Minna!!!!
Gomen… Bru bisa apdet pas liburan…
TERIMA KASIH banyak buat para readers dan senpai yang berbaik hati untuk merepiu Uru! Terima kasih..
Priest Youkai: pe-repiu pertama! Arigatou ne!
Dhitta: Khe.. uru juga setuju sama sesshomaru. Cokiber dhit..
Kyoko Honda: hey.. kau mengumbar nama Lan!
Ashamaru: Sabar bu! Fic uru yang laen juga dong..
Yo Clover: Yotsuba-chan.. kau ini mem-flame ku ya..? khekhe.. dendam nih gw paksa repiu?
MayukaRui: Iya.. makasih senpai!
Aoi Ageha: memang nyampah kok!
Kazuka Ichirunatsu23: Ya! Buat fic Inuyasha dengan pair berbeda! Tp uru gg suka Kikyou..
Sora Tsubameki: Makasih senpai! Mohon bantuannya lagi ya..
Hime Ichinose: Hey! Suketi lemeng!
Lacossu no ame2604: uru juga sebel sama Kikyou! Sebel!
Yuusaki Kuchiki: Hoho.. pengen bunuh Kikyou? Ada kesempatan, gg bkal uru lewatkan!
Kinoshita no Shoujo: huhu.. tapi entar romance-nya lemeng lho..
Ruki, purple_angel15, Someone Somewhere, Okaa-san (mama uru), de el el..
hiks.. maaf putul..
Disclaimer: Takahashi Rumiko-san…
Summary: "Semua.. semua yang kamu lakukan… to.. toh.. itu sudah biasa…" Kagome menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Aku dalam Hatimu 2
Sekian kalinya, Inuyasha memperhatikan Kagome. Entah kenapa ada yang aneh padanya sedari pagi. Tak hanya Inuyasha rupanya, teman-teman Kagome yang lain ikut memandangnya khawatir.
"Kagome-chan? Daijoubu desu ka?" tanya Sango. Kagome menatapnya sambil tersenyum, "Daijoubu desu.."
Walau begitu, perjalanan tetap dilanjutkan, Kagome tak kunjung angkat bicara.
Tak lama, sebuah pusaran angin mendekat.. dari balik angin yang bertiup itu muncul seorang siluman yang memperlambat langkahnya dan berjalan menuju Kagome.
"Kagome! Senang sekali bertemu denganmu!" serunya gembira.
"Kouga-kun!" Kagome sedikit terperangah. Melihat mereka berdua seperti itu, Inuyasha cemberut. "Huh! Serigala bodoh!" ucapnya sinis.
"Cuiih!! Dasar anjing kampung!!" balas Kouga tak kalah sinis. Telinga Inuyasha bergerak-gerak seperti ada sensor kata-kata kasar yang mengejeknya.
"Apa Kau bilang??!!" bentak Inuyasha, mereka bersiap memulai pertarungan sampai Kagome menghentikannya.
"Inuyasha! Osuwari!!" teriak Kagome kesal. BRRAAK!! Tubuh Inuyasha dengan otomatis-nya jatuh ke tanah mendengar mantra itu disebut Kagome.
"Kouga-kun.. ada apa? Menyempatkan diri mengunjungi kami?" tanya Kagome tak mempedulikan sumpah serapah dari Inuyasha di belakangnya.
"Ah! Aku jadi lupa!! Aku datang hanya untuk memperingatkan-mu Kagome.." ucapnya yang membuat Kagome memiringkan kepalanya, tidak mengerti.
"Kudengar, Naraku sudah menjalankan rencananya. Kini banyak siluman yang diperalatnya. Aku tidak tau dia menggunakan shikon no tama dengan cara apa. Tapi aku khawatir padamu Kagome..jadi aku kesini.." ucap Kouga yang diiringi intonasi mesra di kalimat terakhirnya.
"Ha'i! terima kasih Kouga-kun.. kami akan berhati-hati.." kata Kagome sambil tersenyum.
Kouga membalas senyumannya. Ia lalu menoleh ke rivalnya yang sedang terduduk kesal, senyumnya langsung hilang.
"Heeehh!! Anjing bau!! Aku titipkan Kagome padamu sebentar! Awas kalau wanita-ku ini sampai kenapa-napa, kuhajar kamu!!" bentaknya pada Inuyasha. Kemudian, ia merangkul bahu Kagome mesra.
Kini terdapat empat siku-siku terbalik di keningnya, darahnya sudah naik ke kepala. "Bodoh!!! Ngapain kamu peluk-peluk Kagome! Lepa…" belum sempat meyelesaikan kata-katanya,
"Osuwari!!" lagi-lagi Kagome berteriak mengucapkan mantra membuat Inuyasha terjatuh lagi dengan gelegak tawa dari Kouga menyambutnya.
*****
Sepeninggal Kouga, Kagome dan kawan-kawan memutuskan untuk istirahat sejenak di dalam hutan. Miroku, Sango, Shippo dan Kirara pergi mengambil minum di tepi sungai yang lumayan dekat dengan mereka.
Kagome dan Inuyasha berdiam diri, tak ada yang mau memulai percakapan sampai..
"Kau kenapa sih? Hei Kagome!!" seraya menatap Kagome di sampingnya. Kagome tidak menjawab.
"Kagome!!? Kau kenapa? Sampai-sampai membela Serigala brengsek itu tadi?!" gertak Inuyasha.
"Kenapa…" Kagome berucap pelan. "Kenapa…" ulangnya lagi.
Kening Inuyasha mengeryit, "Hah..?"
"Apaan sih?!!" bentak Inuyasha merasa tak sabar. Kagome dengan cepat memalingkan wajahnya. Matanya menatap marah pada Inuyasha.
"Kenapa?! Kenapa kamu bisa semarah itu?! Itu kan biasa saja!! Toh.. kamu juga biasa melakukannya!!" kini gantian Kagome membentak.
"A..Apa sih maksudmu?" tanya Inuyasha.
"Jangan jadi Bodoh!! Aku sudah lihat semuanya! Tatapan matamu padanya, janji yang kamu ucapkan dan.. dan yang kamu lakukan! Semuanya!!" kata Kagome lagi, air mata kini sudah bertengger manis di pelupuk matanya.
Inuyasha tertegun tak percaya. Kagome sudah mengetahui semuanya.. tadi malam.. bersama Kikyo?
"Semua.. semua yang kamu lakukan… to.. toh.. itu sudah biasa…" Kagome menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. Air matanya sudah mengalir sedari tadi tanpa disadarinya.
Inuyasha mengunci mulutnya rapt-rapat, terlihat raut penyesalan pada wajahnya. Ia kemudian menatap Kagome yang masih menangis tertunduk.
Tak lama, Kagome merasa sesuatu yang hangat mendekapnya. Inuyasha memeluknya.
"Ma.. maaf.. maaf.. Kagome…" ucap Inuyasha lembut di telinga Kagome. Membuat Kagome menengadahkan kepalanya. Air matanya masih mengalir membasahi pipinya, Inuyasha sedikit membungkuk mencoba mencium pipi Kagome, mengapus jejak air mata yang mengalir.
"Maaf Kagome.. keadaan Kikyo semalam membuatku tidak bisa membiarkannya begitu saja.. aku takut jika sampai terjadi apa-apa padanya. Tapi kamu jauh lebih penting dari itu… aku berjanji juga akan melindungimu, pasti. Enggak akan kubiarkan pergi begitu saja.." Inuyasha mempererat pelukannya.
Mendengar itu, Kagome lega. Pelukan Inuyasha juga membuatnya merasa nyaman. Ia-pun balas memeluk Inuyasha.
Kagome tersenyum, berpikir mencoba kembali mempercayai Inuyasha…
Karen suru…
Maaf! Kalau enggak nyambung.. Kepala sudah botak! Impuls di otak udah mampet..
Udah usaha buat romance, tapi kok lemeng nan putul begini..
Hu..hu.. ( nangis bombai )
RnR please..?
