"Aku tahu" Seruan keras Sasuke jelas membuat Hinata terlonjak kaget nyaris aja dia memuntahkan mie ayam yang baru saja dia makan.

"Apaan sih ? Ngomong yang pelan napa" Sungut Hinata sambil manyun dan langsung melanjutkan kegiatan makannya.

"Aku punya sebuah ide yang terbilang cukup gila. Kita akan menunggu perang tersebut" Ucapan Sasuke langsung membuat Hinata terbelalak kaget sambil berusaha menelan mie yang sudah susah payah disuapkan kedalam mulutnya.

"Kau gila ? Kita harusnya mencegahnya, bukan menunggunya" Sungut Hinata merutuki kebodohan Sasuke.

"Bukan begitu maksudku" Kata Sasuke sambil meneguk habis jus tomat yang memang tersisa setengahnya.

"Lalu ?" Tanya Hinata.

"Kita akan buat sejarah baru, penemuan baru. Mungkin saja itu akan mencegah perang ini" Kata Sasuke mencetuskan ide gilanya.

"Maksudmu sejarah baru ?" Hinata masih belum mengerti apa yang dikatakan Sasuke.

"Ya, sesuatu yang diluar perkiraanmu. Menikah mungkin" Sasuke menjelaskan itu dengan suara enteng tanpa beban.

"Me-menikah ?" Wajah Hinata langsung memerah mendengar ucapan Sasuke yang sepertinya tidak pernah berpikir panjang tersebut.

"Hmmm...! Tapi jangan sekaranglah, kita harus buat beberapa penemuan baru untuk menceah perang konyol ini" Kata Sasuke sambil berdiri dan membersihkan celananya dari debu yang menempel. Hinata langsung mengangkat mangkuknya dan meminum habis kuah mie ayam tersebut. Sasuke yang melihatnya langsung melohok heran.

"Ada apa ?" Tanya Hinata yang sepertinya risih dipandangi Sasuke seperti itu. Dia pun mengelap sisa kuah di bibirnya dengan lengan bajunya.

"Apa kau gak punya etika ?" Sungut Sasuke mengutuk kelakuan Hinata yang sangat barbar tersebut. Hinata hanya nyengir innocent sambil menggaruk belakang kepalanya.

"Ayo" Kata Sasuke begitu selesai membayar pesanan mereka dan langsung menggamit lengan Hinata.

-0-

"Kaa-chan, aku pulang" Seru Sasuke dengan suara yang sangat kekanak-kanakan sekali. Mikoto hanya tersenyum melihat putra bungsunya tersebut.

"Yo, baka ototou. Berisik tau" Sungut seseorang yang sedang bersandar didinding kamar Sasuke sambil melipat kedua tangannya.

"Mau apa kau kesini ?" Semprot Sasuke dengan sinis menghadapi sosok berambut raven panjang yang ternyata adalah kakaknya tersebut.

"Jadi kau udah punya teman sendiri nih" Itachi merajuk sambil memanyunkan bibirnya.

"Yo, Sasuke. Lama gak bertemu ya" Sapa Kiba yang sepertinya baru saja keluar dari kamar tamu.

"Lama apanya, kau kan juga kuliah di Universitas Konoha" Kiba hanya nyengir innocent mendengar ucapan Sasuke. Mereka memang satu kampus, tapi beda jurusan.

"Minggir kalian berdua, aku mau tidur" Sungut Sasuke sambil membuka jalan untuk dirinya sendiri. Itachi dan Kiba hanya geleng-geleng kesal menghadapi makhluk berkepala pantat ayam tersebut.

"Hinata... Loh, kemana dia ?" Kiba celingukan mencari sosok gadis pujaannya yang dengan sangat tiba-tiba menghilang dari pandangan.

-0-

Tahun 2050

"Memangnya apa sih yang mendorongmu ? Kukira kau hanya bocah pemalas yang gak mau terlibat dengan ginian" Jiraiya mencoba membuak percakapan ditengah ketegangannya menciptakan mesin waktu yang bisa digunakan dan tahan lama.

"Aku hanya merasa cemas sajam Bukankah tahun 2013 adalah tahun puncak perang dunia 3 ?" Naruto yang sepertinya masih asyik berkutat dengan generator fusi itu pun nyerocos gak jelas tentang perang dunia 3 yang disebut-sebut sebagai perang terdahsyat selama sejarah dunia.

"Whatever lah" Balas Orochimaru cuek sambil terus menguji beberapa bahan bakar yang cocok buat generator fusi.

-0-

Back to 2013

"Bangun, Sasuke" Hinata mengguncang-guncangkan tubuh Sasuke yang saat itu tengah ngorok hebat sampai-sampai tetangga pun terbangun oleh dengkuran Sasuke (lebay)

"Apaan sih" Tanya Sasuke dengan malas sambil menarik kembali selimutnya.

"Aku bosen nih. Kita jalan-jalan yuk" Ucapan Hinata jelas membuat Sasuke langsung duduk dan memandang Hinata dengan tatapan heran.

"Are you serious ?"

"Udah dech, jangan sok-sok pake bahasa inggris. Gak ada pantes-pantesnya tau" Sungut Hinata dan langsung membuat Sasuke patah hati.

-0-

"Sasuke, beliin itu donk" Kata Hinata sambil merengek-rengek dan menunjuk sebuah kedai es krim yang berada tidak jauh dari tempat duduk mereka.

Sasuke malah langsung memegang dahi Hinata dengan punggung tangannya. Tampak jelas sebuah kerutan muncul didahi Hinata.

"Apa yang kau lakukan, baka ?" Semprot Hinata sambil mengibaskan tangan Sasuke yang masih nangkring didahi Hinata.

"Sikapmu aneh hari ini ? Kau salah makan ?" Tanya Sasuke dengan sangat santainya.

"Bete dech, masak kencan begini" Hinata manyun sambil melipat kedua tangannya dan memasang muka bete. Tapi yang ada dia malah jadi makin imut aja.

"Ya sudah dech. Kau mau es krim ? ayo kubelikan" Kata Sasuke sambil mengulurkan tangannya.

"Beneran ya ?" Sasuke mengangguk. Hinata langsung menyambut uluran tanga Sasuke dengan sukacita sambil tersenyum riang.

-0-

"Sedang apa kau ?" Tanya Hinata sambil melihat Sasuke yang sedang jongkok disudut kamarnya sambil memperhatikan sebuah benda. Sasuke menoleh sebentar pada Hinata, kemudia mengalihkan pandangannya untuk kembali terfokus pada pekerjaannya.

"Kalau mau masuk ketuk dulu kek" Protes Sasuke dengan nada datar. Hinata hanya memutar bola matanya bosan dan berbaring diatas ranjang Sasuke sambil membaca sebuah buku yang berjudul 'fisika kuantum, siapa takut ?'

"Kau lagi buat apa sih ?" Tanya Hinata sambil memutar badannya. Jadinya sekarang dia tengkurap sambil memandangi Sasuke yang sedang sibuk itu.

"Aku sedang mencoba sesuatu" Ucap Sasuke dengan gaya sok misterius. Hinata hanya memutar bola matanya melihat sikap kekasihnya tersebut.

"Ummm...! Sasuke" Panggil Hinata. Sasuke menolehkan kepalanya sambil memiringkan kepalanya agar Hinata mau menyampaikan maksudnya.

"Gak jadi dech, hhe" Hinata malah nyengir innocnet sambil menutupi wajahnya yang memerah. Dahi Sasuke berkerut melihat wajah Hinata yang nge-blush hebat.

'Anak ini kenapa ya' Batin Sasuke.

-0-

"Ohayou Gozaimasu" Sapa Sasuke dengan wajah segar bugar begitu keluar dari kamarnya.

"Semangat sekali" Goda Mikoto sambil tersenyum geli melihat Sasuke. Hinata hanya tersenyum manis melihat tingkah Sasuke yang sangat kekanak-kanakan sekali.

"Pagi semua" Fugaku keluar dari kamar sambil dengan tergesa-gesa mencomot sebuah roti bakar dan langsung memasukkannya kedalam mulutnya yang menganga lebar. Hinata sweatdrop melihat kejadian tersebut.

'Apa Sasuke juga seperti itu ya' Batin Hinata menatap Sasuke yang sepertinya juga sweatdrop dengan kelakuan ayahnya.

'Untung aku gak niru ayah' Batin Sasuke nista sambil geleng-geleng kepalanya.

'Malu-maluin aja' Batin Mikoto ketika melihat tingkah suaminya tersebut.

"Aku pergi dulu ya Sasuke, Hinata" Kata Fugaku sambil menepuk-nepuk kepala Sasuke. Tapi tidak pada Hinata, anak orang.

Fugaku pun berlari menghampiri taksi yang sejak setengah jam yang lalu. Ampun dech, kalo gak bisa bangun pagi gak usah pesen taksi sepagi ini dech.

"Kau kuliah hari ini kan, Hinata ?" Sasuke mengalihkan pembicaraan dari ayahnya yang sangat memalukan tersebut.

"Ummm...!" Kata Hinata sambil mengangguk senang. Sasuke hanya tersenyum lembut melihat tingkah Hinata yang sepertinya sudah mulai tertular sifat kekanak-kanakan miliknya.

"Ya sudah, ayo berangkat" Kata Sasuke sambil menarik tangan Hinata. Hinata hanya manggut-manggut sambil ngasih salam kearah Mikoto yang sedang tersenyum melihat kelakuan putra sekaligus putri angkatnya tersebut.

"Mobilnya kan disana" Kata Hinata sambil menunjuk mobil yang masih terparkir dengan rapi didalam garasi.

"Siapa yang bilang kita akan naik mobil ?" Tanya Sasuke sambil menyeringai seram. Hinata sampai bergidik ngeri liat Sasuke yang sepertinya matanya udah berdarah.(ngapain coba ?)

"Terus ?" Hinata malah bertanya.

"Liat aja nanti" Kata Sasuke sambil menyeringai.

Hinata hanya mendengus kesal sambil memanyunkan bibirnya. Sasuke masuk kedalam garasi dan keluar dengan membawa motor fiction(bener gak nih ?) miliknya.

"Naik motor ?" Hinata langsung terkejut.

"Gak mau ? Jalan kaki aja" Kata Sasuke sambil mengeluarkan evilsmirk. Hinata mendengus kesal dan mendudukkan tubuhnya diatas boncengan motor.

"Pegangan yang erat ya" Kata Sasuke sambil mengeratkan pegangan Hinata pada pinggulnya. Tampak semburat merah telah muncul dipipi Hinata.

TBC


Gimana hari pertama kuliah Hinata ya ?

Revieewwww...!