Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Donghae, Leeteuk, Heechul, member lain mungkin sekedar lewat aja.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Warning : Typos, Geje, OOC, dll
Summary : "Ku mohon, jangan bunuh aku!"/ "Park Jung Soo katamu?"/ "Umma! Appa!"/ "...,maukah kau untuk sementara membiarkannya tinggal disini?
Chap 1 update, mianhae kalo gaje, membingungkan, nyebelin, dll deh. Happy reading ^^
Promise
Chapter 1
"UMMMMMAAAAAA! APPPPPPAAAAAAA! ANDWAE!"
Donghae tersentak dari tidurnya saat mendengar suara teriakan. Untuk beberapa saat, ia terlihat masih belum sadar sepenuhnya. Ia hanya menatap sekelilingnya dengan tatapan heran. Namun di detik berikutnya, Donghae terkesiap. Sepertinya ia mulai menyadari asal suara teriakan itu.
"Ah, itu pasti dari ..."
"ANDWAEEEE!"
Donghae langsung bangkit dari tempat tidurnya begitu kembali mendengar suara teriakan. Tak dihiraukannya Kyuhyun yang memanggil namanya. Dengan tergesa-gesa, ia melangkahkan kaki menuju kamarnya. Dan masih dengan kecepatan yang sama, Donghae langsung membuka pintunya. Walau tak terlalu menimbulkan bunyi berisik.
Donghae terpaku di tempatnya berdiri, di ambang pintu masuk kamarnya. Menatap dengan kening yang mengernyit pada sosok namja di hadapannya. Namja yang ia ketahui bernama Park Jung Soo dan berusia satu tahun di atasnya. Jung Soo terlihat duduk di atas tempat tidurnya dengan memeluk kedua lututnya. Matanya bergerak gelisah mengelilingi kamar Donghae. Dari posisi berdiri Donghae saat ini, Donghae dapat melihat jika tubuh Jung Soo yang bergetar.
Donghae melangkahkan kakinya secara perlahan mendekati Jung Soo. Ia sendiri tak mengerti mengapa ia bersikap sangat hati-hati seperti ini. Hanya saja, nalurinya mengatakan agar dirinya tak membuat namja yang tengah gemetar di hadapannya ini terkejut dan merasa ... terancam.
Jarak antara Donghae dan Jung Soo semakin dekat. Hanya tinggal beberapa meter lagi.
Tap!
Donghae berhasil mencapai tempat tidurnya. Masih dengan gerakan yang sangat hati-hati, Donghae mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur. Tak ada gerakan lain. Donghae hanya memperhatikan Jung Soo dari tempatnya. Saat ini jarak mereka tak lebih dari satu meter. Kyuhyun yang sejak tadi ada di luar kamar, hanya memperhatikan apa yang Donghae lakukan.
Jung Soo terlihat mengawasi setiap gerak gerik Donghae. Sorot matanya yang tajam sama sekali tak pernah lepas dari sosok Donghae. Tapi, walau matanya menatap tajam pada Donghae, tanpa ia sadari, tubuhnya bergerak menjauhi Donghae. Ia semakin merapat dengan kepala tempat tidur.
"Pergi! Pergi dari rumahku!" hardik Jung Soo.
Kyuhyun membulatkan kedua matanya mendengar hardikan Jung Soo. Apalagi mendengar apa yang diucapkan Jung Soo. Sedangkan Donghae sama sekali bergeming mendengar hardikan Jung Soo. Ia masih bersikap tenang. Bahkan menunjukkan angelic smile nya pada Jung Soo. Sama sekali tak merasa gentar dengan tatapan mengintimidasi dari Jung Soo.
"Pergi! Sudah kubilang pergi dari rumahku!" Jung Soo kembali menghardik Donghae.
Donghae masih tersenyum. Kyuhyun yang masih berada di luar menatap tak mengerti ke arah Donghae yang sama sekali tak melakukan apa-apa.
"Sepertinya kau sama sekali tak menyadarinya Jung Soo-ssi."
Donghae mulai membuka suara. Kyuhyun terlihat menyamankan posisi berdirinya di ambang pintu. Ingin mengetahui apa yang dilakukan Hyung kesayangannya itu. Sedangkan Jung Soo terlihat tak mengerti dengan ucapan Donghae.
"Saat ini, kau berada di rumahku. Lebih tepatnya lagi, di kamarku dan di atas tempat tidurku. Apa kau benar-benar tak menyadarinya?"
Donghae dan Kyuhyun dapat melihat Jung Soo membulatkan matanya sejenak. Lalu mengalihkan pandangannya ke sekeliling kamar Donghae. Saat ini ia baru menyadari jika dirinya berada di tempat yang asing. Jung Soo kembali memandang Donghae. Namun bukan dengan sorot mata tajam lagi seperti sebelumnya. Tatapannya kali ini penuh dengan ketakutan. Jung Soo semakin memundurkan tubuhnya, walau itu sama sekali tak membuat jaraknya dan Donghae semakin jauh.
Donghae dan Kyuhyun mengernyit tak mengerti melihat sikap Jung Soo. Donghae memiringkan kepalanya. Membuat Kyuhyun tanpa sadar terkekeh kecil.
"Hyung, jangan keluarkan kepolosanmu saat ini. Bukan waktu yang tepat," celetuk Kyuhyun.
Celetukan Kyuhyun itu membuat Donghae dan Jung Soo menatap ke arahnya.
"Sejak kapan kau ada di sana?"
"Sejak Hyung masuk ke kamar ini. Hyung saja yang tidak menyadari keberadaanku," Kyuhyun menjawab sambil melangkahkan kakinya masuk ke kamar Donghae.
"Ku mohon, jangan bunuh aku!"
Donghae dan Kyuhyun langsung mengarahkan pandangan mereka pada Jung Soo. Sedikit, mungkin sangat, terkejut mendengar ucapan Jung Soo. Memang tak terlalu keras, namun masih dapat ditangkap oleh telinga kedua Cho bersaudara itu.
"Mwo!"
~Promise~
Kyuhyun menatap kosong ke arah televisi. Biasanya saat libur seperti ini, Kyuhyun pasti menghabiskan waktunya untuk bermain game. Tapi pagi ini, ia sama sekali tak bersemangat untuk memegang berbagai macam game portable miliknya. Ia justru sejak tadi hanya melihat kesibukan Hyung nya yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua juga satu tamu di rumah mereka.
"Hyung," panggil Kyuhyun.
"Hmm, wae?" tanya Donghae tanpa mengalihkan tatapannya dari masakan yang ia buat.
"Sebenarnya, ada apa dengan Jung Soo-ssi itu? Kenapa ia berkata seperti itu? Seolah-olah kita adalah orang jahat yang ingin mencelakainya."
Donghae sejenak menghentikan kegiatannya. Ia sendiri tak mengerti ada apa dengan namja yang ia tolong malam tadi itu. Tapi sepertinya, melihat kondisinya yang cukup mengenaskan malam tadi, terjadi sesuatu yang buruk padanya.
"Mollayo, Kyu. Aku juga tak tahu. Nanti saja kita tanyai dia. Oh, ya, kau bisa telpon dokter Han untuk datang ke rumah?"
Kyuhyun mengerutkan keningnya.
"Untuk apa, Hyung?"
"Biar bagaimanapun, Jung Soo-ssi perlu perawatan untuk luka-lukanya itu, Kyu. Tidak mungkin, kan, kita yang mengurusnya. Kita dekati saja dia hampir histeris seperti tadi."
Kyuhyun mengangguk. Memang benar, setelah mengucapkan satu kalimat yang membuat Cho bersaudara itu shock, Jung Soo seolah menjaga jarak dari mereka. Hanya sedikit saja pergerakan Donghae atau Kyuhyun ke arahnya, maka Jung Soo akan berteriak histeris. Air mata juga akan langsung membasahi wajahnya. Maka dari itu, Donghae dan Kyuhyun memutuskan untuk meninggalkan Jung Soo di kamar Donghae.
"Nah, sarapannya sudah siap. Kau tunggu di sini sebentar. Hyung akan mengantarkan makanan ini kekamar Jung Soo-ssi."
"Hyung yakin dia mau makan?"
Donghae tersenyum. "Kita hanya mampu mencobanya, kan, Kyu? Hyung juga tak ingin dia sampai kelaparan. Biar bagaimanapun, dia tetap tamu kita."
Kyuhyun mengangguk. Ia pun duduk di salah satu bangku yang ada di dapur. Menunggu Donghae kembali. Tak sampai 15 menit, Donghae terlihat sudah kembali.
"Bagaimana, Hyung?"
"Hyung meninggalkan nampan itu di depan pintu kamar dan berpesan untuk dia mengambilnya dan kembali meletakkan nampan itu di tempat semula jika sudah selesai makan. Hyung akan mengambil nampan itu satu jam lagi."
"Dia menjawab ucapanmu?"
Donghae menggeleng.
"Sudahlah, kajja kita makan."
Kyuhyun mengangguk dan langsung melahap makanan yang ada di hadapannya. Mereka berdua makan sambil sesekali berbincang. Sama sekali tak menyadari jika ada seseorang yang memperhatikan mereka di dekat tangga.
~Promise~
Donghae dan Kyuhyun benar-benar dibuat tak mengerti oleh sikap Jung Soo. Mereka berdua berfikir Jung Soo hanya akan bersikap waspada pada mereka berdua saja. Tapi ternyata Jung Soo juga bersikap seperti itu pada dokter Han. Butuh waktu 3 jam untuk membuat Jung Soo mau menemui dokter Han. Membiarkan dokter Han melihat bagaimana kondisinya.
"Apa yang harus kita lakukan padanya, Hyung?"
Donghae menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun.
"Aku juga belum tau apa yang harus kita lakukan, Kyu. Dokter Han tadi bilang, sepertinya ia mengalami shock dan membuatnya selalu terbayang dengan kejadian itu. Mungkin itu semua berkaitan dengan kondisinya sebelum aku menemukannya. Aku tak mau berfikir aneh-aneh, hanya saja, mengingat apa yang ia katakan pada kita pagi tadi, membuatku mengambil sebuah kesimpulan."
"Kesimpulan apa, Hyung?"
Donghae menatap sendu ke arah Kyuhyun.
"Sepertinya terjadi sesuatu pada Jung Soo-ssi malam tadi. Mungkin sebuah tindak kejahatan atau sejenisnya."
Kyuhyun membelalakkan matanya mendengar analisa Donghae.
"Hyung serius?"
Donghae mengangkat kedua bahunya.
"Aku hanya menduga-duga saja, Kyu. Mungkin aku akan mencari tahunya nanti."
"Bagaimana cara Hyung mencari tahu?"
"Tentu saja dengan datang ke Seoul University, Kyu. Aku akan mencari mahasiswa yang mengenal Jung Soo-ssi. Menanyakan mengenai keluarganya atau mungkin aku akan mendapat lebih dari itu."
Kyuhyun hanya mampu memandang Hyung nya dengan tatapan tak percaya. Kyuhyun memang tahu, Donghae adalah tipikal orang yang sangat peduli dengan sekitarnya. Tapi Kyuhyun tak pernah berfikir Donghae akan serius seperti ini. Apalagi mereka sama sekali tak mengenal siapa itu Jung Soo.
"Kau tenang saja, Kyu. Aku juga tak tahu kenapa, tapi, aku merasa Jung Soo-ssi adalah orang baik. Dan saat keadaannya kembali normal, aku merasa, kita akan sangat menyayanginya nanti."
Kyuhyun kembali hanya menganggukkan kepalanya. Ia sepenuhnya mempercayai apa yang diucapkan oleh Hyung nya itu. Selama menurut Donghae itu baik untuk mereka, maka Kyuhyun akan mempercayai itu.
~Promise~
Sepulang sekolah dua hari kemudian, Donghae pergi ke Seoul University. Pagi tadi, sebelum ia dan Kyuhyun meninggalkan rumah, Donghae sudah menyiapkan makanan untuk Jung Soo. Ia juga mengunci rumahnya dari luar. Bukan karena khawatir Jung Soo akan kabur dari rumahnya, walau salah satu alasannya itu. Tapi Donghae melakukan itu lebih demi keselamatan Jung Soo. Ia tak ingin sesuatu terjadi pada namja itu.
Selama tiga hari Jung Soo ada di rumah mereka, sama sekali tak ada yang berubah dari sikap Jung Soo. Ia masih selalu menghindar takut jika Donghae atau Kyuhyun berada di dekatnya. Hanya dokter Han yang datang untuk memeriksanyalah yang mendapat perlakuan sedikit berbeda. Dan saat dokter Han datang itulah, Donghae mengambil keperluannya di dalam kamarnya. Mau tak mau ia harus mengungsi ke kamar tamu yang ada di lantai bawah. Karena Jung Soo sama sekali tak pernah meninggalkan kamarnya.
Donghae menyusuri koridor Fakultas Musik, tempat Jung Soo berkuliah. Mencoba bertanya pada orang-orang yang lewat di hadapannya mengenai Jung Soo. Namun hasilnya nihil. Sudah hampir satu jam Donghae berputar-putar di kampus itu, tapi belum ia temukan satu orangpun yang mengenal Jung Soo.
Kini Donghae tengah berada di cafetaria kampus itu. Mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling universitas itu. Sebuah senyum terpatri di wajahnya. Donghae dan Kyuhyun memang berencana melanjutkan kuliah mereka di sini. Donghae akan masuk ke jurusan seni, sedangkan Kyuhyun sepertinya akan masuk jurusan musik. Mereka berdua memang sangat menyukai dunia seni. Dan orang tua mereka tak pernah melarang.
"Annyeong, boleh aku duduk di sini?"
Donghae menolehkan kepalanya ke asal suara. Di hadapannya terlihat seorang yeoja atau namja? Entahlah. Saat mendengar suaranya tadi, sepertinya dia namja. Tapi namja di hadapannya ini terlihat cukup cantik. Bahkan mengalahkan kecantikan yeoja yang ia kenal.
"Ah, silahkan," ucap Donghae.
Namja itu mengangguk dan duduk di hadapan Donghae. Ia sedikit memperhatikan Donghae. Merasa asing dengan wajah namja di hadapannya ini. Apalagi wajah namja itu terlihat masih sangat muda. Seperti anak-anak.
"Kau bukan mahasiswa di sini?" tanya namja itu.
Donghae mengangkat wajahnya saat mendengar pertanyaan itu. Ia mengusap bagian belakang kepalanya gugup.
"Ah, ne. Sebenarnya aku siswa dari Sapphire Blue High School," jawab Donghae.
"Kau masih sekolah? Apakah kau duduk di tingkat akhir? Sedang mencari kampus kah?"
"Aniyo. Aku ke sini bukan untuk itu. Sebelumnya, kenalkan, aku Donghae. Cho Donghae. Aku kemari sebenarnya untuk mencari tahu tentang seseorang yang tinggal di rumahku."
"Aku Heechul. Kim Heechul. Siapa yang kau cari tahu? Mungkin aku mengenalnya."
"Aku sedang mencari tahu tentang seorang yang kutemukan beberapa malam lalu di jalan. Dari tanda pengenal yang ada, ia adalah mahasiswa Fakultas Musik tingkat 1. Namanya Park Jung Soo. Apa Heechul-ssi mengenalnya?"
"Park Jung Soo katamu?"
Donghae mengangguk. Sedikit bingung melihat reaksi namja di hadapannya.
"Ia sekarang tinggal di rumahmu?"
Lagi-lagi Donghae hanya mengangguk.
"Akhirnya aku menemukannya. Leeteuk Hyung, maksudku Jung Soo adalah sahabat karibku. Aku terbiasa memanggilnya dengan panggilan Leeteuk. Beberapa hari lalu, terjadi perampokan di rumahnya. Yang ku dengar, seluruh keluarganya tewas di tangan perampok itu. Tapi tak ada seorang pun yang melihat Leeteuk Hyung. Termasuk aku yang datang setelah satu jam kejadian itu."
Donghae menelan ludahnya mendengar cerita Heechul. Ternyata apa yang ia fikirkan benar. Memang ada yang terjadi dengan namja itu saat malam Donghae menemukannya tergeletak di jalan.
"Lalu bagaimana dengan perampok itu?"
"Yang kudengar, malam tadi mereka berhasil ditangkap. Ah, aku benar-benar merasa lega mengetahui Leeteuk Hyung selamat. Gomawo kau sudah menjaga sahabat baikku itu, Donghae-ssi."
"Cukup panggil Donghae atau Hae saja, Heechul-ssi, tidak perlu terlalu formal."
"Kalau begitu, kau cukup panggil aku Hyung, arra?"
Donghae mengangguk semangat.
"Jadi, bolehkah aku menemui Leeteuk Hyung?"
Donghae menghela nafas mendengar permintaan Heechul.
"Sebenarnya aku juga bermaksud mencari orang yang mengenal Jung Soo-ssi, Hyung. Sejujurnya aku juga adikku butuh bantuan dari orang-orang yang mengenal Jung Soo-ssi."
Heechul mengerutkan keningnya mendengar ucapan Donghae.
"Bantuan?"
Donghae menganggukkan kepalanya. Tanpa berucap bantuan apa yang dibutuhkan olehnya. Membiarkan Heechul dipenuhi dengan tanda tanya. Ia pun mengajak Heechul ke rumahnya. Dan selama di perjalanan, Donghae menjelaskan bagaimana kondisi Leeteuk sejak tinggal di rumahnya.
~Promise~
Heechul menatap tak percaya namja di hadapannya. Padahal dirinya tak melihat sosok itu hanya dalam beberapa hari. Tapi semua terlihat sangat berbeda. Tak ada lagi Leeteuk yang ceria. Tak ada lagi Leeteuk yang selalu menunjukkan senyum malaikatnya. Tak ada lagi Leeteuk yang bijaksana dan sangat menjaga dongsaeng-dongsaengnya.
"Sejak aku menemukannya malam itu, Jung Soo-ssi hanya berdiam di kamar ini. Tak mau bertemu dengan siapapun. Kecuali seorang dokter yang merawat luka-lukanya. Setiap kali aku atau adikku mencoba mendekatinya, ia pasti akan histeris."
Heechul menatap miris sahabatnya itu. Hatinya terasa sakit melihat kondisi sahabatnya. Leeteuk hanya mendudukkan dirinya di ujung tempat tidur dengan memeluk kedua lututnya. Memandang penuh waspada ke sekeliling ruangan itu.
Heechul melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu. Mencoba mendekati Leeteuk. Donghae sendiri hanya menatap penuh harap dari pintu kamarnya. Tak berani ikut melangkahkan kakinya. Khawatir lagi-lagi Leeteuk akan histeris.
"Leeteuk Hyung, gwaenchana?" Heechul berucap pelan saat sudah berada dekat dengan Leeteuk.
Tak ada jawaban. Leeteuk masih saja menatap waspada sekelilingnya. Sama sekali tak menghiraukan keberadaan Heechul.
"Hyung, ini aku, Chullie. Kau mendengarku, kan?" Heechul kembali bersuara.
Tapi masih sama seperti sebelumnya. Tak ada jawaban dari Leeteuk. Saat ini Leeteuk malah terlihat meneteskan air matanya. Secara perlahan isakannya terdengar memenuhi ruangan itu. Membuat Heechul dan Donghae menatap miris namja itu.
"Umma! Appa!" gumam Leeteuk.
Rasanya Heechul sangat ingin memeluk tubuh rapuh Leeteuk. Hanya saja mengingat apa yang disampaikan Donghae dalam perjalanan ke rumah Donghae tadi, membuat Heechul harus menahan perasaannya itu. Ia beranjak dari duduknya saat Leeteuk makin terisak dengan terus menggumamkan kata-kata Umma dan Appa. Heechul tak sanggup melihat sosok Leeteuk menjadi serapuh ini. Ia juga takut tak bisa menahan dirinya untuk membawa Leeteuk ke dalam dekapannya.
~Promise~
Heechul kini duduk di ruang tengah rumah Donghae. Heechul tampak masih berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ia ikut terluka melihat Leeteuk yang seperti itu. Ia menggigit bibir bawahnya pelan. Menahan agar tak ada air mata yang turun dari kedua manik matanya itu. Tak ingin terlihat rapuh di hadapan orang yang telah menolong Leeteuk.
"Sepertinya Jung Soo-ssi tertidur."
Heechul menolehkan kepalanya ke asal suara. Terlihat Donghae yang menghampirinya dengan membawa segelas jus jeruk.
"Gomawo," ucap Heechul pelan.
Hening. Baik Donghae maupun Heechul tak tahu harus berkata apa. Walau Donghae baru mengenal Leeteuk dan Heechul, namun ia dapat merasakan apa yang dirasakan kedua namja itu. Ia sendiri tak bisa membayangkan jika hal itu menimpa dirinya. Dan ia sama sekali tak ingin hal itu menimpanya atau keluarganya.
"Hyung, aku pulang!"
Donghae mengarahkan pandangannya ke arah pintu masuk. Dilihatnya Kyuhyun yang baru sampai di rumah.
"Kau dari mana, Kyu?"
"Belajar kelompok di rumah Wookie Hyung. Eh? Nuguya, Hyung?" tanya Kyuhyun saat melihat Heechul.
"Ah, iya, ini Heechul Hyung, teman Jung Soo-ssi di kampusnya. Hyung, ini Kyuhyun, adikku."
"Annyeong, Hyung. Kyuhyun imnida. Tapi Hyung cukup memanggilku Kyu saja."
"Annyeong, Kyu."
Kyuhyun diam. Ia menatap Donghae menuntut penjelasan.
"Ganti dulu bajumu. Nanti Hyung akan ceritakan semua padamu."
Kyuhyun mengangguk dan langsung melangkahkan kakinya menuju lantai dua, tempat kamarnya berada. Lagi-lagi terjadi keheningan antara Donghae dan Heechul.
"Hae, gomawo kau sudah mau menolong Leeteuk Hyung. Kalau aku boleh minta tolong, maukah kau untuk sementara membiarkannya tinggal disini? Aku janji, aku akan membantumu merawat Leeteuk Hyung. Asalkan kau tetap mengijinkannya tinggal disini, apapun akan aku lakukan."
"Tanpa Hyung minta pun, aku akan melakukannya, Hyung. Aku juga tidak mengerti kenapa, tapi aku sama sekali tak ingin Jung Soo-ssi ..."
"Kau bisa memanggilnya Leeteuk Hyung, Hae," potong heechul.
"Eh? Apa tidak apa-apa, Hyung?"
"Tentu saja. Aku yakin, Leeteuk Hyung juga tidak akan keberatan."
"Ah, ne. Kembali lagi, aku juga sama sekali tak ingin err... Leeteuk Hyung pergi dari rumah ini. Setidaknya sampai kondisinya benar-benar pulih."
"Gomawo, Hae. Aku benar-benar berhutang padamu."
"Cheonmaneyo, Hyung."
"Ah, Hyung, bolehkah kau menceritakan pada kami sosok Leeteuk Hyung itu? Boleh kan aku memanggilnya begitu?"
Kyuhyun yang baru datang langsung memberikan pertanyaan pada Heechul.
"Kau tidak sopan, Kyu."
Kyuhyun hanya menunjukkan cengirannya mendengar teguran Donghae. Heechul sendiri hanya tersenyum kecil.
"Leeteuk Hyung itu..."
TBC
*Lirik ff di atas* Nggak tau kenapa, setelah jalan setengah, kok mendadak ngerasa ga pede sama ceritanya, ya? Takut ga bagus dan ga ada yang suka. Tapi mudah-mudahan Chingudeul suka dan tetep mau ninggalin reviewnya.
Balesan review:
Gyurievil: Gomawo, Chingu, ditunggu review nya lagi ^^
terunobozu: Kan yang kemarin baru prolog Chingu, makanya masih bingungin, semoga setelah baca chap ini, bingungnya berkurang. Gomawo udah review ^^
tiaraputri16: Ini udah lanjut, gomawo udah review ^^
gyu1315: Ini udah lanjut ya, Chingu, gomawo ^^
DesvianaDewi12: Ini ga lama kan updatenya? Udah ketauan juga kan siapa yang teriak? Gomawo udah mampir, Chingu ^^
Hikaru tsuky: Ini udah update kilat, kan? Gomawo, ne ^^
lyELF: Iya, Chingu, yg kmarin kehapus T.T gomawo udah mau review lagi, Chingu ^^
cece: Ini ga lama kan, Chingu? Gomawo ^^
guest: Hehe, iya, nih, kemarin sempet kena hapus ^^ ini udah lanjut, gomawo, Chingu ^^
casanova indah: gomawo, Chingu, ini udah lanjut, ya ^^
ratnasparkyu: ini udah lanjut, ya ^^ gomawo ^^
Arum Junnie: Gomawo ^^
Gomawo buat yang udah review. Ditunggu review nya untuk chap ini ^^
