MINJAE FANFICTION
TITLE : TWO HEART
CAST : MINJAE, CHANGTORIA
DLDR!
Gomawo yang udah mau review, setidaknya ada yang mau membaca lanjutan FF ini, jadi saya putuskan untuk lanjut.
CHAP 1
#FLASHBACK
1 tahun sebelumnya
"Hyung, menikahlah dengan ku, aku tahu lamaran ku ini tidak ada istimewa nya sama sekali, hanya melamar mu dengan cincin ditempat yang kurang romantis pula, tapi lihatlah kesungguhan hati ku hyung. Aku benar-benar jatuh akan pesona mu. Saranghae Shim Jaejoong, would you be mine?"
Yupss.. changmin sedang melamar jaejoong di tengah keramaian lottle world. Setelah seharian mereka puas bermain di Lottle World, pada saat menjelang malam, ditengah keramaian changmin melamar jaejoong didepan banyak orang.
Jaejoong bingung, dia memang gay, tapi changmin? Selama kenal selama hampir 3 bulan dengan changmin, sedikit banyak jaejoong tau bagaimana selera changmin. Dia menyukai wanita cantik dan sexy, dan yang terpenting adalah bisa memasak! Itu adalah mutlak.
Tapi sekarang? Jaejoong seorang namja, ya walaupun dia termasuk namja cantik, tapi tetap saja namja.
Lalu sexy? Itu sih relatif, jaejoong punya dada yang cukup berisi untuk ukuran namja dan memasak? Ck, itu hal yang biasa dan sudah menjadi hobby nya.
Jadi apakah salah jika changmin melamar namja cantik ini?
"Hyung otteyo? Aku diterima tidak?" tanya changmin sambil berlutut dan menyodorkan kotak cincin dihadapan jaejoong
"Min..." jaejoong hanya mampu menatap changmin, mencari kesungguhan dari ucapan namja ini
Bisik-bisik kurang menyenangkan pun mulai terdengar dari orang-orang disekitar mereka.
Jaejoong pun melihat sekitarnya, tatapan sinis dilayangkan kepadanya. Namun ada yang berteriak untuk menerima lamaran dari changmin tersebut.
Changmin pun berdiri lalu, menutup kedua telinga jaejoong
"Cukup lihat aku hyung, jangan lihat atau dengarkan mereka, kita yang menjalani, mereka tidak tau apa-apa tentang cinta kita ini." Ucap changmin kepada jaejoong, tidak ada keraguan dalam ucapannya itu
"tapi min, kita baru kenal 3 bulan dan selama ini yang ku tahu kau itu straight, tidak seperti ku yang..."
"Ssshh...cinta gak mengenal waktu dan tempat hyung, tidak perlu berpacaran, kita langsung menikah saja. Percayalah pada ku hyung, lihat kesungguhan hati ku ini. So... would you marry me Shim Jaejoong?"
"Yaa! Ishh.. Jangan mengubah marga ku, marga ku masih Kim.." protes jaejoong sambil mempoutkan bibir merahnya
"Itu tidak akan lama lagi, biasakan diri mu Nyonya Shim Jaejoong nae yeppo princess..."
"Hahh... Yes i do Tuan Shim Changmin" jawab jaejoong dengan senyum yang teramat manis. "Semoga saja pilihan ku tepat Tuhan, ampuni aku" ucap jaejoong dalam hati.
"Eoh? Jinjja hyung? Lamaran ku diterima? Hwuuaa...daebak... gomawo hyung..." pekik changmin sambil melihat jaejoong lekat
Changmin pun memeluk erat jaejoong, sambil menciumi rambut jaejoong.
"Aku tau ini terlalu cepat, tapi aku bersumpah akan membahagiakan mu hyung. Hahh... bahagia sekali hari ini.."
Jaejoong pun hanya tersenyum mendengar ucapan changmin tersebut.
"Kajja kita pulang jae baby" changmin melepaskan pelukannnya dan menggenggam erat tangan mungil jaejoong
#SKIPTIME
At Jae's Apartment
"Jae baby, mulai besok tinggal lah bersama ku ne?"
"Mwo? Apa gak terlalu cepat min?"
"Aniyo... aku ingin terus melihat wajah cantik mu ini baby.." gombal changmin sambil mencium pipi jaejoong
"Y..yaa! jangan cium-cium aku sembarangan..." gerutu jaejoong sambil mempoutkan bibirnya
"aigoo, istri ku ini neomu kyeopta..." goda changmin
"calon istri min, ish nyebelin"
"Jae baby..." changmin membalikan badan jaejoong sehingga saling berhadapan, lalu mendekatkan wajahnya
"N..nee.." jawab jaejoong dengan gugup
Chup~ ciuman lembut mendarat dibibir merah jaejoong. Jaejoong dapat merasakan kelembutan dan ketulusan dalam ciuman changmin ini.
"Saranghae..Shim Jaejoong.." ucap changmin disela-sela ciumannya
"Nado saranghae Shim Changmin" jawab jaejoong dengan senyuman yang manis
Dari awalnya hanya menempelkan bibirnya saja, sekarang mereka sudah saling memakan bibir pasangannya.
Eumm..cpk..eungg...mmcpkk...
Changmin seakan ketagihan dengan bibir manis jaejoong. Belum pernah dia merasakan bibir semanis ini. Dari semua bibir yeoja yang pernah diciumnya pun tidak ada yang bisa menandingi manisnya bibir jaejoong.
Changmin terus menghisap dan menjilat bibir jaejoong, bahkan sekarang lidahnya pun sudah masuk ke dalam goa hangat jaejoong untuk mengeksplore mulut namja cantiknya ini.
Setelah hampir setengah jam mereka berciuman, akhirnya dengan berat hati chnagmin melepas pangutan dibibir jaejoongnya.
"Aku takut lepas kontrol baby dan akan menyerangmu, sebaiknya kita tidur. Aku menginap disini ne"
"Ish, pervert! Eumm...kajja kita tidur"
"Kajja~~~" changmin langsung mengendong bridal style dan membawa jaejoong ke kamarnya
"Kyaa~~ M..min..." teriak jaejoong karena kaget tiba-tiba digendong oleh changmin dan pipinya tiba-tiba memanas karena dengan jarak sedekat ini mukanya berhadapan langsung dengan dada bidang changmin dan wangi yang menyegarkan
At Jae's bedroom
Changmin menurunkan jaejoong diranjangnya dengan perlahan. Lalu changmin berdiri dan membuka kemeja serta celana panjangnya dan hanya menyisakan boxer berwarna hitamnya. Otot pada dada dan perutnya terpatri begitu indah, dengan kulit kecoklatannya.
"eooh...? ke..kenapa buka baju?" tanya jaejoong dengan tergugup dan wajah yang memerah
Ide jahil pun melintas diotak cerdas evil ini
"Waeyo hmm? Kenapa wajah mu memerah jae baby?" goda changmin dengan suara rendah dan terdengar sangat sexy ditelinga jaejoong
"A..aniyoo..." jaejoong menunduk dan menyembunyikan muka memerahnya karena malu melihat tubuh topless changmin
Changmin naik ke ranjang lalu memenjarkan tubuh jaejoong didalam kukungannya. Sambil menopang berat tubuhnya dengan siku, changmin memandangi wajah cantik jaejoong.
Wajah jaejoong semakin memerah karena dipandangi intens seperti itu. Jarak mereka benar-benar sangat berbahaya. Dari jarak sedekat ini, jaejoong bisa melihat lebih jelas wajah tampan changmin. Tampan dan kekanakan dalam satu kesatuan.
"sudah puas melihat wajah tampan calon suami mu ini nyonya shim?"
"Ehh? Ahh...aniyo.."
"hahhaa.. jja tidurlah sayang.. lanjutkan besok lagi memandangi wajah tampan calon suami mu ini.."
Changmin pun menyingkir dari atas jaejoong dan berbaring disamping jae dan memeluknya erat.
"Kau tau, hari ini hari terbaik. Gomawo sudah mau menerima ku sayang"
"Cheonma min."
"Jja sekarang tidurlah.. jaljayo nyonya shim.."
Chup~ satu kecupan manis dikening jaejoong
"Ne jaljayo, nae yeobo..." balas jaejoong malu-malu dan menenggelamkan wajahnya didada bidang changmin
Pipi jaejoongpun memerah setelah sadar bahwa dia reflek menenggelamkan wajahnya didada polos changmin. Jaejoong merasakan kenyamanan dan kehangatan dalam dekapan changmin.
Setelah itu terdengarlah dengkuran halus dari jaejoong, menandakan bahwa sang namja cantik telah terbang ke dalam mimpi nya.
Changmin tersenyum melihat sang pujaan hati sudah terlelap dalam dekapan hangatnya.
"Kau tau baby, hanya dengan menghirup aroma mu saja sudah membuat ku gila, aku harus mati-matian tidak menerkam mu tadi, padahal "little shim" dibawah sana sudah mulai turn on. Hahh..."
"Sebaiknya aku juga menyusulmu tidur, jika terus memikirkan mu bisa-bisa yang dibawah sana akan bangun dan akan sudah menidurkan nya"
Changmin pun ikut terlelap menyusul namja cantiknya.
Semoga ini permulaan yang baik bagi keduanya. Apa yang telah diucapkan, semoga tidak dilupakan. Karena kita tidak pernah tau bagaimana takdir mempermainkan kita nantinya. Selalu berusaha mengingat komitmen agar tidak ada yang terluka dan penyesalan dimasa akan datang.
TBC/END
Gomawo buat yang udah baca maupun yang bersedia meluangkan waktu nya untuk review. Mian kalo alur ceritanya masih gaje. So... jangan lupa review lagi ne. Review kalian sangat berharga buat ku. ADIOS AMIGOS. SEE YOU NEXT CHAPTER.
Balas review:
gwansim84 : udah lanjut nih, jangan lupa review lagi
mimiso : haha, disini si vict cuma mau aku nistakan kok. Ne udah lanjut nih.
