yang mamerkan foto Harry, sedang menendang bola.
"Sejak kapan mereka punya foto ini?" tanya Harry, dia shock sekali.
"Jelas saja dia shock, foto itu diambil saat umurku masih 13 tahun" kata Harry.
"Jelas saja begitu, kau kan dulu model..." kata Albus, sambil meniru gaya bicara ayahnya.
"tapi kairierku bermula sejak aku 15 tahun, sampai umurku 25 tahun..." kata Harry lagi.
"Dad, berhentilah berargumen dengan Albus!" seru Lily.
"Sebagian dari sekolah lamamu, salah satunya itu..." kata Lavender "Dan mereka juga punya fotomu, saat menjadi model sebuah trade pakaian..."
"bukankah itu terlalu detail?" kata Seorang dari belakang mereka.
"Hi Neville.." kata Ron.
"Hal yang terbaik di sini adalah, Cafetaria..." ujar Ron, mereka ada di cafetaria dan Ron sedang bersandar disalah satu kursinya, sambil dikelilingi para Cheerleader.
"Benarkah?" tanya James
Tentu saja tidak.. Ron duduk di kursi paling pojok dan sedang bersantai sendiri. Sedangkan Harry menderita, harus menjawab pertanyaan para Cheerleaders.
"Aku tidak percaya kau se-popular itu" ujar Lily.
"Ronald!, aku sudah menyelesaikan bagianku, sekarang sebaiknya kau mngeerjakan bagianmu.." kata Seorang cewek yang menaruh beberapa Project Kimia diatas meja mereka.
"Hermione, tenang dulu, dikumpulnyakan masih lama..." kata Ron dengan santainya.
"terserah, yang jelas kau harus menyelesaikannya tepat waktu.." ujar Hermione.
"siapa dia?" tanya Harry.
"Dia Hermione Granger, dia salah satu anak Nerd yang cantik. Tapi sayangnya dia bukan Cheers. Dia ikut Glee Club bersama adik perempuanku..." ujar Ron.
"berapa banyak saudaramu?" tanya Harry.
"ada Bill, dia sudah lama lulus dan kabarnya berkerja di bank. Charlie,dia seorang dokter hewan. Percy, dia berkerja di pemerintahan. Fred dan George...
Ron membanyangkan Fred dan George, menakut-nakutinya dengan laba-laba buatan mereka...
Freddan George, mereka masih disini, dan selalu mengangguku. Aku, lalu Ginny, dia penyanyi yang hebat." Jelas Ron panjang lebar.
"aku penasaran dengan adikmu..." kata Harry.
"Kenapa kau tidak melihat ruangan paduan suara? Siapa tahu dia disana.." saran Ron.
"baiklah..." Harry langsung menuju Kelas Kimia.
"aku akan menceritakan sisanya, nanti..." kata Harry "sebaiknya kalian tidur.."
"Dad, kau belum bertemu Mom..." ujar Lily.
End of Chapter...
A/N: disini Harry nggak pake kacamata, mungkin bagi yang mau , Hermione pake kacamata, tolong kasi tahu ya... :)
